Tahun Baru, 4.326 Wisatawan Serbu Kepulauan Seribu

this formate

KEPULAUAN SERIBU, bisniswisata.co.id: SEKITAR 4.326 wisatawan domestik menyeberang ke Kepulauan Seribu pada, Selasa (31/12/2019), untuk merayakan tahun baru di berbagai pulau yang ada di Utara Jakarta, seperti Pulau Bidadari, Pari, Pramuka dan lainnya. Umumnya wisatawan menyerbu Pulau Seribu karena dianggap menjadi salah satu tujuan pilihan dalam menghabiskan waktu sembari menikmati keindahan wisata bahari Indonesia.

Kepala Unit Pengelola Angkutan Perairan Dishub DKI Jakarta Dedy Dwi Widodo mengatakan, hingga siang tercatat 4.326 orang telah menyeberang melalui Pelabuhan Kali Adem, Penjaringan, Jakarta Utara. “Untuk hari ini ada 4.325 penumpang yang berangkat ke Kepulauan Seribu,” kata Dedy kepada wartawan di lokasi, Selasa (31/12/2019).

Dilanjutkan, untuk mengakomodasi ribuan penumpang tersebut dikerahkan tiga kapal milik Dishub DKI Jakarta, 29 kapal tradisional dan satu kapal milik perusahaan swasta. Ribuan orang yang berangkat ke Kepulauan Seribu merupakan wisata lokal dan mancanegara. “Tahun ini meningkat pesat dibandingkan tahun lalu, karena tahun lalu kan ada tsunami Banten ya,” ujar Dedy seperti dilansir laman Kompas.

Ia turut menyampaikan bahwa Pulau Tidung dan Pulau Pari menjadi destinasi favorit saat tahun baru ini. Dan keberangkatan kapal dari pelabuhan Kali Adem menuju berbagai pulau di Kepulauan Seribu rata-rata berangkat pada pukul 08.00 WIB pagi “Satu hari satu kapal itu cuma satu trip, maksimal dua trip lah,” ujar Denny menambahkan tidak ada kenaikan tarif menyeberang dari Pelabuhan Kali Adem. Rentang harganya antara Rp 40.000-Rp 75.000

Sementara, Suku Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kepulauan Seribu, Cucu Kurnia menargetkan sebanyak 5.000 wisatawan akan mengunjungi Kepulauan Seribu. Kunjungan pun, akan dimulai pada H-2 pergantian tahun. “Untuk akhir tahun ini nanti sekitar 5.000 wisatawan akan mengunjungi Kepulauan Seribu, diprediksi H-2 para wisatawan sudah berdatangan,” ungkap Cucu

Dikatakannya, para wisatawan baik lokal maupun mancanegara akan datang dari berbagai dermaga, seperti Marina Ancol, Kali Adem, Tanjung Pasir, Rawasaban, dan lainnya. “Begitu pun untuk tujuannya, ada banyak pulau eksotis di Kepulauan Seribu,” paparnya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi hal ini, para pengelola Pulau Resort juga diimbau untuk menghadirkan hiburan menarik, serta aneka promo lainnya untuk memikat wisatawan berkunjung, seperti live band, fun games, doorprize dan kembang api.

“Tentunya ada hiburan menarik yang kami siapkan, dan juga pengelola diimbau sehingga wisatawan yang berkunjung dapat merasa nyaman, karena diperkirakan akan banyak wisatawan yang akan berlibur ke Pulau Seribu,” jelas Cucu. (*)

Akhir Tahun, Musim Panen bagi Hotel di Kawasan Wisata

this formate

SERANG, bisniswisata.co.id: Liburan akhir tahun membawa berkah bagi hotel yang ada di Kawasan Wisata seperti Anyer Banten, Cirebon, Cianjur, Pangandaran hingga Batam. Tingkat hunian kamar hotel terdongkrak dibandingkan hari biasa maupun weekend.

Di wilayah wisata Anyer Serang Banten, tingkat hunian bisa melonjak 70 persen dibandingkan hari biasa yang dibawah angka itu. “Saya mendengar per hari ini cakupan kunjungan di hotel-hotel itu sudah 70 persen, kita harapkan ya bisa terlampaui diangka 85 – 90 persen, lebih bersyulur bisa fullbooking,” papar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang Entus Mahmud Sahiri dalam keterangan resminya, Rabu (31/12/2019)

Entus optimistis puncak wisatawan yang akan berkunjung ke Pantai Anyer dan Cinangka bertepatan dengan Tahun Baru pada Rabu, 1 Januari 2020. “Kita harapkan pada satu Januari, masyarakat luar tidak perlu takut atau ragu ke Anyer dan Cinangka. Insya Allah Pantai Anyer dan Cinangka aman,” ujarnya.

Ia menargetkan puncak kunjungan wisatawan tahun baru 2020 bisa lebih dari tahun sebelumnya. Pada tahun baru 2019 lalu, di akhir tahun 2018, terjadi tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Saat itu, industri pariwisata pantai merasakan dampaknya sepi pengunjung.

Terkait rilis dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terjadi erupsi GAK, namun hal tersebut dipastikan tidak membahayakan seperti tahun lalu. Oleh karena itu, Entus mengimbau masyarakat jangan mudah percaya dengan informasi di media sosial yang belum tentu kebenarannya. “Karena belum ada informasi resmi dari BMKG yang menyatakan akan terjadi letusan Gunung Anak Krakatau, sekarang masih kondisi normal. Kalau kewaspadaan biasa, tapi jangan mendekati pusat kawah GAK,” katanya.

Sementara Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cirebon mencatat selama libur Natal tingkat hunian kamar hotel rata-rata mencapai 80 persen. Ketua PHRI Kota Cirebon Imam Reza Hakiki mengatakan peningkatan okupansi kamar hotel itu terjadi saat menjelang Natal hingga Jumat (27/12). “Rata-rata okupansi hunian kamar hotel mencapai 80 persen, ada yang 70 dan 90 persen,” kata Reza.

Akan tetapi, lanjut Kiki, menjelang pergantian tahun 2019 ke 2020 tingkat hunian kamar hotel di Kota Cirebon belum terlalu terlihat. Bahkan tingkat hunian mengalami penurunan dibandingkan 2018. “Kalau untuk malam pergantian tahun rata-rata turun dibandingkan dengan kemarin pas libur Natal, mungkin karena hari Rabu,” ujarnya.

Kiki menambahkan pada libur Natal 2019, pengunjung kebanyakan langsung datang ke hotel yang telah dituju. Hal ini berbeda dengan 2018 di mana mereka memesan terlebih dahulu. Saat libur Natal dan Tahun Baru sebelumnya, okupansi kamar hotel mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan hari normal. “Untuk tahun lalu jauh-jauh hari sudah banyak yang reservasi, bedanya tahun ini banyak yang langsung datang. Mudah-mudahan nanti pas Tahun Baru meningkat,” tuturnya.

PHRI)= Cianjur, Jawa Barat, mencatat tingkat hunian hotel menjelang malam pergantian tahun di wilayah Puncak-Cipanas, meningkat hingga akan terisi penuh. Tingkat pesanan kamar hotel tersebut meningkat 10 persen dibandingkan libur panjang akhir tahun lalu.

“Untuk saat ini tingkat pesanan kamar sudah mencapai 80 persen dari 1.200 kamar yang disediakan pada 29 hotel yang masuk sebagai anggota PHRI Cianjur. Kemungkinan satu hari menjelang Tahun Baru akan penuh atau full booked,” kata Ketua PHRI Cianjur Nano Indrapraja.

Ribuan kamar hotel sebagian besar sudah terisi mulai tanggal 29 Desember 2019 hingga 2 Januari 2020. Bahkan, lanjut dia, sebelum tanggal 29 Desember 2019, sebagian pengelola hotel di kawasan Puncak terpaksa menolak pesanan karena kamar yang tersedia sudah terpesan seluruhnya hingga awal tahun. “Harapan kami hingga malam pergantian tahun seluruh kamar hotel terisi 100 persen. Sebagian besar pesanan datang dari wisatawan asal Jabodetabek,” katanya.

Sementara sebagian besar pengelola hotel berbintang di kawasan Puncak-Cipanas mengungkapkan hal yang sama, ratusan kamar yang tersedia sebagian besar sudah terpesan mulai tanggal 29 Desember 2019 hingga 2 Januari 2020. “Peningkatan sudah terlihat sejak satu pekan menjelang Natal, dari seratusan kamar yang ada 80 persen terisi. Untuk malam pergantian tahun seluruh kamar sudah terpesan,” kata General Manager Zuri Resort Hotel Cipanas, Vallien Ishak.

Bahkan pihaknya terpaksa menolak sejumlah pesanan kamar dan mengarahkan pemesan untuk mengambil kamar di hotel lain yang masih kosong. “Sejak dua hari terakhir kami terpaksa menolak pesanan karena kamar full booked,” katanya.

Sementara Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran menyatakan, sejumlah penginapan di kawasan wisata Pantai Pangandaran, Jawa Barat, sudah penuh mulai libur Natal sampai Tahun Baru. Wisatawan dari berbagai daerah berkunjung untuk menikmati objek wisata di Pangandaran. “Informasi dari PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia), hotel-hotel sudah full sampai tahun baru,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Undang Sohbarudin dalam keterangan resminya.

Momentum libur Natal dan pergantian tahun seringkali ramai oleh wisatawan dari berbagai daerah ke sejumlah objek wisata di Kabupaten Pangandaran. Sejak akhir pekan lalu, hasil pantauan terdapat sejumlah pantai ramai oleh wisatawan, termasuk sejumlah penginapan dan hotel sudah penuh ditempati maupun dipesan terlebih dahulu oleh wisatawan. “Momen libur Natal dan Tahun Baru di Pangandaran memang selalu ramai oleh wisatawan,” katanya.

Menurut dia, momentum serupa tahun sebelumnya tidak seramai saat ini karena dampak dari bencana alam tsunami di Selat Sunda. Namun, musim libur akhir tahun ini diprediksi jumlah pengunjung meningkat yang mencapai 100 ribu orang.

Ramainya pengunjung di Pangandaran, Undang mengimbau para wisatawan untuk tidak menggunakan kendaraan ketika ingin ke pantai, melainkan bisa memanfaatkan fasilitas umum yang ada agar tidak terjadi kemacetan. “Ketika keluar dari penginapan tak perlu menggunakan kendaraan pribadi, kendaraan simpan saja di parkir hotel untuk meminimalisir kepadatan,” katanya.

Dan Tingkat hunian hotel di Kota Batam, Kepulauan Riau, meningkat menjelang akhir tahun, saat libur Natal dan Tahun Baru 2020. Peningkatan angka hunian hotel terjadi merata di setiap penginapan berbintang dan nonbintang. Pelancong telah memesan kamar sejak jauh hari melalui sejumlah aplikasi bepergian. “Jelang akhir tahun ini occupancy hotel-hotel di Batam sudah 70 persen. Biasanya di bawah itu,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Kota Batam Mansurdi.

Menurut dia, memang sudah menjadi kebiasaan setiap akhir tahun terjadi peningkatan kunjungan wisata di Kota Batam, baik pelancong dari dalam maupun luar negeri. Apalagi, pada akhir tahun ini, Batam dilewati gerhana cincin matahari yang merupakan fenomena alam langka yaitu pada 26 Desember.

Sejumlah agen pariwisata telah membuat paket kunjungan wisata gerhana cincin matahari ke Batam, sehingga diperkirakan mampu meningkatkan kunjungan turis. “Karena gerhana matahari itu pada 26 Desember, kami tetap melihatnya sebagai libur panjang akhir tahun,” kata dia.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata menyatakan setiap akhir tahun angka kunjungan wisman ke Batam selalu meningkat dibanding 11 bulan lainnya. “Memang menjadi tradisi seperti itu. Kami pun pemerintah kota menyelenggarakan berbagai rangkaian kegiatan, sempena Hari Jadi Batam yang jatuh pada 18 Desember,” kata Ardi.

Ia memperkirakan jumlah kunjungan wisman pada akhir tahun ini meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya, karena wisata gerhana matahari cincin. “Banyak agen perjalanan yang menawarkan wisata ini jauh-jauh hari, jadi kemungkinan angka kunjungan wisman dan wisnus meningkat,” kata Ardi. (*)

Akhir Tahun, Kapal Pesiar MV Sun Princess Bersandar di Tanjung Emas

this formate

SEMARANG, bisniswisata.co.id: KAPAL pesiar mewah MV Sun Princess yang membawa 2.103 orang wisatawan dari berbagai mancanegara lego jangkar di area Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), pada Selasa (31/12/2019) pukul 07.00 WIB. Kapal berbendera Bermuda Malaysia ini dari Pelabuhan Makassae rencananya ke Singapura.

Kedatangan MV. Sun Princess disambut Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut, Ade Rahayu, Kepala Seksi Bimbingan Usaha Aryu Dewi dan GM Tanjung Emas PT Pelindo III, Farris Hariyoso. MV Sun Princess dengan panjang 261.31 meter, merupakan kapal cruise terakhir yang sandar di Pelabuhan Tanjung Pmas di tahun 2019.

“Total ada 24 kapal wisatawan mancanegara dengan jumlah wisatawan sebanyak 17.869 orang di tahun ini (2019). Namun, jumlah tersebut turun 10,22 persen dari tahun lalu (2018) atau turun sebanyak 3.034 orang dari 19.903 di tahun lalu,” ujar Ade Rahayu, Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut, KSOP Tanjung Emas dalam keterangannya resminya, Selasa (31/12).

Seperti perlabuhan kapal pesiar lainnya, ujar Ade, para wisatawan turun dan mengunjungi beberapa tempat wisata di Jateng. Di antaranya, Borobudur, kawasan Tlogo Argo di Bawen. “Wisatawan yang menginginkan city tour mengunjungi tempat menarik dan bersejarah di Kota Semarang seperti kota lama, sampookong, Simpang Lima, dan Lawang Sewu,” ujar Ade.

GM Tanjung Emas Farris mengungkapkan, pihaknya akan melakukan evaluasi setelah kunjungan kapal pesiar asing tersebut. “Akan kita adakan evaluasi khususnya mengenai pelayanan dan peningkatan fasilitas. Khususnya di terminal internasional Pelabuhan Tanjung Emas untuk menciptakan suasana yang nyaman demi para wisatawan mancanegara. Selama ini telah kami sediakan hiburan live music, stand souvenir dan tarian sambutan kedatangan,” ujarnya.

Kapal cruise tersebut direncanakan akan tolak dari pelabuhantanjungemas pukul 18.00 WIB menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). (redaksibisniswisata@gmail.com)

Tips Mencari Barang Tertinggal di Pesawat

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Aktris dan penyanyi Mandy Moore belum lama ini secara tidak sengaja meninggalkan iPad pribadinya di bagasi dalam pesawat. Moore mengaku, saat itu sedang kelelahan dan sakit. Hilangnya barang pribadi itu Moore segera bertanya pada pihak maskapai penerbangan. Usahanya pun tak sia-sia sehingga ia bisa mendapatkan kembali iPad miliknya.

Memang saat menyadari ada barang yang tertinggal di dalam pesawat, pasti panik dan ingin kembali masuk ke dalam pesawat. Namun tak semudah itu, karena bisa jadi pesawat sudah pindah posisi. Dan jika masih terkejar, pastilah akan kembali masuk ke dalam kabin pesawat dan mencari barang yang tertinggal. Namun bagaimana jika sudah terlalu lama, ceritanya pasti berbada.

Nah betugilah apa yang dialami Mandy Moore, mungkin juga pernah dirasakan sebagian penumpang pesawat lainnya. Namun, terlambat menyadari barang pribadi tertinggal di pesawat terkadang membuat seseorang malas untuk mengambilnya lagi. Alhasil, barang tersebut harus direlakan begitu saja.

Ketimbang bingung sendiri, ikuti langkah atau tips setelah sadar ada barang yang tertinggal di dalam pesawat: Dilansir thepointsguy.com, Selasa (31/12/2019), ada beberapa cara yang bisa dilakukan apabila barang pribadi tertinggal di dalam pesawat. Antara lain:

Kembali ke Pesawat

Apabila masih di dalam wilayah bandara, segeralah kembali ke gate dengan cepat. Kita bisa meminta bantuan dari staf maskapai untuk mencarikan barang tersebut. Bila kita tidak diperkenankan kembali, para staf bisa menolong mengambilkannya di dalam pesawat. Beritahu dengan detail letak barang yang tertinggal di dalam pesawat. Semakin cepat bertindak, semakin mudah pula barang kembali ke tangan kita.

Mengontak Pihak Maskapai

Apabila tidak memungkinkan, maka bisa melakukan cara dengan menghubungi pihak maskapai. Cari tahu bagimana prosedur untuk barang-barang yang hilang di dalam pesawat. Jika ditemukan, tanyakan pula biaya pengiriman atau asuransinya. Atau tanyakan ke kantor klaim bagasi maskapai di Bandara.Jadi sebaiknya datangi langsung karena dengan interaksi tatap muka, kamu bisa melihat proses pelacakan secara langsung. Mungkin juga barang yang tertinggal di kabin pesawat disimpan di tempat klaim bagasi maskapai.

Hubungi bandara

Jika kamu sudah meninggalkan bandara, maskapai penerbangan untuk mengetahui prosedur untuk menemukan barang yang hilang. Dan Isi formulir resmi untuk informasi kehilangan barang. Atau akses situs perusahaan penerbangan yang ditumpangi dan isi formulir secara spesifik barang yang hilang, nomor penerbangan, nomor tempat duduk, dan informasi pribadimu. Semakin banyak rincian yang bisa diberikan tentang waktu penerbangan, gate, bandara, deskripsi barang, dan lainnya, akan semakin baik. Juga bisa Hubungi customer service maskapai penerbangan dan tanyakan kepada mereka langkah-langkah apa yang harus diikuti. Setiap perusahaan penerbangan mungkin memiliki prosedur penanganan yang berbeda. Tanyakan ke divisi lost and found dan beritahu mereka bahwa kamu juga telah mengajukan formulir kehilangan barang secara online. Tinggalkan nomor teleponmu yang dapat dihubungi untuk memudahkan petugas maskapai menghubungi jika barang milikmu ditemukan.

Media Sosial

Apabila terlanjur sampai di rumah, gunakan platform media sosial dari maskapai penerbangan tersebut untuk meminta bantuan. Saat ini, platform media sosial terbilang manjur dalam menyampaikan keluhan atau meminta bantuan.

Lacak

Bila barang yang tertinggal berbentuk ponsel pintar atau gawai lainnya seperti komputer tablet, lakukan pelacakan. Seperti iPhone, misalnya, pelacakan bisa dilakukan menggunakan ‘Find My iPhone’. Gunakan aplikasi ini untuk mengetahui di mana lokasi barangmu yang hilang. Hanya saja, jika perangkat dalam mode pesawat terbang, maka aplikasi pelacakan tidak akan berfungsi. (*)

Tari Kecak Sambut Penumpang Udara di Bandara Ngurah Rai

this formate

BADUNG, bisniswisata.co.id: Tari Kecak yang ditampilkan oleh puluhan penari Bali, menyambut kedatangan para penumpang pesawat di Terminal Kedatangan Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Tari khas Bali ini akan mewarnai kedatangan penumpang selama musim liburan akhir tahun 2019.

“Penampilan Tari Kecak yang kami kemas dalam kegiatan bertajuk Bali Airport Cultural Show itu diharapkan dapat memberikan kesan pertama yang baik bagi seluruh penumpang yang tiba di Bandara Ngurah Rai,” ujar Communication and Legal Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Arie Ahsanurrohim, di Mangupura, Selasa (31/12/2019).

Selain untuk menyambut para penumpang yang tiba di Bandara Ngurah Rai, kesenian Tari Kecak tersebut ditampilkan dengan harapan dapat mengenalkan kebudayaan Bali bagi wisatawan dan masyarakat umum.

Menurutnya, pemilihan Tari kecak karena Kecak merupakan kesenian yang sangat khas dan sangat identik dengan Pulau Dewata. AP I ingin membawa kebudayaan Bali ini lebih dikenal lagi oleh masyarakat. “Tidak hanya penumpang tapi juga para masyarakat umum baik pengantar maupun penjemput penumpang pesawat karena Bali Airport Cultural Show ini kami tampilkan di area publik kawasan bandara,” kata Arie.

Kegiatan yang pertama kali diselenggarakan pada 28 Desember lalu tersebut rencananya akan menjadi atraksi reguler yang akan dipentaskan di kawasan Bandara Ngurah Rai. “Tapi untuk sementara akan kami pentaskan dulu hingga 31 Desember untuk menyambut para wisatawan liburan akhir tahun. Selanjutnya akan kami lakukan evaluasi terkait waktu dan lokasi titik pementasan Tari Kecak ini,” ujar Arie seperti dilansir Antara,

Ia berharap, pementasan seni budaya Bali itu dapat menjadi nilai tambah dari pelayanan pengelola bandara bagi para penumpang. “Kami ingin memberikan pengalaman dan kesan tersendiri untuk para penumpang yang baru saja tiba di Pulau Dewata. Itu juga dapat menjadi nilai tambah pelayanan kami terhadap pengguna jasa bandara,” katanya.

Tari Kecak biasa disebut Tari Cak atau tari api. Tarian ini merupakan tarian pertunjukkan hiburan masal yang menggambarkan seni peran dan tidak diiringi alat musik atau gamelan. Hanya diiringi paduan suara sekelompok penari laki-laki berjumlah sekitar 70 orang, yang berbaris melingkar memakai kain penutup kotak-kotak berbentuk papan catur. Tarian ini sangat sakral, terlihat dari penarinya yang terbakar api, namun mengalami kekebalan dan tidak terbakar.

Tari Kecak juga sering disebut Tari Sanghyang, yang dipertunjukkan sewaktu-waktu untuk upacara keagamaan. Penari biasanya kemasukan roh dan bisa berkomunikasi dengan para dewa atau para leluhur yang disucikan. Penari diadikan sebagai media untuk menyatakan sabda-Nya. Saat kerasukan, mereka juga akan melakukan tindakan yang di luar dugaan, seperti melakukan gerakan berbahaya atau mengeluarkan suara yang mereka tidak pernah keluarkan sebelumnya.
Asal mula nama Kecak

Wayan Limbak merupakan sosok yang menciptakan Tari Kecak. Pada tahun 1930, Limbak sudah mempopulerkan tarian ini ke mancanegara dan dibantu oleh Walter Spies, pelukis asal Jerman. Para penari laki-laki yang menari kecak akan meneriakkan kata ‘cak cak cak’. Dari situlah nama Kecak tercipta. Selain teriakan tersebut, alunan musik Tari Kecak juga berasal dari suara kincringan yang diikatkan pada kaki penari pemeran tokoh-tokoh Ramayana.

Di dalam lingkaran, para penari lainnnya beraksi. Mereka memainkan tarian yang diambil dari episode cerita Ramayana yang berusaha menyelamatkan Shinta dari tangan jahat Rahwana. Tak jarang, Tari Kecak juga melibatkan pengunjung yang tengah menonton aksi tarian tersebut. (*)

Widi Sedih Puluhan Pohon Bakau Kerdil di Pantai Walakiri Sirna

this formate

WAINGAPU, SUMBA TIMUR, bisniswisata.co.id: PENYANYI dan pemain film Widi Mulia Sunarya atau dikenal dengan Widi AB Three sedih melihat puluhan pohon bakau besar tak ada lagi di Pantai Walakiri, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kesedihan itu diungkapkan lewat sejumlah potret saat berada di pantai yang memiliki keunikan dengan pohon-pohon mangrove kerdil yang terdapat di ujung bibir pantai.

“Memasuki kota Semarang dengan mengunggah foto waktu di #walakiribeach #sumba ? Kami sungguh sedih dan kaget karena ternyata..,” tulis Widi Mulia, Minggu, 29 Desember 2019.

Puluhan pohon bakau besar, lanjut istri Dwi Sasono, yang dulu tegak berdiri indah seolah sedang menari menggapai langit kini sudah tak ada lagi. “Mereka roboh. Tersisa hanya anak-anak pohon ini.. Dan perlu ratusan tahun untuk melihat pohon bakau tumbuh rimbun menari lagi.Ada yang bisa tahu kenapa mereka roboh? Tahu ngga bahwa #mangrove perlu ratusan tahun untuk bisa tumbuh besar lagi? ☹,” tanya Widi Mulia.

Sempat ada sepasang turis Asia yang mulai memanjat pohon kecil itu untuk foto. Ia pun teriak, “JANGAANN!!” ??? akhirnya mereka pun lewat,” jelas ibu tiga anak Dru Prawiro Sasono, Widuri Putri Sasono serta Den Bagus Satrio Sasono.

Ketimbang memanjat-manjat hingga merusak pohon bakau kecil itu, Widi Mulia justru memanfaatkan untuk potret bersama sang suami, Dwi Sasono dan anak-anaknya. Pemain film Keluarga Cemara dan Bebas (2019) juga mengunggah sejumlah potret saat Pantai Walakiri surut. Anak-anak Widi tampak bermain air di pantai tersebut.

“#denbagus & #alette girang banget melihat banyak bintang laut dan kepiting yang masih bayi bermain disini. Bayi gemes sama bayi ?,” jelas Widi dalam potret yang lain.

Widi harus mengawasi dan mengingatkan berkali-kali agar hewan-hewan itu tak dibawa ke permukaan air. Mereka harus dijaga agar mereka tetap dekat dengan ibunya. “Lalu sedih deh lihat foto anak-anak pohon bakau yang tinggal beberapa jumlahnya ini. Kalau ngga ada yg tegas menjaga dan mengawasi, mereka pun akan punah ngga bersisa saat kami kembali lagi kesini..,” tulis Nominasi: AMI Award untuk Artis Solo Wanita Pop Terbaik.

Pantai Walakiri adalah salah satu pantai indah di Sumba Timur dengan ciri khas pantai yang landai dengan hamparan pasir putihnya. Walakiri memiliki mangrove yang unik dengan hamparan pasir putih dihiasi jajaran pohon kelapa yang memberi keteduhan dan suasana nyaman saat pengunjung berjalan menyusuri pantai yang unik dengan pohon mangrove kerdil yang terdapat di ujung bibir pantai.

Jika air sedang pasang sekilas tak ada yang membuat unggul Pantai Walakiri, namun tunggu sampai air sedikit surut. Siluet pepohonan mangrove yang meliuk-liuk bak penari membuat Walakiri menjadi sebuah fenomena yang unik dan memanjakan mata. Apalagi saat matahari terbenam, perpaduan antara warna langit senja dan siluet pohon mangrove terlihat sungguh artistik dan fotogenik untuk di foto dari segala arah.

Keunikan lain Pantai Walakiri ada 2 jenis tekstur pasir berbeda antara pasir di tepi pantai dan pasir di area bekas laut yang surut. Pasir di tepi pantai memiliki tekstur seperti pasir pantai yaitu butiran-butiran berwarna putih gading, sedangkan pasir di area bekas laut surut memiliki tekstur seperti bedak atau semen basah yang kemudian kering dan mengeras. Dan uniknya lagi ada garis batas yang jelas antara kedua jenis pasir tersebut. (*)

Jelang Akhir Tahun, 4 Negara Update Travel Warning ke Indonesia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sejumlah negara mengupdate mengeluarkan peringatan perjalanan atau travel warning bagi warganya yang ingin berwisata ke Indonesia. Sangat disayangkan memang, travel warning keluar menjelang liburan akhir tahun.

Dalam travel warning yang dikeluarkan Amerika Serikat, Inggris, Kanada dan Australia mengingatkan kepada para wisatawan asing keempat negara itu diminta untuk mempertimbangkan kembali jika ingin bepergian ke Papua, Bali, dan Sumatera Utara.

Dikutip dari ABC Indonesia, Senin (30/12/2019), Travel warning yang dirilis Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada 28 Desember 2019 misalnya menyebutkan agar warganya menghindari kawasan antara Timika dan Grasberg di Papua karena adanya kekacauan besar di sana.

Sebelumnya Kedubes AS di Jakarta merilis peringatan keamanan pada 12 Desember yang mencakup seluruh wilayah RI dan menyebutkan bahwa selama musim liburan kali ini, aparat Polri akan diterjunkan ke titik-titik wisata, gereja, mall dan tempat umum lainnya.

Travel Warning serupa juga dikeluarkan Pemerintah Inggris dengan mengupdate travel warning ke Indonesia dengan menyebutkan adanya aksi-aksi demo di Manokwari, Jayapura, dan Wamena. Turis asal Inggris juga dilarang mendatangi kawasan 4 km dari Gunung Agung di Bali serta 7 km dari Gunung Sinabung di Sumut.

Peringatan untuk menghindari Papua juga dikeluarkan Pemerintah Kanada pada 18 Desember dengan alasan yang sama, yaitu seringnya terjadi insiden kekerasan di sana.

Sementara travel warning dari Australia menyebutkan risiko serangan teroris tetap tinggi di Indonesia. Karena itu warganya diminta untuk tetap waspada. Selain itu, warga Australia juga diperingatkan mengenai kerusuhan di sejumlah kota di Papua dan Papua Barat sejak Agustus lalu.

“Kriminalitas ringan dan berat terjadi di Indonesia. Miras mungkin dicampur dengan bahan beracun. Terjadi kejahatan yang melibatkan taksi dan pengemudi. Wanita yang bepergian sendirian berisiko tinggi,” demikian disampaikan dalam travel warning ini.

Australia juga menyatakan ditemukan adanya penyakit legionella di antara wisatawan yang baru pulang dari kawasan Kuta di Bali sejak awal 2019. Secara umum, warga Australia diminta untuk meningkatkan kewaspadaan selama berada di Indonesia, termasuk di Bali.

Peringatan perjalanan dari negara-negara seperti AS, Inggris dan terutama Australia menjadi sangat berpengaruh di tengah upaya Pemerintah RI mencapau target 20 juta kunjungan wisatawan asing tahun 2019 ini. Sebagai catatan, untuk bulan Oktober 2019 terdapat 774 ribu kunjungan dari Australia ke Indonesia, menurut CEIC.

Di tempat terpisah, Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf Guntur Sakti mengatakan Kemenparekraf sangat menghormati keputusan sebuah negara saat mengeluarkan travel advice karena merupakan sebuah cara perlindungan negara kepada warganya yang bepergian. Tiap negara menerapkannya secara berbeda.

Menurut Kemenlu Australia, travel advice adalah informasi keamanan penting untuk membantu para wisatawan membuat keputusan untuk melakukan perjalanan. Informasi yang disediakan mencakup aneka ancaman (krisis/bencana) pada destinasi yang ingin dituju. “Jika dilihat dari situs resmi pemerintah Amerika Serikat, level travel advice diukur dari potensi krisis/bencana yang ada di sebuah negara, bisa dari alam, sosial, dan politik,” papar Guntur saat dikonfirmasi Bisniswisata.co.id, Selasa (31/12/2019).

Dari kondisi alam, lanjut dia, Indonesia harus terima bahwa kita memang berada di ring of fire. Di nonalam, khususnya sosial, pemerintah Australia dan Amerika lebih menekankan ke isu terorisme dan kesehatan. Inilah yang mungkin dapat dikoordinasikan oleh Kemenlu RI karena mereka masih mencatat kerusuhan di Poso yang sudah berlangsung lama sebagai ancaman.

Dan yang paling penting ialah kita sebagai sebuah negara perlu memperbaiki citra, salah satunya dengan mengampanyekan bahwa kita sudah punya rencana mitigasi untuk ancaman-ancaman tersebut. “Yang menakutkan bukan ancamannya tetapi yang lebih menakutkan ialah kita tidak tahu yang harus dilakukan saat ancaman itu terjadi” -Deputi Bidang Pencegahan BNPB- setiap negara memiliki hak memberikan peringatan perjalanan (travel advisory) terhadap warga negaranya.Indonesia pun akan menerbitkan peringatan serupa pada WNI jika ada negara-negara yang berpotensi membahayakan untuk dikunjungi,” tandasnya serius.

Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Prof. Azril Azahari menambahkan travel warning adalah hak bagi setiap negara untuk melindungi warganya yang berwisata di negara lain, termasuk Indonesia. Dan kita harus siap menghadapi situasi itu, termasuk siap terjadi penurunan jumlah kunjungan wisatawan asing.

“jadi jika seandainya Pemerintah menghitung Target Wisman dan Wisnus secara ilmiah, yaitu dengan baik dan menggunakan formula yang tepat serta mengacu pada rata-rata pertumbuhan wisatawan (Wisman dan Wisnus) sejak tahun 2000-2014 (rata-rata pertumbuman 8,99%/pertahun), dan ada sedikit pertambahan pertumbuhannya mulai tahun 2014-2019 (sekitar 12%), maka dapat diharapkan hasilnya akan tepat,” papar Azril Azhari kepada Bisniswisata.co.id, Selasa (31/12/2019)

Perhitungan tersebut, sambung dia, sudah mempertimbangkan adanya travel warning, bencana alam dll. Artinya tidak ada alasan pada tahun 2019 ini semula ditarget 20 juta pertahun kemudian direvisi karena adanya bencana alam dan travel warning. (end)

 10 Bupati/Walikota Calon Penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat

this formate

Dewan Juri foto bersama. Ki-ka : Agus Dermawan T, Ninok Leksono, Atal S.Depari, Nungki Kusumastuti, dan Yusuf Susilo Hartono. (Foto: Iliana Lie).

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Setelah melalui perdebatan panjang, di kantor PWI Pusat, Gedung Dewan Pers Lantai 4, Jl. Kebon Sirih no 34 Jakarta Pusat, akhir pekan ini,  akhirnya Dewan Juri berhasil memilih 10 Bupati/Walikota Calon Penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat.

“Pemberian anugerah dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Februari 2020,” kata Yusuf Susilo Hartono, ketua penyelenggara, hari ini.

Dewan Juri terdiri dari Nungki Kusumastuti, yang kita kenal sebagai penari, artis film, Dosen Institut Kesenian Jakarta, selaku ketua merangkap anggota. Ninok Leksono (Kompas/Rektor Universitas Multimedia Nusantara).

Juri lainnya adalah Agus Dermawan T (pengamat seni-budaya, penulis buku),  Atal S.Depari (Ketua Umum PWI Pusat) dan Yusuf Susilo Hartono yang merangkap sebagai anggota juri.

Menurut pelukis, wartawan senior, Pengurus PWI Pusat ini,  acara digelar PWI Pusat bekerja sama dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI). Ke-10 Bupati/Walikota  ini dipilih dari 19 Bupati dan 11 Walikota dari 18 provinsi yang mengirim proposal.

” Penilaiannya menitik beratkan pada aspek bentuk dan isi proposal.  Meliputi tata visual dan bahasa. Juga teknik penyajian, yang terdiri dari pilihan judul/program, profil daerah dan bupati/walikota, pemanfaatan media massa/sosial, landasan peraturan daerah, kebijakan program dan strategi inovasi, serta aspek pendukung berupa SDM, anggaran, hingga infra struktur,” tandas Yusuf.

Adapun ke 10- Bupati/Walikota tersebut, mewakili tiga kategori : daerah/ kota yang ada di dalam/dekat wilayah ibu kota Negara RI; daerah/ kota yang berada/dekat ibu kota provinsi; dan daerah/kota yang jauh dari ibu kota provinsi. 

Ke-10 Bupati/Walikota tersebut,  masing-masing Walikota Tangsel, Banten, Airin Rachmi Diany; Walikota Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Ibnu Sina ; Walikota  Ambon, Maluku, Richard Louhenapessy. Bupati  Tubaba, Lampung, Umar Ahmad; Bupati Halmahera Barat, Maluku Utara, Danny Missy; Bupati Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Soekirman.

Nominasi lainnya adalah Bupati Luwu Utara, Sulawesi Selatan Hj. Indah Putri Indriani; Bupati Gunung Kidul, DI Yogyakarta Hj. Badingah;  Bupati Tabalong, Kalimantan Selatan Anang Syakhfiani; dan Walikota  Kota Baubau, Sulawesi Tenggara , AS Tamrin

Menurut Yusuf, mereka akan diundang ke Jakarta, tanggal 8-9 Januari 2020, untuk presentasi di depan Dewan Juri dan tanya jawab pendalaman proposal. Sebagai babak akhir, sebelum menerima penghargaan ini pada acara puncak HPN 2020 di Banjarmasin, Februari 2020. 

 

 

 

Catatan Akhir Tahun 2019 PWI:  Tegakkan Independensi dan Profesionalisme Pers

this formate
           Atal Depari, Ketua Umum PWI Pusat

JAKARTA, bisniswisata.co.id:Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mencatat sejumlah kelemahan yang perlu diperbaiki. Meski Pemilu 2019 telah berjalan lancar. Meski terjadi beberapa hambatan di sejumlah tempat, secara umum penyelenggaraan Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilu Legislatif (Pileg) yang untuk pertama kali berlangsung secara serentak, berjalan sesuai jadwal.

“Kalangan dunia internasional pun mengakui keberhasilan Indonesia dalam melaksanakan pemilu secara serentak hanya dalam satu hari itu,” kara Atal S Depari, Ketua Umum PWI Pusat dalam rilis Catatan Akhur Tahun, hari ini.

Angka partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 mencapai 81 persen atau sekitar 3,5 persen di atas target yang ditetapkan, yakni 77,5 persen.  Ini di atas partisipasi Pemilu sebelumnya pada 2014, tingkat partisipasi pemilih 70 persen untuk Pilpres dan 75 persen untuk Pileg. Tingginya tingkat partisipasi pemilih merupakan salah satu indikator Pemilu berjalan sukses dan proses demokrasi berjalan lancar.  

Dalam pandangan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), keberhasilan dan kelancaran penyelenggaraan Pemilu 2019 tak terlepas dari peran pers nasional.  Pers indonesia secara umum mampu menetralisir epidemi hoaks politik yang melanda masyarakat. Bahkan sejumlah media arus utama online menyediakan rubrik khusus untuk mengecek apakah sebuah informasi itu hoaks atau sesuai fakta.

Selain itu, pers lebih fokus ke pemberitaan tentang visi misi dan program para kandidat, baik pasangan calon presiden dan calon wakil presiden maupun calon anggota legislatif. Meski demikian, harus diakui pesta demokrasi lima tahunan itu juga meninggalkan sejumlah pekerjaan rumah.

Keterbelahan sebagian pemilih karena hanya dua pasang calon, sedikit banyak berdampak pada dunia pers. Independensi media banyak dipersoalkan publik. Beberapa media cenderung berpihak pada salah satu kandidat. Berita-berita atau informasi yang disuguhkan cenderung membangun citra positif kandidat tertentu dan cenderung merugikan atau membangun citra negatif kandidat lainnya. 

Di samping itu, profesionalisme pers juga mendapat perhatian serius. Beberapa media kurang hati-hati pada informasi yang berbau hoaks. Bukannya menghindar, alih alih justru turut menyebarluaskannya. Termasuk media arus utama sering kali tidak melakukan tiga prinsip utama jurnalistik, klarifikasi, konfirmasi, dan verifikasi. Informasi yang bernada hoaks langsung disiarkan di media berbasis jurnalistik secara ramai-ramai. Contohnya kasus Ratna Sarumpaet, belakangan diketahui adalah hoax.

“Tahun 2020 adalah juga tahun politik. Akan diselenggarakan 270 pilkada di seluruh Indonesia. Diharapkan kelemahan-kelemahan sebagaimana disebutkan di atas tidak terulang. Media tidak boleh partisan. Media jangan ikut menyebarkan hoaks. Media harus kembali kepada jatidirinya dan tetap menjaga independensi news room dan bekerja secara profesional  dengan melakukan uji informasi melalui konfirmasi, klarifikasi, dan verifikasi,” kata Atal mengingatkan.

Wartawan juga jangan sampai ikut-ikutan menjadi tim sukses dalam pilkada atau bahkan terjun dalam politik praktis. Hal ini akan sangat mengganggu independensi media dan kepercayaan publik. Pers lokal harus bisa menjaga indepedensi dan profesionalismenya dalam pilkada tahun 2020. 

Kekerasan Terhadap Wartawan

Terkait kekerasan terhadap wartawan, baik yang dilakukan oleh aparat negara, organisasi massa, maupun warga masyarakat, juga masih saja terjadi. Kekerasan tersebut tidak hanya berupa fisik seperti penganiayaan atau pemukulan, tetapi juga teror.

Sekadar contoh, seorang wartawan di Aceh rumahnya dibakar orang tak dikenal, sebagian kantor PWI Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, juga sempat dibakar, dan kantor redaksi sebuah harian di Bogor, Jawa Barat, diserbu simpatisan partai politik tertentu.

Penegakan hukum terkait kasus yang melibatkan wartawan juga belum sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers dan MoU antara Kapolri dan Ketua Dewan Pers nomor 2/DP/MOU/2/2017-II-2017 yang ditandatangani pada 9 Februari 2017. 

Dalam Pasal 15 ayat 2 huruf C UU Pers disebutkan Dewan Pers melaksanakan fungsi memberikan pertimbangan dan mengupayakan penyelesaian pengaduan masyarakat atas kasus-kasus yang berhubungan dengan pemberitaan pers.

Pertimbangan atas pengaduan  masyarakat sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 huruf C adalah yang berkaitan dengan hak jawab, hak koreksi, dan dengan pelanggaran terhadap kode etik.

Dalam MoU Kapolri dan Ketua Dewan Pers di antaranya disebutkan,  apabila ada dugaan terjadi tindak pidana yang berkaitan dengan pemberitaan Pers maka penyelesaiannya mendahulukan UU No 40 tahun 1999 tentang Pers sebelum menerapkan peraturan perundang-undangan lain. Di samping itu, apabila Polri  menerima laporan dan atau pengaduan masyarakat yang berkaitan dengan pemberitaan Pers dalam proses penyelidikan dan penyidik berkonsultasi dengan Dewan Pers 

“Dalam prakteknya, penyelesaian sengketa pers tidak semuanya diproses sesuai UU Pers dan MoU tersebut. Di sejumlah daerah, polisi  sebagai penerima pengaduan masyarakat atas pemberitaan, langsung memproses menggunakan UU non Pers, misalnya UU No 19 tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan KUHP,” ungkapnya.

Sekadar contoh adalah kasus yang terjadi pada Januari 2019. Koran Jawa Post dilaporkan pimpinan klub sepak bola di Surabaya atas dugaan fitnah dan pecemaran nama baik sebagaimana diatur pasal 310, 311 KUHP dan Pasal 27 ayat 3 UU ITE karena membuat berita yang dianggap merugikannya.

Selain itu, PWI mengimbau agar perusahaan pers tetap memperhatikan kesejahteraan wartawan. Meskipun secara bisnis hampir sebagian besar revenue industri pers dalam posisi menurun drastis, hak-hak karyawan (wartawan) sebagai pekerja secara normatif harus tetap dipenuhi. 

PWI akan terus meningkatkan profesionalisme wartawan anggotanya dengan pelatihan dan meningkatkan kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan peraturan perundang-undangan yang terkait, serta pelatihan kompetensi teknis wartawan pada era konvergensi media.   

Usai Direvitalisasi, Kota Lama Dikunjungi Presiden Jokowi

this formate

SEMARANG, bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi sekaligus bersepeda di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Senin (30/12). Kunjungan ini setalah kota lama Semarang direvitalisasi pada tahap pertama selama 2 tahun, yang menelan total anggaran sebesar Rp Rp 170 miliar.

“Kawasan Kota Lama Semarang kini bisa menjadi ikon baru pariwisata, khususnya Jateng yang akan menarik perhatian wisatawan. Nah, sekarang barangnya sudah jadi, yang paling penting jadi ini ada aktivitas. Ada isian yang baik terutama yang berkaitan dengan apa, ekonomi kreatif, industri kreatif yang ada di kota Semarang dan Jawa Tengah pada umumnya,” kata Presiden Jokowi seperti dilansir laman Setkab.go.id.

Dengan kondisi yang sekarang ini, sambung Mantan Gubernur DKI Jakarta meminta pemerintah setempat untuk memaksimalkan aktivitas pariwisata, terutama berkaitan dengan ekonomi kreatif. “Saya berharap ke depan Kota Lama akan menjadi sebuah creative hub bagi Jawa Tengah, karena hampir 20 hektar luasnya. Ini sudah direstorasi dengan baik, saya rasa bisa menjadi icon Semarang, icon Jawa Tengah yang baru, dan bisa menarik wisatawan,” ucap Presiden.

Kepala Negara mengingatkan, bahwa Kota Lama Semarang sudah ditetapkan menjadi warisan budaya oleh UNESCO. Karena itu, harus terus dijaga. “Tinggal isian harian harus diisi dengan kegiatan-kegiatan seni budaya, mungkin di sini galeri, resto dihidupkan, sehingga juga mengangkat pertumbuhan ekonomi Kota Semarang maupun Jawa Tengah,” ujar Kepala Negara.

Dilanjutkan yang paling penting adalah mengangkat pariwisata sehingga ekonomi Kota Semarang maupun Jateng bisa meningkat. Dengan revitalisasi diharapkan kawasan kota lama ini bisa hidup kembali.

Gubenur Jateng Ganjar Pranomo mengatakan semarang adalah salah satu kota dengan warisan sejarah yang kaya. Dibanding Kota Tua Jakarta, Kota Lama Semarang masih kalah gaungnya soal wisata heritage. Padahal, banyak bangunan bersejarah yang asyik dikunjungi seperti Gereja Blenduk dan Stasiun Semarang Tawang.

Dengan revitalisasi Kota Lama Semarang, lanjut dia, butuh desain penataan ulang. Mulai dari pemugaran fisik, pengisian dengan kegiatan dan event yang kontinyu, berujung pada upaya pelabelan Kota Lama sebagai Warisan Dunia UNESCO. “Coba lihat sekarang, gedung-gedung nggak ada pemiliknya. Isinya demit semua,” candanya.

Revitalisasi Kota Tua bisa mencontoh negara-negara barat terutama Belanda. “Kemudian yang harus dilakukan adalah identifikasi Kota Semarang. Bandung misalnya, didaulat UNESCO sebagai Kota Kreatif. Dengan event Semarang Great Sale mendatang, saatnya menjadikan Semarang kota yang kurang lebih setara dengan itu,” jelasnya. *