Taj Mahal Kini Sepi Kunjungan Wisatawan, Kenapa?

this formate

MUMBAI, bisniswisata.co.id: Industri pariwisata India termasuk destinasi Taj Mahal terkena dampak sepinya kunjungan wisatawan. Kondisi ini akibat gelombang unjuk rasa anti pemerintah, yang menolak pengesahan RUU Kewarganegaraan.

Apalagi, setidaknya tujuh negara menerbitkan peringatan perjalanan atau travel warning kepada warganya yang akan berkunjung ke India. Sedikitnya 25 orang tewas dalam bentrok antara polisi dan pengunjuk rasa, yang terus melanjutkan aksi demonstrasi menolak undang-undang itu.

Pejabat memperkirakan ada sekitar 200 ribu turis domestik dan internasional yang membatalkan rencana kunjungan ke Taj Mahal, yang merupakan salah satu destinasi turis paling terkenal dunia, dalam dua pekan terakhir.

“Ada penurunan 60 persen kunjungan pada Desember ini dibanding tahun lalu,” kata Dinesh Kumar, seorang inspektur polisi yang mengawasi resor wisata Taj Mahal seperti dilansir Channel News Asia, Ahad (29/12/2019) kemarin.

Menurut dia, sejumlah turis menelpon kantor polisi menanyakan kondisi keamanan di lapangan. “Turis India dan asing menelpon kantor kami menanyakan keamanan. Kami beri jaminan keamanan. Tapi banyak yang masih memutuskan untuk tidak datang,” kata dia.

Monumen kolosal peninggalan abad 17 itu terletak di Uttar Pradesh, yang menjadi lokasi unjuk rasa besar menolak UU Kewarganegaraan dan banyak korban jiwa jatuh. Salah satu kelompok turis asal Eropa yang sedang melakukan perjalanan di India berencana memperpendek masa liburan yang awalnya 20 hari. “Kami ini pensiunan sehingga liburan ini harus terasa relaks dan lambat,” kata Dave Millikin, yang merupakan pensiunan bankir tinggal di pinggir Kota London, Inggris.

Taj Mahal, yang terletak di Kota Agra, menarik minat 6.5 juta turis setiap tahun. Ini mendatangkan pemasukan sekitar 14 juta dolar atau sekitar Rp194 miliar sebagai uang masuk atau entry fee. Manajer sejumlah hotel mewah di sekitar Taj Mahal mengatakan terjadi pembatalan dadakan oleh sejumlah tamu. Terlebih, otoritas memblokir akses internet di Agra.

“Pemblokiran Internet berdampak pada perjalanan dan pariwisata di Agra sekitar 50 – 60 persen,” kata Sandeep Arora, presiden Agra Tourism Development Foundation.

Times of India melansir sejumlah negara menerbitan peringatan perjalanan seperti AS, Inggris, Rusia, Israel, Singapura, Kanada dan Taiwan. Mereka meminta warganya tidak mengunjungi India atau berhati-hati saat di sana. (*)

Streetwear untuk Perempuan Jadi Tren Mode 2020

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sejumlah pakar mode memprediksi streetwear fashion untuk perempuan akan mengemuka pada 2020. Hal itu ditandai dengan semakin bertambahnya jenama yang menghadirkan mode tersebut untuk kaum hawa.

Wei Lin, salah satu pendiri lini busana PH5 mengatakan, selama ini mode streetwear cenderung menyasar konsumen pria. Kategori fashion itu biasanya menghadirkan sneakers, juga pakaian serba hip-hop.

Jenama yang berbasis di New York, Amerika Serikat (AS) itu hendak menjangkau penyuka fashion streetwear dari kalangan perempuan. Karenanya, PH5 menggagas kolaborasi dengan Kith, ikon streetwear populer di AS.

“Selain merek streetwear khusus perempuan, merek busana perempuan juga memasukkan fitur khas streetwear ke dalam koleksinya. Menurut saya ini akan terus berkembang,” kata Lin, dikutip dari laman Glossy.

Direktur kreatif PH5, Mijia Zhang, mengatakan streetwear semula lahir dari gaya hidup pria. Tidak heran apabila jenis busana itu lebih dominan untuk lelaki. Meski begitu, batasan gender dalam busana semakin samar.

Jenama besar seperti Gucci dan Saint Laurent termasuk yang menggagas busana bersifat netral gender atau unisex. Industri mode mencatat lebih jauh percampuran antara busana untuk laki-laki dan perempuan tersebut.

“Dalam beberapa tahun terakhir, batas gender dalam mode telah berbaur secara drastis. Hal tersebut berpotensi mengarah pada kehadiran lebih banyak streetwear untuk perempuan,” ungkap Zhang.

Jeny Tjahyawati dari Indonesia Modest Fashion Week (IMFW) mengakui tren mode tahun 2020 akan booming seperti streetwear, jaket oversized, blazer oversized masih akan booming dan konsepnya streetwear. Item outer juga cenderung versatile alias serbaguna. Selain mudah dipadupadankan, item tersebut juga tidak hanya untuk perempuan berkerudung. “Jadi outer-nya yang bisa dibuka untuk yang enggak berhijab juga bisa pakai,” lontar Jeny.

Diprediksi busana-busana dengan potongan longgar yang tidak menonjolkan lekuk tubuh masih akan banyak diminati untuk modest wear tahun depan. Sementara, item busananya akan mengarah pada streetwear, di mana item seperti oversized outer menjadi item kunci banyak orang.

Selain itu, lanjut dia, Tren mode dunia saat ini memang masih mengacu pada tren Fall/Winter. Namun, sejumlah pergelaran busana dan pekan mode sudah mulai mengeluarkan koleksi busana Spring/Summer 2020 sebagai acuan tren tahun depan. Tak terkecuali di bidang modest fashion. Indonesia Modest Fashion Week (IMFW) 2019, misalnya.

Koleksi para desainer yang ditampilkan mengacu pada tren tersebut, yang dipadukan dengan kekayaan pulau-pulau di Indonesia. Lalu, seperti apa prediksi tren modest fashion di tahun mendatang? “Spring/Summer warna pastel yang diangkat. Untuk summer-nya ada warna kuat seperti warna dasar laut.” jawabnya. (ndy)

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Wisatawan Dilarang Mendekati

this formate

LAMPUNG, bisniswisata.co.id: Gunung Anak Krakatau kembali erupsi, dengan mengeluarkan letusan atau kolom abunya hanya setinggi 50 meter pada Minggu (29/12/2019) pagi pukul 05:29 WIB. Namun pada Senin (30/12/2019) pagi bertambah menjadi 2.000 meter dari atas puncak kawah gunung berapi yang ada di perairan Selat Sunda itu.

“Erupsi dari gunung setinggi 157 meter di atas permukaan laut tersebut dapat terlihat dari rekaman CCTV yang diletakkan di sana. Aktivitas Gunung Anak Krakatau merupakan hal yang sudah biasa terjadi. Saat ini, Gunung Anak Krakatau memiliki status Level Waspada (level II),” papar Penanggung jawab pos pantau Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan Andi Suardi, Senin (30/12/2019).

Dilanjutkan, arah sebaran abu vulkaniknya ke bagian selatan gunung. Hingga Senin siang, erupsi masih berlangsung, meski tidak terdengar suara dentuman dari arah Gunung Anak Krakatau. “Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal, conding ke arah selatan. (Erupsi) Masih berlangsung, tidak terdengar dentuman,” terangnya.

Meski sedang erupsi, status Gunung Anak Krakatau masih berada di Level II atau Waspada dan wisatawan tidak boleh mendekati gunung, untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan. “Saat ini GAK berada di status level II (waspada) dengan rekomendasi masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari puncak kawah,” jelasnya.

Ridwan, Koordinator Lapangan Langgeng-Wisata, sebuah travel agent yang biasa membawa wisatawan ke Lampung, mengatakan bahwa wisatawan yang berkunjung masih bisa melihat Gunung Anak Krakatau dari dekat. “Bisa ke sana, tapi hanya di jarak aman saja, hanya di Pulau Sebesi. Wisatawan bisa melihat Gunung Anak Krakatau dari ujung Pulau Sebesi saja menggunakan motor ke Dusun Gubuk Seng,” kata Ridwan. Senin (30/12/2019).

Pulau Sebesi sendiri berada di di wilayah Desa Tejang, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. “Biasanya perjalanan tur Gunung Anak Krakatau, wisatawan dapat mendekat ke Gunung Anak Krakatau dan melakukan trekking. Namun karena kondisi erupsi, tur tersebut harus dialihkan dengan melakukan kegiatan lain di Pulau Sebesi. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan di sana yaitu snorkeling, menyelam, dan melihat kura-kura,” paparnya.

Menurut Ridwan, meskipun para wisatawan tidak bisa berkunjung ke Gunung Anak Krakatau, mereka tidak perlu merasa kecewa. Sebab, mereka tetap bisa melihat Gunung Anak Krakatau dari pulau tersebut sembari menikmati kegiatan di sana. “(Wisatawan tetap bisa melihat gunung dari Pulau Sebesi) karena (pulau) tidak terpengaruh oleh erupsi tersebut,” kata Ridwan.

Ridwan masih bisa membawa wisatawan melihat gunung dari jarak aman. Ia tidak begitu khawatir sebab apabila gunung memperlihatkan gerak-gerik akan letusan dengan intensitas tinggi, masyarakat Pulau Sebesi sudah akan diungsikan dari jauh hari.

Admin Marketing Indahnesia Tour, Indah sebagai operator open trip yang memiliki paket wisata ke Lampung, mengatakan wisatawan tidak perlu panik jika sedang berada di Gunung Anak Krakatau atau kawasan sekitar Pulau Anak Krakatau saat terjadi erupsi. Biasanya sebelum perjalanan dimulai, setiap operator tur yang akan mengadakan perjalanan pariwisata ke sana sudah diberitahu sebelumnya.

Namun jika kamu merasa khawatir, kamu bisa melakukan perjalanan wisata ke tempat lain di Lampung seperti Pulau Pahawang. “Karena kami belum dapat informasi dari ranger setempat, kami alihkan pengunjung yang ingin berwisata ke Pulau Anak Krakatau ke Pulau Pahawang,” kata Indah seperti dilansir laman Kompas, Senin (30/12/2019). (*)

Mengeksplor Destinasi Wisata bersama Komunitas Sekolah TelusuRI

this formate

SEMARANG, bisniswisata.co.id: Di Indonesia ada sebuah wadah untuk memfasilitasi orang-orang yang ingin menuliskan catatan perjalanan mereka serta mendiskusikannya. Wadah tersebut bernama Sekolah TelusuRI, sebuah komunitas pejalan kaki yang menelusuri bangunan bersejarah dan tempat-tempat wisata.

Sekolah TelusuRI bergerak di sektor pariwisata ini, bukan cuma dalam bentuk tulisan saja, namun juga foto dan video yang menjadi hasil atas berbagai program mereka. Berdiri sejak 2015, Sekolah TelusuRI sejauh ini tercatat sudah menjelajahi sekitar 10 kota yang ada di Indonesia.

“Awal mula terbentuknya wadah ini adalah karena ingin mengekspos tempat-tempat wisata tersembunyi yang ada di Indonesia. Nah, dari situlah Sekolah TelusuRI hadir untuk lebih mengangkat tempat-tempat wisata tersebut. Awalnya keinginan kami cuma ingin mengangkat pariwisata lokal yang masih belum banyak orang ketahui,” ujar Maureen Fitri selaku communite manager pada Minggu (20/10).

Pengelola komunitas ini hanya 3 orang, yakni Maureen Fitri (Semarang), M. Syukron (Kapoposang), dan Yovita Ayu (Jakarta). Lalu bagaimana Sekolah TelusuRI bisa menjamah kota-kota di seluruh Indonesia?

Sekolah TelusuRi dalam menjalankan kegiatan bekerja sama dengan komunitas setempat. Misalnya saja dalam menjalankan kegiatan yang bertajuk “Telusuri Sejarah Kota Lama-Pecinan”, Sekolah Telusuri mengajak Pemandu Wisata Kota Lama Semarang. “Kami memang selalu berkolaborasi dengan komunitas setempat. Jadi di samping mempromosikan, mereka juga bisa bercerita di tempatnya sendiri,” tutu Maureen.

Dilanjutkan, Sekolah TelusurRI ini pernah juga mengajak penyandang disabilitas di Kota Semarang untuk menyusuri rute wisata. Hal tersebut selain untuk mengajak berkeliling Kota Lama, juga ingin menjajal apakah infastruktur Kota Lama sudah ramah bagi penyandang disabilitas.

“Buat ang punya tempat wisata rujukan di daerahmu dan masih belum banyak diekspos, bisa saja meminta Sekolah TelusuRI untuk membuat kegiatan di tempat tersebut. Tinggal kontak Instagram @Ayotelusuri atau melalui surat elektronik di ayo@telusuri.id,” paparnya seperti dilansir laman Inibaru, Senin (30/12/2019). (*)

Dongkrak Pariwisata, 30 Bus Wisata Dihibahkan se Jabar

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menghibahkan 30 bus wisata untuk 27 kota dan kabupaten se-Jabar. Penyerahan itu secara simbolis dilakukan kepada sejumlah kepala daerah di halaman Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (30/12/2019).

Pria yang akrab disapa Emil itu mengatakan, konsep desain mobil wisata disesuaikan dengan karakteristik tiap daerah, dari segi warna maupun penamaan bus tersebut. Bus wisata ini dioperasikan di wilayah perkotaan dengan rute jarak pendek.

“Saya serahkan ke pemerintah daerah secara umum. Kuning di Kabupaten Bandung, Ranginang warna oranye di Banjar. Setiap keunikan punya ciri khas sendiri, Cirebon senangnya hijau tua seperti warna keraton,” kata Emil usai acara.

Hibah bus wisata itu diharapkan mampu mendorong perekonomian daerah dari sektor pariwisata. Bus wisata Bandung Tour on Bus (Bandros) yang ia buat sewaktu menjabat Wali Kota Bandung jadi inspirasinya untuk program tersebut.

Emil menilai, ada dua mesin ekonomi di Jabar, manufaktur industri dan mendongkrak pariwisata. Dengan inovasi serta dukungan dari pemerintah pusat, melengkapi upaya dari pemerintah daerah membuat orang betah berkunjung di Jabar yang alamnya indah, kulinernya enak, dan orangnya yang ramah.

Emil menargetkan tiap daerah memiliki dua unit bus wisata. Sejauh ini, minat kota dan kabupaten terhadap bus wisata cukup tinggi. Bahkan, beberapa daerah ingin menambahi jumlah bus wisata lantaran digandrungi masyarakat.

“Antusiasme tinggi, dijamin bus wisata ngejreng begini mah idola wisatawan. Saya sangat optimis karena bisa meningkatkan pendapatan, daya beli. Kalau ada wisata dia lapar cari kuliner nanti dia keluar uang, jajan di PKL, restoran, kalau dia betah lebih lama nginep dulu bayar untuk hotel, homestay dan lainnya. Makanya pariwisata itu bisnis kebahagiaan,” ujar Emil.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Hery Antasari mengatakan, dari tahun lalu sudah 43 unit bus wisata yang dibagikan kepada 27 daerah. Rencananya, tahun depan ada penambahan 11 unit bus serupa untuk merealisasikan target dua unit bus wisata untuk tiap daerah.

Untuk 30 unit bus wisata, pihaknya menggelontorkan dana sekitar Rp 28 miliar dengan harga per unit sekitar Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar. “Total yang dibagikan sekarang 30 unit. Jadi ada daerah yang lebih dari satu. Totalnya dari tahun lalu sudah 43 unit. Targetnya minimal satu daerah dua berarti perlu 54 unit, berarti ada kekurangan 11 unit,” ucap Hery seperti dilansir laman Kompas.

Dilanjutkan Mekanisme pengoperasian bus wisata tersebut disesuaikan dengan kebijakan tiap daerah. Dan hendaknya bus wisata itu bisa dimanfaatkan sesuai tujuannya. “Mekanisme nanti kita bantu fasilitasi kita koordinasikan, masing-masing lebih prefer di Dishub atau Organda tergantung kesiapan masing-masing. Mau berbayar, mau gratis terserah kota kabupaten. Pesan dari kita mah harus ada pengelolanya, sustain, dan bermanfaat sesuai tujuannya,” jelasnya. (*)

Aksi Mogok Pekerja Bandara Portugal, 19 Flight Dibatalkan

this formate

LISBON, bisniswisata.co.id: Serikat pekerja dan otoritas bandara Portugal melaporkan, pemogokan tiga hari yang digencarkan para pekerja di bandara Lisbon, Portugal, memicu pembatalan beberapa penerbangan akhir pekan ini. Kemungkinan pembatalan jadwal akan terjadi lebih besar sebelum aksi berakhir pada Ahad (29/12/2019).

Penerbangan EasyJet, Brussels Airlines, Eurowings, Transavia Prancis, dan Wizz Air UK dari dan ke Inggris, Prancis, Belgia, Belanda, Luksemburg, Swiss, dan Jerman dibatalkan pada Sabtu dan Ahad. Juru bicara serikat pekerja SINTAC Fernando Simoes mengatakan, 19 penerbangan telah dibatalkan karena pemogokan, dengan tujuh penerbangan dialihkan ke bandara Faro di selatan Portugal.

Dilansir Reuters, Senin (30/12/2019), Situs web otoritas bandara Portugal menunjukkan lebih dari 25 penerbangan ke dan dari bandara telah dibatalkan. Seorang juru bicara bandara Lisbon menolak untuk mengonfirmasi jumlah pembatalan.

Pembicaraan antara SINTAC dan Vinci Group milik Portway, yang mempekerjakan pekerja di bandara Lisbon, Porto, Faro dan Funchal, mandek pada Desember. Kondisi tersebut terjadi karena perusahaan mengatakan tidak akan mencairkan gaji. Padahal, perusahaan telah berkomitmen untuk melakukannya pada November 2019 ketika pembekuan dilaksanakan pada 2016.

Portway mengatakan, pihaknya siap untuk kembali ke meja perundingan setelah pemogokan yang membuat jadwal penerbangan banyak dibatalkan. Diskusi sudah dijadwalkan untuk berlangsung Januari.

Namun, Simoes mengatakan, serikat berencana untuk melanjutkan pemogokan lain dengan pekerja lembur dan akhir pekan dari 1 Januari hingga akhir Maret. SINTAC mengatakan keputusan perusahaan untuk tidak mencairkan gaji dimaksudkan untuk menghukum penolakan serikat atas revisi kontrak kerja yang diajukan oleh Portway pada Agustus.

“Selama tiga tahun pekerja telah melihat perkembangan karier mereka dan gaji dibekukan demi kesehatan keuangan perusahaan,” kata perwakilan serikat pekerja. Portway membantah tuduhan itu, menyatakan mereka dengan cermat mematuhi peraturan, termasuk dalam kaitannya dengan hukum perburuhan. (end)

Sepanjang 2020, Museum Macan Gelar Pameran Seni Nasional & Global

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sepanjang tahun 2020, museum Modern and Contemporary Art in Nusantara (Macan) yang berada di AKR Tower Level M, Jl. Perjuangan No.5 Kebun Jeruk, Jakarta Barat mengelar beberapa pameran seni skala besar dari karya-karya seniman nasional hingga global. Selain menampilkan karya seni luar ruang, juga mengadakan malam penggalangan dana.

Museum yang pertama di Indonesia dengan koleksi seni Indonesia dan internasional modern dan kontemporer ini, tahun 2020 mempersembahkan karya Melati Suryodarmo (Indonesia), Agus Suwage (Indonesia), Julian Rosefeldt (Jerman), dan Chiharu Shiota (Jepang).

Dalam dua tahun pertamanya, MACAN bersama UOB sebagai mitra pendidikan utama dihadiri lebih dari 150.000 pengunjung ke Ruang Seni Anak dan mensponsori lebih dari 50 kunjungan sekolah dari seluruh Indonesia.

“Museum MACAN terus memperluas area pamerannya. Pada tahun 2020, area teras di lantai 6 digunakan sebagai ruang pamer baru, menampilkan karya seni luar ruang dan menyediakan ruang komunal bagi para pengunjung,” papar Direktur Museum Macan Aaron Seeto dalam siaran pers, Senin (30/12/2019).

Dijelaskan beberapa program MACAN selama tahun 2020, antara lain:

29 Februari – 31 Mei 2020,

Pameran 2020 dibuka karya video masif bertajuk Manifesto ditampilkan di 13 layar karya Julian Rosefeldt. Dalam karya ini, aktris Cate Blanchett tampil sebagai 12 karakter dan membacakan manifesto seni abad ke-20, termasuk Futurists, Dadaists, Fluxus, Situationist, dan Dogma 95, juga tulisan para perupa, penyair, arsitek, penampil dan pembuat film termasuk Kazmir Malevich, Sturtevant, Sol LeWitt, Claes Oldenburg, Mierle Laderman Ukeles, André Breton, Bruno Taut, Lebbeus Wood, Yvonne Rainer, dan Jim Jarmusch. Presentasi ini dibuat dalam kemitraan dengan Art Gallery of New South Wales (AGNSW), sekaligus memperkuat hubungan kerja sama antar museum MACAN di area Asia Tenggara.

29 Februari – 31 Mei 2020

MACAN menampilkan “Why Let the Chicken Run?”, pameran survei museum perupa kontemporer Melati Suryodarmo, yang menampilkan karya pertunjukan penting yang mengeksplorasi konsep tubuh dan dipengaruhi tradisi seni di Solo, kota asalnya. Pertunjukan itu juga dipengaruhi studinya di Jerman, saat ia berguru pada seniman pertunjukan Marina Abramovic dan penari/koreografer Butoh Anzu Furukawa.

“Pameran ini, ditampilkan bersamaan dengan “Manifesto”, berfokus pada sepilihan karya Melati, termasuk “Why Let the Chicken Run” (2001). Pameran dibuat sebagai penghormatan kepada salah satu panutannya dalam seni pertunjukan, Ana Mendieta, dan “EXERGIE -Butter Dance” (2012), salah satu karyanya yang paling populer. Karya-karya yang ditampilkan berdurasi antara 15 menit hingga 12 jam, dan akan ditampilkan di hari-hari tertentu selama 13 minggu. Karya itu menawarkan pemahaman yang menyeluruh akan kekaryaan Melati untuk pengunjung museum,” lontar Aaron Seeto.

Juli – Oktober 2020

Pecinta seni dan masyarakat dapat menyaksikan pameran survei Agus Suwage, perupa kontemporer Indonesia yang dikenal akan pendekatan jenakanya terhadap isu sosial. Pameran berjudul “The Theatre of Me” ini menampilkan potret diri sang perupa, juga sepilihan lukisan, patung dan instalasi buatannya sejak 1980-an hingga kini.

November 2020 – Februari 2021

MACAN mempersembahkan pameran tunggal terbesar Chiharu Shiota, seorang perupa Jepang yang tinggal di Berlin dan mengeksplorasi karyanya selama 25 tahun. The Soul Trembles akan menampilkan instalasi yang kompleks dan indah berupa jaring-jaring merah dan hitam yang terbuat dari benang, yang terentang dan memenuhi ruang pamer, mewujudkan konsep abstrak seperti kenangan, kekhawatiran dan mimpi. “Pameran ini dihelat oleh Museum Macan dan Mori Art Museum di Tokyo,” sambung Aaron Seeto. (redaksi@bisniswisata.co.id)

Kebakaran Merembet Victoria, 9.000 Wisatawan Dievakuasi

this formate

MELBOURNE, bisniswisata.co.id: Sekitar 9.000 wisatawan yang berkemah untuk menikmati festival musik di Victoria Australia diminta meninggalkan kawasan itu, pada Ahad (29/12/2019) lantaran kebakaran lahan yang melanda Australia semakin meluas dan kini merembet wilayah Victoria. Selain wisatawan, penduduk setempat juga diminta meninggalkan rumah, jika tidak akan dievakuasi demi keselamatan jiwanya.

Otoritas Victoria mengatakan suhu udara mencapai 40 derajat Celsius, angin berhembus kuat, dan badai, membuat kebakaran lahan bisa bertambah luas. Kondisi ini sangat membahayakan jiwa wisatawan maupun penduduk setempat.

Komisioner State Emergency Management, Andrew Crisp, mengatakan penduduk dan puluhan ribu wisatawan diminta meninggalkan kawasan wisata di East Gippsland paling lambat Senin pagi. “Jika Anda berlibur di daerah East Gippsland maka saatnya Anda pergi,” kata Crisp dalam jumpa pers seperti dilansir Reuters pada Ahad (29/12/2019).

Kota ini terletak sekitar 280 kilometer dari Melbourne. “Anda seharusnya tidak berada di sana besok dan kami minta Anda keluar sekarang,” kata dia.

Pada Ahad pagi, panitia sebuah festival musik di Victoria membatalkan acara karena cuaca buruk. Awalnya, festival musik ini akan digelar hingga akhir Desember 2019 untuk menyambut tahun baru. “Kami telah berkonsultasi dengan otoritas lokal dan regional, tidak ada pilihan lain,” begitu pernyataan panitia di laman Facebook.

Ada sekitar 9000 orang yang telah berkemah di lokasi acara untuk menikmati festival musik ini saat pengumuman panitia untuk membatalkan acara keluar.
Negara bagian lainnya yaitu New South Wales juga bakal menghadapi puncak api pada Selasa pekan depan. Ini terindikasi dari suhu udara yang terus naik “Kondisi cuaca terus memburuk dalam beberapa hari ke depan,” kata Shane Fitzsimmons, komisioner NSW Rural Fire Service.

KotaMedia News melansir kebakaran lahan di Australia terjadi karena kekeringan yang melanda lebih lama dari biasanya. Ini membuat lahan menjadi kering dan mudah terbakar. Ahli menyebut kekeringan ini merupakan indikasi krisis perubahan iklim akibat meningkatnya jumlah karbon di udara. (*)

Cungkring, Kuliner Legendaris Bogor Nyaris Punah

this formate

BOGOR, bisniswisata.co.id: Kota Hujan Bogor Jawa Barat bukan hanya memiliki beragam destinasi wisata, termasuk wisata kuliner khas mulai tradisional hingga modern. Aneka kuliner tradisionalnya sangat menggiurkan. Mulai soto kuah kuning, lumpia basah, soto Bogor, asinan, toge goreng, sate sumsum, doclang hingga cungkring.

Cungkring, kuliner legendaris ini nyaris punah. Pedagangnya semakin terbatas. Regenerasi pembuat maupun pedagangnya hampir tidak ada. Padahal kuliner yang satu ini, lain daripada yang lain. Perbedaanya menggunakan olahan berbahan dasar kaki sapi. Sehingga memiliki cita rasa yang memanjakan lidah.

Istilah nama Cungkring ada yang menyebut kepanjangan dari cungur (mulut) dan keringan (keripik tempe). Ada yang menyebut Cukring itu, dari bahasa Sunda yang berarti kikil sapi. Memang kuliner ini terdiri dari kikil (ada juga kulit, urat sapi) yang dimasak bumbu kuning, kemudian dicampur lontong, tempe goreng atau rempeyek kemudian disiram bumbu kacang mirip sate.

Di antara penjual cungkring yang bertahan hingga sekarang ini, ada di Jalan Suryakencana, yang terkenal ialah Cungkring Pak Jumat. Usaha yang berdiri sejak 1975 ini terletak di Jalan Suryakencana No.285, Bogor. Dulunya, Pak Jumat menjajakan dagangannya dengan cara berkeliling sambil membawa panggulan. Namun sejak 2004, pelanggan banyak menghampirinya di Suryakencana.

Terkenal sejak lama, Cungkring Pak Jumat sering kali menerima pesanan dari berbagai kalangan, mulai dari Pemerintahan Bogor hingga pernah buka di Kampoeng Tempoe Doelo Kelapa Gading.

“Kalau pesan di bawah 500 porsi biasanya saya tolak, soalnya proses pembuatannya lama kalau buat pesanan bisa disiapin dari seminggu sebelumnya bahkan, kalau pesannya sedikit nanggung,” ujar anak sekaligus penerus usaha Pak Jumat, Deden.

Menurut Deden, cungkring yang sebenarnya itu terbuat dari kaki sapi, bukan kikil. Bentuknya tidak ditusuk seperti sate. Sebab, banyak penjual yang menamai kuliner mereka dengan cungkring tetapi isiannya bukan kaki sapi, melainkan sate kikil. Selain dari bagian kaki sapi, ada pula isian kulit dan urat. Berbagai isian diletakkan di atas kertas pembungkus makanan yang dilapisi dengan daun pisang.

Dan akan meletakkan bahan lainnya seperti lontong dan keripik tempe. Kemudian, semuanya akan disiram dengan bumbu kacang yang bercita rasa manis dan gurih. Jika Anda menyukai pedas, dapat pula ditambah sambal sesuai selera. Ada paduan rasa gurih, pedas, dan manis bercampur yang bercampur dalam olahan ini.

Deden mengkalim Cungkring Pak Jumat memiliki keistimewaan tersendiri, yakni cungkring terbuat dari potongan kikil kaki sapi yang direbus sampai teksturnya empuk. Setelah empuk, kikil kaki sapi diolah dengan bumbu rempah. “Cungkring ini paling nikmat jika disantap dengan lontong yang dibuat sendiri. cungkring tadi disiram bumbu kacang kental yang memiliki cita rasa asin bercampur gurih nikmat. Semua bahan itu alami, dan dibuat sendiri. Ini istimewanya,” lontar Deden

Ada empat jenis cungkring yang ditawarkan, yaitu kikil, kulit, dampal, dan urat dengan masing masing potongnya yang harganya sangat terjangkau. “Selama ini bagian paling laku ialah urat kaki sapi, teksturnya yang kasar seperti urat daging membuat nikmat ketika dikunyah,” lontarnya.

Biasanya, warga sekitar Bogor dan wisatawan kerap menjadikan Cungkring Pak Jumat ini sebagai menu sarapan di pagi hari. Jangan heran Cungkring Pak Jumat berjualan sejak pukul 06.30–10.00 WIB. Namun, sebaiknya pengunjung datang sebelum pukul 10.00 WIB, sebab biasanya pukul 09.00 WIB, cungkring ini telah ludes terjual. Satu porsi cungkring dijual seharga Rp16 ribu seporsi. Mau Coba?. (end)

Jelang Tahun Baru, Wisata Pendakian Gunung Ciremai Dibuka Lagi

this formate

KUNINGAN, bisniswisata.co.id: Menjelang Tahun Baru, wisata pendakian Gunung Ciremai dibuka lagi. Pembukaan ini setalah ditutup akibat kebakaran yang terjadi Agustus 2019. Ada tiga dari empat jalur wisata pendakian Gunung Ciremai di Kuningan Jawa Barat (Jabar), yang dibuka.

Pihak Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) pun memberlakukan prosedur tetap (protap) pendakian. “Jalur pendakian dibuka kembali mulai 30 Desember 2019,” ujar Humas BTNGC, Agus Yudantara, dalam keterangan resminya, Ahad (29/12/2019).

Dijelaskan, Pengumuman pembukaan kembali jalur pendakian itu sebagaimana tertuang dalam Surat Pengumuman BTNGC Nomor PG.27/T.33/TU/KSA/12/2019. Surat tersebut ditandatangani Kepala BTNGC, Kuswandono, pada 27 Desember 2019.

Dalam surat pengumuman disebutkan pembukaan jalur wisata pendakian diberlakukan hanya untuk tiga jalur, yakni jalur pendakian Apuy, Palutungan dan Linggasana. Sedangkan jalur pendakian Linggajati, untuk sementara masih ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut, lanjutnya.

Pembukaan jalur pendakian itu sebelumnya telah melalui proses pengecekan dan monitoring kelayakan jalur yang melibatkan berbagai pihak yang terkait. Selain itu, dilakukan juga pembenahan jalur, transit camp dan transit shelter.

Dalam pembukaan kembali jalur pendakian yang dimulai pada Senin, 30 Desember 2019, pihak BTNGC memberlakukan Protap Pendakian Gunung Ciremai. Protap itu salah satunya mengadopsi Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor 8748:2019 tentang Pengelolaan Pendakian Gunung. Berdasarkan protap tersebut, diberlakukan mekanisme booking online bagi para pendaki melalui alamat situs www.tngciremai.com pada menu Pendakian Gunung.

Kepala BTNGC, Kuswandono, menambahkan, pihaknya juga menetapkan kuota untuk masing-masing jalur pendakian. Untuk jalur Linggasana, kuota ditetapkan sebanyak 218 pendaki/hari, Palutungan 497 pendaki/hari, dan Apuy 455 pendaki/hari. “Kami utamakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan selama pendakian,” ujar Kuswandono.

Selain wisata mendaki Gunung Ceremai, juga ada beberapa tempat wisata yang menjajikan di kawasan yang ada dataran tinggi ini. Ada wisata alam mulai curug, pemandian, perkemahan, hingga pegunungan ada di sana. Cigugur berada tepat di kaki Gunung Ciremai, tentunya masuk wilayah Taman Nasional Gunung Cermai (TNGC). Cigugur memiliki banyak destinasi wisata dataran tinggi yang dikembangkan oleh masyarakat, maupun swasta.

Jikaingin melihat Kuningan dari ketinggian, ataupun golden sunrise terbaik di Kuningan, bisa datang ke beberapa tempat di Cigugur. Tercatat ada destinasi wisata yang ada di kaki Gunung Ceremai Cigugur antara lain:

#. Wisata Curug Putri

Ada tiga wisata curug atau air terjun di kaki Gunung Ceremai ada Curug Putri yang merupakan curug tertua yang dibuka untuk wisata di Kuningan. Curug dengan tinggi 25 meter ini airnya jernih, langsung dari mata air Gunung Ciremai. Dengan tinggi air terjun 15 meter, terdapat kolam besar di bagian bawahnya. wisatawan bisa berendam di segarnya air Gunung Ciremai. Selain itu, di bagian atas curug juga ada bumi perkemahan di tengah pepohonan pinus.

Juga ada Curug Landung, yang memiliki aliran air yang sama dengan Curug Putri, hanya jatuhnya air lebih tinggi, yaitu sekitar 40 meter. Derasnya air terjun berada di sela pepohonan dan batuan yang masih amat alami dan terawat. Selain bermain dan berendam di air terjun, kawasan curug ini juga punya ragam tempat selfie yang unik di atas ketinggian. Mulai dari berfoto diatas balon udara, hingga bagaikan terbang di atas sajadah aladin.

Selain itu Curug Sawer menyuguhkan keindahan alam yang belum banyak tersentuh pembangunan modern. Mitos mengungkapkan, konon curug ini tercipta setelah seorang sakti yang merupakan leluhur Airlangga menjelma menjadi seekor ular raksasa. Objek wisata ini bisa ditempuh menggunakan kendaraan umum, dari Terminal Maja ke Desa Argalingga. Selanjutnya untuk turun menuju air terjun, pengunjung harus melewati jalan setapak yang cukup curam melalui kawasan perkebunan sekitar.

#. Sukageuri View

Sukageuri merupakan sebuah gardu pandang di atas tebing kaki Gunung Ciremai. Dari sini wisatawan bisa memandang perbukitan juga Kota Kuningan yang asri dari ketinggian. Selain dari Ipukan, tempat faforit mengambil foto matahari terbit di Kuningan juga salah satunya dari Sukadeuri View. Salah satu wisata dataran tinggi Kuningan yang menyuguhkan atraksi pemandangan Gunung Ciremai, dengan beberapa tempat berfoto unik, ada di Jurang Landung bagian dari kawasan Curug Landung, Kuningan, Jawa Barat.

#. Taman Cisantana

Berada di Desa Cisantana, taman indah ini dahulunya merupakan tempat menambang batu. Namun kini tebing-tebing bekas tambang disulap jadi latar foto yang artistik dan unik. Taman ini juga ditata sedemikian rapih dengan aneka pepohonan dan bunga unik seperti kaktus. Kini menjadi destinasi wisata dataran tinggi Kuningan yang unik untuk santai menikmati udara segar, dan berfoto.

#. Sumur Tujuh Cikajayaan

Sumur Tujuh Cikajayan merupakan salah satu objek wisata yang sarat unsur religi. Konon, sumur ini adalah petilasan wali asal Cirebon yang menjadi toko penyebar agama di Kuningan dan sekitarnya. Akses menuju kawasan wisata sumur dapat dicapai dari Kabupaten Kuningan, yang berjarak kurang lebih 32 kilometer. Sarana transportasi yang umumnya digunakan untuk menuju ke kawasan wisata adalah bus atau ojek.

#. Tenjo Laut

Ini merupakan spot untuk melihat pemandangan laut dari Kuningan. Namun, sebenarnya bukan laut yang terlihat, tapi Waduk Dharma, merupakan waduk terbesar di Kuningan yang juga obyek wistata. Dari atas ketinggian 1.100 meter, kini Tenjo Laut tidak hanya sekadar spot untuk melihat matahari terbenam di waduk, melainkan juga tempat rekreasi keluarga. Dengan berbagai gazebo tempat makan, dan berbagai spot foto unik yang dibuat warga.

#. Bumi perkembahan

Terdapat banyak bumi perkemahan yang menyebar di wilayah Taman Nasional Gunung Ciremai. Pertama, Bumi Perkemahan Palutingan, terkenal dengan alamnya yang masih asri. Bumi perkemahan di desa ini terletak di Desa Palitungan yang masih amat asri. Dengan sawah-sawah dan kehidupan masyarakatnya amat eksotis. Tempat ini juga jadi salah satu magnet fotografer untuk mengambil foto matahari terbit di tegah pesawahan. Salah satu tempat foto golden sunrise terbaik di Kuningan.

Kedua, Ipukan bumi perkemahan dengan pemandangan menghadap ke Gunung Ciremai dan Kota Kuningan. Ipukan juga merupakan salah satu tempat favorit pengambilan foto matahari terbit di Kuningan. Bumi perkemahan di sini merupakan salah satu yang tertinggi di Kuningan, selain Gunung Ciremai. Untuk berkemah cukup membayar Rp 15.000. Di sini juga menyediakan tenda kemah Rp 150.000 untuk minimum tiga hari dua malam, dan perlengkapan kemah lainnya.

Ketiga, Bumi Perkemahan Awi Lega merupakan salah satu di antaranya yang terletak tak jauh dari Objek Wisata Curug Cipetey. Akses perjalanan ke Curug Cipeuteuy masih sempit, sehingga bagi pengunjung yang membawa mobil disarankan memarkirkan kendaraan beberapa meter dari pintu gerbang. Keempat, Bumi Perkemahan Cipanten, bisa menjadi pilihan jika Anda ingin merasakan sensasi berkemah ditemani belantara hutan pinus.

#. Wisata Situ

Ada dua situ di kaki gunung ini. Pertama, Cicerem merupakan telaga alami yang terletak persis dibawah kaki Gunung Ciremai. Situ Cicerem kerap dijuluki danau cermin karena airnya yang begitu jernih. . Di samping murah meriah, akses menuju Situ Cicerem juga terhitung mudah. Jalur menuju telaga umumnya beraspal dan dapat dilalui kendaraan beroda dua dan empat. Pengunjung juga dapat menggunakan layanan ojek langsung ke lokasi telaga.

Kedua, Situ Sangiang yang Kerap menarik daya tarik wisatawan berkat misteri yang dimiliki, Situ Sangiang memang erat kaitannya dengan legenda-legenda di Jawa Barat. Di objek wisata ini, pengunjung dapat berziarah ke makam Sunan Parung yang dipercaya sebagai salah satu raja dari kerajaan Talaga Manggung. Letak Situ Sangiang berada kurang lebih 26 kilometer dari pusat kota Majalengka. Untuk mencapainya, pengunjung dapat memanfaatkan transportasi umum dengan tujuan Kadipaten. (redaksibisniswisata@gmail.com)