1.238 Turis Kapal Pesiar Sandar di Tanjung Emas

this formate

SEMARANG, bisniswisata.co.id: Membuka tahun 2020, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah (Jateng) pertama kali dikunjungi Kapal Pesiar MV Aidavita. Saat buang jangkar pada, Rabu (15/1/2020), kapal pesiar ini mengangkut 1.238 wisatawan mancanegara (wisman) dari berbagai negara di Eropa dan Asia Tenggara.

Kedatangan seribuan wisman dari Jerman, Belanda, Australia, dan Thailand yang hendak berwisata ke Objek Wisata Candi Borobudur, Kawasan Kota Lama Semarang, Kelenteng Sam Poo Kong, serta Lawangsewu, Mereka disambut langsung oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Sinoeng N. Rachmadi.

Sinoeng bahkan mengalungkan untaian bunga kepada dua wisman yang turun dari kapal pesiar dengan panjang 202,85 meter dan lebar 8 meter. Rencananya ada 26 kapal pesiar yang akan singgah di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pada tahun ini dan jumlah tersebut meningkat dari tahun lalu yang hanya tercatat 24 kapal pesiar.

“Ini kapal pesiar pertama yang singgah di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pada 2020, harapannya menjadi pembuka kita menyambut kunjungan-kunjungan wisman berikutnya yang datang,” kata Sinoeng.

Selama 2020, Target jumlah wisman yang berkunjung di Jateng sekitar 877 ribu orang. Guna mencapai target tersebut, Sinoeng meminta jajarannya maupun pemerintah kabupaten/kota dan pegiat wisata menawarkan sesuatu berbeda dari biasanya sehingga menarik minat wisatawan nusantara maupun asing. “Kita harus menawarkan sesuatu yang berbeda dan hanya ada di Jateng,” ujarnya.

Dilanjutkan wisman tertarik berkunjung ke Museum Kereta Api di Ambawara, Kabupaten Semarang. “Ada semacam cerita bahwa kereta api kuno yang sekarang sulit ditemui di Eropa, ternyata ada di negara-negara Asia, salah satunya Indonesia, sehingga mereka tertarik,” katanya dilansir laman Republika.

Kedepannya, Disporapar Jateng juga berencana mengatur jadwal kedatangan wisman dengan kapal pesiar bersamaan dengan kegiatan yang ada pada kalender wisata. “Momennya kami samakan, supaya kedatangan mereka (wisman, red) ada hasil maksimal. Kedatangan kapal pesiar paling tidak seribu. Sayang kalau tidak kita maksimalkan ,” ujarnya. (*)

Delta Airlines Buang Avtur di Atas Sekolah, 17 Siswa Cedera

this formate

LOS ANGELES, bisniswisata.co.id: Pesawat Delta Airlines membuang bahan bakar Avtur ke sebuah sekolah, karena harus melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Los Angeles. Akibatnya, sekitar 17 siswa dan beberapa orang lainnya dirawat karena terkena iritasi kulit dan gangguan pernapasan atas insiden tersebut.

Delta Airlines terpaksa harus kembali ke bandara karena mengalami masalah pada mesin. Dalam aturan penerbangan, bahan bakar dapat dibuang ketika melakukan pendaratan darurat. Namun, pembuangan bahan bakar itu dilakukan di area yang telah ditentukan dan pada ketinggian tertentu.

Los Angeles Times melaporkan, korban di Park Elementary School sebagian besar mengalami cedera ringan. Dua kelas sedang berada di luar saat pesawat membuang bahan bakar. Diketahui Park Elementary School terletak sekitar 26 kilometer di sebelah timur bandara.

“Saya prihatin dengan insiden ini. Ini sekolah dasar, banyak anak-anak kecil,” ujar Walikota Cudahy, Elizabeth Alcantar, dilansir Reuters, Rabu (15/01/2020).

Delta Airlines mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa, pesawat mereka melepaskan bahan bakar untuk mengurangi berat saat pendaratan. Dan tidak ada kesengajaan membuang bahan bakar diatas sekolah yang mencederai para siswa.

Juru bicara Administrasi Penerbangan Federal (FAA) Allen Kenitzer mengatakan, FAA akan menyelidiki insiden tersebut. Sebab, ada prosedur pembuangan bahan bakar khusus untuk pesawat yang beroperasi di bandara utama Amerika Serikat (AS).

“Prosedur-prosedur ini menyerukan agar bahan bakar dibuang di tempat-tempat yang tidak dihuni, yang biasanya berada di tempat yang lebih tinggi sehingga bahan bakar terurai dan tersebar sebelum mencapai daratan,” ujar Kenitzer. (*)

Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Luwu Utara Dilengkapi TIC

this formate

MASAMBA, bisniswisata.co.id: Pariwisata Kabupaten (Pemkab) Luwu Utara (Lutra) Sulawesi Selatan (Sulsel) kini mulai berkibar. Juga menjadi daerah tujuan wisata, seperti daerah lainnya di Tanah Air. Dan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan, kini Lutra dilengkapi Pusat Informasi Pariwisata atau Tourism Information Centre (TIC).

Gedung ini dibangun di atas tanah seluas 600 m² dan terletak di kompleks perkantoran Pemkab Lutra. Lokasinya cukup strategis, tepat di samping Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), Jalan Simpurusiang, Kecamatan Masamba.

Bupati Lutra, Indah Putri Indriani, mengungkapkan keberadaan gedung TIC mempertegas komitmen daerah dalam menghadirkan layanan kepariwisataan yang jauh lebih baik dan modern. “TIC ini sebenarnya bagian dari upaya kita memberikan jasa pelayanan di sektor pariwisata,” katanya, dalam keterangan pers yang diterima Bisniswisata.co.id, Rabu (15/1/2020).

Kehadiran TIC berdampak pada meningkatnya kunjungan turis di Lutra, baik domestik maupun mancanegara. “Kita ingin melihat outcome-nya dulu, apakah berdampak pada peningkatan kunjungan turis di Luwu Utara atau tidak. Untuk itu, fungsikan bangunan ini sesuai dengan tujuan pembangunannya,” ujar dia.

Tidak hanya itu, Bupati Indah mendorong para pemuda untuk memanfaatkan kehadiran gedung TIC sebagai wadah unjuk kreativitas. Toh, banyak pemuda setempat yang diketahuinya memiliki kepedulian terhadap pengembangan kepariwisataan.
“Jika memungkinkan, pusat informasi pariwisata ini dijadikan juga sebagai wadah kreatif bagi para pemuda dan pelaku industri pariwisata di Luwu Utara untuk unjuk kreativitas,” imbuhnya.

“Meski gedung ini kecil, tetapi kita berharap akan memberikan informasi yang besar, terkait potensi pariwisata di Kabupaten Luwu Utara,” sambung bupati perempuan pertama di Sulsel ini.

Sekretaris Dinas Kebudayaaan dan Pariwisata Lutra, Jahir, menyebutkan bahwa gedung TIC selanjutnya akan diserahkan kepada UPT Pariwisata guna melayani informasi kepariwisataan di Lutra. “Kita berharap, dibangunnya gedung TIC ini akan mendorong peningkatan dan perkembangan kepariwisataan di Luwu Utara,” kata Jahir.

Tercatat ada sekitar 17 destinasi wisata di Luwu Utara, namun dari jumlah ada 9 obyek wisata yang hits dan kerap disambangi wisatawan, antara lain:


Wisata Batu Kembar

Wisata alam ini memiliki pemandangan alam yang alami dengan air terjun menakjubkan. Bermain air sambil menikmati panoramanya tentu akan membuat liburan kamu semakin berkesan. Memang untuk menuju lokasi ini membutuhkan perjalanan yang cukup panjang. Namun pemandangan dan suasananya akan menghapus semua lelah dan penat kamu. Duduk di bebatuan sambil bermain air atau berfoto foto tentu akan menjadi hal yang menarik. Wisata Batu Kembar terletak di Patoloan, Bone Bone.

Wisata Sangkombong

Tempat wisata di Luwu Utara yang tidak bisa kamu lewatkan begitu saja adalah wisata Sangkambong. Mengunjungi tempat ini kamu akan lebih mengenal masyarakat lokalnya yang sangat ramah. Tentu akan menjadi pengalaman tersendiri karena kamu bisa mengenal budaya hingga rumah adatnya yang bisa kamu jelajah. Lokasi wisata ini berada di Sa’dan Matalo Toraja Utara. Untuk pengalaman lebih keren kamu bisa datang ketika ada acara tertentu ditmpat ini.

Bendungan Bantimurung

Bendungan ini oleh warga sekitar memang dimanfaatkan untuk mengairi sawah, namun lama kelamaan ramai dikunjungi dan menjadi tempat wisata. Airnya yang jernih lengkap dengan pemandangan yang indah ini tentu perlu untuk kamu jajal. Terletak di Desa Bantimurung, Bone Bone kamu tak perlu membayar tiket untuk menikmati keindahannya. Jika kamu datang saat liburan bendungan ini akan banyak dikunjungi oleh keluarga.

Air Terjun Bantimurung

Setelah mengunjungi bendungan tak ada salahnya kamu menyambungnya dengan mengunjungi air terjunnya. Sekali jalan sudah ada dua keindahan yang bisa kamu nikmati di Desa Bantimurung ini. Tempat wisata di Luwu Utara ini memiliki pemandangan yang menakjubkan dengan air terjunnya yang bertingkat. Kamu juga tak perlu melakukan tracking menantang untuk menjangkaunya. Aksesnya sudah mudah dan bisa dijangkau dengan kendaraan bermotor. Air terjun ini memiliki air yang jernih dengan hawanya yang sejuk. Pepohonan lebat akan semakin membuat suasananya asri. Pemandangan seperti ini tentunya akan membuat kamu betah berlama lama untuk menghabiskan waktu di air terjun Bantimurung ini. Karena tergolong masih alami, kamu tidak akan menemukan penjual makanan dan minuman sehingga kamu harus membawanya sendiri.

Taman Lestari Sulikan

Saat kamu di kota Masamba tak ada salahnya untuk singgah ke Taman Lestari Sulikan yang berada di pusat kota Masamba. Sejak dibangun 3 tahun lalu taman ini memang mampu menarik perhatian wisatawan ketika datang ke Sulawesi Selatan. Penataannya yang rapi dengan udaranya yang asri memang berhasil membius pengunjung yang datang. Kamu juga bisa mencicipi aneka jajanan di tempat wisata di Luwu Utara ini. Tak hanya itu, taman ini juga memiliki fasiltas bermain anak anak yang cukup lengkap. Ketika kamu berkunjung dengan keluarga tentunya tidak akan khawatir soal lokasinya ramah anak atau tidak. Karena taman ini memang sering dikunjungi oleh keluarga dan juga muda mudi yang berniat nongkrong atau sekedar jajan.

Wisata Air Panas Pincara

Objek wisata satu ini sangat pas untuk merilekkan tubuh kamu yang lelah. Berendam di kolam air panas yang berasal dari sumber alami tentu akan menjadi aktivitas yang menyenangkan. Belum lagi pemandangan alamnya juga tak kalah cantik sehingga, kamu bisa berendam sambil menikmati pemandangan. Wisata ini terletak di Pincara, Masamba.

Air Terjun Sarambu

Ke Luwu Utara memang tidak lengkap rasanya jika tidak menjelajah aneka air terjunnya yang mengangumkan. Air terjun Sarambu terletak di Similin, Masamba yang bisa kamu akses dengan mudah. Air terjun satu ini memiliki ketinggian yang terbilang tinggi sehingga akan membuatnya semakin indah. Kolam yang terbentuk di bawah air terjun bisa kamu gunakan untuk berenang atau bermain air, airnya juga jernih dan tentu saja segar.

Pegunungan Limbong

Jika kamu datang ke Sulawesi Selatan berniat untuk menangkan pikiran dan dekat dengan alam, maka harus datang ke tempat wisata di Luwu Utara satu ini. Limbong sendiri merupakan sebuah desa di Kec. Rongkong yang ditinggali oleh 1.000 jiwa. Para penduduknya kebanyakan bermata pencaharian sebagai petani. Sehingga selain hijaunya pegunungan dan perbukitan kamu juga bisa melihat keindahan sawah hijau yang membentang. Dengan datang ke tempat ini tentu saja akan bisa menghapus segala penat dan lelah yang kamu rasakan. Udaranya yang sejuk dengan pemandangan alam yang memukau akan menjadi obat paling mujarab untuk kamu. Tak heran jika banyak pengunjung yang datang untuk berdekatan dengan alam dan juga menenangkan pikiran. Jauh dari hiruk pikuk kota juga membuat udaranya jauh dari polusi yang sangat baik untuk paru paru kamu.

Wisata Makam Datok Pattimang

Untuk melengkapi perjalanan kamu di Luwu utara tak ada salahnya kamu menyambangi tempat ziarah satu ini. Wisata Makam Datok Pattimang sangat terkenal sebagai wisata yang sarat akan sejarah. Tempat wisata di Luwu Utara ini akan memberikan kamu wawasan karena Datuk Patimang merupakan tokoh ulama yang ikut menyebarkan agama Islam. Saat hari besar agama tempat ini akan selalu ramai dipadati oleh pengunjung dari berbagai tempat. (redaksibisniswisata@gmail.com)

13 Januari – 23 Februari 2020, Oriente Festive Phinisi Point

this formate

MAKASSAR, bisniswisata.co.id: Menyambut perayaan Imlek 2020, Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel) punya event seni, budaya dan wisata yang menarik. Oriente Festive Phinisi Point, namanya. Event ini diselenggarakan di area Phinisi Point Makassar, mulai 13 Januari hingga 23 Februari 2020.

Beragam kegiatan Oriente Festive Phinisi Point digelar. Ada lomba mewarnai, lomba menyanyi mandarin, fashion show, pemilihan putra putri cheongsam, spesial show Barongsai dan lainnya. Selain lomba, ada juga kegiatan sosial dan beberapa kegiatan menarik lainnya. Dengan sebuah harapan dapat mendatangkan kunjungan wisatawan lokal, nasional serta wisatawan internasional, terutama China yang tengah berlibur di Indonesia.

Khusus tanggal 13 hingga 30 Januari 2020 akan digelar Oriente Lucky Angpao, Oppo Lucky Draw, Fashion Oriente Festive, Lampion Flashmob, Oriente Colours Competition, Delacomunidad Spesial Imlek dan Mandarin Song Festival di tanggal 30 hingga 31 Januari 2020, serta Pemilihan Putra Putri Cheongsam di tanggal 1 dan 2 Februari 2020.

Untuk spesial pertunjukan barongsai akan tampil di tanggal 22-23 Februari. Ini sengaja ditampilkan di akhir agar masyarakat yang belum sempat menyaksikan di tempat lain, bisa menyaksikan pertunjukan secara sempurna di Phinisi Point.

Bagi yang tertarik mengikuti lomba dan beberapa event, seluruh pendaftaran dan informasi lomba dan event, bisa mengunjungi langsung sosial media instagram @Phinisipoint dan fanpage Phinisi Point. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Buang Air Besar di Machu Picchu, 6 Turis Dibekuk

this formate

PERU, bisniswisata.co.id: Enam wisatawan yang bertandang ke situs arkeologi Machu Picchu dibekuk polisi Cusco, Peru. Penangkapan itu karena diduga nekat buang air besar di Kuil Matahari yang dianggap suci oleh warga setempat.

“Keenam wisatawan itu ditahan dan diinvestigasi oleh Kementerian Urusan Masyarakat karena diduga melakukan tindak kejahatan di situs warisan budaya,” kata Kepala Kepolisian Cusco, Wilbert Leyva, kepada kantor berita Andina, seperti dikutip AFP, Rabu (15/1/2020).

Kepolisian mengatakan satu turis asal Argentina, Nahuel Gomez akan menghadapi persidangan dan lima lainnya akan dideportasi ke negara asalnya. Gomez akan menghadapi sidang pengadilan pada Selasa dan terancam hukuman empat tahun penjara jika terbukti bersalah.

Menurut Leyva, keenam turis itu ditangkap pada Minggu (12/1) pekan lalu. Polisi dan penjaga situs menemukan mereka sedang berada di dalam Kuil Matahari di dalam kompleks peninggalan suku Inca. Mereka terdiri dari seorang perempuan Prancis, dua warga Brasil, dua warga Argentina, dan satu warga Chile.

Leyva mengatakan aparat menemukan sebuah batu yang pecah dan jatuh dari tembok hingga menyebabkan lantai mengalami retak. Selain itu, petugas juga menemukan kotoran manusia berserakan di Kuil Matahari. Jika terbukti bersalah, maka keenam turis tersebut akan dipenjara selama maksimal empat tahun.

Sejumlah bagian di Machu Picchu tertutup bagi pelancong dengan alasan untuk menjaga keaslian dan pelestarian. Sejumlah orang masih kerap berdoa di Kuil Matahari.

Situs itu adalah peninggalan kebudayaan bangsa Inca di kawasan Andes. Mereka menguasai lembah dan bagian barat Amerika Selatan selama sekitar seratus tahun, sebelum ditaklukkan oleh Spanyol pada abad ke-16.

Machu Picchu dibangun di atas pegunungan saat masa kepemimpinan Kaisar Pachacuti (1438-1471). Letaknya berada sekitar 100 kilometer dari kota Cusco.

Situs itu ditemukan oleh penjelajah asal Amerika Serikat, Hiram Bingham, pada 1911. Kawasan itu ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Budaya Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pada 1983. (*)

Portal “Anyar” South East Asian dan Keberlanjutan Forum

this formate
@ATFBrunei2020

BRUNEI, bisniswisata.co.id: STAKE holder pariwisata ASEAN mengakui inovasi dan teknologi membawa manfaat bagi industri pariwisata. Kemajuan teknologi, memungkinkan industri dengan cepat beradaptasi dengan tren perubahan pola perjalanan dan perilaku wisatawan. Teknologi membuka peluang tanpa batas bagi bisnis untuk tumbuh ke area baru, seperti menawarkan pengalaman nyata dan virtual, aplikasi mobile yang dapat menyesuaikan dengan preferensi pribadi wisatawan, dan menyediakan akses cerdas, serta akses mudah dalam melakukan reservasi, pembelian online  tujuan wisata.  Digitalisasi, berkembang dalam ekosistem kolaboratif untuk menambah nilai bagi pengalaman berwisata bagi generasi wisata kekinian, jika kita tak hendak menyebutnya wisatawan milenial.

ASEAN ungkap Ketua Penyelenggara Forum Pariwisata ASEAN (ASEAN Tourism Forum /ATF) Brunei 2020, Dato Ali Apong yang juga menjabat Minister of Primary Resources and Tourism (MPRT) Brunei Darussalam, telah memperbaiki situs web pariwisata ASEAN agar lebih ramah pengguna, menggabungkan kebutuhan modern dengan kebutuhan calon wisatawan yang beragam atas keragaman produk wisata dari anggota ASEAN.

“Semakin banyak yang online dan mengandalkan digitalisasi, portal anyar ini, menjadi sumber online yang kredibel untuk mendorong dan menarik lebih banyak minat ke kawasan Asia Tenggara,” paparnya lebih lanjut.

Peluncuran portal anyar pariwisata ASEAN dilaksanakan bersamaan dengan pembukaan ATFBrunei 2020.

Meningkat 7 Persen

@dwi

Dalam pembukaan acara ATF Brunei 2020 di Indera Samudra Grand Hall, The Empire Brunei, Dato Ali Apong  juga memaparkan bahwa industri pariwisata ASEAN telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam dekade terakhir dan menjadi kontributor penting perkembangan sosial ekonomi kawasan ASEAN. ASEAN mendapat kunjungan  lebih dari 133 juta kedatangan internasional pada tahun 2019, meningkat 7 persen dari 2018, dengan perjalanan intra-ASEAN mencapai  36,7 persen dari kedatangan internasional.

Meningkatnya jumlah kunjungan ke ASEAN membuka peluang pertumbuhan perekonomian, investasi dan lapangan kerja. Meski pun industri pariwisata telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam jumlah kedatangan wisatawan, industri ini juga menghadapi tantangan antara lain, daya dukung lokasi wisata, ketersediaan fasilitas dan layanan pariwisata yang diharapkan wisatawan. Menjadikan kawasan ASEAN yang beragam menjadi satu destinasi tujuan wisata utama bukanlah upaya mudah.

Keberlanjutan ASEAN sebagai single tourism destination, menurut Dato Ali Apong ditentukan oleh komitmen anggota ASEAN melalui ATF. “Platform bagi para menteri pariwisata, pejabat pemerintah, dan pemain industri perjalanan, berkumpul dan membahas cara-cara untuk tumbuh dan meningkatkan peluang pariwisata,” tegasnya.

ATF Brunei 2020 diselenggarakan di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam pada 12 s.d 16 Januari, mengambil tema besar ASEAN – Together Towards a Next Generation of Travel sebagai jawaban atas tuntutan pergeseran permintaan pasar wisata. Pararel dengan diselenggarakannya  The 23 rd Meeting of ASEAN Tourism Ministers (23rd M- ATM), The 51st Meeting of ASEAN National Tourism Organizations (NTO’s), The 19th Meeting of ASEAN Plus Three (China, Japan and republic of Korea) Tourism Ministers. ATF Brunei 2020 melibatkan 263 exhibitor/seller, 160 buyer dan 109 media. *

Tips Pesan Kamar Hotel Via Online

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Memesan kamar hotel merupakan tugas terberat kedua setelah memesan tiket pesawat. Patut diketahui bahwa jenis kamar dan jarak hotel dengan objek wisata bukan satu-satunya pertimbangan saat memesannya.

Harga murah dan fasilitas mewah menjadi modus scam pemesanan hotel. Jadi jangan langsung percaya jika ada iklan yang menawarkan dua hal tersebut. Agar tak merasa tertipu, berikut sejumlah hal yang patut diwaspadai saat memesan kamar hotel, seperti dilansir laman CNN Travel, Selasa (14/01/2020) antara lain:

Ruangan luas

Jika ada hotel yang memperlihatkan foto kamar nan luas tapi tak menyertakan ukuran kamar dalam deskripsinya, jangan langsung percaya. Plus jika harganya dirasa terlalu murah untuk kamar yang seluas itu. Foto kamar yang terlihat luas bisa saja trik lensa kamera atau suntingan perangkat lunak. Dua hal tersebut sah-sah saja demi kepentingan promosi, namun pihak hotel wajib menginformasikan kepada tamu ukuran kamar yang sebenarnya.

Berpemandangan atau balkon

Sama seperti poin nomor satu, jangan langsung percaya jika ada kamar murah yang disebut memiliki pemandangan langsung ke gunung, lautan, atau perkotaan. Periksa kembali lokasi hotel melalui Google Street View dan ulasan tamu di internet sebelum memesannya. Kamar yang memiliki pemandangan ke luar atau berjendela besar biasanya bertarif lebih mahal dari kamar biasanya. Hal ini juga berlaku saat liburan di Eropa atau Amerika, di mana ada kamar yang ditempatkan di level basement. Sementara di Indonesia, banyak hotel yang bahkan menawarkan kamar dengan balkon, namun nyatanya balkon merupakan area penyimpanan kondensor AC.

Bahasa

Tanyakan kembali kepada pihak hotel maksud dari king size, twin-size, atau double room jika kurang yakin. Di Amerika, double room berarti kamar dengan dua double bed. Namun di Inggris, double room berarti kamar dengan twin-size bed. Sementara di Indonesia, tak sedikit hotel yang menggabungkan dua twin-size bed menjadi satu dan menjual kamar tersebut dengan embel-embel king size bed. Tapi ada banyak hotel yang memberikan pilihan kepada tamu soal ukuran kasur, jadi jangan malu bertanya.

Situs rekanan

Memesan kamar melalui situs rekanan memang memudahkan, ditambah dengan banyaknya pilihan di sana. Tapi hati-hati, karena harga totalnya kadang bisa lebih mahal. Situs rekanan juga kadang menjual kamar termurah di suatu hotel, yang kemungkinan minim fasilitas dan layanan. Pesanlah kamar hotel langsung di situs resminya. Selain harganya yang bisa lebih murah, tamu juga mungkin bisa mendapatkan banyak keistimewaan, salah satunya upgrade jenis kamar. Baca kembali alamat situs hotel dan cocokan di internet, karena terkadang ada penipu yang menduplikasi nama situs lalu memasarkannya melalui iklan pop-up.

WiFi palsu

Gunakanlah jaringan WiFi yang diberikan kepada petugas hotel. Kalau bisa gunakan incognito mode saat berselancar di internet agar aktivitas di dunia maya melalui jaringan tersebut lebih privat. Jangan langsung tergiur dengan jaringan WiFi dengan embel-embel free walau namanya mirip dengan yang diberikan petugas hotel, karena bisa saja itu jaringan WiFi milik penipu.

Biaya tambahan

Biasanya hotel meminta uang jaminan sebelum tamu mendapatkan kunci, untuk jaga-jaga jika tamu merusakkan sesuatu di kamar.Saat masuk ke dalam kamar, cek seluruh ruangan dan pastikan semua barang berfungsi dengan baik. Kalau ada kerusakan, segera panggil petugas hotel, agar uang jaminan bisa dikembalikan karena kerusakan tersebut bukan diakibatkan kita. (*)

Langit Samarinda Buruk, Batik Air Berputar-putar di Angkasa

this formate

SAMARINDA, bisniswisata.co.id: Cuaca tak bersahabat dengan turunnya hujan yang mengguyur Samarinda sejak Selasa (14/1/2020) pagi membuat jarak pandang (visibility) di Bandara APT Pranoto Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) pun terganggu.

Dua pesawat yang dijadwalkan terbang dari Jakarta menuju Samarinda sempat berputar-putar di langit Samarinda yang buruk selama dua jam sebelum mendarat.

Batik Air dengan kode penerbangan ID 7281 dari Halim Perdanakusuma menuju Samarinda pukul 08.21 WIB direncanakan tiba di Samarinda pukul 11.00 WITA. Namun, karena cuaca buruk menyebabkan jarak pandang di runway Bandara APT Pranoto di bawah minimal atau 1.000 meter. Idelanya, jarak pandang harus di atas 5.000 meter.

Pesawat dengan tipe Airbus A320-214 ini sempat berputar beberapa kali di atas langit Samarinda- Tenggarong kurang lebih dua jam setengah hingga menunggu jarak pandang membaik. Pesawat akhirnya berhasil mendarat ke APT Pranoto pukul 13.07 WITA.

“Sudah landing (mendarat), tadi pagi visibility minim hanya 1.000 meter. Pesawat sempat putar-putar dua jam baru landing. Sebagian penerbangan dialihkan ke Balikpapan, baru dilanjutkan ke Samarinda,” kata Kepala Bandara APT Pranoto, Dodi Dharma Chayadi seperti dilansir laman Kompas.

Tak hanya Batik Air, pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 580 juga mengalami hal serupa. Pesawat tipe Boeing 737 -8U3 ini terbang dari Bandara Soekarno- Hatta Tangerang pukul 07.26 WIB. Pesawat ini dijadwalkan tiba di APT Pranoto pukul 10.20 WITA. Namun, karena cuaca buruk pesawat ini dialihkan ke Balikpapan.

Pesawat ini kembali terbang dari Balikpapan ke Samarinda pukul 13.59 WITA. Karena visibility masih kurang baik, pesawat ini sempat berputar tiga kali di udara sebelum akhirnya berhasil mendarat pukul 14.35 WITA di APT Pranoto.

Hingga saat ini jarak pandang di bandara berangsur membaik sehingga penerbangan kembali normal. “Pihak maskapai sudah mempersiapkan segala sesuatunya berdasarkan SOP safety company, termasuk penyiapan bahan bakar yang cukup saat mengalami cuaca buruk,” ungkap Kasi Pelayanan dan Operasi Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto, Rora Ardian.

Rora mengatakan, maskapai harus menunggu cuaca membaik dengan jarak pandang sesuai standar penerbangan di Bandara APT Pranoto yaitu 5.000 meter atau 5 kilometer. (*)

Gubernur Sumut: Festival Danau Toba Tak Dihapus

this formate

MEDAN, bisniswisata.co.id: Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menegaskan Festival Danau Toba (FDT) di tujuh kabupaten di Sumut, tidak dihapus namun dievaluasi metode, lokasi, dan jadwalnya. Sehingga rencana menjadikannya sebagai gelaran dua tahunan berlangsung sukses dari penyelenggaraan maupun menarik wisatawan nusantara (Wisnus) maupun mancanegara (Wisman).

“Kita [buat] bentuknya yang lain. Seperti ada [lomba] triathlon, lomba lari, berenang dan sepeda. Bukan ditiadakan kegiatannya, tetapi bentuknya apa, metodenya diperbaiki agar wisatawan itu datang ke Danau Toba,” kata dia, kepada wartawan di Medan, Selasa (14/1/2020).

Diharapkan nantinya kegiatan di kawasan Danau Toba dan sekitarnya bisa diperbanyak dan dikemas sedemikian rupa sehingga menarik dan mengundang orang untuk kembali datang. “Makanya rakyat di sana bisa mendukung. Sehingga orang datang ke Danau Toba, bisa benar-benar fresh (menikmati), dia mau berpariwisata,” papar Edy.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumut Ria Telaumbanua mengatakan, FDT akan digelar dua tahun sekali demi peningkatan kualitas. Hal itu berdasarkan diskusi bersama dengan Badan Pengelola Otoritas Danau Toba (BPODT).

“FDT untuk putaran pertama telah terlaksana di tujuh kabupaten se-kawasan Danau Toba secara bergantian. Tapi beberapa pertimbangan menjadikannya perlu dievaluasi,” ungkapnya.

Menurutnya, perlu ada perbaikan mekanisme penyelenggaraan, penjadwalan, tanggal, penetapan lokasi, serta sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat.

Dicontohkan dengan jadwal pelaksanaan FDT selama ini tidak tetap. Hal ini, kata dia, menyulitkan agen perjalanan wisata untuk mempromosikannya ke dalam paket mereka. Ada juga masalah penentuan tuan rumah yang dinilai belum mempertimbangkan kemudahan aksesibilitas dan amenitas, seperti ketersediaan hotel yang mendukung.

“Penentuan waktu pelaksanaan tidak pada masa liburan, sehingga jumlah pengunjung tidak seperti diharapkan. Dan setelah 7 kali pelaksanaan FDT, sulit untuk mengukur keberhasilan baik dari target kunjungan wisman dan pemanfaatan FDT untuk ekonomi masyarakat setempat,” jelasnya seperti dilansir laman CNN Travel.

Karena itulah, lanjut Ria, konsep FDT yang telah berlangsung satu putaran penuh di 7 kabupaten se-kawasan akan diperbaiki.
“Pelaksanaan FDT periode kedua bukan ditiadakan, anggarannya masih tertampung di Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumut Tahun Anggaran 2020,” ungkapnya.

“Tetapi semua rencana kegiatan selanjutnya masih akan didiskusikan dengan 7 kabupaten/kota, BODT dan Pemprov Sumut. Dalam waktu dekat akan dilakukan pertemuan pembahasan dengan tentunya menerima arahan-arahan dari Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur,” pungkasnya. (*)

2020, Bali Kembali Gencar Promosi Wisata MICE

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Sepanjang Tahun 2020, Bali kembali gencar mempromosikan wisata MICE (pertemuan, insentif, konvensi dan pameran). Langkah ini terpaksa dilakukan lantaran selama ini pariwisata Bali terlalu nyaman dengan wisatawan leisure dalam bentuk mass tourism.

“Selain itu, mengubah orientasi pasar juga perlu dilakukan karena banyak negara yang dulu merupakan pasar potensial, sekarang sudah tidak lagi jadi andalan. Malah justru hanya bisa mendatangkan wisatawan kelas bawah, backpaker atau dikenal dengan turis sandal jepit,” papar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa.

Astawa melanjutkan Bali harus menuju pariwisata yang berkualitas. Salah satunya adalah MICE, karena hal ini sudah terbukti bisa membangkitkan perekonomian Bali saat adanya isu Gunung Agung meletus.

Menurutnya wisata MICE di Bali sangat bagus ditingkatkan pengembangannya. Bahkan Bali memiliki potensi besar untuk mendatangkan wisatawan MICE. Bali Juga memiliki fasilitas yang lengkap untuk menyelenggarakan MICE. “SDM dan pendukung lainnya seperti destinasi juga bagus. Sekarang tinggal kita mulai fokus saja ke arah itu,” sambungnya.

Guna mendukung MICE, Bali telah dilengkapi sarana dan fasilitas untuk pertemuan skala internasional. Misalnya kawasan Nusa Dua yang eksisting memiliki dua convention, 16 hotel,5 villa, 1 rumah sakit, 1 theater dan lainnya. Bahkan saat ini kawasan Nusa Dua terus dikembangkan dengan dibangunnya Crea Resort Office 75 block. The Shangri La 299 kamar dan 40 villa. Awarta Villas 14 villa dan 68 suite. Serta Renaissance dengan 300 kamar dan 168 villa

Selain terus mempromosikan wisata MICE, Astawa menyebutkan sejumlah kegiatan festival pariwisata akan digelar selama 2020 seperti Kintamani Chinese Festival 8 Februari 2020, Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) bulan Juni 2020 dan Mekepung Gubernur Cup pada Bulan Juli 2020.

“Dengan menciptakan berbagai event di Bali, maka selain mampu sebagai media promosi, sekaligus akan bermanfaat bagi perekonomian masyarakat,” ucap mantan Kepala Bappeda Bali itu seperti dilansir Antaranews, Selasa (14/01/2020).

Sementara Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bali Adi Nugroho mengakui persaingan destinasi wisata dunia semakin ketat. Apalagi kunjungan wisman ke negara lain seperti Thailand malah naik. Dalam menghadapi semakin menurunnya kualitas wisman dan semakin berkembangnya destinasi wisata di negara kompetitor.

Karenanya pariwisata Bali ke depan harus segera menerapkan quality tourism. “Ini bisa diwujudkan dengan kesetaraan kualitas antara supply-demand. Antara destinasi/produk wisata dan wisatawan yang berkunjung dan sebagainya,” katanya.

Pengembangan quality tourism, kata dia, dapat dilakukan dengan strategi pengembangan wisata minat khusus seperti MICE tourism dan health tourism. Meeting, Incentive, Travel, dan Conference (MICE), merupakan salah satu wisata minat khusus yang diperuntukkan bagi kelompok Business visitor.

Menurut WTO, MICE adalah kegiatan wisata yang memberikan dampak signifikan pada Gross Domestik Bruto suatu negara. Pentingnya pengembangan MICE, karena pesertanya memiliki spending power yang besar dan tidak tergantung pada season pariwisata.

“Sebagai contoh, spending rate Business visitor atau MICE di Thailand tercatat 3,5 kali lebih tinggi dibanding leisure visitor,” katanya. Kementerian pariwisata menetapkan 16 destinasi MICE di Indonesia, namun belum masif dikembangkan. Destinasi MICE tersebut diantaranya, Jakarta, Bali, Surabaya, Medan, Padang, Palembang, hingga Balikpapan.

Sejak 2010, Bali selalu menduduki rangking teratas dibanding 15 destinasi MICE lainnya di Indonesia. “Rangking tertinggi yang pernah didapatkan Bali adalah pada 2012 dengan 55 pertemuan, sedangkan lainnya hanya 40 pertemuan,” sebutnya.

Salah satu negara tujuan utama MICE adalah Singapura. Negara ini memiliki lebih dari 1.700 pilihan venue dan kualitas terkini. Kemudian Bandara Changi terhubung ke-400 kota di dunia. Hal ini perlu ditiru oleh Bali dan kota besar lainnya sebagai tujuan MICE di Indonesia.

Ditambahkan, sumbangan pariwisata Bali terhadap ekonomi Bali mencapai 50,84 persen. Efek dari kegiatan internasional seperti konferensi IMF-World Bank telah membuat ekonomi Bali tumbuh dengan cepat.

Dalam 10 tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Bali memang didominasi dari sektor pariwisata, meskipun sektor lain juga sudah dikembangkan. Namun, pariwisata tetap paling atas. Selain itu, tingginya harga tiket domestik sempat mengganggu kunjungan wisatawan, namun tidak berpengaruh besar.

Capaian tiap bulan hampir selalu memecah rekor dari bulan yang sama di tahun sebelumnya. Rata-rata kunjungan wisatawan mancanegara per bulan ke Bali mendekati 600 ribu orang. “Sampai saat ini kondisi sektor pariwisata dalam kondisi aman, dan tidak perlu terlalu khawatir,” ujarnya.

Namun disarankan, Bali jangan terlalu tergantung dari sektor pariwisata dan harus tetap mengembangkan sektor lain, untuk jaga-jaga kalau sektor pariwisata kolaps. (end)