Imlek, Citilink & Lion Air Buka Charter Flight Manado – China

this formate

MANADO, bisniswisata.co.id: Menjelang Imlek, kunjungan wisatawan asal China melancong ke Sulawesi Utara (Sulut) tak pernah surut. Bahkan grafiknya malah semankin naik. Kondisi ini cepat diantisipasi oleh maskapai penerbangan nasional engan membukan charter flight atau penerbangan charter dari China ke Manado. Kedua maskapai itu Citilink dan Lion Air.

Citilink secara resmi kembali membuka rute penerbangan charter baru yakni rute Guiyang (KWE) – Manado (MDC), Kamis (16/1). disusul dengan Lion Air yang rencananya mengoperasikan kembali rute Manado (MDC) – Hangzhou (HGH), Sabtu (18/1).

Citilink Indonesia dengan nomor penerbangan QG 5921 menggunakan pesawat Airbus a320 mendarat di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado pada Kamis (16/01) pukul 07.00 WITA setelah melalui perjalanan udara selama kurang lebih 5 jam dari Bandara Internasional Guiyang Longdongbao yang berada di Provinsi Guizhou, China dengan membawa 98 penumpang.

Menyambut datangnya para penumpang asal negeri tirai bambu ini, manajamen Bandara Sam Ratulangi Manado telah menyiapkan bingkisan dan secara simbolis dilakukan pengalungan kain bentenan bagi perwakilan cabin crew dan penumpang sebagai simbol keramahtamahan serta ucapan selamat datang di Sulawesi Utara.

“Sebagai pintu gerbang untuk masuk dan keluarnya para wisatawan di Sulawesi Utara, tentunya menjadi tanggung jawab kami di Bandara Sam Ratulangi untuk terus menjaga kesan pertama dan terakhir, apalagi terus meningkatnya minat dari para wisatawan mancanegara utamanya dari negeri cina untuk berkunjung di daerah nyiur melambai ini,” papar General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado, Minggus E.T Gandeguai dalam keterangan resminya, Jumat (17/1/2020).

Berdasarkan data Imigrasi TPI I Manado, sepanjang tahun 2019 tercatat sebanyak 116.144 turis Cina masuk ke Sulawesi Utara melalui Bandara Sam Ratulangi Manado atau meningkat 8,5% dibandingkan tahun 2018.

Dilanjutkan, manajemen melakukan pembenahan melalui proyek perluasan baik gedung terminal dan parkir serta renovasi gedung terminal eksisting guna mengakomodir jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang selalu naik setiap tahunnya serta utamanya untuk meningkatkan kepuasan para pengguna jasa di Bandara Sam Ratulangi.

Maskapai Citilink Indonesia akan melayani penerbangan charter dari dan ke Guiyang sebanyak 1 kali dalam seminggu. Sedangkan Lion air yang jadwalnya akan melakukan pendaratan perdana di Bandara Sam Ratulangi Manado pada Sabtu (18/1) pukul 07.50 WITA akan melayani penerbangan charter dari dan ke Hangzhou sebanyak 3 kali dalam seminggu. (ndy)

Kang Emil: Pariwisata itu Bisnis Kebahagiaan

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil berpendapat pariwisata adalah bisnis kebahagiaan dan industri pariwisata diciptakan untuk menarik orang berkunjung, apalagi Jabar memiliki panorama dan kondisi alam yang indah.

“Di acara Musyawarah Daerah ke-13 BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jabar kemarin malam di Bandung, saya katakan pariwisata adalah bisnis kebahagiaan,” kata Kang Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil di Bandung, Kamis (16/1).

Dikutip Antara, Ridwan Kamil mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat berkomitmen menjadikan sektor pariwisata sebagai lokomotif ekonomi masa depan. Sejumlah upaya dan program pun digagas Pemda Provinsi Jawa Barat guna mewujudkannya. “Kami serius untuk membuktikan Jawa Barat ini harus menjadi destinasi pariwisata yang semakin baik dan keren,” kata dia.

“Dan menjadikan Jawa Barat juara pariwisata adalah yang pertama yang harus dipahami adalah definisinya. Akhirnya saya menemukan definisi versi saya,” tambahnya.

Dilanjutkan, pariwisata itu definisinya adalah bisnis kebahagiaan yakni orang mau bahagia, dia mau keluar duit. “Bahagia dengan shopping maka ada pariwisata shopping, bahagianya melihat festival maka dia mau jauh-jauh datang menonton festival (misalnya) ke Rio (Brazil), ke Jember, Bandung, dan lainnya,” katanya.

“Dia bahagianya spiritualitasnya maka wisatanya umrah, wisata kunjungan. Dia bahagianya event musik, maka dia datang ke konser-konser musik. Jadi, definisi pariwisata itu,” katanya.

Maka jenis kebahagiaan seperti apa yang bisa membuat orang mau datang ke Jawa Barat, Emil mengatakan industri pariwisata di Jabar bisa disesuaikan dengan kondisi alam dan budaya di setiap daerah. “Jawa Barat mau memilih bisnis kebahagiaan seperti apa? Ya kita mencari ridho Allah SWT, maka kita pilih bisnis-bisnis kebahagiaan atau pariwisata yang sesuai adat, budaya, syariat agama, supaya kita berkah,” katanya.

Emil menyebut hingga akhir 2019 jumlah wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung ke Jabar sekira 66 juta wisatawan. (*)

Sukses 2019, Festival Indonesia di Moskow Kembali Digelar

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Festival Indonesia kembali digelar di Moskow, Rusia. Setelah penyelenggaran tahun 2019 mengalami sukses yang sangat luar biasa, juga warga Moskow tertarik dengan seni, budaya, kuliner dan pariwisata Indonesia. Tahun ini, Festival berlangsung Krasnaya Presnya Park, Moskow pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2020.

“Tahun lalu festival sukses diselenggarakan. Tahun ini akan sama dilaksanakan di Krasnaya Presnya Park yaitu taman seluas 16,5 hektar. Dan ini semua difasilitasi gratis oleh pemerintah Moskow,” papar Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia M. Wahid Supriyadi saat temu media di Gedung Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Dilanjutkan, sebelum Festival Indonesia dimulai terlebih duku akan diselenggarakan Bisnis Forum yaitu tanggal 30 Juli 2020. Melalui bisnis forum ini diharapkan produk dari Indonesia lebih dikenal masyarakat Rusia. Juga terjadi transaksi yang diharapkan bisa berkelanjutan.

Tahun ini, tambah dia, festival rencananya akan diikuti oleh 177 booth yang terdiri dari beragam UMKM. Sementara booth-booth tersebut akan diisi oleh booth fashion, makanan minuman, dan lainnya yang merupakan produk nasional.

Wahid mengatakan, festival tahun ini juga akan diikuti oleh berbagai provinsi di Indonesia seperti misalnya Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jakarta. “Namun kami belum membuat list provinsi mana saja yang akan hadir, dan akan membawa berapa UMKM-nya,” lanjutnya.

Festival Indonesia telah menghasilkan jumlah pengunjung sebanyak 117.000 orang selama tiga hari rangkaian acaranya tahun lalu. Diharapkan festival Indonesia tahun ini akan mencapai target pengunjung yaitu 135.000 orang selama tiga hari.

“Tahun lalu sebenarnya kita menurun jumlah pengunjungnya karena cuaca yang tiba-tiba berubah di hari kedua, tapi untuk jumlah transaksi meningkat,” jelasnya.

Festival Indonesia juga telah mendapatkan beragam penghargaan mulai dari dalam negeri yaitu Museum Rekor Indonesia, hingga penghargaan dari pemerintah Rusia.

Sebelumnya, pada ajang Festival Indonesia keempat tanggal 2-4 Agustus 2019, warga Rusia disuguhi keanekaragaman produk dan seni budaya Indonesia. Produk Indonesia yang ditampilkan pada festival, mulai dari sambal, kopi, aneka kripik, black garlic, berbagai kerajinan, pakaian batik, aksesoris, minyak sawit, buah-buahan dan aneka kuliner Indonesia, seperti nasi goreng, sate, martabak, dan bakso.

Juga Mangga harum manis dari Indonesia dikabarkan masuk di festival ini dan membawa angin segar ekspor buah tropis Indonesia ke Rusia. Selain itu, untuk kali pertama festival menghadirkan produk berteknologi tinggi buatan PT Lundin berupa kapal baik untuk keperluan sipil, maupun militer. Terdapat juga PT MAK Yogya yang menampilkan peralatan medis.

Tak hanya itu, festival dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya dari berbagai daerah Indonesia, seperti lagu daerah, tarian, maupun permainan alat musik angklung, gamelan, kulintang, dan wayang kulit.

Penampilan lainnya yaitu pencak silat, prosesi pernikahan adat dan peragaan busana dari para desainer profesional Indonesia. Pengunjung juga bisa ikut serta dalam workshop membatik, kelas Bahasa Indonesia, dan public talk dari para blogger, traveler dan public figure Rusia yang sering berkunjung dan berwisata ke Indonesia. (end)

Wapres Harapkan Pariwisata Berkelanjutan Tanpa Merusak Lingkungan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengharapkan perlu ditanamkan cara mengelola pariwisata yang berkelanjutan agar tidak merusak lingkungan. Juga meminta pengelolaan pariwisata Indonesia disinergikan dengan seluruh sektor yang bersinggungan.

“Jadi kami mengadakan pertemuan ini untuk menyamakan dan menyinergikan langkah yang akan dilakukan dalam pengembangan pariwisata di Indonesia, dan membahas permasalahan yang muncul dalam bidang kepariwisataan,” papar Wapres Ma’ruf saat memimpin rapat pengelolaan 5 Destinasi Super Prioritas Pariwisata di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (16/1/2020)

Saat ini, lanjut Wapres, pemerintah masih harus membina dan membiasakan para pejabat dan masyarakat di lokasi pariwisata agar bisa melayani para turis yang berkunjung. Para pejabat daerah dan pelaku usaha di daerah masih harus belajar meningkatkan keramahan dalam melayani turis.

Karenanya, dibutuhkan pendidikan formal dan nonformal untuk menyiapkan ekosistem yang siap melayani wisatawan. an diharapkan nantinya pengelolaan pariwisata yang baik bisa diterapkan di lima Bali baru yakni Mandalika, Labuan Bajo, Borobudur, Likupang, dan Danau Toba.

“Selain itu juga yaitu melibatkan peran serta UMKM, gerakkan ekonomi kerakyatan lewat potensi desa wisata. Tentu butuh pendampingan pengelolaan,” lanjut mantan Ketua Umum MUI.

Ma’ruf juga meminta seluruh menteri yang hadir untuk fokus dalam pembinaan masyarakat sekitar tempat wisata. Pembinaan dilakukan dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap wisatawan yang datang. “Yang menjadi perhatian, perlu ditingkatkan pemangku kepentingan dan masyarakat sekitar wilayah wisata untuk pembinaan. Juga meningkatkan hospitality (keramahan),” harapnya.

Juga diharapkan masyarakat di lokasi-lokasi wisata juga diberikan pelatihan, dengan tujuan mereka lebih memahami konsep pariwisata dalam negeri yang berkelanjutan.

Hadir dalam rapat tersebut Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Mendikbud Nadiem Makarim, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, Menkominfo Johnny G Plate, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, dan Wamen BUMN Budi Gunadi Sadikin. (*)

Tiket Wisata Kapal Laut Bisa Dipesan via Aplikasi cGO

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Wisatawan pengguna transportasi laut kini bisa memesan tiket secara online. Caranya dengan mengakses aplikasi cGO. Dengan aplikasi ini, wisatawan nusantara (Wisnus) maupoun mancanegara (Wisman) tidak perlu mengantre tiket kapal laut. Dan ini merupakan aplikasi pemesanan tiket kapal penyebrangan antarpulau perdana di Indonesia.

“Aplikasi ini hadir untuk mendukung peningkatan pariwisata nasional, juga membantu wisatawan yang ingin memesan kapal pesiar, kapal pinisi, kapal nelayan, kapal wisata pulau, transportasi feri dan layanan pemandu wisata di seluruh Indonesia,” papar CEO cGO Ngadiman Sudiaman dalam keterangan secara resmi, Kamis (16/1/2020).

Ngadiman menilai pengembangan pariwisata di Indonesia cukup pesat. Bahkan, pariwisata merupakan salah satu dari lima industri teratas yang mendapat manfaat dari perkembangan milenial.

Karenanya cGO menyediakan akses untuk menjelajahi dan menikmati pesona kepulauan Indonesia melalui platform lokal secara terjangkau, aman, nyaman, serta mengurangi kendala yang sering muncul dalam penggunaan sistem reservasi tradisional, antara pihak penyedia layanan dan pelanggan.

“Kami ingin membuat aplikasi yang aman dan nyaman, bersama dengan harga tetap dan dapat menghilangkan kerumitan konvensional sistem pemesanan tradisional. Dengan harga yang terjangkau, kami berharap jumlah wisatawan akan meningkat dan pariwisata Indonesia dapat berkembang berkembang,” jelasnya.

Melalui aplikasi ini, lanjut dia, pelanggan akan dapat membandingkan semua moda transportasi air dan wisata ke tujuan di seluruh negeri. Tarif real-time diharapkan dapat membantu pelanggan dalam memutuskan transportasi sesuai dengan anggaran mereka.

Setiap operator dan brand di cGO terdaftar dan diaudit untuk memberikan informasi yang lengkap dan akurat tanpa biaya tersembunyi. Platform ini juga memastikan keamanan dalam gerbang pembayaran, mengedepankan keamanan privasi data pelanggan..

Dalam meningkatkan pelayanannya, cGO berkolaborasi dengan usaha kecil dan menengah (UKM) serta agen perjalanan dan wisata menengah, termasuk Dtour Travel Services, Pelabuhan Marina Ancol dan pemilik kapal lokal dan internasional dalam upaya memberdayakan ekonomi lokal.

Saat ini, cGO memiliki lebih dari 20 armada di Jakarta, Bali, dan Labuan Bajo. “Kami ingin memudahkan proses antara pedagang dan pengguna dan meningkatkan pengalaman perjalanan mereka dengan kapal pesiar, kapal dan feri di Indonesia,” sambungnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

BI: Pariwisata Percepat Pertumbuhan Ekonomi Kalsel

this formate

BANJARMASIN, bisniswisata.co.id: Guna mempercepat pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan (Kalsel), ada tiga sektor yang harus segera dikembangkan pemerintah provinsi Kalsel yaitu agrobisnis, perikanan dan pariwisata.

“Jadi tidak terus bergantung dengan sektor tambang batubara saja. Tapi pemerintah daerah pun telah menyadari itu. Walaupun deposit batubara masih ada. Menurut hemat saya sektor pariwisata harus digenjot sehingga mampu mendatangkan wisatawan nusantara (wisnus) maupun mancanegara (wisman),” lontar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalsel Herawanto.

Melalui studi yang telah dilakukan Bank Indonesia, ujar Herawanto, tiga sektor utama ini dinilai berpeluang besar untuk meningkatkan perkonomian di Bumi Lambung Mangkurat. Terbukti di tahun 2020, beberapa faktor kebijakan pemerintah di bidang biodiesel mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di sektor agrobisnis, seperti kelapa sawit. “Kalau di sektor perikanan, itu ada udang yang dapat menjadi komoditi ekspor dan ikan lokal seperti ikan gabus,” terangnya.

Sementara di sektor pariwisata, Herawanto menilai itu juga tidak kalah penting, mengingat pariwisata di Kalsel sangat banyak. Tercatat ada sekitar puluhan obyek wisata keren di Kalsel yang kerap dikunjungi wisatawan dan paling hits bahkan lokasinya sangat instagramable.

Memang Kalsel memiliki segudang daya tarik yang sayang untuk dilewatkan. Berbagai pilihan spot wisata hampir semuanya dimiliki oleh Kalimantan Selatan. Contohnya, air terjun eksotis, pulau dan pantai yang keren, atau dataran tinggi yang megah. Tinggal pilih dan datangi saja, karena semuanya siap menunggumu untuk dieksplorasi.Menariknya lagi, hampir semua spot wisata yang ada bisa dinikmati.

“Meski demikian wisata kuliner serta wisata kreatif yang mesti dikembangkan lebih bagus lagi, sehingga wisatawan yang datang tak hanya menikmati pemandangan alamnya saja, namun juga wisata kuliner khas maupun tradisional Kalsel harus ditonjolkan sehingga semakin pupuler,” sambungnya seperti dilansir laman Elshinta, Kamis (16/01/2020).

Selain itu wisata kreatif perlu ditampilkan, hal ini sejalan dengan perkembangan zaman saat ini, masyarakat tentunya dituntut untuk berfikir dalam kerangka digital.

“Artinya jangan hanya berfikir untuk mengembangkan UMKM saja, masyarakat juga harus dapat mengembangkan usaha mereka melalui e-commerce. Supaya e-commerce itu lancar, perlu adanya edukasi terkait pembayaran non tunai. Dan kami sudah mensosialisasikan itu, pembayar tunai dan non tunai itu sama saja, malah penggunaan non tunai itu lebih mudah,” kata Herawanto yang sebentar lagi akan pindah tugas di BI perwakilan Jawa Barat.

Selain itu, promosi wisata Kalsel harus dilakukan secara kreatif dengan memanfaatkan teknologi digital. Mengingat generasi milenial tak lepas dengan digital. Mereka mencari informasi tentang pariwisata melalui media digital. “Nah ini yang perlu dimanfaatkan oleh Pempro Kalsel,” sarannya. (*)

“Gastronomy Tourism” Unggulan Thailand

this formate
@atf

BRUNEI Darussalam, bisniswisaya.co.id: NEGERI ini memang identik dengan kekayaan produk pertanian dan olahan dapurnya. Sejalan dengan rencana induk pengembangan pariwisata gastronomi ASEAN, Thailand dengan mantap menjadikan wisata gastronomi sebagi unggulan produk wisata pada gelar ASEAN Tourism Forum (ATF 2020 di Bandar Sri Bagawan, Brunei Darussalam.

Klissada Ratanapruk, Tourism Authority of Thailand (TAT) Executive Director for ASEAN, South Asia and the South Pacific Region kepada media menjelaskan bahwa ASEAN Gastronomy Tourism Master Plan adalah salah satu  implementasi konkret dari Deklarasi Bersama tentang Pariwisata Gastronomi yang dikeluarkan Menteri Pariwisata ASEAN pada ATF 2018 di Chiang Mai, Thailand.

Dirancang untuk memberikan dorongan pada daya tarik gabungan kelezatan kuliner yang luar biasa dari semua 10 negara ASEAN. Pembentukan jejaring kerjasama ahli gastronomi dengan kekhasan masing- masing, mengembangkan dan menciptakan kompetisi dan menciptakan ikon gastronomi bagi kota- kota se ASEAN serta menciptakan keunggulan ASEAN yang mengglobal dibidang gastronomi, disamping memperluas lapangan kerja.

Perekonomian Thailand, papar  Kilssada lebih lanjut,  berputar di sekitar pertanian selama berabad-abad, jauh sebelum pariwisata berkembang. Gastronomi menjadi jembatan penghubung antara pertanian dan kepariwisataan. Gastronomi Thailand yang kaya rempah, herbal sangat dekat dengan kesehatan sehingga berkembang pariwisata kesehatan.

Selain memperkenalkan wisata gastronomi, Klissada Ratanapruk juga memaparkan eksistensi kepariwisata Thailand. Ditahun 2019, Thailand membukukan 39 juta kedatangan, 10 juta diantaranya adalah wisatawan dari negara- negara ASEAN. Tahun 2020, TAT menetapkan target pertumbuhan kedatangan 2,5 persen.

“Empat persen khususnya dari pasar ASEAN dan Brunei, salah satu pasar jarak pendek Thailand. Tujuh puluh persen dari pengunjung Brunei repeater guest. Mereka penikmat makanan Thailand, pijat dan spa, mengunjungi komunitas lokal dan senang tempat-tempat bersejarah,” ungkapnya.

60 Tahun TAT


Tahun 2020 menjadi tahun istimewa bagi Thailand, pasalnya bertepatan dengan peringatan keenam puluh pendirian Tourism Authority of Thailand  TAT (tahun 1960). TAT menggunakan tonggak bersejarah industri pariwisata negara ini sebagai kesempatan mengkaji ulang perjalanan industry jasa plesir tersebut bagi perekonomian Thailand. TAT melihat sudah waktunya Thailand mereposisi diri dan mengembangkan jangkauan layanannya sejalan dengan konsep the “New Shades of Responsible Tourism”. Pentingnya kepariwisataan yang bertanggungjawab dan menjadi tuan rumah yang baik sehingga mampu menjawab langkah selanjutnya yaitu mencapai pariwisata Thailand yang berkelanjutan.

Keberkelanjutan berarti menggunakan pariwisata sebagai alat untuk mengurangi ketidaksetaraan dan kesenjangan, dalam konteks meningkatkan pendapatan dari pariwisata. Namun, lebih penting untuk bertanggung jawab secara sosial dan fokus pada peningkatan pendapatan. Keberlanjutan itu sendiri adalah proses sangat sensitif dan harus memasukkan konteks sosial serta kerapuhan lingkungan. Fokus utama pada kualitas layanan, produk dan menarik klien yang berkualitas. Berwisata ke Thailand untuk menikmati alam, budaya, masakan, dan semua aspek indah dari apa yang disebut Thainess.
Selain itu, untuk merayakan 60 tahun industri pariwisata Thailand, TAT meluncurkan kampanye Mega Fam Trip dari 60 negara untuk memahami potensi Thailand lebih dalam. Bekerjasama dengan Thai Airways International diselenggarakan serangkaian promosi pariwisata untuk memperkuat posisi negara sebagai pilihan utama. TAT dan Thai Airways mempromosikan acara; seperti, Amazing Thailand Marathon Bangkok, Upacara Wai Kru Muay Thai Dunia, Great Mekong Bike Ride, serta acara internasional; Honda LPGA Thailand dan PTT Thailand Grand Prix.
“Percaya, musik adalah bahasa universal, menghubungkan semua orang dari seluruh dunia, lagu Open to the Shades segera diputar di penerbangan THAI atas izin musisi popular Thailand Koh Mr. Saxman dan band The Sound of Siam. Mendekatkan dunia pada Thailand,” ungkap Klissada  Ratanapruk. Semoga. *

MENPANRB: Gaung Hari Pers Nasional Jangan Hanya di Jakarta dan Kalsel Saja

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ( PANRB )Tjahjo Kumolo mendukung Hari Pers Nasional ( HPN) 2020 dan berharap seluruh daerah untuk turut terlibat meramaikan HPN 2020 sebagai bentuk semaraknya demokrasi di Indonesia.

“Kami menghimbau seluruh daerah seluruh pemangku kepentingan agar mengorganisir warganya turut meramaikan Hari Pers Nasional yang berlangsung 7 sampai 9 Februari di Kalimantan Selatan,Gaungnya jangan hanya ramai di Jakarta atau di Kalsel saja,” ujar Tjahyo Kumolo di kantornya, hari ini, saat menerima Pengurus PWI Pusat.

Menteri PANRB dalam pertemuan ini di dampingi Staf Ahli bidang Pemerintahan & Otonomi Daerah Kementerian PANRB Jufri Rahman, Staf Ahli bidang Budaya Kerja Kementerian PANRB Teguh Widjinarko,serta Elfansuri Kepala Bagian Komunikasi Publik dan Pelayanan Informasi Kementerian PANRB.

Ketua Umum PWI Pusat Atal Depari mengatakan selain meminta kehadiran pak Menteri PANRB, Atal juga berharap ada kegiatan yang bisa digarap bersama terkait pelayanan inovasi kepada publik di momentum kru bersama PWI Pusat.

Tjahyo Kumolo bersama Pengurus PWI Pusat dan Panitia HPN 2020 di ruang kerjanya.

” Kegiatan tersebut kami usulkan karena ini juga untuk mengembangkan prinsip good governance di dalam pelayanan publik serta untuk meningkatkan inovasi dan kreatifitas dalam pemerintahan baik Provinsi Kalimantan Selatan atau Indonesia pada umumnya.” ujar Atal S Depari.

Menteri PANRB sangat mengapresiasi kedatangan tim HPN dan usulanya langsung disetujui bahkan di HPN Nanti akan digelar Forum Inovasi pelayanan publik dan ini nanti akan dihadiri oleh SKPD se Kalimantan Selatan.

” Forum ini juga tujuannya sangat baik agar program tersebut selaras juga dengan visi Presiden RI, agar seluruh pihak di tempat bekerja mampu mengembangkan keterampilan yang dapat mempermudah dalam melakukan setiap pekerjaannya. ” jelas Tjahjo.

Dalam pertemuan ini Ketua Umum Atal S Depari yang juga penanggung Jawab HPN 2020 di dampingi Sekjen PWI Pusat Mirza Zulhadi,Ketua Panitia HPN Auri Jaya, Wakil Ketua Bidang Luar Negeri PWI Pusat Abdul Aziz,Wasekjen PWI Pusat Suprapto, Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat Nurjaman Mochtar,Adhy Trisnanto Bidang Pameran HPN,Humas HPN Mercys Charles Loho dan Luthfi Harisma.

 

Penataan Wisata Sungai Serayu Digerojok APBN Rp 12 Miliar

this formate

BANYUMAS, bisniswisata.co.id: Wisata sungai Serayu Banyumas Jawa Tengah (Jateng), akan ditata. Penataan ini diharapkan menjadi lebih bagus, sekaligus menjadi destinasi wisata andalan baru bagi Banyumas.

“Kami bersyukur, tahun ini kita mendapat bantuan anggaran APBN untuk pengembangan wisata Serayu senilai Rp 12 miliar,” papar Bupati Banyumas Achmad Husein, Rabu (15/1/2020).

Dana bantuan itu, lanjut dia, untuk membangun empat dermaga perahu wisata di sepanjang Sungai Serayu. Lokasi dermaga tersebar di beberapa lokasi, mulai dari lokasi Bendung Gerak Serayu di Desa Tambaknegara Kecamatan Rawalo, hingga Desa Kaliori Kecamatan Kalibagor.

Selain di luar dermaga, sebagian dana digunakan untuk membangun satu river pass, pengadaan perahu wisata, dan perahu patroli. “Konsepnya, kita ingin membangun wisata sungai seperti yang ada di Bangkok,” lontarnya.

Dengan pengembangan wisata Sungai Serayu, kunjungan wisatawan grafiknya semakin naik. Bahkan masyarakat nantinya bisa berwisata dengan perahu menyusuri Serayu, hingga sejauh 10 km. “Bahkan dari atas perahu, wisatawan bisa berswafoto atau bahkan santap malam di atas perahu, menarik bukan?,” katanya.

Untuk membangun dermaga, Husein menyatakan, pihaknya akan melakukan pembebasan tanah milik warga. Namun dia menyatakan, pembebasan akan dilakukan bertahap selama dua tahun.

“Soal perizinan, semuanya sudah selesai. Termasuk Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak yang mempunyai kewenangan atas Sungai Serayu, juga sudah memberi izin,” katanya seperti dilansir laman Republika.

Ketua Paguyuban Masyarakat Serayu Eddy Wahono, menyambut baik adanya rencana pengembangan Serayu menjadi destinasi wisata andalan Kabupaten Banyumas. ”Dana Rp 12 miliar itu, saya kira sudah sangat mencukupi untuk membangun fasilitas dasar destinasi wisata Serayu,” jelasnya.

Sedangkan untuk pengembangannya, Eddy berharap agar pemerintah daerah lebih banyak melibatkan masyarakat sekitar Serayu. “Tidak lantas hanya dikelola oleh badan usaha atau pihak tertentu, sehingga masyarakat tidak ikut merasakan manfaat,” jelasnya.

Sejalan dengan pengembangan destinasi wisata di Sungai Serayu, Eddy juga meminta agar Pemkab membuat regulasi yang mengatur aktivitas penambangan di sepanjang jalur wisata sungai.

Dia menyebutkan, di sepanjang jalur sungai Serayu antara Bendung Gerak Serayu di Desa Tambaknegara hingga Desa Kaliori, sangat banyak aktivitas penambangan pasir rakyat. Ada yang menggunakan perahu, namun ada juga yang menggunakan mesin sedot.

Untuk itu, dia berharap Pemkab membuat semacam zonasi di lokasi mana saja aktivitas penambangan bisa dilakukan, dan di jalur sungai mana yang menjadi lokasi pengembangan wisata. “Zonasi ini, sebaiknya tertuang dalam Perda Tata Ruang sehingga kekuatan hukum yang pasti,” jelasnya.

Dengan adanya aturan zonasi seperti ini, aktivitas wisata bisa berkembang lebih baik, tanpa terganggu dengan aktivitas penambangan yang dilakukan warga. (*)

Food Fest Minangkabau Pengobat Rindu Kuliner Minang

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kuliner Minang memang tersebar dimana-mana. Bahkan sudah merambah mancanegara. meski sudah mendunia, namun tak pernah berhenti untuk gencar melakukan promosi dan pameran. Kini digelar kembali Food Festival Minangkabau 2020. Event tahunan ini, tahun 2020 diadakan di Tunnel Park Thamrin City Jakarta Pusat, pada 30 Januari hingga 2 Februari 2020.

“Festival ini digelar di Jakarta sebagai pengobat rindu bagi warga Sumatera Barat (Sumbar), juga dipersembahkan bagi
pencita kuliner Minang. Jadi nggak perlu menikmati masakan aslinya ke Sumbar, namun cukup di festival ini semua tersaji sesuai taste dan kenikmatannya,” papar Ketua Panitia Food Fest Minangkabau 2020, Septiani Dwi Ningsih kepada Bisniswisata.co.id di Jakarta, Rabu (15/01/2020).

Septiani didampingi Marketingnya Ari melanjutkan tujuan festival ini selain mengenalkan lebih mendalam terhadap kuliner Minang, juga seni budaya Minang baik lewat tarian maupun lagu-lagu Minang yang memiliki ciri khas tersendiri. Juga dihadiri penyanyi top ibukota, ratu si kumbang. Dengan langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumbar.

“Pariwisata Sumbar juga bagus-bagus lho. Pemandanganya indah, pantainya luar biasa, wisata peninggalan sejarah juga masih terpelihara dengan bagus bahkan wisata kuliner juga keren-keren,” papar Septiani.

Dalam festival ini, sambung dia, beberapa kuliner khas akan disuguhkan bukan hanya rendang, Sate Padang dan Soto Padang, namun juga ada martabak, Kubang Hayuda, Lamang Tapai, bubur kampiun, karupuak, Bika, juga kuliner minuman ada teh telur, es cendol durian, es tebak dan masih banyak lagi. Paling diincar adalah nasi kapau khas Bukittinggi.

“Sebenarnya nasi kapau itu sejatinya berbeda. Paling terlihat adalah menu dan cara menghidangkannya yang berbeda dengan nasi padang. Menu di nasi kapau seperti dendeng basah, gulai tambusu, gulai tunjang, dan bebek sambal hijau. Coba deh cicipi, nanti pasti ketagihan,” sambungnya.

Dan untuk hiburannya dari tarian khas Bukittinggi dan artis Minang, yang akan membawakan lagu dari Minang. Ada Rabab
Saluang, Randai, Silek serta Tarian Tambua Tansa

Festival ini juga Penampilan Top Penyanyi Minang seperti Ratu Sikumbang, Lepai Upiak, Isil, Daniel Mastro,Nabila Moure, Alfina Branner, Alkawi, Misra Molai, Olivia Tanjung, Leni Fasla, Anto Barau, Widya Djambak, Ayu AMANDA, MAK PONO, Piak Unyuik, Irene Intan, Dinda Rozi, Dewi Bunga dan Novi Barat.

Food Festival Minangkabau yang diselenggarakan PT Arthatama cipta Kreasindo menggandeng Thamrin City terbuka untuk umum alias gratis dan rencananya akan dibuka Gubernur DKI Jakarta, Walikota Jakarta Pusat serta pejabat dari Sumatera Barat. (end)