Alipay+ Diterima di Supermarket, Minimarket, dan Pusat Jajanan Milik FairPrice Group

this formate

Staf di 30 gerai Cheers telah dilatih bahasa Mandarin dasar untuk menyampaikan salam dan frasa penting kepada wisatawan Tiongkok.

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Pengguna Alipay+ kini dapat menggunakan platform pembayaran seluler untuk bertransaksi di lebih dari 500 gerai yang merupakan bagian dari Fairprice Group (FPG) – termasuk supermarket, minimarket seperti Cheers, dan pusat jajanan seperti Kopitiam dan Foodfare.

Dilansir dari straitstimes.com, langkah ini merupakan bagian dari kemitraan strategis antara FPG dan Ant International, yang memiliki platform pemasaran dan pembayaran seluler lintas batas, Alipay+.

Peluncuran Aplikasi Cheers Mini di Alipay juga merupakan bagian dari kemitraan ini. Aplikasi ini berfungsi sebagai “petugas virtual” bagi wisatawan Tiongkok di Singapura dan dirancang untuk memandu mereka selama kunjungan, menurut siaran pers bersama FPG dan Ant International.

Melalui aplikasi ini, wisatawan dapat mengandalkan rekomendasi produk dan membuat daftar belanja sebelum tiba di Singapura. Setelah tiba, menyelesaikan tugas dalam aplikasi akan memberi mereka voucher sebotol air kelapa FairPrice gratis.

Selama menginap, pengguna akan menerima rekomendasi produk berbasis lokasi yang tersedia di gerai Cheers terdekat dan dapat membuka penawaran khusus atau memenangkan hadiah dengan berpartisipasi dalam berbagai tantangan.

Dan sebelum penerbangan pulang, mereka dapat melihat katalog lebih dari 500 produk yang telah dikurasi di aplikasi untuk mendapatkan ide hadiah dan suvenir.
Kemitraan tersebut, kata FPG dan Ant International, bertujuan untuk meningkatkan pengalaman perjalanan dan ritel bagi pengunjung Tiongkok.

Mereka mencatat bahwa Singapura menyambut lebih dari tiga juta pengunjung dari Tiongkok pada tahun 2024. Singapura juga menempati peringkat 10 besar destinasi wisata dunia bagi wisatawan internasional, menurut data Alipay+ pada tahun 2025.

Liburan Golden Week Tiongkok, yang berlangsung dari tanggal 1 hingga 7 Oktober mendatang dapat berkontribusi pada lonjakan jumlah pengunjung Tiongkok. Pada tahun 2024, operator tour lokal dan platform perjalanan mengatakan bahwa permintaan dari wisatawan Tiongkok meningkat dua kali lipat pada minggu tersebut.

CEO grup FPG, Vipul Chawla, mengatakan bahwa kehadiran Alipay yang ada di Singapura dan posisinya sebagai platform yang terkenal di kalangan konsumen Tiongkok memungkinkan FPG untuk “mendefinisikan ulang ritel” bagi wisatawan Tiongkok.

Dia menambahkan sebagai peritel terbesar di Singapura FPG sangat berkomitmen untuk menjadikan setiap hari lebih baik bagi mereka yang dilayani.

Alipay+ menghubungkan 18 dompet elektronik dan aplikasi perbankan internasional – yang mewakili wisatawan dari 12 negara dan wilayah – ke pedagang di seluruh Singapura, termasuk FPG. Beberapa tempat yang didukung oleh Alipay+ antara lain Mongolia, Makau, Korea Selatan, dan Italia.

CEO Ant International, Peng Yang, mengatakan: “Alat digitalisasi Alipay+ yang didukung AI akan membantu mitra kami mendapatkan dan melibatkan konsumen dengan cara yang lebih kaya, lebih imajinatif, dan lebih aman.”

“Kami menantikan perjalanan yang panjang dan menarik bersama mitra seperti FPG untuk membuka lebih banyak peluang pertumbuhan lokal dan regional.”

Ke-30 gerai tersebut, yang berada di dekat tempat wisata utama Singapura, telah dilengkapi dengan perlengkapan perjalanan dan rak suvenir khusus yang menampilkan produk-produk favorit lokal seperti pasta kepiting cabai, kulit ikan telur asin, dan permen durian.

Temui Penerima Hibah Futures in Motion Jepang, Chance For All, Knocku & Yamato Sylphid Sports Club

this formate

Anak dan remaja di Jepang dibukakan akses bagi kaum muda yang biasanya terpinggirkan dari olahraga dan aktivitas fisik ( foto: beyondsport.org)

LONDON, bisniswisata.co.id: Menyusul pengumuman penerima hibah Australia kami bulan lalu, Beyond Sport dan New Balance Foundation dengan bangga mengumumkan penerima hibah terbaru dari program pengembangan pemuda positif Futures in Motion kami.

Dilansir dari beyondsport.org, selama tiga tahun ke depan, organisasi komunitas Jepang, Chance For All, Knocku, dan Yamato Sylphid Sports Club (Yamato Sylphid), akan menerima pendanaan dan dukungan pengembangan kapasitas untuk meningkatkan program-program yang memajukan kesejahteraan, pendidikan, inklusi, dan jalur karier pemuda, serta keberlanjutan organisasi mereka sendiri.

Di Jepang, hampir 60% remaja berusia 10-19 tahun dan 55% anak perempuan berolahraga kurang dari sekali seminggu. Bagi kaum muda penyandang disabilitas, lebih dari sepertiganya tidak berolahraga sama sekali dalam beberapa tahun terakhir.

Futures in Motion diluncurkan pada April 2025 untuk mendukung organisasi yang memperluas peluang dan akses bagi kaum muda yang biasanya terpinggirkan dari olahraga dan aktivitas fisik.Serta manfaat pengembangan pribadi dan kesejahteraan yang menyertainya.

Pengucilan ini seringkali memperburuk tantangan kesehatan dan ketidakadilan sosial, yang di Jepang khususnya berdampak pada anak perempuan dan perempuan muda, penyandang disabilitas, remaja LGBTQI+, mereka yang tinggal di daerah terpencil, dan remaja yang terhambat oleh sistem olahraga sekolah yang sangat kompetitif di negara ini.

“Beyond Sport sangat senang dapat memperdalam keterlibatan kami di Asia, sekaligus mempelajari lebih lanjut tentang kebutuhan lokal dan cara terbaik untuk memenuhinya.”kata Fred Fikouhi-Turner, Direktur Eksekutif Beyond Sport.

Chance for All, Knocku, dan Yamato Sylphid melakukan pekerjaan olahraga untuk pembangunan yang patut dicontoh di Jepang, dan kami bangga mendukung upaya mereka, tambahnya.

“Dampak positif yang dapat diberikan oleh olahraga dan aktivitas fisik di masyarakat, khususnya terhadap pengembangan kaum muda, sangat besar dan kami berharap dapat memberikan dampak positif.” kata Fred Fikouhi-Turner

Ketiga organisasi ini mempromosikan masa depan yang cerah sekaligus memberdayakan kaum muda untuk berperan aktif dalam pertumbuhan mereka sendiri. Melalui intervensi yang terarah, mereka mendukung kaum muda di lingkungan belajar non-tradisional, klub olahraga non-kompetitif, dan lintas identitas.

“Olahraga merupakan katalisator yang kuat bagi pertumbuhan pribadi dan ketahanan komunitas,” ujar Megan Bloch, Direktur Filantropi Global, New Balance Foundation.

Menurut dia, melalui Futures in Motion, dia bangga dapat memperluas jangkauan global ke Jepang dan mendukung Chance for All, Knocku, dan Yamato Sylphid – organisasi yang memajukan olahraga inklusif dan memberdayakan kaum muda.

“Investasi ini mencerminkan komitmen kami untuk membangun dunia yang lebih sehat dan lebih adil bagi kaum muda di mana pun.” tegasnya

Dr Handrawan Nadesul: Piknik Itu Perlu, Bikin Sehat dan Awet Muda

this formate

TANGSEL, bisniswisata.co.id: Berawal dari obrolan santai antara Anton Thedy, pemilik TX Travel dan Dr Handrawan Nedesul saat berwisata ke Shangri-La di provinsi Yunnan, China, akhirnya ide Anton agar penulis yang juga seorang dokter ini menuliskan manfaat berwisata bagi kesehatan terwujud.

“ Seminggu kemudian setelah pulang tour pak dokter sudah menuliskan bab per bab. Soalnya Shangri-La yang kerab dijuluki “Tanah Surga di Bumi” karena pemandangan indah dan spiritualitasnya,” kata Anton.
Berada di Prefektur Otonom Tibet Diqing, Yunnan, Tiongkok barat laut, di pegunungan Himalaya. Ketinggian rata-rata sekitar 3.200 mdpl bahkan beberapa area pegunungan bisa mencapai lebih dari 5.000 mdpl.

Di Shangri-La, udara tipis karena oksigen lebih rendah, jadi wisatawan sering butuh adaptasi terhadap altitude sicknes. Namun tinggal di sini bisa awet muda. Wisatawan juga tertarik antara lain dengan Songzanlin Monastery (Ganden Sumtseling) – Biara Buddha Tibet terbesar di Yunnan, mirip dengan Potala Palace di Lhasa. Old Town Shangri-La (Dukezong Ancient Town) – Kota kuno Tibet dengan jalan berbatu, rumah kayu tradisional, dan stupa emas.

Destinasi yang daerahnya termasuk iklim dataran tinggi (plateau climate), suhu rata-rata tahunan sekitar 5°C – 12°C, musim panas (Juni–Agustus) sejuk, jarang lebih dari 20°C dan musim dinginnya ekstrim (November–Maret) sangat dingin, bisa turun hingga -10°C.

Memikirkan peserta tournya 70% adalah warga senior, harus beradaptasi dengan menipisnya oksigen, menghadapi Altitude sicknes atau penyakit ketinggian, Anton langsung menantang dokter yang akrab dipanggil Dr Hans membuat buku dan jadilah sebuah buku 325 halaman dengan judul “Piknik itu Perlu” Bikin Sehat dan Awet Muda.

Di luncurkan tepat pada Hari Pariwisata se Dunia, 27 September 2025 di area Indonesia Hospital Expo ke 37 Tahun, di ICE, BSD. Penerbit KOMPAS, meluncurkan buku Best Seller Dr Handrawan Nadesul itu di area foyer hall 3.

“Manfaat piknik banyak, dampaknya bukan saja jiwa dan raga serta pikiran jadi fresh tapi juga spiritualitas meningkat. Kita kan hidup harus seimbang antara body, soul & mind. Nah berwisata itulah cara menyeimbangkan semuanya termasuk spiritualitas kita”, kata Dr Handrawan Napdesul, penulis best seller buku-buku kesehatan.

“Wisata bikin kita happy. Kita mengenal empat hormon kebahagiaan, dopamine, oxytocin, serotonin, dan endorfin. Keempatnya meningkat dengan berwisata,” ungkap Dr Hans

Menurut dia buku ini ditulis intinya bagaimana di mata medis masih tetap sehat selama berwisata. Bahwa dengan persiapan yang matang dan paripurna, setelah melakukan wisata lalu menjadi lebih sehat, itulah juga bonus.

Bonus yang diberikan berwisata memang memberikan banyak dampak terhadap hidup, dan kehidupan kita. Dengan berwisata kita merasa lebih sejahtera, secara fisik menjadi lebih bugar, mendapat banyak pengalaman indah, memberi kepuasan batin, menumbuhkan emosi positif ketika menemukan pengalaman baru selama di perjalanan.

Berwisata, pergi tamasya, bikin kita sehat. merasa damai, penuh sukacita kita bangkit,
hati yang gembira tumbuh, perasaan
Begitu luas, dan hidup terasa damai.
Tidak banyak cara selain pergi berpelesir, melancong, piknik, melanglang ke mana- mana tempat, sembari menyeberangi samudra, melintas benua, menyinggahi danau dan teluk, memandang gunung dan perbukitan, mencari angin dan aroma bunga.

Bugar bukan saja badan, melainkan juga jiwa, sosial atau spiritual. Dengan cara itu, kita dapat memperoleh hidup yang bugar total. Percayalah, wisata betul dapat menyehatkan. Sejak dulu, wisata menjadi cita-cita setiap orang. Lebih sering sebagai impian ketika umur, setelah hari-hari tidak lagi untuk kerja, sejak muda sudah menyiapkan hidup nantinya untuk dinikmati.

Barangkali benar, inilah waktunya, kita memberikan kepada hidup seberapa hidup sudah berikan kepada kita. Ketika hidup kehilangan makna, wisata menemukannya. Manakala hidup serasa hampa, wisata bikin kita tertawa. Berwisata membuat semua yang kita lihat terasa sumringah, yang kita dengar terasa merdu, yang kita alami terasa nyaman.

Namun, dengan satu catatan. Untuk selalu nyaman berwisata, sebelum pergi kita perlu sehat dulu. Sekadar sakit gigi saja pun selagi wisata, sudah mengurangi rasa nyaman kita bertamasya, apalagi kalau sakit berat. Itu sebab, perlu servis dulu kesehatan mesin tubuh kita.

Baru setelah kesehatan sudah beres, dan siap hidup berdampingan secara damai dengan apabila sudah mengidap suatu penyakit, artinya kita siap untuk berangkat. Dengan begitu tidak bermasalah dengan tubuh yang kita bawa selama di perjalanan.

Ini semua dilakukan, juga supaya penyakit lama kita tidak sampai kambuh, tidak perlu terjadi komplikasi, atau kalau sampai memunculkan keadaan darurat medis di perjalanan.

Buku ini juga ditulis untuk mengingatkan perlunya kesiapsiagaan selama perjalanan terkait penyakit yang mungkin saja muncul di perjalanan, atau kemungkinan jatuh sakit, apa yang perlu dilakukan menghadapi kondisi darurat medis. Sekali lagi, tujuannya supaya wisata kita masih tetap menyenangkan, terasa tetap indah dan menawan hati.

Pendek kata, buku ini menyiapkan bekal bagi siapa pun turis, pelancong, traveler, terbebas dari ancaman jatuh sakit, dan penyakit yang sudah diidap, berikut cara penanggulangan, bekal obat-obatan, serta apa yang dapat dilakukan sendiri jika terjadi kedaruratan medis. Sekali lagi, kesemua itu dilakukan supaya wisata membuat kita happy.

Mengenai judulnya yang singkat yaitu “Piknik itu Perlu,” maka Dr Hans mengatakan maksudnya bukan piknik sehari bersama komunitas atau cuma seharian keliling mall bersama teman seharian. Piknik yang dia maksud adalah berwisata bersama selama beberapa hari dengan teman-teman baru.

Pergi bersama dengan grup tour atau komunitas ada tertawa di sana, ada perasaan diterima, dihargai, diperhatikan, disayangi, selain ada perasaan bisa memberi, kesempatan membantu, dan rasa guyub.

Ketika bertemu dengan banyak kenalan baru dalam tour, memberi kesempatan saling berbagi, bertukar pengalaman, dan bersukacita bersama. Jadi mengejar kebahagian (happiness) sekarang menjadi impian baru, di mana-mana orang di dunia.

Orang mencari kegiatan healing manakala hidup dirasakan kurang seimbang, hidup yang banyak direcoki oleh ego urusan duniawi saja, dan sadar ingin mencari hidup yang tenang-damai-sehat-sentosa. Maka orang lalu mencari dan menemukannya lewat yoga, Qgong, meditasi, dan sejenisnya. Orang mulai berpikir tentang bagaimana sebagai upaya untuk menyehatkan jiwa, mencerdaskan jiwa, untuk membugarkan spiritualitas.

Di bab terakhir, memang penulis ungkapkan pentingnya kesehatan spiritual seperti mengaktifkan gelombang otak alpha, bahagia setiap saat dan melakukan Happiness Healing Therapy .  Di sesi peluncuran buku, Dokter Handrawan Nadesul balik menantang Anton Thedy mampukah menjadi travel agent yang bisa  menyiapkan Kotak Obat P3K /First Aid Kit, Obat-obatan Darurat Medis,Vaksinasi hingga suplemen sehingga menjadi leading dalam menawarkan paket wisata yang komplit.

 

Malaysia Mendukung Rencana Asosiasi Halal di Kamboja

this formate

Datuk Dr. Sirajuddin Suhaimee (kiri), Direktur Jenderal Departemen Pengembangan Islam Malaysia (JAKIM) bersama para pejabat lainnya di Global Halal Summit, MITEC, Kuala Lumpur, pekan lalu. (foto: KT/Sum Manet)

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id; Otoritas halal Malaysia telah menguraikan rencana untuk mendukung pendirian asosiasi halal khusus di Kamboja, menyatakan bahwa langkah tersebut dapat secara signifikan meningkatkan perdagangan bilateral, memperkuat sektor makanan dan non – makanan Kamboja membuka pintu baru bagi pariwisata ramah Muslim di negara itu.

Dilansir dari www.khmertimeskh.com, pengumuman ini disampaikan dalam konferensi pers di Global Halal Summit, yang diadakan di Malaysia International Trade and Exhibition Centre (MITEC) pada 19 September di Kuala Lumpur, Malaysia.
Para pejabat senior Malaysia dari Department of Islamic Development Malaysia (JAKIM), Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE), dan Islamic Tourism Centre (ITC) menekankan bahwa Kamboja memiliki posisi yang baik untuk memasuki ekonomi halal global yang berkembang pesat.

Datuk Dr. Sirajuddin Suhaimee, Direktur Jenderal JAKIM, mengatakan pengalaman Malaysia dalam membangun salah satu sistem sertifikasi halal yang paling diakui di dunia dapat memandu Kamboja saat berupaya meresmikan kerangka kerja halalnya sendiri.

“Kami telah melakukan beberapa program pelatihan di Kamboja. Langkah selanjutnya adalah memiliki seseorang yang benar-benar berkualitas untuk mendirikan badan asosiasi di Kamboja,” katanya.

“Kami telah berdiskusi secara ekstensif dengan rekan-rekan kami di Kamboja, dan kami yakin Kamboja memiliki potensi kuat untuk mengembangkan industri halalnya seiring dengan zona produksi bersertifikat halal.”

Sirajuddin menambahkan bahwa perwakilan Kamboja telah berpartisipasi aktif dalam Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) dan Malaysia’s CB Convention tahun ini, yang menggarisbawahi minat yang meningkat terhadap standar dan praktik halal di negara tersebut.

“Kami yakin banyak produk Kamboja dapat diekspor secara global setelah bersertifikat halal, sementara pada saat yang sama, lebih banyak produk dari Malaysia sudah memasuki pasar Kamboja,” catatnya.

Abu Bakar Yusof, Wakil CEO MATRADE, menekankan peningkatan kehadiran Kamboja dalam acara perdagangan halal andalan Malaysia. “Tahun ini, 16 perusahaan Kamboja berpartisipasi dalam MIHAS, mencerminkan minat yang meningkat terhadap ekosistem halal. Malaysia menawarkan peluang di 40 kluster produk — tidak hanya makanan, tetapi juga farmasi, kosmetik, perawatan pribadi, keuangan Islam, transportasi, dan bahkan utilitas,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa Hosted Buyers Programme Malaysia, yang diperkenalkan di MIHAS tahun lalu, dirancang untuk menghubungkan peserta internasional secara langsung dengan bisnis lokal.

“Tahun ini saja, kami telah mengatur 300 sesi business matchmaking dengan peserta pameran asing selama empat hari di MIHAS. Malaysia siap bertindak sebagai pusat perdagangan halal dan kami menyambut perusahaan Kamboja untuk mengeksplorasi potensi ini,” katanya.

Anis Rozalina Ramli, Manajer Senior Divisi Komunikasi Perusahaan di Islamic Tourism Centre, mengatakan pariwisata ramah Muslim menyajikan area kolaborasi menjanjikan lainnya.

“Di ITC, kami dapat menawarkan program pelatihan dan pengakuan seperti Muslim-Friendly Tourism and Hospitality Assurance Recognition kami, yang telah banyak diadopsi di Malaysia di lebih dari 300 agen perjalanan, hotel, dan pemandu wisata,” katanya.

“Kami berharap dapat mengeksplorasi bagaimana ini dapat diadaptasi untuk Kamboja bekerja sama dengan instansi terkait.” kata Anis Rozalina Ramli.

Secara keseluruhan, hal ini mencerminkan bahwa pembentukan asosiasi halal di Kamboja akan menyediakan kerangka regulasi yang jelas untuk sertifikasi halal, memungkinkan produsen Kamboja untuk mendapatkan akses yang lebih baik ke pasar mayoritas Muslim dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

Asosiasi ini juga dapat berfungsi sebagai platform untuk pelatihan, kesadaran, dan business matchmaking antara perusahaan Kamboja dan pembeli internasional.
Selain itu, pariwisata ramah Muslim,

dikombinasikan dengan sistem sertifikasi halal yang diformalkan, dapat memposisikan Kamboja sebagai tujuan yang menarik bagi wisatawan Muslim dari Malaysia, Indonesia, Timur Tengah, dan sekitarnya. Ini akan berkontribusi tidak hanya pada sektor makanan dan perhotelan Kamboja, tetapi juga pada layanan transportasi, ritel, dan keuangan Islam.

Dengan permintaan global untuk barang dan jasa halal yang diperkirakan akan terus tumbuh kuat, para pejabat mengatakan asosiasi halal Kamboja yang direncanakan dapat menandai titik balik bagi partisipasi negara itu dalam ekonomi halal internasional, menciptakan lapangan kerja, mendiversifikasi ekspor, dan memperkuat perannya sebagai pusat perdagangan regional.

Perdagangan bilateral antara Kamboja dan Malaysia mencapai $690 juta dalam delapan bulan pertama tahun 2025 (Januari–Agustus), mencerminkan peningkatan 14,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut angka dari General Department of Customs and Excise (GDCE).

Ekspor Kamboja ke Malaysia mencatat kenaikan tahun-ke-tahun yang moderat sebesar 1,5% menjadi $88,33 juta, sementara impor dari Malaysia melonjak 16,7% menjadi $601,68 juta pada periode yang sama.

Baku akan Menjadi Tuan Rumah Forum Bisnis Halal Azerbaijan ke-2

this formate

BAKU, bisniswisata.co.id: Baku akan menjadi tuan rumah acara bergengsi lainnya, yaitu Azerbaijan Halal Business (AZHAB) Forum, berlangsung pada tanggal 7-8 Oktober 2925, demikian dilaporkan oleh Report.

Tahun ini, forum akan diselenggarakan untuk kedua kalinya dengan dukungan dari Kementerian Ekonomi Republik Azerbaijan dan diselenggarakan oleh Small and Medium Business Development Agency (KOBIA) Republik Azerbaijan.

Tema yang diangkat adalah “Industri Halal sebagai Sumber Ketahanan di Dunia yang Berubah Cepat”. Dilansir dari https://report.az/, Forum yang berlangsung selama dua hari ini bertujuan untuk berkontribusi dalam membangun kemitraan baru di bidang investasi dan perdagangan, mendorong pertukaran ide dan pengalaman, serta mempromosikan daya tarik investasi asing ke Azerbaijan.

Forum ini akan mempertemukan perwakilan lembaga terkait dari dalam dan luar negeri, para ahli industri, akademisi, pengusaha, dan perwakilan organisasi internasional.
AZHAB Forum 2025 akan terdiri dari dua komponen: konferensi dan pameran.

Dalam kerangka konferensi, sektor-sektor tradisional industri halal, termasuk keuangan dan pariwisata, serta manajemen bisnis halal, transisi hijau, peran perempuan dalam bisnis, dan arah-arah baru lainnya, akan dibahas.

Selain itu, sesi pertama Forum akan didedikasikan untuk upacara peresmian resmi “OIC-SME Network”, yang berfungsi untuk memperkuat kerja sama lembaga-lembaga yang mendukung UKM dalam kerangka Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Di bagian pameran Forum, produk dan layanan yang dihasilkan oleh perusahaan dari Azerbaijan dan luar negeri akan dipamerkan. Pada Forum tahun lalu, hampir 30 perusahaan lokal dan asing yang akan mempresentasikan produk dan layanan mereka dalam pameran.

Pameran tahun ini diharapkan akan diadakan dalam skala yang lebih besar dengan partisipasi lebih banyak negara. Saat ini, pendaftaran untuk perusahaan lokal dan asing untuk mengambil bagian dalam pameran sedang berlangsung.

Acara ini akan memberikan kesempatan kepada perusahaan lokal dan internasional untuk memamerkan produk dan layanan mereka kepada audiens yang luas, menjalin kemitraan baru, menemukan kolaborator khusus sektor, berinteraksi langsung dengan klien potensial, memperluas peluang ekspor, bertukar pengalaman dan teknologi, serta mengenal inovasi, tren, dan standar dalam industri halal.

Dalam kerangka AZHAB Forum 2025, seminar dua hari berjudul “Think Halal: What Every Business Should Know” juga akan diselenggarakan oleh Islamic Chamber Halal Services. Selama seminar, perwakilan bisnis dari berbagai sektor akan menerima informasi tentang model bisnis halal, standar yang ada di lapangan, dan akses produk ke pasar internasional.

Di Expert Corner, peserta akan ditawarkan layanan konsultasi individu tentang sertifikasi halal. Forum tahun ini akan diselenggarakan dalam kemitraan dengan Organization of Islamic Cooperation (OIC), Statistical, Economic and Social Research and Training Centre for Islamic Countries (SESRIC), Standards and Metrology Institute for Islamic Countries (SMIIC), Islamic Chamber Halal Services, dan Caspian Event Organisers LLC, dengan sponsor yang disediakan oleh ATENA LLC.

AZHAB Forum pertama diadakan pada Oktober 2024, dengan total sekitar 350 tamu, termasuk hampir 100 peserta dari berbagai wilayah di dunia, seperti Australia, Amerika Serikat, Eurasia, dan Afrika. AZHAB Forum pertama didukung oleh Dewan Menteri Luar Negeri OKI melalui resolusi yang relevan.

Seluruh Gerai Makanan IKEA Malaysia Kini Bersertifikat Halal dari JAKIM

this formate

Direktur Ritel Ikea Malaysia Malcolm Pruys. – (BERNAMA/ file pix)

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id: – Seluruh restoran, kafe, dan bistro IKEA di seluruh Malaysia kini telah secara resmi mendapatkan sertifikat halal dari Department of Islamic Development Malaysia (JAKIM).

Dilansir dari www.sinardaily.my, dalam sebuah pernyataan hari ini, IKEA Malaysia mengatakan pencapaian ini secara formal mengakui praktik halal yang telah mereka jalankan sejak lama, memperkuat kepercayaan pelanggan terhadap setiap hidangan yang disajikan.

Selama hampir tiga dekade, halal telah menjadi panduan bagi IKEA dalam menyajikan makanan di Malaysia, mulai dari pengadaan bahan-bahan bersertifikat halal, menjaga standar persiapan yang teliti, hingga secara ketat melarang item yang tidak diperbolehkan.

“Sertifikasi ini sekarang secara formal mengakui dan memperkuat praktik-praktik yang telah berjalan lama ini sejalan dengan standar tinggi IKEA untuk kualitas dan keamanan, memberikan keyakinan dan ketenangan pikiran yang lebih besar bagi masyarakat Malaysia,” kata pernyataan tersebut.

Sertifikasi ini didapatkan setelah melalui pemeriksaan ketat dan kerja sama erat dengan JAKIM, yang mencakup ketertelusuran bahan, alur kerja dapur, dan pelatihan staf.

“Pengakuan ini lebih lanjut memperkuat janji IKEA Malaysia untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik tidak hanya melalui perabot rumah tangga, tetapi juga melalui makanan yang mencerminkan nilai-nilai, selera, dan ekspektasi lokal,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Direktur Ritel IKEA Malaysia, Malcolm Pruys, mengatakan bahwa sertifikasi ini mencerminkan penghormatan perusahaan terhadap kepercayaan, budaya, dan komunitas.

“Kecintaan masyarakat Malaysia terhadap makanan kami selalu menginspirasi kami dan itu adalah sesuatu yang kami jaga. Di Malaysia, halal bukan hanya tentang kepatuhan. Ini adalah masalah kepercayaan, penghormatan budaya, dan jaminan spiritual.” ungkapnya.

Menurut dia, mendapatkan sertifikasi ini sebenarnya memperdalam ikatan yang kami miliki dengan masyarakat Malaysia dan menunjukkan bahwa kami menghargai apa yang paling penting bagi mereka,katanya dalam pernyataan yang sama.

Pruys menambahkan bahwa perusahaan selalu mencari cara untuk membuat pengalaman makanan di IKEA lebih inklusif, mudah diakses, dan terjangkau.

“Itu juga termasuk terus memperkenalkan lebih banyak pilihan yang berkelanjutan, mengurangi limbah makanan, dan hanya menyajikan makanan yang tidak hanya lezat tetapi juga lebih baik bagi manusia dan planet,” katanya. – BERNAMA

Industri Halal , Momentum Baru Bagi Kerja Sama Vietnam-Malaysia

this formate

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id : Sektor pariwisata halal Vietnam masih muda, tetapi kemajuannya terlihat jelas. Standar halal nasional telah diperkenalkan, dan Otoritas Sertifikasi Halal Vietnam (HALCERT) kini sedang berupaya untuk mensertifikasi bisnis di seluruh sektor perhotelan dan jasa makanan.

Secara global, pariwisata halal sedang meningkat, dengan wisatawan Muslim menghabiskan lebih dari 260 miliar dolar AS pada tahun 2023 dan proyeksi menunjukkan angka ini akan tumbuh menjadi 350 miliar pada tahun 2030.

Dilansir dari https://english.vov.vn/en,
Vietnam ingin menguasai sebagian pasar ini dengan menggabungkan keunikan budaya dan daya tarik alamnya dengan keramahan yang ramah Muslim.

Tantangan masih ada, seperti terbatasnya jumlah restoran bersertifikat halal, standar yang terfragmentasi, dan kurangnya staf terlatih yang memiliki pengetahuan tentang praktik Islam. Namun, dengan meningkatnya kolaborasi antara instansi pemerintah dan operator swasta, kesenjangan ini secara bertahap diatasi.

Mengapa Indonesia Paling Penting

Indonesia merupakan salah satu pasar wisata outbound terbesar di dunia, dengan jutaan wisatawan memilih destinasi regional setiap tahunnya.

Bagi Vietnam, memperkuat hubungan dengan Indonesia merupakan strategi yang strategis, tidak hanya untuk pariwisata tetapi juga untuk pertukaran ekonomi dan budaya yang lebih luas.

Dengan menonjolkan layanan ramah Muslim di destinasi seperti Da Nang dan Hue, Vietnam memposisikan dirinya sebagai pesaing serius bagi negara-negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia, yang telah lama populer di kalangan wisatawan Muslim.

Daya Tarik Vietnam Tengah Selain Layanan Halal

Fasilitas ramah Muslim merupakan faktor penting, tetapi Vietnam tengah juga menawarkan segudang pengalaman:Warisan Budaya: Kota Kekaisaran Hue dan makam-makam kerajaan, kota kuno Hoi An, dan Suaka My Son.

Keindahan Alam: Hutan lebat Semenanjung Son Tra, kereta gantung di Bukit Ba Na, dan pantai-pantai murni seperti My Khe dan Cú Lá Cham. Kenyamanan Modern: Resor mewah, lapangan golf, dan pusat kebugaran yang melengkapi wisata warisan budaya dan petualangan alam.

Dengan menggabungkan objek wisata ini dengan layanan halal yang mudah diakses, kawasan ini menciptakan model pariwisata yang inklusif sekaligus kompetitif.

Upaya Vietnam Tengah untuk menonjolkan destinasi ramah Muslim di Indonesia menandai titik balik dalam strategi pariwisata kawasan ini. Dengan rencana penerbangan langsung, inisiatif sertifikasi halal, dan kemitraan dengan operator Indonesia, Da Nang dan Hue memposisikan diri sebagai destinasi yang ramah bagi wisatawan Muslim.

Seiring terus berkembangnya pariwisata halal secara global, pendekatan inklusif Vietnam dapat menarik tidak hanya wisatawan Indonesia tetapi juga wisatawan Muslim dari seluruh Asia Tenggara dan Timur Tengah.

Jika momentum ini terus berlanjut, Vietnam Tengah dapat muncul sebagai salah satu destinasi ramah Muslim paling menjanjikan di Asia.

AC Hotels by Marriott Ulaanbaatar Dijadwalkan Buka pada 2027

this formate

Andree Susilo, Wakil Presiden, Pengembangan Hotel, Asia Pasifik, Marriott International bersama para tamu dari Kedubes Jepang, Perancis, Ceko di Mongolia (Foto: oleh Marriott).

Marriott International Memulai Debut di Mongolia dengan Penandatanganan AC Hotels di Ulaanbaatar

ULAANBAATAR, bisniswisata.co.id: Marriott International, Inc. hari ini mengumumkan penandatanganan perjanjian dengan HTL Gateway LLC untuk membuka AC Hotels by Marriott Ulaanbaatar.

Langkah strategis ini menandai kehadiran Marriott di Mongolia, yang menggarisbawahi visi perusahaan untuk secara strategis mengembangkan kehadirannya di seluruh Asia Pasifik.

Diharapkan dibuka pada tahun 2027, AC Hotel by Marriott Ulaanbaatar akan mencerminkan filosofi desain khas merek yang menyelaraskan bentuk dan fungsi, menawarkan desain yang bermakna, ruang fleksibel, dan momen istimewa bagi generasi baru pelancong bisnis dan rekreasi yang cerdas.

Properti ini direncanakan sebagai bagian dari pengembangan multiguna di Distrik Khan Uul yang berkembang pesat di Ulaanbaatar, berlokasi strategis di sepanjang Jalan Buyant-Ukhaa dengan akses mudah ke Kawasan Pusat Bisnis, Alun-Alun Sukhbaatar, dan Bandara Internasional Chinggis Khaan.

Dikelilingi oleh pendorong permintaan utama seperti Buyant Ukhaa Sport Palace, AIC Steppe Arena, dan pusat komersial dan residensial baru Yaar Mag, hotel ini akan berada di posisi yang tepat untuk melayani pelancong bisnis maupun rekreasi.

Hotel ini dijadwalkan akan memiliki 190 kamar dan suite yang dirancang dengan cermat, restoran yang buka sepanjang hari, restoran khusus, AC Store siap saji, serta lounge dan bar.

Rencananya juga akan mencakup berbagai fasilitas termasuk kolam renang dalam ruangan berpemanas, pusat kebugaran, spa, dan ruang khusus seperti Perpustakaan AC.

Untuk pertemuan dan acara, properti ini mengantisipasi adanya fasilitas fleksibel termasuk ballroom junior, ruang serbaguna, dan ruang istirahat.

Mongolia menyambut lebih dari 800.000 pengunjung internasional pada tahun 2024, sebuah rekor tertinggi bagi negara tersebut, menurut laporan terbaru.

Hotel baru ini diharapkan dapat memainkan peran integral dalam membentuk lanskap perhotelan modern Ulaanbaatar, menawarkan desain yang terinspirasi secara global, layanan intuitif, dan pengalaman yang dikurasi dengan cermat bagi para pelancong masa kini

Grup Perhotelan ONYX Sorotu Apartemen Berlayanan Shama, Mendefinisi Ulang Gata Hidup Urban di Asia

this formate

BANGKOK, bisniswisata.co.id: seiring dengan meningkatnya minat para profesional urban terhadap apartemen berlayanan untuk mendapatkan keseimbangan yang lebih baik antara pekerjaan, keluarga, dan gaya hidup, ONYX Hospitality Group menyoroti merek Shama — sebuah koleksi hunian yang berkembang di Thailand, Malaysia, Hong Kong, dan Tiongkok.

Dilansir dari https://hotelandcatering.com, Shama dirancang untuk memenuhi kebutuhan generasi baru penduduk kota masa kini, menawarkan fleksibilitas, kenyamanan, dan komunitas yang mendefinisikan kembali rumah urban modern.

Shama: Gaya Hidup Baru

Shama dirancang untuk para eksekutif, profesional, dan keluarga yang membutuhkan akomodasi jangka pendek maupun jangka panjang. Apartemen ini menawarkan hunian yang luas dengan tata letak fungsional – lengkap dengan dapur dan ruang tamu – serta berbagai fasilitas untuk kehidupan sehari-hari.

Semua ini dilengkapi dengan layanan berstandar hotel untuk memastikan kenyamanan dan kemudahan.
Lebih dari sekadar menyediakan tempat tinggal, Shama menghadirkan kembali pengalaman rumah dengan memadukan kehangatan rumah dengan kenyamanan hotel.

Pendekatan ini selaras dengan penduduk kota modern yang menghargai kualitas hidup dan fleksibilitas di atas kepemilikan properti tradisional. Inilah mengapa Shama berdiri sebagai pelopor Pola Pikir Gaya Hidup Urban Baru, menjadikan gagasan “rumah kedua” menjadi kenyataan bagi para penghuni kota saat ini.

Shama lebih dari sekadar tempat tinggal; ini adalah cara hidup baru. Dengan menawarkan fleksibilitas, kenyamanan, dan kualitas hidup yang lebih baik, Shama mendefinisi ulang rumah modern bagi penduduk kota di seluruh Asia.

Mengapa Apartemen Berlayanan?
Bagi generasi baru, rumah lebih dari sekadar rumah atau kondominium. Ini adalah tentang kualitas hidup, kenyamanan, dan rasa kebersamaan.

Penduduk kota masa kini, terutama para eksekutif dan profesional perkantoran, mencari tempat yang benar-benar meningkatkan kualitas hidup mereka.

Mereka menginginkan lebih dari sekadar tempat tidur untuk bermalam atau alamat pinggiran kota yang permanen; mereka mendambakan ruang yang secara mulus menyeimbangkan pekerjaan, relaksasi, dan kehidupan keluarga.

Bagi para profesional yang sedang meniti karier, rumah yang dekat dengan tempat kerja, dengan sarana transportasi yang nyaman dan layanan yang lengkap, merupakan keuntungan penting.

Hal ini memungkinkan mereka untuk fokus sepenuhnya pada pekerjaan, dengan aman mengetahui bahwa ketika mereka kembali, mereka dapat bersantai dan memulihkan diri baik secara fisik maupun mental tanpa perlu mengkhawatirkan detail sehari-hari.

Bagi orang tua dengan anak-anak yang bersekolah di kota, “rumah” berarti lingkungan yang aman dan mudah diakses dengan layanan dan komunitas yang memastikan kualitas hidup yang tinggi – lingkungan di mana anak-anak mereka dapat berkembang.

Keunggulan Apartemen Berlayanan

Apartemen berlayanan telah muncul sebagai solusi ideal untuk kehidupan kota modern. Mereka menyajikan alternatif yang lebih unggul daripada menyewa kondominium, yang seringkali berarti ruang terbatas dan sedikit layanan, atau menginap di hotel, yang jarang praktis untuk masa tinggal yang lebih lama.

Tidak seperti membeli rumah, yang membawa beban pemeliharaan dan tantangan relokasi seiring perubahan keadaan, apartemen berlayanan memberikan pilihan yang fleksibel dan nyaman.

Dengan fitur-fitur yang sangat cocok untuk gaya hidup urban, apartemen berlayanan menyediakan ruang tamu yang luas lengkap dengan dapur yang lengkap, ruang tamu, dan ruang kerja khusus, serta ruang bersama untuk bersantai.

Layanan berstandar hotel mengurus kebutuhan sehari-hari, sementara lokasi utama yang dekat dengan distrik bisnis, sekolah, dan rumah sakit terkemuka menawarkan kenyamanan dan ketenangan pikiran.

Di atas segalanya, apartemen berlayanan menumbuhkan rasa kebersamaan yang meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Dan ketika saatnya tiba untuk pindah, penghuni dapat melakukannya dengan mudah, bebas dari beban penjualan kembali atau sewa-menyewa.

Inilah mengapa apartemen berlayanan menjadi “rumah kedua” yang baru bagi para profesional urban saat ini. Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan tempat tinggal, mereka menggabungkan fleksibilitas, kenyamanan, dan kualitas hidup untuk gaya hidup yang benar-benar memuaskan.Temukan Shama di berbagai lokasi, masing-masing dirancang untuk menyesuaikan gaya hidup yang berbeda.

Shama Yen-Akat Bangkok:
•Sebuah tempat peristirahatan yang tenang di distrik bisnis Silom-Sathorn, dikelilingi oleh pertokoan dan restoran. Ideal untuk pemilik hewan peliharaan dan penggemar kebugaran, dengan Taman Lumpini hanya beberapa menit jauhnya.

Shama Ekamai Bangkok:
•Terletak di area Ekkamai-Thonglor yang ramai, dikelilingi oleh mal komunitas, kafe, dan restoran. Dengan hunian yang luas yang sempurna untuk masa tinggal yang lama, apartemen ini menawarkan akses yang nyaman ke distrik bisnis utama Bangkok.

Shama Lakeview Asoke Bangkok:
•Di jantung Asoke, menghadap ke Taman Benjakitti dan dekat dengan pusat perbelanjaan, restoran, dan hiburan utama.

Shama Petchburi 47 Bangkok
•Terletak di lokasi yang tenang namun terpusat yang berdekatan dengan Rumah Sakit Bangkok, dan dekat dengan pusat kesehatan, spa, dan fasilitas rekreasi, menjadikannya ideal untuk masa tinggal yang diperpanjang.

Shama Sukhumvit Bangkok
•Perpaduan unik antara ruang hijau dan kenyamanan modern di pusat Sukhumvit, dengan hunian yang luas dan fasilitas ramah keluarga, hanya beberapa menit dari Rumah Sakit Bumrungrad.

Shama Rayong (Akan dibuka tahun 2027)
•Berlokasi ideal untuk hunian bisnis dan keluarga, dekat dengan kawasan industri dan sekolah internasional, menawarkan pilihan menginap jangka panjang yang ideal di salah satu pusat ekonomi terpenting di Thailand

Tiga Resor Siap Dibuka di Pulau Shura, Arab Saudi

this formate

 

Edisi Laut Merah. (Sumber: Marriott International)

NEW JERSEY, bisniswisata.co.id : Red Sea Global, pengembang real estate yang bertanggung jawab atas Pulau Shura di Arab Saudi , mengungkapkan bahwa SLS Red Sea, Edisi Laut Merah dan InterContinental Red Sea Resort dijadwalkan untuk memulai debutnya bulan ini.

Dilansir dari travelpulse.com, secara keseluruhan, Pulau Shura, yang terletak di Provinsi Tabuk di pantai Laut Merah, akan menampilkan 11 resor, dengan delapan properti sisanya akan dibuka dalam beberapa bulan mendatang.

Perusahaan yang akan membuka properti di pulau tersebut antara lain Faena, Fairmont Hotels & Resorts, Four Seasons Hotels & Resorts, Grand Hyatt, Jumeirah, Miraval Resorts and Spas, Raffles Hotels & Resorts, dan Rosewood Hotels & Resorts.

Shura Links, lapangan golf kejuaraan 18 hole, juga siap menyambut para pemain, menawarkan pengalaman bermain golf kelas dunia, kata Red Sea Global.

SLS Red Sea akan dilengkapi dengan 150 kamar tamu dan vila, termasuk akomodasi tepi pantai dan atas air, beserta pengalaman budaya, kesehatan, dan rekreasi yang dikurasi, tambah Red Sea Global.

Edisi Laut Merah akan menampilkan 240 kamar tamu, termasuk 53 suite, beragam pilihan tempat makan, dan akses ke aktivitas olahraga air dan lapangan golf.

InterContinental Red Sea Resort akan memiliki 178 kamar tamu dan 32 suite, lima pilihan tempat makan, spa, dan tempat pertemuan.

Untuk mengakses pulau tersebut, yang juga mencakup rumah-rumah mewah, para tamu melakukan perjalanan dengan perahu atau Jembatan Shura, yang panjangnya sedikit lebih dari dua setengah mil, dikatakan sebagai jembatan terpanjang di Arab Saudi.

“Sebagai jantung Laut Merah, Pulau Shura mewakili semua yang diperjuangkan Red Sea Global: ambisi yang berani, rasa hormat yang mendalam terhadap alam, dan komitmen untuk mendefinisikan ulang pariwisata di Arab Saudi dan sekitarnya,” ujar John Pagano, CEO grup Red Sea Global.