SITE menyoroti kolaborasi, kepemimpinan, dan data di IMEX America 2025

this formate

ATHENA,bisniswisata.co.id : Society for Incentive Travel Excellence (SITE) telah mengonfirmasi program kegiatan lengkap untuk IMEX America 2025 , yang menyoroti kolaborasi, kepemimpinan, dan wawasan berbasis data.

Puncak acara adalah SITE C Suite Agency Summit yang tiketnya terjual habis , didukung oleh berbagai acara utama seperti SITE NITE North America dan peluncuran Incentive Travel Index (ITI) 2025 .

KTT Agensi C Suite

Dilansir dari traveldailynews.com, C Suite Agency Summit akan berlangsung pada 7 Oktober di The Mansion, MGM Grand. Acara ini, yang dirancang bagi para pemimpin senior agensi acara dan insentif global, menawarkan forum rahasia untuk kolaborasi dan pertukaran strategi.

Melanjutkan debutnya di Tulum awal tahun ini, Summit bertujuan untuk mengubah para pesaing menjadi kolaborator. KTT ini didukung oleh MGM Resorts, Hilton, Terramar DMC, Maritur DMC, Tourism New Zealand, dan Singapore Tourism Board .

Tema meliputi: •Teknologi dan AI – menyeimbangkan otomatisasi dengan koneksi manusia yang menjadi inti perjalanan insentif, di samping masalah keamanan dan adopsi data. •Struktur organisasi – membangun tim yang tangkas, merancang organisasi yang optimal, dan perekrutan di pasar tenaga kerja yang ketat.

•Poin-poin utama Indeks Perjalanan Insentif – menafsirkan tren pasar, dari tekanan harga hingga pemilihan destinasi. •Panel M&A – dipimpin oleh Howard Givner, menampilkan para pemimpin dengan pengalaman akuisisi terkini, dengan fokus pada kemitraan, model keuangan, dan strategi pertumbuhan.

Aktivitas SITE selama IMEX Amerika
Bersamaan dengan KTT, SITE akan menyelenggarakan beberapa acara penting: •Konferensi Pemimpin Muda SITE (5 Oktober) – Program satu hari yang tiketnya terjual habis di Golden Nugget Las Vegas, menghubungkan para pemimpin baru dari seluruh dunia.
•SITE NITE Amerika Utara (6 Oktober) – Menarik lebih dari 1.500 profesional, acara jaringan populer ini akan menampilkan tema “Kembali ke tahun 90-an” di The INDUSTRIAL Event Space.

•Peluncuran Indeks Perjalanan Insentif 2025 (6 Oktober) – Inisiatif gabungan SITE dan Incentive Research Foundation (IRF), yang menawarkan analisis berwawasan ke depan tentang AI, harga, tren destinasi, dan desain program.

•Lokakarya Senin Cerdas untuk Amerika Latin (6 Oktober) – Sesi regional di Hotel W, difokuskan pada pembangunan kemitraan dan peluang di pasar Amerika Latin. •Kehadiran peserta pameran (7–9 Oktober) – SITE akan menjadi tuan rumah stan yang dibangun secara berkelanjutan (C4931) di lantai pameran IMEX America, yang berfungsi sebagai pusat pendidikan, advokasi, dan komunitas.

“IMEX America adalah tempat komunitas kami berkumpul untuk menyusun agenda tahun depan. Dengan C Suite Agency Summit, kami memperkuat akar SITE dengan memberikan forum rahasia bagi para pemimpin agensi untuk berbagi apa yang berhasil, menantang asumsi, dan bersama-sama menciptakan solusi,” ujar Annette Gregg , CEO SITE.

“Dari AI hingga M&A, kami akan mengeksplorasi cara meningkatkan skala secara bertanggung jawab sekaligus menjaga kepercayaan dan koneksi antarmanusia yang menjadikan perjalanan insentif sangat efektif. Kami berterima kasih kepada mitra kami dan banyak pemimpin yang telah membantu menjadikan Summit tahun ini sukses besar.” tambahnya.

Indonesia Luncurkan Sistem Imigrasi Digital pada 1 Oktober

this formate

Ruang kedatangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dekat Jakarta di Tangerang, provinsi Banten, pada 12 Desember 2024. (Foto BAY ISMOYO / AFP).

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Indonesia akan meluncurkan platform imigrasi digital resmi baru bernama “All Indonesia” pada 1 Oktober. Platform ini bertujuan untuk sederhanakan prosedur kedatangan internasional bagi para wisatawan.

Aplikasi All Indonesia adalah platform masuk digital bagi wisatawan asing yang ingin berkunjung ke Indonesia. Aplikasi ini mengintegrasikan deklarasi imigrasi, bea cukai, kesehatan, dan karantina ke dalam satu formulir daring tunggal.

Langkah ini bertujuan untuk sederhanakan prosedur masuk, mengurangi antrian di bandara, dan memungkinkan para pelancong untuk menyelesaikan semua deklarasi yang diperlukan sebelum kedatangan.

Dengan demikian, proses di perbatasan akan menjadi lebih cepat,koordinasi antar-lembaga akan meningkat, dan keamanan akan lebih terjamin.

Saat ini, Indonesia sedang melakukan uji coba sistem ini di tiga bandara internasional utama: Soekarno-Hatta, Ngurah Rai, dan bandara Juanda. Mulai 1 Oktober, sistem ini akan diterapkan secara nasional di semua pintu masuk, termasuk perbatasan darat.

Di bawah prosedur baru ini, warga negara asing yang masuk ke Indonesia, baik melalui udara maupun darat, harus mengajukan deklarasi mereka secara daring setidaknya tiga hari sebelum perjalanan.

Mereka juga harus membayar biaya visa dan perbatasan yang berlaku. Setelah selesai, para pelancong akan menerima kode QR yang harus ditunjukkan kepada petugas imigrasi dan bea cukai saat tiba.

Dalam perkembangan terkait, Laos baru-baru ini meluncurkan sistem imigrasi digitalnya sendiri, yaitu Lao Digital Immigration Form (LDIF), yang berlaku efektif 1 September, menggantikan formulir kertas tradisional untuk wisatawan asing.

Demikian pula, Thailand telah perkenalkan Thailand Digital Arrival Card (TDAC) pada 1 Mei.TDAC adalah versi digital dari formulir TM6, tetapi dengan beberapa pertanyaan baru yang ditambahkan terkait rencana perjalanan dan status kesehatan.

Meskipun terdapat beberapa kebingungan di antara maskapai penerbangan dan media sosial, sistem TDAC sebenarnya bukanlah program otorisasi perjalanan ETA, melainkan hanya untuk menyederhanakan pos pemeriksaan imigrasi Thailand.

UN Tourism Merayakan Hari Pariwisata Dunia 2025 di Melaka, Malaysia: Sebuah Tonggak Transformasi Berkelanjutan

this formate

MADRID, bisniswisata.co.id: UN Tourism merayakan Hari Pariwisata Dunia 2025 di kota bersejarah Melaka, Malaysia, dengan tema “Pariwisata dan Transformasi Berkelanjutan”.

Hari Pengakuan global ini bagi sektor pariwisata dan pentingnya peran vitalnya menandai momen penting dalam memajukan pariwisata sebagai katalis bagi perubahan positif, ketahanan, dan pembangunan berkelanjutan di seluruh dunia.

Perayaan yang diselenggarakan bersama Kementerian Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia ini mempertemukan para pemimpin global, pembuat kebijakan, pakar industri, dan komunitas lokal untuk berbagi ide inovatif dan memetakan masa depan berkelanjutan bagi sektor pariwisata.

Perayaan ini sejalan dengan Konferensi Pariwisata Dunia (WTC) edisi ke-7, yang menampilkan warisan budaya Malaysia yang kaya, lanskap yang menakjubkan, dan komitmen terhadap pariwisata berkelanjutan.

Seruan Global untuk Aksi Berkelanjutan
Tema tahun ini, “Pariwisata dan Transformasi Berkelanjutan”, menggarisbawahi potensi pariwisata untuk mendorong kemajuan sosial, pertumbuhan ekonomi, dan pengelolaan lingkungan.

Acara ini menyoroti perlunya tata kelola yang baik, perencanaan strategis, dan kebijakan inklusif untuk memastikan manfaat pariwisata sekaligus melestarikan warisan budaya dan alam.

Menteri Pariwisata, Seni, dan Kebudayaan Malaysia, Dato Sri Tiong King Sing, menyambut para peserta dari seluruh dunia di Melaka pada pembukaan Hari Pariwisata Dunia 2025 dan Konferensi Pariwisata Dunia ke-7.

Dalam pesan resminya, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres menekankan, “Pariwisata merupakan pendorong transformasi yang kuat.

Pariwisata menciptakan lapangan kerja, mendorong perekonomian lokal, dan membangun jembatan lintas budaya. Namun, pariwisata harus berkelanjutan untuk melindungi tempat dan komunitas yang dirayakannya.

“Mari kita manfaatkan pariwisata sebagai kekuatan untuk ketahanan, keberlanjutan, dan kemajuan bersama.”

Sekretaris Jenderal Pariwisata PBB Zurab Pololikashvili menambahkan, “Hari Pariwisata Sedunia 2025 di Melaka telah menunjukkan kepada dunia bahwa pariwisata dapat menjadi kekuatan untuk kebaikan jika dipandu oleh keberlanjutan dan inklusivitas.

“Dengan bekerja sama, kita dapat mengubah pariwisata menjadi alat untuk pemberdayaan, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan.”

Sorotan Hari Pariwisata Sedunia 2025
Meneguhkan komitmen ini, Wakil Perdana Menteri Malaysia, Yang Terhormat Dato’ Sri Haji Fadillah bin Yusof, atas nama Perdana Menteri Malaysia,  meresmikan pembukaan Hari Pariwisata Sedunia 2025 dan Konferensi Pariwisata Dunia ke-7 di Melaka.

Menyoroti peran pariwisata sebagai kekuatan pemersatu, Wakil Perdana Menteri menekankan bahwa pertumbuhan harus inklusif dan tangguh, yang didukung oleh keberlanjutan, inovasi, dan kerja sama global.

Beliau menguraikan inisiatif-inisiatif Malaysia mulai dari perluasan segmen pariwisata bernilai tinggi dan pusat nomaden digital, hingga investasi dalam bahan bakar penerbangan berkelanjutan dan ekowisata berbasis masyarakat, sebagai contoh keseimbangan kemajuan ekonomi dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Dia juga mengumumkan bahwa Malaysia akan bergabung dengan Jaringan Observatorium Pariwisata Berkelanjutan Internasional (INSTO) PBB dengan proyek percontohan di Mersing, Johor.

Perayaan di Melaka menampilkan serangkaian kegiatan, termasuk diskusi panel tingkat tinggi dan pertunjukan budaya yang berfokus pada praktik pariwisata berkelanjutan dan strategi inovatif yang diarahkan pada ketahanan industri pariwisata.

Fokusnya adalah membangun transformasi berkelanjutan melalui:
*Berinvestasi dalam Pendidikan dan Keterampilan: Program untuk memberdayakan perempuan, pemuda, dan komunitas terpinggirkan melalui pelatihan dan kesempatan kerja terkait pariwisata.
*Mempercepat inovasi dan transformasi digital: Mengidentifikasi para pengubah permainan pariwisata, termasuk wirausahawan, inovator, dan perusahaan rintisan, serta mendukung mereka untuk mengubah ide menjadi tindakan dan meningkatkan skala usaha.
*Berinvestasi dalam pendidikan digital dan menutup ‘kesenjangan digital’ melalui pemberdayaan komunitas pedesaan, pemuda, dan masyarakat pasca konflik.
*Mendukung Ekonomi Lokal: Mempromosikan usaha mikro, kecil, dan menengah untuk memastikan manfaat pariwisata menjangkau masyarakat lokal.
*Pertukaran Budaya: Menampilkan warisan Malaysia yang semarak melalui pertunjukan, pengalaman kuliner, dan pameran, yang memperkuat peran pariwisata dalam melestarikan tradisi.

Konferensi Pariwisata Dunia 2025: Kerangka Kerja Kolaborasi

Diselenggarakan dalam rangka Hari Pariwisata Dunia, Konferensi Pariwisata Dunia (WTC) ke-7 di Melaka menjadi wadah untuk membina ikatan yang lebih kuat dan ide-ide inovatif bagi industri pariwisata global.

Konferensi ini mempertemukan para pemangku kepentingan untuk membahas strategi pembangunan pariwisata berkelanjutan, dengan fokus pada ketahanan, inklusivitas, dan pengelolaan lingkungan.

*Sesi-sesi utama membahas topik-topik seperti transformasi digital dalam pariwisata, model pariwisata berbasis komunitas, dan solusi perjalanan netral iklim, yang selaras dengan tema “Pariwisata dan Transformasi Berkelanjutan”.

Melihat ke Depan

Sebagai penutup perayaan resmi, Malaysia menyerahkan penyelenggaraan Hari Pariwisata Dunia kepada El Salvador. Hari Pariwisata Dunia 2026 akan diselenggarakan dengan tema “Agenda Digital dan Kecerdasan Buatan untuk Mendesain Ulang Pariwisata” dan membahas peran pariwisata dalam merangkul transformasi digital dan integrasi kecerdasan buatan (AI).

WTTC Umumkan Jajaran Pembicara Bertabur Bintang untuk KTT Global ke-25 di Roma

this formate

ROMA, bisniswisata.co.id: World Travel & Tourism Council (WTTC) telah umumkan jajaran lengkap pembicara untuk Global Summit ke-25 , yang akan berlangsung di Roma pada 28–30 September 2025.
Acara penting ini akan mempertemukan para pemimpin industri dan influencer global untuk membahas masa depan sektor perjalanan dan pariwisata.

Dilansir dari traveldailynews.com, Salah satu sorotan utama upacara pembukaan adalah penampilan spesial dari penyanyi tenor legendaris Italia, Andrea Bocelli .

Dikenal karena karirnya yang luar biasa selama lebih dari 30 tahun, Bocelli akan memukau para hadirin dengan suaranya yang ikonis sebagai bagian dari perayaan pembukaan.

KTT ini, yang diselenggarakan atas kerja sama Kementerian Pariwisata Italia , ENIT , Pemerintah Kota Roma , dan Wilayah Lazio , bertema La Grande Bellezza (del Viaggio) , atau “Keindahan Agung (Perjalanan)”.

Para pemimpin dari sektor publik dan swasta akan berkumpul di Auditorium Parco della Musica untuk membahas bagaimana pariwisata dapat terus memperkuat perekonomian, menciptakan lapangan kerja, dan membina hubungan budaya di seluruh dunia.

Fokus pada Inovasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Lebih dari 310 CEO, Ketua, dan 15 Direktur akan hadir, dengan diskusi utama yang berfokus pada topik-topik seperti:
•Pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di bidang pariwisata
•Peran Kecerdasan Buatan (AI) dalam masa depan perjalanan
•Inovasi perjalanan dan destinasi yang mulus

Menteri Pariwisata Italia, Daniela Santanchè , yang juga akan berpidato di hadapan para delegasi di KTT Global tahun ini, menambahkan: “Kami bangga menjadi tuan rumah KTT Global WTTC, sebuah acara yang menyoroti potensi besar pariwisata Italia dan juga merupakan peluang unik untuk menarik investasi ke negara kami.”

Pertemuan dengan para pemimpin dan investor internasional akan memungkinkan kita untuk membahas dan menerapkan kebijakan-kebijakan fundamental guna memetakan arah yang akan membuat industri pariwisata kita lebih kompetitif di pasar global.

“ Kita harus menjadikan Italia sebagai negara acuan bagi pariwisata internasional, yang menyatukan sejarah dan visi, tradisi dan inovasi.”

Italia, dengan kekayaan sejarah dan budayanya serta kecenderungannya untuk berinovasi, berada di posisi ideal untuk memimpin transformasi model pembangunan yang secara harmonis mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi dengan perlindungan warisan budaya dan lingkungan kita.

Acara ini, antara lain, hadir di momen bersejarah ketika pembicaraan tentang perdamaian semakin mendesak. Pariwisata adalah alat terbaik untuk mendorong pertukaran dan dialog, karena meruntuhkan hambatan dan memperkuat hubungan antarpribadi, mendorong hubungan antar bahasa dan budaya yang berbeda.

Memperkuat Pariwisata Melalui Keberlanjutan dan Digitalisasi

Gloria Guevara , CEO Sementara WTTC, mengatakan: “Saat kita berkumpul di Roma untuk KTT Global ini, sektor Perjalanan & Pariwisata berada di pusat ekonomi global. “

Para pemimpin yang bergabung dengan kami membawa keahlian dan visi yang tak tertandingi, dan bersama-sama kita akan mengeksplorasi bagaimana sektor kita dapat membuka peluang baru dan mendorong inovasi.

KTT ini bertujuan untuk menatap masa depan dengan keyakinan dan ambisi, memastikan bahwa Perjalanan & Pariwisata terus menjadi salah satu kekuatan paling dinamis untuk kemajuan di seluruh dunia.

Penampilan Andrea Bocelli akan menjadi awal yang sempurna untuk KTT Global yang tak terlupakan.

Ivana Jelinic , CEO ENIT SpA, mengatakan: “Pariwisata sedang mengalami transformasi untuk menghadapi tantangan global baru.

Keberlanjutan dan digitalisasi adalah dua landasan baru sektor ini, terutama bagi generasi muda.

“Kami terus mengamati bagaimana kaum muda bersedia menghabiskan lebih banyak uang untuk liburan mereka selama fasilitasnya mematuhi nilai-nilai ESG, ” tambah Ivana Jelinic.

Italia merespons tren ini dengan baik dan terus mempromosikan keunggulannya di seluruh dunia. Villaggio Italia adalah contoh yang bagus, yang menampilkan keindahan dan keunikan negara kami di seluruh dunia dalam berbagai acara besar.

Pertemuan Global Para Pemimpin Pariwisata
Dengan delegasi dari lebih dari 65 negara, KTT Global WTTC ke-25 akan kembali menunjukkan peran penting WTTC dalam membentuk perjalanan dan pariwisata global.

KTT ini akan menjadi ajang penting di mana para pemimpin global bertemu untuk menentukan prioritas, menyusun agenda, dan mendorong kemajuan sektor ini.

Acara tersebut, yang menjanjikan debat dinamis dan diskusi mendalam, akan dihadiri oleh perwakilan dari organisasi pariwisata terkemuka, termasuk Antonio Lefebvre d’Ovidio Di Bolsonaro Philantrophy , Arsenale Spa , Chase Travel , Giacomo Milano , MMGY , dan MSC Group

Menteri Pariwisata ASEAN Berjanji untuk Menguatkan Kerja Sama Regional demi Daya Saing dan Ketahanan

this formate

MELAKA, bisniswisata.co.id: Para Menteri Pariwisata ASEAN menegaskan kembali komitmen mereka untuk perkuat dan memperluas kerjasama di sektor pariwisata. Hal ini dilakukan demi memastikan daya saing dan ketahanan ASEAN.

Ketahanan baik di tingkat regional maupun global. Komitmen ini disampaikan selama Pertemuan Retret Menteri Pariwisata ASEAN yang pertama, yang diselenggarakan di Melaka, Malaysia.

Dilansir dari www.khmertimeskh.com, Retret ini, yang diadakan oleh Malaysia sebagai tuan rumah dan Ketua Pertemuan Menteri Pariwisata ASEAN 2025, mempertemukan para menteri pariwisata dan kepala organisasi pariwisata nasional dari seluruh 10 negara anggota ASEAN. Timor-Leste turut serta sebagai pengamat, bersama dengan Sekretaris Jenderal ASEAN.

Diskusi berfokus pada dua area utama: mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan, tangguh, dan inklusif, serta meningkatkan konektivitas regional dan global untuk mendorong kedatangan wisatawan di dalam ASEAN maupun dari seluruh dunia.

Menteri Pariwisata Kamboja, Huot Hak, menekankan pentingnya perdamaian regional dan stabilitas politik sebagai hal yang esensial untuk pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.

Dia menyerukan kepada negara-negara anggota ASEAN dan mitra dialog untuk mengambil tindakan bersama yang nyata, berdasarkan visi bersama tentang persatuan dan komitmen, untuk memperkuat kerja sama dan menarik lebih banyak pengunjung internasional.

Huot Hak juga menekankan perlunya peningkatan investasi dalam infrastruktur konektivitas, fasilitas perjalanan yang ditingkatkan, dan penyederhanaan prosedur di dalam ASEAN dan sekitarnya, sebagai langkah-langkah vital untuk meningkatkan arus wisatawan dan mempertahankan daya saing ASEAN.

Forum Pariwisata ASEAN 2026 dan Pertemuan Menteri Pariwisata ASEAN, bersama dengan acara-acara terkait, akan diselenggarakan di Cebu, Filipina.

Indah Kirana Kembali Pimpin IKWI Periode 2025-2030

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Indah Kirana Atal S. Depari kembali pimpin Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) untuk periode 2025-2030. Indah ditunjuk menjadi Ketum IKWI berdasarkan Surat Keputusan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) No: 086/PWI-P/LXXIX/IX/2025, tertanggal 26 September 2025.

Indah pun langsung membentuk susunan Pengurus Pusat (PP) IKWI untuk masa bakti 2025–2030, dan diumumkan hari ini melalui SK Ketua Umum Nomor: 01/SK/PP-IKWI/X/2025.

Mantan Ketua Umum IKWI periode 2019-2023 ini, berkomitmen membawa IKWI lebih solid dengan semangat kebersamaan dan persatuan.

Rapat Pleno PP IKWI yang berlangsung di Kantor PWI lantai 4, Gedung Dewan Pers, Jakarta, 30 September 2025, Indah menyampaikan nama-nama pengurus baru.

Ada sejumlah tokoh, ketua IKWI daerah, pakar perempuan dan wartawati turut dipercaya mengisi jajaran pengurus. Rapat perdana ini diikuti sebanyak 32 orang pengurus IKWI, secara offline dan online lewat Zoom.

Sebagai Sekretaris Jenderal Indah menggandeng wartawan senior Rahmayulis, dengan Wakil Sekjen Yani Roosdiana, Inung Kurniawati, dan Eka Ardimiyati. Untuk Bendahara Umum ditunjuk Serik dan wakil Bendum Ashriati.

Untuk Ketua Bidang I Organisasi, Komunikasi & Informasi Haresti Amrihani, Ketua Bidang II Pendidikan, Budaya & Agama ada Rabiatun. Ketua Bidang III Sosial Kemasyarakatan & Kesehatan, Yayah Nuriyah A, serta Diani Ratna Indrawati sebagai Ketua IV Bidang Ekonomi & Koperasi.

Indah dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan mengedepankan persatuan di antara anggota.

Dia mengajak seluruh pengurus untuk meninggalkan perbedaan yang pernah terjadi dan membuka lembaran baru dengan penuh keikhlasan.

“Silaturahmi ini penting, bukan hanya menjaga ibadah kepada Allah, tetapi juga mempererat hubungan sosial sesama. Mari kita saling memaafkan, memperbanyak istighfar, dan menguatkan persaudaraan agar pengurus bisa fokus berkarya,” ujar Indah.

Dalam pertemuan itu, pengurus membahas sejumlah agenda, mulai dari perkenalan anggota baru, penyusunan berita acara kongres, hingga rencana kegiatan sosial seperti santunan, arisan, dan koperasi.

Indah juga menekankan efisiensi pendanaan organisasi, salah satunya dengan memanfaatkan pertemuan daring melalui Zoom apabila tatap muka belum memungkinkan.

IKWI juga telah menyiapkan agenda besar berupa Kongres di Banten pada Februari 2026 mendatang, bersamaan dengan agenda Hari Pers Nasional (HPN).

Forum tersebut akan menjadi momentum penting untuk penyempurnaan kepengurusan sekaligus penetapan program kerja strategis organisasi.

Dengan kepengurusan baru ini, IKWI diharapkan mampu memperkuat peran sosial, budaya, ekonomi, sekaligus menjadi wadah solid bagi keluarga wartawan di seluruh Indonesia

Tiongkok: Pariwisata Luar Negeri Melonjak Selama Pekan Emas

this formate

Menjelang liburan Festival Pertengahan Musim Gugur dan Hari Nasional, banyak wisatawan Tiongkok bersiap untuk liburan delapan hari, yang tentu saja mendorong peningkatan pariwisata luar negeri di dorong kebijakan bebas visa telah diperluas dan tersedia lebih banyak penerbangan internasional

CHESHIRE, bisniswisata.co.id : Menjelang liburan Festival Pertengahan Musim Gugur dan Hari Nasional, banyak wisatawan Tiongkok bersiap untuk liburan delapan hari, yang tentu saja mendorong peningkatan pariwisata luar negeri.

Karena kebijakan bebas visa telah diperluas dan tersedia lebih banyak penerbangan internasional, wisatawan Tiongkok mengunjungi berbagai tempat, baik yang terkenal maupun yang sedang berkembang, untuk mencari pengalaman perjalanan yang benar-benar menarik dan personal selama liburan Golden Week ini.

Lonjakan Permintaan Perjalanan
Dilansir dari tourism-review.com, Airbnb, platform AS yang cukup terkenal untuk penyewaan liburan jangka pendek, menyatakan bahwa pencarian tempat menginap oleh pengguna Tiongkok antara 27 September dan 8 Oktober hampir dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Peningkatan besar ini menunjukkan bahwa orang-orang semakin bersemangat untuk bepergian ke luar negeri, yang dibantu oleh proses visa yang lebih mudah dan lebih banyak penerbangan yang tersedia.

Para pakar di industri ini memperkirakan bahwa sektor pariwisata Tiongkok ke luar negeri kemungkinan akan terus tumbuh sepanjang tahun 2025 karena perubahan positif ini.

Destinasi Teratas: Dari Klasik hingga Permata Tersembunyi

Meskipun tempat-tempat seperti Jepang, Italia, Prancis, Spanyol, dan Amerika Serikat masih populer seperti sebelumnya, wisatawan Tiongkok tampaknya semakin tertarik pada tempat-tempat yang sedikit berbeda dan kurang dikenal.

Jepang masih menjadi pilihan nomor satu, dan penelusuran untuk kota-kota seperti Fukuoka dan Takamatsu meningkat tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Beberapa negara Eropa juga menunjukkan minat yang cukup besar, dengan penelusuran untuk Italia, Spanyol, dan Prancis meningkat lebih dari dua kali lipat.

Selain mengunjungi kota-kota, alam juga merupakan daya tarik yang besar. Destinasi tropis seperti Okinawa di Jepang dan Phu Quoc di Vietnam menjadi jauh lebih populer, dengan volume pencarian meningkat lebih dari dua kali lipat, bahkan mungkin tujuh kali lipat, kurang lebih.

Selain itu, tempat-tempat yang lebih jauh, seperti Rusia, juga semakin populer. Volume pencarian di Moskow naik sekitar 3,3 kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya dan hampir empat kali lipat dibandingkan tahun lalu, atau begitulah menurut Trip.com Group.

Pertumbuhan ini dibantu oleh kebijakan bebas visa baru yang memungkinkan pemegang paspor Rusia memasuki Tiongkok, dan Moskow juga melakukan hal yang sama.

Pergeseran Menuju Pengalaman Imersif
Kong Zhiqiu, yang bertanggung jawab atas Airbnb China, mengatakan bahwa Golden Week telah menjadi “alasan utama” untuk membuat orang bersemangat kembali bepergian ke luar negeri.

Wisatawan Tiongkok, terutama profesional muda berusia 25 hingga 29 tahun, menganggap perjalanan sebagai gaya hidup dan sangat menginginkan pengalaman budaya yang mendalam.

“Wisatawan Tiongkok menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi tentang budaya lokal dan pengalaman unik,” ujar Kong.Perubahan ini terlihat dari preferensi mereka terhadap tempat-tempat yang menawarkan suasana nyata untuk pengalaman yang akan mereka kenang dan ingin mereka foto serta bagikan.

Wisatawan juga mencari tempat menginap, tempat makan, dan aktivitas budaya yang benar-benar bagus. Dai Bin, presiden Akademi Pariwisata Tiongkok, menunjukkan bahwa wisatawan Tiongkok senang menghabiskan uang di hotel, restoran, dan pertunjukan budaya premium untuk meningkatkan pengalaman perjalanan mereka.

Fokus pada kualitas dan personalisasi ini mengubah pariwisata di seluruh dunia, karena wisatawan ingin benar-benar merasakan gaya hidup lokal.

Peran Konektivitas dan Kebijakan
Peningkatan perjalanan internasional juga didukung oleh peningkatan pencarian tiket pesawat internasional sebesar 60% dibandingkan tahun lalu, menurut Tongcheng Travel.

Tempat-tempat yang tidak terlalu jauh di Asia Timur dan Tenggara masih menjadi favorit, karena lokasinya yang dekat dan tersedia lebih banyak penerbangan. Kebijakan visa yang lebih mudah, seperti perjanjian bebas visa dengan Rusia, juga memudahkan perjalanan lebih jauh.

Thailand Perkuat Kehadirannya di Tourism Expo Japan 2025

this formate

Kesibukan di paviliun Thailand

Acara di Nagoya menunjukkan kekuatan lunak Thailand kepada wisatawan Jepang dengan fokus pada segmen pasar baru

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) telah berhasil merampungkan partisipasinya di Tourism Expo Japan 2025 (TEJ 2025), yang diselenggarakan pada 25 hingga 28 September di Aichi Sky Expo, Nagoya.

Sebagai salah satu pameran dagang perjalanan tahunan terbesar di Jepang, acara ini menyediakan platform utama untuk menegaskan kembali daya tarik Thailand, mendorong kunjungan berulang dari wisatawan Jepang, dan menyoroti peluang baru berinteraksi dengan segmen yang lebih muda dan berkembang.

Pattaraanong Na Chiangmai, Deputi Gubernur TAT untuk Pemasaran Internasional – Asia dan Pasifik Selatan, memimpin pembukaan resmi Paviliun Thailand pada 25 September, didampingi oleh Bapak Chuwit Sirivajjakul, Direktur Eksekutif untuk Wilayah Asia Timur.

“Jepang adalah salah satu pasar Thailand yang paling berharga, dan Tourism Expo Japan memberi kami kesempatan untuk terhubung dengan wisatawan dengan cara yang lebih bermakna.” kata Pattaraanong

Dengan menghadirkan Thailand melalui pengalaman yang segar dan kreatif, kami menginspirasi generasi muda dan segmen yang sedang berkembang sekaligus memperkuat loyalitas di antara pengunjung yang kembali.

Mengusung tema ‘Perjalanan melalui 5 Hal yang Wajib Dilakukan di Thailand’, paviliun Thailand seluas 90 meter persegi menawarkan eksplorasi budaya dan gaya hidup Thailand yang hidup.

Sorotan utama meliputi demonstrasi Muay Thai, wayang kulit, musik tradisional Isan, serta tarian klasik dan rakyat daerah. Kegiatan kesehatan dan kerajinan tangan berkisar dari “nuad fon” (pijat tari klasik) oleh Zira Spa hingga pembuatan karangan bunga, lokakarya pin dan lilin dari tanah liat, serta kreasi wewangian dengan Homprung oleh Baihor.

Pengunjung juga terlibat dengan permainan digital interaktif dan acara bincang-bincang yang menampilkan KOL Jepang, “Sato Triplets” (Duta Pariwisata Thailand TAT di Jepang) dan antropolog budaya Profesor Fumihiko Tsumura.

Kegiatan-kegiatan ini mencerminkan komitmen TAT untuk memperluas segmen baru, termasuk Generasi Milenial, Gen Z, lansia aktif, pasangan berpengaruh, nomaden digital, dan wisatawan Oshi-katsu, sekaligus memperkuat reputasi Thailand akan keaslian budaya, kesehatan, dan pariwisata berkelanjutan.

Dengan peningkatan konektivitas dari enam bandara utama Jepang – Sapporo, Tokyo Narita dan Haneda, Nagoya, Osaka, dan Fukuoka – serta kapasitas kursi yang melebihi 3 juta tahun ini (naik 8,5%), tiga kantor TAT di Jepang sedang memajukan kampanye-kampanye yang terarah.

Kampanye-kampanye ini meliputi “Promosi Penerbangan Komersial Thailand” bersama ZIP Air, Air Japan, dan agen-agen terkemuka; proyek “Thailand – Thai Katsu” untuk melibatkan wisatawan pemula dan Gen Z melalui platform digital dan perjalanan pengenalan; dan “Amazing Thailand Through Kyushu – Irodori no Tabi,” yang akan memulai debutnya di Saga International Balloon Fiesta dari 30 Oktober hingga 3 November 2025.

Jepang tetap menjadi pasar sumber bernilai tinggi bagi Thailand. Antara Januari dan 18 September 2025, Thailand menyambut lebih dari 767.000 pengunjung Jepang, naik 5% dari tahun ke tahun.

Wisatawan dari Jepang menghabiskan rata-rata enam malam per perjalanan dan sekitar 39.000 baht per orang, dengan minat yang kuat pada warisan budaya, pariwisata berbasis komunitas, dan kesehatan.

Destinasi populer termasuk Bangkok, Chon Buri, Phuket, Ayutthaya, dan Chiang Mai. TAT menargetkan 1,25 juta pengunjung Jepang pada akhir tahun 2025, menghasilkan pendapatan sekitar 48,88 miliar Baht.

DOT Janji Rencanakan Transformasi Berkelanjutan untuk Pariwisata Filipina

this formate

Sawah Terasering Banaue di Banaue, Provinsi Ifugao, merupakan objek wisata utama di Luzon Utara (Foto: PNA/ Liza Agoot)

MANILA, bisniswisata.co.id: Pemerintah Filipina pada hari Sabtu bergabung dengan dunia dalam berjanji untuk memperjuangkan sektor pariwisata yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan planet ini.

Negara-negara merayakan Hari Pariwisata Dunia 2025 pada 27 September, dengan tema “Pariwisata dan Transformasi Berkelanjutan”, yang menyoroti potensi sektor ini untuk menjadi agen perubahan positif.

“Badai yang kita hadapi mengingatklan kita mengapa transformasi harus berkelanjutan, transformasi yang membangun komunitas yang lebih kuat, menjaga warisan alam dan budaya kita, serta menciptakan peluang yang berkelanjutan,” kata Departemnt of Tourism Filupina dalam sebuah pernyataan.

Melalui pembangunan yang bertanggung jawab, praktik ramah lingkungan, dan pertumbuhan inklusif, Filipina sedang memetakan jalur di mana pariwisata menjadi pendorong kemakmuran sekaligus penjaga masa depan.

ĺDalam pesan video khusus, badan tersebut juga memberikan penghormatan dan pengakuan atas kontribusi seluruh garda terdepan dan pemangku kepentingan pariwisata Filipina dalam memperkuat posisi Filipina sebagai destinasi pilihan utama.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menggambarkan pariwisata sebagai pendorong transformasi yang kuat yang tidak hanya berkontribusi pada pembangunan tetapi juga menjembatani budaya dan melestarikan tradisi.

“Namun, pariwisata juga dapat merusak tempat dan komunitas yang dirayakannya. Di tengah dunia yang menghadapi kerusakan iklim dan meningkatnya ketimpangan, kita membutuhkan tindakan yang berani, mendesak, dan berkelanjutan yang mengutamakan manusia dan planet,” ujarnya.

Tema tahun ini – Pariwisata dan Transformasi Berkelanjutan – mengajak kita untuk bertindak. Artinya, berinvestasi dalam pendidikan dan keterampilan, terutama bagi perempuan, pemuda, dan komunitas terpinggirkan.

Selain itu mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah; serta memajukan aksi iklim dengan mengurangi emisi di seluruh sektor pariwisata, melestarikan keanekaragaman hayati, dan melindungi ekosistem yang rapuh. (PNA)

HotelRetret kebugaran, Pusat Kebugaran, dan Santapan Khusus Sedang Membentuk Kembali Ekspektasi Tamu di Hotel-hotel Modern.

this formate

Hotel-hotel mendefinisikan ulang kemewahan dengan program kebugaran yang dipersonalisasi dan pengalaman kuliner yang imersif bagi wisatawan yang cerdas. (Foto: Adobe Stock/Yevhenii)

Kebugaran atau kemewahan? Hotel kini melayani keduanya

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Hotel-hotel sedang menulis ulang aturan tentang kemewahan, memadukan kebugaran dan gastronomi untuk memenuhi tuntutan wisatawan cerdas masa kini.

Dari retret yang berfokus pada tidur dan pusat kebugaran mewah hingga program kesehatan yang dipersonalisasi dan santapan yang dikelola oleh koki, lanskap perhotelan berkembang pesat.

HX2025, yang diselenggarakan oleh Asosiasi Hotel Singapura, menyoroti bagaimana pengalaman ini bukan sekadar fasilitas – tetapi menjadi penting bagi tamu yang mencari masa inap yang bermakna dan terkurasi.

Tren Kebugaran, Retret Tidur Menghibur,
Retret yang berfokus pada tidur semakin populer karena wisatawan mencari pengalaman kebugaran yang melampaui relaksasi tradisional, ungkap Jeannette Ho, VP & Head of Brand Commercial, Banyan Group.
Wellbeing Sanctuary Banyan Tree mencontohkan tren ini, menawarkan retret holistik di akomodasi mewah dengan praktik terkurasi untuk meningkatkan kualitas tidur dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Fitur-fitur utama meliputi kamar-kamar yang berfokus pada tidur dengan linen organik, fasilitas yang menenangkan, dan ritual yang dirancang khusus; makanan seimbang; yoga, meditasi, dan jalan-jalan di alam setiap hari; perawatan spa; dan panduan personal dari pemandu kebugaran.

Pusat kebugaran berubah dari niche menjadi esensial

Pusat kebugaran telah bergeser dari niche menjadi gaya hidup esensial global, dengan pertumbuhan yang didorong oleh kesadaran kesehatan, kenyamanan, dan pengalaman premium.

“Bagi para penggemar kebugaran sejati, pusat kebugaran hotel bukan lagi sekadar renungan; melainkan faktor penentu,” kata Shafi Syed, kepala global pengembangan dan akuisisi hotel, Equinox Hotels.

Equinox Hotels memperluas mereknya ke hotel-hotel yang dirancang untuk memberikan standar tinggi yang sama dengan klub kebugarannya, memenuhi kebutuhan tamu akan perpaduan kebugaran, nutrisi, pemulihan, dan keramahtamahan mewah.

Program kesehatan menjadi lebih personal
Program kesehatan umur panjang kini menawarkan penilaian biologis, metabolik, dan kognitif yang mendalam dengan rencana tindakan yang dipersonalisasi.

Peter Draminsky, Wakil Presiden Regional dan GM, kantor eksekutif, Four Seasons Hotel Singapore, berbagi bagaimana Program Unggulan Chi Longevity: Vital Start milik hotel semakin populer seiring para tamu mencari gambaran yang lebih jelas tentang kesehatan mereka.

Paket ini mencakup konsultasi dokter, tes laboratorium, penilaian kognitif dan tubuh, dengan dukungan praktisi yang berkelanjutan dan rencana berbasis bukti untuk peningkatan gaya hidup yang berkelanjutan.

Tren kuliner, Tamu yang cerdas menuntut lebih
Hotel-hotel sedang menata ulang pengalaman kuliner agar sesuai dengan wisatawan masa kini yang berpengetahuan luas, sementara pemilik semakin melihat F&B sebagai pendorong pendapatan strategis.

Hilton Singapore Orchard, misalnya, kini menyewakan dua restoran, termasuk Chatterbox, kepada OUE Restaurants untuk memanfaatkan keahlian dan skala ekonomi.
Koki selebritas harus terlibat

“Ketika hotel mendatangkan koki selebritas, kesuksesan tidak lagi terjamin,” tegas Loh Lik Peng, pendiri dan direktur Unlisted Collection. “Koki harus bertindak sebagai mitra sejati yang berinvestasi pada hasil, bukan penampilan sesaat.”

Konsistensi adalah kunci

Tony Chisholm, VP Food & Beverage Asia & MEA, Accor Hotels, menyoroti pentingnya pengalaman sarapan yang konsisten, dengan menekankan perlunya menyeimbangkan rasa, nutrisi, keberlanjutan, dan standar layanan.

Tim bekerja sama dengan spesialis budaya, ahli gizi, dan pakar pelatihan untuk meningkatkan lingkungan dan pengalaman tamu secara keseluruhan.

Menskalakan konsep yang sukses

Andrew Ing, COO, OUE Restaurants, menekankan pembangunan ekuitas merek melalui konsep yang unik, alih-alih program diskon.

Hotel semakin banyak menggunakan data untuk melibatkan pelanggan dan menyesuaikan pengalaman, menyadari bahwa kepuasan staf berdampak langsung pada kebahagiaan tamu.