Menjelang liburan Festival Pertengahan Musim Gugur dan Hari Nasional, banyak wisatawan Tiongkok bersiap untuk liburan delapan hari, yang tentu saja mendorong peningkatan pariwisata luar negeri di dorong kebijakan bebas visa telah diperluas dan tersedia lebih banyak penerbangan internasional
CHESHIRE, bisniswisata.co.id : Menjelang liburan Festival Pertengahan Musim Gugur dan Hari Nasional, banyak wisatawan Tiongkok bersiap untuk liburan delapan hari, yang tentu saja mendorong peningkatan pariwisata luar negeri.
Karena kebijakan bebas visa telah diperluas dan tersedia lebih banyak penerbangan internasional, wisatawan Tiongkok mengunjungi berbagai tempat, baik yang terkenal maupun yang sedang berkembang, untuk mencari pengalaman perjalanan yang benar-benar menarik dan personal selama liburan Golden Week ini.
Lonjakan Permintaan Perjalanan
Dilansir dari tourism-review.com, Airbnb, platform AS yang cukup terkenal untuk penyewaan liburan jangka pendek, menyatakan bahwa pencarian tempat menginap oleh pengguna Tiongkok antara 27 September dan 8 Oktober hampir dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.
Peningkatan besar ini menunjukkan bahwa orang-orang semakin bersemangat untuk bepergian ke luar negeri, yang dibantu oleh proses visa yang lebih mudah dan lebih banyak penerbangan yang tersedia.
Para pakar di industri ini memperkirakan bahwa sektor pariwisata Tiongkok ke luar negeri kemungkinan akan terus tumbuh sepanjang tahun 2025 karena perubahan positif ini.
Destinasi Teratas: Dari Klasik hingga Permata Tersembunyi
Meskipun tempat-tempat seperti Jepang, Italia, Prancis, Spanyol, dan Amerika Serikat masih populer seperti sebelumnya, wisatawan Tiongkok tampaknya semakin tertarik pada tempat-tempat yang sedikit berbeda dan kurang dikenal.
Jepang masih menjadi pilihan nomor satu, dan penelusuran untuk kota-kota seperti Fukuoka dan Takamatsu meningkat tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu.
Beberapa negara Eropa juga menunjukkan minat yang cukup besar, dengan penelusuran untuk Italia, Spanyol, dan Prancis meningkat lebih dari dua kali lipat.
Selain mengunjungi kota-kota, alam juga merupakan daya tarik yang besar. Destinasi tropis seperti Okinawa di Jepang dan Phu Quoc di Vietnam menjadi jauh lebih populer, dengan volume pencarian meningkat lebih dari dua kali lipat, bahkan mungkin tujuh kali lipat, kurang lebih.
Selain itu, tempat-tempat yang lebih jauh, seperti Rusia, juga semakin populer. Volume pencarian di Moskow naik sekitar 3,3 kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya dan hampir empat kali lipat dibandingkan tahun lalu, atau begitulah menurut Trip.com Group.
Pertumbuhan ini dibantu oleh kebijakan bebas visa baru yang memungkinkan pemegang paspor Rusia memasuki Tiongkok, dan Moskow juga melakukan hal yang sama.
Pergeseran Menuju Pengalaman Imersif
Kong Zhiqiu, yang bertanggung jawab atas Airbnb China, mengatakan bahwa Golden Week telah menjadi “alasan utama” untuk membuat orang bersemangat kembali bepergian ke luar negeri.
Wisatawan Tiongkok, terutama profesional muda berusia 25 hingga 29 tahun, menganggap perjalanan sebagai gaya hidup dan sangat menginginkan pengalaman budaya yang mendalam.
“Wisatawan Tiongkok menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi tentang budaya lokal dan pengalaman unik,” ujar Kong.Perubahan ini terlihat dari preferensi mereka terhadap tempat-tempat yang menawarkan suasana nyata untuk pengalaman yang akan mereka kenang dan ingin mereka foto serta bagikan.
Wisatawan juga mencari tempat menginap, tempat makan, dan aktivitas budaya yang benar-benar bagus. Dai Bin, presiden Akademi Pariwisata Tiongkok, menunjukkan bahwa wisatawan Tiongkok senang menghabiskan uang di hotel, restoran, dan pertunjukan budaya premium untuk meningkatkan pengalaman perjalanan mereka.
Fokus pada kualitas dan personalisasi ini mengubah pariwisata di seluruh dunia, karena wisatawan ingin benar-benar merasakan gaya hidup lokal.
Peran Konektivitas dan Kebijakan
Peningkatan perjalanan internasional juga didukung oleh peningkatan pencarian tiket pesawat internasional sebesar 60% dibandingkan tahun lalu, menurut Tongcheng Travel.
Tempat-tempat yang tidak terlalu jauh di Asia Timur dan Tenggara masih menjadi favorit, karena lokasinya yang dekat dan tersedia lebih banyak penerbangan. Kebijakan visa yang lebih mudah, seperti perjanjian bebas visa dengan Rusia, juga memudahkan perjalanan lebih jauh.










