KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id : Sektor pariwisata halal Vietnam masih muda, tetapi kemajuannya terlihat jelas. Standar halal nasional telah diperkenalkan, dan Otoritas Sertifikasi Halal Vietnam (HALCERT) kini sedang berupaya untuk mensertifikasi bisnis di seluruh sektor perhotelan dan jasa makanan.
Secara global, pariwisata halal sedang meningkat, dengan wisatawan Muslim menghabiskan lebih dari 260 miliar dolar AS pada tahun 2023 dan proyeksi menunjukkan angka ini akan tumbuh menjadi 350 miliar pada tahun 2030.
Dilansir dari https://english.vov.vn/en,
Vietnam ingin menguasai sebagian pasar ini dengan menggabungkan keunikan budaya dan daya tarik alamnya dengan keramahan yang ramah Muslim.
Tantangan masih ada, seperti terbatasnya jumlah restoran bersertifikat halal, standar yang terfragmentasi, dan kurangnya staf terlatih yang memiliki pengetahuan tentang praktik Islam. Namun, dengan meningkatnya kolaborasi antara instansi pemerintah dan operator swasta, kesenjangan ini secara bertahap diatasi.
Mengapa Indonesia Paling Penting
Indonesia merupakan salah satu pasar wisata outbound terbesar di dunia, dengan jutaan wisatawan memilih destinasi regional setiap tahunnya.
Bagi Vietnam, memperkuat hubungan dengan Indonesia merupakan strategi yang strategis, tidak hanya untuk pariwisata tetapi juga untuk pertukaran ekonomi dan budaya yang lebih luas.
Dengan menonjolkan layanan ramah Muslim di destinasi seperti Da Nang dan Hue, Vietnam memposisikan dirinya sebagai pesaing serius bagi negara-negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia, yang telah lama populer di kalangan wisatawan Muslim.
Daya Tarik Vietnam Tengah Selain Layanan Halal
Fasilitas ramah Muslim merupakan faktor penting, tetapi Vietnam tengah juga menawarkan segudang pengalaman:Warisan Budaya: Kota Kekaisaran Hue dan makam-makam kerajaan, kota kuno Hoi An, dan Suaka My Son.
Keindahan Alam: Hutan lebat Semenanjung Son Tra, kereta gantung di Bukit Ba Na, dan pantai-pantai murni seperti My Khe dan Cú Lá Cham. Kenyamanan Modern: Resor mewah, lapangan golf, dan pusat kebugaran yang melengkapi wisata warisan budaya dan petualangan alam.
Dengan menggabungkan objek wisata ini dengan layanan halal yang mudah diakses, kawasan ini menciptakan model pariwisata yang inklusif sekaligus kompetitif.
Upaya Vietnam Tengah untuk menonjolkan destinasi ramah Muslim di Indonesia menandai titik balik dalam strategi pariwisata kawasan ini. Dengan rencana penerbangan langsung, inisiatif sertifikasi halal, dan kemitraan dengan operator Indonesia, Da Nang dan Hue memposisikan diri sebagai destinasi yang ramah bagi wisatawan Muslim.
Seiring terus berkembangnya pariwisata halal secara global, pendekatan inklusif Vietnam dapat menarik tidak hanya wisatawan Indonesia tetapi juga wisatawan Muslim dari seluruh Asia Tenggara dan Timur Tengah.
Jika momentum ini terus berlanjut, Vietnam Tengah dapat muncul sebagai salah satu destinasi ramah Muslim paling menjanjikan di Asia.









