Omah Kecebong, Bisnis dari Ndeso Yang Diyakini Tetap Boom Pasca Covid-19.

this formate

Aktivitas di Omah Kecebong dengan busana Jawa ( foto-foto:  FB Omah Kecebong).

JOGJAKARTA, bisniswisata.co.id: Industri pariwisata di dunia paling awal menerima dampak wabah pandemi global Covid-19. Industri perjalanan ( travel) dan tourism sudah banyak yang tutup baik di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia.

Namun bisnis wisata yang melestarikan budaya dan  digerakkan dari desa Sendari, Cebongan, Sleman Jogjakarta justru pantang terpuruk dan malah menjadikan kondisi tak ada tamu ibarat masa reses, masa istirahat untuk menata ulang bentuk phisik maupun program-program yang ada.

Kalau di dunia politik anggota Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR)  reses berarti masa istirahat dari kegiatan bersidang maka Omah Kecebong memanfaatkan tutup sementaranya untuk terus berkarya dan peduli pada lkngkungan.

“Omah Kecebong melihat situasi sekarang dari sisi positif, kami tetap optimistis bisnis ndeso ini tetap boom setelah wabah virus ini berlalu dan kesehatan masyarakat dunia teratasi,” kata Hasan Prayogo, pemilik Omah Kecebong ini.

Mulai beroperasi September 2015 dan  berdiri di tanah seluas 1 hektare, pihaknya menawarkan kegiatan wisata budaya yang lengkap atau one stop place untuk banyak kegiatan, pengunjung dapat menikmati alam, budaya, dan kuliner dalam satu tempat. 

Produk wisatanya beragam untuk segala umur mulai dari anak-anak sampai dengan lansia,  dimana pengunjung dapat mengenakan pakaian adat Jawa lengkap dan berkeliling desa dengan mengendarai gerobak sapi.

Tamu bisa bonding dengan keluarga, melakukan permainan tradisional masa kanak-kanak seperti tong-tong bolong hingga engrang. Wisatawan juga akan diajarkan bagaimana cara membatik, membajak,  menanam padi di sawah, sampai membuat wayang suket yang terbuat dari rumput alang-alang dan produk terbaru adalah memanah ( jemparingan).

“Berlokasi sekitar 7 Km dari Jogjakarta,  sesuai dengan konsepnya yaitu belajar dengan alam dan melestarikan budaya. Jadi semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan,” kata Hasan Prayogo.

Ucapannya terbukti karena pada tahun 2019   lalu sedikitnya melayani 11.000 pax yang mengambil paket.  Diluar pengunjung yang hanya datang untuk makan atau sekedar menjelajah pedesaan dengan gerobag wisata

Untuk tahun 2020, ujarnya, bulan Januari – Hingga 15 Maret sebelum tutup mulai 16 maret,  pihaknya sudah melayani sekitar 2.100 paket. Reservasi yang ditunda dan cancel dari 16 maret  hingga Juli 2020 kurang lebih 7.500 pax dengan rata rata paket yang diambil adalah paket 3BER (@ 375.00/orang). 

” Jadi dengan adanya wabah Covid-19  transaksi yang tertunda adalah sebesar  kurang lebih Rp 2,8 milyar. Kami masih optimistis untuk bisnis masih akan boom setelah wabah ini, “

Tapi tentunya ada penurunan terlebih dahulu karena setelah pandemi selesai mulai dari individu, keluarga, perusahaan hingga instansi pemerintah  masih dalam taraf menstabilkan kondisi keuangannya, tambahnya.

“Jika tidak ada hal yang lebih buruk lagi di tiga bulan terakhir ini sampai dengan bulan Agustus 2020  kami masih mempunyai group post phone (ditunda) untuk bulan agustus sebanyak 2500 pax,” ungkap Hasan.

Searah jarum jam, Hasan Prayogo ( batik merah), aktivitas kesenian, Gerobak Sapi dan wisman menikmati alam pedesaan.

Tutup Sementara

Omah Kecebong tutup untuk sementara, dan sebanyak 35 orang karyawan diliburkan  terlebih dahulu. Untuk karyawan bagian umum dan kemanan (security) masih masuk sampai dengan saat ini ada 10 orang.

Menghadapi pandemi maka kegiatan CSR, kepedulian Omah Kecebong pada warga sekitarnya dilakukan dengan membantu pengadaan spryer disinfektan untuk penyemprotan lingkungan RW/RT setempat.

“Pada prinsipnya keadaan sekarang kami manfaatkan untuk menyiapkan program yang lebih baik lagi apabila nanti setelah wabah  kami buka kembali sudah dengan kondisi lebih baik dari sebelumnya,” kata Hasan Prayogo.

Kegiatan pemeliharaan terus dilakukan juga mengadakan pembenahan, perbaikan serta menjaga kebersihan dari aset yang dimiliki. Untuk karyawan lain yang diliburkan dan berdomisili di dekat/sekitar omah Kecebong tetap mengontrol.

Mereka yang membantu di bagian busana dan photographer, masih berkewajiban untuk datang seminggu 1 x secara bergiliran untuk check dan merawat property dari mulai baju baju, spot -spot photo, kamera dan lainnya.

Selain produk ini kami juga dalam masa tiarap ini menyiapkan tempat untuk beraktifitas  dari photo bareng dengan busana jawa, Tim Building, dan kegiatan lain dengan kapasitas ruang sampai 750 pax dalam 1 group. 

Mengabadikan kebersamaan dan melestarikan budaya menjadikan daya saing Omah Kecebong untuk  tujuan komunitas maupun kegiatan MICE terutama intensive cukup tinggi.

Di dukung harga produk bervariasi mulai dari Rp 125 ribu per orang untuk busana Jawa serta menikmati keliling desa dengan gerobak sapi hingga paket 3 Ber yaitu berbusana Jawa, berkuliner makanan Ndeso serta bergerobak sapi menjelajah alam pedesaan seharga Rp 600 ribu/ orang.

” Masih banyak paket lainnya oleh karena itu pada masa istirahat ini kami menyiapkan tempat untuk beraktifitas  dari photo bareng dengan busana jawa, Tim Building, dan kegiatan lain dengan kapasitas ruang sampai 750 pax dalam satu  group,” jelasnya.

Dia menambahkan produk tambahan yang menjadi produk baru untuk paket adalah berupa kegiatan Jemparingan atau memanah dimana produk ini sangat tepat untuk memulai suatu kegiatan setelah kejenuhan yang amat sangat dengan harus dirumah. 

” Untuk kondisi saat ini kegiatan Jemparingan sangat tepat  untuk melatih setiap orang yang melakukan  harus Sabar, ikhlas, fokus, berani, penuh konsentrasi dan mampu mengendalikan diri 

Pemberdayaan masyarakat

Mau melihat langsung dampak kegiatan wisata yang multi ganda alias memiliki multiplier effect luas ?. Tak perlu studi banding ke luar negri, datang saja ke Omah Kecebong.

Grup alumni IKIP Bahasa Perancis berpose dengan busana Jawa di sawah

Siapa sangka bisnis Ndeso ini bisa menyerap keterlibatan banyak orang dari masyarakat sekitar, komunitas seni dan budaya serta kelompok masyarakat lainnya. 

“Sebagai gambaran,  kalau kami melayani group dan mengadakan acara seperti konsep Pasar Malam terdiri dari  makan malam dan kesenian serta jelajah desa maka kami melibatkan sekitar 300 personil dari kesenian, UMKM , pengamanan dan lainnya,” jelas Hasan Prayogo.

Dengan jumlah 45 orang karyawan terdiri dari  waiter, security, petugas busana, tukang masak, photografer, petugas kebersihan dan administrasi, maka pihaknya dibantu pula sedikitnya 20 orang Ibu ibu pembatik .

Untuk getobak sapi bisa melibatkan  60 orang , pemandu outbound: 15 orang, ibu-ibu PKK setempat yang membantu dalam setiap grup untuk memakai busana Jawa sebanyak 20 orang. Masih ada komunitas seni dengan personil 15 orang tampil setiap Sabtu dan Minggu.

Sejumlah kelompok  kesenian mengisi acara group MICE seperti kesenian  Bergodo (25 orang), kesenian gejok lesung (22 orang) dan siteran  4 orang. Pedagang makanan sekitar juga dilibatkan yaitu penjual bakso, nasi goreng, kambiing guling, snack tradisional, penjual jenang, mbok jamu, penjual cindera mata kerajinan ( UMKM) dan snack terlibat pada setiap acara.

Bagi Hasan, berbisnis di desa bisa memberikan contoh kepada masyarkat sekitar dengan pemanfaatan potensi wisata yang ada mampu meningkatkan pendapatan warga sekitar bukan hanya terpaku pada kegiatan bertani.

Selama bisa memberikan pengalaman terbaik maka diyakini tamu-tamu dari dalam dan luar negri yang datang akan merekomendasikan ke teman yang lain sehingga cerita  dari mulut ke mulut atau istilahnya getok tular akan terus mengalirkan tamu ke tempat ini.

“Itulah sebabnya usaha Ndeso dengain promosi via media sosial dan getok tular dengan kekuatan budaya dan kearifan lokal akan boom setelah Covid-19,”

 

Kiprah Para Dokter Mengedukasi Masyarakat Lewat Konsultasi Gratis

this formate

Alghufron, MMR (@alghufron), rajin memberikan edukasi gratis melalui IG ( foto: @alghufron).

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pahlawan Medis di Indonesia Bergandengan Tangan dalam Mengedukasi Masyarakat dan Memberikan Konsultasi Kesehatan Gratis di Instagram.  

Selama beberapa minggu terakhir, masyarakat Indonesia menjalankan gerakan #dirumahaja sebagai dukungan terhadap himbauan pemerintah dalam menjaga jarak fisik. Gerakan #dirumahaja telah mendorong setiap orang menjadi lebih kreatif dalam berinteraksi dan menjalani aktivitas mereka sehari-hari.

Para pahlawan medis yang saat ini berjuang tanpa kenal lelah di garda terdepan juga menunjukkan kreativitas mereka dalam mendukung gerakan #dirumahaja ini. Selain memberikan penanganan langsung bagi pasien di lapangan.

Mereka juga memanfaatkan teknologi dan Instagram untuk menyebarkan informasi kesehatan, dukungan terhadap sesama rekan sejawat, hingga menyediakan konsultasi gratis melalui Instagram.

Alghufron, MMR (@alghufron) dan dr. Dianca Oetama (@dianca.oetama) adalah beberapa contoh dokter Indonesia yang memberikan layanan konsultasi gratis seputar COVID-19 melalui Instagram Direct mereka. 

Konsultasi gratis tersebut tentu memberikan kemudahan bagi para pasien yang membutuhkan    pertolongan tim medis secara cepat tanpa harus mengunjungi rumah sakit yang saat ini berisiko menjadi sumber penyebaran COVID-19. 

Selain itu, beberapa dokter lainnya menggunakan akun Instagram mereka untuk mengedukasi              masyarakat seputar informasi terkait COVID-19 sesuai rujukan dan saran dari sumber-sumber organisasi kesehatan terpercaya secara interaktif dan menarik melalui Feed, Stories, dan IGTV.

Beberapa pahlawan medis yang secara aktif membagikan informasi kesehatan di Instagram, antara lain Dokter sekaligus model, dr. Mesty Ariotedjo (@mestyariotedjo) membagikan sebuah IGTV tentang urgensi penanganan COVID-19 melalui penerapan perilaku jaga jarak fisik (physical distancing) dan tes massal.

Selain aktif memberikan konten kesehatan edukatif, dr. Mesty yang  juga merupakan Co-Founder WeCare.id, pionir platform galang dana medis, mengadakan penggalangan dana untuk pembelian alat pelindung diri bagi para tenaga medis. Putu Ayuwidia Ekaputri (@diadiawidia) membagikan tips dan langkah-langkah yang dapat diambil oleh seseorang jika dinyatakan positif COVID-19.

Sementara dr. Anton Tanjung (@antontanjung) berkolaborasi dengan @drg.mirza dan @drg.irene    menggunakan akun Instagram mereka untuk mempublikasikan informasi seputar rumah sakit, puskesmas maupun rekan sejawat yang membutuhkan donasi alat pelindung diri maupun alat medis lainnya. 

Sedangkan dr. Reisa Broto Asmoro (@reisabrotoasmoro) memberikan edukasi seputar virus COVID-19 dan himbauan bagi masyarakat Indonesia untuk berhenti menggunakan sarung tangan medis agar dapat digunakan oleh tenaga medis yang benar-benar membutuhkan.

Sebagai alternatif, dr. Reisa memberikan solusi agar masyarakat  dapat lebih sering mencuci tangan atau menggunakan sarung tangan yang terbuat dari karet. 

Berjembur merupakan sebuah rutinitas sederhana yang dapat dilakukan selama #dirumahaja untuk membantu meningkatkan imunitas tubuh. Selama beberapa hari terakhir, masyarakat                   Indonesia tengah ramai membicarakan seputar waktu terbaik untuk berjemur. 

Untuk meluruskan hal tersebut, beberapa pakar kesehatan Indonesia ikut angkat suara, termasuk dr. Listya  Paramita, Sp.KK (@drmita.spkk) yang memberikan penjelasan seputar waktu terbaik untuk berjemur selama di rumah melalui IGTV. 

Di tengah pandemi COVID-19, calon ibu tentunya merasa resah akan keselamatannya dan bayi yang dikandungnya. Untuk itu, dokter spesialis kandungan Gahrani Chen (@gahranichen) mencoba mengakomodasi pertanyaan-pertanyaan dari para calon ibu ini dengan memanfaatkan Stiker Pertanyaan di Stories.  

Instagram berkomitmen untuk mengambil bagian dalam memerangi pandemi dengan terus meningkatkan fitur-fitur di layanannya agar dapat mendukung ekspresi diri setiap pengguna selama #dirumahaja,     menghubungkan mereka dengan hal-hal dan orang-orang yang mereka cintai, serta melindungi pengguna dari misinformasi terkait COVID-19. 

 

WNI di Swedia dan Latvia Ikuti Video Conference Seputar Pandemi Global

this formate

Keindahan kota Riga, ibukota Latvia yang menjadi lingkup kerja KBRI Swedia. ( Foto: Unsplash/ Sergei Wing) .

STOCKHOLM, Swedia, bisniswisata.co.id: Kedutaan Besar Republik Indonesia ( KBRI)  untuk Swedia dan Latvia menyelenggarakan video conference bersama membahas pademi global Covid-19 bersama Duta Besar Bagas Hapsoro dengan nara sumber Prof. Nawi Ng, Guru Besar Universitas Gothenburg.

Video Confrence yang berlangsung Kamis ( 9 April) bertujuan  untuk memberikan perkembangan terkini kasus Coronavirus dan juga perkembangan kebijakan Pemerintah setempat bagi WNI di Swedia dan Latvia yang menjadi lingkup kerja KBRI Swedia.

                      Dubes Bagas Hapsoro

Dalam siaran persnya Humas KBRI, Fajar menyebutkan kegiatan ini diikuti sedikitnya 68 peserta dari Swedia dan Latvia dengan  narasumber di luar KBRI adalah Prof. Nawi Ng, Guru Besar Universitas Gothenburg, yang menjelaskan mengenai definisi, asal muasal, dan serba-serbi Coronavirus.

“Terima kasih sudah menyempatkan waktu bagi Bapak Ibu untuk bergabung dalam video conference ini, kami akan memberikan perkembangan mengenai Coronavirus” tutur Dubes Bagas dalam pembukaannya.

Pelaksana Fungsi ( PF) Pensosbud di KJRI kemudian menyampaikan perkembangan terkini kasus Coronavirus yang terjadi baik itu di Indonesia, Swedia, maupun di Latvia. Setelah itu, PF. Protkons menyampaikan kebijakan-kebijakan yang telah diambil oleh Pemerintah Swedia maupun Pemerintah Latvia.

Menurut Prof Nawi Ng,  penyakit dengan gejala seperti Coronavirus sudah pernah muncul, seperti SARS di tahun 2002, dan MERS di tahun 2012. Diluar gejala seperti demam, batuk, dan sesak napas, terdapat gejala baru, seperti hilangnya kemampuan indera perasa dan penciuman.

Ditambahkan bahwa virus ini memiliki tingkat infeksi yang sangat tinggi, dimana 1 orang pasien dapat menulari 2-2,5 orang lainnya. Masa inkubasi virus ini pun bervariasi antara 2-14 hari, dimana seseorang yang terjangkit bisa langsung mengalami gejala pada hari kedua atau bahkan baru merasakan gejalanya 14 hari kemudian. 

Selain itu, disampaikan bahwa fatality rate virus ini berada di angka 2% untuk golongan umur 50-59 tahun, namun demikian meningkat pesat di golongan umur yang lebih tua.

Setelah paparan Prof. Nawi, sejumlah peserta juga memberikan pertanyaan dan tanggapan. Kegiatan berjalan dengan lancar dan baik. Nantinya kegiatan video conference ini akan dilaksanakan secara berkala.

 

Menelusuri Jalur Sutra 5  

this formate

Komplek Hazrati Imam, Tashkent ( foto-foto: William Satriaputra).

William Satriaputra, Ketua Forum Komunikasi Alumni ( FKA) ESQ wilayah Eropa dan Afrika yang juga eksekutif INNIO Groups menuliskan perjalanan wisata religinya Menelusuri Jalur Sutra. Berikut laporan perjalanannya bagian ke tiga.

 

Di Tashkent, kami berkunjung ke  Kompleks Hazrati Imam. Kompleks yang terletak di distrik Sibzar ini begitu terkenal di Tashkent yang menyimpan sejarah masa lalu. Disini terdapat mausoleum Abu Bakr Muhammad Kaffal as-Sashi Imam utama dan penyebar Agama Islam di Tashkent.

Imam Sashi menginspirasi Imam Bukhari, Imam Tarmizi, Imam Maturidi, Burhanuddin Marghinani dll. Tulisannya a.l. Al Jadal al-Hasan, Jawome al-Kalim, Adab al-Qaziy dll. Kompleks ini diberi nama Hazrat Imam (The Holy Imam) untuk mengenangnya. 

Bung Karno disamping mencari makam Imam Bukhari  juga mencari makam Imam Sashi dulu. Apa saja yang terdapat di kompleks Hazrati Imam? Kompleks ini pernah di bumi hanguskan oleh tentara Mongol dan dibangun kembali oleh Emir Timur di abad ke XIV.

Di komplek ini yang pertama ada Masjid Hazrati Imam, Qaffal Shashi mausoleum,  ketiga Madrasah Baraqkhan, keempat Madrasah Muyi Mubara, kelima Masjid Tilla Sheikh, keenam Masjid Namazgah dan yang ketujuh pusat aktivitas Mukti Uzbekistan. Semuanya menyimpan kisah dan cerita bila di kupas satu persatu disini mungkin tidak akan selesai selesai kisahnya.

Pada episode berikutnya saya akan angkat kisah Madrasah Muyi Mubarak yang telah di alihkan fungsinya untuk menjadi perpustakaan dan tempat menyimpannya Mushaf Al Quran tertua yang disusun oleh Khalifah Utsman bin Affan pada tahun 651 M. 

Ada juga kisah detik detik menjelang dibunuhnya Khalifah Ustman yang sedang membaca Al Baqarah Ayat 137 di rumahnya pada hari Jumat 8 Dzulhijjah 35 H hingga melanglang buananya Al-Quran tsb ke berbagai negara hingga ke Uzbekistan sampai sekarang.

Percikan darah di Al-Quran 

Hari Jumat, 8 Dzulhijjah 35 H ratusan pemberontak mengepung rumah Khalifah Utsman bin Affan setelah sebelumnya Khalifah Utsman memerintahkan tidak perlu mengirim tentara untuk melindunginya agar tidak terjadi pertumpahan darah. Nampaknya sang Khalifah tidak menghiraukan para pemberontak.

Pemberontakan terhadap Utsman adalah pemberontakan ke 4 dalam sejarah Islam setelah sebelumnya pernah terjadi pada Rasulullah, Abu Bakar dan Umar. Para pemberontak semakin brutal dan menaiki rumah Khalifah Utsman. Saat mereka masuk rumah Utsman sedang membaca Al-Quran setelah menunaikan sholat ashar sebelumnya. 

Bacaan Utsman terhenti di surat Al Baqarah ayat 137 ketika satu diantara pemberontak menebaskan pedangnya hingga tangan Utsman putus dan yang lain menusuknya. Mushaf Al Quran tersebut kena percikan darah yang membekas sampai sekarang. 

Searah jarum jam, Komplek Hazrati Imam, museum sejarah di Tashkent,  makam Imam Sashi dan pegunungan Chimgan berselimut salju.

Tes DNA pernah dilakukan untuk membuktikan bahwa itu darah manusia dari abad ke 7 dengan hasil positif. UNESCO pun mengakui bahwa mushaf tsb peninggalan bersejarah umat Islam dan memberikan sertifikat keaslian.

Apa yang terjadi setelah Khalifah Ustman terbunuh? Mushaf Al-Quran itu dibawa Ali  bin Abi Thalib ke Kuffah (Irak). Emir Timur pada 7 abad kemudian menaklukkan Asia Tengah dan menemukankan Mushaf tersebut serta  membawanya ke Samarkand ibu kota Dinasti Timurid serta menyimpannya hampir 4 abad disini. 

Ketika Samarkand di duduki Rusia (1868) mushaf dikirim ke St. Petersburg hingga pecahnya revolusi di Rusia tahun 1917. Kemudian Lenin mengirim mushaf ini ke Ufa ibukota Bashkortostan. Setelah berkali kali diminta akhirnya tahun 1924 di kembalikan ke museum sejarah di Tashkent.

 Tahun 1989 Presiden Islam Karimov memindahkan Mushaf tersebut ke Madrasah Muyi Mubarak yang dialihkan fungsinya menjadi bibliotik museum.  

Mushaf ini awal pembuatan ada 6 dan ini satu satunya yang tersisa. Mushaf terbuat dari kulit rusa dengan ukuran halaman 53 x 68 cm dan terdiri dari 338 halaman.

Kami tiba di Chimgan yang mempesona.Tidak banyak yang tahu bila 80 km di sebelah tenggara ibukota Tashkent di Uzbekhistan terdapat pegunungan Chimgan  yang terletak di Taman Nasional Ugam Chatkal. 

Disana juga terdapat danau Charvak dengan warna biru di ketinggian menambah cantik pemandangan disana. Di jadikan bendungan menjadi tempat rekreasi dan sekaligus juga untuk perikanan. 

Letaknya di distrik Bostanliq antara Ugam, Pskem dan Chatkal. Yang paling banyak ikan disana sejenis Carp (ikan mas) dan Trout (Forel). Airnya mengaliri ibukota Tashkent melalui 6 kanal. Sangat jernih dan bersih air pegunungan ini.

Perjalanan kami kesana menggunakan mobil melalui pedesaan  di kaki pegunungan hingga naik ke atas pegunungan yang licin dengan salju ditambah dengan jalan tajam berliku liku 

Perjalanan ini menyuguhkan pemandangan yang spektakuler, memikat mata dan penuh dengan sensasi. Tidak heran bila mereka menyebutnya Swissnya Uzbekistan. Puncak tertinggi mencapai lebih dari 3.300 m dari permukaan laut. 

Untuk sampai ke puncak pegunungan dan melihat pemandangan alam kami harus menggunakan ski lift dengan model kursi terbuka dengan satu batang besi pengaman. Sederhana memang tapi berfungsi cukup baik sebagai alat pengaman .

Setelah puas berada di Chimgan dan sebelum kembali ke Tashkent kami menikmati masakan khas Uzbekistan dengan latar belakang panorama pegunungan yang sangat mempesona.                      ( Bersambung).

 

Wartawan Peliput Wabah Covid-19 Perlu Memiliki Pengetahuan yang Memadai

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Wartawan yang akan meliput wabah Covid-19 harus memiliki pengetahuan yang memadai mengenai Covid-19. Selain itu wartawan yang sedang dalam status diduga atau dalam pengawasan penyakit Covid-19 dilarang melakukan liputan.

Hal itu terangkum dalam Panduan Peliputan Wabah Covid-19 yang dikeluarkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, dalam siaran persnya, hari ini, di tandatangani oleh Ketua Umum PWI Pusat, Atal Depari.

“Setelah melihat perkembangan di lapangan dan terutama setelah pemerintah mengeluarkan ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB, baik untuk perlindungan terhadap wartawan maupun keselamatan publik, pengurus PWI merasa perlu  mengeluarkan Panduan Peliputan Wabah Covid -19,” tambah Atal Depari.

Menurut dia, panduan ini dibuat khusus untuk para wartawan, sehingga ruang lingkupnya pun lebih ditujukan kepada kepentingan wartawan. Selain itu, tambah Atal, panduan ini dibuat dengan struktur dan bahasa yang ringkas sehingga mudah dipahami oleh para wartawan. “Tetapi tetap  mencakup semua yang terkait peliputan wabah Covid-19,” tegas Atal.

Dalam paduan  yang terdiri dari 12 point itu, antara lain diatur, wartawan tidak datang meliput langsung kasus Covid-19 ke rumah sakit, kecuali ada kepentingan publik yang luar biasa besarnya. Selain itu wartawan tidak boleh masuk ke kamar jenazah yang menjadi tempat korban penyakit Covid-19. Dalam kasus yang sangat mendesak dan memiliki kandungan kepentingan publik yang besar, wartawan minimal berada 10 meter dari area kamar jenazah.

Untuk menghindari penyebaran Covid-19, wartawan diminta mengikuti ketentuan-ketentuan dan pedoman yang dikeluarkan pemerintah, seperti selalu mencuci tangan dengan sabun, memakai masker menjaga jarak dan sebagainya. ”Wartawan juga kami minta mematuhi semua peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah,” tegas Ketua Umum PWI Pusat itu.

Panduan  ini sebenarnya sudah dipersiapkan sejak merebaknya wabah Covid-19, tetapi untuk menampung berbagai persoalan muktahir yang munculnya dalam peliputan di lapangan, sengaja panduan ini baru disyahkan 7 April dan diberlakukan mulai Rabu, 8 April 2020.

Sementara itu, Ketua Tim Perumusan Panduan Peliputan Wabah Covid-19, Wina Armada Sukardi menerangkan, panduan ini telah mengadopsi juga perkembangan teknologi. Misalnya postingan dari pasien Covid-19 di media sosial boleh dikutip wartawan sepanjang sudah terverifikasi keakuratannya. “Juga tidak mengandung unsur kengerian, fitnah, dan harus menyebut sumber yang jelas,” tegas Wina.

Selanjutnya Wina mengatakan, pemakain drone tidak boleh mengganggu ketenangan pasien dan dokter yang menangani kasus Covid-19. Untuk ketinggian tertentu harus mendapat izin dari otoritas di bidang ini,  kata Wina.

Kemenparekraf Pastikan Insentif Bagi Pelaku Parekraf Tepat Sasaran

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus menindaklanjuti dan mengawal berbagai insentif untuk para pelaku di sektor pariwisata ekonomi kreatif agar tetap berjalan dengan baik dan tepat sasaran sebagai upaya menekan dampak wabah COVID-19.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio dalam pernyataannya, di Jakarta, hari ini, menjelaskan Kemenparekraf telah mengirimkan surat kepada Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian BUMN untuk menindaklanjuti kebijakan insentif dari pemerintah kepada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf).

“Kami terus mengawal, agar para pelaku parekraf bisa menerima insentif. Sehingga dapat meringankan beban dan biaya operasional para pelaku usaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, arahnya kemudian dapat mengurangi kemungkinan PHK karyawan di sektor tersebut,” ujarnya.

Insentif tersebut berupa pajak hingga kebijakan sektor keuangan oleh Industri Keuangan Bank (IKB) dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) bagi para debitur industri pariwisata dan ekonomi kreatif. Kemudian ada juga, relaksasi kebijakan pemerintah daerah untuk wajib pajak di sektor pariwisata, relaksasi tarif listrik, dan penghapusan iuran BPJS Tenaga Kerja hingga 3 bulan setelah masa tanggap darurat dicabut.

“Termasuk insentif ekonomi. Saat ini, surat-surat tersebut sedang terus kami tindaklanjuti dan kami kawal,” kata Menparekraf Wishnutama.

Tidak hanya itu, kehadiran Kemenparekraf juga dirasakan oleh industri perhotelan dan transportasi. Kemenparekraf menggandeng pelaku usaha hotel dan transportasi untuk menyediakan layanannya demi membantu para tenaga kesehatan yang saat ini sedang berjuang di garda terdepan menghadapi COVID-19.

Wishnutama mengajak para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk saling membantu, dalam menghadapi kondisi yang tidak mudah ini. Khusus untuk para pelaku sektor ekonomi kreatif, seperti televisi, film, rumah produksi, konten kreator, radio, animasi, desain grafis, artis, seniman, juga berbagai komunitas dan jejaring kreatif di berbagai daerah, agar aktif terlibat dalam membantu pemerintah menyosialisasikan edukasi hidup sehat kepada masyarakat dalam menghadapi COVID-19.

“Presiden menekankan bahwa pemerintah menaruh perhatian yang sangat besar pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai salah satu _leading sector_ perekonomian nasional, namun untuk menangani dampak COVID-19 ini diperlukan kerja sama dari berbagai pihak,” ujar Wishnutama.

Thai Lion Air Evakuasi 111 Warga Thailand

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id; PESAWAT Thai Lion Air Boeing 737-800NG, registrasi HS-LUH dengan nomor penerbangan SL-117 lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Selasa 7 April 2020 pada 14.10 WIB dan mendarat pada 17.20 waktu Indochina di Bandara Hat Yai, Distrik Khlong Hoi Khong, Songkhla, penghubung utama di Thailand bagian selatan. Pesawat yang mengangkut 111 warga Thailand tersebut meninggalkan Hat Yai pukul 19.10 dan mendarat di Don Mueang pada 20.20 waktu setempat.

Penerbangan tersebut menurut pihak Lion Air Group, beroperasi melayani misi kemanusiaan dan evakuasi (evacuation and humanitarian assistance) kepulanganwarga negara Thailand dari Indonesia, dampak dari wabah COVID-19).

Sebelum keberangkatan– rute Bangkok Don Mueang – Jakarta – Hat Yai – Don Mueang –, awak pesawat terdiri dari dua awak kokpit dan empat awak kabin menjalani pemeriksaan kesehatan serta diberikan penambahan vitamin daya tahan tubuh. Semua dinyatakan sehat (negatif COVID-19) dan laik untuk terbang (fit for flight).

Thai Lion Air menjalankan penerbangan tersebut sesuai standar operasional prosedur (SOP) berdasarkan aturan, yang tetap mengutamakan faktor keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan. Pelaksanaan penerbangan berpedoman kepada prinsip-prinsip dan standar operasional prosedur kesehatan dalam memastikan pengamanan kru yang bertugas dan penumpang.

Dalam tindakan pencegahan virus dimaksud pada operasional penerbangan, menerapkan rekomendasi dan melakukan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman (disinfectant spray) sesuai prosedur yang berlaku serta menyediakan dan menggunakan masker dan alat pelindung diri (APD), sarung tangan (hand gloves) dan cairan/ gel pembersih tangan (hand sanitizer) guna antisipasi serta preventif.

Menurut SOP, selanjutnya pesawat yang digunakan Boeing 737-800NG, registrasi HS-LUH, sebelum keberangkatan dan setelah selesai melaksanakan penerbangan kemanusiaan dilakukan proses pembersihan, sterilisasi, penyemprotan, penggantian saringan udara kabin dan perawatan berkala selama beberapa hari.

Chairman of the Board Thai Lion Air, Capt. Darsito Hendro Seputro, menyatakan Thai Lion Air mendukung program kemanusiaan membawa warga Thailand yang berada di Indonesia. Thai Lion Air menerbangkan 111 penumpang dalam keadaan sehat.  Semua awak pesawat yang bertugas dalam penerbangan kemanusiaan akan mengikuti protokol kesehatan termasuk karantina sebagaimana yang sudah ditentukan dalam tindakan atau penanganan COVID-19. *

Kementrian Siapkan Langkah Strategis Bagi Pelaku Parekraf

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menparekraf Whisnutama tegaskan setelah hotel dan transportasi, giliran bantuan diprioritaskan bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di tanah air, termasuk menjalankan sejumlah  langkah strategis lainnya untuk mengatasi dampak COVID-19.

Berbicara  saat melakukan diskusi virtual dengan Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf), dia menjelaskan telah menyiapkan tiga tahapan untuk merespon dampak COVID-19 yaitu tanggap darurat, pemulihan (recovery), dan normalisasi.

“Di tahap tanggap darurat ini kami memberikan support kepada tenaga kesehatan untuk menyiapkan akomodasi, makanan, hingga transportasi. Karena tenaga kesehatan saat ini menjadi garda terdepan dalam penanganan kasus COVID-19 agar tidak meluas,” kata Wishnutama hari ini.

Pihaknya membutuhkan support yang luar biasa juga dari berbagai pihak mengingat sektor ini paling awal merasakan dampak wabah terkait yang ditandai dengan penurunan jumlah wisatawan dan pembatalan berbagai pagelaran seni. Kondisi ini membuat para seniman dan pekerja wisata banyak kehilangan mata pencaharian, katanya.

Wishnutama juga menjelaskan, pada tahap kedua yaitu pemulihan, pihaknya akan melakukan identifikasi dan berkoordinasi dengan Kementrian dan Lembaga lain untuk mengindentifikasi dampak secara detail akibat wabah COVID-19. Selanjutnya memberi dukungan kepada para pelaku parekraf dari sisi ketenagakerjaan, utilitas, keringanan retribusi, relaksasi pinjaman, pemanfaatan kartu pra kerja, hingga pelatihan online untuk SDM.

Terakhir, lanjut Menparekraf adalah tahap normalisasi yakni melakukan promosi kembali baik di dalam maupun luar negeri, hingga menyiapkan insentif untuk industri pariwisata sekaligus pelaku ekonomi kreatif.

Kemenparekraf juga akan kembali menyusun keterlibatan dalam agenda-agenda internasional dan kalender event nasional untuk menunjang kegiatan wisata. Selanjutnya, kembali membenahi destinasi khususnya dari sisi keamanan dan keselamatan, sumber daya manusia, serta daya tarik setiap destinasi.

“Dan yang harus kita pelajari nantinya adalah bagaimana psikologis para traveler yang berbeda-beda. Ada yang trauma dengan wabah COVID-19 ini. Ada juga pandangan traveler karena terlalu lama di rumah sudah ingin cepat-cepat keluar untuk berwisata. Kita ingin psikologi dan pandangan traveler yang seperti ini yang berkembang,” katanya.

Pada langkah awal pasca-pemulihan nantinya, Wishnutama menekankan pentingnya untuk lebih dahulu memobilisasi wisatawan nusantara (wisnus). Pergerakan wisnus akan menggerakan kembali perekonomian rakyat.

“Sudah tentu untuk tahap awal kita menggerakkan wisnus terlebih dahulu. Saya harap juga teman-teman wartawan, bersama-sama kita optimistis dan membantu menumbuhkan sikap positif hingga pandemi ini usai. Tentunya agar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini kembali normal dalam waktu yang lebih cepat,” katanya.

Pusat Krisis

Kemenparekraf juga saat ini telah membuka jalur pengaduan dan pelaporan melalui call center dan website untuk melaporkan kondisi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dan membentuk Pusat Krisis Terintegrasi. Semua itu untuk mengumpulkan masukan, data, keluhan, dan sebagainya sebagai dasar pertimbangan pengambilan kebijakan dalam upaya penanganan di situasi tanggap darurat saat ini.

“Pusat Krisis Terintegrasi akan melakukan pendataan informasi industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak COVID-19 di seluruh daerah. Kemudian, bersama Pemda akan menerapkan rencana mitigasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam menghadapi pandemi COVID-19,” katanya

Selain itu juga membuka forum daring untuk menjaring masukan dari para pelaku dan stakeholder pariwisata sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan dan langkah lanjutan.

Dalam diskusi virtual dengan Forwaparekraf tersebut, hadir pula sebagai narasumber Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani dan Ketua Umum Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Nunung Rusmiati.

Hariyadi Sukamdani menjelaskan, dari data yang masuk ke PHRI saat ini terdapat 1.266 hotel yang terpaksa tutup di 31 provinsi. Meski belum ada data spesifik mengenai jumlah karyawan yang terdampak penutupan hotel, ia memperkirakan sebanyak lebih dari 150 ribu karyawan yang berstatus cuti di luar tanggungan perusahaan.

“Kami terkendala di pendataan, pihak restoran masih banyak yang belum masuk. Data pekerja yang menuhi standar untuk mendapat bantuan hingga saat ini baru berkisar 74.101. Data tersebut kami prediksi bisa melebihi dari data karyawan yang masuk saat ini,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Nunung Rusmiati menjelaskan sejauh ini, pihaknya terus memonitor semua travel agen anggotanya yang berjumlah sekitar 7.000 di 34 provinsi. Dan terus berkoordinasi dengan seluruh DPD ASITA seluruh Indonesia untuk memantau perkembangan dampak dari wabah COVID-19 ini.

“Jadi mulai sekarang sudah ada yang mengurangi gaji karyawan sebanyak 25 persen. Bahkan travel sudah mengatakan, kalau keadaan seperti ini terus bisa sampai 50 persen. Alhamdulillah ada beberapa travel yang tidak mengurangi karyawan atau tidak melakukan PHK,” katanya.

Whisnutama: Kordinasi Jalan Terus Untuk Minimalkan Dampak Covid-19 Pada Pekerja di Sektor Parekraf

this formate

Roda ekonomi dimana sektor pariwisata paling awal terdampak wabah pandemi global Covid-19.( foto:Kemenparekraf)

JAKARTA, bisniswisara.co.id:  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan setiap hari berkoordinasi secara rutin dengan asosiasi pariwisata, Kementrian dan Lembaga lainnya menanggulangi dampak wabah virus corona di sektor pariwisata. 

” Tiap hari kami berkordinasi dengan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), industri lainnya, Kementrian dan Lembaga serta dengan para wakil rakyat di DPR-RI ” ujarnya, kemarin.

Berbicara pada diskusi virtual bersama 33 wartawan Forparekraf, Ketua PHRI, Haryadi Sukamdani  dan Ketua Asita, Nunung Rusmiati, Whisnutama menjelaskan bahwa Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI, Senin lalu membahas pengajuan realokasi anggaran Kemenparekraf.

“Awalnya relokasi anggaran Kemenparekraf Rp 500 miliar lalu keluar Kepres seluruh kementerian dan lembaga terkena penghematan sehingga secara total terkumpul dana Kemenparekraf mencapai  Rp1,07 triliun untuk mendukung penanganan covid,” kata Menparekraf diamini oleh Giri Adyani, Sesmenparekraf.

instansi yang dipimpinnya telah membentuk tim krisis kepariwisataan yang bertugas menanggulangi dampak wabah virus Corona dan satgas inilah yang mengumpulkan data dari yang terdampak, tambahnya.

Wishnutama mengakui agak kesulitan dalam meng-collect data.Oleh karena itu, dia meminta agar tim dapat kroscek kembali, sehingga tidak ada tumpang tindih data untuk diteruskan ke  Kementerian atau Lembaga terkait penanggulangan dampak.

Haryadi menjelaskan kendala di lapangan misalnya, saat ini, data dari PHRI menunjukkan, sebanyak 1.266 hotel di 31 provinsi tutup. Namun, diakui dalam laporan PHRI, pihaknya masih alami kendala dalam pengumpulannya karena hotel memodifikasi format standar, sehingga mempersulit penggabungan data. Selain itu, banyak kolom tidak diisi lengkap. 

“Adapun akibat dari data tidak sesuai format standard, dalam laporan PHRI disebutkan, sebanyak 24 hotel tidak bisa diproses dalam survei 25-29 Maret 2020 lalu. Kalangan restoran juga belum lengkap melaporkan sehingga bisa berdampak pada individu yang tidak masuk ke skema bantuan,” kata Haryadi.

Menurut Menparekraf, dia juga aktif  hadir bersama rapat kerja dengan Menteri terkait atau lembaga lainnya bersama organisasi profesi yang ada untuk menyampaikan kondisi saat ini.

“Pada rapat-rapat kordinasi antar Kementrian dan Lembaga usulan dari PHRI dan ASITA dalam hal kewajiban seperti pajak, ketenagakerjaan, utilitas, dan perbankan dalam tahap on-progress, dan didiskusikan dengan menteri atau lembaga terkait,”

Hariyadi Sukamdani berharap pemerintah segera melakukan penanggulangan seperti pemberian bantuan langsung tunai atau program Kartu Pra Kerja bagi pegawai hotel yang terdampak.

“Namun bantuan tersebut sebaiknya, secara keseluruhan diberikan tunai kepada pekerja, yaitu Rp 600.000 tunai dan Rp 1 juta yang tadinya untuk pelatihan,” 

Sejauh ini, PHRI telah berkomunikasi dengan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah terkait program Kartu Pra Kerja ini. Namun, menurut Ida, desain program Kartu Pra Kerja memang dibentuk dengan mekanisme pelatihan.

“Ini kita perlu diskusi lagi, saya minta selanjutnya akan berdiskusi lagi dengan teman-teman Kemenaker karena bantuan tersebut saat ini dibutuhkan oleh para pegawai hotel. Sementara itu, jika bantuan dalam bentuk pelatihan, uang akan lari dan masuk ke Balai Latihan Kerja dan para trainer,”

Hal lain yang masih harus dibahas adalah saat ini pemerintah masih mewajibkan pembayaran Tunjangan Hari Raya ( THR) , sementara 1226 hotel di 31 Provinsi sudah tutup karena kehilangan tamu dan merumahkan karyawan. Meski demikian hingga saat ini tidak akan ada PHK karena akan mempersulit perusahaan dalam membayar uang pesangon.

Ketua ASITA, Rusmiati pada kesempatan itu juga menjelaskan kondisi biro perjalanan wisata yang sekarat dan pemerintah diharapkan memberikan kredit lunak guna menjaga cash flow  agar bisa bertahan dengan tetap bisa membayar gaji pegawai serta operasional perusahaan dan THR.

Dari hasil survey yang di lakukan pada 17-21 Maret 2020 lalu disimpulkan bahwa 55,7% yang dari 7000 anggota ASITA mengalami hingga 100% penurunan penjualan atau sudah tidak ada lagi transaksi, sementara itu 35,7% mengalami penurunan sebanyak 75%. Dia juga meminta agar pemerintah memberikan keringanan pajak, biaya listrik, BPJS, dan retribusi lainnya. 

“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh DPD ASITA seluruh Indonesia untuk memantau perkembangan dampak dari wabah Covid-19 ini,” kata Rusmiati

Hariyadi menambahkan pihaknya juga sudah meminta agar dana Jaminan Hari Tua ( JHT) bisa dicairkan saat ini.Selama ini, pencairannya dengan dua syarat, pegawai terkena Putusan Hubungan Kerja (PHK) dan atau meninggal dunia. Syarat lainnya para pegawai yang dapat mencairkan JHT tersebut adalah mereka yang telah bekerja selama 10 tahun.

“Opsi Ini yang kita mohonkan kepada pemerintah melalui Menko Perekonomian agar  dalam situasi ini, boleh dong dicairkan karena itu juga tabungannya pekerja. Ini untuk mereka bertahan hidup di kondisi buruk seperti sekarang,” jelasnya.

Menjawab pertanyaan pers, Whisnutama menegaskan pihaknya akan terus berkordinasi dengan  industri maupun asosiasi lainnya dan pasti ada langkah konkrit untuk meminomalisir dampak pandemi global Covid ini di sektor Parekraf.

“Kemenparekraf tidak mungkin berjalan sendiri melainkan harus bersama stakeholder jadi setelah membantu hotel dan usaga transoortasi kini kita menyiapkan bantuan pekerja sektor Parekraf dan pelatihan yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan,” 

 

Yuk Ciptakan Rasa Bahagia Meski Berwisata Virtual Lewat Indonesia.Travel 360º Images.

this formate

Keindahan Candi Prambanan di malam hari ( foto: Kemenparekraf).

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tagar #WhenWeTravelAgain ramai dan menjadi populer di Twitter belakangan ini karena banyak negara menerapkan kebijakan agar masyarakatnya tidak bepergian atau traveling dan hanya melakukan aktivitas di rumah, sementara keinginan untuk berwisata di kalangan masyarakat tetap besar.

Sejak virus corona Covid-19 hadir di muka bumi ini, aktivitas berwisata sementara waktu memang mati suri. Padahal sedikitnya ada 7 Alasan mengapa berwisata membuat seseorang menjadi bahagia secara pribadi dan profesional. Hormon bahagia itulah yang saat ini sangat dibutuhkan dalam tubuh kita.

Agaknya memahami situasi ini, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf ) menyebarkan sejumlah link pada masyarakat untuk tetap bisa menjelajah keindahan negri kita dari rumah. Bagi yang rajin browsing, boleh juga kunjungi situsnya dan menikmati Indonesia.Travel 360º Images.

Coba liat yuk disini; 

1.Indonesia.Travel 360º Images https://www.indonesia.travel/id/en/image-360

2.Indonesia.Travel 360º Videos https://www.indonesia.travel/id/en/video-360

3.Google Art and Culture Indonesia https://artsandculture.google.com/project/wonders-of-indonesia

4.Indonesia.Travel YouTube Channel https://www.youtube.com/user/TheIndonesiaTravel

5.360indonesia Photo https://360indonesia.id/category/photo-360/

6.360indonesia Video https://360indonesia.id/category/video-360/ 

Online Museum:

1.Museum Nasional https://www.museumnasional.or.id/en/virtual-tour

2.Museum Bank Indonesia http://idvr360.com/vr360/museum/mbi/mbi.html

3.Museum Tsunami Aceh https://360indonesia.id/museum-tsunami-aceh-2/

4.Museum Kepresidenan Balai Kirti https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/muspres/

5.Museum Sumpah Pemuda http://museumsumpahpemuda.kemdikbud.go.id/

6.Museum Perumusan Naskah Proklamasi https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/mpnp/

7.Galeri Nasional https://galeri-nasional.or.id/

Bahagia menjadi syarat utama mereka yang positif terpapar virus Corona Covid-19, begitu juga yang  baru tahap suspect ( diduga kuat) , Orang Dalam Pemantauan ( ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus ini. Begitu pula bagi masyarakat yang hingga kini masih sehat walafiat.

Hadir dan ciptakan kebahagian dalam diri, jangan membiarkan rasa cemas dan takut. Meski kenyataannya hingga Senin (6/4/2020) pukul 12.00 WIB, diketahui secara total ada 2.491 kasus Covid-19 di Indonesia dan jumlah ini bertambah 218 kasus dalam 24 jam terakhir.

Nah, Penelitian telah membuktikan bahwa satu jalan menuju kebahagiaan adalah berwisata. Pada 2016, Konferensi Happiness 360 bekerja sama dengan Organisasi Pariwisata Dunia PBB ( UNWTO) menetapkan bahwa orang-orang yang paling bahagia di dunia lebih banyak berwisata.  

Kebahagiaan, yang didefinisikan sebagai kesejahteraan subjektif, adalah masalah yang sangat besar di sebagian besar lingkaran masyarakat. Padahal jawabannya sederhana karena semakin bahagia,  semakin sehat Anda. Begitu juga semakin sehat maka semakin kreatif dan produktif Anda jadinya.

Filsuf dan profesor A.C. Grayling merasa bahwa berwisata adalah kunci untuk memperluas pikiran dan jiwa. Dikutip dari traveltriangle.com, dia percaya kita mendidik diri kita sendiri dengan bepergian dan mengekspos diri kita pada ide-ide dan orang-orang baru.  

Berikut 7 alasan lain mengapa bepergian membuat Anda bahagia:

1.Traveling merangsang otak karena ketika kita bepergian mendapat pengalaman baru yang menjadi kunci untuk membangun jalur saraf baru di otak. Hasilnya menjadi lebih kreatif dan menerima ide-ide baru.  Inilah sebabnya mengapa perjalanan wisata membuat Anda bahagia.

2. Meningkatkan Hubungan. Orang yang paling bahagia adalah orang yang memiliki koneksi terkuat dengan orang lain, baik itu keluarga, teman atau masyarakat umum.  Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan hubungan ini adalah dengan bepergian bersama dan mengalami hal-hal baru bersama.

Stefan Klein, penulis The Science of Happiness, percaya bahwa kesenangan menemukan hal-hal baru dan kegembiraan yang datang dengan bertemu orang-orang baru atau sensasi dari wisata kuliner, makan makanan baru semua datang bersama-sama untuk menciptakan perasaan bahagia di setiap pelancong.

3.Membangun Koneksi. Perjalanan membuat kita bahagia, inilah alasannya.  Melalui perjalanan, Anda bisa bertemu orang-orang baru, orang-orang yang sebelumnya tidak akan pernah Anda temui.  Anda bisa menjalin hubungan baru dan mulai berkontribusi terhadap kebahagiaan Anda secara keseluruhan dalam hidup.

4.Pengalaman Lebih Berharga Daripada Benda. Penelitian telah menunjukkan bahwa kita lebih menghargai pengalaman kita daripada harta benda apa pun yang kita miliki.  Menghabiskan uang untuk pengalaman baru lebih penting daripada membeli sesuatu yang baru karena pengalaman itu tetap bersama Anda selamanya dan dibawa ke manapun Anda pergi. 

5.Memori yang baik-baik. Bukan hal yang aneh untuk mendengar kisah perjalanan orang dan membayangkan mereka memiliki pengalaman yang luar biasa. Suka dan duka berwisata mungkin ada, tapi saat berbagi cerita dengan orang lain kita cenderung meminimalkan bagian duka.

Anda mungkin jatuh sakit di perjalanan, tetapi bagian itu tidak diingat dalam beberapa tahun.  Sebaliknya, kenangan itu akan digantikan oleh bagian terbaik dari perjalanan. Inilah sebabnya bepergian membuat seseorang lebih bahagia.

6.Pengalaman perjalanan membuat cerita yang baik untuk dikenang. Semua kisah perjalanan adalah peluang besar untuk berbagi pengalaman  dengan orang lain dan berkat pengalaman berwisata bersama membangun koneksi yang lebih kuat.

7.Sulit membandingkan pengalaman perjalanan. Suka membandingkan diri dengan orang lain adalah penyebab utama ketidakpuasan dan ketidakbahagiaan di zaman sekarang ini.  Oleh karena itu sulit untuk membandingkan pengalaman perjalanan ke Karibia dan perjalanan ke Asia, misalnya. Soalnya keduanya adalah pengalaman yang penting dan membuat Anda bahagia.

Nah bagaimana ?  yuk wisata virtual dulu dan ciptakan dulu rasa bahagia. Yakinlah Tagar #WhenWeTravelAgain bisa diwujudkan dan rencanakan saja setelah virus Corona hilang mau berwisata kemana.