Bincang Daring KBRI Swedia Bahas Upaya Lacak Covid-19 Dengan DNA

this formate

Nara sumber dari kalangan Diaspora Indonesia,  Dr. Dhany Saputra, PhD, Bioinformatics at Center for Genomic Epidemiology Denmark. ( Foto: KBRI Stockholm)

STOCKHOLM, Swedia, bisniswisata.co.id: Kegiatan bincang Virtual bersama WNI di Swedia dan Latvia kembali dilakukan oleh KBRI di Stockhlom. Kali ini membahas Upaya Pelacakan Covid-19 dengan Analisis DNA dengan nara sumber Dr. Dhany Saputra, PhD in Bioinformatics at Center for Genomic Epidemiology Denmark, kemarin.

Pelaksana Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KBRI Stockholm, Fajar Primananda, menjelaskan bahwa tujuan utamanya adalah untuk memberikan perkembangan terkini terkait Covid-19 di Swedia dan Latvia dan sekaligus membahas Covid-19 dari sudut pandang ahli.

Hadir sebagai narasumber pada Bincang Virtual tersebut adalah Dr. Dhany Saputra, PhD in Bioinformatics at Center for Genomic Epidemiology Denmark. Dr. Dhany membawakan presentasi berjudul “To Hunt or To Be Hunted: Upaya Pelacakan Covid-19 dengan Analisis DNA”.

Dubes RI untuk Swedia merangkap Latvia, Bagas Hapsoro membuka kegiatan dengan menyampaikan terima kasih atas kesediaan Dr. Dhany dan para peserta meluangkan waktu dalam Bincang Virtual kedua. Sebelumnya pada 9 April KBRI juga melakukan bincang  virtual dengan nara sumber Prof. Nawi Ng, Guru Besar Universitas Gothenburg.

“Pandemi Covid-19 di Swedia dan Latvia nampaknya belum akan melambat, namun demikian saya menghaturkan doa yang terbaik bagi keselamatan dan kesehatan Bapak Ibu sekalian. Tidak lupa juga saya ucapkan selamat menunaikan Ibadah Puasa bagi yang menjalankan” ujar Dubes Bagas.

Fajar Primananda menyampaikan perkembangan terkini Covid-19 hingga 23 April 2020. “Di Swedia telah terdapat 16.004 orang pengidap Coronavirus, dengan korban meninggal sebanyak 1.937 orang. Sedangkan di Latvia terdapat 778 orang pengidap Coronavirus, dengan korban meninggal sebanyak 11 orang.

Kemudian dalam sesi narasumber, Dr. Dhany menjelaskan mengenai upaya pelacakan Covid-19 dengan menggunakan analisa DNA. Menurutnya saat ini tes yang dilakukan banyak negara, termasuk Indonesia, masih menggunakan teknologi paling dasar dalam deteksi Covid-19, yaitu Rapid Test.

“Saat ini Indonesia menggunakan Rapid Test dan baru-baru ini Indonesia pesan Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) yang lebih baik daripada Rapid Test, namun RT-PCR ini tidak portabel dan tidak bisa menghasilkan analisis komprehensif dan mendetail dibandingkan sequencing.” ujar Dhany.

Ditambahkan pula bahwa kini telah terdapat teknologi baru untuk testing seperti ini, yaitu dengan nanopore sequencing. “Dengan nanopore sequencing dan dibantu oleh software yang saya kembangkan, 24 sampel yang diambil dapat langsung terdeteksi virusnya secara akurat, detil, dan dalam waktu kurang dari 10 jam.” tambah Dhany.

Proposal mengenai RNA Sequencing Kit tersebut telah disampaikan Dhany beserta rekannya, Marcelinus Rocky Hatorangan, kepada Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN Indonesia. “Alatnya memang tidak murah, namun dengan kecepatannya, keakuratannya, dan kemampuannya untuk detailed typing saya rasa worth it untuk dilakukan”

Sebanyak 20 peserta tercatat mengikuti Bincang Virtual tersebut. Kegiatan semacam ini direncanakan akan terus diadakan secara rutin, sebagai salah satu upaya KBRI Stockholm untuk terus menjangkau dan bersilaturahmi dengan WNI di Swedia dan Latvia pada masa pandemi Covid-19.

Selanjutnya, Pelaksana Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Stockholm, Ernest Hadinoto, menyampaikan bahwa beberapa WNI ada yang telah kembali ke indonesia dan mereka sudah melaporkan bahwa mereka telah mendarat di Indonesia dengan aman. 

“Persiapan Warung Konsuler di Kota Malmö pada hari Sabtu, 25 April 2020 juga telah dilakukan secara baik. Sudah ada 32 WNI yang mendaftar dalam kegiatan Warung Konsuler tersebut untuk perpanjangan paspor” ujar Ernest.

 

Buku Otobiografi Gufron Sumariyono Wariskan Pendidikan Karakter Yang Kuat

this formate

Gufron Sumariyono ( foto: dok. pribadi) 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menulis Otobiografi bagi seorang Gufron Sumariyono agaknya bukan sekedar cerita kehidupan seorang anak manusia  dari awal kehidupannya. Tetapi merupakan suatu upaya mewariskan pendidikan karakter, menghidupkan talenta hingga gaya hidup orangtua yang dicintainya ke generasi penurus.

Pria sederhana dengan segudang ilmu bisnis kelas dunia ini hanya mencantumkan profesinya sebagai pekerja di lembaga Kemanusiaan ESQ, suatu lembaga spiritual yang mengasah Emotional Quotient ( EQ) , Spiritual Quotient ( SQ) dan Intelectual Quotient ( IQ) yang didirikan oleh Ary Ginanjar Agustian 20 tahun lalu.

Lahir di Pati tahun 1945 sebagai anak ke dua dari 12 bersaudara dimana ayah dan ibunya adalah sama-sama berprofesi sebagai seorang guru. Ayahnyalah yang mempunyai buku besar yang disebut ‘Buku Keluarga’. Berisi kejadian penting yang dialami oleh keluarga Katolik ini.

Dihalaman pertama Buku Keluarga tertulis suasana perkawinan ayah dan ibu. Dihalaman lain ada catatan tentang zaman Penjajahan Hindia Belanda dan ada catatan di zaman Pendudukan Jepang. Hal yang mengagumkan bahwa dizaman itu ayahandanya juga memiliki catatan momen penting yang dialami oleh ke 12 anaknya.

Kebiasaan sang ayah yang menulis di buku “Keluarga” dan hobby Gufron di bidang fotografi yang menghasilkan belasan album foto akhirnya lahirlah Otobiografi Gufron Sumariyono jilid 1-3 yang isinya bukan hanya bermanfaat untuk keluarga tetapi juga masyarakat karena sejak 2015 sudah dibagikannya dalam bentuk E-book

Dalam menulis otobiografi, Gufron menelusuri kembali jejak-jejak kehidupannya di masa lalu untuk kemudian dituangkan ke dalam tulisan dan dikemas sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis serta foto-foto pelengkap di bab gallery.

“Saya menulis kisah kehidupan saya oleh saya sendiri. Bagi saya, ini suatu pengalaman yang baru. Mengapa? Karena diabadikan dalam foto yang saya simpan di album denganrapi.h,” ujar Gufron.

Menurut dia, gambar bisa menceritakan 1000 kata. Untuk membuka album, dibutuhkan waktu dan tenaga yang lumayan. Tapi disinilah tantangannya Kadang agak malas karena beratnya album dan banyaknya album. 

Namun kesabarannya menghasilkan buku Otobiografi yang enak dibaca dan perlu diketahui oleh generasi milinelial gen Z sekalipun yang lahir di era digital.

Bagian pertama dari bukunya, Gufron mengisahkan kebanggaan menjadi anak guru dimana ayahnya adalah alumni Normaalschool Muntilan, Jawa Tengah, hidup dengan 12 anak dan bagaimana pendidikan karakter yang ditanamkan orangtuanya diceritakannya dengan detil.

Bab dua memasuki babak baru hidup terpisah dari keluarga dan tinggal di asrama Realino saat menjalani kehidupan di kampus UGM. Kegiatan rutin yang dihadapi setiap hari, kenakalan mahasiswa  termasuk pengalaman masa revolusi dituangkannya dengan menarik termasuk hidayah yang membawanya belahar tentang Islam.

Bab tiga menceritakan buah pendidikan ketika menjadi seorang insinyur Teknik Kimia dan mulai bekerja di IBM. Pengalaman kunjungan dari satu negara ke negara lain  sebagai Account Executive dan trainer membawanya ke India, Brussel, New York, Bangkok dan menetap di Hongkong.

Berada di zona nyaman, lalu kembali merasa tertantang dan perlu terus mencari peluang. Gufron kemudian mendapatkan ilmu bisnis kelas dunia dari IBM yang menjadi pengalaman berharga hingga akhirnya setelah 20 tahun bekerja pindah ke grup perusahaan Humpuss.

Perjalanan hidup yang penuh warna bisa ditemukan di Bab IV. Saat memutuskan untuk mengirim dua anak sekolah ke Rossall Boarding School, Inggris. Rahma berumur 15 tahun, baru tamat SMP Al Azhar. Sedang Dhani (laki-laki) berumur 13 tahun. Dhani baru naik kelas 2 SMP Labs School IKIP Rawamangun.

Terlahir sebagai anak dari keluarga Katolik dan kisah awal pertemuan dengan istri hingga menikahi gadis beragama Islam dijelaskan dalam Bab V. Rupanya Gufron berpindah agama bukan semata untuk menikah dengan gadis pilihannya.

Jauh sebelum itu, pengalaman spiritual saat tinggal sekamar dengan aktivis HMI yang rajin shalat 5 kali sehari dan  rajin membaca Al-Qur’an pada 1967, membuat Gufron mendapat hidayah gara-gara membaca Surat Maryam: 35 yang terbuka dimeja belajar.

Di usianya yang telah mencapai 75 tahun Gufron menekankan pentingnya orangtua memperhatikan pendidikan karakter bagi anak-anaknya. Pendidikan karakter di rumah oleh bapak dan   ibu selama 17 tahun sangat membekas, sangat baik dan sangat berguna. 

“Pendidikan karakter untuk selalu , berbuat baik, jujur, toleransi,  disiplin, kerja keras, mencinta tanah air dan memiliki semangat kebangsaan tidsk lekang oleh waktu,” ujarnya.

Selain itu pengalaman hidup sebagai mahasiswa di Fakultas Teknik Kimia UGM , Yogyakarta dan tinggal di Asrama Realino juga menjadi bekal hidupnya yang tidak pernah habis hingga sekarang menjadi senior citizen.

Masa kuliah selama   6 tahun lebih menjadi ilmu   yang menjadi dasar untuk   menjalankan berbagai pabrik kimia yang dibangun pemerintah RI yang sejak1966 dipimpin oleh Presiden Soeharto. 

“Kenangan dan pengalaman tinggal di Asrama Realino, sebuah asrama katolik dipimpin romo-romo Jesuit, khusus laki-laki luar biasa. Kami tinggal di gedung yang megah   dan mewah pada waktu itu. Asrama yang landasannya Bhinneka Tunggal Ika, dihuni oleh mahasiswa Gadjah Mada dari berbagai suku, berbagai agama, berbagai fakultas,” 

Asrama yang menekankan pendidikan   disiplin yang ketat. Tidak kenal kompromi. Semua penghuni diajarin berdiskusi, memimpin rapat,memberikan   presentasi, tanya jawab dalam Realino Discusion Club dan dalam bahasa Inggris. 

Penghuni asrama digembleng oleh pastor Jesuit agar menjadi pemimpin yang berkarakter kuat dan bagus yang harus dimiliki oleh pemimpin masyarakat. Moto SV artinya Sapientia etVirtus  artinya kebijakan dan kebajikan. Realino mempersiapkan calon pemimpin bangsa yang peduli kepada kemiskinan, kebodohan dan kebersamaan. 

Siapa sangka di usianya saat ini  hidup Gufron banyak menbantu eksistensi lembaga kemanusiaan ? Jelas tidak ada faktor kebetulan karena keyakinan atas campur tangan sang Khaliklah yang membuat buku Otobiografinya menjadi warisan yang tetap hidup dari masa ke masa.

 

Larangan Terbang Pesawat Komersil per 24 April-1 Juni 2020

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id; MENINDAKLANJUTI upaya memutus penyebaran COVID-19 salah satunya dengan larangan mudik pada Ramadhan tahun 2020. Pemerintah memutuskan untuk menghentikan layanan transportasi udara penumpang komersil, per 24 April 2020 sampai 1 Juni 2020.

“Untuk sektor tranportasi udara saya sampaikan pertama larangan perjalanan dalam negeri dan luar negeri, baik transportasi udara berjadwal mau pun carter 24 April-1 Juni 2020,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Novie Riyanto, hari ini di Jakarta.

Namun, Novie mengatakan ada pengecualian untuk pimpinan lembaga tinggi negara mau pun wakil kenegaraan hingga organisasi internasional. Hal ini juga berlaku untuk pengangkutan layanan medis dan logistik termasuk kargo.

 “Selain itu, organisasi penerbangan khusus pemulangan WNI, WNA dan terkait penegakan hukum dan pelayanan darurat petugas penerbangan masih bisa dengan seizin menteri. Navigasi udara tetap dibuka 100% sedangkan bandara juga beroperasi seperti biasa di mana mereka wajib layani pesawat take off landing dan pesawat yang melintasi bandara tersebut,” kata Novie

Dengan adanya larangan mengangkut penumpang umum, tegas Dirjen Perhubud RI, badan usaha angkutan udara niaga berjadwal wajib melayani penumpang yang akan refund tiket dengan ketentuan:

Melakukan re-schedule, re-route bagi calon penumpang yang telah memiliki tiket tanpa dikenakan biaya. Memberikan voucher tiket sebesar nilai tiket yang dibeli oleh penumpang, yang dapat digunakan untuk membeli tiket Kembali dengan masa berlaku tiket sekurang-kurangnya 1 tahun, serta dapat diperpanjang sebanyak 1 kali. Pengaturan waktu refund tiket diserahkan pada pihak operator penerbangan atau maskapai bersangkutan.

Aksi Memanaskan Mesin Bus Bersama di Bali

this formate

BALI, bisniswisata.co.id; KAMIS 23 April 2020, pagi, iring- iringan bus pariwisata beragam ukuran konvoi dari P Serangan – Bundaran Airport – Simpang Dewa Ruci – By Pass Sanur dan diakhiri di Jalan Hang Tuah Renon serta memutar jalan Cok Agung Tresna. Bus- bus dari 89 perusahaan anggota Persatuan Angkutan Wisata Bali (PAWIBA), bergerak rapi dengan ritme kecepatan santai.

Bus-bus itu menyusuri  rute yang telah ditetapkan, sehingga masyarakat yang sedang menjalankan himbauan #dirumahaja, atau yang sedang melintas untuk kepentingan mendesak dengan leluasa membaca banner- banner yang tertempel di badan bus- bus tersebut.

“Sejak Februari, Maret dan April bus- bus dikandangkan sejalan dengan menurunnya kunjungan wisatawan dan ditutupnya objek- objek kunjungan wisata. Aksi memanaskan mesin bus bersama- sama selain menjaga kondisi kendaraan, sekaligus membuktikan bahwa komunitas angkutan bus pariwisata di Denpasar masih eksis hingga saat ini,” jelas Nyoman Sudiarta, Ketua PAWIBA

PAWIBA berharap dengan kegiatan ini pemerintah dapat memberikan perhatian berupa relaksasi pada lembaga keuangan. Terutama pada usaha angkutan bus pariwisata , stake holder kepariwisataan Bali. Pada kesempatan tersebut bus- bus dilengkapi spanduk, banner bertuliskan:

1. Bukan saatnya nangis bersama, tapi saatnya teriak bersama

2. Jangan lupakan kami yang sedang menunggu

3. Jangan tagih kami sekarang, berikan kami waktu

4. Apakah kami kurang besar untuk di lihat?

5. Kalian di rumah saja atau kami parkir di tengah jalan

6. Kami diam, tapi samsat, kir, angsuran jalan terussss

7. Kami takut corona, tapi kami lebih takut debt collector

8. Kami tak berkoar, meski pun butuh solar “tanpa subsidi”

9. Pariwisata bukan utama, namun kami penyumbang devisa No 2

10. Tak pernah mengecam, meski hidup kami terancam

11. Kami transportasi bukan hanya imajinasi

12. Kami butuh nasi, tapi kami lebih butuh hati

13. Kendaraan kami memang besar, tapi sopir dan kernet kami juga lapar

14. Pernah susah lewati bom bali, sekarang  berserah tanpa ada yang peduli

15. Hanya berharap bis tetap panas, leasing harap jangan ganas

16. Kami muter manasin mesin, gemeter lihat cicilan berlusin

17. Ini jeritan hati transportasi, supaya kemanusiaan tidak mati

18. Yang lain penuh ancaman, kami butuh pengayoman

19. Ekonomi kita terhantam, solar bus menghitam, tapi tidak pakai baku hantam

20. Tahun ini tahun Corona , mari kita lewati bersama

21. Hati jangan seperti batu, karena itu membuat kami menangis pilu

22. Ekonomi Bali terkuras, namun suara kami belum keras

23. Matinya Po Bus Indonesia

24. Jadi petani kami sudah tak mungkin, karena tanah sudah banyak beralih fungsi, tetaplah sektor pariwisata digarap.

25. Kami kenyang makan himbauan, saatnya parkir di jalan

Meski dalam kesulitan anggota PAWIBA masih dapat mengumpulkan bantuan berupa masker kain dan hand sanitizer.

RMAA: Cara Promosikan Bisnis Ketika Perbatasan Ditutup Akibat Pandemi

this formate

Salah satu cara tetap berpromosi adalah melalui virtual tour ( foto: Google)

MOSCOW, bisniswisata.co.id: Russian Marketing  & Advertising Agency ( RMAA) Travel mengajak kalangan industri wisata tetap optimistis menghadapi pandemi global Covid-19 dan  ada sejumlah rekomendasi yang bisa diterapkan antara lain perlunya tetap berpromosi.

Sampai hari ini, sulit untuk menemukan industri yang tidak menderita akibat COVID-19 dan sektor pariwisatalah yang  paling menderita akibat penerbangan dihentikan, perbatasan ditutup, tur dibatalkan, dan banyak biro perjalanan harus berhenti berbisnis.

Pertanyaannya apakah industri  perjalanan perlu melanjutkan kegiatan pemasaran atau menunda promosi karena wisatawan tidak bisa bepergian dan mereka lebih siap untuk menyerap informasi secara online.  

Di kutip dari situs PATA. org, RMAA sebagai anggota Pacific Asia Travel Association ( PATA) itu berbagi rekomendasi bagi anggota organisasi ini. Selama  masyarakat berdiam diri dirumah, apalagi lalu lintas web di Rusia telah tumbuh sebesar 30%.  

Pada saat yang sama  lalu lintas di media sosial dan jasa  kurir tumbuh empat kali, dan andilnya dalam tingkat total tumbuh dua kali hingga 18%.  Lalu lintas video juga meningkat sebesar 40%.

Saat ini anyak perusahaan perjalanan memotong atau menolak sama sekali untuk melakukan promosi berbayar. Hal ini  berarti bahwa biaya periklanan turun. Padahal optimismenya wabah pandemi bisa segera berakhir dan batas-batas negara akan dibuka dalam beberapa bulan mendatang, dimana wisatawan akan bebas untuk bepergian lagi.  

Itulah sebabnya RMAA percaya bahwa tidak ada gunanya menghentikan kampanye iklan, tetapi merek perjalanan perlu menjauh dari strategi menggunakan kara-kata ‘kunjungi sekarang’ . Untuk sementara waktu gunakan kata yang baru ‘kunjungi nanti’ untuk promosi.

Museum, galeri, teater, kebun binatang, dan banyak tempat lainnya di seluruh dunia membuka pintu bagi pengunjung online.  Selama periode isolasi yang singkat ini, persepsi manusia tentang peristiwa online sedang mengalami semacam transformasi, dan penting bagi kantor perjalanan untuk masuk ke halaman online yang sama dan menarik perhatian jumlah wisatawan potensial maksimum ke wilayah mereka.

Kami membuat pilihan keputusan pemasaran yang dapat Anda gunakan untuk mempromosikan pariwisata di masa pandemi ini. Selain itu, dengan asumsi bahwa anggaran iklan harus dipotong sangat besar, kami melihat jalan keluar dalam mengubah pendekatan terhadap strategi konten:

  1. Terus memelihara akun media sosial.  Jika usaha Anda tidak terwakili secara resmi di VK, Instagram, atau Facebook, sekarang saatnya untuk memilikinya dan mengoptimalkan manfaatnya.
  2. Perluas format presentasi konten dan berikan perhatian khusus pada stream.  Ketika orang-orang di seluruh dunia tinggal di rumah, jauh lebih mudah untuk meyakinkan juru masak terkenal atau pemandu lokal untuk mengudara bagi pelanggan Anda untuk bercerita tentang wilayah tersebut, berbagi beberapa rahasia, dan untuk memperkuat keinginan para pelancong  dari Rusia untuk mengunjungi wilayah Anda setelah perbatasan dibuka kembali.

Konten anti-krisis perlu dikedepankan seperti Tur online.  Jika Anda memiliki tur siap dalam format AR / VR atau 360 °, sekarang saatnya untuk mengingatkan pelanggan atau konsumen untuk mengunjungi tempat tertentu secara daring dan memberi saran cara menuju ke sana. 

Di Indonesia 

Di Indonesia tour daring sudah dimulai oleh PT Kereta Api Pariwisata ( Kawidata), anak perusahaan PT KEreta Api Indonesia ( KAI) yang mengajak masyarakat mengikuti virtual tour ke Lawang Sewu, Semarang, hari ini,  Kamis, 23 April 2020 pada jam 10:00 – 10:40 WIB dengan biaya tiket tur virtual Rp 15,000 /orang

Bertajuk Virtual Tour de Lawang Sewu with Kawisata.  Kegiatan tur tersebut dilakukan secara virtual,dimana para pesertanya tetap aman berada di rumah sambil mengikuti kegiatan tur secara online atau streaming  keliling Lawang Sewu, ikon kota Semarang, Jawa Tengah. 

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya Kawisata untuk lebih meningkatkan dan mengenalkan Lawang Sewu sebagai salah satu destinasi wisata sejarah di Indonesia. Selain itu, hal ini juga sebagai upaya untuk memberikan suatu layanan yang inovatif kepada masyarakat guna mengisi waktu luangnya selama beraktivitas #dirumahaja pada masa pandemi Covid-19 sesuai dengan anjuran dari pemerintah. 

Meskipun dilakukan secara virtual, tur ini akan menghadirkan pengalaman dan sensasi wisata yang tak terlupakan bagi para peserta yang mengikutinya karena peserta akan dibawa keliling ke beberapa spot menarik Lawang Sewu yang biasanya tertutup untuk umum, seperti area balkon, lalu menjelajahi lantai 2 & 3, serta ruang atas Lawang Sewu. Semua area tersebut memiliki cerita sejarah yang sangat menarik untuk diketahui. 

Humas Kawisata, M. Ilud Siregar menyampaikan bahwa dengan mengikuti kegiatan tur virtual ini, para peserta juga akan turut berpartisipasi berdonasi membantu masyarakat yang terkena dampak virus Corona (Covid-19) dimana 10% dari hasil penjualan tiket didonasikan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan.  

 

Logo Thoughtful Indonesia Hanya Digunakan Pada Masa Pandemi

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Logo Thoughtful Indonesia hanya digunakan pada masa pandemi karena berhubungan dengan pesan yang ingin disampaikan dalam situasi tanggap darurat COVID-19 ke publik baik di dalam maupun di luar negeri. kata Menparekraf Whisnutama Kusubandio, hari ini.

Dia mengakui logo yang menyerupai logo “Wonderful Indonesia”  itu digunakan hanya sementara waktu di masa pandemi COVID-19. Namun logo tersebut bukan untuk menggantikan branding “Wonderful Indonesia” yang selama ini digunakan sebagai instrumen kampanye pariwisata Indonesia kepada wisatawan. 

“Banyak pertanyaan yang datang, apakah Branding Wonderful Indonesia sudah diganti? Sekali lagi, itu bukan mengganti logo Wonderful Indonesia yang merepresentasikan brand promise institusi dan branding utama kita,” tegasnya.

Namun, Thoughtful Indonesia ini adalah logo kontekstual yang menyerupai logo Wonderful Indonesia agar related dengan pesan yang mau bawa dalam situasi krisis ini, serta menjadi landasan utama untuk menghadirkan program-program yang ‘thoughtful’ membantu pelaku dan pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam menghadapi dampak COVID-19, jelas Wishnutama.

Pihaknya menggunakan logo itu untuk menunjukkan empati tertinggi dari sektor pariwisata terhadap kondisi saat ini di tengah pandemi COVID-19. Tidak hanya itu, logo tersebut juga mendapat apresiasi dari publik di Eropa sejak ditetapkannya COVID-19 sebagai pandemi oleh WHO.

“Ini salah satu bagian dari soft promotion juga ke luar, dan kami mendapat laporan bahwa publik di Eropa mengapresiasi hal tersebut. Ini bagian dari kami untuk mengkomunikasikan bahwa kita berempati dengan situasi saat ini dan “We are still Wonderful in many ways” katanya.

Tak hanya pariwisata Indonesia, menurut Wishnutama, banyak merek besar lainnya melakukan perubahan logo kontekstual di masa pandemi. “Jadi kontekstual logo ini sementara digunakan dan strategi ini juga sudah banyak dikenal di dunia internasional,” katanya.

WTTC Kampanyekan #TogetherInTravel Agar Tetap Semangat

this formate

WTTC menggalang semua orang yang bersemangat tentang perjalanan. ( foto: WTTC.org)

LONDON, bisniswisata.co.id: World Travel & Tourism Council (WTTC) meluncurkan kampanye pemasaran baru, #TogetherInTravel, yang bertujuan menggembleng komunitas perjalanan dan pariwisata global serta menunjukkan bagaimana sektor ini adalah bagian vital dari semangat hidup kita.

“Konsep untuk kampanye #TogetherInTravel lahir dari keinginan untuk menggalang semua orang yang bersemangat untuk traveling, menyatukan mereka yang bekerja keras untuk membangun kembali sektor ini dan untuk menyebarkan pesan solidaritas bahwa kita adalah satu komunitas global, dan satu  di mana perjalanan membawa kita lebih dekat, pada waktu yang tepat,” kata Gloria Guevara, Presiden & CEO WTTC dalam rilisnya hari ini.

Ditayangkan pukul 11.00 WIB pada hari Senin 20 April, kampanye ini mendorong para pelancong dari seluruh dunia untuk membagikan tagar #TogetherInTravel bersama dengan video yang secara bersamaan menyatukan semua orang dalam solidaritas pada saat yang sama.

Kampanye pemasaran terdiri dari tiga elemen kunci;  video yang sangat visual dan emosional; sebuah tagar, #TogetherInTravel, untuk merangsang percakapan lintas platform sosial dan microsite, TogetherInTravel.com, untuk meng-host video dan konten dan cerita yang dihasilkan pengguna.

 WTTC telah mengembangkan kampanye bersama dengan salah satu anggotanya, perusahaan pemasaran dan komunikasi MMGY Hills Balfour. “Bermimpi adalah bagian dari semangat hidup kita dan kampanye baru kita mendorong pemikiran masa depan yang lebih cerah.  Travel & Pariwisata adalah sektor penting bagi ekonomi global, ” kata Gloria Guevara.Terhitung satu dari empat dari semua pekerjaan baru di seluruh dunia dan berkontribusi 10,3% terhadap PDB.

Sektor ini menyentuh semua orang. Ia membangun komunitas, mengurangi kemiskinan di dunia dan meningkatkan dampak sosial kehidupan sehari-hari. Namun kami secara unik terekspos saat ini karena Covid-19.

“Pesan kami adalah bahwa setiap orang masih dapat tetap terinspirasi dengan ide dan pemesanan perjalanan di masa depan – dan sementara itu menjadi bagian dari ruang virtual untuk berbagi, menghubungkan, dan menginspirasi secara kolektif.

Guevara  mengucapkan terima kasih kepada Amanda Hills, Presiden MMGY Hills Balfour dan timnya atas upaya mereka dalam membangun kampanye ini dengan waktu yang disumbangkan. Dia  berharap bahwa sebanyak mungkin orang akan membagikan video tersebut, “Karena kami menantikan waktu mendatang ketika kita akan dapat melakukan perjalanan lagi. “

 

 

Kemenparekraf Sudah Luncurkan Enam Program di Masa Tanggap Darurat

this formate

 JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Di masa tanggap darurat Covid-19, Kemenparejraf/Bejraf telah menggulirkan enam program sesuai dengan kewenangannya dalam upaya mitigasi terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan yang paling awal dilakukan pihaknya penyediaan fasilitas akomodasi, transportasi, dan konsumsi bagi tenaga medis dan tenaga pendukung RS Rujukan penanganan COVID-19 sesuai rekomendasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

” Kami membagi tiga tahapan dalam penanganan COVID-19. Yakni masa tanggap darurat, pemulihan (recovery, dan normalisasi serta langkah-langkah strategis lainnya bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di masa tanggap darurat COVID-19,” kata Whisnutama, hari ini.

Kemenparekraf telah merealokasi anggaran dan menerapkan program khusus selama masa tanggap darurat yang diarahkan untuk berbagai macam program dan sifatnya pendukungan langsung penanganan COVID-19 yang dapat membantu sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, tambahnya. 

 “Hingga saat ini ada lebih dari 2000 tenaga kesehatan di Jakarta yang telah terfasilitasi. Kerja sama ini juga sebagai bentuk dukungan Kemenparekraf terhadap industri pariwisata yakni bisnis hotel dan transportasi agar tetap bisa mempekerjakan pegawainya,” jelasnya.

Selanjutnya, berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, Kemenparekraf/Baparekraf secara intensif memberikan usulan berbagai program yang dapat memberi keringanan bagi industri dan pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif di tengah pandemi global ini.

Kemenparekraf telah mengusulkan lapangan usaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masuk dalam Permenkeu 23/PMK.03/2020. Subsektor yang masuk dalam lapangan usaha pariwisata dan ekonomi kreatif akan dapat memanfaatkan insentif berupa Subsidi PPh 21, Pembebasan PPh 22 Impor, dan pengurangan PPh sebesar 30 persen.

Dia berharap pelaku UMKM pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi bisa memaksimalkan kebijakan tersebut saat perluasan Permenkeu 23/PMK.03/2020 telah disahkan oleh Kemenkeu.

Kemenparekraf/Baparekraf secara mandiri juga menggulirkan program untuk memberdayakan pelaku UMKM di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Diantaranya melalui kampanye nasional #GerakanMaskerKain, #GerakanLaukSiapSaji, dan Gerakan #SatuDalamKopi yang bertujuan menggerakkan perekonomian dalam masa penanganan dampak COVID-19.

#GerakanMaskerKain menargetkan pengadaan 1 juta masker kain secara nasional. Dalam program tersebut Kemenparekraf melibatkan UMKM di sektor ekonomi kreatif untuk berperan serta. Sehingga mereka tetap bisa menjalankan usaha di tengah pandemi, dan produk yang dihasilkan juga sangat bermanfaat untuk pencegahan penyebaran wabah virus ini.

“Kemenparekraf sebelumnya juga telah mendata sekitar 213 ribu pekerja sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dari 34 provinsi berdasarkan data hingga 22/4/2020). Data tersebut akan digunakan Kemenparekraf sebagai basis kegiatan, diantaranya melibatkan pelaku UMKM Ekraf yang terdampak dalam #GerakanMaskerKain,” katanya.

Hal yang sama juga akan dilakukan dalam #GerakanLaukSiapSaji. Kemenparekraf/Baparekraf akan bekerja sama dengan pengusaha makanan, UMKM pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah untuk menyiapkan makanan bagi mereka yang terdampak, baik masyarakat pariwisata dan ekonomi kreatif sendiri serta masyarakat pada umumnya.

Terbaru, Kemenparekraf bersama Kemenperin dan didukung Tokopedia menggulirkan kampanye #SatuDalamKopi sebagai upaya bersama memajukan kopi nusantara sekaligus menggerakkan roda perekonomian pelaku industri kopi nasional agar tetap bergulir di tengah pandemi COVID-19.

“Kemenparekraf/Baparekraf pun telah menggandeng pelaku ekonomi kreatif untuk sama-sama memperkuat kampanye #JagaJarak. Dengan gerakan yang masif diharapkan dapat menimbulkan kesadaran yang tinggi di kalangan masyarakat,” kata Wishnutama.

Program selanjutnya, di masa tanggap darurat ini Kemenparekraf/Baparekraf juga menggulirkan pelatihan online gratis untuk upskilling dan reskilling pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.

Lewat program-program ini diharapkan masyarakat pariwisata dan ekonomi kreatif semakin kompetitif dan siap bangkit bersama ketika pandemi dinyatakan selesai. Terlebih Presiden Joko Widodo usai rapat terbatas terkait Mitigasi Dampak COVID-19 terhadap sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, beberapa waktu lalu memperkirakan sektor pariwisata akan booming usai pandemi dapat teratasi.

Presiden secara khusus meminta agar mitigasi terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif benar-benar diperhatikan dengan baik dan tepat sasaran.

“Kami akan merealokasi anggaran dan melakukan program yang melibatkan para pelaku parekraf hingga dapat membantu keberlangsungan pendapatan dan peningkatan kualitas destinasi serta usaha sektor parekraf. Akan dikaji lebih lanjut juga melalui rencana mitigasi dan bantuan langsung di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dan berbagai program lainnya,” kata Wishnutama.

 

 Industri Event Dapat Dukungan  Kemenparekraf Untuk Tingkatkan Kompetensi  

this formate

Rizki Handayani Mustafa, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenparekraf. ( Foto: dok. Pribadi)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pelaku event di Indonesia perlu memberdayakan tenaga kerjanya  selama masa darurat COVID-19. Oleh karena itu Kemenparekraf memberikan stimulus untuk menggelar kegiatan secara daring (online).

“Tujuannya  untuk meningkatkan kompetensi SDM pariwisata dalam menciptakan dan memasarkan event online di tengah pandemi COVID-19,” kata Rizki Handayani Mustafa, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenparekraf, hari ini.

Menurut dia, kegiatan ini nantinya terdiri dari dua tahap yaitu webinar dan project rill hingga event secara online, dimana targetnya berasal dari 50 orang perwakilan perusahaan industri event dan 50 orang perwakilan organisasi di komunitas event daerah.

Rizki menjelaskan, dalam pelaksanaan webinar, Kemenparekraf bekerja sama dengan Australian Marketing Institute (AMI). Sedangkan project rill hingga event online nantinya dari 100 orang peserta webinar akan dipilih 6 project terbaik.

Project inilah yang akan didukung untuk diimplementasikan. Dengan kriteria penilaian berdasarkan kreativitas dan tingkat daya serap tenaga kerja event. Target perproject event online mampu menyerap 20 tenaga kerja event.

“Kami siap memfasilitasi para penyelengara event. Kami ingin berkolaborasi dengan para pelaku industri. Untuk bersama-sama dari sekarang memikirkan pemulihan dampak pandemi COVID-19,” katanya.

Untuk itu, para pelaku industri event dipersilakan untuk mendaftar melalui link bit.ly/VirtualEventsWebinar dengan periode pendaftaran dimulai pada 21 hingga 30 April 2020. Untuk informasi dan persyaratan lebih lanjut bisa diakses melalui akun instagram @kemenparekraf.ri dan contact person : 08118098091 (Fahmi).

 

Festival Seni Rupa Kontemporer ARTJOG Ditunda Tahun Depan

this formate

Karya seni instalasi Bubu Waktu oleh Sunaryo  yang dipamerkan pada ARTJOG (2019) ( Foto: Artjog)

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Penyelenggara festival seni rupa kontemporer ARTJOG telah memutuskan untuk menunda dan menjadwalkan ulang program-programnya.

Sedianya, perhelatan edisi tahun 2020 (MMXX) yang mengusung tajuk time (to) wonder ini akan berlangsung pada 23 Juli – 30 Agustus 2020. Namun, mengingat wabah global Covid-19 belum juga membaik sehingga sangat sulit diprediksi hingga beberapa bulan ke depan,

Heri Pemad Manajemen (HPM) selaku penyelenggara ARTJOG, akan menggeser waktu penyelenggaraan ARTJOG Arts in Common MMXX | time (to) wonder ke tahun 2021, sekaligus mencanangkan ‘edisi tanggap darurat’ yang bertujuan merespon situasi yang melanda Indonesia saat ini.

“Ini sebuah keputusan yang harus kami ambil dengan berat hati di masa yang sulit. Selama belasan tahun ARTJOG telah menjadi kegiatan seni rupa yang selalu ditunggu-tunggu oleh khalayak seni rupa nasional maupun internasional setiap tahunnya. ” kata Heri Pemad, CEO HPM, sekaligus Direktur Eksekutif ARTJOG.

Sejak penutupan resmi ARTJOG edisi tahun lalu pada 23 Agustus 2019 segenap tim HPM dan para kurator telah mencurahkan tenaga dan pikiran untuk penyelenggaraan festival tahun ini. Tapi situasi saat ini telah memaksa pihamnya untuk menunda rencana, tambahnya.

Dalam penyelenggaraan tahun lalu, ARTJOG MMXIX common | space  menyelenggarakan sebuah pameran dan program-program publikyang menyedot perhatian khalayak. Edisi itu mencatatkan rekor kunjungan tertinggi sepanjang sejarah ARTJOG, yakni sejumlah 101.500 pengunjung dari Indonesia maupun mancanegara (dalam waktu 30 hari).

Sebagian besar karya dalam pameran common | space mempersoalkan krisis ekologi yang disebabkan oleh dominasi manusia atas habitat alam dan makhluk hidup lainnya. Sementara dengan tema tahun ini,  time (to) wonder kami ingin mengajak para seniman dan khalayak untuk memaknai ‘waktu’ sebagai pokok-soal filosofis yang ada dalam sepanjang sejarah kebudayaan manusia.

situasi krisis yang tengah dihadapi oleh segenap warga dunia hari-hari ini justru menjadi momentum besar untuk segenap praktisi kesenian untuk sejenak mengambil jeda, untuk berpikir secara lebih jernih, kritis dan reflektif tentang pola-pola rutin yang selama ini telah berjalan.

“Memang, penjadwalan ulang pada awalnya disebabkan oleh hambatan-hambatan teknis. Tapi kami juga berpikir lebih jauh, bagaimana krisis ini justru dapat mendorong kita untuk bertindak secara lebih kreatif, untuk menggagas hal-hal baru di luar kebiasaan,” kata Bambang Toko Witjaksono,kurator yang juga salah satu pendiri ARTJOG.

Sementara anggota tim kurator lainnya, Ignatia Nilu mengatakan penundaan malah secara tidak sengaja ‘menegaskan’ misi kuratorial yang dimaksud dalam tema time (to) wonder tahun ini,

“Mungkin krisis ini justru memberikan ‘waktu’ kepada kita semua untuk bertanya-tanya, berpikir dan merenung kembali. Misalnya tentang: apa yang bisa kita sumbangkan kepada dunia dalam situasi hari-hari ini?” katanya.

Ditya Sariastuti, Wakil CEO HPM mengatakan tahun Depan ARTJOG juga akan berusaha mempertahankan beberapa program andalan mereka seperti Special Presentation, Young Artists Awards, Daily Performance, LeksiKon, Meet the Artists, dll, selain mengupayakan beberapa program baru yang diharapkan menjadi kejutan untuk khalayak.