Industri Event Dapat Dukungan  Kemenparekraf Untuk Tingkatkan Kompetensi  

this formate

Rizki Handayani Mustafa, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenparekraf. ( Foto: dok. Pribadi)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pelaku event di Indonesia perlu memberdayakan tenaga kerjanya  selama masa darurat COVID-19. Oleh karena itu Kemenparekraf memberikan stimulus untuk menggelar kegiatan secara daring (online).

“Tujuannya  untuk meningkatkan kompetensi SDM pariwisata dalam menciptakan dan memasarkan event online di tengah pandemi COVID-19,” kata Rizki Handayani Mustafa, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenparekraf, hari ini.

Menurut dia, kegiatan ini nantinya terdiri dari dua tahap yaitu webinar dan project rill hingga event secara online, dimana targetnya berasal dari 50 orang perwakilan perusahaan industri event dan 50 orang perwakilan organisasi di komunitas event daerah.

Rizki menjelaskan, dalam pelaksanaan webinar, Kemenparekraf bekerja sama dengan Australian Marketing Institute (AMI). Sedangkan project rill hingga event online nantinya dari 100 orang peserta webinar akan dipilih 6 project terbaik.

Project inilah yang akan didukung untuk diimplementasikan. Dengan kriteria penilaian berdasarkan kreativitas dan tingkat daya serap tenaga kerja event. Target perproject event online mampu menyerap 20 tenaga kerja event.

“Kami siap memfasilitasi para penyelengara event. Kami ingin berkolaborasi dengan para pelaku industri. Untuk bersama-sama dari sekarang memikirkan pemulihan dampak pandemi COVID-19,” katanya.

Untuk itu, para pelaku industri event dipersilakan untuk mendaftar melalui link bit.ly/VirtualEventsWebinar dengan periode pendaftaran dimulai pada 21 hingga 30 April 2020. Untuk informasi dan persyaratan lebih lanjut bisa diakses melalui akun instagram @kemenparekraf.ri dan contact person : 08118098091 (Fahmi).

 

Festival Seni Rupa Kontemporer ARTJOG Ditunda Tahun Depan

this formate

Karya seni instalasi Bubu Waktu oleh Sunaryo  yang dipamerkan pada ARTJOG (2019) ( Foto: Artjog)

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Penyelenggara festival seni rupa kontemporer ARTJOG telah memutuskan untuk menunda dan menjadwalkan ulang program-programnya.

Sedianya, perhelatan edisi tahun 2020 (MMXX) yang mengusung tajuk time (to) wonder ini akan berlangsung pada 23 Juli – 30 Agustus 2020. Namun, mengingat wabah global Covid-19 belum juga membaik sehingga sangat sulit diprediksi hingga beberapa bulan ke depan,

Heri Pemad Manajemen (HPM) selaku penyelenggara ARTJOG, akan menggeser waktu penyelenggaraan ARTJOG Arts in Common MMXX | time (to) wonder ke tahun 2021, sekaligus mencanangkan ‘edisi tanggap darurat’ yang bertujuan merespon situasi yang melanda Indonesia saat ini.

“Ini sebuah keputusan yang harus kami ambil dengan berat hati di masa yang sulit. Selama belasan tahun ARTJOG telah menjadi kegiatan seni rupa yang selalu ditunggu-tunggu oleh khalayak seni rupa nasional maupun internasional setiap tahunnya. ” kata Heri Pemad, CEO HPM, sekaligus Direktur Eksekutif ARTJOG.

Sejak penutupan resmi ARTJOG edisi tahun lalu pada 23 Agustus 2019 segenap tim HPM dan para kurator telah mencurahkan tenaga dan pikiran untuk penyelenggaraan festival tahun ini. Tapi situasi saat ini telah memaksa pihamnya untuk menunda rencana, tambahnya.

Dalam penyelenggaraan tahun lalu, ARTJOG MMXIX common | space  menyelenggarakan sebuah pameran dan program-program publikyang menyedot perhatian khalayak. Edisi itu mencatatkan rekor kunjungan tertinggi sepanjang sejarah ARTJOG, yakni sejumlah 101.500 pengunjung dari Indonesia maupun mancanegara (dalam waktu 30 hari).

Sebagian besar karya dalam pameran common | space mempersoalkan krisis ekologi yang disebabkan oleh dominasi manusia atas habitat alam dan makhluk hidup lainnya. Sementara dengan tema tahun ini,  time (to) wonder kami ingin mengajak para seniman dan khalayak untuk memaknai ‘waktu’ sebagai pokok-soal filosofis yang ada dalam sepanjang sejarah kebudayaan manusia.

situasi krisis yang tengah dihadapi oleh segenap warga dunia hari-hari ini justru menjadi momentum besar untuk segenap praktisi kesenian untuk sejenak mengambil jeda, untuk berpikir secara lebih jernih, kritis dan reflektif tentang pola-pola rutin yang selama ini telah berjalan.

“Memang, penjadwalan ulang pada awalnya disebabkan oleh hambatan-hambatan teknis. Tapi kami juga berpikir lebih jauh, bagaimana krisis ini justru dapat mendorong kita untuk bertindak secara lebih kreatif, untuk menggagas hal-hal baru di luar kebiasaan,” kata Bambang Toko Witjaksono,kurator yang juga salah satu pendiri ARTJOG.

Sementara anggota tim kurator lainnya, Ignatia Nilu mengatakan penundaan malah secara tidak sengaja ‘menegaskan’ misi kuratorial yang dimaksud dalam tema time (to) wonder tahun ini,

“Mungkin krisis ini justru memberikan ‘waktu’ kepada kita semua untuk bertanya-tanya, berpikir dan merenung kembali. Misalnya tentang: apa yang bisa kita sumbangkan kepada dunia dalam situasi hari-hari ini?” katanya.

Ditya Sariastuti, Wakil CEO HPM mengatakan tahun Depan ARTJOG juga akan berusaha mempertahankan beberapa program andalan mereka seperti Special Presentation, Young Artists Awards, Daily Performance, LeksiKon, Meet the Artists, dll, selain mengupayakan beberapa program baru yang diharapkan menjadi kejutan untuk khalayak.

KSB Baca Puisi Karya Yudhistira ANM Massardi “Jiwa-Jiwa Bermahkota

this formate

Penyair Yudhistira ANM tengah membacakan puisinya ( foto: Si Toto)

JAKARTA,bisniswisata.co.id: Virus Covid-19 tak kenal teritorial dan batas negara. tak pernah bertanya siapa Anda. Tak pandang bulu, ia mampu menyusup kemana saja, merasuk dan membunuh siapa saja yang ngeyel dan merasa aman. 

Karena itu terpujilah anjuran para ulama dan umara, agar kita #saveStayHome, untuk sementara tinggal dan bekerja dari rumah hingga kelak wabah berlalu, dengan tetap mengedepankan social & physical distancing, untuk bisa memutus tali penyebaran wabah tersebut.

Di luar rutinitas rumah tangga, banyak hal positif bisa dilakukan dari rumah. Para pekerja dan pegiat kesenian yang tergabung dalam Kelompok Seni Bulungan (KSB) misalnya, satu sama lain tetap melakukan kontak lewat WA Grup, dan antara lain menggelar kerja bareng dengan memanfaatkan jasa internet dan jejaring media sosial.

Hasilnya? video  pendek berdurasi 3 menit bertajuk “Jiwa-Jiwa Bermahkota” yang mengangkat puisi bertajuk sama karya penyair Yudhistira ANM Massardi atau Yudhis, dideklamasikan bersama-sama dan ditayangkan di berbagai jaringan medsos, termasuk di laman FaceBook dan YouTube.

Sebentuk sumbangsih baru bagi dunia sastra Indonesia, sekaligus juga sebagai ungkapan rasa prihatin seniman yang tergabung dalam KSB, atas virus Covid-19 yang masih terus mewabah dan menghantui masyarakat luas, Indonesia. 

KSB adalah organisasi nirlaba dan non-politik, payung dan wadah bagi para pegiat dan pekerja seni sekaligus aktivis Gelanggang Remaja Jakarta Selatan (GRJS) tahun 1972 – 2010. Beralamat di Jalan Bulungan No. C1 Kebayoran Baru, GRJS juga dikenal sebagai Gelanggang Remaja (GR) Bulungan, dan para aktivisnya juga dikenal sebagai Anak Bulungan. 

Banyak aktivitas kerja berkesenian dilakoni Anak Bulungan dari masa ke masa. Bidang yang menonjol adalah seni teater/pertunjukan, seni rupa, seni musik, fotografi dan film, serta seni sastra termasuk aplikasinya di bidang kepenulisan dan kewartawanan.  

Di masa virus Covid-19 merebak, Anak Bulungan banyak membuat puisi. Tapi yang terbanyak rasanya…Yudhis. Saya mencatat, setidaknya ada tiga buah puisi karya Yudis yang mengungkap ihwal penyebaran virus Corona yang cukup mengguncang sendi-sendi kehidupan epoleksosbud masyarakat. Diantaranya puisi bertajuk “Jiwa-Jiwa Bermahkota” sebagaimana lirik-lirik berikut:

Jiwa-jiwa bermahkota

jiwa-jiwa yang berjuang

Jiwa-jiwa yang berpulang

Membawa cahaya Cinta 

Dari air mata

Air mata tanpa keluarga

Air mata tanpa peta

Doa-doa tak bernama

menggelapkan langit sejak fajar 

Sejak bilangan kehilangan

Kubur tanpa pengantar

Tanpa kembang

Hanya sunyi yang panjang

Sejak virus meringkus

Tubuh-tubuh meriang

Hilang ranjang

Jiwa-jiwa yang berjuang

Jiwa-jiwa yang berpulang

Memantau suatu zaman

Ketika Corona menerjang

Ketika kota-kota tegang

Dan kita tercengang 

Berulang

Tapi kalian mendadak hilang!

(Jiwa-jiwa pembawa air mata

Mata air surga) 

Searah jarum jam, Dharnoto. Renny Djajoesman, Uki Bayu Sejati. Maza Yudha, Wita Dahlan dan Heryus Saputo Samhudi

Dua versi

Apa yang dipikirkan Yudhis dengan puisi yang digubahnya pada tanggal 21 Maret 2020 di rumahnya di Bekasi, Jawa Barat? Sila Anda simak dan simpulkan bait-bait di atas. Baik-bait puisi yang cermat dan gamblang, sederhana, dengan kedalaman makna yang relatif mudah dicerna. 

Itu pula rasanya yang menjadi pertimbangan KSB, saat menjadikannya subject-matter rancang produk: Anak Bulungan baca puisi bareng di medsos.Kebetulan KSB tanggal 29 Februari 2020 (dengan bendera Teater Bulungan) baru mementaskan drama Ayahku Pulang karya adaptasi Usmar Ismail dengan sutradara Renny Djajoesman.

Merebaknya wabah Covid-19, membuat produk drama itu belum bisa di”pentas-keliling”kan ke beberapa kota yang sudah diprogram. Gagasan Uki Bayu Sedjati, untuk KSB bikin acara baca puisi bareng, dan lalu diaudio-visualkan, segera disambut hangat. 

Tercatat sembilan Anak Bulungan siap berkontribusi langsung dalam proyek seni sembari #saveStayHome ini, Selain Uki dan Yudhis (yang puisinya dijadikan bahan bacaan sekaligus bagian pokok dari skenario pertunjukan) ada Dharnoto (dramawan dan wartawan), Heryus Saputro Samhudi, Jan Praba (perupa), May Soebiakto MST atau Si Toto (perupa), Maza Yudha (dramawan dan Wartawan, Renny Djajoesman (dramawan, penyanyi), dan Wita Dahlan yang dramawan dan pengusaha. 

Selain Si Toto yang disepakati bertindak sebagai editor dan penata grafis pada produk sinema ini, nama-nama lainnya dipercaya menjadi narator atau deklamator, yang dengan kemampuan dan fantasi-artistik masing-masing akan membaca secara utuh puisi karya Yudhis di atas, dan memvisualkannya (minimal) dengan perangkat HP masing-masing.

Hasil rekaman tersebut dikirim ke Si Toto buat diedit dan dijahit menjadi satu kesatuan penampilan bersama, dengan durasi singkat dan padat, sepanjang waktu pembacaan sebuah puisi yang dibawakan secara bergantian.

Tapi sebagai sebuah try-out, karya pertama produksi KSB ini bukan tanpa kendala. Bahan audio-visual dari Jan Praba misalnya, ternyata tak bisa diikutsertakan sebagai bahan yang akan diedit dan dijahit. Dengan tetap memberi apresiasi tinggi pada Jan yang sudah kerja keras memproduksi bahan, KSB meminta maaf karena hanya bahan rekaman dari 7 pembaca lain saja yang jadi materi pokok pengerjaan. 

Uki Baju Sedjati sebagai ‘kepala proyek’ berinisiatif mengajak Tao Hidayat untuk juga mengutak-atik stok bahan yang ada, mengedit dan menjahitnya sebagai sebuah sebuah video yang utuh sehingga hasilnya adalah puisi sama tapi dua produk berbeda.

Tao Hidayat adalah bagian dari generasi mutakhir KSB. Aktif saat adanya kebangkitan Anak Bulungan sepuluh tahun silam menghadirkan wadah KSB. Tao yang dikala itu adalah pemusik jalanan yang biasa ngamen di EMperan PAmulaNG  ( EMPANG) Tangerang Selatan, langsung akrab dengan KSB dan banyak membantu proyek KSB seperti pementasan teater Febuari lalu.

Tao pula yang membuat versi lain video-puisi “Jiwa-Jiwa Bermahkota” produksi KSB tersebut yang kini hadir di berbagai laman medsos. Karya Si Toto tampil seminggu lebih dulu, mengisi berbagai laman What’s Up dan FB, disusul kemudian versi Tao dijejaring yang sama, bahkan nyeplos ke laman YouTube. Selamat menikmati !.

 

ASTINDO Prihatin Refund Tiket Penumpang Tak Dapat diuangkan.  

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Asosiasi Travel Agent Indonesia ( ASTINDO) minta maskapai penerbangan refund tiket berbentuk dana yang ditransfer ke rekening customer/travel agent, bukan mengembalikannya dalam bentuk voucher ataupun deposit,”  kata Pauline Suharno, Sekjen DPP ASTINDO, hari ini.

“Dalam kondisi saat ini seluruh industri termasuk travel agent pun sangat membutuhkan dana tunai” tambah Pauline.

Selama hampir 3 bulan terjadi pengurangan besar-besaran frekwensi penerbangan sehingga kini terjadi minus billing yaitu nominal tiket yang dikembalikan/dibatalkan lebih besar dari penjualan tiket penerbangan.

“Dari data IATA (International Air Transport Association), tercatat penurunan volume penjualan tiket penerbangan lebih dari 90% dalam kurun waktu hampir 3 bulan (26 Januari-17 April 2020),” jelasnya.

Pengurangan besar-besaran frekwensi penerbangan serta semakin banyaknya negara yang melakukan partial / entire lockdown mengakibatkan terjadinya minus billing tersebut.

Seperti diketahui, Industri pariwisata selama ini menjadi pilar yang diandalkan untuk menunjang ekonomi negara  sekarang menjadi sektor yang paling terpukul dengan merebaknya wabah virus Covid-19 di lebih dari 200 negara. 

“Sekarang ini lebih banyak maskapai yang berhutang kepada travel agent. Kondisi ini selain mengganggu cashflow travel agent, juga membahayakan bagi konsumen. Client dan korporasi / pemerintah yang memiliki tempo kredit dengan travel agent umumnya enggan membayar tiket pesawat yang di-refund, “ungkapnya.

Sedangkan travel agent harus memproses refund kepada maskapai yang memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan. Maskapai memutuskan untuk melakukan pengembalian tiket dengan menggunakan voucher refund (maskapai internasional) atau top up deposit (maskapai domestik)”. 

Seluruh maskapai saat ini mengalami kesulitan likuiditas akibat minimnya angka penjualan dan masih terbebani dengan biaya operasional (gaji karyawan, sewa parkir pesawat, maintenance pesawat dan lainnnya. 

Penggunaan voucher refund, kata Pauline, membantu maskapai untuk menghemat cash yang harus dikeluarkan. Konsumen diharuskan untuk menunda perjalanan dan tidak membatalkan perjalanan.

“Namun konsumen bisa saja mengalami masalah dengan usahanya akibat Covid19, sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan di kemudian hari,” terangnya.

Konsumen yang merencanakan bepergian untuk keperluan dinas mungkin saja sudah tidak lagi bekerja di perusahaan yang sama atau bisa jadi kegiatan yang akan mereka lakukan akan diadakan di kota lain di mana tidak ada penerbangan dengan maskapai tersebut.

Top up deposit mengendap di rekening bank maskapai dan tidak dapat diuangkan oleh travel agent. Pauline juga menyatakan bahwa ASTINDO sudah menyurati maskapai penerbangan domestik terkait .ulai dari Sriwijaya, Lion Air, Air Asia, Citilink, Garuda.

“Kami tidak mendapat jawaban positif terkait permohonan travel agent agar dana tersebut ditransfer ke rekening travel agent. Bagaimana jika maskapai tidak sanggup bertahan menghadapi gempuran kesulitan selama pandemic Covid19?,” tanyanya.

Apakah ada jaminan bagi pemegang voucher refund, maupun bagi pengusaha travel agent, uang tiket akan dikembalikan utuh?” ujar Pauline.          Dia menggambarkan kondisi yang terjadi sebelumya di beberapa maskapai termasuk maskapai penerbangan domestik seperti Linus Air, Batavia Air, Adam Air ketika mereka berhenti beroperasi.

“Seluruh dana refund konsumen dan top up deposit tidak dikembalikan kepada yang berhak yaitu konsumen & travel agent dan puluhan milyar uang milik konsumen dan travel agent dianggap bagian dari asset mereka karena mengendap di rekening bank mereka,”

Dalam hal ini,  konsumen maupun travel agent menjadi yang paling dirugikan. Maskapai penerbangan beroperasi bermodalkan uang milik konsumen dan travel agent. Untuk itu pihaknya  meminta perhatian kepada seluruh maskapai agar mengembalikan refund tiket 

” Kami minta refund berbentuk dana yang ditransfer ke rekening customer/travel agent, bukan mengembalikannya dalam bentuk voucher ataupun deposit, karena dalam kondisi saat ini seluruh industri termasuk travel agent pun sangat membutuhkan dana tunai” tambah Pauline.

 

Menelusuri Jalur Sutra 5

this formate

William Satriaputra bersama istri, Ema Rodini berlatar Masjid Bibi Khaynum.( Foto-foto: dok Pribadi).

William Satriaputra, Ketua Forum Komunikasi Alumni ( FKA) ESQ wilayah Eropa dan Afrika yang juga eksekutif INNIO Groups menuliskan perjalanan wisata religinya Menelusuri Jalur Sutra. Berikut laporan perjalanannya bagian ke lima dan sekaligus bagian terakhir dari laporan perjalanannya.

 

The Golden Journey to Samarkand, kali ini perjalanan kami  mengambil judul puisi karya penyair/diplomat James Elroy Flecker yang di terbitkan tahun 1913. Demikian sanjungan yang diberikan untuk Samarkand.

Dari Tashkent ke Samarkand kami menempuh jalan darat sepanjang 344 km selama kurang lebih 4 jam. Seperti sebelumnya di sampaikan sulit untuk mendapatkan ticket kereta cepat Afrosiyab dan setelah kami pesan kendaraan baru lewat tengah malam dapat berita bahwa ada ticket. 

Ada hikmahnya perjalanan darat sehingga bisa berhenti dan menyaksikan kehidupan masyarakat setempat. Sepanjang jalan terdapat banyak pohon pohon kapas yang mereka sebut mas putih. Uzbekistan yang luasnya 11 x Jawa Timur adalah produsen kapas no 6 di dunia demikian juga penghasil emas no 8 di dunia. 

Kami melihat di pedesaan terpencil di pegunungan bahwa listrik dan heating berlimpah dan hal ini menunjukkan bahwa produksi minyak dan gas buminya mencukupi kebutuhan penduduknya.

Disamping kapas, mulberries, pistachio (no 15 di dunia) dan kacang kacangan, beras, gandum, bawang dan delima mereka memproduksi, disamping  juga mengekspor melon yang panennya di awal musim dingin.

Perjalanan ini dalam rangka back to basic sebelum beberapa hari kemudian kami berangkat pulang dari Bandara Samarkand. Napak tilas kota hijau Shahrisabz ini  letaknya 80 km di selatan Samarkand kota tempat lahirnya Amir Timur (1336-1405) pendiri Dinasti Timurid. Kota ini dulu disebut kota Kesh atau Kish dan di masa lalu pernah menjadi kota besar di Asia Tengah.

Perjalanan kesana melalui pedesaan dan perbukitan dengan pemandangan yang spektakuler. Awalnya kami terheran heran karena puluhan kilometer melalui jalur ini dan tidak tahu ada apa di balik perbukitan itu. 

Kami terpana ketika memasuki kota setelah melintasi perkebunan kapas dan rumah kaca untuk pertanian. Di kota sana terbentang pemandangan hijau dan bersih di dikelilingi pegunungan seolah olah berada dalam mimpi.

Disana kami saksikan peninggalan masa lalu seperti kompleks memorial Masjid Kok-Gumbaz yang di bangun Ulubeg untuk ayahnya Shakhruh putra Amir Timur. Kok Gumbaz artinya Dom Biru dan ada tulisan “Kedaulatan milik Allah, Kekayaan milik Allah. Indah sekali bangunan dan ornamennya.

Kemudian tidak jauh terdapat Madrasah Dor-i-Tilavat. Dibangun abad ke 13 oleh Shamsud-Din Kulal dalam rangka menyebarkan ajaran Islam. Salah satu muridnya adalah Turghai ayah dari Amir Timur. Sehingga Amir Timur pun menganggap cucunya Shamsud-Din Kulal yang bernama Amir Kulal sebagai guru spiritualnya.

Perjalanan darat jalur Sutra banyak melihat kehidupan masyarakat lokal

Di kompleks inipun baru tahun 1943 ditemukan para Arkeolog makam Amir Timur yang sudah di siapkan namun tidak digunakan dan berada di dalam bunker di bawah tanah. Saya masuk dan menyaksikannya sendiri. 

Tidak jauh dari sana terdapat Ak Sarai istana Amir Timur yang  di dikelilingi benteng tinggi menjulang menyisakan kejayaan masa  lalu. Tempat ini saking indahnya sering dijadikan background untuk shooting a just married couple

Perjalanan yang sangat berkesan dan tak mudah dilupakan hari itu, dilanjutkan melongok Taj Mahal dari Samarkand yaitu Masjid Bibi Khaynum, nama yang sangat puitis dan legendaris.

Seperti kita ketahui Taj Mahal adalah bangunan yang terinspirasi dari cinta. Merupakan lambang cinta sejati, cinta abadi. Karena sejatinya cinta sejati memang ada.

Masjid Bibi Khaynum di bangun dari tahun 1399 sampai tahun 1404 untuk mengenang istri Emir Timur sedangkan makamnya sang istri berada di seberang masjid dalam kompleks madrasah. Disana terdapat 5 makam yaitu disamping Sarai Mulk Khaynum istri Emir Timur juga ibu mertua dan keponakan-keponakan istri Emir Timur.

Kubahnya dilapisi keramik kebiruan dengan dinding bangunan dari keramik dan mozaik beraneka warna. Ukuran bangunan 109 × 167 dengan tinggi minaret 19 m dengan gerbang 35 m menjadikannya salah satu bangunan terpenting di jamannya. 

Pembuatannya dengan mengerahkan hampir 100 gajah untuk mengangkut marmer dan melibatkan para seniman dari berbagai negara dibawah kekuasaan Emir Timur.

Kekuasaan dinasti Timurid demikian luasnya dan yang kemudian menguasai wilayah India, Afghanistan, Pakistan dan Bangladesh adalah keturunan langsung Emir Timur (cicit) yang bernama Zahiruddin Muhammad Babur pendiri dinasti Mughal.

Keturunannya Shah Jehan yang membangun Taj Mahal di Agra untuk Mumtaz Mahal yang meninggal setelah melahirkan Gauhara Begum tahun 1631 dan monumennya dibangun dari tahun 1632 hingga 1653. 

Lebih dari 200 tahun terpaut dari 2 Taj Mahal lambang cinta abadi ini. Letak Bibi Khaynum ini di wilayah Siyob yang juga terkenal dengan bazar/pasarnya. Dari rempah rempah sampai kacang-kacangan, bordiran dan pakaian.

Tidak terasa perjalanan terakhir dari wisata religi di Uzbekistan berakhir sudah dan kami harus kembali ke Samarkand untuk pulang ke Belanda yang sudah puluhan tahun menjadi rumah ke dua.me jadi . 

Uzbekistan memang memiliki banyak sekali points of interest yang menjadi daya tarik wisatawan mancanegara untuk berkunjung. Sebuah negara antar benua yang terletak sebagian di Asia Tengah dan Eropa Timur yang sebelumnya merupakan bagian dari negara Uni Soviet.

Menapaki perjalanan dari Samarkand, Bukhara dan Tashkent di Uzbekistan dipenuhi dengan detil memukau yang pernah menempatkan mereka pada lintasan strategis kuno Jalan Sutra dimana ketiga kota itu adalah jantungnya perdagangan jalur sutera.

Negara ini pula  tempat banyak ulama besar serta para ilmuwan Islam kaliber dunia dilahirkan. Sebelum meninggalkan Samarkand, terselip doa di hati semoga diberi kesempatan untuk dapat menyaksikan lagi tempat-tempat menarik lainnya di lain kesempatan.

 

Ibarat Ulat Pada Masa Kepompong

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  PANDEMIK COVID-19,  mengharuskan masyarakat lebih banyak berada di rumah,  ibarat ulat pada masa  kepompong sebelum menjadi kupu-kupu. “Ulat saat menjadi kepompong merasa tidak nyaman, tidak bisa bergerak bebas. Ketika dia merasa hidupnya akan berakhir seperti itu, dia kemudian menjadi kupu-kupu yang lebih indah,” kata Merry saat jumpa pers di Graha BNPB.

Merry mengatakan masa-masa harus bekerja di rumah, belajar di rumah, dan beribadah di rumah untuk menghindari penularan virus corona penyebab COVID-19 adalah proses yang sama dengan saat ulat menjadi kepompong. Ketika proses ini berhasil dilalui, diyakin bangsa Indonesia akan menjadi individu-individu yang lebih baik, seperti kepompong berubah menjadi kupu-kupu.

“Saya takin ini semua akan bisa kita lalui. Indonesia bisa pulih kembali, Indonesia bisa sehat kembali,” tuturnya.

Karena itu, Merry menyarankan masyarakat untuk tidak mudah panik dan tidak mudah protes terkait dengan kebijakan yang pemerintah ambil dalam menangani COVID-19.

“Jangan mudah protes, tetapi kita harus berproses. Mungkin di awal ada yang merespons dengan panik atau marah. Namun, ini sudah berjalan sebulan,” katanya.

Masa pandemi COVID-19 yang sudah berjalan selama satu bulan akan lebih memudahkan masyarakat untuk berproses menanggapi situasi ketidak nyamanan tersebut. Merry juga menyarankan masyarakat untuk menjaga imun, menjaga iman, dan menjaga pikiran.

“Bisa saja fisik kita di rumah, tetapi pikiran kita ke mana-mana. Membaca dan melihat berita-berita yang bermacam-macam tentang virus corona, kemudian merasa takut. Ketakutan itu justru bisa membuat kita menjadi sakit,” katanya.

Kemenparekraf Raih Platinum Awards di Ajang PR Indonesia Awards 2020

this formate

Agustini Rahayu, Kepala Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang menjadi penerus para pendahulunya meraih penghargaan Platinum Award ( foto: Kemenparekraf)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) meraih Platinum Awards, apresiasi tertinggi di ajang PR Indonesia Awards (PRIA) 2020.

PR Indonesia Awards merupakan kompetisi yang mengapresiasi kinerja humas/ public relations yang unggul dari korporasi/organisasi seluruh Indonesia.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif meraih sejumlah penghargaan di PR Indonesia Awards 2020. Diantaranya Silver Winner untuk Sub Kategori Aplikasi (Wisata Tangguh), Silver Winner untuk Sub Kategori Media Sosial dan dua Gold Winner untuk Sub Kategori Media Cetak (Ragam Pesona Edisi II dan Ragam Pesona Edisi III).

Selain itu penghargaan Gold Winner untuk Sub Kategori E-Magazine (Pesona Edisi III 2019) serta Gold Winner untuk Sub Kategori Krisis.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga masuk dalam The Most Popular in Media Awards Category Mainstream Media Monitoring, sehingga ditetapkan sebagai peraih Platinum Awards untuk kategori Kementerian di PRIA 2020.

Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf Agustini Rahayu usai menyaksikan online ceremony PR Indonesia Awards (PRIA) 2020 lewat kanal YouTube PR Indonesia Magazine pada Senin (20/4/2020) sore, mengatakan, penghargaan tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk meningkatkan kinerja ke depan.

“Keberhasilan Humas Kemenparekraf ini dihasilkan dari kinerja yang sungguh-sungguh dalam pelayanan publik. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan selama ini dapat dipertahankan dan lebih inovatif lagi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Catatan positif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di ajang PR Indonesia Awards sudah tertorehkan sejak 2017. Ketika itu Kementerian Pariwisata (Kemenpar) meraih pemenang utama PR Indonesia Awards kategori media relations, sub kategori Kementerian.

Di ajang PRIA 2018, Kementerian Pariwisata berhasil meraih penghargaan PRIA untuk 3 kategori, yaitu Kementerian Terpopuler di Media 2017, kategori Media Internal Cetak (Ragam Pesona), dan kategori E-Magazine.

Sedangkan pada tahun lalu, Kementerian Pariwisata meraih lima penghargaan yakni untuk kategori E-Magazine, kategori Pra Krisis, kategori media cetak, kategori media sosial, dan Kementerian Terpopuler di media selama tahun 2018.

Asmono Wikan selaku Founder dan CEO PR Indonesia mengatakan, hari-hari ini Indonesia sedang mengalami krisis akibat pandemi global COVID-19. Dalam situasi seperti sekarang ini, komunikasi sangat penting maknanya untuk dapat mencerahkan dan memberi harapan bagi publik untuk lekas bangkit dari krisis.

“Kepada pemenang PR Indonesia Awards 2020 saya ucapkan selamat, semoga kerja komunikasi Anda memberi kemaslahatan luas untuk publik,” kata Asmono Wikan.

PR INDONESIA merupakan penyelenggara beragam aktivitas terkait dunia kehumasan. Mulai dari reguler Public & Inhouse Training PR, PR Meet Up, serta PR Indonesia Outlook, PR Summit & Conference, dan Awards. PRIA award mencerminkan pencapaian tertinggi kinerja komunikasi korporasi atau organisasi.

 

Kampanye #SatuDalamKopi Majukan Kopi Nusantara di Tengah Pandemi

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kampanye #SatuDalamKopi diluncurkan  sebagai upaya bersama memajukan kopi nusantara sekaligus menggerakkan roda perekonomian pelaku industri kopi nasional agar tetap bergerak di tengah pandemi COVID-19.

Kampanye nasional diinisiasi oleh Kemenparekraf/Baparekraf bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) ini  turut didukung Tokopedia yang melibatkan hampir 1.000 pelaku industri kopi dari berbagai wilayah tanah air. Dan berlangsung selama tujuh hari mulai 20 hingga 26 April 2020.

Tokopedia akan memfasilitasi para pelaku industri kopi lokal untuk berjualan secara daring. Juga disediakan halaman khusus kampanye #SatuDalamKopi untuk menampung seluruh informasi yang mempermudah pengguna mendapatkan berbagai produk kopi lokal. Para pecinta kopi pun bisa turut berpartisipasi menyemarakkan kampanye #SatuDalamKopi.

“Dalam situasi seperti sekarang ini semua pihak diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang kondusif untuk mendukung industri lokal agar produk lokal dapat menjadi pemimpin di pasarnya sendiri,” kata Menparekraf Whisnutama Kusubandio.

Menurut dia, banyak aspek yang harus diperkuat untuk dapat memastikan produk-produk lokal bertahan dan berkompetisi di era sekarang ini, sekaligus untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sebagai salah satu negara penghasil biji kopi terbesar di dunia, Indonesia menjadi negara  dengan pertumbuhan industri pengolahan kopi yang sangat pesat di beberapa tahun terakhir. Data International Coffee Organization tahun 2017 menunjukkan RI masuk dalam 4 besar negara produsen kopi di dunia.

Namun pandemi COVID-19 ini tentu menjadi tantangan bagi setiap lapisan masyarakat, tidak terkecuali para pelaku industri kopi.”Kampanye #SatuDalamKopi ini diharapkan bisa membantu industri kopi lokal untuk mempromosikan produknya dan menjaga stabilitas penjualan maupun harga,” kata Wishnutama.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita​ menjelaskan, di tengah pandemi COVID-19, penting sekali agar seluruh pihak dapat menyatukan upaya, baik pemerintah, pelaku industri, perusahaan teknologi Indonesia, dan masyarakat.

Saat ini terdapat 1.204 industri kecil dan menengah (IKM) pelaku usaha kopi yang mengolah biji kopi lokal dari para petani di berbagai daerah di Indonesia.

“Kampanye #SatuDalamKopi merupakan contoh nyata bagaimana kita bersama dapat ambil bagian untuk mendorong pemasaran produk kopi lokal melalui kafe, warung kopi, dan masyarakat luas yang pada gilirannya akan berdampak pada geliat industri kopi di daerah dan seluruh rantai penawarannya sehingga kegiatan ekonomi tetap berjalan di tengah pandemi,” kata Agus Gumiwang.

Sementara itu, CEO dan Founder Tokopedia, William Tanuwijaya,​ mengungkapkan, inisiatif bersama dengan pemerintah dan pelaku industri kopi lokal ini sejalan dengan salah satu prioritas utama Tokopedia pada kampanye ​#JagaEkonomiIndonesia.

Mendorong perputaran roda ekonomi Indonesia dan memastikan lapangan pekerjaan tetap terjaga dengan memungkinkan para pebisnis lokal dapat terus berbisnis lewat Tokopedia.”Kami juga berkomitmen untuk memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan tanpa harus keluar rumah,” katanya.

Dalam kampanye ini pihaknya  turut memberikan pendampingan, akses, dan edukasi yang dibutuhkan termasuk peningkatan kualitas produksi hingga pemasaran, serta penyediaan fitur-fitur yang memudahkan pelaku industri kopi lokal dalam menjangkau lebih banyak pembeli melalui Tokopedia.

Mengandalkan penjualan secara daring dengan memanfaatkan platform seperti Tokopedia selama ini menjadi strategi andalan para petani dan pengusaha kopi untuk menjaga stabilitas penjualan maupun harga.

Berbagai inovasi produk dan pendekatan baru perlu ditelurkan agar para petani dan pengusaha kopi dapat memaksimalkan potensi daring “Dengan dukungan dari hulu ke hilir, kami berharap momentum kampanye ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh pegiat industri kopi,” tambahnya.

Pegiat mulai dari petani hingga pemilik merek kopi lokal dapat terus tumbuh dan berkembang pesat, bahkan hingga menjadi brand kebanggan Indonesia yang mendunia nantinya, tutup ​William​.

Saring, Cek “Sanad” dan “Matan” nya Sebelum “Sharing “

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: “KADANG-KADANG kita terlalu terburu-buru. Saya aja pernah sharing sesuatu karena terlalu terburu-buru, untung diingetkan sama teman, langsung saya hapus. Kalau di grup WA dalam waku satu menit itu bisa kita tarik atau delete kan.  Mudah-mudahan dalam waktu satu menit itu belum ada yang menyebarkan. Ada juga misalnya orang membaca berita terus di bawahnya ada judul hoaksnya, ini bener nih karena dari berita. Tapi begitu kita mulai memperhatikan ternyata ini tempelan, ini contoh gimana kita gampang tertipu,” ujar Ketua Umum Siberkreasi yang juga artis dan influencer Yosi Mokalu  di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta.

Ajakan  Yosi itu disampaikan sebagai wujud keprihatinan terhadap maraknya infodemik berisi berita tidak benar atau hoaks dan rumor mengenai COVID-19 di tengah masyarakat yang dapat memperburuk situasi pandemi itu sendiri. Laju penyebaran berita hoaks itu sering terjadi karena seseorang tidak memeriksa kembali saat membagikan ke orang lain dan tidak memahami tentang dampak dari informasi itu sendiri ke depannya.

Iinfluencer Yosi Mokalu mengajak agar masyarakat lebih bijak saat menerima dan menggandakan informasi. Menurut Yosi, kendati sudah diedukasi untuk mendeteksi suatu berita hoaks atau tidak, namun terkadang karena terburu-buru, seseorang bisa saja tanpa sengaja menyebarkan berita hoaks.

Apabila kabar hoaks sudah terlanjut tersebar, maka peluang untuk dapat ditarik kembali sangat kecil dan sulit sekali. Oleh karena itu Yosi, yang akrab dikenal sebagai Yosi Project Pop berharap agar masyarakat dapat menyaring terlebih dahulu sebelum kemudian meneruskan ke orang lain.

“Ketika hoaks sudah tersebar diluar sana, akan sulit untuk ditarik kembali. Lebih mudah untuk mencegah dan mencegah dimulai dari diri sendiri dengan menyaring sebelum sharing,” imbuhnya.

Memperburuk Keadaan

Dalam kesempatan yang sama, Pendiri Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Harry Sufehmi mengatakan,  istilah infodemik di tengah pandemi COVID-19 sudah mengglobal karena turut memperburuk situasi dan tidak menolong sama sekali.

“Akibat infodemik ini bisa cukup fatal, sampai menyebabkan korban nyawa. Misalnya informasi mengenai obat tapi hoaks, jadi lengah gak papa kalau kena, tinggal kasi bawang putih, padahal sebetulnya hoaks. Terus berbagai narasi yang menghasut, tapi hoaks sehingga menyebabkan kepanikan di tengah masyarakat yang sudah cukup susah karena wabah ini, jadi kita kasihan sekali,” ujarnya.

Untuk itu, perlu dipahami bahwa dasar untuk mendeteksi dan menangkal hoaks menurut Harry adalah dengan mengetahui asal atau sumber dan bunyi makna dan pemahaman tentang isinya, sebagaimana yang disebut dalam ilmu hadist.

“Dasarnya simpel untuk membantah atau mendeteksi hoaks, yaitu sanad dan matan. Sanad itu sumber, matan itu konten. Jadi maksudnya, kita cek kalau kita dapat berita, sanadnya apa nih, sumbernya darimana. Kalau cuma forward-an Whatsapp (WA) yang gak jelas sumbernya sama sekali, ya kita anggap hoaks aja sampai terbukti sebaliknya, jadi supaya aman,” tambah Harry.

Kemudian, terkait konten atau isi berita,  masyarakat sebaiknya mengecek apakah konten tersebut ada yang aneh atau tidak. Apabila ada isi berita yang ketika dibaca isinya langsung membangkitkan emosi, marah, gusar atau bahkan, ketakutan, serta mungkin berlawanan dengan yang selama ini beredar di media massa, maka harus dicek atau seperti tadi saja, dianggap sebagai berita hoaks sampai terbukti sebaliknya.

“Jadi mengetahui ini hoaks atau bukan itu simpel. Kita sudah diajarkan dari zaman dahulu yaitu apakah sanadnya jelas, gimana kontennya. Jadi kalau kita umat muslim sudah bisa berpegang kesitu, maka sebenarnya kita sudah bisa menghindari hoaks ini,” kata Harry.

Sebagaimana diketahui bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat setidaknya infodemik berupa hoaks atau informasi yang tidak benar seputar COVID-19 di Indonesia mencapai 566 kasus. Sementara itu Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) melalui pemeriksa faktanya secara spesifik mencatat misinformasi dan disinformasi seputar COVID-19 sebanyak 301 berita hoaks hingga pukul 22.00 WIB pada Jumat kemarin.

Thamrin Bachri: Tourism Is People Jadi Tahap Tanggap Darurat Fokus ke Urusan Harkat Hidup Orang Banyak

this formate

Wisatawan nusantara bersiap masuk pesawat. Pada Tahap Normalisasi Pasca Covid, Wisnus dari kalangan milenial akan jadi andalan  ( Foto: Kemenparekraf)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tourism is people, industri yang melayani dan dilayani semuanya sangat tergantung pada kerja tim orang-orang yang berada di dalam industri ini,” kata Thamrin B. Bachri, pengamat pariwisata dan pengajar sekolah tinggi pariwisata, hari ini.

” Orang yang berwisata juga menginginkan untuk mendapatkan pengalaman pribadi yang menyenangkan sehingga tourism is people bukan sekedar  slogan tapi juga bisa memberikan produk maupun aktivitas yang personal,” ungkapnya. 

Oleh karena itu. kata Thamrin, ketika seluruh dunia sedang menghadapi wabah penyakit yang menjadi pandemi global Covid-19 dan di Indonesia tengah dalam  masa Tanggap Darurat maka sudah sepantasnya sikap mas menteri Parekraf patut diberi acungan jempol.

” Program Mas Mentri Kemenparekraf Whisnutama yang mendahulukan kepentingan keamanan, kenyamanan para tenaga medis dari berbagai rumah sakit dengan memberikan akomodasi, transportasi dan layanan lengkap hotel bintang adalah karena mengutamakan people ( manusia),” kata Thanrin B. Bachri.

Oleh karena itu pernyataan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang berencana segera mendatangkan turis dari China, Jepang, dan Korea Selatan tidak tepat momentumnya.

Bali, kata Luhut,  merupakan salah satu daerah yang akan mulai digenjot kawasannya untuk menarik pengunjung wisatawan asing, seperti China, Jepang, dan Korea Selatan yang mulai pulih dari kondisi pandemi virus corona. ” Sekaligus, kita menyiapkan alat pendeteksi Covid-19 bagi wisatawan asing yang akan datang ke Indonesia,” kata Lihut Binsar Panjaitan, pekan lalu.

Menurut Thamrin, tidak etis bicara pemasaran untuk menjaring wisatawan mancanegara karena pada tahap Tanggap Darurat fokusnya adalah kemanusiaan. Oleh karena itu dia memberikan apresiasi yang tinggi pada Menparekraf.

“Industri pariwisata ibarat orang yang sudah kehabisan nafas sehingga perlu diberi oksigen. Selanjutnya, secara realita tidak mungkin pada tahap ini kita “menggerakan” pasar dengan strategi apapun karena pasar sedang mengalami mortality phobia sebagai akibat pandemi convid-19,” kata Thamrin.

Mantan Dirjen Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, mengingatkan pada waktu krisis tahun 2003 berkembang istilah if you fly you die karena ada wabah Avian Flu dan SARS. Akibatnya, kecenderungan orang untuk melakukan perjalanan atau propensity to travel menjadi NOL.

Pada tahap tanggap darurat salah satu sub-mix promotion yang bisa diterapkan adalah berbagai kegiatan PR. Contoh kegiatan pemasaran yang berdampak kemanusiaan pada situasi pandemic convid 19 yg dilakukan misalnya oleh Mc Donald yang merubah logonya untuk mencerminkan physical distancing.

Produk lainnya seperti Kentucky Fried Chicken (KFC) dengan dengan memakaikan masker pada logo mereka untuk mengatakan bahwa pada masa pandemi convid 19 sangat perlu utk menggunakan masker adalah bentuk pemasaran yang berorientasi kemanusiaan atau pemasaran yang bertanggung jawab, tambahnya.

Menyoroti rencana normalisasi dengan menggerakkan wisatawan domestik atau disebut nuga wisarawan nusantara, Thamrin oprimistis dapat me ggerakja. perekonomian dengan cepat. Selain sebelum terjadi pandemi global yang berkembang di tengah masyarakat berwisata sudah menjadi bagian gaya hidup.

“Kecenderungan untuk berpergian (traveling) karena dorongan teknologi informasi serta perkembangan konektivitas penerbangan berbiaya rendah atau low cost carrier (LCC) yang menjangkau ke banyak destinasi wisata menarik di Tanah Air akan terus berlanjut,” 

Selain itu tumbuhnya kelompok masyarakat menengah di Indonesia yang didominasi kalangan generasi muda menyebabkan wisatawan domestik atau wisatawan nusantara (wisnus) memiliki daya beli (purchasing power) tinggi.

Seperti diketahui wisatawan kelompok muda atau wisatawan millennial akan terus tumbuh dan menjadi pasar utama. Tahun 2019 lalu lebih dari 50% pasar pariwisata Indonesia didominasi millennial. Thanrin yakin milenial Indonesia kekar Covid-19 akan menjadi pelopor jelajahi negri dan berkontribusi pada pemulihan pariwisata RI.