Dubes RI di Swedia Aktif Berpartisipasi di Peringatan World Heritage Day 2020.

this formate

Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) peringati Hari Pusaka Dunia secara online ( Foto: KBRI Stockholm)

STOCKHOLM, Swedia, bisniswisata.co.id: Dubes RI untuk Swedia merangkap Latvia, Bagas Hapsoro berpartisipasi, memberikan sambutan penutup pada kegiatan Peringatan World Heritage Day 2020 di tanah air.

Kegiatan yang dilakukan secara online tersebut diselenggarakan oleh Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI), memperingati World Heritage Day atau Hari Pusaka Dunia yang jatuh tepat pada tanggal 18 April 2020.

“Hari Pusaka Dunia adalah salah satu peringatan monumental, dikarenakan salah satu dari 7 Keajaiban Dunia berada di Indonesia, yaitu Candi Borobudur,” ujarnya dalam rilisnya yang diterima, hari ini.

Nenurut dia,  Indonesia juga terkemuka dalam karakter, nilai-nilai, dan norma dalam bermasyarakat. “Indonesia terkenal dengan masyarakatnya yang gotong royong, sopan santun, saling menghormati dan menghargai, dan menjunjung tinggi toleransi. Saya rasa itu juga merupakan kekuatan utama kita sebagai bangsa/ negara” ujar Bagas.

Masyarakat Swedia, kara Dubes Bagas, memiliki cara hidup Lagom, yaitu tidak hidup berlebih-lebihan dan harus ada keseimbangan dalam hubungan antar manusia, dan bahkan dengan alam. “Kurang lebih nilai-nilai dan cara hidup masyarakat Swedia sama dengan nilai-nilai masyarakat Indonesia” tambahnya.

Indonesia dan Swedia tengah memperingati 70 tahun hubungan diplomatik yang jatuh pada tahun ini, 2020. Dan dalam kaitan dengan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia, Swedia memiliki komitmen membantu yang sangat besar. 

Sejumlah bantuan tersebut antara lain, Perusahaan Astra Zeneca menyumbang  dengan 40.000 surgical mask, Perusahaan IKEA dengan home furnishing packages, dan H&M dengan donasi garmen seperti pakaian hangat dan juga mainan anak-anak.

Dubes Bagas juga menyampaikan mengenai kerja sama dengan BPPI sebelumnya ketika menjadi Dubes RI di Lebanon. Saat itu, BPPI bekerja sama dengan Gibran National Committee untuk mengalihbahasakan karya-karya Khalil Gibran. “Tindak lanjut yang saya dengar, kini sudah ada 24 karya Khalil Gibran yang telah dialihbahasakan ke Bahasa Indonesia, great work!” ungkapnya.

Kegiatan Peringatan World Heritage Day 2020 diselenggarakan secara online selama 12 jam penuh, yaitu dari pukul 09.00-21.00 WIB. Kegiatan diisi dengan penampilan kesenian film, musik, puisi, dan juga talkshow.

 

Kemenparekraf Dorong Animator Ikut Asia Submission Sumit (AAS) 2020

this formate

JAKARTA, bisniswisara.co.id: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengajak pelaku ekonomi kreatif khususnya subsektor film dan animasi ( animator)  tetap produktif di tengah pandemi COVID-19 dengan ikut mendaftar dan berpartisipasi dalam Asian Animation Summit pitching forum 2020 yang digelar pada 18-20 November di Bali.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, Fadjar Hutomo dalam pernyataannya di Jakarta, Minggu , menjelaskan, Kemenparekraf mengadakan pengajuan terbuka mulai 14 April hingga 9 Juni 2020 untuk menjaring para pembuat animasi untuk tetap produktif dan menciptakan karya-karya yang bisa diterima secara global.

“Kita telah open submission film animasi untuk diikutkan pada acara Asia Submission Sumit (AAS) 2020 yang akan diadakan di Bali pada 18-20 November 2020. Mudah-mudah wabah pademi COVID-19 sudah berakhir dan kita bisa menjalankan acara itu,” kata Fadjar.

Dia juga menjelaskan, acara tersebut nantinya akan dihadiri oleh animator-animator dunia seperti Walt Disney dan sebagainya serta menjadi kesempatan para animator Indonesia untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas diri.

Open Submission memang untuk animasi anak-anak. Namun kami persilahkan untuk para animator-animator lainnya untuk bergabung. Ketika mereka ikut nantinya akan mendapat mentoring dari praktisi luar yang levelnya global, sehingga diharapkan hasilnya nanti bisa _match_ dengan market global,” katanya.

Bagi pelaku kreatif yang ingin bergabung bisa mendaftar dan mengirimkan hasil karyanya melalu email dit.aksespembiayaan@kemenparekraf.go.id dengan subject Submission ASS 2020 Showcase/Development (pilih salah satu).Untuk informasi dan keterangan syarat lebih lanjut bisa mengunjungi www.ass.kidscreen.com.

 

Anton Thedy: Kelar Covid, Menjaring Wisnus Perlu Pendekatan New Normal

this formate

Keindahan destinasi wisata di tanah air yang memukau wisnus maupun wisman. ( foto: Kemenparekraf)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Strategi Kemenparekraf Whisnutama untuk memobilisasi wisatawan nusantara pada tahap normalisasi pasca pandemi global Covid-19, mendapat respon positif dari pengusaha namun bisnis trip akan lebih cepat, ungkap Anton Thedy, pendiri TX Travel, hari ini.

“Kalau Kemenparekraf pada tahap awal normalisasii nanti akan menggerakkan wisatawan Nusantara ( wisnus) terlebih dahulu memang bisa tapi bagi kami di industri tepatnya dorong dulu perjalanan dinas dari kalangan aparatur sipil negara ( ASN) dan para pebisnis,” tambah Anton Thedy

Anton Thedy, pendiri TX Travel ( Foto: Travelgad)

Di bawah payung hukum PT Jakarta Express Utama, TX Travel yang kini telah memiliki 200 cabang dan 12 ribu sub agent aktif ini mengatakan perjalanan dinas Aparatur Sipil Negara ( ASN) dan para pebisnis di nusantara ini akan lebih cepat menggerakan roda perokonomian terutama industri wisata.

Untuk masyarakat setelah lama berada dirumah saja pasti banyak yang kakinya ‘gatal’ untuk jalan-jalan tapi harus diingat pemasukan juga banyak berkurang selama di rumah saja. “Prediksi saya yang akan bergerak adalah bisnis trip dan weekend trip bukan jalan- jalan yang 5 hari keatas,” tegasnya.

Menurut dia, segment wisnus karakternya adalah short trip, misalnya  dari Jakarta ke Bandung bukan dari Jakarta ke Raja Empat, Papua yang merupakan perjalanan panjang dengan biaya besar. Paska pandemi global maka untuk berwisata akan lebih banyak melibatkan anggota keluarga. Jika perlu semua anggota keluarga di rumah akan diajak jalan-jalan untuk refreshing.

Hal ini berbeda kalau wisata ke luar negri meskipun durasi waktu tempuh juga satu jam dari Jakarta seperti ke Singapura atau negara lain yang membutuhkan paspor. Jadi budget murah-meriah akan menjadi pilihan keluarga Indonesia terutama yang lokasinya mudah dijangkau.

Untuk sementara jalan-jalan ke luar negri yang perlu paspor, ada kesulitan bahasa, mata uang dan makanan akan ditunda dulu sehingga normalisasi berjalan lancar karena meskipun pandemi berakhir maka pendekatan ke wisnus juga dengan konsep New Normal.

Obyek wisata yang dituju adalah tujuan wisata jarak dekat, mudah dicapai oleh mobil pribadi, jalan-jalan bareng keluarga. Bagi warga Jabodetabek tujuan wisatanya ke Bandung, Pantai Carita, Kawasan Puncak dan sekitarnya akan booming duluan dan akan banyak menerima kunjungan wisnus.

“Untuk golongan menengah atas yang  bisa menggunakan pesawat terbang ke Bali, Jogja dan lainnya akan tetap short  trip week-end. Asumsinya juga perginya 3-5 bulan kemudian setelah di rumah saja,” ungkapnya.

Penulis buku 50 WisDom ( Wisata Domestik) Indonesia ini memastikan bahwa pergerakan wisnus akan dimulai oleh para pebisnis yang bergerak dulu untuk menjalankan roda ekonomi bisnis masing-masing karena itu akan banyak bisnis trip dan week-end short trip

New Normal

New normal akan menjadi aturan baru dalam berbisnis karena setelah lewat wabah ini maka perilaku konsumen akan berubah semakin ke online. Selama 21 hari bekerja, belajar dan beraktivitas di dalam rumah saja maka seisi anggota keluarga terbiasa dengan aktivitas online.

“Kalau kita melakukan sesuatu terus menerus dalam 21 hari misalnya termasuk belanja online maka setelah kondisi dunia kembali normal pun kebiasaan onlinenya akan terus melekat, kita jadi konsumen yang mager alias malas gerak makanya disebut New Normal,” jelasnya.

Anton juga yakin di industri wisata seperti restoran misalnya akan ada perubahan misalnya restoran akan membatasi tempat duduk nya, orang masuk ke mall di batasi, cara belanja online akan naik peminatnya karena sudah semakin biasa selama di rumah saja.

Bisa juga tempat duduk di pesawat di batasi penumpangnya, begitu pula transportasi umum lainnya seperti kereta api dan bus juga di batasi karena di Wuhan, China yang sudah berhasil memerangi wabah kini ada sekian persen pasien yang kembali terjangkiti sehingga social dan phisical distancing juga tidak hilang begitu saja.

Di bisnis travel maka generasi milenial dan gen Z akan semakin online.Hanya mereka yang lebih tua masih ke travel agent offline karena terbiasa dilayani. Tapi travel offline pun sebenarnya sudah mulai online

“Berhubung konsumennya masih datang langsung ke kantor travel agent maka staf melayani kapan saja atau melalui telpon tanpa harus terpaku dengan jam kantor lagi,” kata Anton Thedy.

Sebagai seorang traveler Anton  yang memulai karirnya dalam membangun bisnis travel sejak tahun 1991 mengatakan Indonesia benar-benar negri yang indah karena itu sudah sepatutnya masyarakat Indonesia lebih mengenal negrinya sendiri.

“Indonesia memang indah dan sangat indah . Kini infrastrukturnya sedang terus ditambah dan diperbaiki. Kalau selama ini tujuan wisata luar negeri juga menjadi pilihan utama karena memang lebih siap infrastrukturnya bukan karena lebih indah,”

Sukses  mendirikan TX Travel tahun 2004 dan menjadi travel franchise pertama di Indonesia dan sukses memiliki cabang terbanyak se ASEAN.  Kini dia memiliki program RTA (Reseller Travel Agent). Hal ini menjadi trobosan pertama di Indonesia yakni reseller travel yang menjual multiproduk dari pada travel- travel yang lain.

Melalui program ini, Anton menargetkan dapat meraih 100 ribu member di tahun 2020. Pengalaman mengelola bisnis ini sejak dulu dan sekarang hanya cara bisnisnya yang berubah namun produknya sama. ” Orangakan tetap suka jalan- jalan tapi cara jualannya yang berubah menjadi online. Kelar Covid-19, industri travel dan tourismlah yang cepat membangkitkan perekonomian dunia,” tuturnya optimistis.

 

Barcelona, Surga Wisata Eropa yang Sementara Merana

this formate

BARCELONA, Spanyol, bisniswisata.co.id: Industri pariwisata di seluruh dunia mengalami pukulan terberat akibat pandemi Covid-19 yang melanda lebih dari 200 negara. Semua negara kini memberlakukan kebijakan melarang atau membatasi warganya bepergian. Padahal industri ini hidupnya amat bergantung pada jumlah pergerakan orang. Pelaku bisnis bersikap wait-and-see, sebagian bahkan berjuang untuk sekadar bertahan. 

Sebuah potret memilukan terlihat di Barcelona, ibu kota Catalonia di Spanyol yang merupakan daerah tujuan wisata terbesar di sana. Sebelum ada virus Corona, kota yang terletak di Timur Laut Spanyol itu, dikunjungi hampir 30 juta wisawatan setiap tahun. 

Di sana banyak objek wisata menarik seperti: situs bersejarah, laut yang indah, tempat-tempat hiburan yang mendunia, serta pertunjukan budaya Catalonia yang berbeda dengan wilayah lain di Spanyol. Sebagian besar dari para turis (diperkirakan ada 3,2 juta pada 2019) datang dengan kapal pesiar yang singgah di pelabuhan kota yang merupakan terbesar di Mediterania.

Kota yang biasanya ramai pelancong itu, kini pun sepi. Penurunan jumlah wisatawan mulai terjadi sejak akhir Februari saat Corona merambah kota berpenduduk 7 juta orang tersebut. Para ahli hingga kini belum menemukan vaksin penangkal virus yang menyerang saluran pernafasan tersebut. Warga mulai mengurung diri dibawah pemberlakukan kebijakan lockdown yang ketat.

Spanyol mengeluarkan aturan lockdown sejak 14 Maret. Instruksinya jelas: penduduk dilarang keluar kecuali untuk urusan maha penting, membeli bahan makanan, atau alasan kesehatan. Jika melanggar, pemerintah akan mengenakan denda mulai dari 100 Euro hingga hukuman penjara. Sebenarnya, meski tanpa hukuman pun penduduk sudah enggan keluar rumah karena takut tertular virus mematikan yang telah merenggut lebih dari 15.000 jiwa. Spanyol merupakan negara paling terdampak virus Corona dengan tingkat kematian tertinggi ke-3 setelah Amerika Serikata dan Italia.

Seperti dilaporkan National Geographic, pemandangan menyedihkan terlihat pada sebuah pagi yang tenang di awal April lalu. Keheningan menyergap lorong-lorong sebuah pemukiman bersejarah yang dibangun sejak abad pertengahan. Jalan-jalan sempit yang merupakan salah satu ikon Kota Barcelona itu biasanya padat dipenuhi pelancong. Kini, kosong melompong. Sesekali saja terlihat seorang penduduk jalan berbegas, mengenakan masker dan membawa tas belanja. Kepala merunduk untuk menghindari saling kontak.

Sekadar informasi, Barcelona dibangun Romawi pada abad pertengahan. Di banyak tempat bangunan peninggalan Romawi masih tegak berdiri, termasuk jalan-jalan sempit dan kecil terbuat dari batu dengan bangunan-bangunan tua bergaya gothic. Itulah salah satu ciri khas Kota Barcelona.

Pemandangan serupa juga terlihat si lokasi obyek wisata lain. Antrian mengular yang biasa terlihat di sekitar Sagrada Familia, bangunan belum selesai bergaya neo-Gothic karya arsitek kenamaan Antoni Gaudi, pun tak nampak lagi. Sejak ditutup pada 13 Maret, ikon kota Barcelona ini sepi pengunjun. 

“Meski kami tidak bisa meramal masa depan, tapi kami yakin dapat kembali buka dalam beberapa minggu,” kata Oriol Llop, direktur komunikasi situs tersebut, seperti dilansir National Geographic.

Sagrada Familia, ikon kota Barcelona yang sepi pengunjung (foto: EndsEurope)

“Terlepas dari tantangan yang kami hadapi, kami tetap akan berdiri mencontoh Keluarga La Sagrada sendiri yang berhasil selamat dari perang dan berbagai hambatan lain pada masa itu.”

Keheningan juga terlihat di bangunan karya Gaudi lainnya yang ada di jantung Barcelona: La Pedrera- Casa Milà. Jumlah pengunjung sudah turun 65% sejak sebelum ditutup pada 14 Maret.

Tetap Optimis

Meski demikian, sejumlah pengusaha tetap optimis. Mereka bahkan telah mempersiapkan diri mengantisipasi jika keadaan segera kembali normal. Marwa Preston, pemilik Wanderbeak – perusahaan yang bergerak di bidang wisata gastronomi/biro perjalanan khusus wisata kuliner –mengatakan bisnisnya tengah berada di jalur terbaik sebelum virus Corona menyerang. Dia menilai situasi sekarang berbeda dengan keadaan saat krisis keuangan 2008 dimana orang banyak kehilangan uang. 

“Pandemi ini justru membuat kita untuk tinggal di rumah dan menahan diri membuat pengeluaran. Begitu keadaan membaik, orang-orang akan haus untuk melakukan perjalanan dan berpetualang termasuk wisata kuliner  dengan uang di saku mereka, “kata Preston. Dia bahkan telah meluncurkan program wisata mencicipi anggur dan vermoth (anggur fortifikasi yang ditambah berbagai jenis rempah) ” pasca-karantina .” Menurutnya, program ini juga dapat mendorong dibukanya kembali bar dan restoran setempat.

Optimisme yang sama juga ditunjukkan Iné Miró-Sans, salah satu pendiri Hotel Butik Casa Bonay. Dia menilai situasi saat ini justru menciptakan rasa kebersamaan yang sebelumnya tidak pernah ada. “Orang-orang saling membantu dengan cara apa pun yang mereka bisa. Hotel-hotel yang biasanya saling bersaing, kini bekerja sama sebagai satu kesatuan. ”

Dia juga sudah ancer-ancer mempersiapkan diri menyambut kembali bangkitnya bisnis pariwisata di Barcelona. “Situasi ini merupakan kesempatan langka untuk slow down, membuat stok, dan memikirkan bagaimana melakukan sesuatu dengan cara berbeda atau lebih baik,” ujarnya. “Aku yakin kita akan keluar dari (situasi) ini dan menjadi lebih kuat, bersama.”

 

 

Petugas Medis dari RS Pelni, Jakarta Dapat Akomodasi di Grand Sahid Jaya Hotel dari Kemenparekraf.

this formate

Petugas Medis RS Pelni, Jakarta, saat check-in di Hotel Grand Sahid Jaya, hari ini,  Jumat 17 April 2020. ( Foto Kemenparekraf)

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Petugas medis di garda terdepan Rumah Sakit Pelni yang menjadi salah satu rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 kini mendapat pelayanan akomodasi di Grand Sahid Jaya Hotel lengkap dengan transportasi dari/ ke rumah sakit yang difasilitasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

“Kami terus berupaya memfasilitasi kebutuhan tenaga kesehatan dengan menggandeng industri pariwisata dalam masa darurat pandemi COVID-19, Kita terus bahu-membahu menyediakan fasilitas dan akomodasi ini. Tentunya dengan kesiapan dan persyaratan yang harus dipenuhi pihak hotel,” kata Menparekraf Wishnutama, hari ini.

Wishnutama menjelaskan, Kemenparekraf telah melakukan realokasi anggaran Rp 500 miliar, salah satunya untuk menyediakan akomodasi dan transportasi untuk tenaga kesehatan yang disesuaikan dengan permintaan kebutuhan dari rumah sakit.

“Hingga saat ini terdapat 1.725 tenaga kesehatan di Jakarta yang telah terfasilitasi. Kerja sama ini juga sebagai bentuk dukungan Kemenparekraf terhadap industri pariwisata yakni perhotelan termasuk staf dan pekerja di dalamnya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Direktur Utama Grand Sahid Hariyadi Sukamdani dan Plt Direktur Utama RS Pelni Mohamad Kartobi, mendampingi Menparekraf dalam peninjauannya ke Hotel Grand Sahid sambil memantau kedatangan para tenaga medis tersebut.

Hariyadi Sukamdani menjelaskan, dalam kerja sama ini disiapkan 220 kamar dimana 60 kamar akan digunakan untuk 100 tenaga kesehatan dari Rumah Sakit Pelni. Selain akomodasi, juga disiapkan makan tiga kali sehari dan fasilitas laundry.

Dia memastikan pihaknya menjalankan Standard Operational Procedure (SOP) yang berkaitan dengan pelayanan tamu sebagaimana yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan terkait penanganan COVID-19.

Diantaranya penyemprotan disinfektan secara rutin terutama di pintu masuk hotel, kegiatan sanitasi, pengaturan physical distancing di seluruh area hotel termasuk penggunaan lift, meminimalkan interaksi pelayanan secara langsung, dan langkah-langkah lainnya yang telah direkomendasikan Kementerian Kesehatan.

Seluruh tenaga medis yang menginap dan para karyawan hotel akan melewati beberapa protokol kesehatan seperti cek suhu badan dan pemakaian alat pelindung diri sebagai bentuk tahapan wajib dalam mengantisipasi penularan COVID-19.

“Pihak hotel melaksanakan SOP khusus dalam menjalankan tugas sehari-harinya baik di bagian yang bertemu langsung atau tidak langsung dengan seluruh tenaga medis, misalnya SOP di _housekeeping_ dari prosedur sanitasi, frekuensi pembersihan, hingga pemberian ekstra amenities,” kata Hariyadi Sukamdani.

Selain di Jakarta, pihaknya juga menyiapkan hotel sebagai lokasi menginap tenaga kesehatan di Ternate dan Morotai. Ia juga sedang mempersiapkan jaringan hotel miliknya di Yogyakarta dan Cikarang.

“Kami mempersiapkan sesuai kebutuhan. Karena yang di Ternate dan Morotai memenuhi standar untuk siap menerima tim medis. Termasuk Cikarang yang minggu depan sudah menerima tim medis,” katanya.

8000 Paket Sembako untuk Pelaku Pariwisata di Bali

this formate

BADUNG, bisniswisata.co.id: PELAKU pariwisata yang telah dirumahkan sejak dua bulan lalu di Bali, boleh berlega hati. PasalnyaKementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dan mitra menyerahkan bantuan sembako. Sebanyak 40 ton beras, 16 ton gula pasir, 16 ton liter minyak goreng, 8000 boks mie instan, 40.000 teh gelas, 8000 bungkus kecap manis dan 8000 pack kopi instan untuk  8.000 orang pelaku pariwisata Bali yang membutuhkan.

Penyerahan bantuan sembako secara simbolis dari Deputi Bidang Pengembangan Produk Wisata & Penyelenggaraan Kegiatan, Rizki Handayani Mustafa kepada Ida Bagus Agung Partha Adnyana selaku Ketua GIPI/BTB Bali di Aula Joop Ave STP Bali, Jalan Dharmawangsa, Kuta Selatan, Badung, Jumat (17/4).

Menurut Rizki Handayani, bantuan sembako ini merupakan salah satu bagian dari program Menparekraf dalam mendukung para pelaku pariwisata yang terdampak COVID-19. Dimana Bali adalah pusatnya pariwisata Indonesia sehingga program ini pertama kali diadakan di Bali dan akan menjadi model.

Dukungan yang kita berikan ini adalah paket pembagian sembako yang berisi 5 kg beras, 2 kg gula pasir, 2 liter minyak goreng, 1 boks mie instan, 5 teh gelas, 1 bungkus kecap manis dan 1 pack kopi instan,” terangnya.

Dalam penyaluran bantuan ini, pihaknya sudah berkordinasi dengan GIPI untuk mendapatkan data yang akurat terkait siapa saja yang berhak mendapat bantuan sembako ini. “Saat ini mungkin belum semua dapat diberikan dukungan tetapi kami akan berusaha agar masyarakat yang terdampak bisa semua menerima bantuan,” kata Rizki Handayani Mustafa.

Terakait teknis penyaluran sembako, Kapolda Kapolda Bali, Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose   mengaku akan mengerahkan kekuatan penuh mulai dari Polda, Polres, Polsek, Subsektor dan Babhinkamtibmas dengan door to door system. Untuk itu, Kapolda meminta kepada para pelaku pariwisata agar memberikan data yang sebenarnya kepada Polda Bali. *

Kemenparekraf Siapkan Industri Pariwisata Hadapi Proyeksi Lonjakan Kinerja pada 2021

this formate

Wisatawan turun dari kapal Ferry untuk berwisata  di Pulau. Presiden Jokowi optimistis usai Covid -19, wisata akan boom. ( foto : Kemenparekraf).

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kemenparekraf siapkan industri pariwisata hadapi proyeksi lonjakan kinerja pada 2021 dan realokasikan Rp 500 miliar untuk program perlindungan sosial bagi para pelaku wisata” kata Menparekraf Wishnutama Kusubandio, hari ini.

Usai Rapat Terbatas (melalui Video Conference) dipimpin Presiden Joko Widodo dengan topik Mitigasi Dampak Covid-19 Terhadap Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dari Istana Merdeka Jakarta, Whisnutama mengatakan Kementriannya telah merealokasi anggaran dan menerapkan program khusus selama masa tanggap darurat COVID-19 agar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif termitigasi selama pandemi.

“Presiden mengarahkan bahwa kita akan melakukan program perlindungan sosial bagi para pelaku wisata dan Kemenparekraf merealokasi anggaran Rp 500 miliar, ini potensinya akan dikembangkan terus,” kata Wishnutama.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) secara intensif sebagai salah satu upaya untuk dapat memberikan berbagai bantuan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Realokasi kita juga akan melakukan berbagai macam program yang sifatnya padat karya didahului pengkajian lebih lanjut dengan kementerian-kementerian terkait, termasuk stimulus ekonomi untuk industri pariwisata dan pelaku ekonomi kreatif ini agar bisa bertahan melalui situasi yang saat ini terjadi,” katanya.

Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif selama masa darurat COVID-19. telah menyediakan akomodasi dan transportasi untuk tenaga kesehatan dengan SOP kesehatan dari Kemenkes dan WHO yang tetap harus dipenuhi. 

Hingga saat ini terdapat 1.725 tenaga kesehatan yang telah terfasilitasi. Kemudian ada gerakan masker kain yang memberdayakan para pelaku UKM dengan target mencapai 1 juta masker kain. 

“Kami juga menyiapkan program lauk siap saji. Seperti lauk dendeng kering, abon, dan sebagainya. Di sisi lain program ini akan melibatkan dan membantu pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif secara langsung,” katanya.

Presiden Joko Widodo sebelumnya meyakini bahwa kelesuan sektor pariwisata akibat pandemi virus corona hanya akan berlangsung hingga akhir tahun. Untuk itu, sikap optimisme harus terus dibangun agar sektor pariwisata bisa memanfaatkan momentum bangkit segera setelah kelesuan berakhir.

“Saya meyakini ini hanya sampai pada akhir tahun. Tahun depan akan terjadi booming di bidang pariwisata. Semua orang ingin keluar, semua orang ingin menikmati kembali keindahan-keindahan yang ada di wilayah-wilayah yang ada pariwisatanya sehingga optimisme itu yang harus terus diangkat ” kata Presiden jokowi.

Presiden minta jangan sampai terjebak pada pesimisme karena masalah COVID-19 ini sehingga saat wisata  booming lagi yang akan muncul setelah COVID-19 ini selesai, justrutidak bisa memanfaatkannya secara baik.

Untuk itu saat ini Kemenparekraf berupaya menyiapkan destinasi yang sesuai dengan kondisi “new normal” pasca-COVID-19 sesuai prinsip hygiene dan sanitisasi yang prima, menawarkan pengalaman lokal yang unik, hingga manajemen pengunjung yang baik sehingga tidak terjadi penumpukan (over crowded).

Di samping itu, destinasi pariwisata juga didorong untuk terus berbenah dan semakin agresif dalam menerapkan prinsip pembangunan pariwisata yang berkelanjutan (resilience,  sustainable, dan responsible).

Perawat, Bisa “Nyetir”, Jadilah Supir Ambulans COVID-19

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id – ADALAH Ika Dewi Maharani,  satu-satunya sukarelawan medis perempuan Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, yang bertugas sebagai supir ambulans. Angka kasus COVID-19 di Jakarta yang semakin meningkat, ditambah dengan jumlah petugas ambulans yang kurang memadai, membulatkan tekat Ika menjadi supir ambulans.

 “Saya bisa menyetir, saya basic perawat, jadi pas, sesuai dengan panggilan hati, dengan kemampuan yang saya punya, saya harus melayani,” ujar Ika dalam konferensi pers secara daring di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (16/4).

Menangani pasien di rumah sakit menjadi hal biasa bagi Ika, namun mengantarkan pasien ke rumah sakit menjadi persoalan lain. Dia mengaku menjadi supir ambulans merupakan pengalaman pertama dalam hidupnya.

“Untuk ambulans baru pertama kali di dalam hidup saya, tapi ya gitu, ternyata di ambulans tidak semudah yang kita bayangin. Sudah bunyikan sirine, kadang orang-orang di sekitar kita tidak peka untuk memberikan jalan buat kita karena kita mengangkut pasien, ya untung ada orang dengan kesadaran memberikan jalan, jadi kita tetap dengan cepat membawa pasien ke tempat yang dirujuk,” kata Ika melanjutkan.

Mengemban tugas untuk mengantarkan pasien dalam pengawasan (PDP) atau pun pasien positif COVID-19 membuat Ika berisiko besar terinfeksi virus corona.

Dalam menjalankan tugasnya itu, dia mengatakan safety adalah kunci utama. Menggunakan alat perlindungan diri (APD) menjadi wajib bagi Ika sebelum berangkat bertugas. Tidak hanya agar dirinya aman, tetap juga agar para pasien tetap aman.

Meski telah mengenakan APD, sebagai manusia biasa, Ika mengaku perasaan takut ada dalam dirinya, namun semangat kemanusiaan yang dia rasakan jauh lebih tinggi.

“Rasa takut ada pasti, cuma ini harus kita lihat lagi, ini adalah tugas bagi kita sebagai relawan medis, kita harus menangani pasien dari awal sampai akhir,” ujarnya.

Untuk menjaga imunitas tubuh sebagai cara untuk melawan virus corona, di tengah shift 12 jam yang dia jalani, Ika selalu menyempatkan diri untuk makan teratur dan istirahat cukup.

Shift pagi dari jam 7 sampai jam 7 malam, itu pertama harus makan dulu. Selesai absen kita makan, ada panggilan untuk kita rujuk, setelah itu selesai, baru kita makan, yang penting makan harus sehari tiga kali, multivitamin, dan susu,” kata dia.

Dengan usaha terbaiknya mengabdikan dirinya sebagai sukarewalan COVID-19, Ika berharap pandemi tersebut dapat segera berakhir.

Ika tergabung dalam Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI), berasal dari Maluku Utara, menyelesaikan kuliah di Surabaya. Saat ini menjalani hidup di mess yang disediakan BNPB, dan bertugas di rumah sakit Universitas Indonesia.*

Tiga Langkah Mitigasi di Sektor Pariwisata

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id; PANDEMIK  virus korona atau COVID-19 telah memberikan dampak kepada seluruh sektor, tak terkecuali pariwisata. Saat memimpin rapat terbatas secara telekonferensi dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis, 16 April 2020, Presiden Joko Widodo menilai bahwa dunia pariwisata merupakan sektor yang terdampak COVID-19 paling berat.

“Kita tahu dampak yang paling berat dirasakan dan pertama dirasakan karena COVID-19 ini adalah dunia pariwisata. Baik yang terkena itu hotel, restoran, dan juga yang menyangkut rakyat yaitu barang-barang kerajinan yang dijajakan di sana. Oleh sebab itu, langkah-langkah mitigasi perlu secepat-cepatnya dilakukan,” kata Presiden dalam pengantarnya.

Ada pun mitigasi yang perlu segera dilakukan adalah pertama, program perlindungan sosial bagi pekerja yang bekerja di sektor pariwisata. Presiden meminta agar hal tersebut betul-betul dipastikan ada dan sampai kepada sasaran.

“Kemudian yang kedua juga realokasi anggaran yang ada. Dari Kementerian Pariwisata harus diarahkan ke arah semacam, saya belum tahu barangnya apa, tapi semacam program padat karya bagi pekerja-pekerja yang bergerak di bidang pariwisata ini,” imbuhnya.

Kemudian yang ketiga, Presiden meminta agar jajarannya menyiapkan stimulus ekonomi bagi para pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Presiden memandang bahwa hal ini harus betul-betul dilakukan agar mereka bisa bertahan dan tidak melakukan PHK (pemutusan hubungan kerja) secara besar-besaran.

Presiden meyakini bahwa kelesuan sektor pariwisata akibat pandemi virus korona hanya akan berlangsung hingga akhir tahun. Untuk itu, sikap optimisme harus terus dibangun agar sektor pariwisata bisa memanfaatkan momentum bangkit segera setelah kelesuan berakhir.

“Saya meyakini ini hanya sampai pada akhir tahun. Tahun depan akan terjadi booming di bidang pariwisata. Semua orang ingin keluar, semua orang ingin menikmati kembali keindahan-keindahan yang ada di wilayah-wilayah yang ada pariwisatanya sehingga optimisme itu yang harus terus diangkat. Jangan sampai nanti kita terjebak pada pesimisme karena masalah COVID-19 ini sehingga booming yang akan muncul setelah COID-19 ini selesai, itu tidak bisa kita manfaatkan secara baik,” tandasnya. *

Genting Cruise Lines Perkuat Protokol Kebersihan Kapal

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Genting Cruise Lines (GCL) telah mengumumkan serangkaian langkah  pencegahan dan protokol keselamatan untuk kapal-kapal Dream Cruises dan Star Cruises sebagai upaya tingkatkan keselamatan bagi industri pelayaran karena situasi Covid-19 yang sedang berlangsung, kata Kent Zhu, presiden GCL.

Dikutip dari TTGasia.com, Zhu menjelaskan di bawah protokol baru, kabin tamu, ruang publik dan area rekreasi di atas kapal akan menjalani sanitasi dan desinfeksi menyeluruh serta meningkatkan praktik kebersihan termasuk juga keamanan makanan dan minuman serta kesehatan awak. 

Selain itu, GCL akan mengamanatkan proses penyaringan dan protokol kesehatan yang ketat sebelum embarkasi dan pemberhentian.  Ini termasuk skrining suhu, deklarasi kesehatan pra-boarding untuk semua tamu, dan sistem skrining demam inframerah di gang kapal.  Tamu berusia 70 tahun ke atas harus memberikan surat keterangan dokter untuk perjalanan.

“Semua kapal Genting Cruise Lines memungkinkan 100 persen udara segar eksternal untuk disaring dan dipasok ke setiap kabin penumpang serta di atas area publik. Kami  memastikan aliran segar dan udara yang sehat di seluruh kapal. Selain itu, bangsal terisolasi tersedia di Pusat Medis dan kabin dapat diubah menjadi ruang karantina jika diperlukan. ”

Pelatihan untuk kru telah berlangsung sejak awal Covid-19.  Langkah-langkah ini ditetapkan untuk menjadi norma baru untuk standar pencegahan untuk armada GCL ketika operasi dimulai kembali.

Michael Goh, presiden Dream Cruises, mengatakan “Covid-19 telah lebih dahulu menghadang banyak jalur pelayaran seperti kita sehingga harus melakukan relook lebih lanjut dan memikirkan kembali (cara) untuk meningkatkan tindakan kita,” tuturnya. 

Genting Cruise Lines akanlterus berkolaborasi dengan Asosiasi Industri  & Kapal Pesiar China untuk berkontribusi dalam penerbitan buku putih pencegahan dan rencana respon industri pelayaran terhadap Covid-19. Isinya memberikan standar komprehensif dan terpadu untuk industri pelayaranuyang memastikan keamanan  dan kesejahteraan semua tamu jelajah dan anggota kru.

 Di Singapura, pusat pelayaran utama yang menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan sebelum pandemi, GCL bekerja dengan Singapore Cruise Centre dan Marina Bay Cruise Center untuk menciptakan area tunggu tambahan bagi para tamu yang harus menjalani waktu terburu- buru untuk embarkasi dan turun di masa depan.  .

Perusahaan ini juga bekerja sama dengan Singapore Tourism Board (STB) dan pusat pelayaran Marina Bay Cruise untuk memetakan rencana pemulihan pelayaran di negara tersebut.

“Kami memahami bahwa publisitas baru-baru ini yang berpusat di sekitar kapal pesiar dapat menghalangi penjelajah baru untuk melakukan pemesanan sekarang.  Oleh karena itu, sangat penting bagi kami untuk mendapatkan kembali kepercayaan konsumen dengan mendidik masyarakat dan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang standar sanitasi yang tinggi di kapal pesiar. ” kata Goh.

Dia menambahkan bahwa GCL telah mengkomunikasikan langkah-langkah yang disempurnakan melalui berbagai merek dan platform mitra perjalanan dan  akan berbagi protokol ini dengan penumpang kapal pesiar masa depan untuk memberikan jaminan.

STB juga mengambil masa downtime industri untuk meningkatkan pelatihan pelayaran dan akreditasi untuk agen perjalanan, yang 80 persen menjual paket cruise di wilayah ini.

Sementara itu, Genting Cruise Line ( GCL)  menawarkan kepada konsumen kebijakan pembatalan pra-pelayaran 48 jam yang fleksibel untuk pemesanan baru maupun yang sudah yang dibuat untuk setiap pelayaran Dream Cruises atau Star Cruises sebelum atau pada 31 Juli 2020. 

Konsumen dapat menerima pengembalian dana penuh dalam kredit pelayaran masa depan  untuk menebus Dream Cruises atau Star Cruises yang berlayar, memulai atau sebelum 31 Desember 2020.