Juni, “the New Normal” TWC Borobudur Dibuka

this formate

MAGELANG, bisniswisata.co.id: Setelah ditutup lebih dari tiga (3) bulan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) akan membuka kembali operasional Taman Wisata Candi beserta fasilitasnya pada Juni 2020. Menggunakan protokol COVID-19, sesuai the new normal pariwisata.

“Berbagai persiapan telah dilakukan dengan memperbaiki dan meningkatkan standar kualitas pelayanan menuju pariwisata yang bersih, sehat, dan aman untuk menerima seluruh wisatawan yang berkunjung. Sesuai dengan arahan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
(Kemenparekraf) yang akan menerapkan program CHS (Cleanliness, Health, and Safety) di setiap destinasi pariwisata,” ungkap Edy Setijono, Direktur Utama PT TWC dalam surel yang diterima bisniswisata.co.id.

Program ini dinilai penting, karena pandemi telah mengubah perilaku manusia, masyarakat jauh lebih peduli terhadap faktor-faktor kebersihan, kesehatan, dan keamanan termasuk dalam melakukan aktivitas berwisata.

The New Normal Pariwisata yang dilakukan di destinasi TWC meliputi ketentuan sebagai berikut:
Seluruh wisatawan yang masuk harus menggunakan masker, dilakukan pengecekan suhu tubuh untuk wisatawan, melakukan visitor management yang menerapkan physical distancing, menyediakan hand washing stations tiap 100 meter, signage dan information board protocol COVID-19, menempatkan customer service, saat bertugas dan aktif mengarahkan wisatawan untuk menjalankan protokol yang sudah ditetapkan.

Untuk mengurangi interaksi antara petugas dan wisatawan, PT TWC menerapkan pembayaran
sebagian loket ticketing secara cashless di destinasi wisata kelolaannya. Selain itu sebagai upaya menjaga kenyamanan dan kebersihan lingkungan pedagang, juga diterapkan protokol COVID-19 di area pusat belanja oleh- oleh di destinasi, serta menyiapkan pelayanan kesehatan yang prima dengan tenaga dan ruang medis memadai.

Sebelum membuka secara resmi destinasi TWC pada bulan Juni ini, PT TWC akan melakukan
kegiatan pre operasional, untuk memberikan informasi terkait perubahan yang telah dilakukan di dalam kawasan destinasi.
“Dengan telah diterapkannya The New Normal Pariwisata diharapkan dapat membangun
kepercayaan wisatawan, sehingga dunia pariwisata dan perekonomian di kawasan ini dapat bangkit kembali,  meski pun kita yakin, ini tidak akan cepat kembali normal seperti sediakala, ” terang Edy Setijono, Direktur Utama.

Permintaan Makanan Halal di Indonesia Naik di Tengah Pandemi  

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Permintaan makanan Halal meningkat di Indonesia karena masyarakat cenderung menerapkan makanan sehat sesuai ajaran agama di tengah pandemi COVID-19, ungkap satu laporan.

Inventure Knowledge, perusahaan konsultan dan riset lokal mengungkapkan bahwa keprihatinan atas risiko COVID-19 telah memberikan kontribusi pada peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengkonsumsi makanan halal dan higienis seperti dikutip dari Jakarta Post

 Virus Sars dan COVID-19 diyakini berasal dari pasar basah Wuhan , China. Sejak menjadi pandemi negara ktu melarang perdagangan satwa liar untuk dikonsumsi. “Konsumen menjadi semakin sadar bahwa makanan non-halal dan makanan yang tidak diolah secara higienis memiliki potensi besar untuk menimbulkan penyakit seperti yang kita lihat hari ini,” ungkap laporan synonymizing halal dengan makanan sehat dan higienis.

Laporan ini mendukung temuan oleh McKinsey & Company, yang menunjukkan perubahan perilaku konsumen yang lebih memilih makanan sehat dari sumber lokal berdasarkan laporan April 2020 mengenai tinjauan makanan ritel di Asia setelah merebaknya COVID-19 

Namun sebelum makanan halal mendapatkan popularitas karena meningkatnya keprihatinan kebersihan, laporan tentang ekonomi halal global dan domestik menunjukkan bahwa industri ini  telah berkembang selama bertahun-tahun.

Sedikitnya 1,8 milyar konsumen Muslim di dunia menghabiskan sekitar US $2,2 triliun pada  2018 di sektor yang berbeda-beda  dari ekonomi halal  yang menunjukkan adanya pertumbuhan 5,2 persen dari tahun ke tahun. 

Secara keseluruhan ekonomi halal diproyeksikan akan bernilai US $3,2 milyar pada 2024, berdasarkan laporan 2019 perekonperan Islam global yang dihasilkan oleh DinarStandard, sebuah perusahaan konsultan dan riset.

Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center,  Sapta Nirwandar  dalam sebuah webinar pada 24 April lalu mengungkapkan  bahwa konsumen Muslim Indonesia menghabiskan sekitar $218,8 miliar  di seluruh sektor inti dari ekonomi halal di 2017 dan bahwa angka tersebut diperkirakan naik menjadi US$330, 5 miliar pada tahun 2025. 

Sektor makanan dan minuman akan melihat pertumbuhan terbesar dalam nilai sebagai pengeluaran di sektor ini dan diperkirakan mencapai US $247,8 miliar pada tahun itu atau naik dari US $170,2 milyar dibandingkan tahun 2017.  “Ini adalah proyeksi pra-COVID-19,” kata Sapta mengklarifikasi.

Perekonomian dari bisnis halal secara keseluruhan akan terkena dampak karena penurunan daya beli.  Namun, ia mengatakan bahwa sektor makanan halal di antara mereka yang paling tidak terpengaruh oleh krisis kesehatan, bersama dengan sektor media halal farmasi dan halal.

Di sisi lain, perjalanan halal, kosmetik halal, dan busana sederhana akan sangat terpengaruh, katanya, karena orang  memotong pengeluaran yang tidak penting. Tren ini tidak hanya terlihat di Indonesia, karena negara lain juga telah mencatat lonjakan permintaan untuk makanan halal.  

Komite pemantau halal Inggris (HMC), badan sertifikasi halal, melaporkan peningkatan permintaan daging Halal yang signifikan akibat wabah tersebut. Dengan wabah COVID-19 baru-baru ini, permintaan daging Halal meningkat. 

Soalnya pelanggan yang biasanya beli rata-rata misalnya, 1 kg setiap minggu, mereka lalu meminta hingga 10 kali lebih banyak dalam kunjungan yang sama, sehingga sempat menimbulkan  ketegangan di pasar untuk memenuhi meningkatnya permintaan,  ungkap HMC dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada 31 Maret lalu.

Meskipun Indonesia memiliki perkembangan ekonomi halal yang stabil dan tahun 2019 menduduki lima besar ekonomi halal dunia menurut indikator ekonomi Islam Global, tapi RI belum mendapat keuntungan dari posisinya itu.

Seperti yang dilaporkan oleh Dinarstandard, peringkat Indonesia yang pertama adalah pengeluaran untuk  makanan halal yang  jumlahnya sebesar US $ 173 miliar pada tahun 2018, secara signifikan pengeluarannya melebihi Turki yang hanya mencapai US  $ 135 miliar pada tahun yang sama.

Namun, Indonesia tidak menduduki ranking satu diantara lima negara teratas untuk besarnya ekspor diantara negara anggota Organization of Islamic Cooperation yaitu Brazil, Australia, Sudan, Turki.

Laporan ini juga menunjukkan bahwa bumbu halal, daging halal, tekhnologi makanan halal,  makanan berbasis daging serta makanan ringan adalah produk-produk yang prospek pertumbuhannya besar di tahun 2020 dan menekankan ada peluang bisnis ke ranah makanan halal.

Dengan wabah pandemi global saat ini, orang-orang ingin meningkatkan kekebalan tubuh mereka melalui makan yang sehat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan pernyataan bahwa mengkonsumsi  makanan sehat lebih baik daripada mengkonsumsi alkohol karena melemahkan sistem kekebalan.

“Ini mencerminkan thoyiban berdasarkan prinsip Islam dan hal ini  Ini secara tidak langsung mempromosikan makanan  halal food,” kata Sapta 

 

Paska COVID-19 Berakhir, Perbankan China Malah Kembangkan Bank Syariah

this formate

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id: Sitem Keuangan Islam ( syariah)  tumbuh di China setelah pandemi COVID-19 berakhir. Tahun ini pertumbuhan PDB Cina habya 2,5%, terendah selama 44 tahun terakhir di negara yang perekonomiannya terbesar nomor dua di dunia.

China juga dikenal sebagai hub dunia manufaktur utama di dunia sehingga rendahnya pertunbuhan ekonomi ini membuat para pembuat kebijakan di negara tirai bambu itu berencana untuk rebound di berbagai sektor ekonomi setelah pandemi.

Salah satu sektor yang sibuk dengan kegiatan adalah sistem keuangan Islam yang telah tumbuh dalam kepentingan di China sejak negara ini memulai multi-dekade Mega-investasi dan pengembangan program dari New Silk Road.  Hal ini secara resmi dikenal sebagai Belt and Road Initiative (BRI)

Fakta bahwa China mulai mengejar proyek BRI di Asia Tengah dan Barat yang berurusan dengan banyak negara mayoritas Muslim.  27 dari 65 negara yang telah bergabung dengan BRI adalah negara mayoritas Muslim.

 Hal ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan sektor keuangan syariah di Timur Tengah dan Afrika setelah pandemi COVID-19 berakhir.

“Beberapa proyek Belt and Road Initiative ( BRI) akan melalui sistem keuangan Islam karena itu kemungkinan besar akan dibiayai sesuai kerentuan syariah”  kata Mohamed Damak, Global Gead of Islamic Finance di S&P Global Ratings yang menyatakan analisanya soal ambisi China itu seperti dikutip dari halaltimes.com

BRI, yang diluncurkan oleh Presiden Cina Xi Jinping pada 2013, adalah salah satu proyek infrastruktur dan investasi terbesar dalam sejarah keuangan melibatkan sekitar 70 negara, serta 65% dari populasi dunia dan 40% dari PDB global.  

Pemerintah China mengatakan  siap untuk menghabiskan hampir $150 triliun dalam setahun bersama-sama dengan negara yang telah bergabung dalam program inisiatif BRI itu.

 Melakukan ekspansi di Asia Tengah dan Barat serta akhirnya ke Timur Tengah, BRI memimpin melalui banyak kegiatan ekonomi dan yurisdiksi Islam yang memiliki basis besar konsumen Muslim.

Hal ini jelas menguntungkan bagi sektor ekonomi Islam, yaitu keuangan Islam, dan perdagangan halal, untuk bergabung dan berkontribusi pada BRI. Apalagi di dalamnya sudah ada sejumlah lembaga keuangan Islam, dimulai dengan Islamic Development Bank yang bekerjasama dengan China Asian Infrastructure Investment Bank.

Bank ini  yang mendominasi  pembiayaan infrastruktur berbasis syariah untuk BRI. Ada juga The Industrial and Commercial Bank of China ( ICBC) yang terbuka dengan sistem syariah untuk pembiayaan BRI.

Sementara Qatar National Bank dan Qatar International Islamic Bank bermitra perusahaan sekuritas  berbasis di Chongqing untuk menyerap pasar modal dari negara Gulf Cooperation Council (GCC) untuk investasi BRI yang sesuai dengan Syariah.

Pemain utama lainnya, konglomerat industri China Hainan Group, telah mengeluarkan pinjaman Islami mulai dari 2015.  Ini menjadi perusahaan pertama di daratan China untuk mendapatkan pembiayaan melalui keuangan Syariah, dengan fokus awal pada pendanaan untuk segmen Maritim BRI.

Dengan demikian keuangan Islam telah menjadi elemen penting untuk implementasi dari BRI, dan perbankan Islam terutama dari Asia Tengah dan Asia Tengah telah melakukan investasi tidak hanya di BRI, tetapi juga di China secara langsung setelah negara ini mulai mengubah aturan Islam di negara sendiri.

Hal ini merupakan langkah besar setelah kepentingan keuangan Islam di China tumbuh paska krisis keuangan 2008, yang memicu perdebatan di China atas kemenanganan sistem keuangan Islam, baik secara privat atau institusional.

Sementara sebagian besar aktivitas Islam China saat ini terfokus pada investasi proyek di luar negeri, ada juga perkembangan sektor dalam negeri sendiri, meskipun perkembangannya lebih lambat.

Tahun lalu, sebuah perusahaan properti yaitu  China Country Garden mengumumkan rencana untuk mengeluarkan  medium Sukuk melalui anak perusahaan di Malaysia. Diharapkan bahwa Shanghai akan menjadi salah satu pusat keuangan terbesar di dunia.

 

Yuk Ikuti Panduan Belanja di Era New Normal 

this formate

Kawasan belanja La Valle Village di kota Mode Paris sebelum diberlakukan social distancing akibat pandemi global COVID-19. ( Foto: Hilda Ansariah Sabri)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Viral warga berbelanja di berbagai daerah di tanah air dan melanggar pembatasan sosial berskala besar (PSBB) terjadi jelang Lebaran. Keadaan seperti ini tentu tidak bisa disamakan dengan keadaan biasa mengingat lebaran pada tahun 2020 ini sedang mengalami masa pandemi global COVID-19

Meski masyarakat dibatasi aktivitasnya serta diimbau mengurangi kegiatan di luar rumah, namun Lebaran jadi tradisi yang sudah melekat di masyarakat dari generasi ke generasi.

Silaturahmi dengan mudik, berbelanja sandang baru, dan menyiapkan aneka hidangan khas jika tidak dilakukan rupanya membuat masyarakat akan merasa kehilangan makna atau esensi dari Hari Raya Idul Fitri.

Berbelanja di mall hingga pasar tumpah bukan saja menyebabkan kerumunan yang membahayakan   tertular virus tapi juga dianggap netizen ‘menyakiti hati’ masyarakat yang akibat pandemi banyak kehilangan penghasilan bahkan susah makan.

Lain di Indonesia, lain pula di dunia. Saat pandemi global masih terus berlangsung seperti saat ini, lima panduan berbelanja sudah dikeluarkan organisasi dunia World Travel & Tourism Council ( WTTC) agar masyarakat lebih bijak dalam mengambil keputusan dan para pengelola tempat perbelanjaan juga melakukan prosedur kesehatan.

Maklum wisata belanja jadi andalan berbagai negara dunia. Biasanya ada tempat khusus belanja yang dibuat seperti ‘perkampungan’ atau village khusus untuk berburu produk garment branded dari seluruh dunia.

Bandung, misalnya, dari dulu terkenal dengan kawasan outlet factory belanja karena menyuguhkan kualitas bahan dengan harga bersahabat. Disamping juga menjadi tujuan wisata kuliner terutama bagi kalangan milenial.

Nah di Paris misalnya selain dikenal sebagai pusat mode dunia juga menjadi surga belanja khususnya untuk pecinta barang branded. Butik high brand bisa ditemukan dengan mudah di sini.

Salah satu factory outlet yang cukup populer adalah La Valle Village yang berada di 3 Cous de la Garonne, 77700 Serris, Prancis. Di kawasan belanja itu, semua barang mendapat diskon mulai dari 10% sampai 50%.

Lokasinya sejalur menuju Disneyland Paris. Jadi tidak heran seperti bola dunia yang dihuni beragam etnis manusia maka wisatawan mancanegara dari lima benua bisa kita jumpai di La Valle Village terutama dari kawasan Timur Tengah yang suka memborong hampir semua isi toko.

Soalnya meski dengan budget terbatas namun tetap ingin berbelanja barang branded masih bisa dilakukan di kawasan khusus factory outlet ini. Barang branded yang dijual di La Valle Village juga berharga miring. Memang bukan produk keluaran baru, melainkan dari musim yang sudah lewat dan yang ditawarkan di sini tetap dalam keadaan baik.

Nah WTTC memberikan panduan untuk tempat semacam outlet factory  itu. Paling tidak ada lima langkah utama yang perlu diterapkan jika virus Corona, sang aktor utama pandemi global saat ini sudah tidak ‘traveling’ lagi ke seluruh dunia. Berikut diantaranya adalah : 

1.Mulai operasional

Ketika aktivitas belanja kembali mulai para tenant harus memastikan mereka memiliki:

* Protokol operasional yang memastikan keselarasan dengan pedoman pemerintah daerah dan otoritas kesehatan.

  • Karyawan menangani operasional toko secara bertanggung jawab
  • Latih kembali tim mereka, sebelum  buka kembali pada praktik baru ( New Normal) yang harus mematuhi jarak sosial, termal pemindaian, dan persyaratan masker wajah untuk semua staf yang menghadapi tamu.
  • Cek ulang tata ruang kerja untuk menerapkan jarak sosial termasuk penutupan sementara fasilitas kantor dan area terbuka untuk menghindari kerumunan.
  • Jika memungkinkan, beri ventilasi kantor melalui jendela terbuka untuk udara segar masuk dan memastikan sistem pendingin mensirkulasi udara dengan kualitas baik.
  • Menciptakan protokol untuk para tenant seperti mentaati jam operasional,  jam pengiriman barang, pengemasan, pembuangan sampah, pemindahan barang ke lantai toko, penyimpanan produk, persyaratan jarak sosial, kamar pas, pembersihan ruangan dan sanitasi. Merubah tanda terima digital, bukan kertas.
  • Memberikan pelatihan pra-pembukaan untuk karyawan ( staf) tentang keterampilan menjual dalam realitas baru yaitu jaga  jarak sosial.
  • Mengembangkan protokol untuk outlet F&B (restoran, kafe termasuk gerobak makanan keliling) mengontrol  rantai pasokan, penanganan makanan dan persiapan, menjaga jarak tempat duduk, peningkatan kebersihan, manajemen antrian dan digitalisasi menu.
  • Mengimplementasikan protokol back of house untuk menjaga jarak sosial, meningkatkan frekuensi pengelolaan limbah, dan kembali

membersihkan toko/ outlet secara mendalam dan menyediakan ruangan bagi semua mitra untuk menjalani pemindaian termal.

  • Menyelaraskan protokol baru dengan semua mitra dan pemasok pihak ketiga.
  • Berhubungan dengan mitra perjalanan dan transportasi setempat untuk mempromosikan kebutuhan ruang yang memadai untuk menghindari kerumunan mengingat pengunjung kebanyakan para turis.
  1. Memastikan pengalaman belanja yang aman dan bertanggung jawab

*Kegiatan belanja harus memberikan pengalaman yang aman dan terjamin bagi karyawan maupun pengunjung

sehingga sanitasi menjadi perhatian utama. Staf kebersihan meningkatkan kebersihan yang berkaitan dengan kamar kecil, ruang fasilitas ganti bayi, ruang menyusui dsn lainnya.

  • Dalam lingkup sanitasi dan kebersihan, sediakan 70% alkohol untuk dispenser pembersih tangan di kamar mandi, dekat pintu masuk dan pintu keluar secara berkala.
  • Memperkenalkan prosedur pemindaian termal, jarak sosial, serta manajemen antrian:

 o Pantau bahwa masker wajah dikenakan di dalam gedung, jika diminta oleh peraturan pemerintah setempat.

 o Pasang penanda jarak sosial visual di lantai untuk membantu pengunjung mematuhi protokol

 o Memantau dengan cermat jumlah tamu dalam ruangan untuk memastikan bahwa jarak aman dapat diamati dengan nyaman

 o Mengelola jumlah tamu dalam satu butik, restoran, atau area tertentu dan menerapkan antrian yang mendukung persyaratan jarak sosial

 o Optimalkan parkir mobil untuk mencegah kepadatan

 o Pertimbangkan untuk menyediakan sarung tangan sekali pakai untuk para tamu yang menggunakan titik pengisian charger listrik untuk HP misalnya dan sanitasi secara teratur

 o Meminimalkan kontak sentuh dengan mendigitalkan layanan tamu seperti peta digital, manajemen antrian digital, e-menu,  belanja virtual pribadi, virtual shopping, menyediakan WIFI gratis untuk mendorong penggunaan layanan digital.

 3. Membangun kepercayaan

  • Membuat kode perilaku tamu/ pengunjung seperti  pakai masker wajah, panduan tentang kebersihan tangan,  prosedur jaga jarak.
  • Menerbitkan panduan yang jelas dan pengiriman pesan yang konsisten pada protokol baru melalui saluran  situs web, aplikasi, media  sosial, email langsung dan juga melalui saluran para mitra sehingga sudah siap sebelum berkunjung 
  • Melatih karyawan untuk menjawab pertanyaan tamu terkait dengan protokol baru dan merespons dengan benar dan bertanggung jawab.
  • Menyediakan komunikasi yang konsisten kepada pemasok, mitra, dan klien pihak ketiga.
  • Menyediakan pesan konsisten yang jelas ke media.
  • Bekerja dengan mitra sektor publik, seperti pemerintah daerah dan otoritas pariwisata, untuk menjelaskan protokol baru.
  1. Inovasi  terintegrasi 
  • Mempercepat pemulihan operasional melalui integrasi teknologi untuk menyediakan layanan digital.
  1. Menerapkan kebijakan

 Wisata belanja dan ritel jadi aktivitas yang disukai wisatawan karena itu pemerintah agar meningkatkan promosi wisata untuk mendorong permintaan baik domestik maupun internasional.

  • Memberikan bantuan keuangan kepada sektor pariwisata ini melalui pengurangan pajak dan retribusi untuk merangsang permintaan.
  • Menciptakan insentif untuk mempromosikan pariwisata serta insentif pajak.
  • Menerapkan langkah-langkah fasilitasi visa, membuat visa lebih terjangkau dan lebih mudah untuk didapatkan.
  • Melaksanakan langkah-langkah transportasi umum ke dan dari tujuan yang mengamati jarak sosial.

 

Dompet Dhuafa dan PWI Pusat Bantu Wartawan Terdampak COVID-19

this formate

Penyerahan bantuan di Kantor Dompet Dhuafa,Jakarta Selatan

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Krisis ekonomi akibat Pandemi Covid-19, telah menyentuh semua lapisan masyarakat, tidak terkecuali masyarakat pers yang masih bekerja di perusahaan media, maupun yang sudah purnakarya.

Hal Ini membuat pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bekerja sama dengan Dompet Dhuafa  menyalurkan bantuan bahan pangan kepada masyarakat pers di lingkungan PWI dan Kerja sama dilakukan di Kantor Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan

Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari hadir memberikan secara simbolis bantuan kepada Wartawan Senior di dampingi Ketua PWI Peduli M Nasir, Humas Mercys Charles Loho dan Ketua PWI Jaya Sayid Iskandarsyah. Sementara dari hadir Pendiri Dompet Dhuafa Parni Hadi yang juga sebagai Inisiator, dan Nasyid Majidi Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa.

Atal S Depari Mengatakan banyak wartawan yang sudah tidak bekerja, karena kondisi perusahaannya terdampak Covid-19. Belum lagi wartawan senior yang sudah lama pensiun. “Semua ini terkena imbas Pandemi COVID-19. Padahal mereka itu merupakan sumber daya yang sangat handal dalam dunia pers “ ujarnya.

Para wartawan yang masih aktif, yang sudah pensiun, ataupun keluarganya yang selama ini mendukungnya, telah turut andil dalam pembangunan demokrasi bangsa melalui pemberitaan-pemberitaan media massa. Ini tidak bisa dipungkiri kerena pers adalah salah satu pilar demokrasi.

Saat ini jumlah wartawan aktif yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia, dan tersebar di seluruh Indonesia berjumlah 16.000 orang dimana sebagian mereka terdampak pandemi COVID-19.

“Terima kasih kepada jajaran pimpinan Dompet Dhuafa yang telah bersedia bekerja sama dalam berbagi untuk yang membutuhkan,” kata Atal.

Massive Bekali Animator Lokal Pelatihan Daring Tingkatkan Kualitas Karya

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI) menggelar Massive (Master Class Creativepreneur), sebuah program pendampingan dan pelatihan bagi animator lokal untuk mengembangkan kualitas karya mereka

Kegiatan yang digelar bekerjasama dengan  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini untuk bisa meningkatkan kualitas produksi animasi terutama bagi pelaku kreatif yang bekerja dari rumah,” kata Josua Simanjuntak, Plt. Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, hari ini.

Industri animasi merupakan salah satu industri ekonomi kreatif yang terdampak pandemi COVID-19. Pelaku industri animasi yang masih kecil masih bisa melakukan pekerjaan dari rumah, namun tentu kualitas yang dihasilkan akan sangat terbatas. Oleh karena itu, perlu ada pelatihan dan pendidikan untuk bisa meningkatkan kualitas produksi animasi terutama bagi pelaku kreatif yang bekerja dari rumah, kata Josua

Pihaknya memberikan kesempatan bagi 50 animator lokal yang ingin mengembangkan kualitas produk animasi. Mereka akan mendapat pembelajaran dari delapan narasumber yang ahli di bidangnya dengan berbagai materi pembelajaran yang terbagi dalam tujuh sesi.

Ketujuh sesi tersebut diantaranya business insight, sesi diskusi yang menghadirkan pihak bisnis legal, asosiasi, pelaku skala internasional untuk berdiskusi tentang aspek bisnis dan legal yang harus diketahui pelaku animasi.

Selanjutnya sesi Story That Sells, sesi yang menghadirkan sutradara dan penulis cerita/naskah untuk membahas aspek penting dalam sebuah cerita, kemudian sesi Creating a Character Driven Story  yang akan membahas proses pengembangan ide, karakter, dan cerita secara keseluruhan dengan market insight

Selain itu juga ada sesi Character Design yang akan membahas proses pengembangan disain/visual karakter dan lainnya. “Melalui kegiatan ini diharapkan dapat dikembangkan produk kreatif dalam industri animasi serta peningkatan kapasitas pelaku kreatif industri animasi dalam bidang entrepreneurship,” kata Josua.

Selain itu juga untuk menumbuhkan pelaku kreatif baru dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi industri animasi dan pengembangan. Kegiatan yang berlangsung secara daring mulai hari ini hingga tiga hari ke depan itu juga akan menghadirkan sharing dari dua orang perwakilan delegasi Indonesia di ajang Asian Animation Summit (AAS) 2019.

Direktur Industri Film, TV, dan Animasi Kemenparekraf/Baparekraf, Syaifullah, mengatakan AAS merupakan ajang bergengsi untuk subsektor animasi yang menampilkan proyek animasi terkuat di Asia sekaligus juga dihadiri investor.

Indonesia direncanakan akan menjadi tuan rumah AAS 2020 dan 2021, tepatnya akan berlangsung di Bali. “Oleh karena itu, penyelenggaraan Massive merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Direktorat Industri Kreatif Film, Televisi dan Animasi untuk mempersiapkan para animator lokal untuk mengikuti ajang Asian Animation Summit (AAS), terutama dari sisi teknis untuk meningkatkan kualitas produk animasi,” kata Syaifullah.

 

Cara Australia Pikat Wisatawan di Tengah Pandemi

this formate
Peluang besar kenalkan obyek wisata lokal di tengah pandemi (foto: CNN)
SYDNEY, bisniswisata.co.id: Sejak pandemi Covid-19 melanda Australia, sektor pariwisata termasuk yang paling parah terdampak. Sektor ini sangat sensitif terhadap isu keselamatan manusia. Apalagi umumnya pariwisata Australia sangat menggantungkan diri pada turis asal Cina yang telah dilarang datang oleh pemerintah federal Australia.
Kini, pemerintah Australia mulai membuka diri secara perlahan. Warga mulai diizinkan melakukan
akivitas outdoor. Seorang kerabat yang tinggal di Perth mengatakan anak-anak mereka yang duduk
di bangku TK sudah kembali bersekolah.
Australia termasuk salah satu negara yang sukses melandaikan kurva jumlah kasus yang terinveksi
virus Corona. Kini, negara benua yang dijuluki The Land of The Down Under alias tempat yang terletak
jauh di bawah, tengah bersiap menghandapi gelombang kedua infeksi Covid-19 setelah pembatasan mulai dilonggarkan.
Untuk menggairahkan kembali sektor pariwisata, sejumlah cara dilakukan. Pada akhir pekan lalu (16-17 Mei) Tourism Australia menginisiasi program live streaming di Facebook bertajuk “Live from Aus”. Mereka mengundang para pesohor untuk membagi pengalaman perjalanan wisata mereka di Australia.
Acara ini dipandu oleh penjaga kebun binatang, koki, hingga pela!h pribadi ChrisHemsworth, aktor pemeran Thor dalam /lm Avengers. Mao Wright, ahli hewan yang juga terkenal sebagai pembawa acara TV “Outback Wrangler,” memulai acara dengan mengenalkan sepasang buaya dan bersama-sama menjelajah sejumlah tempat wisata terbaik yang ada di wilayah utara Australia.
Program ini merupakan upaya lanjutan Tourism Australia untuk menginspirasi warga Australia agar
mereka mau sesekali keluar rumah dan bepergian secara lokal. Mereka meyakinkan para pemirsa
bahwa hal itu aman dilakukan.
Pandemi covid-19 telah menghentikan perjalanan internasional. Keadaan ini belum dapat dipas!kan
kapan akan berakhir. Namun, pelaku industri pariwisata dapat berharap para para pelancong
melakukan perjalanan domestik, seiring mulai dilonggarkannya sejumlah restriksi.
“Enam puluh persen konsumen kami berencana untuk berlibur segera setelah pembatasan
perjalanan dicabut,” kata Phillipa Harrison, Managing Director Tourism Australia, seperti dilansir dari CNN.
Dia menjelaskan Australia adalah bangsa yang suka melancong. Tahun lalu ada 6,5 juta orang
melakukan  perjalanan wisata. “Ada peluang nyata untuk mendorong para pelancong ini berwisata di
dalam negeri, menemukan keindahan di ‘halaman belakang’ mereka sendiri.”
Tentu saja menurut Phillipa, semua akan dimulai secara bertahap.“Kami akan mulai dengan wisata sehari. Para pelancong dapat bepergian ke obyek wisata lokal atau sekadar menikma! kuliner dan minum anggur.
Kemudian paket berkembang menjadi menginap selama sehari, lalu melakukan perjalanan antar negara. Semoga saja pada akhirnya, perjalanan internasional akan dapat kembali terlaksana.”

Eka Moncarre Minta RI Promosikan Kuliner di LN Dengan Rempah-Rempah Aseli

this formate

Eka Moncarre ketika promosikan kuliner lewat Festival Indonesia di Paris tahun lalu. ( Foto: VITO France)

PARIS, bisniswisata.co.id: Bumbu jadi alias bumbu instant bukan cara yang tepat untuk mempromosikan makanan Indonesia dan rempah-rempah Indonesia di luar negeri, kata Eka Moncarré, Country Manager Visit IndonesiaTourism Office ( VITO), Perancis, hari ini.

“Apalagi dengan adanya COVID-19, semua orang di dunia akan lebih memilih makan makanan organik yang alami dan bukan dengan bumbu jadi. Sekarang semua orang akan memiilih go natural, go green, dan makan makanan dari alam, bio food sangat laku di Eropa dan akan jadi  trend dari pasca COVID-19,” kata Eka

Hal ini menanggapi pernyataan pakar kuliner William Wongso di sebuah media di tanah air bahwa untuk mempromosikan bisa dilakukan lewat bumbu bubuk dan lebih baik menggunakan bumbu yang sudah jadi ( instant) supaya restoran Indonesia di luar negeri juga tidak bangkrut.

Menurut Eka Moncarre, bumbu jadi alias bumbu instant itu mungkin bagus buat orang-orang yang ingin masak makanan Indonesia secara praktis tapi bukan sebagai cara yang tepat untuk mempromosikan makanan Indonesia dan rempah-rempah Indonesia apalagi di luar negeri.

Orang-orang di Eropa terutama orang Perancis lebih suka bumbu yang  segar(fresh) dan mereka tidak suka bumbu instant apalagi yang dibuat di Indonesia yang nota bene ada bahan pengawetnya.

” Prinsipnya orang Perancis tidak suka makanan dengan produk kimia, mereka lebih suka makanan dengan bumbu alami, go nature. Jika kita memperkenalkan rempah2 Indonesia dengan bumbu instant, bagaimana dunia bisa tahu tentang kekayaan rempah-rempah di Indonesia ? ini sama sekali bertolak belakang,” tegasnya.

Para chef di Perancis tidak pernah akan memasak dengan bumbu jadi dan mereka anti dengan bumbu jadi. Mereka ingin membuat dan meracik bumbu mereka sendiri. Bahkan untuk membuat kaldu pun, mereka tidak pakai penyedap rasa, tapi dibuat dari kaldu sari tulang ayam atau sapi.

Saat ini Indonesia sedang berjuang agar Jalur Rempah mendapat pengakuan sebagai warisan budaya dunia dari Badan PBB untuk urusan Pendidikan, Sosial, dan Budaya (UNESCO). Ini penting mengingat Jalur Rempah bisa membuka peluang promosi kekayaan nusantara di kancah global. 

“Jadi yang kita perlu tunjukkan rempah-rempah bukan bumbu instant. Sebagai diaspora Indonesia yang tinggal di Perancis dan juga perwakilan resmi dari kemenparekraf di Perancis, saya rasa perlu untuk saya menjelaskan ke semua pihak supaya tujuan kita membawa nama Indonesia di luar negeri bisa berhasil,” ungkapnya.

Tugas utamanya, kata Eka, adalah mempromosikan Indonesia di Perancis dan meningkatkan wisman Perancis ke Indonesia. Selain mempromosikan pariwisata Indonesia,  juga lewat gastronomi Indonesia dan produk-produk Indonesia di Perancis.

Eka mengaku cukup terkejut ketika pernah mengundang William Wongso ke Paris untuk mempromosikan makanan lewat  festival Indonesia di Perancis ternyata yang digunakan beliau adalah bumbu instant dari satu merk bukan bumbu segar dengan alasan logistik.

Begitu pula halnya ketika tahun lalu  membuat cooking demo dihadapan para chef Perancis yang terkenal dan yang digunakan beliau adalah bumbu instant. Hal yang sama dilakukan saat demo masak di sekolah Cordon Bleu yang mendunia.

“Sekarang kalau tujuan kita untuk mempromosikan rempah-rempah, yang harus ditonjolkan adalah rempahnya. Kalau memang susah untuk mengekport rempah-rempah segar, kita bisa buat dalam kemasan bubuk tetapi natural alami tidak ditambah bahan kimia,”

Restaurant-restaurant Indonesia di Perancis mereka lebih suka membuat bumbu sendiri fresh untuk membuat rendang, pertama cost lebih murah dan lebih asli. Rempah-rempah bisa didapat di toko asia, walaupun bukan datang dr Indonesia tapi sama, atau di toko India juga bisa didapatkan.

Itu sebabnya pihaknya meminta perhatian pemerintah dan semua pihak untuk memiliki satu visi dalam mempromosikan gastronomi Indonesia di mancanegara seperti yang sukses dilakukan  oleh Thailand.

“Saat ini jalur rempah kita masih belum dikenal, makanan Indonesia belum banyak yang tahu, dan kalau caranya kita promosikan Indonesia seperti ini, bisa kacau, karena tidak fokus dan bercabang-cabang,” tutup Eka.

 

PT Kereta Api Pariwisata Salurkan Donasi Paket Sembako dan APD 

this formate

Totok Suryono, Dirut PT Kawisata menyampaikan bantuan di RS Hasan Sadikin, Bandung.

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  PT kereta Api Pariwisata (Kawisata)  menyalurkan bantuan 550 paket sembako, Alat Pelindung Diri (APD) dan media pencegahan penyebaran Covid-19 kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19 dan rumah sakit di wilayah Jakarta, Bandung dan Semarang melalui program Kawisata Peduli.

Totok Suryono, Dirut PT Kawisata  menyampaikan bahwa program donasi paket sembako dan APD ini merupakan bentuk kepedulian pada masyarakat kelas ekonomi bawah yang saat ini menjadi kelompok yang paling merasakan dampak negatif dari penyebaran virus COVID-19.

Disamping juga bentuk kepedulian  kepada para tenaga medis sebagai pahlawan garda terdepan di tengah pandemi Covid-19. “Kami membagikan paket sembako sebanyak 550 paket, dimana setiap paket bantuan bernilai kurang lebih Rp. 200.000,- (dua ratus ribu rupiah) yang berisi beras, minyak goreng, gula pasir, susu, sarden dan sirup,”  jelasnya.

Selain itu, APD dan media pencegahan penyebaran Covid-19 yang dibagikan berupa masker medis, faceshield, handscoen dan baju APD. Paket donasi sembako akan diberikan ke panti asuhan, masyarakat terdampak pandemi virus corona (Covid-19), pegawai outsourcing dan penjaga pintu perlintasan. 

Sementara, donasi APD untuk rumah sakit akan diberikan kepada Rumah Sakit Persahabatan di Jakarta, Rumah Sakit Hasan Sadikin di Bandung, dan Rumah Sakit Karyadi di Semarang, jelas Totok Suryono.  

Humas Kawisata, M. Ilud. Siregar menambahkan bahwa bantuan sembako dan Alat Pelindung Diri (APD) serta media pencegahan penyebaran Covid-19 ini juga merupakan partisipasi Kawisata untuk mendukung pemerintah dalam melaksanakan program Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) serta larangan mudik sebagai upaya percepatan penanganan Covid-19.

“Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan pandemi dapat segera berakhir sehingga kondisi dapat kembali normal, “tutup Ilud Siregar. 

Sekjen UNWTO: Kepercayaan Adalah Mata Uang Baru di Dunia

this formate

PT Angkasa Pura II, memberi tanda kuning di lantai lorong masuk pesawat di Bandara Soetta untuk menerapkan social distancing. Kelonggaran perjalanan akan dilakukan Uni Eropa secara bertahap di 27 negara Eropa. ( Foto: Angkasa Pura II)

MADRID, Spanyol, bisniswisata.co.id: Zurab Pololikashvili, Sekretaris Jenderal UNWTO, Badan Pariwisata Dunia mengatakan bahwa kepercayaan adalah mata uang baru dunia. Oleh karena itu setiap kebijakan perlu langkah konkretnya.

” Kami telah menyerukan langkah-langkah konkret yang merobah kata-kata dukungan menjadi suatu tindakan nyata termasuk  rencana aksi yang ditetapkan oleh Uni Eropa untuk meluncurkan kembali pariwisata secara tepat waktu, bertanggung jawab dan terkoordinasi,” ujarnya.

Pekan lalu Uni Eropa berencana mencabut pembatasan perjalanan untuk mengatasi dampak ekonomi Corona. Pencabutan pembatasan perjalanan di dalam negri dilanjutkan lintasi perbatasan internasional, akan memungkinkan banyak manfaat sosial dan ekonomi yang dibawa oleh pariwisata untuk kembali tidak hanya di Eropa tetapi di seluruh dunia.

” Di era New Normal, kepercayaan adalah mata uang baru kami dan pariwisata secara ideal diposisikan sebagai kendaraan untuk menyalurkan kepercayaan,” kata Zurab Pololikashvili

Jika orang percaya pada pemerintah dan sektor pariwisata untuk menjaga mereka aman dari bahaya, maka mereka memang akan melakukan perjalanan besok, tegasnya.

Sebagai sektor utama interaksi dari orang ke orang, dan sektor yang mempromosikan solidaritas dan persahabatan, pariwisata akan memainkan peran kunci dalam menyebarkan kepercayaan lebih luas, dengan manfaat bepergian jauh melampaui pariwisata itu sendiri.  

“Hanya dengan cara ini kita dapat mendorong ekonomi kita kembali ke arah pertumbuhan dan mulai membangun kembali masyarakat kita, ujarnya.

Tentu saja dengan menerapkan protokol kesehatan dan keselamatan yang terkoordinasi untuk setiap bagian dari mata rantai pariwisata termasuk perjalanan, akomodasi, makanan, dan waktu luang yang  akan membuat orang menjadi lebih aman untuk bepergian.

Dalam berbagai pernyataan sebelumnya, Zurab Pololikashvili selalu mengingatkan bahwa sangat penting bahwa kita membuat dunia bergerak lagi.  Soalnya data WTTC terbaru menunjukkan 100% dari semua tujuan perjalanan memiliki batasan.

“Kami memantau pembatasan perjalanan di seluruh dunia dan jumlah wisatawan internasional bisa anjlok  antara 60 hingga  80% tahun ini tergantung pada kapan dan di mana pembatasan perjalanantmau dicabut, “

Penurunan pariwisata global telah mempengaruhi perekonomian nasional maupun dunia. Mata pencaharian masyarakat tertutup dan terbukti tanpa sektor pariwisata yang kuat dan vital, jutaan pekerjaan dan usaha kecil berisiko hilang.

Pernyataan Sekjen UNWTO ini tidak lepas dari reaksinya atas rencana Uni Eropa mencabut pembatasan perjalanan untuk mengatasi dampak ekonomi akibat pandemi global. Aktivitas perjalanan yang terhenti akan diizinkan kembali untuk mendorong kembali kehidupan di 27 negara Eropa.

Hampir semua perjalanan dihentikan di Eropa, sebuah pukulan telak bagi sektor pariwisata yang biasanya menyumbang hampir sepersepuluh dari hasil ekonomi UE. Bahkan di dalam wilayah Schengen, setidaknya 17 negara telah menempatkan pengaturan perbatasan darurat untuk mengendalikan penyebaran virus.

Komisi eksekutif UE akan membuat banyak rekomendasi yang meningkat secara perlahan, termasuk membuka perbatasan. Pemeriksaan perbatasan internal perlahan-lahan akan dicabut ketika situasi kesehatan membaik.

Lithuania, Latvia dan Estonia membuka perbatasan bersama pada tengah malam 15 Mei lalu. Ini pencabutan pertama di wilayah Uni Eropa (UE) untuk mengaktifkan lagi ekonomi yang lemah akibat wabah virus Corona.

Belasan penjaga perbatasan Estonia memindahkan semua tanda yang mengarahkan kendaraan untuk berhenti di perbatasan. Mereka kemudian duduk di sisi jalan untuk minum kopi dan makan kue.

Tapi beberapa negara-negara yang melonggarkan lockdown tetap memaksakan masa karantina dua minggu bagi pelancong yang datang dari luar negeri. Komisi UE memperkirakan sekitar 6,4 juta pekerjaan pariwisata dapat hilang dari 12 juta pekerja yang sebelumnya ada.

 Komisi UE juga akan menentang permintaan maskapai penerbangan dan sekelompok negara anggota UE yang dipimpin oleh Jerman untuk menangguhkan undang-undang. Peraturan itu menjamin wisatawan mendapatkan pengembalian uang tunai penuh untuk penerbangan dan perjalanan yang dibatalkan.

Sebagai ganti dari pengembalian berbentuk uang, justru maskapai penerbangan yang kekurangan uang menawarkan voucher yang menarik. Penumpang pun harus mau menerima pergantian tersebut. Masalah ini belum menghasilkan solusi win-win termasuk di Indonesia.