ACI dan IATA Bertekad Hidupkan Lagi Layanan Penerbangan

this formate

JENEWA, bisniswisata.co.id : Airport Council International ( ACI)  dan Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), dua organisasi penerbangan besar dunia telah mengeluarkan pedoman bersama yang bertujuan mengembalikan bisnis industri perjalanan yang tengah terseok akibat pandemi virus corona (COVID-19) yang masih berlangsung.

Pandemi ini memang telah menyebabkan industri penerbangan mengalami kelesuan dan sekitar 95 persen pesawat di seluruh dunia terpaksa menghentikan sementara operasinya, ungkap rilis yang dikeluarkan IATA pekan lalu.

Dalam peta jalan (roadmap) untuk membuka kembali sektor penerbangan global di tengah pandemi, sejumlah tindakan antisipatif penyebaran pandemi pun akan dilakukan di seluruh perjalanan penumpang. Hal ini dianggap mampu meminimalisir risiko penularan corona di bandara dan di dalam pesawat.

“Langkah-langkah tersebut harus konsisten dilakukan secara global dan dapat terus ditinjau, diperbaiki, dan dihapus jika diperlukan,” kata gabungan dua organisasi tersebut.

Baik ACI maupun IATA merupakan anggota utama dari sebuah gerakan yang disebut ‘Covid-19 Aviation Recovery Task Force (CART)’ yang dipimpin oleh Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).

 Pendekatan bersama mengusulkan pendekatan berlapis dari langkah-langkah di seluruh perjalanan penumpang untuk meminimalkan risiko penularan COVID-19 di bandara dan pesawat udara sebagai upaya mencegah penerbangan menjadi sumber infeksi ulang secara internasional.

Langkah-langkah tersebut harus konsisten secara global dan harus terus ditinjau, ditingkatkan, dan dihapus ketika tidak lagi diperlukan, untuk memastikan pemulihan yang merata.

 ACI dan IATA adalah anggota sentral dari COVID-19 Aviation Recovery Task Task (CART) yang dipimpin oleh Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).  CART memungkinkan kolaborasi antara pemerintah maupun pemerintah dan industri.

Hal ini untuk memastikan harmonisasi dan konsistensi langkah-langkah yang penting untuk memulihkan konektivitas udara dan kepercayaan penumpang dalam perjalanan udara.

 “Bandara dan maskapai telah bergabung bersama ICAO dan industri penerbangan yang lebih luas untuk mengatasi tantangan terbesar yang pernah dihadapi oleh penerbangan komersial dalam memulai kembali industri global sambil terus menghentikan penyebaran COVID-19,” kata Direktur Jenderal ACI World Angela Gittens.  

Menurut dia, saat ini tidak ada langkah tunggal yang dapat mengurangi semua risiko memulai kembali perjalanan udara, tetapi dia percaya pendekatan yang konsisten secara global dan berbasis hasil merupakan cara paling efektif untuk menyeimbangkan mitigasi risiko dengan kebutuhan untuk membuka ekonomi dan untuk memungkinkan perjalanan.

 Direktur Jenderal dan CEO IATA Alexandre de Juniac mengatakan, “Keselamatan selalu menjadi prioritas utama kami dan itu termasuk kesehatan masyarakat.  Mengembalikan konektivitas udara sangat penting untuk memulai kembali ekonomi global dan menghubungkan kembali orang-orang. 

Pendekatan berlapis yang direkomendasikan oleh bandara dan maskapai penerbangan menjaga kesehatan masyarakat sambil menawarkan pendekatan praktis untuk memulai kembali operasi secara bertahap.  

“Penting untuk diingat bahwa risiko penularan di kapal sangat rendah.  Dan kami bertekad bahwa penerbangan tidak akan menjadi sumber infeksi ulang yang signifikan,” kata Alexandre de Juniac.

Pihaknya telah bekerja terus menerus dengan pemerintah untuk memastikan bahwa segala tindakan yang dilakukan secara konsisten dan dengan dukungan ilmiah.  “Itu adalah kunci untuk memulihkan kepercayaan publik sehingga manfaat memulai kembali penerbangan dengan aman dapat diwujudkan. ” tegasnya.

 

Mengintip Perpustakaan Mahal di Distrik Elit Gangnam, Seoul

this formate

Perpustakaan Sojeonseolim mengutip biaya bahal bagi pengunjung yang datang (Foto: GQ Korea)

SEOUL, Korsel, bisniswisata.co.id: Perpustakaan sering dipandang sebelah mata di Indonesia. Padahal bisa menjadi tempat wisata ilmu yang nyaman dan mengisi celah pasar wisatawan mancanegara yang bersedia menghabiskan waktu diperpustakaan dengan biaya yang mahal pula.

Perpustakaan berbayar yang mengutip fee lebih mahal dari harga buku, barangkali hanya ada di Seoul, Korea Selatan. Berlokasi di antara menara-menara apartemen mewah di distrik Gangnam, perpustakaan mungil bercat putih bernama Sejeonseolim ini mengenakan biaya bagi non-member mulai dari 30.000 won atau sekitar Rp 360.000, per lima jam, hingga 50.000 won (Rp 600.000) untuk seharian penuh. 

Sojeonseolim sendiri dalam bahasa Korea artinya “hutan buku yang dikelilingi batu bata putih.” Di sana, buku-buku disusun di rak-rak setinggi lebih dari 2 meter. Dinding dalam ruangan dicat pucat sehingga menciptakan cayaha yang cukup terang.

Sekadar info, distrik Gangnam merupakan kawasan elit di Seoul yang dikenal sebagai tempat tinggal para artis papan atas, publik figur, keluarga para konglomerat (chaebol), dan pesohor lain.

Perpustakaan yang baru dibuka Februari lalu sudah menarik perhatian banyak orang, umumnya mereka yang datang berusia di antara 30 dan 40-an tahun. Meski mahal, peminatnya cukup banyak. Mereka biasanya datang sendiri dan menghabiskan waktu sesukanya.

Setelah berhasil menghadapi badai pandemi COVID-19, Pemerintah Korea Selatan mulai melonggarkan sejumlah restriksi. Berkat ini pun dimanfaatkan pengelola perpustakaan dengan menggelar acara-acara kecil, seperti kuliah tentang budaya dan seni, serta konser piano.

“Orang modern perlu ruang yang memisahkannya dari rumah atau tempat kerja. Di sana, mereka dapat merasakan kebebasan,” kata Hwangbo Yumi, sang direktur perpustakaan seperti dilansir Asia Nikkei. “Kami merancang perpustakaan dengan konsep ruang belajar pribadi, jauh dari rumah.”

Bertempat di basement, para pengunjung dapat mengakses koleksi lebih dari 30.000 buku dan majalah. Semua telah dikuratori para ahli. Buku-buku yang tersedia mencakup sastra, filsafat, seni, travel, dan genre lainnya. Selain itu, ada cafe di lantai satu yang menjual sandwhich dan kudapan lain. Kopi dan teh juga tersedia gratis.  

Cafe akan berubah fungsi menjadi bar yang menyajikan steak, aneka pasta, dan hamburger setelah pukul 6 sore. Mereka juga menyiapkan wine. Para pengunjung diizinkan membawa gelas mereka ke sofa basement dan senyaman mungkin meringkuk di sana sambil membaca.

Perpustakaan dan cafe ini berada di sebuah bangunan berlantai enam. Dulunya,bangunan yang dirancang arsitek asal Swiss Davide Mucullo ini, merupakan museum kecil. Perusahaan penerbit dan restoran WAP C&E kemudian menyulapnya menjadi perpustakaan. Mereka menghabiskan dana sekitar US$ 4,6 juta atau setara Rp 66 miliar untuk biaya renovasi.

“Bukan hanya ada banyak buku di sini, saya juga suka arsitektur dan interiornya,” kata Kim Ji-hae, 38, salah seorang pengunjung yang mengaku baru pertama kali datang. “Saya ingin datang lagi dan menghabiskan banyak waktu di sini,” kata pekerja hotel itu.

 

 

Halal Bil Halal Virtual KBRI Stockholm

this formate

Suasana Halal Bihalal di KBRI Stockholm yang diikuti peserta lintas agama dan ucapan Hari Raya dari Melu Retno Marsudi ( Foto: KBRI Stockholm)

STOCKHOLM, Swedia, bisniswisata.co.id: KBRI Stockholm bersama dengan Pengajian Al-Ikhlas Stockholm menyelenggarakan kegiatan Halal Bil Halal Virtual bersama masyarakat Indonesia di Swedia dan Latvia.

“Kegiatan dilakukan secara online, dikarenakan mengikuti kebijakan Pemerintah setempat untuk tidak mengadakan kegiatan perkumpulan lebih dari 50 orang selama masa pandemi COVID-19,” ungkap Fajar, Humas KBRI Stockholm.

Sebagai pengawal kegiatan adalah Takbir yang dipimpin oleh Abu Zairi. Kemudian dibuka dengan pesan Idul Fitri dari Ketua Pengurus Pengajian Al-Ikhlas, Indra Gunawan Naumira

Sambutan dan pesan Idul Fitri juga diberikan oleh Bagas Hapsoro; Dubes RI untuk Swedia dan Latvia dan Pembina Pengajian Al-Ikhlas, Cut Usmaniah. Sedangkan moderator adalah Katrun Nada Danielsson, anggota Pengajian Al-Ikhlas.

Dalam sambutan pembukaannya, Dubes Bagas menyatakan bahwa situasi saat ini memang berbeda, tidak seperti biasanya. Bulan Ramadhan tahun ini memang terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena kini dunia menghadapi pandemi Covid-19.

“Tantangan kita semakin berat karena selain menekan hawa nafsu, kita juga dihadapkan pada rasa takut, khawatir dan cemas dengan keadaan yang terjadi saat ini.” ujar Dubes Bagas.

Meskipun demikian, kita tidak boleh kalah dengan keadaan. Kita harus menguatkan hati kita dengan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, memohon ampunan dan perlindunganNya,  agar kita dijauhkan dari segala macam penyakit dan mara bahaya.

Selain berserah diri kepadaNya, kita juga tetap harus waspada dan ikhtiar dengan menjalankan Protokol Kesehatan yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah ” tambah Dubes Bagas.

Dia  juga mengharapkan agar setiap WNI dapat terus taat mengikuti imbauan Pemerintah setempat mengenai langkah-langkah yang harus diambil warga terkait penyebaran Covid-19 serta informasi resmi Pemerintah setempat dan KBRI terkait perkembangan situasi terkini.

Kegiatan dilanjutkan dengan video Shalawat dari Reza Ningtyas Larne beserta grup Six-See Voice. Reza sendiri populer sebagai kontestan Swedia Idol 2009.

Kemudian perwakilan organisasi dan perkumpulan WNI di Swedia dan Latvia turut memberikan ucapan selamat Idul Fitri, baik itu secara langsung maupun melalui kiriman video. Organisasi yang turut bergabung adalah Svensk-Indonesiska Sällskapet (SIS), Persekutuan Reform Injili Indonesia (PRII), Banjar Bali, No Limit Ministry, Indonesiska Föreningen Göteborg, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI), Komunitas Katolik Indonesia Swedia (KKIS), masyarakat Indonesia di utara Swedia, wakil masyarakat Indonesia di Latvia, dan Indonesiska Kultur Föreningen Göteborg.

Diputarkan juga video ucapan selamat Idul Fitri dari perorangan dan keluarga masyarakat Indonesia di Swedia dan Latvia, termasuk WN Swedia yang menjadi sahabat Indonesia, seperti Isabel Nielsen. Selain itu, diputarkan pula video ucapan selamat Idul Fitri dari keluarga besar KBRI Stockholm dan video ucapan selamat Idul Fitri dari Retno Marsudi, Menlu RI bagi seluruh masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri.

Kegiatan juga dimeriahkan dengan pemutaran video kiriman penampilan lagu dari Chryssi Domu Manurung, Rio Ahmad, dan Totti Ardika Ketut. Chryssi menyanyikan lagu “Imagine” dari John Lennon sambil memainkan gitar, sama halnya dengan Totti yang mendendangkan lagu Ebiet G. Ade, “Masih Ada Waktu”.

Sementara itu, Rio menyanyikan lagu “PadaMu Ku Bersujud” dari Afgan Syah Reza. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Fauzan Arafat.

Walaupun tidak diadakan dengan bertatap muka secara langsung. Kegiatan Halal Bil Halal Virtual yang diikuti peserta dari lintas agama ini diharapkan dapat menjadi pelipur rindu untuk saling bertemu, bersilaturahmi, dan saling maaf-memaafkan satu sama lain, masyarakat Indonesia di Swedia dan Latvia.

 

Nasi Goreng Kang Fir di Ruang Belajar

this formate

PHNOM PENH, bisniswisata.co.id: Aaah nasi goreng di ruang belajar? Iya! Nasi goreng, fried rice bukan nasi “goreng” ala Sunda ya? (goreng = jelek). Setidaknya — kalau belum pernah merasakan kelezatannya—, pasti pernah mendengar namanya disebut-sebut.

Ya, nasi goreng merupakan salah satu kuliner Asia yang sangat terkenal di dunia. Dari Eropa sampai Afrika, dari Amerika sampai Australia, makanan ini sangat dikenal luas. Bahkan bagi masyarakat di Asia Tenggara, nama dan penyajiannya sudah sangat umum dari kelas restoran/hotel bintang 5 sampai rumah makan dan kaki lima. Nasi goreng sangat mendapat tempat dihati orang-orang sebagai salah satu makanan segala kalangan.

Diplomasi nasi goreng KBRI Phnom Penh berhasil menarik minat para muda-mudi Kamboja dan Indonesia untuk bertemu,  menjalin keakraban lewat layar video conference dalam acara Masak Nasi Goreng sambil Belajar Bahasa Indonesia.

Para muda-mudi tersebut terdiri dari pembelajar bahasa Indonesia pada Pusat Budaya Indonesia di Kamboja (Pusbudi), Sekolah Nurul Iman, dan Pasukan Khusus Kamboja Brigade 911 (di bawah koordinasi bersama dengan Atase Pertahanan), para pelajar Kamboja yang sedang studi di Indonesia; para alumni Indonesia di Kamboja yang tergabung dalam Indonesia-Cambodia Alumni Network (I-CAN); hingga para mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh program double degree di National Polytechnic Institute of Cambodia (NPIC) dan peserta lainnya yang tertarik dengan budaya dan bahasa Indonesia.

Pemelajar bahasa Indonesia dan Khmer

Sekitar 50 peserta berpartisipasi pada program virtual  KBRI Phnom Penh bersama Pusbudi dan pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Kamboja tersebut, menghadirkan bintang tamu Firdaos (akrab dipanggil Kang Fir). Koki rumah makan Warung Bali di Phnom Penh yang telah tinggal di Kamboja lebih dari 20 tahun. Rumah Makan Warung Bali terkenal dengan makanannya yang enak, harga terjangkau.

Kang Fir dan Nurul Fitri salah seorang pengajar BIPA di Kamboja, menjelaskan cara memasak nasi goreng. Dijelaskan bumbu-bumbu dasar nasi goreng dan bagaimana cara mendapatkannya di Phnom Penh.

Bahasa pengantarnya adalah bahasa Indonesia dan Khmer, kedua belah pihak peserta dapat mengerti apa yang dimaksud. Peserta dipersilahkan menyela jika ada hal yang tidak jelas, maklum peserta warga Kamboja belajar bahasa Indonesia, warga Indonesia belajar bahasa Khmer.

Selain saling menyapa, peserta pun bersendagurai sembari memperhatikan dengan seksama prakti membuat nasi goreng ala Kang Fir dan menunggu kuis berhadiah.

‘Acara ini merupakan salah satu upaya KBRI di tengah pandemic COVID-19 untuk tetap dapat melaksanakan kegiatan terpadu. Acara yang memanfaatkan teknologi virtual dan media sosial ini, juga bertujuan untuk mempromosikan kuliner, rumah makan dan produk Indonesia di Kamboja. Kegiatan promosi Indonesia, diupayakan dengan cara-cara kreatif, inovatif, efisien, dan efektif’, ucap Duta Besar RI untuk Kerajaan Kamboja Sudirman Haseng.

Masa Menunggu Solusi COVID-19

this formate

Akhirnya umat Muslim tiba dihari kemenangan, merayakan hari Raya Idul Fitri 1441 H, 24 Mei 2020 setelah berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan. Ada 1,8 milyar umat Muslim di dunia yang merayakan dengan cara yang berbeda, tanpa bersilaturahmi bahkan sholat Ied tetap di rumah.

Hilda Ansariah Sabri

Saat ketika mulai menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, jujur saja saya pribadi sempat gelisah dan stress dengan pemberitaan yang bersliweran di dunia maya akibat jumlah penderita COVID-19 terus meningkat bahkan sampai sekarangpun di Indonesia kurvanya tidak melandai. 

Ketakutan akan dampaknya pada sektor ekonomi, sosial dan ekologi menghantui pikiran apalagi pemanasan global telah kita rasakan akibat  perlakuan manusia pada alam semesta juga sudah melampaui batas.

Di saat yang sama, pandemi global ini dalam waktu singkat telah berdampak pada seluruh aspek kehidupan manusia di dunia, membuat virus yang tidak tampak oleh mata ini langsung menjadi musuh bersama.

Aktivitas bekerja, belajar, beribadah dari rumah nyaris dalam tiga bulan terakhir banyak diterapkan di berbagai negara di dunia,  membuat masa menunggu solusi COVID-19 baik secara ilmiah maupun dari langit terasa begitu lambat.

Untunglah seiring dengan ibadah bulan Ramadhan mengantarkan umat Islam terutama  meningkatkan ibadah guna menemukan hikmah dari bencana ini. Meski pertanyaan terus berkecamuk, bisakah kita menikmati ujian kesabaran ini ? atau haruskah kita menginstall ulang kehidupan  paska COVID-19 ?.

Industri pariwisata yang langsung terpukul dengan pandemi global ini banyak merumahkan karyawan tanpa gaji. Ujian berat membuat pengusaha dan karyawan masing-masing cari selamat .

Pengusaha harus menginstall ulang bisnis modelnya, begitu juga karyawannya ramai-ramai mencoba usaha baru terutama kuliner sekedar bertahan hidup. Data dunia juga tidak main-main lebih dari 100 juta karyawan industri pariwisata terancam hilang pekerjaan gegara pandemi ini.

Dalam sebuah webinar dari Ikatan Cendikiawan Pariwisata Indonesia ( ICPI) yang diketuai Prof. Azril Azahari Phd,  belum lama ini, pilihan temanya  adalah Install Ulang Pariwisata Indonesia. Pandemi ini menghasilkan New Normal ataukah black Swan yang seharusnya sudah bisa diprediksi bukan sekedar kejadian langka yang tiba-tiba?

Hadir nara sumber lainnya Dr Sapta Nirwandar, Wakil Menteri Pariwisata di era Presiden SBY dan Adi Satria , Vice President ( VP) Marketing Loyalti Distribution Accorhotels  di Indonesia, Malaysia dan Singapura.

Mengapa perlu menginstall atau memprogram ulang pengembangan pariwisata Indonesia ? Azril yang selama ini memang vokal memaparkan bahwa  daya saing pariwisata Indonesia lemah.

Tanpa ada COVID -19  di beberapa hal yakni safety and security, healthy and hygiene, tourism information, dan environment sustainability memang sudah lemah.

“Pemerintah lebih menargetkan kuantitas daripada kualitas. Pilih investor asing sehingga tidak berdampak signifikan pada rakyat. Pariwisata harus dilihat juga spend of money-nya, makanya kontribusinya rendah,” kata Azril di suatu kesempatan.

Acara yang dipandu oleh Dr Devi Kausar,  Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila, Jakarta ini mengingatkan berbagai kalangan untuk cepat beradaptasi karena masa menunggu yang tidak jelas kapan berakhirnya pandemi global.

Ada yang berandai-andai bisnis pariwisata bisa come back Juli, Oktober atau bahkan Desember 2020 ? namun yang pasti tanpa harus menunggu musuh bersama bisa ditaklukan,  maka kini disadari atau tidak kita sudah menerapkan aturan New Normal, jaga jarak, sering cuci tangan dan menjalankan protokol kesehatan lainnya sesuai standar WHO.

“Pariwisata tergantung dari 3 A yaitu akses, amenity dan atraction, ke depan harus touchless jadi harus dipikirkan dari sekarang bagaimana penerapannya. Soalnya safety and security, healthy and hygiene bukan lagi sebatas omongan tetapi harus dijalankan supaya kepercayaan wisman untuk datang lagi  ke Indonesia tetap tinggi, ” kata Sapta.

Sementara Adi Satria mengatakan jangan buang waktu di masa menunggu ini karena  selain  harus cepat beradaptasi, mengubah mindset saja tidak cukup karena juga harus action di real time

” Kami tengah menyiapkan hospitel menggabungkan hospitality di properti hotel dengan pelayanan rumah sakit ( hospital) untuk menjadikan Novotel Mangga Dua, Jakarta tempat karantina mandiri bagi para ODP COVID-19 dan yang positif ,” kata Adi sambil menambahkan program ini segera diluncurkan.

Model bisnis yang menyesuaikan keadaan ini menurut saya sah-sah saja apalagi info dari WA grup soal sebuah keluarga WNI baru pulang dari Belanda langsung diangkut ke RS COVID-19 di Wisma Atlit Kemayoran tapi ternyata kekurangan jatah makan. Hospitel bisa menjadi alternatif untuk karantina diri.

Pihaknya mengatakan bukan hanya karyawan yang harus diselamatkan tetapi juga para pemilik jaringan hotel ini sehingga model bisnis yang harus diubah menjadi hospitel. Untungnya Accor memang punya standar tinggi saat pembangunan hotel sehingga sistem AC juga bisa di lock cegah penyebaran virus.

Azril menambahkan bahwa kehadiran COVID-19 memenuhi kriteria teori Black Swan, untuk itu perlu paradigma baru dan restrukturisasi untuk menyelesaikan pandemi, lewat proses bertahan, pemulihan, reimaginasi dan melakukan reformasi. 

” Itu sebabnya mungkin perlu Program Studi baru di Fakultas Pariwisata, perlu install ulang pengembangan pariwisata RI,”kata Azril.

Apapun nama dan teorinya yang jelas masa menunggu solusi COVID-19 ini pilihannya ada dalam diri kita. Mau terus galau dan stress atau cepat beradaptasi dengan kondisi pandemi ?.  Haruskah kita  menginstall ulang kehidupan dengan  memulai hidup dengan cara baru ?.

Mungkin inilah cara Tuhan meminta kita untuk meng-install ulang tata kehidupan kita, agar kita makin bersyukur atas nikmat alam, nikmat kesehatan, nikmat ilmu dan nikmat iman karena kita telah dikaruniai akal dan hati. 

Tips-tips untuk beradaptasi dengan situasi baru ini beredar dimana-mana. Berbagi nasehat dan berbagi ilmu tiap hari kita rasakan. Adalah Anton Thedy, pendiri TX Travel dan pelopor franchaise travel agent dengan jumlah franchise hingga 255 cabang yang selama 1,5 bulan terakhir berbagi ilmu lewat Live Insta Story mencapai 7-10 kali per hari.

Lewat media Instagramnya dengan akun @antonthedy dan @ resellertravel dia mewawancarai nara sumber dari berbagai organisasi di sektor pariwisata, bahkan para karyawannya yang bisnis kuliner, mitra kerja seperti profesional guide  hingga para pelanggan jalan-jalan dari perusahaannya sendiri yang ternyata bos-bos gede kategori unicorn.

Cara Anton Thedy menyebar semangat, berbagi ilmu dan terus menggelitik nara sumber dengan berbagai pertanyaan membuat saya sebagai pendengar setianya memiliki banyak inspirasi dan program semasa menunggu solusi COVID-19.

Di hari kemenangan, Hari Raya Idul Fitri ini, keinginan ‘tancap gas’ karena banyak program yang ingin diterapkan memang menggelegak. Namun belenggu berupa ujian kesabaran akan masa menunggu solusi COVID-19 masih harus diatasi.

Sudah banyak nikmat Allah SWT sang pencipta dalam kehidupan kita dibandingkan ujian COVID-19 ini, oleh karena itu marilah rapatkan barisan. Ikuti himbauan pemerintah dan para ahli kesehatan. Bentengi diri dengan doa-doa terbaik karena berdoa adalah senjatanya orang yang beriman.

Tafsir Quran Surat al-Insyirah Ayat 5-6 Sesungguhnya bersamaan dengan kesusahan dan kesempitan itu terdapat kemudahan dan kelapangan. (Tafsir al-Mukhtashar). Jadi yakinlah masa menunggu solusi pandemi ini selalu berprasangka baik pada Allah SWT.

.

Kapan Orang Bisa kembali Bepergian, Simak Panduannya

this formate

Suasana musim panas di pinggir pantai ( Foto: Lonelyplanet.com)

 JAKARTA, bisniswisata.co.id: Saat ini hampir seluruh negara di dunia berkutat mencari cara bagaimana hidup ‘berdamai’ dengan virus corona. Karena, meskijumlah warga yang terinfeksi mulai menurun, bukan berarti pandemi sudah berlalu. Selama vaksin belum ditemukan, orang diminta untuk tetap menjaga jarak sosial, mengenakan masker, dan rajin mencuci tangan. 

Sejumlah negara mencatat, penambahan kasus positif virus corona mulai melandai. Pekan lalu Uni Eropa menyerukan dibukanya kembali perbatasan antara negara-negara anggota yang memiliki tingkat infeksi COVID-19 yang sama. 

Beberapa negara bahkan menyatakan telah berhasil mengatasi pandemi ini. Mereka memutuskan mengambil langkah nyata untuk kembali membuka hotel dan fasilitas penginapan lain, serta membangun zona perjalanan yang aman.

Sayangnya, hingga kini orang belum berhasil mengetahui pola perilaku virus yang menyerang saluran pernafasan ini. Kebijakan negara dapat berubah setiap saat, bahkan dalam hitungan menit jika kemudian ditemukan ada potensi peningkatan jumlah orang yang terinfeksi. 

Dalam beberapa bulan ke depan, waktu bepergian akan bergantung pada kebijakan kesehatan publik negara tujuan, kemampuan melacak dan menguji virus corona, serta penerapan hukum pembatasan sosial. 

Berikut ini panduan yang dilansir Lonely Planet di beberapa negara terkait waktu yang pas untuk memulai perjalanan wisata:

Australia dan Selandia Baru

Australia dan Selandia Baru secara resmi menyepakati pembentukan “gelembung trans-Tasman” yang memungkinkan keduanya mencabut larangan atura perjalanan selama pandemi. Artinya, orang-orang di dua negara ini dapat saling bepergian tanpa 14 hari karantina.

Sementara itu izin bagi wisatawan internasional kemungkinan baru bisa dibuka pada Oktober mendatang, seperti disampaikan Perdana Menteri Australia Scott Morrison.

Dubai

Penguasa Dubai mempertimbangkan untuk kembali membuka diri bagi pelancong pada Juli. Meski demikian, mereka mengingatkan keputusan ini bisa berubah sewaktu-waktu dan menundanya hingga September. Restoran dan toko-toko akan kembali buka pada 24 April saat negara tersebut melonggarkan kebijakan lockdown. Namun aturan jarak sosial yang ketat akan terus diberlakukan. Dubai masih mencari cara untuk menyambut wisatawan dengan aman.

“Tempat-tempat masih banyak yang tutup. Apakah akan dibuka pada Juli saat perlahan-lahan semua mulai dibuka? Atau September? Kami perlu memastikan bahwa kami siap jika ternyata semuanya berjalan lancar lebih awal,” kata Helal Al Marri, direktur jenderal Departemen Pariwisata dan Perdagangan Dubai, kepada Bloomberg TV yang dilansir Lonely Planet.

Indonesia

Sementara itu Pemerintah Indonesia menyatakan akan mulai menyambut wisatawan asing pada Oktober mendatang. Itupun tidak berlaku di seluruh wilayah, hanya beberapa tempat yang dianggap aman, seperti Bali, Riau, dan Yogyakarta.

Italia

Italia akan melonggarkan larangan perjalanan internasional pada 3 Juni dengan mulai membuka perbatasan.Mengizinkan warga asing masuk tanpa karantina. Sejak lockdown dibuka, beberapa kafe dan restoran mulai beroperasi, tetapi masih outdoor.

Sementara itu pantai-pantai akan segera mengikuti jejak dengan aturan baru yang ketat seperti menyiapkan kursi berjemur dan payung-payung  berjarak 5 meter. Pengunjung juga diwajibkan mengenakan masker jika hendak menjauh dari payung. Larangan berkumpul di pasir dan laut pun diberlakukan.

Portugal

Hotel-hotel di beberapa wilayah seperti Algarve diharapkan dapat dibuka pada Juni dan Juli. Meski demikian, pemerintah setempat memutuskan untuk tetap menutup perbatasan dengan sejumlah negara. 

Dewan Pariwisata Portugal bekerjasama dengan otoritas kesehatan nasional membantu sektor pariwisata untuk menyambut para pelancong dengan kampanye “bersih & aman”. Pemerintah juga mengeluarkan sertifikat bagi pelaku industri yang berhasil memenuhi standar kebersihan baru. Jurubicara dewan pariwisata kepada Lonely Planet mengatakan: Pada 14 Mei lalu sudah ada 3.856 pelaku bisnis yang mengajukan untuk mendapat sertifikat itu.

Portugal telah memasuki fase kedua dari tiga tahapan sebelum betul-betul melonggarkan kebijakan lockdown. Restoran, kafe, toko kue, dan tempat-tempat belanja sebagian mulai dibuka.

 

 

Tak Bisa Mudik, Ini Cara Lebaran dan Jaga Silaturahmi  #dirumahaja

this formate

Fasikitas video call yang bisa melibatkan banyak orang ( Foto: Chris Montgomery/ Unsplash.com)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tahun 2019 lalu umat Muslim di Indonesia di pekan terakhir Ramadhan disamping mempersiapkan kebutuhan Lebaran, juga di ramaikan dengan aktivitas mudik ke kampung halaman.

Namun kini di saat pandemi global COVID-19 belum dapat ditaklukan maka larangan mudik dari pemerintah dan ketatnya penjagaan di pos-pos tertentu mencegah keluarnya masyarakat, membuat ritual mudik serentak senyap meski masih ada juga yang berani melanggar.

Konon istilah mudik adalah akronim dari bahasa Jawa ‘mulih dilik’. Namun di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya ke udik. Tak salah kalau ada pendapat mengatakan istilah mudik berasal dari bahasa Betawi yang artinya ‘menuju udik; atau menuju kampung.

Soalnya jaman penjajahan Belanda dulu banyak orang dari luar Pulau Jawa merantau ke Batavia atau yang sekarang berubah nama menjadi Jakarta. Mereka akan pulang ke kampung halamannya saat Hari Raya Idul Fitri.

Dalam perkembangannya mudik menjadi sesuatu yang wajib bahkan “sakral” bagi perantau. Tidak peduli harus menghadapi kemacetan lalu lintas yang parah  terutama di jalur darat Pulau Jawa, tidak peduli harus berdesak-desakkan di terminal, di pelabuhan dan semua moda transportasi yang penting semua proses dilalui dan dinikmati demi pulang kampung.

Bukan itu saja, bagi para perantau, kegiatan mudik memiliki nilai spiritual yang tinggi sekaligus bukti berbaktinya seorang anak pada kedua orangtuanya serta didorong keinginan kuat bersilaturahmi dengan sanak saudara di kampung halaman.

Semangat menyambung ikatan silaturahmi yang renggang pun bisa direkatkan kembali dengan sanak keluarga, tetangga, atau teman yang sudah lama tidak bertemu. Fungsi sosial dari aktivitas mudik ini juga berimbas sebagai sarana berloma-lomba berbuat  kebaikan

Tidak bisa dipungkiri, mudik juga mengukir nilai ekonomi yang besar  terhadap kehidupan ekonomi masyarakat di kampung halaman. Peredaran uang pada masa mudik mencapai milyaran bahkan mungkin trilyunan rupiah.

Bukan hanya perantau dalam negeri saja yang mengirim uang ke kampung, para TKI/TKW di luar negeri pun mengirim uang ke kampung halaman untuk memenuhi kebutuhan Lebaran.

Tahun ini PP Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1441 H melalui metode hisab. Hasil yang diumumkan lewat Twitter Muhammadiyah di akun @muhammadiyah menyatakan, Idul Fitri 1 Syawal 1441 H akan jatuh pada Minggu 24 Mei 2020.

Aplikasi Likee

Lebaran kali ini memang terasa berbeda di tengah suasana pandemi virus corona atau COVID-19. Meski demikian umat Islam tetap bisa merayakan Idul Fitri 1441 H dengan keluarga dan kerabatnya tetap dari rumah.

Untuk tetap bersilaturahmi saat lebaran, ada lima aplikasi yang menawarkan layanan panggilan video (video call) gratis yakni WhatsApp, Zoom, Google, Line, dan Skype. Aplikasi Zoom banyak digunakan masyarakat yang harus Work from Home ( WfH) serta kalangan pelajar dari murid PAUD hingga mahasiswa maupun beragam komunitas yang membuat Webinar ( seminar online).

Satu lagi aplikasi yang bisa menunjang kegiatan di rumah saja saat Lebaran yaitu Likee yang dapat mendorong koneksi dan percakapan di antara pengguna melalui gamifikasi tampilan dan interaksi. 

Dibuat oleh BIGO Technology Pte. Ltd, Likee pertama kali dirilis pada Juli 2017 dan sekarang menjadi salah satu aplikasi populer di dunia dan keempat sebagai media sosial yang paling banyak diunduh  di dunia berdasarkan laporan Sensor Tower di Januari 2020. 

Aplikasi ini juga bisa untuk membuat grup chat keluarga sehingga dapat berkomunikasi dengan semua anggota keluarga secara bersamaan. Mengirimkan ucapan melalui chat merupakan cara bersilaturahmi yang paling sederhana yang bisa dilakukan secara jarak jauh.

Selain chat, melalui platform ini pengguna  juga bisa saling berbagi foto dan video kemeriahan merayakan Lebaran di rumah masing-masing ke sanak saudara lainnya serta melakukan panggilan video.

Lewat fitur video call ini pengguna bisa mengucapkan selamat Idul Fitri secara langsung agar suasana lebaran terasa lebih syahdu walaupun tidak dapat bertemu secara fisik. Bisa melihat kondisi keluarga dan saling bercanda tawa untuk mengurangi rasa rindu melalui momen kebersamaan seperti ini.

Bagi yang sudah #dirumahaja selama beberapa bulan ini dan sudah tidak bisa membendung rasa kangen dengan sanak saudara dan sahabat di luar sana, opsi satu ini pas banget untuk yang sedang dilanda kerinduan. 

Likee merupakan platform global untuk menyaksikan dan membuat video pendek. Dilengkapi dengan tool pengeditan dan pembuatan video yang menginspirasi kreativitas nyata dengan menyediakan lebih dari 1000 efek video. Pengguna bulanannya di seluruh dunia sudah mencapai lebih dari 115 juta orang.

Nah walaupun Lebaran kali ini berbeda dan harus tetap #dirumah aja, mari rayakan Lebaran tahun ini dengan bersilaturahmi ke kerabat dan sahabat dari rumah masing-masing dengan menerapkan cara-cara di atas ya.. 

 

Studi Baru Di Inggris: Puluhan Ribu Pub dan Restoran Tutup Permanen Setelah Lockdown

this formate

Ribuan pub dan restoran di Inggris kemungkinan akan tutup permanen (foto: great british mag ).

LONDON, Inggris, bisniswisata.co.id: Virus Corona ibarat bola perusak. Keganasannya telah mendorong banyak negara di dunia menerapkan kebijakan lockdown yang mengakibatkan sejumlah sektor, terutama di industri hospitaliti, terpuruk. Sebuah survei terkini di Inggris menunjukkan gambaran yang lebih suram. lebih dari 30.000 pub, bar, dan restoran kemungkinan besar akan tutup secara permanen.

Casual Dining Group  – operator sejumlah restoran favorit di Inggris, termasuk Bella Italia, Café Rouge dan Las Iguana –, misalnya menyatakan sulit memprediksi nasib 250 restorannya di tengah pembatasan yang ketat.

Kebijakan penutupan paksa ini makin memperburuk nasib bisnis yang sebelum covid-19 pun telah mengalami kesulitan. Ada sekitar 2.800 bar dan restoran di Inggris yang bertumbangan dalam 12 bulan terakhir sebelum kebijakan lockdown diberlakukan.

Lembaga pemantau pemulihan pasar CGA AlixPartners mencatat penurunan 2,4% year-on-year hingga akhir Maret lalu. Mereka memprediksi keadaan akan makin buruk meski hotel-hotel akan mulai dibuka kembali pada awal Juli mendatang.

Sebuah survei yang dilakukan AlixPartners menunjukkan bahwa para operator restoran, cafe, bar dan pub terpaksa menutup beberapa tempatnya secara permanen. Tidak seluruhnya. Jumlah penutupan berkisar antara 10 hingga 30%.

Graeme Smith, direktur pelaksana AlixPartners, seperti dilansir Guardian mengatakan: “Banyak operator telah melakukan perhitungan terhadap pembatasan jarak sosial. Kemudian mereka menyesuaikannya dengan jam operasi dan kapasitas. Bahkan ruangan pun mulai dikonfigurasi ulang. Sebagian tidak digunakan dan ditutup. Mereka pun bertanya apakah masuk akal untuk dibuka kembali, terutama dari perspektif laba. ”

Sejumlah pengelola pub telah meminta agar aturan jaga jarak 2 meter dilonggarkan. Alasannya, mereka tidak dapat mencetak untung jika beroperasi dengan aturan seperti itu. Oleh karena itu banyak dari mereka memilih untuk tidak buka kembali. 

Asosiasi Beer dan Pub Inggris mengatakan jika aturan tetap berlaku maka hanya ada satu dari lima pub yang mampu buka kembali. Mereka pun meminta agar aturan jarak social distancing diturunkan menjadi hanya 1 meter. Kalau itu diterapkan maka sebagian besar pub dapat beroperasi kembali.

Di Inggris, setidaknya ada 115.108 tempat bertemu yang sudah berlisensi. Dua pertiganya dikelola secara mandiri, sisanya milik grup usaha. Banyak dari tempat-tempat ini berlokasi di pusat perbelanjaan dan perkantoran. Hal itu mengakibatkan akan butuh waktu lebih lama untuk bangkit kembali.

 

Booming Wisata Setelah Usai Pandemi , Edukasi Warga Agar Bangga Berwisata Lokal.

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kebijakan pemerintah mengenai larangan mudik di Hari Raya Idul Fitri untuk mengurangi penyebaran virus Corona membuat industri pariwisata Prov. Lampung tak mampu menuai rejeki musiman dari kunjungan wisatawan nusantara ( wisnus) yang mudik atau sekedar transit.

Padahal dalam kondisi normal, Provinsi Lampung menjadi hub untuk para pemudik melanjutkan perjalanan lewat jalan darat ke kota-kota besar di Pulau Sumatra lainnya. Tahun 2020 ini di saat hampir seluruh negara di dunia menghadapi pandemi global COVID-19 maka larangan mudik memang terasa sangat ketat.

Sebagai info, ada tujuh titik penyekatan di Provinsi Lampung yang menghambat perjalanan pemudik nekad misalnya untuk bisa sampai ke kampung halamannya karena adanya penjagaan dimana-mana.

Ketujuh penyekatan itu adalah 1. Pos Bakau penyekatan dari/ke Pulau Jawa, Lampung Selatan. 2. Pos Pelabuhan Panjang, dari dan ke Jakarta/Semarang di Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung. 3. Pos Pelabuhan Bandar Bakau Baru dari/ke Jakarta, Lampung Selatan.

Penyekatan ke 4 atau Pos Krui dari/ke Provinsi Bengkulu, Pesisir Barat.5. Pos Sukau dari/ke Oku Selatan Sumatera Selatan, Lampung Barat. 6. Pos Way Tuba dari/ke Oku Timur Sumatera Selatan, Way Kanan dan 7. Pos Simpang Pematang dari/ke Sumatera Selatan, Mesuji.

Meski tidak bisa mudik,  Adi Susanto, CEO Adiyatama Tours & Travel yang juga ketua DPD Asita Prov. Lampung malah meminta para pemudik untuk berfikir positif saja. ” Di Lampung memang tidak ada penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Ikuti kebijakan pemerintah karena semua kebijakan untuk memutus penyebaran virus,” ungkapnya.

Berbicara sebagai nara sumber Reseller Travel Agent ( RTA) di Live Insta Story, Instagram @resellertravel Anton Thedy jelang Lebaran, pria kocak ini mengaku meski terpuruk dia tetap optimistis setelah pandemi COVID-19, wisata tetap booming.

” Saya tidak mau menyerah dengan keadaan, tak bisa jual paket wisata  maka saya sekarang  jual kurma dan minta teman-teman membeli dengan cara yang tidak biasa. Harus pakai trik dan cara halal dengan mengetuk-ngetuk hati calon pembeli. Hasilnya yang beli bisa borong antara 10 kg – 90 kg/ orang,” katanya  terkekeh 

Pentingnya Edukasi 

Dia tergolong orang yang menjalani hidup dengan pola Positive Way jadi dengan jejaring pertemanan yang luas di berbagai organisasi masyarakat maka Adi Susanto mulai mengedukasi warga Lampung untuk mengenal obyek wisata di daerahnya sendiri mulai dari 10 km hingga 20 km dari rumah tinggalnya.

” Di ibukota provinsi Bandar Lampung saja banyak obyek wisata yang mungkin warga sendiri tidak tahu jadi saya ajak masyarakat Lampung mengenali obyek wisatanya sendiri,” ungkapnya.

Lembah Hijau, obyek wisata seluas 30 ha di Bandar Lampung. ( Foto: nativeindonesia.com)

Paska pandemi global berakhir atau jika sudah ada pelonggaran maka wisatawan domestik yang akan memulai bisnis travel dan tourism di negri  ini. Untuk provinsi Lampung maka warganya sendiri yang akan memulai wisata, ujarnya.

” Saya sudah minta untuk pemulihan maka kebijakan study tour semua sekolah diprovinsi ini dilakukan di Provinsi Lampung karena kami memiliki dua kota yaitu Kota Bandar Lampung dan Kota Metro serta 13 kabupaten yang memiliki obyek wisata buatan, wisata alam, wisata bahari, budaya, kuliner dan lainnya,” kata Adi.

Dari sekian banyak pegunungan yang mengelilingi Lampung, Anak Krakatau adalah salah satu tujuan wisata yang paling sering dikunjungi oleh pendaki. Selain itu, provinsi ini juga menawarkan beragam wisata laut yang terkenal akan lokasi menyelam, seperti Pantai Ringgung, Pulau Tegal, Pahawang, Kelagian, Balak, Mahitam, dan Tanjung Putus. 

“Pulau Pahawang itu Maldivenya Lampung dan cukup menyelam setengah meter sudah jumpa dengan ikan hias Nemo yang sengaja di budidayakan dan disebar di sekitar pulau. Pengunjung per minggu dimasa normal bisa 10.000 orang  ,” jelasnya.

Tempat wisata di Lampung selanjutnya, yaitu Tanjung Liwa tempat surfing yang banyak dikunjungi wisatawan Jerman dan Australia, ada juga Teluk Kiluan, lokasinya berada persis di Kabupaten Pesawaran, Lampung. Selain menyuguhkan pemandangan laut biru yang indah, di sini juga bisa melihat langsung ikan lumba-lumba yang berenang bebas.  

” Sekitar 10 km dari rumah saya sendiri di kota Bandar Lampubg ada obyek wisata Lembah Hijau memadukan unsur rekreasi dan pemandangan alam hijau. Tempatnya pun cukup luas, mencapai 30 hektar dengan beragam wahana menarik, mulai dari wahana air, outbound hingga camping ground,” 

Pengelola membagi Taman Wisata Lembah Hijau seluas 30 hektar menjadi 2 bagian. 15 hektar untuk taman wisata dan 15 hektar berfungsi untuk taman satwa jadi banyak aktivitas yang bisa diciptakan di area ini untuk keluarga, study tour hingga outbond korporat.

Banyak orang pesimistis bisa mengemas obyek wisata lokal untuk warga lokal. Namun menurut Adi Susanto, orang yang berwisata tidak mau ribet dan aktivitas menjadi kunci utama juga sehingga turis Lampung ditawari berwisata ke Pusat Pelatihan Gajah Way Kambas akan menikmati kegembiraan.

” Kita buatkan paket mandiin gajah, main bola dengan gajah dan aktivitas lain yang ketrampilannya juga sudah dikuasai sang Gajah,” ungkapnya.

Wisata Antar Provinsi

Satu hal lainnya yang membuat pihaknya optimistis menyongsong wisata paska COVID-19 adalah dibangunnya jalan Tol Trans Sumatera sepanjang 2.974 Km, terdiri dari koridor utama 2.062 Km dan koridor pendukung 890 Km yang terus dikerjakan pemerintahan Presiden Jokowi.

” Jalan tol Palembang-Lampung sudah dibuka dan waktu Ulang tahun Asita Januari lalu anggota sudah coba. Cukup jarak tempuh 3,5- 4 jam saja dari Palembang padahal dulu butuh 12 jam loh,” kata Adi bersemangat.

Dibukanya tol Palembang- Lampung ini membawa dampak yang positif karena sebelum pandemi Adi bisa membuat paket wisata tanpa menginap bagi 850 pegawai dan keluarganya dari sebuah rumah sakit di Palembang untuk  wisata sehari di Bandar Lampung.

Terbukanya akses tol ini akan sangat berpengaruh untuk kebangkitan bisnis wisata paska pandemi COVID-19 karena wisatawan antar provinsi dari Jambi, Bengkulu sudah sempat meramaikan hotel-hotel di Bandar Lampung.

Dia optimistis, paket wisata antar provinsi ini akan membuat boom lagi kegiatan wisata karena selama ini Provinsi Lampung juga banyak menerima wisnus asal Jakarta, Bandung dan Yogya. ” Tenang saja kita punya 5000 kamar hotel dan 12 hotel berbintang. Sekarang sih 8 hotel berbintang lagi tutup sementara,” 

Adi Susanto minta kalangan industri pariwisatanya juga harus kompak dan bersatu termasuk pemprov dan pemkabnya dengan memperhatikan protokol kesehatan terutama berkaitan dengan masalah kebersihan.

” Kita ini yang dipariwisata sudah makan dengan lauk daun, jangan biarkan kami makan dengan lauk batu,” katanya kembali tertawa. 

Alhasil bincang singkatnya dengan Anton Thedy, pendiri TX Travel dengan 250 an franchise yang diikuti para praktisi travel agent dari penjuru Indonesia membawa pesan bahwa dunia belum kiamat bro! dan teruslah berfikir positif dan kreatif karena Allah SWT sayang dengan umatnya.

 

Pasar Wisata Jepang, Korea & Taiwan Diproyeksikan Lebih Cepat Pulih

this formate

Nia Niscaya ( kanan atas) saat webinar update gerakan Indonesia Bersih, Sehat, dan Aman

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Pasar Wisata Jepang, Korea Selatan dan Taiwan diproyeksikan lebih cepat pulih. Oleh karena itu Kemenparekraf   melakukan webinar series bersama lebih dari 100 pelaku industri pariwisata dari masing-masing organisasi di sana.

“Kami terus berupaya menjaga eksistensi pariwisata Indonesia di tiga negara pasar kawasan Asia Timur yaitu Jepang, Korea Selatan dan Taiwan untuk menjaga kepercayaan terhadap citra pariwisata Indonesia dengan menyampaikan kebijakan terkini dan product update pariwisata Indonesia,” kata Nia Niscaya, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf hari ini.

Rangkaian Webinar series mengambil tema berbeda. Webinar untuk pasar Korea  mengusung tema “Ultimate Experience Beyond Bali: Sumba Island”, dilanjutkan dengan pasar Jepang dengan tema “Indonesia Tourism’s Approach to the New Normal: Challenges and Opportunities” serta pasar Taiwan dijadwalkan pada 15/6/2020 bertemakan “Indonesia Tourim’s Approach to The New Normal for Taiwan Market”.

Ketiga tema webinar series tersebut dipilih sebagai langkah awal untuk tetap dapat memberikan inspirasi kepada calon wisatawan sehingga ketika destinasinya siap dan pasar sudah memperbolehkan warganya melakukan perjalanan ke luar negeri, destinasi Indonesia sudah ada di benak calon wisatawan.

Sementara kebijakan yang disampaikan dalam rangkaian webinar tersebut diantaranya mengenai gerakan Indonesia Bersih, Sehat, dan Aman (Cleanliness, Health and Safety) yang menjadi program Kemenparekraf dalam upaya mempercepat recovery pariwisata Indonesia.

Lebih lanjut Nia menjelaskan, market dari pasar short haul,  termasuk ketiga negara tersebut diproyeksi mengalami recovery pascapandemi yang lebih cepat dibanding fokus pasar (negara) lainnya.

Dari catatan yang dihimpun dari berbagai sumber, hasil statistik yang didapatkan di masing-masing pasar (update per 18 Mei 2020), Taiwan melalui situs resminya di http://www.cdc.gov.tw menyebutkan perkembangan penyebaran pandemi COVID-19 sudah mencapai 0 kasus, tidak ada kasus baru yang muncul.

Sedangkan Korea Selatan melalui situs resminya: http://www.ncov.mohw.go.kr, menyebutkan kasus positif di negaranya sejumlah 15 orang dengan penambahan jumlah kematian 1 orang. Untuk pasar Jepang melalui situs resminya http://www.covid19japan.com, menyebutkan kasus positif COVID-19 sebanyak 23 orang.

“Dengan penyampaian kebijakan terkini dan product update produk pariwisata Indonesia ke ketiga negara pasar tersebut diharapkan brand awareness pariwisata Indonesia tetap terjaga,” kata Nia Niscaya.