Tak Bisa Mudik, Ini Cara Lebaran dan Jaga Silaturahmi  #dirumahaja

this formate

Fasikitas video call yang bisa melibatkan banyak orang ( Foto: Chris Montgomery/ Unsplash.com)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tahun 2019 lalu umat Muslim di Indonesia di pekan terakhir Ramadhan disamping mempersiapkan kebutuhan Lebaran, juga di ramaikan dengan aktivitas mudik ke kampung halaman.

Namun kini di saat pandemi global COVID-19 belum dapat ditaklukan maka larangan mudik dari pemerintah dan ketatnya penjagaan di pos-pos tertentu mencegah keluarnya masyarakat, membuat ritual mudik serentak senyap meski masih ada juga yang berani melanggar.

Konon istilah mudik adalah akronim dari bahasa Jawa ‘mulih dilik’. Namun di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya ke udik. Tak salah kalau ada pendapat mengatakan istilah mudik berasal dari bahasa Betawi yang artinya ‘menuju udik; atau menuju kampung.

Soalnya jaman penjajahan Belanda dulu banyak orang dari luar Pulau Jawa merantau ke Batavia atau yang sekarang berubah nama menjadi Jakarta. Mereka akan pulang ke kampung halamannya saat Hari Raya Idul Fitri.

Dalam perkembangannya mudik menjadi sesuatu yang wajib bahkan “sakral” bagi perantau. Tidak peduli harus menghadapi kemacetan lalu lintas yang parah  terutama di jalur darat Pulau Jawa, tidak peduli harus berdesak-desakkan di terminal, di pelabuhan dan semua moda transportasi yang penting semua proses dilalui dan dinikmati demi pulang kampung.

Bukan itu saja, bagi para perantau, kegiatan mudik memiliki nilai spiritual yang tinggi sekaligus bukti berbaktinya seorang anak pada kedua orangtuanya serta didorong keinginan kuat bersilaturahmi dengan sanak saudara di kampung halaman.

Semangat menyambung ikatan silaturahmi yang renggang pun bisa direkatkan kembali dengan sanak keluarga, tetangga, atau teman yang sudah lama tidak bertemu. Fungsi sosial dari aktivitas mudik ini juga berimbas sebagai sarana berloma-lomba berbuat  kebaikan

Tidak bisa dipungkiri, mudik juga mengukir nilai ekonomi yang besar  terhadap kehidupan ekonomi masyarakat di kampung halaman. Peredaran uang pada masa mudik mencapai milyaran bahkan mungkin trilyunan rupiah.

Bukan hanya perantau dalam negeri saja yang mengirim uang ke kampung, para TKI/TKW di luar negeri pun mengirim uang ke kampung halaman untuk memenuhi kebutuhan Lebaran.

Tahun ini PP Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1441 H melalui metode hisab. Hasil yang diumumkan lewat Twitter Muhammadiyah di akun @muhammadiyah menyatakan, Idul Fitri 1 Syawal 1441 H akan jatuh pada Minggu 24 Mei 2020.

Aplikasi Likee

Lebaran kali ini memang terasa berbeda di tengah suasana pandemi virus corona atau COVID-19. Meski demikian umat Islam tetap bisa merayakan Idul Fitri 1441 H dengan keluarga dan kerabatnya tetap dari rumah.

Untuk tetap bersilaturahmi saat lebaran, ada lima aplikasi yang menawarkan layanan panggilan video (video call) gratis yakni WhatsApp, Zoom, Google, Line, dan Skype. Aplikasi Zoom banyak digunakan masyarakat yang harus Work from Home ( WfH) serta kalangan pelajar dari murid PAUD hingga mahasiswa maupun beragam komunitas yang membuat Webinar ( seminar online).

Satu lagi aplikasi yang bisa menunjang kegiatan di rumah saja saat Lebaran yaitu Likee yang dapat mendorong koneksi dan percakapan di antara pengguna melalui gamifikasi tampilan dan interaksi. 

Dibuat oleh BIGO Technology Pte. Ltd, Likee pertama kali dirilis pada Juli 2017 dan sekarang menjadi salah satu aplikasi populer di dunia dan keempat sebagai media sosial yang paling banyak diunduh  di dunia berdasarkan laporan Sensor Tower di Januari 2020. 

Aplikasi ini juga bisa untuk membuat grup chat keluarga sehingga dapat berkomunikasi dengan semua anggota keluarga secara bersamaan. Mengirimkan ucapan melalui chat merupakan cara bersilaturahmi yang paling sederhana yang bisa dilakukan secara jarak jauh.

Selain chat, melalui platform ini pengguna  juga bisa saling berbagi foto dan video kemeriahan merayakan Lebaran di rumah masing-masing ke sanak saudara lainnya serta melakukan panggilan video.

Lewat fitur video call ini pengguna bisa mengucapkan selamat Idul Fitri secara langsung agar suasana lebaran terasa lebih syahdu walaupun tidak dapat bertemu secara fisik. Bisa melihat kondisi keluarga dan saling bercanda tawa untuk mengurangi rasa rindu melalui momen kebersamaan seperti ini.

Bagi yang sudah #dirumahaja selama beberapa bulan ini dan sudah tidak bisa membendung rasa kangen dengan sanak saudara dan sahabat di luar sana, opsi satu ini pas banget untuk yang sedang dilanda kerinduan. 

Likee merupakan platform global untuk menyaksikan dan membuat video pendek. Dilengkapi dengan tool pengeditan dan pembuatan video yang menginspirasi kreativitas nyata dengan menyediakan lebih dari 1000 efek video. Pengguna bulanannya di seluruh dunia sudah mencapai lebih dari 115 juta orang.

Nah walaupun Lebaran kali ini berbeda dan harus tetap #dirumah aja, mari rayakan Lebaran tahun ini dengan bersilaturahmi ke kerabat dan sahabat dari rumah masing-masing dengan menerapkan cara-cara di atas ya.. 

 

Studi Baru Di Inggris: Puluhan Ribu Pub dan Restoran Tutup Permanen Setelah Lockdown

this formate

Ribuan pub dan restoran di Inggris kemungkinan akan tutup permanen (foto: great british mag ).

LONDON, Inggris, bisniswisata.co.id: Virus Corona ibarat bola perusak. Keganasannya telah mendorong banyak negara di dunia menerapkan kebijakan lockdown yang mengakibatkan sejumlah sektor, terutama di industri hospitaliti, terpuruk. Sebuah survei terkini di Inggris menunjukkan gambaran yang lebih suram. lebih dari 30.000 pub, bar, dan restoran kemungkinan besar akan tutup secara permanen.

Casual Dining Group  – operator sejumlah restoran favorit di Inggris, termasuk Bella Italia, Café Rouge dan Las Iguana –, misalnya menyatakan sulit memprediksi nasib 250 restorannya di tengah pembatasan yang ketat.

Kebijakan penutupan paksa ini makin memperburuk nasib bisnis yang sebelum covid-19 pun telah mengalami kesulitan. Ada sekitar 2.800 bar dan restoran di Inggris yang bertumbangan dalam 12 bulan terakhir sebelum kebijakan lockdown diberlakukan.

Lembaga pemantau pemulihan pasar CGA AlixPartners mencatat penurunan 2,4% year-on-year hingga akhir Maret lalu. Mereka memprediksi keadaan akan makin buruk meski hotel-hotel akan mulai dibuka kembali pada awal Juli mendatang.

Sebuah survei yang dilakukan AlixPartners menunjukkan bahwa para operator restoran, cafe, bar dan pub terpaksa menutup beberapa tempatnya secara permanen. Tidak seluruhnya. Jumlah penutupan berkisar antara 10 hingga 30%.

Graeme Smith, direktur pelaksana AlixPartners, seperti dilansir Guardian mengatakan: “Banyak operator telah melakukan perhitungan terhadap pembatasan jarak sosial. Kemudian mereka menyesuaikannya dengan jam operasi dan kapasitas. Bahkan ruangan pun mulai dikonfigurasi ulang. Sebagian tidak digunakan dan ditutup. Mereka pun bertanya apakah masuk akal untuk dibuka kembali, terutama dari perspektif laba. ”

Sejumlah pengelola pub telah meminta agar aturan jaga jarak 2 meter dilonggarkan. Alasannya, mereka tidak dapat mencetak untung jika beroperasi dengan aturan seperti itu. Oleh karena itu banyak dari mereka memilih untuk tidak buka kembali. 

Asosiasi Beer dan Pub Inggris mengatakan jika aturan tetap berlaku maka hanya ada satu dari lima pub yang mampu buka kembali. Mereka pun meminta agar aturan jarak social distancing diturunkan menjadi hanya 1 meter. Kalau itu diterapkan maka sebagian besar pub dapat beroperasi kembali.

Di Inggris, setidaknya ada 115.108 tempat bertemu yang sudah berlisensi. Dua pertiganya dikelola secara mandiri, sisanya milik grup usaha. Banyak dari tempat-tempat ini berlokasi di pusat perbelanjaan dan perkantoran. Hal itu mengakibatkan akan butuh waktu lebih lama untuk bangkit kembali.

 

Booming Wisata Setelah Usai Pandemi , Edukasi Warga Agar Bangga Berwisata Lokal.

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kebijakan pemerintah mengenai larangan mudik di Hari Raya Idul Fitri untuk mengurangi penyebaran virus Corona membuat industri pariwisata Prov. Lampung tak mampu menuai rejeki musiman dari kunjungan wisatawan nusantara ( wisnus) yang mudik atau sekedar transit.

Padahal dalam kondisi normal, Provinsi Lampung menjadi hub untuk para pemudik melanjutkan perjalanan lewat jalan darat ke kota-kota besar di Pulau Sumatra lainnya. Tahun 2020 ini di saat hampir seluruh negara di dunia menghadapi pandemi global COVID-19 maka larangan mudik memang terasa sangat ketat.

Sebagai info, ada tujuh titik penyekatan di Provinsi Lampung yang menghambat perjalanan pemudik nekad misalnya untuk bisa sampai ke kampung halamannya karena adanya penjagaan dimana-mana.

Ketujuh penyekatan itu adalah 1. Pos Bakau penyekatan dari/ke Pulau Jawa, Lampung Selatan. 2. Pos Pelabuhan Panjang, dari dan ke Jakarta/Semarang di Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung. 3. Pos Pelabuhan Bandar Bakau Baru dari/ke Jakarta, Lampung Selatan.

Penyekatan ke 4 atau Pos Krui dari/ke Provinsi Bengkulu, Pesisir Barat.5. Pos Sukau dari/ke Oku Selatan Sumatera Selatan, Lampung Barat. 6. Pos Way Tuba dari/ke Oku Timur Sumatera Selatan, Way Kanan dan 7. Pos Simpang Pematang dari/ke Sumatera Selatan, Mesuji.

Meski tidak bisa mudik,  Adi Susanto, CEO Adiyatama Tours & Travel yang juga ketua DPD Asita Prov. Lampung malah meminta para pemudik untuk berfikir positif saja. ” Di Lampung memang tidak ada penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Ikuti kebijakan pemerintah karena semua kebijakan untuk memutus penyebaran virus,” ungkapnya.

Berbicara sebagai nara sumber Reseller Travel Agent ( RTA) di Live Insta Story, Instagram @resellertravel Anton Thedy jelang Lebaran, pria kocak ini mengaku meski terpuruk dia tetap optimistis setelah pandemi COVID-19, wisata tetap booming.

” Saya tidak mau menyerah dengan keadaan, tak bisa jual paket wisata  maka saya sekarang  jual kurma dan minta teman-teman membeli dengan cara yang tidak biasa. Harus pakai trik dan cara halal dengan mengetuk-ngetuk hati calon pembeli. Hasilnya yang beli bisa borong antara 10 kg – 90 kg/ orang,” katanya  terkekeh 

Pentingnya Edukasi 

Dia tergolong orang yang menjalani hidup dengan pola Positive Way jadi dengan jejaring pertemanan yang luas di berbagai organisasi masyarakat maka Adi Susanto mulai mengedukasi warga Lampung untuk mengenal obyek wisata di daerahnya sendiri mulai dari 10 km hingga 20 km dari rumah tinggalnya.

” Di ibukota provinsi Bandar Lampung saja banyak obyek wisata yang mungkin warga sendiri tidak tahu jadi saya ajak masyarakat Lampung mengenali obyek wisatanya sendiri,” ungkapnya.

Lembah Hijau, obyek wisata seluas 30 ha di Bandar Lampung. ( Foto: nativeindonesia.com)

Paska pandemi global berakhir atau jika sudah ada pelonggaran maka wisatawan domestik yang akan memulai bisnis travel dan tourism di negri  ini. Untuk provinsi Lampung maka warganya sendiri yang akan memulai wisata, ujarnya.

” Saya sudah minta untuk pemulihan maka kebijakan study tour semua sekolah diprovinsi ini dilakukan di Provinsi Lampung karena kami memiliki dua kota yaitu Kota Bandar Lampung dan Kota Metro serta 13 kabupaten yang memiliki obyek wisata buatan, wisata alam, wisata bahari, budaya, kuliner dan lainnya,” kata Adi.

Dari sekian banyak pegunungan yang mengelilingi Lampung, Anak Krakatau adalah salah satu tujuan wisata yang paling sering dikunjungi oleh pendaki. Selain itu, provinsi ini juga menawarkan beragam wisata laut yang terkenal akan lokasi menyelam, seperti Pantai Ringgung, Pulau Tegal, Pahawang, Kelagian, Balak, Mahitam, dan Tanjung Putus. 

“Pulau Pahawang itu Maldivenya Lampung dan cukup menyelam setengah meter sudah jumpa dengan ikan hias Nemo yang sengaja di budidayakan dan disebar di sekitar pulau. Pengunjung per minggu dimasa normal bisa 10.000 orang  ,” jelasnya.

Tempat wisata di Lampung selanjutnya, yaitu Tanjung Liwa tempat surfing yang banyak dikunjungi wisatawan Jerman dan Australia, ada juga Teluk Kiluan, lokasinya berada persis di Kabupaten Pesawaran, Lampung. Selain menyuguhkan pemandangan laut biru yang indah, di sini juga bisa melihat langsung ikan lumba-lumba yang berenang bebas.  

” Sekitar 10 km dari rumah saya sendiri di kota Bandar Lampubg ada obyek wisata Lembah Hijau memadukan unsur rekreasi dan pemandangan alam hijau. Tempatnya pun cukup luas, mencapai 30 hektar dengan beragam wahana menarik, mulai dari wahana air, outbound hingga camping ground,” 

Pengelola membagi Taman Wisata Lembah Hijau seluas 30 hektar menjadi 2 bagian. 15 hektar untuk taman wisata dan 15 hektar berfungsi untuk taman satwa jadi banyak aktivitas yang bisa diciptakan di area ini untuk keluarga, study tour hingga outbond korporat.

Banyak orang pesimistis bisa mengemas obyek wisata lokal untuk warga lokal. Namun menurut Adi Susanto, orang yang berwisata tidak mau ribet dan aktivitas menjadi kunci utama juga sehingga turis Lampung ditawari berwisata ke Pusat Pelatihan Gajah Way Kambas akan menikmati kegembiraan.

” Kita buatkan paket mandiin gajah, main bola dengan gajah dan aktivitas lain yang ketrampilannya juga sudah dikuasai sang Gajah,” ungkapnya.

Wisata Antar Provinsi

Satu hal lainnya yang membuat pihaknya optimistis menyongsong wisata paska COVID-19 adalah dibangunnya jalan Tol Trans Sumatera sepanjang 2.974 Km, terdiri dari koridor utama 2.062 Km dan koridor pendukung 890 Km yang terus dikerjakan pemerintahan Presiden Jokowi.

” Jalan tol Palembang-Lampung sudah dibuka dan waktu Ulang tahun Asita Januari lalu anggota sudah coba. Cukup jarak tempuh 3,5- 4 jam saja dari Palembang padahal dulu butuh 12 jam loh,” kata Adi bersemangat.

Dibukanya tol Palembang- Lampung ini membawa dampak yang positif karena sebelum pandemi Adi bisa membuat paket wisata tanpa menginap bagi 850 pegawai dan keluarganya dari sebuah rumah sakit di Palembang untuk  wisata sehari di Bandar Lampung.

Terbukanya akses tol ini akan sangat berpengaruh untuk kebangkitan bisnis wisata paska pandemi COVID-19 karena wisatawan antar provinsi dari Jambi, Bengkulu sudah sempat meramaikan hotel-hotel di Bandar Lampung.

Dia optimistis, paket wisata antar provinsi ini akan membuat boom lagi kegiatan wisata karena selama ini Provinsi Lampung juga banyak menerima wisnus asal Jakarta, Bandung dan Yogya. ” Tenang saja kita punya 5000 kamar hotel dan 12 hotel berbintang. Sekarang sih 8 hotel berbintang lagi tutup sementara,” 

Adi Susanto minta kalangan industri pariwisatanya juga harus kompak dan bersatu termasuk pemprov dan pemkabnya dengan memperhatikan protokol kesehatan terutama berkaitan dengan masalah kebersihan.

” Kita ini yang dipariwisata sudah makan dengan lauk daun, jangan biarkan kami makan dengan lauk batu,” katanya kembali tertawa. 

Alhasil bincang singkatnya dengan Anton Thedy, pendiri TX Travel dengan 250 an franchise yang diikuti para praktisi travel agent dari penjuru Indonesia membawa pesan bahwa dunia belum kiamat bro! dan teruslah berfikir positif dan kreatif karena Allah SWT sayang dengan umatnya.

 

Pasar Wisata Jepang, Korea & Taiwan Diproyeksikan Lebih Cepat Pulih

this formate

Nia Niscaya ( kanan atas) saat webinar update gerakan Indonesia Bersih, Sehat, dan Aman

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Pasar Wisata Jepang, Korea Selatan dan Taiwan diproyeksikan lebih cepat pulih. Oleh karena itu Kemenparekraf   melakukan webinar series bersama lebih dari 100 pelaku industri pariwisata dari masing-masing organisasi di sana.

“Kami terus berupaya menjaga eksistensi pariwisata Indonesia di tiga negara pasar kawasan Asia Timur yaitu Jepang, Korea Selatan dan Taiwan untuk menjaga kepercayaan terhadap citra pariwisata Indonesia dengan menyampaikan kebijakan terkini dan product update pariwisata Indonesia,” kata Nia Niscaya, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf hari ini.

Rangkaian Webinar series mengambil tema berbeda. Webinar untuk pasar Korea  mengusung tema “Ultimate Experience Beyond Bali: Sumba Island”, dilanjutkan dengan pasar Jepang dengan tema “Indonesia Tourism’s Approach to the New Normal: Challenges and Opportunities” serta pasar Taiwan dijadwalkan pada 15/6/2020 bertemakan “Indonesia Tourim’s Approach to The New Normal for Taiwan Market”.

Ketiga tema webinar series tersebut dipilih sebagai langkah awal untuk tetap dapat memberikan inspirasi kepada calon wisatawan sehingga ketika destinasinya siap dan pasar sudah memperbolehkan warganya melakukan perjalanan ke luar negeri, destinasi Indonesia sudah ada di benak calon wisatawan.

Sementara kebijakan yang disampaikan dalam rangkaian webinar tersebut diantaranya mengenai gerakan Indonesia Bersih, Sehat, dan Aman (Cleanliness, Health and Safety) yang menjadi program Kemenparekraf dalam upaya mempercepat recovery pariwisata Indonesia.

Lebih lanjut Nia menjelaskan, market dari pasar short haul,  termasuk ketiga negara tersebut diproyeksi mengalami recovery pascapandemi yang lebih cepat dibanding fokus pasar (negara) lainnya.

Dari catatan yang dihimpun dari berbagai sumber, hasil statistik yang didapatkan di masing-masing pasar (update per 18 Mei 2020), Taiwan melalui situs resminya di http://www.cdc.gov.tw menyebutkan perkembangan penyebaran pandemi COVID-19 sudah mencapai 0 kasus, tidak ada kasus baru yang muncul.

Sedangkan Korea Selatan melalui situs resminya: http://www.ncov.mohw.go.kr, menyebutkan kasus positif di negaranya sejumlah 15 orang dengan penambahan jumlah kematian 1 orang. Untuk pasar Jepang melalui situs resminya http://www.covid19japan.com, menyebutkan kasus positif COVID-19 sebanyak 23 orang.

“Dengan penyampaian kebijakan terkini dan product update produk pariwisata Indonesia ke ketiga negara pasar tersebut diharapkan brand awareness pariwisata Indonesia tetap terjaga,” kata Nia Niscaya.

 

Juni, “the New Normal” TWC Borobudur Dibuka

this formate

MAGELANG, bisniswisata.co.id: Setelah ditutup lebih dari tiga (3) bulan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) akan membuka kembali operasional Taman Wisata Candi beserta fasilitasnya pada Juni 2020. Menggunakan protokol COVID-19, sesuai the new normal pariwisata.

“Berbagai persiapan telah dilakukan dengan memperbaiki dan meningkatkan standar kualitas pelayanan menuju pariwisata yang bersih, sehat, dan aman untuk menerima seluruh wisatawan yang berkunjung. Sesuai dengan arahan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
(Kemenparekraf) yang akan menerapkan program CHS (Cleanliness, Health, and Safety) di setiap destinasi pariwisata,” ungkap Edy Setijono, Direktur Utama PT TWC dalam surel yang diterima bisniswisata.co.id.

Program ini dinilai penting, karena pandemi telah mengubah perilaku manusia, masyarakat jauh lebih peduli terhadap faktor-faktor kebersihan, kesehatan, dan keamanan termasuk dalam melakukan aktivitas berwisata.

The New Normal Pariwisata yang dilakukan di destinasi TWC meliputi ketentuan sebagai berikut:
Seluruh wisatawan yang masuk harus menggunakan masker, dilakukan pengecekan suhu tubuh untuk wisatawan, melakukan visitor management yang menerapkan physical distancing, menyediakan hand washing stations tiap 100 meter, signage dan information board protocol COVID-19, menempatkan customer service, saat bertugas dan aktif mengarahkan wisatawan untuk menjalankan protokol yang sudah ditetapkan.

Untuk mengurangi interaksi antara petugas dan wisatawan, PT TWC menerapkan pembayaran
sebagian loket ticketing secara cashless di destinasi wisata kelolaannya. Selain itu sebagai upaya menjaga kenyamanan dan kebersihan lingkungan pedagang, juga diterapkan protokol COVID-19 di area pusat belanja oleh- oleh di destinasi, serta menyiapkan pelayanan kesehatan yang prima dengan tenaga dan ruang medis memadai.

Sebelum membuka secara resmi destinasi TWC pada bulan Juni ini, PT TWC akan melakukan
kegiatan pre operasional, untuk memberikan informasi terkait perubahan yang telah dilakukan di dalam kawasan destinasi.
“Dengan telah diterapkannya The New Normal Pariwisata diharapkan dapat membangun
kepercayaan wisatawan, sehingga dunia pariwisata dan perekonomian di kawasan ini dapat bangkit kembali,  meski pun kita yakin, ini tidak akan cepat kembali normal seperti sediakala, ” terang Edy Setijono, Direktur Utama.

Permintaan Makanan Halal di Indonesia Naik di Tengah Pandemi  

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Permintaan makanan Halal meningkat di Indonesia karena masyarakat cenderung menerapkan makanan sehat sesuai ajaran agama di tengah pandemi COVID-19, ungkap satu laporan.

Inventure Knowledge, perusahaan konsultan dan riset lokal mengungkapkan bahwa keprihatinan atas risiko COVID-19 telah memberikan kontribusi pada peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengkonsumsi makanan halal dan higienis seperti dikutip dari Jakarta Post

 Virus Sars dan COVID-19 diyakini berasal dari pasar basah Wuhan , China. Sejak menjadi pandemi negara ktu melarang perdagangan satwa liar untuk dikonsumsi. “Konsumen menjadi semakin sadar bahwa makanan non-halal dan makanan yang tidak diolah secara higienis memiliki potensi besar untuk menimbulkan penyakit seperti yang kita lihat hari ini,” ungkap laporan synonymizing halal dengan makanan sehat dan higienis.

Laporan ini mendukung temuan oleh McKinsey & Company, yang menunjukkan perubahan perilaku konsumen yang lebih memilih makanan sehat dari sumber lokal berdasarkan laporan April 2020 mengenai tinjauan makanan ritel di Asia setelah merebaknya COVID-19 

Namun sebelum makanan halal mendapatkan popularitas karena meningkatnya keprihatinan kebersihan, laporan tentang ekonomi halal global dan domestik menunjukkan bahwa industri ini  telah berkembang selama bertahun-tahun.

Sedikitnya 1,8 milyar konsumen Muslim di dunia menghabiskan sekitar US $2,2 triliun pada  2018 di sektor yang berbeda-beda  dari ekonomi halal  yang menunjukkan adanya pertumbuhan 5,2 persen dari tahun ke tahun. 

Secara keseluruhan ekonomi halal diproyeksikan akan bernilai US $3,2 milyar pada 2024, berdasarkan laporan 2019 perekonperan Islam global yang dihasilkan oleh DinarStandard, sebuah perusahaan konsultan dan riset.

Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center,  Sapta Nirwandar  dalam sebuah webinar pada 24 April lalu mengungkapkan  bahwa konsumen Muslim Indonesia menghabiskan sekitar $218,8 miliar  di seluruh sektor inti dari ekonomi halal di 2017 dan bahwa angka tersebut diperkirakan naik menjadi US$330, 5 miliar pada tahun 2025. 

Sektor makanan dan minuman akan melihat pertumbuhan terbesar dalam nilai sebagai pengeluaran di sektor ini dan diperkirakan mencapai US $247,8 miliar pada tahun itu atau naik dari US $170,2 milyar dibandingkan tahun 2017.  “Ini adalah proyeksi pra-COVID-19,” kata Sapta mengklarifikasi.

Perekonomian dari bisnis halal secara keseluruhan akan terkena dampak karena penurunan daya beli.  Namun, ia mengatakan bahwa sektor makanan halal di antara mereka yang paling tidak terpengaruh oleh krisis kesehatan, bersama dengan sektor media halal farmasi dan halal.

Di sisi lain, perjalanan halal, kosmetik halal, dan busana sederhana akan sangat terpengaruh, katanya, karena orang  memotong pengeluaran yang tidak penting. Tren ini tidak hanya terlihat di Indonesia, karena negara lain juga telah mencatat lonjakan permintaan untuk makanan halal.  

Komite pemantau halal Inggris (HMC), badan sertifikasi halal, melaporkan peningkatan permintaan daging Halal yang signifikan akibat wabah tersebut. Dengan wabah COVID-19 baru-baru ini, permintaan daging Halal meningkat. 

Soalnya pelanggan yang biasanya beli rata-rata misalnya, 1 kg setiap minggu, mereka lalu meminta hingga 10 kali lebih banyak dalam kunjungan yang sama, sehingga sempat menimbulkan  ketegangan di pasar untuk memenuhi meningkatnya permintaan,  ungkap HMC dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada 31 Maret lalu.

Meskipun Indonesia memiliki perkembangan ekonomi halal yang stabil dan tahun 2019 menduduki lima besar ekonomi halal dunia menurut indikator ekonomi Islam Global, tapi RI belum mendapat keuntungan dari posisinya itu.

Seperti yang dilaporkan oleh Dinarstandard, peringkat Indonesia yang pertama adalah pengeluaran untuk  makanan halal yang  jumlahnya sebesar US $ 173 miliar pada tahun 2018, secara signifikan pengeluarannya melebihi Turki yang hanya mencapai US  $ 135 miliar pada tahun yang sama.

Namun, Indonesia tidak menduduki ranking satu diantara lima negara teratas untuk besarnya ekspor diantara negara anggota Organization of Islamic Cooperation yaitu Brazil, Australia, Sudan, Turki.

Laporan ini juga menunjukkan bahwa bumbu halal, daging halal, tekhnologi makanan halal,  makanan berbasis daging serta makanan ringan adalah produk-produk yang prospek pertumbuhannya besar di tahun 2020 dan menekankan ada peluang bisnis ke ranah makanan halal.

Dengan wabah pandemi global saat ini, orang-orang ingin meningkatkan kekebalan tubuh mereka melalui makan yang sehat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan pernyataan bahwa mengkonsumsi  makanan sehat lebih baik daripada mengkonsumsi alkohol karena melemahkan sistem kekebalan.

“Ini mencerminkan thoyiban berdasarkan prinsip Islam dan hal ini  Ini secara tidak langsung mempromosikan makanan  halal food,” kata Sapta 

 

Paska COVID-19 Berakhir, Perbankan China Malah Kembangkan Bank Syariah

this formate

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id: Sitem Keuangan Islam ( syariah)  tumbuh di China setelah pandemi COVID-19 berakhir. Tahun ini pertumbuhan PDB Cina habya 2,5%, terendah selama 44 tahun terakhir di negara yang perekonomiannya terbesar nomor dua di dunia.

China juga dikenal sebagai hub dunia manufaktur utama di dunia sehingga rendahnya pertunbuhan ekonomi ini membuat para pembuat kebijakan di negara tirai bambu itu berencana untuk rebound di berbagai sektor ekonomi setelah pandemi.

Salah satu sektor yang sibuk dengan kegiatan adalah sistem keuangan Islam yang telah tumbuh dalam kepentingan di China sejak negara ini memulai multi-dekade Mega-investasi dan pengembangan program dari New Silk Road.  Hal ini secara resmi dikenal sebagai Belt and Road Initiative (BRI)

Fakta bahwa China mulai mengejar proyek BRI di Asia Tengah dan Barat yang berurusan dengan banyak negara mayoritas Muslim.  27 dari 65 negara yang telah bergabung dengan BRI adalah negara mayoritas Muslim.

 Hal ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan sektor keuangan syariah di Timur Tengah dan Afrika setelah pandemi COVID-19 berakhir.

“Beberapa proyek Belt and Road Initiative ( BRI) akan melalui sistem keuangan Islam karena itu kemungkinan besar akan dibiayai sesuai kerentuan syariah”  kata Mohamed Damak, Global Gead of Islamic Finance di S&P Global Ratings yang menyatakan analisanya soal ambisi China itu seperti dikutip dari halaltimes.com

BRI, yang diluncurkan oleh Presiden Cina Xi Jinping pada 2013, adalah salah satu proyek infrastruktur dan investasi terbesar dalam sejarah keuangan melibatkan sekitar 70 negara, serta 65% dari populasi dunia dan 40% dari PDB global.  

Pemerintah China mengatakan  siap untuk menghabiskan hampir $150 triliun dalam setahun bersama-sama dengan negara yang telah bergabung dalam program inisiatif BRI itu.

 Melakukan ekspansi di Asia Tengah dan Barat serta akhirnya ke Timur Tengah, BRI memimpin melalui banyak kegiatan ekonomi dan yurisdiksi Islam yang memiliki basis besar konsumen Muslim.

Hal ini jelas menguntungkan bagi sektor ekonomi Islam, yaitu keuangan Islam, dan perdagangan halal, untuk bergabung dan berkontribusi pada BRI. Apalagi di dalamnya sudah ada sejumlah lembaga keuangan Islam, dimulai dengan Islamic Development Bank yang bekerjasama dengan China Asian Infrastructure Investment Bank.

Bank ini  yang mendominasi  pembiayaan infrastruktur berbasis syariah untuk BRI. Ada juga The Industrial and Commercial Bank of China ( ICBC) yang terbuka dengan sistem syariah untuk pembiayaan BRI.

Sementara Qatar National Bank dan Qatar International Islamic Bank bermitra perusahaan sekuritas  berbasis di Chongqing untuk menyerap pasar modal dari negara Gulf Cooperation Council (GCC) untuk investasi BRI yang sesuai dengan Syariah.

Pemain utama lainnya, konglomerat industri China Hainan Group, telah mengeluarkan pinjaman Islami mulai dari 2015.  Ini menjadi perusahaan pertama di daratan China untuk mendapatkan pembiayaan melalui keuangan Syariah, dengan fokus awal pada pendanaan untuk segmen Maritim BRI.

Dengan demikian keuangan Islam telah menjadi elemen penting untuk implementasi dari BRI, dan perbankan Islam terutama dari Asia Tengah dan Asia Tengah telah melakukan investasi tidak hanya di BRI, tetapi juga di China secara langsung setelah negara ini mulai mengubah aturan Islam di negara sendiri.

Hal ini merupakan langkah besar setelah kepentingan keuangan Islam di China tumbuh paska krisis keuangan 2008, yang memicu perdebatan di China atas kemenanganan sistem keuangan Islam, baik secara privat atau institusional.

Sementara sebagian besar aktivitas Islam China saat ini terfokus pada investasi proyek di luar negeri, ada juga perkembangan sektor dalam negeri sendiri, meskipun perkembangannya lebih lambat.

Tahun lalu, sebuah perusahaan properti yaitu  China Country Garden mengumumkan rencana untuk mengeluarkan  medium Sukuk melalui anak perusahaan di Malaysia. Diharapkan bahwa Shanghai akan menjadi salah satu pusat keuangan terbesar di dunia.

 

Yuk Ikuti Panduan Belanja di Era New Normal 

this formate

Kawasan belanja La Valle Village di kota Mode Paris sebelum diberlakukan social distancing akibat pandemi global COVID-19. ( Foto: Hilda Ansariah Sabri)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Viral warga berbelanja di berbagai daerah di tanah air dan melanggar pembatasan sosial berskala besar (PSBB) terjadi jelang Lebaran. Keadaan seperti ini tentu tidak bisa disamakan dengan keadaan biasa mengingat lebaran pada tahun 2020 ini sedang mengalami masa pandemi global COVID-19

Meski masyarakat dibatasi aktivitasnya serta diimbau mengurangi kegiatan di luar rumah, namun Lebaran jadi tradisi yang sudah melekat di masyarakat dari generasi ke generasi.

Silaturahmi dengan mudik, berbelanja sandang baru, dan menyiapkan aneka hidangan khas jika tidak dilakukan rupanya membuat masyarakat akan merasa kehilangan makna atau esensi dari Hari Raya Idul Fitri.

Berbelanja di mall hingga pasar tumpah bukan saja menyebabkan kerumunan yang membahayakan   tertular virus tapi juga dianggap netizen ‘menyakiti hati’ masyarakat yang akibat pandemi banyak kehilangan penghasilan bahkan susah makan.

Lain di Indonesia, lain pula di dunia. Saat pandemi global masih terus berlangsung seperti saat ini, lima panduan berbelanja sudah dikeluarkan organisasi dunia World Travel & Tourism Council ( WTTC) agar masyarakat lebih bijak dalam mengambil keputusan dan para pengelola tempat perbelanjaan juga melakukan prosedur kesehatan.

Maklum wisata belanja jadi andalan berbagai negara dunia. Biasanya ada tempat khusus belanja yang dibuat seperti ‘perkampungan’ atau village khusus untuk berburu produk garment branded dari seluruh dunia.

Bandung, misalnya, dari dulu terkenal dengan kawasan outlet factory belanja karena menyuguhkan kualitas bahan dengan harga bersahabat. Disamping juga menjadi tujuan wisata kuliner terutama bagi kalangan milenial.

Nah di Paris misalnya selain dikenal sebagai pusat mode dunia juga menjadi surga belanja khususnya untuk pecinta barang branded. Butik high brand bisa ditemukan dengan mudah di sini.

Salah satu factory outlet yang cukup populer adalah La Valle Village yang berada di 3 Cous de la Garonne, 77700 Serris, Prancis. Di kawasan belanja itu, semua barang mendapat diskon mulai dari 10% sampai 50%.

Lokasinya sejalur menuju Disneyland Paris. Jadi tidak heran seperti bola dunia yang dihuni beragam etnis manusia maka wisatawan mancanegara dari lima benua bisa kita jumpai di La Valle Village terutama dari kawasan Timur Tengah yang suka memborong hampir semua isi toko.

Soalnya meski dengan budget terbatas namun tetap ingin berbelanja barang branded masih bisa dilakukan di kawasan khusus factory outlet ini. Barang branded yang dijual di La Valle Village juga berharga miring. Memang bukan produk keluaran baru, melainkan dari musim yang sudah lewat dan yang ditawarkan di sini tetap dalam keadaan baik.

Nah WTTC memberikan panduan untuk tempat semacam outlet factory  itu. Paling tidak ada lima langkah utama yang perlu diterapkan jika virus Corona, sang aktor utama pandemi global saat ini sudah tidak ‘traveling’ lagi ke seluruh dunia. Berikut diantaranya adalah : 

1.Mulai operasional

Ketika aktivitas belanja kembali mulai para tenant harus memastikan mereka memiliki:

* Protokol operasional yang memastikan keselarasan dengan pedoman pemerintah daerah dan otoritas kesehatan.

  • Karyawan menangani operasional toko secara bertanggung jawab
  • Latih kembali tim mereka, sebelum  buka kembali pada praktik baru ( New Normal) yang harus mematuhi jarak sosial, termal pemindaian, dan persyaratan masker wajah untuk semua staf yang menghadapi tamu.
  • Cek ulang tata ruang kerja untuk menerapkan jarak sosial termasuk penutupan sementara fasilitas kantor dan area terbuka untuk menghindari kerumunan.
  • Jika memungkinkan, beri ventilasi kantor melalui jendela terbuka untuk udara segar masuk dan memastikan sistem pendingin mensirkulasi udara dengan kualitas baik.
  • Menciptakan protokol untuk para tenant seperti mentaati jam operasional,  jam pengiriman barang, pengemasan, pembuangan sampah, pemindahan barang ke lantai toko, penyimpanan produk, persyaratan jarak sosial, kamar pas, pembersihan ruangan dan sanitasi. Merubah tanda terima digital, bukan kertas.
  • Memberikan pelatihan pra-pembukaan untuk karyawan ( staf) tentang keterampilan menjual dalam realitas baru yaitu jaga  jarak sosial.
  • Mengembangkan protokol untuk outlet F&B (restoran, kafe termasuk gerobak makanan keliling) mengontrol  rantai pasokan, penanganan makanan dan persiapan, menjaga jarak tempat duduk, peningkatan kebersihan, manajemen antrian dan digitalisasi menu.
  • Mengimplementasikan protokol back of house untuk menjaga jarak sosial, meningkatkan frekuensi pengelolaan limbah, dan kembali

membersihkan toko/ outlet secara mendalam dan menyediakan ruangan bagi semua mitra untuk menjalani pemindaian termal.

  • Menyelaraskan protokol baru dengan semua mitra dan pemasok pihak ketiga.
  • Berhubungan dengan mitra perjalanan dan transportasi setempat untuk mempromosikan kebutuhan ruang yang memadai untuk menghindari kerumunan mengingat pengunjung kebanyakan para turis.
  1. Memastikan pengalaman belanja yang aman dan bertanggung jawab

*Kegiatan belanja harus memberikan pengalaman yang aman dan terjamin bagi karyawan maupun pengunjung

sehingga sanitasi menjadi perhatian utama. Staf kebersihan meningkatkan kebersihan yang berkaitan dengan kamar kecil, ruang fasilitas ganti bayi, ruang menyusui dsn lainnya.

  • Dalam lingkup sanitasi dan kebersihan, sediakan 70% alkohol untuk dispenser pembersih tangan di kamar mandi, dekat pintu masuk dan pintu keluar secara berkala.
  • Memperkenalkan prosedur pemindaian termal, jarak sosial, serta manajemen antrian:

 o Pantau bahwa masker wajah dikenakan di dalam gedung, jika diminta oleh peraturan pemerintah setempat.

 o Pasang penanda jarak sosial visual di lantai untuk membantu pengunjung mematuhi protokol

 o Memantau dengan cermat jumlah tamu dalam ruangan untuk memastikan bahwa jarak aman dapat diamati dengan nyaman

 o Mengelola jumlah tamu dalam satu butik, restoran, atau area tertentu dan menerapkan antrian yang mendukung persyaratan jarak sosial

 o Optimalkan parkir mobil untuk mencegah kepadatan

 o Pertimbangkan untuk menyediakan sarung tangan sekali pakai untuk para tamu yang menggunakan titik pengisian charger listrik untuk HP misalnya dan sanitasi secara teratur

 o Meminimalkan kontak sentuh dengan mendigitalkan layanan tamu seperti peta digital, manajemen antrian digital, e-menu,  belanja virtual pribadi, virtual shopping, menyediakan WIFI gratis untuk mendorong penggunaan layanan digital.

 3. Membangun kepercayaan

  • Membuat kode perilaku tamu/ pengunjung seperti  pakai masker wajah, panduan tentang kebersihan tangan,  prosedur jaga jarak.
  • Menerbitkan panduan yang jelas dan pengiriman pesan yang konsisten pada protokol baru melalui saluran  situs web, aplikasi, media  sosial, email langsung dan juga melalui saluran para mitra sehingga sudah siap sebelum berkunjung 
  • Melatih karyawan untuk menjawab pertanyaan tamu terkait dengan protokol baru dan merespons dengan benar dan bertanggung jawab.
  • Menyediakan komunikasi yang konsisten kepada pemasok, mitra, dan klien pihak ketiga.
  • Menyediakan pesan konsisten yang jelas ke media.
  • Bekerja dengan mitra sektor publik, seperti pemerintah daerah dan otoritas pariwisata, untuk menjelaskan protokol baru.
  1. Inovasi  terintegrasi 
  • Mempercepat pemulihan operasional melalui integrasi teknologi untuk menyediakan layanan digital.
  1. Menerapkan kebijakan

 Wisata belanja dan ritel jadi aktivitas yang disukai wisatawan karena itu pemerintah agar meningkatkan promosi wisata untuk mendorong permintaan baik domestik maupun internasional.

  • Memberikan bantuan keuangan kepada sektor pariwisata ini melalui pengurangan pajak dan retribusi untuk merangsang permintaan.
  • Menciptakan insentif untuk mempromosikan pariwisata serta insentif pajak.
  • Menerapkan langkah-langkah fasilitasi visa, membuat visa lebih terjangkau dan lebih mudah untuk didapatkan.
  • Melaksanakan langkah-langkah transportasi umum ke dan dari tujuan yang mengamati jarak sosial.

 

Dompet Dhuafa dan PWI Pusat Bantu Wartawan Terdampak COVID-19

this formate

Penyerahan bantuan di Kantor Dompet Dhuafa,Jakarta Selatan

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Krisis ekonomi akibat Pandemi Covid-19, telah menyentuh semua lapisan masyarakat, tidak terkecuali masyarakat pers yang masih bekerja di perusahaan media, maupun yang sudah purnakarya.

Hal Ini membuat pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bekerja sama dengan Dompet Dhuafa  menyalurkan bantuan bahan pangan kepada masyarakat pers di lingkungan PWI dan Kerja sama dilakukan di Kantor Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan

Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari hadir memberikan secara simbolis bantuan kepada Wartawan Senior di dampingi Ketua PWI Peduli M Nasir, Humas Mercys Charles Loho dan Ketua PWI Jaya Sayid Iskandarsyah. Sementara dari hadir Pendiri Dompet Dhuafa Parni Hadi yang juga sebagai Inisiator, dan Nasyid Majidi Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa.

Atal S Depari Mengatakan banyak wartawan yang sudah tidak bekerja, karena kondisi perusahaannya terdampak Covid-19. Belum lagi wartawan senior yang sudah lama pensiun. “Semua ini terkena imbas Pandemi COVID-19. Padahal mereka itu merupakan sumber daya yang sangat handal dalam dunia pers “ ujarnya.

Para wartawan yang masih aktif, yang sudah pensiun, ataupun keluarganya yang selama ini mendukungnya, telah turut andil dalam pembangunan demokrasi bangsa melalui pemberitaan-pemberitaan media massa. Ini tidak bisa dipungkiri kerena pers adalah salah satu pilar demokrasi.

Saat ini jumlah wartawan aktif yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia, dan tersebar di seluruh Indonesia berjumlah 16.000 orang dimana sebagian mereka terdampak pandemi COVID-19.

“Terima kasih kepada jajaran pimpinan Dompet Dhuafa yang telah bersedia bekerja sama dalam berbagi untuk yang membutuhkan,” kata Atal.

Massive Bekali Animator Lokal Pelatihan Daring Tingkatkan Kualitas Karya

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI) menggelar Massive (Master Class Creativepreneur), sebuah program pendampingan dan pelatihan bagi animator lokal untuk mengembangkan kualitas karya mereka

Kegiatan yang digelar bekerjasama dengan  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini untuk bisa meningkatkan kualitas produksi animasi terutama bagi pelaku kreatif yang bekerja dari rumah,” kata Josua Simanjuntak, Plt. Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, hari ini.

Industri animasi merupakan salah satu industri ekonomi kreatif yang terdampak pandemi COVID-19. Pelaku industri animasi yang masih kecil masih bisa melakukan pekerjaan dari rumah, namun tentu kualitas yang dihasilkan akan sangat terbatas. Oleh karena itu, perlu ada pelatihan dan pendidikan untuk bisa meningkatkan kualitas produksi animasi terutama bagi pelaku kreatif yang bekerja dari rumah, kata Josua

Pihaknya memberikan kesempatan bagi 50 animator lokal yang ingin mengembangkan kualitas produk animasi. Mereka akan mendapat pembelajaran dari delapan narasumber yang ahli di bidangnya dengan berbagai materi pembelajaran yang terbagi dalam tujuh sesi.

Ketujuh sesi tersebut diantaranya business insight, sesi diskusi yang menghadirkan pihak bisnis legal, asosiasi, pelaku skala internasional untuk berdiskusi tentang aspek bisnis dan legal yang harus diketahui pelaku animasi.

Selanjutnya sesi Story That Sells, sesi yang menghadirkan sutradara dan penulis cerita/naskah untuk membahas aspek penting dalam sebuah cerita, kemudian sesi Creating a Character Driven Story  yang akan membahas proses pengembangan ide, karakter, dan cerita secara keseluruhan dengan market insight

Selain itu juga ada sesi Character Design yang akan membahas proses pengembangan disain/visual karakter dan lainnya. “Melalui kegiatan ini diharapkan dapat dikembangkan produk kreatif dalam industri animasi serta peningkatan kapasitas pelaku kreatif industri animasi dalam bidang entrepreneurship,” kata Josua.

Selain itu juga untuk menumbuhkan pelaku kreatif baru dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi industri animasi dan pengembangan. Kegiatan yang berlangsung secara daring mulai hari ini hingga tiga hari ke depan itu juga akan menghadirkan sharing dari dua orang perwakilan delegasi Indonesia di ajang Asian Animation Summit (AAS) 2019.

Direktur Industri Film, TV, dan Animasi Kemenparekraf/Baparekraf, Syaifullah, mengatakan AAS merupakan ajang bergengsi untuk subsektor animasi yang menampilkan proyek animasi terkuat di Asia sekaligus juga dihadiri investor.

Indonesia direncanakan akan menjadi tuan rumah AAS 2020 dan 2021, tepatnya akan berlangsung di Bali. “Oleh karena itu, penyelenggaraan Massive merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Direktorat Industri Kreatif Film, Televisi dan Animasi untuk mempersiapkan para animator lokal untuk mengikuti ajang Asian Animation Summit (AAS), terutama dari sisi teknis untuk meningkatkan kualitas produk animasi,” kata Syaifullah.