PRETORIA, Afsel, bisniswisata.co.id: Di tengah pandemi global COVID-19, warga Indonesia di Afrika Selatan tetap menjaga persahabatan dan persaudaraan dengan Halal Bi Halal virtual dengan diisi ceramah agama, ungkap rilisnya hari ini.
Kedutaan Besar Indonesia di Pretoria menyelenggarakan acara pertemuan virtual antara masyarakat yang dipimpin oleh Duta Besar Indonesia di Pretoria, Salman Al Farisi, dalam perayaan Idul Fitri 1441H.
Acara ini disemarakkan oleh dakwah Al Ustad Mhd. Jabbal Alamsyah Nasution, Direktur Pusat Studi Mawarith, Universitas Darussalam Gontor, Jawa Timur, yang membahas berkah dari persahabatan dan persaudaraan.
Kegiatan silaturahmi ini diikuti oleh warga negara Indonesia yang tinggal di Afrika Selatan dan tiga negara lainnya yaitu Botswana, Lesotho dan Eswatini.
“Saya berharap kita melaksanakan doa-doa dengan lebih khusyuk di rumah-rumah dan terus bekerja dan melakukan tugas-tugas kita sebaik-baiknya. Insya Allah, dengan niat baik dan upaya, kami akan lebih produktif dan terus memberi manfaat bagi masyarakat “, kata Dubes Salman Al Farisi, kemarin.
Selama wabah, Kedutaan Besar Indonesia di Pretoria tetap hadir untuk melaksanakan tugas-tugas Misi Indonesia di luar negeri dengan memperhatikan situasi dan kondisi setempat. Mengikuti prioritas Jakarta saat ini untuk melindungi warga negara Indonesia, mengemban Misi Indonesia di luar negeri, termasuk mengatur kegiatan yang lebih selektif di Kedutaan Besar Indonesia di Pretoria.
Kedutaan Besar Indonesia di Pretoria telah memfasilitasi pemulangan 27 warga negara Indonesia dari Afrika Selatan untuk kembali ke Indonesia dan mendistribusikan bantuan kebutuhan dasar kepada penduduk di area wilayah kerja.
Di sektor ekonomi, Kedutaan Besar Indonesia di Pretoria terus melakukan tugas untuk meminimalkan dampak pandemi terhadap negara.Mendukung sektor bisnis, termasuk BUMN, untuk terus berkembang ke Afrika Sub-Sahara melalui, antara lain, menyediakan informasi dan data pendukung.
Selain itu, Duta Besar Indonesia di Pretoria juga aktif untuk terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari diskusi dengan universitas dan komunitas Islam hingga wawancara dengan media massa dan pemberi pengaruh media sosial tentang pembaruan terkini dari Afrika Selatan.
Afrika Selatan telah menerapkan penguncian nasional yang ketat sejak 26 Maret 2020 dan terus dievaluasi secara bertahap. Sekitar 500 orang Indonesia yang tinggal di Afrika Selatan, Botswana, Lesotho dan Eswatini adalah pelajar, ibu rumah tangga dan pekerja profesional.
Dari pemantauan Kedutaan Besar Indonesia di Pretoria dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Cape Town, hingga saat ini, semua warga negara Indonesia telah diamati dalam kesehatan yang baik tanpa laporan COVID-19 yang positif.
AMMAN, Yordania, bisniswisata.co.id: Takjub melihat kota yang bangunannya terbuat dari batu dan berada di dinding tebing, begitulah reaksi rombongan saya ketika tiba di Petra sehingga untuk sejenak kami hanya terdiam membisu.
Meski dalam hati bertahmid, menyerukan pujian hanya untuk Allah sebagai ungkapan rasa syukur seorang muslim atas karunia Allah.
Allah yang Maha Kuasa untuk kesekian kali memperlihatkan ke-Maha Pencipta-nya. Tak ada yang mustahil bagi-Nya. Batu-batu raksasa, berbagai bentuk, warna, guratan dan ukuran seakan terhampar begitu saja. Namun, bagi saya, tetap saja mengherankan, mengagumkan. Masya Allah.
Ditambah bangunan dan pilar-pilar tinggi yang dipahat dari batu, oleh tangan-tangan trampil ribuan tahun lalu . Wooww sepatutnya kalau semua itu membuatnya jadi satu dari tujuh keajaiban dunia. Obyek turis yang “wajib dikunjungi walau sekali seumur hidup.”
Bisa dibilang, kota yang satu ini adalah ikon pariwisata Yordania. Petra yang mempesona, sangat sulit digambarkan dengan kata-kata saking indah dan menakjubkan kota tersebut. Pahatan dinding-dinding batunya merupakan perpaduan gaya Yunani kuno dengan Asia.
Petra termasuk dalam sebuah situs arkeologi yang juga merupakan sebuah kota yang cara pembuatannya dengan memahat dinding-dinding batu yang ada di Yordania. Nama Petra sendiri asalnya dari bahasa Yunani yang memiliki arti batu. Inilah sebagai simbol perlindungan dan tekhnik.
Perlu waktu 12 jam: 8 jam pulang pergi dari-ke Amman plus makan siang dan shalat) serta 4 jam menikmati kompleks Petra yang luas. Kalau mau puas, katanya harus tiga hari di tempat itu karena banyak yang perlu dilihat dan dinikmati.
Empat jam memang kurang, lantaran cuma sampai di al-Khazneh (the Treasury) bangunan tinggi 42 m dua lantai, berpilar kokoh, sekitar 2,5 km dari pintu gerbang. Bangunan indah itu, pernah jadi setting film Indiana Jones dan memang paling cantik dan utuh.
Struktur paling populer bernama Al Khazneh ini disebut-sebut pada masanya merupakan bunker akan tetapi versi lain menyebutkan bangunan ini pernah dipakai untuk gudang harta.
Nah, saat mengunjungi tempat ini, pastikan juga mengunjungi kawasan utama tempat wisata ini, yang bernama The Monastery. Untuk mencapainya butuh perjuangan, karena perlu melewati setidaknya 800 langkah di jalan bebatuan yang menanjak.
Namun, begitu sampai di The Monastery ini, perjuangan akan terbayar mengingat luar biasanya monumen ini. Bahkan, monumen ini telah muncul di film Indiana Jones yang berjudul Indiana Jones and the Last Crusade.
Awalnya adalah makam raja Nabatean pada 100 SM, lantas berubah jadi tempat pemujaan. Petra (al-Bitra, Batu) merupakan kota di Wadi Araba. Ada amphi teater berkapasitas 4.000 orang. Sistem irigasinya, bersama pompa hidroliknya, konon paling modern di zamannya.
Petra, ibukota kerajaan Nabatean, didirikan pada 9 SM hingga 49 M oleh Raja Aretas IV, sebagai kota yang sukar ditembus musuh dan aman dari bencana alam. Di masa jayanya, kota itu dihuni lebih 30.000 orang yang tinggal di rumah-rumah batu. Kota pusat perdagangan tersebut berulang kali jadi rebutan penguasa berbagai negeri sehingga akhirnya melemah perannya.
Silih bergantinya peperangan yang merusak, ditambah dengan gempa bumi dan badai pasir, membuat Petra ditinggalkan. Akhirnya hilang, tertimbun ke dalam tanah selama 500 tahun. The Lost City itu akhirnya ditemukan pada 1812 oleh petualang muda Swiss, Johann Ludwig Burckhartd, lulusan dua universitas di Jerman.
“Sebuah mouseleum kosong terlihat. Suasana dan keindahan yang sengaja dibangun untuk memberikan impresi yang menggetarkan bagi pejalan yang tiba sesudah menyusuri sebuah lembah yang dalam dan temaram,” tulis Burckhardt dalam bukunya Travels in Syria and the Holy Land.
Petualang sejati itu belajar bahasa Arab, berpakaian muslim, bisa shalat agar memudahkannya bergaul dengan orang lokal. Burckhardt pula yang menemukan kuil Abu Simbel yang terkubur di Mesir.
Berkali-kali dirampok, keliling ke berbagai negeri, lalu tinggal di Mekah, naik haji, ke Madinah. Penjelajah muda itu meninggal pada 1817 di usia 33 tahun dan dimakamkan dengan nama Islam di nisannya: Syeikh Ibrahim bin Abdallah.
“Petualangan” kami hari itu tidak seperti Burckhardt karena kami langsung mengawali dari pintu gerbang, beli tiket 50 dinar (lk Rp 1 juta), lalu jalan kaki menyusuri jalan pasir batu yang masih lebar.
Batu-batu besar di kanan kiri jalan. Sesekali orang berkuda dan naik delman lewat. Decak kagum mulai muncul, melihat banyak batu besar yang beragam, yang di dalamnya berisi kuburan. Turis asing dari banyak negara sudah tak terhitung jumlahnya berfoto.
Seolah-olah tidak ada background foto yang jelek. Sukar untuk diungkap dengan kata-kata. Lebih gampang dengan serial foto dan video. Melewati gang yang menyempit, al Siq, sepanjang 1,2 km, batu-batu makin tinggi, makin besar, berwarna, nyaris bersinggungan di bagian atasnya. Benar-benar impresif: menggetarkan. Saya meraba-raba batu, benda mati itu. Ciptaan-Mu. Allahuakbar.
Dari balik batu raksasa yang menyempit, tampak sesuatu yang ditunggu-tunggu: The Treasury, bangunan megah berwarna agak pink. Itulah tujuan utama para turis segala bangsa. Ikon Jordan yang sangat dikenal di seluruh dunia.
Tiba di lapangan terbuka yang luas, fasad bangunan dua lantai berpilar enam kokoh, mirip gedung gaya Romawi Kuno, makin menonjol diapit batu raksasa di kiri kanannya dan terbayar sudah keletihan itu.
Kami beruntung sekali bisa memandangnya sepuas hati, berfoto dan mengamati pemandangan sekitar. Minum kopi sambil menerawang sungguh mengasyikkan dengan berbagai pertanyaan di kepala seperti berapa jumlah pemahat kuno hingga selesai memahatnya.? Siapa arsiteknya.?
Penulis bersandar di Batu Petra, keindahan Muscat, ibukota Oman, Muttrah Souk, pasar souvenir dan mengabadikan momen di kota batu Petra bersama istri tercinta. ( Foto: Nur Hidayat)
City tour dengan angkot
Dari Petra kami menuju Muscat, ibukota Oman karena penerbangan pulang ke tanah air memang dari kota ini setelah melakukan wisata religi mulai dari Mesir, Palestina, Israel, Jordan dan berakhir di Oman.
Kota Muscat sendiri bersebrangan langsung dengan Teluk Oman, sehingga terdapat pantai di kota tersebut. Wisatawan dapat menikmati pantai Al-Qorum yang memiliki pemandangan yang cukup indah.
Oman merupakan negara Kesultanan yang juga memiliki Istana untuk para Sultannya singgah. Salah satu Istananya adalah Al-Alam Palace yang merupakan Istana tempat seremonial Sultan Qaboos. Tempat ini juga dijadikan destinasi yang wajib dikunjungi oleh wisatawan untuk berfoto ria.
Tempat wisata yang paling terkenal di Muscat adalah Sultan Qaboos Grand Mosque yang merupakan salah satu masjid terbesar dan masjid utama Kesultanan Oman. Bangunan yang luas dan megah serta desain interior yang mewah merupakan highlight utama dari masjid tersebut.
Objek wisata yang juga menarik untuk dikunjungi adalah kota tua Muscat. Disana terdapat Muttrah Corniche, yaitu merupakan kawasan pinggir pantai yang biasanya terdapat di kawasan negara teluk. Wisatawan dapat menikmati angin sepoi-sepoi sambil melihat kapal bersandar. Pemandangan indah baik di siang maupun malam hari ketika banyak lampu-lampu menyala.
Bagi yang ingin membeli oleh-oleh khas Oman dapat mengunjungi pasar tradisional di Muttrah Souq, yang lokasinya bersebrangan dengan Muttrah Corniche. Di sana terdapat banyak sekali barang-barang unik khas Oman dan tentunya harga dapat ditawar.
Di Muscat kami ditawari ikut city tour untuk mengisi waktu menjelang take off nya pesawat kami ke Jakarta jam 02.30 dan membayar US$10 dollar/orang. Hari terakhir Itu menjadi city tour paling aneh yang pernah saya ikuti alias Silent City Tour, mobilnya juga sejenis angkutan kota setempat.
Soalnya tidak ada penjelasan tentang apa yang kami lihat selama perjalanan di kota tersebut. Pemandunya memang tidak ada. dan sopir hanya ngomong satu dua kata kalau ditanya. Maka, para penumpang, lebih dari 20 orang, berubah jadi guide amatir.
Ada saja yang sok menjelaskan ini-itu, padahal tidak mengerti. Tak apa. Itu memang cuma lucu-lucuan, yang membikin kami ngakak. Kayak di panggung Srimulat. “Masih untung,” kata orang Jawa, “daripada marah dan stress.”
Sesungguhnya ibukota kesultanan Oman ini menarik: bersih, jalannya mulus, tertib dan di mana-mana ditanami rumput, pohon kurma serta bunga aneka jenis dan warna. Merah, putih, orange, kuning. Indah juga menghiasi kota.
Pokoknya pemandangannya menyejukkan mata. Di bagian lain adalah barisan bukit batu gersang. Pantainya bersih dan banyak bahkan ribuan burung bermain di pantai, sejenis burung camar.
Masjid Sultan Qaboos dengan hamparan karpet buatan tangan tanpa sambungan terbesar no 2 di dunia, salah satu yang perlu dikunjungi. Luas karpetnya 4.343 m2, empat menara setinggi 45,5 m dan satu menara utama 90 m, masjid itu bisa menampung 20.000 jamaah. Halamannya luas, dihiasi aneka macam bunga indah.
Kami di drop oleh sopir di Muttrah Souq, pasar tua yang menjual beragam suvenir, rempah-rempah, perhiasan, pakaian, parfum. Letaknya dekat pantai, pasar kecil itu banyak dikunjungi turis asing dan transaksinya tawar menawar harga.
Menyeberang jalan di depannya, kami sudah berada di bibir pantai. Agak ke tengah bersandar kapal pesiar mewah dan satu kapal layar tradisional. Burung-burung mengais makanan di bibir pantai.
Dari situ, rombongan menuju kompleks al Alam, satu dari enam istana Sultan Qaboos bin Sa’id. Istana itu tampak sederhana untuk ukuran negara kaya: fasadnya bercat biru, krem, emas. Jalan menuju ke situ luas kecoklatan dan di dekat tembok istana dipenuhi rumput hijau, pohon kurma dan macam-macam bunga.
Dari situ kami kembali ke hotel. Usai sudah jalan-jalan dengan “menyewa angkot” itu. Secepat dan sependek itu rutenya, sang sopir mengantongi fulus sekitar Rp 3 juta. Memang rezekinya. Lumayan..
*Penulis adalah wartawan senior yang Febuari tahun lalu melakukan perjalanan wisata bersama keluarga besarnya mengikuti tour wisata religi ke Mesir, Palestina, Israel, Jordan dan berakhir dengan mengunjungi Oman.
JAKARTA, bisniswisata.co.id: PT Kereta Api Pariwisata (Kawisata) kali ini menghadirkan tur virtual ke kota Palembang yang terkenal dengan julukan Bumi Sriwijaya dalam program “Virtual Tours Goes To Palembang”. Kegiatan tur ini dilakukan secara virtual sehingga para peserta tetap aman berada di rumah sambil mengikuti tur secara online atau streaming ke Kota Palembang.
Totok Suryono Direktur Utama PT Kereta Api Pariwisata (Kawisata) menyampaikan bahwa kegiatan tur ini di selenggarakan untuk yang keempat kali di mana sebelumnya Kawisata telah menyelenggarakan “Virtual Tour de Lawang Sewu dua kali kegiatan dan Virtual Tour The LegendJogja” yang berjalan lancar, sukses dan disambut sangat positif oleh masyarakat dengan respon yang sangat antusias.
“Kegiatan ini akan memberikan pengalaman berpetualang yang menarik ke kota Palembang dengan suasana kotanya yang sangat khas dan menginformasikan sejarah Kota Palembang yang merupakan kota tertua di Indonesia,” jelas Totok Suryono.
Dahulu kala kota Palembang menjadi kota Kerajaan Bahari Buddha terbesar di Asia Tenggara. Pada masanya, Kerajaan Sriwijaya mendominasi Nusantara dan Semenanjung Malaya pada abab ke-9 sehingga membuat kota ini dikenal dengan sebutan Bumi Sriwijaya.
Bahkan Palembang juga disebut-sebut menjadi salah satu kota tertua yang ada di Dunia. Kota Palembang disebut juga sebagai ‘Bumi Sriwijaya’ yang lahir pada 17 Bumi 683 atau 1336 tahun yang lalu. Palembang tentu tidak bisa lepas dari Jembatan Ampera yang merupakan ikon kota Palembang dengan panjang total 1.117 meter.
Selain di Yogya dan Solo, Palembang juga punya bangunan peninggalan masa kerajaan. Salah satu nya adalah Keraton Benteng Kuto Besak yang bersejarah. Mempunyai ukuran panjang 288,75 meter dan tinggi 9,99 meter (30 kaki) serta tebal 1,99 meter (60 kaki), benteng ini di setiap sudut terdapat bastion yang terletak di sudut barat laut bentuknya berbeda dengan tiga bastion lainnya.
Tiga bastion yang sama tersebut merupakan ciri khas bastion Benteng Kuto Besak. Di sisi timur dan selatan dan barat terdapat pintu masuk benteng, pintu masuk gerbang utama yang menghadap ke sungai Musi disebut lawang Kuto dan pintu masuk lainnya disebut lawang buritan.
Kawasan pelataran di depan Benteng Kuto Besak ditata sedemikian rupa oleh pemerintah kota Palembang, menjadi sebuah plaza alias alun-alun yang bisa digunakan wisatawan untuk beraktivitas. Terkadang obyek wisata iini juga menjadi lokasi penyelenggaraan acara atau festival dengan panggung hiburan dengan latar belakang Sungai Musi dan Jembatan Ampera.
Humas Kawisata M.Ilud.Siregar menambahkan pada kegiatan kali ini, peserta akan diajak jalan-jalan keliling kota Palembang, berkunjung ke beberapa spot wisata menarik, seperti Sungai Musi, Jembatan Ampera, Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin, Benteng Kuto Besak, Patung Ikan Belido dan lain-lain serta akan diajak langsung untuk melihat proses pembuatan pempek Palembang.
Ayo ikutan #Virtual Tour Goes To Palembang yang akan diselenggarakan pada hari Jumat,29 Mei 2020,pukul 16.00 WIB dengan biaya tiket tur virtual Rp35.000/orang (normal) dan Rp 198.000 (bundling dengan 1 (satu) paket Pempek Saga).
Dengan mengikuti kegiatan tur virtual ini, para peserta juga akan turut berpartisipasi berdonasi membantu masyarakat yang terkena dampak virus corona COVID -19. Sebesar 10 persen dari hasil penjualan tiket akan didonasikan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan.
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Program “Game Lokal Kreasi Indonesia (Gelora) 2020 memberikan kesempatan para developer (pengembang) game lokal untuk berkarya menciptakan game (permainan) edukatif dan bisa dinikmati masyarakat luas, kata Josua Simandjuntak, Plt. Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, hari ini
Berbicara pada peluncuran Josua Gelora 2020 bekerja sama dengan Asosiasi Game Indonesia (AGI), pihaknya menggelar kegiatan untuk mengajak para pengembang game berani mengajukan ide-ide mereka dalam membuat game
Nantinya Kemenparekraf/Baparekraf akan sepenuhnya memberikan fasilitasi hingga game tersebut dapat terealisasi dan dinikmati masyarakat luas, jelasnya.
“Kami ingin memberikan sebuah tantangan sekaligus stimulus bagi para developer game lokal untuk merealisasikan ide-ide mereka dan menjadikan game tersebut menjadi sebuah karya untuk kita nikmati bersama,” kata Josua Simandjuntak.
Josua mengatakan, game merupakan salah satu media yang tidak hanya menjadi sarana hiburan tapi juga sekaligus media informasi dan edukasi. Untuk itu dalam Gelora 2020 pihaknya menyaratkan ide game yang diajukan harus terkait dengan edukasi mengenai COVID-19 yang mengacu ke dokumen resmi dari Kementerian Kesehatan.
Harapannya agar masyarakat nantinya tidak hanya mendapatkan hiburan namun juga teredukasi dengan cara yang menyenangkan.
“Ide-ide game tersebut harus yang dapat memberikan edukasi mengenai COVID-19 seperti jaga jarak, memakai masker, bangga buatan Indonesia, juga kenormalan baru,” kata Josua.
Pengembang game lokal yang tertarik dapat menyampaikan ide game mereka dalam bentuk dokumen proposal, video pitch dan surat pernyataan yang harus dikirimkan hingga 4 Juni 2020.
Direktur Industri Kreatif Film, Televisi, dan Animasi Kemenparekraf/Baparekraf Syaifullah di kesempatan yang sama menambahkan, melalui kegiatan ini diharapkan semakin menggairahkan pengembang game Indonesia untuk menghasilkan karya-karya terbaiknya.
Lewat kegiatan ini diharapkan dapat mendorong tidak hanya supply site tapi juga demand site yang mengutamakan game buatan lokal.
“Size di industri game ini sangat besar, sehingga bisa menjadi peluang bagi pemerintah untuk juga memaksimalkan komoditas berbasis kreativitas,” kata Syaifullah.
Utang maskapai global membengkak hingga 28% (foto: Zawya Mena)
JENEWA, bisniswisata.co.id: Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) memproyeksikan utang industri penerbangan dunia dapat menggelembung menjadi US$ 550 miliar di akhir tahun.
Itu berarti ada kenaikan 28% dari US$ 120 miliar pada awal tahun 2020. Bantuan keuangan menjadi salah satu pemicu. Dengan kembali dimulainya bisnis penerbangan, beban utang pun makin bertambah.
Menurut analisa IATA ada US$ 67 miliar utang baru yang bersumber dari berbagai pinjaman termasuk: pemerintah (US$50 miliar), pajak tangguhan (US$5 milar), dan jaminan pinjaman (US$12 miliar).
Sementara itu, pinjaman non-pemerintah diprediksi dapat mencapai US$52 miliar dengan rincian: pinjaman komersial (US$23 miliar), utang pasar modal (US$ 18 miliar), utang biaya sewa operasi (US$5 miliar), dan fasilitas kredit lainnya yang tersedia (US$6 miliar).
“Bantuan dari pemerintah itu memang dibutuhkan, agar industri tetap bertahan. Namun, tantangan berikutnya adalah bagaimana mencegah agar beban utang tersebut tidak justru menenggelamkan perusahaan maskapai penerbangan,” kata Alexandre de Juniac, Direktur Jenderal dan CEO IATA, dalam pernyataan tertulisnya, hari ini.
Total bantuan keuangan dari pemerintah bagi perusahaan-perusahaan penerbangan telah mencapai US$123 miliar. Dari jumlah itu, US$67 miliar perlu dibayar kembali. Sedangkan sisanya terdiri dari subsidi upah (US$ 34,8 miliar), pembiayaan ekuitas (US$ 11,5 miliar), dan keringanan pajak /subsidi (US$ 9,7 miliar). Fasilitas ini penting bagi industri maskapai yang akan ‘membakar’ uang tunai sekitar US$ 60 miliar pada kuartal kedua tahun ini saja.
Menurut Juniac, lebih dari setengah bantuan dari pemerintah telah menjadi utang baru. Kurang dari 10% akan menambah ekuitas maskapai. Hal itu telah mengunbah gambaran keuangan industri ini. “Dengan kewajiban untuk melunasi utang pemerintah dan pinjaman swasta, berarti krisis akan berlangsung lebih lama, ketimbang waktu yang diperlukan bagi pulihnya permintaan penumpang,” kata de Juniac.
Bantuan bervariasi
Total bantuan keuangan pemerintah senilai US$ 123 miliar setara dengan 14% total pendapatan maskapai pada 2019 (US$838 miliar). Sayang, sebarannya tidak merata. Ada kesenjangan yang perlu diisi.
2019 Revenues ($ billion)
Aid promised ($ billion)
% of 2019 Revenues
Global
$838
$123
14%
North America
$264
$66
25%
Europe
$207
$30
15%
Asia-Pacific
$257
$26
10%
Latin America
$38
$0.3
0.8%
Africa and Middle East
$72
$0.8
1.1%
Sumber: IATA
Masih ada kesenjangan besar terkait ketersediaan bantuan keuangan untuk menyelamatkan industri penerbangan. Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyediakan dana paling besar.
Mereka membuat program CARES Act sebagai komponen utama bantuan kuangan bagi operator penerbangan di kawasan Amerika Utara. Jumlahnya bisa mencapai ¼ total pendapatan tahunan 2019 perusahaan penerbangan di kawasan itu.
Di Eropa ada bantuan yang nilainya setara dengan 15% total pendapatan 2019 dan 10% di kawasan Asia Pasifik. Teapi di Afrika, Timur Tengah, dan negara-negara Latin Amerika, rata-rata hanya tersedia sekitar 1% dari total pendapatan 2019.
Juniac mengakui banyak pemerintah menyediakan paket bantuan untuk menghadapi situasi paling sulit seperti saat ini, termasuk uang tunai untuk menghindari kebangkrutan. Terbukti bahwa di negara dimana pemerintah tidak cukup cepat merespons keadaan atau dana bantuan yang cekak, banyak perusahaan terpaksa gulung tikar, seperti yang terjadi di Australia, Italia, Thailand, Turki, dan Inggris.
“Connectivity itu penting bagi upaya pemulihan. Bantuan keuangan bagi maskapai penerbangan menjadi masuk akal secara ekonomi. Karena, hal itu dapat memastikan mereka siap menyediakan lapangan kerja terkait seiring dengan dibukanya kembali aktiitas ekonomi,” kata Juniac.
Dampak utang
Bantuan yang tersedia akan memengaruhi kecepatan dan kekuatan pemulihan. Oleh sebab itu IATA mendesak agar pemerintah yang masih mempertimbangkan memberi bantuan keuangan untuk fokus membantu perusahaan penerbangan mendapatkan pembiayaan ekuitas.
“Banyak maskapai masih sangat membutuhkan bantuan keuangan. Bagi pemerintah yang belum bertindak, pesan kami: bantu maskapai penerbangan meningkatkan kemampuan ekuitas lewat hibah dan subsidi sehingga mereka lebih kuat melakukan pemulihan, ”kata de Juniac.
Namun, dia juga mengingatkan: “Masa depan yang sulit ada di hadapan kita. Mengendalikan Covid-19 dan selamat dari goncangan finansial baru rintangan pertama. Langkah pengendalian pasca pandemi membuat biaya operasional menjadi lebih mahal karena jumlah penumpang yang sedikit. Investasi juga akan diperlukan untuk memenuhi target lingkungan.
Di atas semua itu lanjut Juniac, perusahaan penerbangan harus membayar kembali utang-utang yang jumlahnya besar. Setelah selamat dari krisis, perusahaan menghadapi tantangan berikut yakni pemulihan kesehatan keuangan.
Pekan lalu, Dewan Gubernur IATA menyampaikan lima komitmen utama untuk kembali memulai industri ini. Pertama, komitmen pada keselamatan dan keamanan staf dan traveler, memenuhi target lingkungan industri, dan menjadi pendorong bagi pemulihan ekonomi dengan menyediakan konektivitas yang terjangkau.
obyek wisata andalan Macau dari The Venetian Macau, Tower Macau, Hotel Lisboa yang megah hingga Senado Square. ( Foto: Google)
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tahun lalu Paket Lebaran yang banyak ditawarkan agen tour and travel adalah Hongkong, Shenzen, Macau hingga Zhuhai yang berada di Provinsi Guangdong, China berbatasan dengan Macau.
Mewujudkan keinginan untuk melakukan wisata murah sekaligus mengisi libur Lebaran banyak diminati kalangan Muslim maupun Non Muslim yang sayang melewatkan libur jika berdiam diri saja di rumah. Oleh karena itu paket Macau umumnya jadi laris manis.
Kondisi sekarang tentu saja berbeda, Macau masih tertutup untuk dikunjungi wisatawan mancanegara bahkan dengan warga China sendiri. Mereka yang dari mainland juga melewati proses test COVID-19, sementara warganya sendiri maupun ekspatriat yang berada di Hongkong belum bisa kembali ke Macau.
” Peraturannya yang dari Hongkong harus langsung dikarantina 14 hari. Jadi tidak ada yang datang karena biaya karantina juga harus ditanggung sendiri,” kata Murni Denize, profesional guide Macau asal Indonesia yang sudah menetap 20 tahun di sana.
Bincang-bincang bersama Anton Thedy di LiveInsta Story, resellertravel Instagram, Murni mengatakan paket wisata ke Macau sebelum terjadi pandemi hingga masa Lebaran seperti saat ini sebenarnya sudah tinggi.
” Pulau yang hidup warganya dari pariwisata ini 90% penghasilannya turun dan 200 ekspatriat yang menjadi pengelola hotel-hotel mewah dan fasilitas lainnya sudah PHK sejak Maret lalu. Pegawai airport maupun casino juga sudah sekitar 480 orang yang kehilangan pekerjaannya” ungkapnya.
Murni bercerita Macau terlanjur identik dengan meja judi padahal banyak kegiatan wisata yang dapat dilakukan di wilayah pesisir selatan Republik Rakyat Tiongkok ini. Setelah penandatanganan perjanjian antara Portugal dengan Tiongkok pada 20 Desember 1999 maka bersama dengan Hong Kong, Macau adalah suatu wilayah dengan status sebagai Daerah Administratif Khusus China (RRT).
“Paket wisata yang dikemas travel agent dari Indonesia biasanya tidak menginap di Macau tapi di Hongkong atau Zhuhai. Padahal sebaiknya menginap 1-2 hari di Macau karena banyak kegiatan dan show menarik dan ada 22 tempat yang mendapat penghargaan UNESCO,” kata Murni.
Macau yang terletak 65 kilometer di sebelah barat Hong Kong merupakan kota masa depan sekaligus kota sejarah. Disebut sebagai kota masa depan karena banyak gedung pencakar langit dan teknologinya yang sudah sangat maju.
Sedangkan, disebut sebagai kota sejarah karena adanya benteng-benteng tua masa kolonial Portugis. Banyak pula gereja yang memiliki sejarah panjang dan bangunan-bangunannya masih sangat terawat sehingga penggemar wisara sejarah, komunitas fotografi, pecinta kuliner dan penggemar hobby lainnya akan betah tinggal di sini.
Wisatawan Indonesia memang tujuan utamanya ke The Venetian Macau, lokasi bermain casino. Tak perlu jauh-jauh ke Las Vegas karena tempat ini menyediakan lokasi bermain kasino yang sangat mewah sekaligus bisa memuaskan hasrat berbelanja sekaligus mall dipenuhi 700 an toko brand internasional.
Menariknya lagi adalah bisa naik gondola seperti di Venesia, Italia. Terdapat sungai-sungai kecil yang mengitari mall ini. ” Sepanjang membawa wisatawan Indonesia ke Macau tidak ada peserta paket wisata yang mengkhususkan untuk berjudi karena waktunya hanya ada satu jam untuk mencoba permainan casino. Umumnya semua sibuk belanja,”
Murni Denize ( kiri), profesional guide dan Anton Thedy.
Itulah sebabnya kalau Macau selalu dipromosikan sebagai kota judi sangat tidak menguntungkan karena wisata kulinernya unik paduan Portugis dan Chinesse food karena Macau lama dibawah penjajahan Portugis yang memburu bumbu rempah.
” Untuk wisata halal juga bisa karena makanan halal bisa disediakan di restoran India, ada satu mesjid kecil juga bisa menampung 60-100 orang,” ungkap Murni Denize.
Anton Thedy yang punya hobi fotografi mengakui bisa lupa waktu jika berada di Macau karena Macau Tower dan Macau Bridge, jembatan panjang di atas laut menghubungkan Hong Kong, Macau dan Zhuhai sungguh mempesona.
Belum lagi gemerlap lampu kota dimalam hari sudah menjadi daya tarik tersendiri serta kegiatan tour yang sarat dengan aktivitas humaninterest, kata Anton
Murni bercerita selama masa pandemi global ini untuk mengobati rasa kangen dia sibuk review tentang obyek wisata Macau di YouTube channel sekaligus hiburan bagi grup wisata yang batal datang.
Sejak 1998 dia sudah sering datang ke Macau hingga akhirnya menetap dan memiliki sertifikasi guide profesional untuk melayani wisatawan Indonesia termasuk grup dari TX Travel yang didirikan Anton Thedy.
Macau cocok untuk tujuan wisata dari berbagai komunitas hobby. Simak saja beberapa obyek andalan Macau yang disarankan Murni untuk dikunjungi, berikut uraiannya;
1.The Ruins of St. Paul
The Ruins of St. Paul sebagai landmark kota Macau. Dilihat dari bentuknya, bangunan ini seperti pintu gerbang yang sangat megah. Awalnya, bangunan ini merupakan Gereja Mater Dei yang dibangun pada 1602. Namun, hancur karena kebakaran pada 1835.
Megahnya bangunan ini membuat para wisatawan tertarik mengunjunginya. Setiap harinya selalu dipenuhi dengan para turis yang ingin berfoto dengan arsitektur keren ini.
2.Senado Square
Berada di jantung kota Macau, Senado Square merupakan area pejalan kaki yang sangat menyenangkan. Spot yang mengesankan adalah bangunan-bangunan tua dengan arsitektur kolonial Portugis.
Alun-alun ini juga merupakan tempat yang bagus untuk berbelanja. Kamu juga harus mencicipi hidangan Eropa dan China di restorannya. Ada pula Gereja Domingo Spanyol abad ke-17 yang menjadi tempat naik gondola di sini.
3 Macau Tower
Macau Tower atau menara Macau ini juga merupakan salah satu landmark kota ini. Menara yang dibuka pada 19 Desember 2011 itu, memiliki tinggi 338 meter. Dari puncaknya, tampak keindahan panorama seluruh kota
4.Taipa Village
Di Macau juga ada desa yang sangat terkenal di kalangan wisatawan. Desa Taipa namanya. Terdapat banyak gang yang dipenuhi dengan toko-toko China tradisional dan beberapa restoran di sini. Sementara itu, pada jalan utamanya yang lebih luas, terdapat vila kolonial, gereja, dan klenteng yang bakal langsung merasa betah di sini.
Macau Museum of Art
Memasuki museum 5 lantai ini seketika akan terkesan dengan banyaknya karya seni yang dipajang. Bukan hanya karya seni yang diciptakan di Macau dan China saja yang dipamerkan. Lukisan karya seniman Barat, George Chinnery, juga ikut serta dipamerkan di sini.
Karya menarik lainnya ada kaligrafi Dinasti Ming dan Qing dari Guangdong, patung-patung keramik dari Shiwan, dan masih banyak lagi yang lainnya. Museum ini juga memamerkan lukisan sejarah Barat abad ke-19 dari seluruh Asia dan seni kontemporer Macau.
6.A-Ma Temple
Letaknya di sebelah tenggara Semenanjung Macau. Kuil yang dibangun sejak tahun 1.488 di era Dinasti Ming ini (1368-1644) merupakan kuil tertua dan tempat pertama kalinya bangsa Portugis mendarat di Macau. Pendaratan inilah yang menjadi titik awal sejarah Macau.
A-ma Temple atau yang disebut dengan Kuil A-ma merupakan wisata religi umat Buddha dan masih digunakan dengan baik oleh masyarakat yang beragama Buddha disana untuk beribadah. Namun dikarenakan tempat ini memiliki sejarah yang besar dalam beridirinya Kota Macau maka area ini dijadikan sebagai tempat wisata untuk umum.
7. Macau Giant Panda
Tak cukup kalau melihat panda hanya di kebun binatang biasa. Kamu wajib melihat panda-panda lucu ini langsung dari habitatnya. Macau Giant Panda Pavilion merupakan destinasi wajib saat singgah di Macau. Ada dua ekor panda besar yang sangat langka dan lucu abis. Namanya Xin Xin dan Kai Kai. Siap-siap dibuat gemas dengan tingkah lakunya yang manja ya!
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pandemi virus corona belum menunjukkan tanda-tanda segera pergi. Orang masih banyak yang mengurung diri di rumah karena khawatir tertular virus mematikan itu. Meski pemerintah sempat mempertimbangan untuk melonggarkan aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), toh banyak pihak meminta agar ide itu ditinjau kembali.
Sementara menunggu perkembangan, ada baiknya kita alihkan sedikit perhatian ke isu lain, yakni kopi Vietnam. Kini, semakin banyak penikmat kopi di dunia kepincut kopi Vietnam. Kopi berjenis robusta ini biasa disajikan dengan campuran susu kental manis.
Tak sulit bagi awam (bukan penikmat kopi) untuk segera jatuh hati dan ketagihan. Dulu, saat masih ada restoran Vietnam Pho Hoa di pojok Jalan Sabang, kami kerap mampir untuk sekadar menyeruput usai menyantap mie Vietnam yang nikmat.
Menurut seorang kerabat yang sering bertandang ke Vietnam, negara dengan pangsa pasar sepeda motor terbesar di dunia itu, kopi Vietnam sebenarnya keras banget, apalagi jika kita minum di sana. “Akupun sampai pusing setelah minum kopi di pojok kafe yang banyak tersebar di kota Ho Chi Minh,” kata Nico.
Bagi masyarakat Vietnam, minum kopi sudah menjadi semacam way of life. Seperti halnya di rumah-rumah sebagian besar masyarakat Indonesia, orang-orang Vietnam juga memiliki tradisi minum kopi di rumah atau saat menjamu tamu.
Mereka percaya kadar kafein yang ada di dalam kopi bukan sekadar mampu menyuntikkan energi, melainkan lebih dari itu. Kedai-kedai kopi pun marak berdiri di sana, mulai dari model counter hole-in-the-wall dengan bangku plastik di sepanjang trotoar, hingga kafe kontemporer dengan fasilitas sangrai di tempat.
Sebenarnya, tradisi minum kopi di Vietnam bukanlah murni budaya yang tumbuh dari lokal melainkan diimpor dari Perancis saat negara Eropa ini menjajah pada sekitar 1850an. Kebiasaan ini pun berlanjut. Budaya impor ini bahkan memberi kontribusi pada tingkat kebahagiaan masyarakat Vietnam.
Menurut survei yang dilakukan Happy Planet Index yang berbasis di Inggris pada 2016, Vietnam diurutkan pada peringkat ke-5 negara paling bahagia di dunia, dan menempati urutan kedua di kawasan Asia Pasifik.
Membuat kopi Vietnam tidaklah rumit. Setiap orang bisa meraciknya di rumah. Alat utamanya hanya sebuah phin, penyaring bubuk kopi berbahan stainless steel. Ini mudah didapat, harganya pun relatif terjangkau. Pertama, masukkanan dua sendok makan kopi bubuk Vietnam ke dalam phin, kemudian letakkan phin di atas cangkir atau gelas.
Rebus air panas, lalu tuanglah ke dalam phin: tunggu (dengan sabar) sampai ia menyaring. Kopi Vietnam biasanya disajikan dengan cita rasa creamy. Untuk itu, tambahkan susu kental manis ke dalam gelas sebelum kopi masuk. Terakhir, aduk rata sehingga kopi berubah warna menjadi karamel coklat. Jika ingin, boleh saja tambahkan gula untuk menendang rasa kafeinnya.
Petani kopi di Vietnam melatani turis dan racikan kopi Vietnam di cafe-cafe
Salah seorang yang sukses memulai usaha jual kopi Vietnam ‘pinggir’ jalan adalah Rob Atthill, warga negara London. Dia mengaku jatuh cinta pada kopi creamy Vietnam sejak 2004 saat dirinya pertama kali menapakkan kaki ke negara di Asia Tenggara ini.
Vietnam sendiri sudah cukup lama dikenal sebagai negara pengekspor kopi. Secara global, negara berpenduduk sekitar 92 juta orang ini, sudah dikenal sebagai pengekspor kopi dunia terbesar kedua, setelah Brazil.
Organisasi Kopi Internasional (International Coffee Organization) melaporkan Vietnam mengekspor sekitar 25 juta, 60 kg bags of coffee per tahun. Nilainya sekitar US$3 miliar.
Meski secara kuantitas besar, namun kopi Vietnam belum mampu bersaing secara kualitas di pasar global. Reputasinya kalah jika dibandingkan dengan negara pengekspor kopi lainnya seperti Indonesia. Sebut saja Kopi Gayo dari Aceh. Kopi berjenis Arabika ini dianggap lebih berkelas.
Menurut beberapa pakar, masalahnya ada pada kualitas biji kopi. Di Vietnam, mayoritas perkebunan atau sekitar 97% merupakan tanaman kopi berjenis Robusta. Sedangkan di dataran tinggi Gayo, kopi yang ditanam adalah jenis Arabika.
Perkebunan Kopi di Gayo telah ada sejak 1908, utamanya di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Kedua daerah yang berada di ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut tersebut merupakan perkebunan kopi Arabika terluas di Indonesia.
Produksi kopi Arabika tidak bisa massif karena harus ditanam pada ketinggian tertentu. Hal ini berbeda dengan jenis Robusta yang cenderung over produksi. Selain ketersediaan berlimpah, kopi ini banyak dipakai sebagai campuran membuat kopi murahan dan instan.
Aroma biji kopi robusta memang lebih keras dan kadar kafein-nya tinggi. Itulah yang antara lain mendorong produsen kopi pabrikan mencampurnya dengan bahan lain. Inilah yang turut merusak reputasi kopi jenis robusta.
Menurut pandangan Atthill, pemilik kedai kopi di London, sikap yang menganggap kopi jenis robusta itu rendah kualitas merupakan pandangan yang sudah ketinggalan zaman. “Ada banyak keangkuhan pandangan di kalangan industri tentang kopi robusta. Tidak ada itu istilah inferioritas. Arabika juga secara inheren tidak lebih baik. Jadi, ada biji kopi Robusta yang baik juga ada Arabika yang jelek.”
Tapi banyak juga konsumen kopi di negara yang penduduknya tak punya tradisi ngopi, misalnya Kanada. Mereka umumnya tak terlalu hirau pada cita rasa. “Itulah masalahnya, orang ke Starbuck bukan untuk betul-betul menikmati kopi tapi sekadar hangout dan kumpul,” kata Michael Sung.
Teman saya ini seorang imigran Taiwan yang kini menetap di Kanada. Dia pernah mencoba peruntungan menjual kopi luwak, namun gagal karena pembeli enggan membayar harga tinggi meski kopi luwak menawarkan sesansi rasa yang unik.
Sementara itu menurut Will Frith, seorang konsultan kopi yang juga pemilik perusahaan co-roasting di Kota Ho Chi Minh, kebiasaan orang Vietnam minum kopi di kedai atau kafe itu lebih tentang kebersamaan dan hasrat untuk berkumpul bersama teman.
Dia menambahkan banyak peminum kopi berkumpul di kedai kopi favorit dan menganggap tempat itu sebagai “ruang ketiga,” setelah rumah dan tempat kerja. Di sana persahabatan dengan pemilik atau staf sering kali terjalin. Selain itu, “hampir setiap rumah tangga di Vietnam menyeduh kopi di rumah,” katanya, seperti dilansir dari CNN.
MADRID, Spanyol, bisniswisata.co.id: Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) telah bergabung dengan CNN International untuk menggalakkan Kampanye #TravelTomorrow, menginspirasi orang-orang untuk bersiap-siap melakukan perjalanan lagi.
UNWTO telah bermitra dengan CNN untuk membuat film 60 detik menunjukkan kekuatan unik pariwisata untuk menginspirasi dan menyatukan orang adanya pemulihan, persatuan dan peluang.
Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili mengatakan dalam masa-masa sulit ini semua harus memainkan peran kita masing-masing. ” Tinggal di rumah hari ini, mendukung upaya komunitas kesehatan global dalam memerangi COVID19 – sehingga kita dapat #TravelTomorrow,”,” ungkapnya dalam rilis di situs unwto.org, kemarin.
Tetapi hal ini tidak berarti harus berhenti bermimpi tentang tempat-tempat yang akan kita kunjungi suatu hari nanti. Dia senang dengan inisiatif baru yang dibuat oleh CNN.
Mitra yang dihargai dari UNWTO ini akan menjaga dunia terhubung dengan orang-orang dan tempat-tempat yang menunggu kita kunjungi, ketika kita dapat sekali lagi menikmati hadiah perjalanan – sektor yang akan sangat penting untuk pemulihan ekonomi global, tambah Zurab Pololikashvili
Content kanpanye ini menggabungkan pesan utama badan khusus PBB dengan kreativitas broadcast dan melihat masa depan yang lebih cerah untuk pariwisata global serta mereka yang bergantung pada sektor ini untuk mata pencahariannya.
Sejak awal pandemi COVID-19 yang membuat dunia terhenti, UNWTO telah menekankan pentingnya memprioritaskan kesehatan masyarakat. Pesan “Tetap di Rumah Hari Ini untuk #TravelTomorrow” telah disebar ke seluruh dunia, baik oleh pemerintah maupun oleh pelancong individu.
Sekarang, karena banyak negara tujuan mencari solusi dan mengurangi pembatasan perjalanan, kita dapat sekali lagi menikmati lagi suatu perjalanan setelah sekian lama tetap di rumah.
Film ini, yang akan ditayangkan di CNN International dan media sosialnya serta diperkuat juga oleh saluran media UNWTO sendiri, mengajak pemirsa di seluruh dunia, mengingatkan mereka akan keajaiban di luar lingkungan mereka.
#TravelTomorrow bertujuan untuk mendorong imajinasi dan perjalanan masa depan yang menampilkan petualangan, bisnis, budaya, keluarga, dan teman. Ini juga mempromosikan solidaritas dan menekankan pentingnya semua wisatawan mengikuti pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Presiden Komersial CNN Worldwide Rani Raad mengatakan: “Perjalanan dan pariwisata sejauh ini merupakan salah satu sektor yang paling terkena dampak akibat pandemi ini. Komitmen kami untuk mendukung industri ini didasarkan pada pekerjaan kami selama bertahun-tahun dengan UNWTO, anggotanya di seluruh dunia dan tujuan perjalanan dan pariwisata lainnya,” jelasnya.
Adalah penting untuk berbagi pesan penuh aspirasi dengan masyarakat dunia dan mengingatkan orang-orang bahwa sementara banyak orang harus tinggal di rumah hari ini, bukan berarti berhenti bermimpi tentang ke mana kita ingin melakukan perjalanan besok.
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pelatihan bagi pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif terus ditingkatkan terutama untuk kompetensi (upskilling dan reskilling) sebagai antisipasi bagi mereka saat kembali pada pekerjaan di bidangnya setelah pandemi COVID-19 berakhir.
Kali ini Kemenparekraf/Baparekraf melakukan pelatihan daring bagi tenaga kerja pada bidang room attendant yang resmi dibuka sehari usai merayakan Lebaran. Kegiatan diikuti 75 peserta, dan terbagi dalam delapan kali pertemuan yang akan berlangsung beberapa pekan ke depan.
Plt. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Frans Teguh, saat membuka pelatihan daring room attendant mengatakan, pemerintah terus mendorong para pekerja untuk tetap menjaga keahlian dan keterampilannya sehingga mereka tidak canggung dalam memasuki dunia kerja kembali dalam suasana kenormalan baru (_New Normal_).
“Salah satunya melalui kegiatan pelatihan ini, yang juga bertujuan mempersiapkan mereka untuk memberikan pelayanan dengan senyuman yang tulus dan ikhlas kepada jutaan turis yang akan datang setelah masa sulit ini berakhir sesuai perkiraan Presiden Joko Widodo yang memperkirakan pariwisata akan booming pada 2021,” kata Frans Teguh.
Keberadaan SDM khususnya room attendant dengan kompetensi dan kemampuan yang baik dinilai akan sangat berpengaruh dalam industri pariwisata. Dimana room attendant yang berada di bawah departemen housekeeping menjadi bagian penting dalam industri hotel, salah satu unsur terpenting dalam pariwisata.
Tugas room attendant diantaranya adalah menjaga kebersihan area kamar hotel, menangani _lost andfound serta menangani laundry and dry cleaning.
“Sebagai departemen yang paling banyak mempekerjakan tenaga di hotel, room attendant memegang peranan penting dalam kepuasan tamu, ” kata Frans Teguh, hari ini.
Oleh karena menangani langsung kamar hotel yang digunakan langsung oleh tamu maka di masa kenormalan baru mendatang yang mengedepankan unsur kebersihan, kesehatan, dan keamanan, room attendant harus mampu memberikan jaminan bukan hanya kebersihan tapi juga kesehatan seperti bebas dari segala virus, tambahnya.
Sementara Direktur Pengembangan SDM Pariwisata Kemenparekraf/Baparekraf Wisnu Bawa Tarunajaya yang dalam kesempatan itu diwakili oleh Surana selaku Kabid Kompetensi SDM Pariwisata Kemenparekraf/Baparekraf mengatakan, pelatihan online _room attendant_ diikuti 75 orang dari berbagai daerah di tanah air. Mereka adalah _room attendant_ dari hotel-hotel di Jabodetabek, Bali, Yogyakarta, Makassar, Palembang, dan Lampung.
Mereka mendapat pelatihan langsung dari instruktur-instruktur yang ahli di bidangnya. Diantaranya materi tentang penerapan prosedur keamanan keselamatan kerja, menyiapkan kamar untuk tamu, melakukan percakapan singkat di telepon, mempromosikan produk dan jasa pada pelanggan, menangani keluhan pelanggan, dan lainnya.
“Melalui pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja dalam menerapkan tugas dan tanggung jawab seorang room attendant kata Surana.
TOKYO, bisniswisata.co.id: Siapa yang suka berwisata ke Jepang ? sudah tahu belum kalau bos dari Badan Pariwisata Jepang, Hiroshi Tabata, berencana siapkan dana subsidi US$ 12,5 miliar untuk menarik para pelancong kembali ke Jepang, dimulai segera setelah bulan Juli.
Dikutip dari Simple Flying, Hiroshi Tabata mengatakan subsidi sebesar itu pada sebuah acara dengan media pekan lalu, Pemerintah Jepang tengah mempertimbangkan untuk memberikan subsidi 50% biaya wisatawan yang berkunjung ke negaranya.
Meski begitu, Pemerintah Jepang belum menjabarkan secara detail seperti apa program ini akan bekerja, biaya apa yang akan ditanggung, atau bagaimana subsidi akan didistribusikan. Sebab, hingga saat ini, Jepang masih memberlakukan lockdown yang melarang wisatawan ataupun warga negara asing memasuki negara tersebut.
Program itu membuat Jepang menjadi negara yang akan mengikuti jejak negara-negara lain untuk mendorong pariwisatanya pada musim panas ini. Bulan lalu, Pulau Sisilia di Italia mengumumkan program serupa. Pemerintah di sana akan mengganti biaya perjalanan wisatawan, mencakup setengah dari penerbangan mereka dan sepertiga dari biaya hotel mereka.
Subsidi liburan setengah harga untuk turis asing ini menyusul merosotnya kunjungan wisman atau kedatangan penumpang yang paling suram dalam sejarah penerbangan Jepang akibat COVid-19. Hari ini, di Bandara Narita yang biasanya sibuk, hanya ada beberapa kedatangan dan keberangkatan internasional di tengah sejumlah pembatalan.
Memang baru sebatas rencana dan belum ditetapkan secara konkret dan detail. Tidak ada kata tentang bagaimana hal itu akan dibayar atau apa kriteria dan pengecualiannya. Sayangnya juga tidak ada jaminan mereka akan menanggung setengah dari biaya kelas satu All Nippon Airways dan Park Hyatt di Tokyo.
Jepang memiliki respons yang menarik terhadap pandemi COVID -19 karena mereka jauh lebih lambat daripada banyak negara lain untuk menutup perbatasan mereka, sebagian karena menjadi tuan rumah Olimpiade yang dijadwalkan berjalan di sana tahun ini.
Tetapi pada bulan April, Jepang bergerak maju dan mulai melarang pengunjung dari banyak negara meski tidak melarang semua negara. Tetapi pada tahap ini, permintaan untuk perjalanan telah runtuh dan sejumlah maskapai penerbangan telah memangkas penerbangan ke dan dari Jepang
Hasilnya adalah hanya 2.900 pengunjung yang masuk mendarat di Jepang pada bulan April. Padahal tahun lalu ada 31,9 juta pengunjung mengalir ke negara Asia Utara yang populer itu. Tahun ini, di balik penyelenggaraan Olimpiade yang ditunda, Jepang mengharapkan kunjungan 40 juta wisatawan mancanegara.
Ini adalah perubahan drastis dari satu negara yang biasanya kelebihan kedatangan jumlah wisatawan dan bersiap untuk acara olahraga dunia yang berlangsung empat tahun sekali. Pesta Olimpiade itu telah dijadwalkan kembali ke tahun 2021.
Inbound travel telah lama menjadi kontributor signifikan bagi ekonomi Jepang yang stagnan dan Pemerintah Jepang sangat ingin memulai pendapatan menguntungkan dari sektor ini lagi.
Tetapi masalahnya Japan Airlines dan All Nippon Airways secara drastis juga mengurangi jadwal internasional mereka dalam beberapa bulan terakhir. Japan Airlines telah memangkas layanan internasionalnya hingga 96% hingga akhir Juni.
Padahal maskapai ini menjalankan beberapa penerbangan ke Chicago, Vancouver, Los Angeles, London, Bangkok, Kuala Lumpur, Jakarta, Hanoi, Ho Chi Minh, Manila, Dalian, Hong Kong, Taipei, dan Kaohsiung.
All Nippon Airways juga memangkas sebagian besar penerbangan internasionalnya yang jadi jalur andalan seperti ke Bangkok, Manila, Singapura, Hanoi, Kuala Lumpur, Sydney, Los Angeles, San Francisco, Chicago, Vancouver, Mexico City, London, dan Frankfurt.
Sebagian besar maskapai penerbangan internasional yang biasanya terbang di Jepang telah menangguhkan layanan mereka di sana. Hari ini, di Bandara Narita yang biasanya sibuk, hanya ada beberapa kedatangan dan keberangkatan internasional di tengah sejumlah pembatalan.
Pemerintah Jepang berhati-hati tetapi ingin menghidupkan kembali inboundtravel. Ingin lebih banyak penerbangan beroperasi dan airport penuh, sementara kontrol perbatasan tetap ketat.
Untuk menghidupkan bisnis wisatanya, ada laporan peluang bisnis menguntungkan dari pasar pelajar dulu yang ditargetkan baru kemudian dengan pasar wisatawan. Kalau Hiroshi Tabata targetkan turis asing sudah masuk Juli untuk liburan setengah harga bisa jadi memang terlalu optimistis.
Namun bagi wisatawan Indonesia bisa jadi tawaran menggiurkan itu ditindak lanjuti dengan berwisata ke negri Sakura itu. Maklum Hubungan Indonesia dan Jepang memang punya sejarah panjang. Hubungan itu berlanjut dengan tingginya kunjungan pariwisata antar kedua negara.
Bukan hanya wisatawan Indonesia yang bepergian ke negeri Sakura tersebut, tapi juga tumbuhnya minat wisatawan Jepang untuk berkunjung ke Indonesia dengan berbagai budaya dan iklim tropis yang ditawarkan.