Dirjen Hubdar Permudah Akses ke Candi Borobudur dengan Transportasi Terintegrasi.

this formate

Keindahan Candi Borobudur yang mendunia  ( Foto: Kemenparekraf)

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Dirjen Pehubungan Darat, Kementerian Pehubungan RI, Budi Setyadi mengimplementasikan progam Kawasan Stategis Pariwisata Nasional ( KSPN) dengan revitalisasi penyediaan pelayanan angkutan antarmoda pola tetap dan teratur yang akan menjadikan lokasi wisata lebih mudah diakses, teritegrasi dengan moda lain.

” Kita dukung dengan kepastian layanan, peningkatan konektivitas serta menciptakan captive demand , dengan menggunakan skema mix use untuk mendukung visi dan misi Presiden Joko Widodo dalam pengembangan KSPN,” ungkap Budi.

Kementerian perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat hadir untuk menyediakan sarana transportasi umum sebagai penunjang bagi masyarakat maupun wisatawan dalam melakukan aktifitas perjalanan wisata dari dan menuju Kawasan Candi Borobudur,” kata  Budi Setiyadi  dalam sambutannya yang dibacakan Direktur Angkutan Jalan Ahmad Yani secara online, Sabtu.

Dirjen Budi menyampaikan itu dalam “Rapat Revitalisasi Peningkatan PelayananAngkutqn Antarmoda Pola Tetap Dan Teratur Di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Borobidur Dengqn Konsep Mix Use Penggunaan Sarana Angkutan”. Hadir dalam rapat itu Kepala BPTD Jateng dan DIY, Kadiahub Jateng, Kadishub DIY dan seluruh pihak terkait di Yogyakarta.

Menurut Budi, Pelayanan Angkutan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) hadir sebagai solusi dalam memenuhi tingkat kebutuhan transportasi masyarakat dalam sektor pariwisata. Sebuah kompetensi dasar dalam layanan transportasi yang diberikan Pemerintah melihat factor keamanan, keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan, kesetaraan dan keteraturan.

Dengan situasi pandemi COVID -19 yang terjadi di seluruh dunia berakibat pada  perubahan pola aktivitas masyarakat dalam kehidupan sehari – hari. Untuk itu, Pemerintah melalui Kemenhub  mulai menerapkan konsep New Normal yaitu perubahan budaya hidup masyarakat dengan melihat pada pedoman protokol kesehatan sesuai standar WHO dalam pelayanan bidang transportasi masal.

Ahmad Yani menambahkan tak hanya Standar Prosedur Protokol kesehatan seperti pengecekan suhu tubuh, penggunaan hand sanitizer, penggunaan masker, namun juga  physical distancing juga perlu dilakukan dan di sosialisasikan khususnya dalam penggunaan transportasi umum.

Menurut Yani, seluruh upaya yang dilakukan oleh Pemerintah tidak akan maksimal, jika tidak ada sinergitas dari seluruh pelaku usaha yang begerak pada bidang pariwisata serta menjadi poros utama dalam menyukseskan, melancarkan dan meningkatkan kualitas kinerja penyelenggaraan pelayanan KSPN.

Oleh karena itu, dalam kesempatan  tersebut, Ahmad mengajakl peserta rapat kenormalan baru sebagai momentum dan awal kebangkitan pariwisara RI.

“Penyelenggaraan angkutan umum yang baik, selamat, aman, nyaman dan sehat   merupakan kewajiban dan tanggung jawab bersama, antara pemerintah pusat dan daerah, operator angkutan umum untuk memberikan dan meningkatkan kualitas pelayanan angkutan jalan, sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tambahnya.

Dukungan semua oihak dibutuhkan mengingat Candi Borobudur adalah sebuah Megastruktur warisan wangsa Syailendra yang dibangun mulai abad 8 ini merupakan bangunan candi dan kitab pengetahuan Buddha terbesar di dunia. 

Pasca ditetapkannya Candi Borobudur menjadi Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991, ia menjadi jujugan turistis. Kini tak kurang dari 3,5 juta pengunjung setiap tahunnya memadati benda cagar budaya tersebut. 

Tingginya jumlah pengunjung, meningkatkan daya perekonomian khususnya sektor perekonomian mikro dan makro sebagai penunjang roda perekonomian masyarakat sekitar. Transportasi merupakan suatu elemen yang tak terpisahkan dari roda perekonomian baik skala mikro maupun makro.

 

DPR Setujui Perubahan Anggaran Kemenparekraf Tahun 2020 

this formate

Menparekraf Whisnutama di dampingi Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo saat Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI, kemarin (Foto: Kemenparekraf) 

JaKARTA, bisniswisata.co.id: Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengapresiasi kinerja Kemenparekraf/Baparekraf khususnya dalam menjalankan langkah-langkah mitigasi dampak COVID-19 di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. 

Selain itu juga menyetujui perubahan anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun anggaran 2020 dengan pemotongan anggaran Kemenparekraf RI pada APBN Tahun  sebesar Rp 2,045 triliun.

“Komisi X DPR RI menyetujui pemotongan anggaran Kemenparekraf RI pada APBN Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp 2,045 triliun,” kata Agustina Wilujeng, Wakil Ketua Komisi X DPR RI.

Berbicara  selaku pimpinan rapat dalam rapat kerja antara Komisi X DPR dengan Kemenparekraf di Gedung DPR/RI Jumat,  Agustina Wilujeng menyatakan dengan pemotongan anggaran tersebut maka pagu anggaran yang awalnya sebesar Rp 5.366.861.663.000 berkurang menjadi sebesar Rp 3.265.457.304.000.

“Pariwisata dan ekonomi kreatif ke depan diharapkan tetap dapat menjadi tulang punggung bangkitnya ekonomi Indonesia di masa-masa yang akan datang,” kata Agustina. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menyambut baik persetujuan dan dukungan Komisi X DPR sebagai mitra Kemenparekraf/Baparekraf. 

Komitmennya untuk melaksanakan upaya pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia memasuki fase normal baru.Termasuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap sektor pariwisata yang berfokus pada kebersihan, kesehatan, keamanan dan lingkungan (Cleanliness, Health, Safety and Environment-CHSE). 

Tahapan-tahapan tersebut termasuk promosi nantinya akan dilakukan dengan melihat perkembangan penanganan COVID-19 serta kesiapan daerah, pelaku industri, maupun masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. 

Hal ini sangat penting karena jangan sampai dalam pelaksanaannya nanti malah terjadi peningkatan kasus baru. Memperbaiki protokol bisa dalam waktu satu atau dua hari, tetapi mengembalikan rasa percaya wisatawan itu butuh waktu lama

“Terima kasih banyak atas masukan, saran, dan dukungannya. Semoga pariwisata dan ekonomi kreatif kita bangkit dan berkembang jauh lebih baik,” ungkap Wishnutama.

Dalam rapat ini, Komisi X DPR RI juga menyetujui pagu indikatif belanja K/L Kemenparekraf/Baparekraf Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp 8 triliun. Total anggaran tersebut meliputi RAPBN sebesar Rp 4,111 triliun dan usulan tambahan sebesar Rp 3,888 triliun yang di dalamnya mencakup anggaran fungsi pendidikan sebesar Rp 454,3 miliar.

Walmart Ubah 160 Lahan Parkir Jadi Bioskop Drive-in

this formate

Walmart ubah lahan parkir jadi bioskop drive-in (foto: Fortune)

NEW YORK, bisniswisata.co.id: Pandemi Covid-19 telah memaksa seluruh bioskop di Amerika Serikat (AS) konvensional tutup. Film-film anyar pun terpaksa menunda perlisannya. Tetapi hasrat orang untuk menonton tetap ada, bahkan makin membuncah. 

Walmart, jaringan supermarket terbesar di AS melihat peluang bisnis baru. Selain tentunya itu bertujuan untuk membantu industri film yang tengah berjuang di tengah pandemi virus Corona. Mereka berencana membuka drive- in bioskop. 

Tak perlu lahan baru untuk mewujudkannya. Mereka hanya memanfaatkan tempat parkir yang ada di toko serba ada itu. Rencananya, pusat perbelanjaan milik Keluarga Walton ini bakal mengubah 160 tempat parkirnya untuk bioskop konvensional yang masih ditutup di hampir seluruh wilayah di AS.

Untuk rencana tersebut, Walmart akan menggandeng Tribeca Enterprises, perusahaan media milik aktor Robert De Niro, yang akan memprogram film yang tayang di bioskop drive in tersebut. Sayangnya, pihak Walmart belum memberi penjelasan lebih detil soal di mana tempat parkir dari pusat perbelanjaan yang akan dijadikan bioskop drive-in maupun jenis film apa saja yang bakal ditayangkan.

Walmart hanya menyatakan, seperti dilansir CNN, rencana lebih detil bakal diungkapkan pada laman resmi. Rencana ini akan mewujud pada Oktober mendatang dan menggelar sekitar 300 kali penayangan film.

  “Waktu yang ramah buat keluarga dan teman ini bisa dihabiskan dengan menikmati penayangan film-film populer, dan penampilan khusus para pembuat film serta selebritis. Semua itu akan dikirim langsung ke kendaraan pelanggan,” tulis Walmart dalam keterangan tertulis mereka. 

Toko-toko Walmart terdekat dengan bioskop drive-in akan tetap buka sehingga penonton dapat memesan makanan kecil hingga makanan utama sebelum menontont film di bioskop drive-in.

Sejak Pandemi COVID-19, bioskop drive-in kembali bermunculan di AS. Ini adalah cara para pemilik bioskop kecil untuk bertahan karena bagaimanapun penutupan bioskop telah berdampak pada usaha mereka. Pelaku bisnis tersebut memutuskan untuk membuka bioskop drive in demi menutupi hilangnya pendapatan.

Whisnutama: Pelaku Parekraf Agar  Maksimalkan Kebijakan Insentif Pemerintah.

this formate

Menparekraf Whisnutama dudampingi Wamenparekrag Angela Tanoesoedibyo tengah bincang-bincang dengan pengelola hotel. ( Foto: Kemenparekraf) 

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) didorong untuk memanfaatkan berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dalam upaya mitigasi dan mempercepat pulihnya perekonomian sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dari dampak pandemi COVID-19. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio dalam keterangannya, Jumat, mengatakan, pemerintah telah menggulirkan berbagai program yang dapat dimanfaatkan industri parekraf yang terdampak pandemi COVID-19. 

“Salah satunya melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 44/PMK.03/2020 sebagai perluasan dari PMK 23 yang mengatur tentang pemberian insentif berupa subsidi PPh 21, pembebasan PPh Pasal 22 Impor, dan pengurangan PPh Pasal 25 sebesar 30 persen,” ungkap Whisnutama.

Termasuk untuk sektor pariwisata dan yang mencakup perhotelan, restoran, biro perjalanan wisata, dan usaha wisata lainnya serta bidangbekonomi kreatif seperti fotografi, periklanan, perfilman, dan lainnya

“Namun pemanfaatan program ini oleh industri masih rendah, baru dipergunakan oleh 200 ribu wajib pajak atau sebesar 8 persen dari 2,3 juta wajib pajak,” kata Wishnutama Kusubandio. 

Untuk itu Menparekraf mengimbau industri agar lebih aktif dan mengoptimalkan kebijakan stimulus dan relaksasi yang diberikan sehingga keberlangsungan industri pariwisata dan pelaku ekonomi kreatif tetap laju di tengah pandemi. 

Kemenparekraf sendiri akan terus melakukan sosialisasi kepada industri agar informasi ini tersampaikan dengan baik. Termasuk proaktif menghubungi para pelaku agar dapat memanfaatkan kebijakan stimulus dan relaksasi. 

“Seperti pengurangan pajak dan lainnya yang mereka eligible (berhak) bukan hanya untuk tahun ini tapi juga untuk tahun depan,” kata Wishnutama. 

Begitu juga untuk pelaku UMKM di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dapat mengakses program bantuan yang telah disiapkan pemerintah. 

Pemerintah sebelumnya telah menyiapkan lima skema perlindungan dan pemulihan ekonomi bagi sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Termasuk program khusus bagi pelaku usaha ultra mikro yang diharapkan dapat membuat mereka dapat bertahan di tengah pandemi COVID-19.

Kemenparekraf sendiri memiliki program Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) yang menyasar UMKM di beberapa subsektor yang telah ditetapkan. Yakni kuliner, fesyen, kriya, aplikasi, film animasi dan video, game developer, serta pariwisata (khususnya desa wisata). 

“Untuk tahun 2020 ini kami menyiapkan dana sebesar Rp24 miliar untuk pendukungan pengembangan UMKM lewat program Bantuan Insentif Pemerintah,” kata Wishnutama. 

Kampanye aktivasi #DiIndonesiaAja Mengajak Wisnus Berwisata di Dalam Negri

this formate

Kunjungan wisman ke Indonesia turun tajam 86,90%, Pemerintah fokus bidik wisnus. ( Foto: Kemenparekraf)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kampanye aktivasi #DiIndonesiaAja mengajak wisatawan domestik untuk berwisata di dalam negeri dengan tetap menegakkan protokol Cleanliness, Health, and Safety(CHS), kata kata Ari Juliano Gema, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Dampak COVID-19 Kemenparekraf/Baparekraf, hari ini.

Fokus pada segmen wisatawan nusantara (wisnus) menjadi langkah   awal Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) dalam pemulihan sektor pariwisata yang terdampak pandemi COVID-19.

“Kami memprioritaskan untuk menggarap segmen wisatawan nusantara terlebih dahulu dalam waktu dekat yang akan menggerakkan kembali perekonomian melalui sektor pariwisata dengan  menggarap segmen wisatawan nusantara ( wisnus) terlebih dahulu,” tambah Ari Juliano Gema.

Wisnus akan menjadi harapan bagi percepatan pemulihan sektor pariwisata Indonesia, sehingga Kemenparekraf salah satunya membuat program kampanye tersebut. “Untuk membangun kepercayaan terhadap destinasi Indonesia, penerapan protokol CHS dipersiapkan, didukung dengan acuan penerapan protokol kesehatan yang telah dikeluarkan Kementerian Kesehatan,” jelasnya.

CHS diturunkan ke panduan protokol kesehatan sektor parekraf, yang antara lain dalam bentuk buku panduan digital dan pembuatan konten kreatif bekerja sama dengan hotel, rumah makan, dan sektor ekonomi kreatif lainnya yang akan segera diluncurkan, tambahnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat mencatat jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada pada Mei 2020 mencapai 163.600 orang. Posisi ini meningkat 3,10 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Sementara itu, dibandingkan dengan periode yang sama di 2019, kunjungan wisatawan mancanegara mengalami penurunan tajam sebesar 86,90 persen. Menurut kebangsaan jumlah wisman pada Mei 2020 terutama berasal dari Timor Leste sebesar 49,8 persen. Posisi kedua diikuti oleh Malaysia sebanyak 40,6 persen dan China 1,2 persen.

Dari jumlah kunjungan turis tersebut yang menggunakan transportasi darat tercatat sebanyak 114,7 ribu orang atau 70,1 persen. Sementara untuk sektor laut tercatat 48,4 ribu orang atau sebesar 29,6 persen.

“Khusus untuk segmen wisatawan mancanegara, kami terus melakukan soft promotion dengan melakukan kampanye #DreamNow #TravelTomorrow. Hal itu lantaran penduduk dunia sangat sensitif saat ini, maka promosi luar negeri juga akan lebih menyuarakan tentang DreamNow sambil terus menginspirasi untuk #TravelTomorrow,” ujarnya.

Ari Juliano juga menjelaskan, dalam upaya memberikan customer journey, konsep dreaming adalah salah satu awal yang baik. Oleh karena itu, Indonesia perlu terus melakukan promosi digital untuk menginspirasi wisatawan sehingga saat kondisi sudah memungkinkan untuk melakukan perjalanan, mereka akan memilih berwisata di Indonesia.

“Ketika penyebaran COVID-19 mulai terkendali, masyarakat diharapkan tetap saling mengingatkan untuk menegakkan protokol kesehatan. Belajar dari negara lain yang berhasil menangani COVID-19 dengan baik, yang bangkit terlebih dahulu adalah wisatawan domestiknya,” ujarnya.

 

Dua Bersaudara di Madiun Sulap Hamparan Sawah Jadi Tempat Wisata  

this formate

Taman Bantaran Kali Poyo di Madiun (foto: Solopos)

MADIUN, bisniswisata.co.id: Meski terbilang sederhana, anak-anak di Desa Banaran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, kini punya alternatif tempat bermain yang menyenangkan. Persisnya di atas hamparan sawah seluas 2.000 meter persegi. 

Dua kakak beradik, Suwarno dan Suwandi, berinisiatif membangun taman wisata yang mereka namai Taman Bantaran Kali Poyo. Di sana ada sejumlah wahana bermain, seperti: sepeda gantung, kereta gantung, becak dan keretea mini. Anak-anak bisa merasakan sensasi naik kereta gantung melintasi hamparan sawah atau mengayuh sepeda di udara di atas sawah.

Selain itu, untuk mempercantik wahans, dua warga Madiun ini menanami bunga-bungaan dan pohon pepaya serta markisa di lingkungan sekitar sawah. Tujuannya, selain untuk mempercantik taman wisata juga agar para orang tua yang menamani putra-putrinya bermain dapat sekaligus membeli buah yang dapat dipetik langsung dari pohon. Tentu dengan harga sangat terjangkau.

Salah seorang penggagasnya, Suwarno, mengatakan awal mendirikan taman ini karena ada kegelisahan terhadap fasilitas taman yang minim bagi anak-anak di desanya. Di lain sisi, ada tempat yang menarik untuk dijadikan taman. 

“Jadi sebelumnya di areal sawah ini ada lahan yang terbengkalai. Tidak terawat. Banyak ditanami alang-alang. Saat itu, kami mulai membersihkannya,” ujar dia, seperti dilansir Madiun Pos.

Pada Juni 2019, Suwarno yang selama ini berprofesi sebagai petani bersama saudaranya Suwandi, dibantu beberapa orang, mulai membersihkan dan menata kawasan tersebut. Ternyata setelah taman itu jadi, repons masyarakat lumayan positif.

Mereka pun rela mengeluarkan dana dari kocek pribadi untuk mewujudkan Taman Wisata. Total biaya yang sudah digunakan untuk menata taman ini sekitar Rp30 juta. 

“Jadi tidak langsung Rp30 juta ya. Bertahap. Kalau ada uang sedikit, beli cat, menata taman, membuat wahana,” ujar Suwandi yang merupakan PNS di Kabupaten Madiun itu.

Langkah kecil kakak beradik ini dapat menginsipirasi masyarakat desa lain untuk kreatif menciptakan tempat-tempat wisata yang unik, dan tak perlu mahal. Untuk masuk ke lokasi Taman Banaran Poyo ini, pengelola tak memungut bayaran sepeser pun. Mereka hanya diminta untuk tidak membuang sampah sembarangan dan merusak tanaman.

 

 

 

ACI dan IATA Minta Pemerintah Tanggung Biaya Cek Tambahan Kesehatan

this formate

Tes darah cepat dilakukan oleh Otoritas Kesehatan Dubai (DHA) di bandara  dan hasilnya tersedia dalam 10 menit. Biaya kesehatan sebelum terbang ini harus ditanggung pemerintah ( Foto: IATA)

MONTREAL, Kanada, bisniswisata.co.id: Airports Council International (ACI) World dan International Air Transport Association (IATA) mendesak agar biaya yang berkaitan dengan langkah-langkah kesehatan masyarakat yang ditujukan untuk mengurangi penyebaran penyakit menular harus ditanggung oleh pemerintah.

Efek pandemi COVID-19 pada industri dan ekonomi yang lebih luas telah menghentikan penerbangan di tingkat global, yang menyebabkan kerugian multi-miliar dalam pendapatan dan lalu lintas udara.

Ketika industri penerbangan memulai kembali dan merencanakan pemulihan jangka panjang yang berkelanjutan, kesehatan dan keselamatan penumpang dan staf tetap menjadi prioritas utama bagi bandara dan maskapai penerbangan.

Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), melalui Dewan Tugas Pemulihan Penerbangan  (CART), telah memutuskan untuk bermitra dengan negara-negara anggotanya, organisasi internasional dan regional, dan industri untuk mengatasi tantangan dan untuk menyediakan panduan global keselamatan, keamanan.

Sepakat memulai kembali secara berkelanjutan dan memulihkan sektor penerbangan.  Panduan TakeOff ICAO menguraikan sejumlah langkah baru untuk menjaga kesehatan masyarakat, yang sudah diperkenalkan oleh bandara dan maskapai penerbangan di seluruh dunia.

Untuk memastikan implementasi , langkah-langkah ini di lapangan  yang meliputi pemeriksaan kesehatan, sanitasi dan jarak sosial – akan membutuhkan implementasi oleh otoritas nasional yang sesuai.  

ACI dan IATA percaya bahwa peran dan tanggung jawab pemerintah, maskapai penerbangan, bandara udara, dan pemangku kepentingan operasional lainnya yang ada harus dihormati dalam menerapkan respons terhadap wabah COVID-19. 

Operator penerbangan dan bandara harus dilibatkan dalam diskusi nasional untuk menilai kepraktisan penerapan solusi yang diusulkan oleh ICAO yang bertujuan untuk harmonisasi lintas yurisdiksi.

Ada pengakuan bahwa tambal sulam berbagai kerangka kerja berisiko membingungkan pelancong, memperkenalkan inefisiensi dan biaya kepatuhan tambahan yang tidak perlu pada penumpang, bandara dan maskapai penerbangan. Padahal Peraturan Kesehatan Internasional Organisasi Kesehatan Dunia mewajibkan pemerintah membayar biaya tindakan kesehatan.

 “Ketika bandara beroperasi dan maskapai penerbangan mulai pulih secara perlahan, kesehatan dan keselamatan penumpang dan staf sangat penting dan banyak tindakan kesehatan baru sedang dipertimbangkan oleh pemerintah untuk implantasi di bandara,” kata Direktur Dunia ACI World, Luis Felipe de Oliveira. 

Ketika industri menavigasi kompleksitas dari memulai kembali operasi, ACI percaya biaya tindakan kesehatan apa pun yang diperlukan harus ditanggung oleh pemerintah, tegasnya mengingatkan.

ACI dan IATA selaras dengan masalah ini, sebagaimana diatur dalam Aviation Restarting Safely – ACI dan IATA Joint Approach yang merupakan masukan kami untuk panduan TakeOff ICAO.  Ini menyatakan bahwa pendanaan publik untuk tindakan kesehatan harus dipastikan, termasuk tetapi tidak terbatas pada infrastruktur atau perubahan operasional yang diperlukan untuk implementasinya. 

 “Industri penerbangan ingin membuat dunia bergerak kembali.  Kami telah berhasil bekerja dengan ICAO dan banyak pemerintah di seluruh dunia untuk menerapkan protokol standar yang menjaga kesehatan masyarakat,” kata Alexandre de Juniac, Direktur Jenderal dan CEO IATA.

Dia mengatakan standar protokol juga memberi para pelancong kepercayaan diri untuk kembali mengudara.  Tetapi industri ini masih berada di tepi jurang keuangan.  Biaya tambahan dari tindakan kesehatan yang diamanatkan oleh WHO harus  ditanggung oleh pemerintah. 

” Hal  Itu akan memungkinkan industri untuk memfokuskan sumber daya yang menghubungkan kembali dunia dan meningkatkan pemulihan ekonomi global. ” ungkap Juniac

 

 

 

Industri MICE Thailand Siap Bangkit 

this formate

Bangkok International Trade & Exhibition Centre atau BITEC, salah satu venue MICE. ( Foto: Expo Stars)

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Pemerintah Thailand telah mengizinkan industri MICE di negri itu  memulai kembali tanpa batasan ukuran dan kehadiran di bawah tahap keempat kelonggaran dari langkah-langkah lockdown.

Untuk mendorong industri MICE Thailand di era New Normal maka Thailand Convention and Exhibition Bureau ( TCEB) dan Departemen Kesehatan (DOH) di bawah Kementerian Kesehatan Masyarakat  sebelumnya sudah melakukan inspeksi ke Bangkok  International Trade & Exhibition Centre (BITEC).

Mengutip TravelDailyNews , Inspeksi di BITEC diikuti kunjungan ke IMPACT, tempat utama bisnis konvensi lainnya di Bangkok. Kunjungan ke tempat-tempat MICE lainnya termasuk fasilitas hotel di sekitar Bangkok akan menyusul.

Langkah-langkah kesehatan baru di tempat-tempat konvensi Thailand adalah bagian dari Pedoman Kebersihan MICE Venue, yang telah dikembangkan TCEB bekerja sama dengan asosiasi pemangku kepentingan utama di negri itu seperti, Asosiasi Insentif dan Konvensi Thailand (TICA), Asosiasi Pameran Thailand (TEA) dan Asosiasi Manajemen Acara (EMA), sebagai persiapan  untuk pembukaan kembali bisnis MICE.

Pedoman ini sejalan dengan arahan dari Departemen Pengendalian Penyakit dan Departemen Kesehatan dan memenuhi kriteria Pusat Administrasi Situasi COVID-19 (CCSA).  Dengan demikian, industri MICE Thailand telah mendapatkan persetujuan pemerintah untuk memulai kembali tanpa batasan ukuran dan kehadiran maksimum yang sudah efektif  sejak 15 Juni 2020.

Supawan Teerarat, Wakil Ketua TCEB mengatakan Industri MICE dan acara bisnis di Thailand sedang memasuki periode transformasi yang signifikan.  TCEB, sebagai badan nasional yang mengawasi industri MICE akan membantu para pengusaha untuk mereset operasi sehingga mereka daakanmemulai bisnis lagi.

“MICE Venue Hygiene Guidelines adalah salah satu inisiatif biro untuk memastikan pemerintah bahwa MICE dapat beroperasi dengan cara yang dapat meminimalkan risiko infeksi penyakit dan memastikan operator layanan, kebersihan dan keselamatan pengunjung di tempat tersebut,” ungkap  Supawan Teerarat.

Kolaborasi dan dukungan di antara para pemangku kepentingan untuk mempraktikkan pedoman kesehatan dan langkah-langkahnya sangat penting untuk menciptakan dan meningkatkan kepercayaan dalam bisnis MICE Thailand dan memastikan bahwa industri dapat bergerak majuduntuk menggerakkan perekonomian nasional, tambahnya.

Pemerintah dan Departemen Kesehatan mengakui pentingnya industri MICE sebagai salah satu sektor utama yang mendorong ekonomi dan pembangunan negara, kata Dr. Panpimol Wipulakorn, Direktur Jenderal Departemen Kesehatan, Kementerian Kesehatan Masyarakat.

Dia  mengatakan bahwa pihaknya telah berkolaborasi dengan jaringan mitra rekanan untuk meningkatkan standar higiene bagi industri MICE untuk memungkinkan keselamatan tempat dan peralatan mereka serta langkah-langkah perlindungan bagi staf, penyelenggara acara, dan peserta acara. 

Departemennya juga telah memantau, membimbing, dan memberikan rekomendasi tentang praktik kebersihan untuk sektor bisnis ini mengatasi normal baru.  Ini akan meningkatkan kepercayaan diri pengusaha dan peserta acara untuk melakukan kegiatan ekonomi bersama dengan perlindungan kesehatan, ujarnya.

Panittha Buri, Managing Director Bangkok International Trade & Exhibition Centre atau BITEC, mengatakan telah siap melayani sebagai penyedia layanan MICE terkemuka di Asia-Pasifik selama lebih dari 2 dekade dengan Standar Tempat MICE Thailand bersertifikat.  

Untuk meningkatkan standar terhadap pandemi COVID-19, BITEC telah mengambil 6 langkah pencegahan: 1. mengadopsi aplikasi pemerintah Thailand-Chana, untuk check-in dan check-out, 2.  menempatkan titik penyaringan di area akses, 3. membatasi 1 orang per 4 meter persegi, 4. menyemprotkan kuman di aula, 5. menyiapkan langkah-langkah jarak fisik, 6. PR semua tindakan dalam organisasi sebelum dibuka kembali.

“Kami menerapkan konsep yang disebut “Zona ANTI COVID” dengan menggunakan inovasi UVC yang maju secara teknologi yang dapat membunuh kuman dan bakteri COVID-19 di permukaan udara.  Pengunjung dapat memastikan kebersihan dan keselamatan di area BITEC karena kami secara ketat melakukan pedoman sesuai denganKprotokol kesehatan, ” tambahnya.

 

 

Italia Hadapi Krisis Internasional dengan Gerakan Pariwisata Domestik

this formate

Pemandangan indah di sekitar Laut Tyrrhenian, di Italia Selatan ( Foto: mytrip.co.id)

ROMA, bisniswisata.co.id: Setelah pandemi COVID-19, industri pariwisata mengalami krisis di seluruh dunia.  Namun, beberapa negara lebih tergantung pada sektor ini secara ekonomi daripada yang lain. Italia salah satu destinasi wisata dari wisatawan Indonesia yang dikunjungi dalam paket tour Eropa.

Bagi negara yang devisanya bergantung pada sektor pariwisata maka krisis dapat berakibat fatal dan  Italia yang pariwisatanya 13% dari PDB yang sedang berjuang keras di tengah-tengah situasi mengerikan dari rontoknya pariwisata internasionalnya.

Menurut ENIT (Otoritas Pariwisata Nasional Italia), pada tahun 2020 pariwisata di Italia akan mengalami krisis yang mendalam.  Menurut perkiraan, pariwisatanya bisa pulih  level tahun 2019 baru pada 2023.

Mengutip laporan tourism review, industri wisata akan kehilangan keuntungan lebih dari 20 miliar euro bahkan mungkin 23 euro sehubungan dengan anjloknya kedatangan kunjungan wisman ditambah hilangnya 46 miliar euro  dari pariwisata domestik.

Kota-kota Italia yang paling banyak dikunjungi berada dalam krisis.  Florence sejauh ini hanya ada 900 ribu room night per malam  , sementara hotel di Venesia hanya setengah terisi.  Jumlah penerbangan dari luar negeri juga turun 91%.

ENIT memperkirakan bahwa pada tahun 2020 ini jumlah pengunjung non-Italia akan turun sebesar 55%.  Bagian Selatan negara akan paling menderita dari situasi sulit ini, karena daerah yang paling bergantung pada pariwisata terletak di sini.

Sementara itu, meskipun pemerintah Italia berusaha untuk mengurangi kerugian yang diperkirakan dari  sektor pariwisata domestik. Tapi telah memperkenalkan paket “bonus liburan” kepada warga negaranya untuk mendorong mereka melakukan perjalanan di dalam negeri.

Pemerintah Italia telah mengalokasikan € 2,4 miliar untuk paket “bonus liburan” ini. Bonus ini disediakan untuk rumah tangga yang pendapatan tahunannya tidak melebihi € 40.000.  Keluarga yang terdiri dari tiga orang atau lebih dapat menerima € 500, sementara rumah tangga dua orang akan menerima € 300 dan satu orang akan mendapatkan € 150. 

Bonus liburan hanya dapat digunakan di wilayah Italia untuk menginap di hotel, losmen, tempat perkemahan, desa wisata dan lainnya. Nasa berlajunya hanya untuk masa menginap antara 1 Juli dan 31 Desember tahun 2020 ini.

Dalam praktiknya, berkat aplikasi seluler yang dilengkapi dengan kode QR, pelanggan akan dapat memperoleh manfaat dari diskon otomatis 80% dari nilai bonus dan 20% sisanya akan dikembalikan sebagai pengurang pajak untuk pengembalian pendapatan berikutnya  .

Pariwisata Italia menderita tahun  2020 ini karena pandemi coronavirus, dan industri memperkirakan potensi  kerugian hingga 120 miliar euro. Padahal sampai sekarang, industri ini telah menyediakan lapangan kerja bagi 4,2 juta orang dan berkontribusi  13% pada PDB.

Di Italia dan banyak negara Eropa, Hari Paskah atau Pekan Suci menandai awal musim turis, menyambut pengunjung asing, turis lokal, dan peziarah.  Musim semi merupakan musim yang kuat karena ada beberapa hari libur di Italia.

Musim panas kesempatan tawarkan kesempatan untuk menjelajahi Roma, Florence, Venesia, atau Napoli,  menikmati matahari di pantai Amalfi atau di Cinque Terre (Lima Tanah) di pantai Liguria.

Tetapi setelah wabah coronavirus dimulai pada akhir Februari, Italia – negara Eropa dengan angka kematian tertinggi – pariwisata asing runtuh, bahkan sebelum kuncian nasional diputuskan pada 10 Maret.

“Kami perkirakan omset anjlok  70% hingga 80%,” kata Luca Patane, Presiden asosiasi pariwisata Italia Confcommercio Confturismo.  Industri pariwisata tadinya mengharapkan terjual  30 juta lebih sedikit room nights per malam dalam periode antara Maret dan Mei.  Efek pandemi  juga sangat negatif untuk sektor catering dan ritel.

Setelah lockdown dicabut  di Italia, mobilitas warga masih jauh berkurang.  Musim panas dengan sedikit orang asing tak diharapkan.  Lorenza Bonaccorsi, Sekretaris Pariwisata, berpendapat bahwa tahun 2020 hancur sekali apalagi sebagian besar pemesanan dilakukan pada kuartal pertama tahun ini.”Butuh satu atau dua tahun, mungkin, untuk kembali ke level kinerja sebelumnya, “kata Bonaccorsi

Asosiasi tersebut menyerukan langkah-langkah dukungan konkret untuk pariwisata, yang telah merasakan dampak krisis paling kuat di antara sektor-sektor ekonomi. Apalagi pariwisata  Italia juga telah macet sebelum lockdown pada awal Maret dan akan terus menderita dari konsekuensi krisis coronavirus selama beberapa bulan setelah akhir jam malam, kata Patane.

Satu-satunya segmen yang dapat diandalkan industri ini adalah perjalanan domestik, yang biasanya menyumbang kurang dari setengah jumlah pelancong di negara ini.  Menurut survei terbaru yang disiapkan oleh institut SWG untuk Confcommercio dan Confturismo, 70% orang Italia percaya bahwa krisis kesehatan akan berlangsung dua atau tiga bulan lagi.

Setidaknya sampai awal musim panas, dan 47% orang Italia ingin menjadwalkan liburan mereka untuk  kemudian, sebagian besar di dalam negeri. Namun, 16% takut tidak memiliki sarana untuk membayar perjalanan mereka.

Industri pariwisata menuntut voucher hingga  € 400 dari pemerintah untuk keluarga yang merencanakan liburan di musim panas.  Ini bisa memberi oksigen ke industri pariwisata.  Survei melaporkan sepertiga dari keluarga Italia tidak memiliki rencana untuk liburan musim panas.

Dukungan sebesar € 600 per bulan untuk orang yang bekerja di sektor pariwisata Italia, yang diputuskan oleh pemerintah tentunya tidak cukup, keluh Vittorio Messina, Ketua asosiasi pariwisata Assoturismo.  Dia juga menyerukan penangguhan pembayaran pajak dan sewa untuk perusahaan pariwisata.

Pemerintah telah merencanakan langkah-langkah untuk semua industri seperti bsepertibagi pengangguran, pembayaran pajak yang ditangguhkan, jaminan sementara dari negara untuk kredit.

Ada bantuan 600 euro juga untuk wiraswasta, termasuk UKM yang berspesialisasi dalam penyewaan musiman melalui Airbnb.  Namun, beberapa studi memprediksi akan bertambah 10% kebangkrutan lagi jika krisis tidak berakhir sebelum akhir tahun ini.

Perdana Menteri Italia telah memperingatkan bahwa negara itu harus belajar “hidup berdampingan” dengan coronavirus untuk waktu yang lama. Menjauhkan diri  dan menghindari kelompok besar serta kerumunan sosial adalah langkah-langkah yang harus dipertahankan.

Prakteknya akan sangat sulit bagi kafe dan restoran kecil yang berlokasi di dekat pusat bersejarah Italia.  Bagaimana hotel akan menjamin jarak sosial 2 meter di ruang makan, pusat kebugaran, atau spa?

 

Pesona Goa Jomblang Yang Menyimpan Kisah Tragis 

this formate

Goa Jomblang Gunungkidul (Foto: garudacitizen)

GUNUNGKIDUL, bisniswisata.co.id: Sebuah tayangan terkini Netfilx – layanan streaming film berbayar – menampilkan dua sosok selebritis Asia, yaitu: Penyanyi asal Korea Selatan Lee Seung Gi dan aktor Taiwan Jasper Liu. Mereka memandu acara variety show terbaru bertajuk: “Twogether”. 

Dalam program ini mereka digambarkan tengah menjalankan misi menemukan para fans di Asia. Yang menarik, Yogyakarta terpilih sebagai destinasi pertama dalam seri petualangan tersebut. Salah satu obyek wisata yang dikunjungi adalah Goa Jomblang yang terletak di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta.

Goa vertikal yang merupakah surganya dunia pariwisata ini adalah salah satu dari 500 goa yang terletak di pegunungan karst. Disebut goa vertikal karena ia mempunya mulut goa yang vertikal dengan jarak antara bibir gua dengan dasarnya bervariasi. Paling dalam sekitar 80 meter. Dan untuk memasuki Goa Jomblang diperlukan kemampuan teknik tali tunggal atau single rope technique (SRT).

Namun tak perlu skill yang tinggi untuk mencapai dasar goa, hanya butuh nyali saat bergelantungan 3 menit di atas tali sebelum mencapai dasar goa. Di sana sejumlah penarik sudah disiapkan pengelola agar wisatawan bisa turun. Dua orang pemandu bersiap di dasar goa menyambut dan melepas tali. Saat mencapai dasar goa, seketika kengerian itupun terbayar lunas. Di sana terhampar hutan purba yang hijau dan menakjubkan.

Menurut sejarahnya, goa ini  terbentuk karena fenomena sinkhole yang terjadi jutaan tahun lalu. Di dasar goa, hutan dengan vegetasinya terus hidup dan berkembang biak hingga sekarang. Inilah hutan purba yang hijau dan subur. Aneka pohon yang tak ditemukan di permukaan, aneka lumut, paku-pakuan, semak, hingga pohon-pohon besar tumbuh dengan rapat. 

Goa Jomblang bisa ditempuh dari pusat Kota Yogyakarta. Jaraknya kurang lebih 50 km. Setelah melewati jalan bebatuan sekitar 500 meter, pengunjung akan sampai di rumah kecil yang bisa digunakan untuk beristirahat. 

Pasangan selebritis Seung Gi dan Jasper membayar tiket sebesar Rp 500.000 per orang untuk bisa memasuki kawasan goa ini. Setelah mendapatkan penjelasan dari pemandu, mereka pun dipersilakan memilih sepatu bot dan helm yang merupakan perangkat utama sebelum menuruni goa ini.

Sekadar flashback ke belakang, goa ini menyisakan sedikit sejarah sangat kelam. Menurut cerita yang berkembang, goa ini disebut pernah dijadikan sebagai salah satu lokasi pembunuhan massal anggota PKI. Ratusan anggota PKI diperkirakan menemui ajalnya di sana. Mereka dibunuh dengan cara dijejerkan di bibir gua dengan tangan saling terikat satu dengan yang lain. Ketika salah satu ditembak dan terjatuh ke dalam goa, maka anggota lainnya otomatis akan ikut terjerembab.

Kisah ini sempat membuat takut masyarakat untuk berkunjung, apalagi ada sejumlah cerita angker yang berkembang di goa tersebut. Namun pada 1990-an masyarakat sekitar menggelar doa bersama di tempat ini. Sejak itu, tidak ada cerita seram seperti kejadian penjelajah gua yang hilang ditelan Goa Jomblang Gunung Kidul.