Siap-siap Kulineran di Banyuwangi & Mencicipi Nasi Tempong.

this formate

Nasi Tempong, makanan khas Banyuwangi. ( Foto: Kemenparekraf).

BANYUWANGI, bisniswisata.co.id: Kabupaten Banyuwangi yang mendapat pengakuan dari Organisasi Pariwisata Dunia ( UNWTO)  sebagai “Excellence and Innovation in Tourism” punya keunggulan kuliner yang disebut Nasi Tempong.

Meski sekilas tak ada yang tampak istimewa dari kuliner asli Banyuwangi, Jawa Timur ini  namun tak ada salahnya mencoba, ditanggung bisa ketagihan karena lidah serasa “ditampar” pedasnya nasi Tempong.

Kesederhaan Nasi Tempong tidak menghalangi kelezatannya. Dengan isian yang seolah biasa mulai dari nasi putih, dilengkapi dengan potongan tempe, tahu, dan ikan asin, semakin bikin kangen saat ditambahkan lalapan berupa sayuran rebus mulai dari kol, bayam, juga terung. 

Satu hal lain yang membuat menu ini menjadi istimewa adalah sambalnya. Pedasnya cabai rawit, menyatu dengan kesegaran tomat ranti dengan aroma terasi khas Banyuwangi menghadirkan sensasi yang sulit dilupakan.

Semuanya diulek menjadi sambil dadak sehingga kesegerannya sangat terasa, membuat siapapun serasa “tertampar” akan kesegaran dan rasa pedas dari sambal Nasi Tempong. 

Hal itu pula yang menjadi latar belajang mengapa disebut Nasi Tempong yang dalam bahasa Osing, bahasa daerah Banyuwangi, berarti “tampar”. Kab Banyuwangi telah berkembang menjadi ikon wisata indonesia. Tak heran Oresiden Joko Widodo langsung melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi bersama sejumlah Menteri.

Dulu Banyuwangi hanyalah tempat persinggahan bagi wisatawan yang ingin berwisata ke Pulau Bali melalui Pelabuhan Ketapang. Tapi sekarang jadi tujuan wisata andalan Jawa Timur dan banyak bermunculan obyek-obyek wisata baru di kota Banyuwangi ini sehingga untuk tujuan wisata darat terutama menggunakan mobil pribadi banyak dikunjungan wisatawan domestik.

Kab Banyuwangi dinilai paling siap menerapkan protokol kesehatan standar WHO dan seiring berkembangnya tren media sosial, selain  polularitas Nasi Tempong naik, banyak lokasi wisata yang dulunya tidak dikenal orang sekarang menjadi viral. 

Buat yang selalu kangen dengan rasa pedas, sesekali cobalah Nasi Tempong. Tak usah khawatir untuk mencicipi sebab kini deretan penjual Nasi Tempong di Banyuwangi sudah mulai beroperasi kembali dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. 

Salah satunya adalah Nasi Tempong Mbok Wah yang sangat terkenal. Lokasinya ada di Jalan Gembrung Nomor 220, Glagah, Bakungan, Banyuwangi, Jawa Timur. 

Menuju lokasi ini pengunjung akan lebih dahulu diajak menyusuri jalan yang sedikit sempit namun tetap bisa dilewati kendaraan roda empat. Lokasinya tepat berada di pinggir jalan namun sedikit tinggi.

Setelah menaiki tangga, para pengunjung bisa memilih lebih dulu lokasi makan. Jika ingin santai sambil lesehan, bisa memilih lokasi di sebelah kiri warung makan. Sementara di sisi kanan, berjejer meja dan bangku yang juga bisa jadi pilihan. 

Sementara di bagian tengah rumah makan, tersaji pemandangan yang dijamin membuat siapapun tergugah seleranya. Deretan menu pendamping Nasi Tempong tersaji dan tersusun dengan rapi. Mulai dari pilihan ikan yang digoreng, udang, paru, (nus) cumi hitam, hingga satai telur puyuh.

Dan yang paling menarik perhatian adalah sambal Nasi Tempong yang diulek di atas cobek berukuran besar. Sambal ini dibuat dadakan saat pelanggan datang dan disesuaikan dengan jumlah yang datang. 

Nasi putih hangat dengan potongan tahu dan tempe serta ikan asin yang garing, terasa sangat nikmat dengan rasa sambalnya yang pedas-asam nan segar. Belum lagi dengan sayuran rebusnya yang masih garing dan manis. 

Jangan lewatkan menu lainnya seperti udang goreng tepung, juga paru goreng serta nus (cumi) hitam. Renyah dari tepungnya menyelimuti rasa udangnya yang manis. Begitu juga dengan paru goreng, garing di luar namun lembut di dalam. 

Kekenyalan dari nus (cumi) hitam juga terasa segar, apalagi dengan kuahnya kala diaduk dengan nasi dan sambal. Sedap tak terkira. Untuk yang tidak terlalu suka pedas, pengunjung bisa minta dibuatkan dengan rasa pedas yang tak terlalu “menampar”. 

Warung mbok Wah menyediakan Nasi Tempong dan lauk pelengkapnya.

Dibuat “Dadakan”

“Kunci dari kesegaran sambal ini memang yang dibuat baru, saat pelanggan datang. Sehingga rasanya akan selalu segar,” ujar Towi, selaku pengelola rumah makan Sego Tempong Mbok Wah. 

Adik dari Mbok Wah ini mengatakan, awalnya menu ini menjadi andalan masyarakat Banyuwangi untuk bekal mereka ke sawah. 

Namun seiring waktu dengan rasanya yang khas dan semakin terbukanya Banyuwangi sebagai destinasi wisata, membuat masakan ini jadi banyak diburu wisatawan. Karena itu kemudian banyak disajikan menu-menu pendukung lainnya. 

“Tapi kuncinya semuanya harus selalu segar, bahan-bahannya segar. Makanya kita harus selalu baru, kalau diinapkan rasanya sudah berubah. Kita sesuaikan dengan pengunjung yang datang,” kata Towi. 

Dalam satu hari, Towi mengatakan, warung yang dikelolanya ini bisa menghabiskan lima kilogram cabai rawit untuk sambal. Namun sejak pandemi COVID-19, jumlahnya tidak seperti biasanya karena jumlah pengunjung yang menurun drastis. Bahkan ia harus menutup usahanya dalam waktu yang cukup lama. 

Namun dengan penanganan COVID-19 di Banyuwangi, ia bersyukur karena sudah mulai kembali membuka kembali usahanya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dikatakannya juga melakukan pendampingan dan pengawasan dengan ketat. 

“Semua karyawan yang masuk dipastikan kesehatannya, dengan cek suhu tubuh dan menggunakan masker dan pelindung wajah. Tempat cuci tangan dan hand sanitizer juga kami siapkan di setiap area rumah makan,” kata Towi. 

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sebelumnya telah membuat timeline tahapan pemulihan untuk sektor pariwisata daerah yang dibagi dalam tiga tahapan. Yakni emergency, recovery hingga penerapan normal baru. Saat ini Banyuwangi telah memasuki fase pemulihan yang diisi dengan edukasi dan sosialisasi tentang protokol yang akan berlaku di masa New Normal kepada para stakeholder pariwisata daerah. 

Pemkab Banyuwangi juga telah memberikan pendampingan dan sertifikasi kesehatan termasuk restoran dan warung rakyat. 

Dengan sertifikasi inii wisatawan yang datang merasa nyaman dan aman untuk menikmati kuliner di warung rakyat. Nah siap menerima tantangan Nasi Tampong ?.

Karya Van Gogh Digelar Lewat Drive-in di Toronto, Kanada

this formate

Ruang pameran drive-in dapat memuat 10 mobil (foto: AFP)

TORONTO, bisniswisata.co.id: Pandemi Covid-19 telah memaksa banyak museum membatalkan atau menunda pameran lukisan. Tapi tidak demikian dengan pameran lukisan Van Gogh di Toronto, Kanada. Penyelenggara muncul dengan ide baru: para pecinta seni boleh menyaksikan karya-karya Van Gogh dari dalam mobilnya (drive-in) di Museum Toronto, Kanada.

“Tentu saja, karena COVID kami harus berpikir kreatif,” kata Corey Ross, co-produser pameran Van Gogh seperti dilansir AFP.

Toronto, kota terbesar di Kanada, secara perlahan mulai melonggarkan aturan lockdown.Pameran lukisan Van Gogh yang digelar minggu ini menempati area gudang yang maha luas: satu area disediakan bagi pengunjung yang lebih suka menikmati lukisan dengan berjalan kaki, tentu dengan aturan jarak sosial yang ketat, dan bagian lain disiapkan sebagai area drive-in bagi pengunjung yang memilih menikmati pameran dari dalam mobil.

“Anda pasti belum pernah memiliki pengalaman seperti ini dari dalam mobilmu,” kata Ross. “Perasaannya hampir seolah-olah mobil itu ‘terbang’ melalui seni.”

Pameran bertajuk “Van Gogh, Starry Night” di Kanada ini digelar berkat dukungan penyelenggara yang telah menggelar pameran serupa di L’Atelier des Lumieres, Paris.

Pameran di Toronto menampilkan konsep digital serupa dengan yang di Paris, yakni karya-karya pelukis Belanda itu diproyeksikan ke dinding dan lantai dengan resolusi yang tinggi.

Ruang pameran drive-in dapat memuat 10 mobil sekaligus. Mobil harus menghadap depan dan pengemudi wajib mematikan mesin karena akan mengganggu pemutaran musik saat karya itu ditampilkan.

Satu paket penampilan karya digelar selama 35 menit, dan pengunjung boleh mengambil foto. Meski pamerannya jauh di Kanada, semoga bagi seniman Indonesia juga bisa jadi inspirasi ya karena kita belum tahu hidup bersama COVID-19.

 

Survey IATA:  Traveler Mengungkapkan Masalah COVID-19

this formate

JENEWA, bisniswisata.co.id: International Air Transport Association (IATA) merilis riset opini publik yang menunjukkan kesediaan untuk berpergian karena kekhawatiran akan risiko tertular COVID-19 selama perjalanan udara. 

Rencana memulai kembali industri ini mengatasi masalah utama penumpang yang mengalami kekhawatiran untuk melakukan perjalanan selama COVID-19

Wisatawan mengambil tindakan pencegahan untuk melindungi diri mereka dari COVID-19 dengan 77% mengatakan bahwa mereka mencuci tangan lebih sering, 71% menghindari pertemuan besar dan 67% memakai masker wajah di depan umum.  

Sedikitnya 58% dari mereka yang disurvei mengatakan bahwa mereka telah menghindari perjalanan udara, dengan 33% menyarankan bahwa mereka akan menghindari perjalanan di masa depan sebagai langkah berkelanjutan untuk mengurangi risiko penangkapan COVID-19.

 Wisatawan mengidentifikasi tiga kekhawatiran utama mereka sebagai berikut:

Di Airport                     

  1. Berada di dalam bus / kereta yang padat saat menuju pesawat (59%) 
  2. Mengantri saat check-in / kontrol keamanan / perbatasan atau naik (42%)
  3. 3.Menggunakan fasilitas toilet / toilet bandara (38%)

Saat On Board

  1. Duduk di sebelah seseorang yang mungkin terinfeksi (65%).
  2. Menggunakan fasilitas toilet / toilet (42%).
  3. Menghirup udara di pesawat (37%

Ketika diminta untuk membuat peringkat tiga langkah teratas yang akan membuat mereka merasa lebih aman, 37% mengutip screening COVID-19 di bandara keberangkatan, 34% setuju dengan wajib memakai masker wajah dan 33% mencatat langkah-langkah jarak sosial di pesawat.

Penumpang sendiri menunjukkan kemauan untuk memainkan peran dalam menjaga keamanan penerbangan dengan:

1.Menjalani pemeriksaan suhu (43%)

  1. Mengenakan masker selama  perjalanan (42%).
  1. Check-in online untuk meminimalkan interaksi di bandara (40%)
  1. Mengambil tes COVID-19 sebelum bepergian (39%).
  1. Sanitasi area tempat duduk mereka (38%).

“Orang-orang jelas peduli tentang COVID-19 saat bepergian.  Tetapi mereka juga diyakinkan oleh langkah-langkah praktis yang diperkenalkan oleh pemerintah dan industri di bawah panduan Take-off yang dikembangkan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO),” kata Alexandre de Juniac, Direktur Jenderal dan CEO IATA.

Hal Ini termasuk pemakaian masker, pengenalan teknologi tanpa kontak dalam proses perjalanan dan tindakan penyaringan. ” Ini memberi tahu kita bahwa kita berada di jalur yang benar untuk memulihkan kepercayaan diri dalam perjalanan.  Tapi itu butuh waktu.  Agar memiliki efek maksimal, sangat penting bagi pemerintah untuk menerapkan langkah-langkah ini secara global, tambahnya. 

Survei juga menunjukkan beberapa masalah utama dalam memulihkan kepercayaan di mana industri perlu mengkomunikasikan fakta secara lebih efektif.  Kekhawatiran teratas penumpang adalah:

1.Kualitas udara kabin: Para pelancong belum memutuskan tentang kualitas udara kabin.  Sementara 57% pelancong percaya bahwa kualitas udara berbahaya, tapi 55% juga menjawab bahwa mereka memahami bahwa udara sebersih udara di ruang operasi rumah sakit.  

Faktanya, kualitas udara di pesawat modern jauh lebih baik daripada kebanyakan lingkungan tertutup lainnya.  Ini ditukar dengan udara segar setiap 2-3 menit, sedangkan udara di sebagian besar gedung kantor ditukar 2-3 kali per jam.  Selain itu, filter High Efficiency Particulate Air (HEPA) menangkap lebih dari 99,999% kuman, termasuk Coronavirus.

2.Jarak sosial: Pemerintah menyarankan untuk memakai masker ketika jarak sosial tidak memungkinkan, seperti halnya dengan transportasi umum.  Ini sejalan dengan panduan Take-off ICAO ahli.  Selain itu, saat penumpang duduk di dekat kapal, aliran udara kabin dari langit-langit ke lantai. 

Ini membatasi potensi penyebaran virus atau kuman ke belakang atau ke depan di kabin.  Ada beberapa hambatan alami lain untuk penularan virus di kapal, termasuk orientasi ke depan penumpang (membatasi interaksi tatap muka), sandaran belakang yang membatasi penularan dari baris ke baris, dan terbatasnya pergerakan penumpang di kapal.  kabin.

Sebenarnya tidak ada persyaratan untuk langkah-langkah jarak sosial di pesawat dari otoritas penerbangan yang sangat dihormati seperti Administrasi Penerbangan Federal AS, Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa atau ICAO.

“Sudah bukan rahasia lagi bahwa penumpang memiliki kekhawatiran tentang risiko transmisi di dalam pesawat.  Mereka harus diyakinkan oleh banyak fitur anti-virus bawaan dari sistem aliran udara dan pengaturan tempat duduk yang menghadap ke depan.” kata de Juniac.

Selain itu, penyaringan sebelum penerbangan dan masker adalah beberapa lapisan perlindungan tambahan yang sedang dilaksanakan oleh industri dan pemerintah atas saran ICAO dan Organisasi Kesehatan Dunia.  Tidak ada lingkungan yang bebas risiko, tetapi sedikit lingkungan yang terkontrol seperti kabin pesawat.  Dan kita perlu memastikan bahwa para pelancong memahami hal itu, tegasnya.

 Tidak Ada Solusi Cepat

Sementara hampir setengah dari mereka yang disurvei (45%) mengindikasikan mereka akan kembali melakukan perjalanan dalam beberapa bulan setelah pandemi mereda, ini adalah penurunan yang signifikan dari 61% yang dicatat dalam survei April. 

Secara keseluruhan, hasil survei menunjukkan bahwa orang tidak kehilangan selera untuk bepergian, tetapi ada halangan untuk kembali ke tingkat perjalanan sebelum krisis:

Mayoritas pelancong yang disurvei berencana untuk kembali melakukan perjalanan untuk melihat keluarga dan teman (57%), untuk berlibur (56%) atau untuk melakukan bisnis (55%) sesegera mungkin setelah pandemi mereda.

Tetapi, 66% mengatakan bahwa mereka akan bepergian lebih sedikit untuk liburan dan bisnis di dunia pasca-pandemi. Sebesar  64% menunjukkan bahwa mereka akan menunda perjalanan sampai faktor ekonomi membaik baik secara pribadi dan lebih luas.

“Krisis ini bisa memiliki bayangan yang sangat panjang.  Penumpang memberi tahu kami bahwa perlu waktu sebelum mereka kembali ke kebiasaan perjalanan lama mereka,”

Banyak maskapai penerbangan yang tidak merencanakan permintaan untuk kembali ke tingkat 2019 hingga 2023 atau 2024. Banyak pemerintah telah merespons dengan jalur finansial dan langkah-langkah bantuan lainnya pada puncak krisis.  

Oleh karena beberapa bagian dunia memulai jalan panjang menuju pemulihan, sangat penting bagi pemerintah untuk tetap terlibat.  Langkah-langkah bantuan lanjutan seperti pengurangan dari aturan slot use-it-or-loss it, pengurangan pajak atau langkah-langkah pengurangan biaya akan sangat penting untuk beberapa waktu mendatang, ”kata de Juniac.

 Salah satu penghalang terbesar untuk pemulihan industri adalah karantina.  Sekitar 85% pelancong melaporkan kekhawatiran akan dikarantina saat bepergian, tingkat kekhawatiran yang sama dengan mereka yang melaporkan kekhawatiran umum untuk tertular virus saat bepergian (84%). 

Diantara langkah-langkah yang bersedia dilakukan oleh para pelancong dalam beradaptasi untuk bepergian selama atau setelah pandemi, hanya 17% yang melaporkan bahwa mereka akan bersedia menjalani karantina.

 “Karantina adalah pembunuh bayaran.  Menjaga perbatasan ditutup memperpanjang rasa sakit dengan menyebabkan kesulitan ekonomi jauh di luar maskapai penerbangan.  Jika pemerintah ingin memulai kembali sektor pariwisata mereka, langkah-langkah berbasis risiko alternatif diperlukan.  

Banyak yang dimasukkan dalam pedoman Take-off ICAO, seperti pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan untuk mencegah orang yang bergejala bepergian.  Maskapai penerbangan membantu upaya ini dengan kebijakan pemesanan ulang yang fleksibel.  

“Dalam hari-hari terakhir ini kita telah melihat Inggris dan Uni Eropa mengumumkan perhitungan berbasis risiko untuk membuka perbatasan mereka.  Dan negara lain telah memilih opsi pengujian.  Di mana ada keinginan untuk membuka, ada cara untuk melakukannya secara bertanggung jawab, ”kata de Juniac.

Mengenai survei IATA  ke-11 negara ini dilakukan selama minggu pertama Juni 2020, menilai kekhawatiran para pelancong selama pandemi dan jadwal waktu potensial bagi mereka untuk kembali bepergian.  Ini adalah gelombang ketiga survei, dengan gelombang sebelumnya dilakukan pada akhir Februari dan awal April.  Semua yang disurvei telah mengambil setidaknya satu penerbangan sejak Juli 2019.

 

Ramai-Ramai Berkaca Pada Keadaan di Skift Forum Eropa

this formate

NEW YORK, bisniswisata.co.id: Skift, Inc. perusahaan media yang didirikan pada 2012, penyedia layanan berita, penelitian, dan pemasaran untuk industri perjalanan yang didirikan oleh Rafat Ali dan Jason Clampet awal pekan lalu mengadakan Skift Forum Eropa.

Berkaca dari keadaan dan dampak pandemi global, para tokoh industri pariwisata hasilkan enam taktik  ditengah COVID-19 yang  dirangkum Dennis Schaal, dari Skift dari pertemuan pada Selasa lalu 1 Juli 2020.

Ada pandemi global yang jadi krisis dan telah menghancurkan bisnis dunia,  memaksa perusahaan berkaca,  merenungkan perubahan yang terjadi dan berdampak pada bisnisnya. Akankah preferensi perjalanan konsumen berubah selamanya karena Coronavirus? Karena kata selamanya adalah waktu yang sangat lama.

PHK besar-besaran,  cuti tanpa gaji, kondisi anggaran yang porak poranda, pinjaman dan lockdown yang menghasilkan pembatalan besar-besaran perjalanan membuat perusahaan hingga Badan Pariwisata Dunia mencari taktik bagaimana bisa membangun bisnis mereka lagi.

Hal Itu hanya salah satu kunci utama dari acara tahunan Skift Forum Eropa yang keempat, berikut hasil bahasan lainnya.

  1. PELUANG UNTUK MEMULAI BISNIS LAGI

Dari perusahaan perjalanan online hingga operator tur papan atas sepakat  tekanan  akibat COVID-19 menghadirkan peluang yang tidak biasa  dan memberi waktu bagi brand mereka untuk memikirkan kembali misi dan inti bisnis serta bagaimana membentuk kembali bisnis.

CEO Tripadvisor,  Steve Kaufer mengatakan perusahaan akan mengecilkan penjualan tiket penerbangan, kurangi proses pemesanan hotel, dan akan mengasah fungsi sebagai perencanaan perjalanan, menyusun apa yang dia beri label “perjalanan yang dipertimbangkan.”  

Kaufer mengatakan langkah ini mungkin mengarah pada pengurangan jumlah pengunjung unik dan mendukung pelanggan yang tertarik untuk menggunakan Tripadvisor berulang kali.

 Cyril Ranque, presiden Grup Expedia dari grup mitra perjalanannya, mengambil tema yang sama, dengan alasan bahwa perusahaan menggunakan krisis untuk menyederhanakan – yang berarti mengurangi – portofolio mereknya.  

Arnaud Champenois, wakil presiden senior pemasaran Belmond, mengatakan bahwa rantai pandemi tersebut “mendemokrasikan” merek-mereknya dengan menggunakan Instagram untuk menarik tambahan jumlah wanita muda sebagai tamu. Gagasan menciptakan kembali operasi juga terkait erat dengan masalah overtourism.

  1. MANAJEMEN DESTINASI YANG LEBIH BAIK UNTUK MENCEGAH OVERTOURISM

 Beberapa entitas pariwisata dan perusahaan perjalanan online menunjukkan bahwa penghentian aktivitas perjalanan oleh virus coronavirus memungkinkan mereka untuk membuat perlindungan terhadap overtourism, dan berpeluang untuk mempromosikan tujuan wisata yang kurang dipadati turis.

Sigríður Dögg Guðmundsdóttir, kepala Visit Iceland mengatakan hikmah pandemi tersebut menekan tombol pengaturan ulang pariwisata, dan memperluas indikator kapasitas pariwisata ke seluruh negara.  Tujuannya akan mempromosikan lokalitas yang kurang dikunjungi.  

Luis Araujo, presiden Turism de Portugal, mengatakan ada risiko memulai kembali pariwisata terlalu cepat untuk mengimbangi tahun pariwisata yang mengerikan ini.

“Tentu saja krisis ini telah melunakkan kekhawatiran seputar overtourism, tetapi ini tidak berarti masalahnya  berakhir,” kata Jennifer Iduh, kepala penelitian dan pengembangan di Komisi Perjalanan Eropa. 

 “Kami sekarang diberi kesempatan untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam hal manajemen destinasi dan daya dukung.”

 Ranque dari Expedia Group mengatakan fakta bahwa para wisatawan saat ini mengunjungi tujuan-tujuan yang tidak banyak dikunjungi orang, seringkali dalam jarak mengemudi. Hal ini berarti mesin pencari akan membangun konten ini, dan memungkinkan Expedia untuk memasarkannya untuk pertama kalinya tempat-tempat baru yang belum masuk peta mesin pencarian.

Janicke Hansen, salah satu pendiri NordicTB, mencatat bahwa tujuan wisata telah berbalik ke dalam negri dengan dewan pariwisata berusaha untuk mempromosikan obyek wisata mereka  sendiri kepada warga wisatanya. Tetapi mereka mengalami kesulitan karena banyak dari dewan pariwisata ini tidak mengerti cara terbaik membidik wisatawan domestiknya karena terbiasa menargetkan pengunjung internasional.

  1. PROGRAM REFUND JADI TITIK BALIK ?

Richard Clarke, analis senior Bernstein untuk hotel dan liburan global, berpendapat bahwa mengemas  paket mungkin bukan solusi alami karena krisis coronavirus mulai surut. Masalahnya operator tur TUI lambat untuk memberikan pengembalian uang.  Dia mengatakan Airbnb dan Booking.com malah cukup cepat dalam memberikan pengembalian uang.

Dalam wawancara khusus dengan Editor Perjalanan Skif, Matt Parsons, Kepala Pemasaran TUI Group Erik Friemuth mengatakan  bahwa pelanggan perusahaan memahami bahwa masalah pengembalian dana adalah situasi khusus, dan bahwa itu adalah operator tur yang memulangkan penumpang yang terdampar.

Dia mencatat bahwa wisatawan yang berlibur tanpa memesan melalui operator tur terpaksa harus menggunakan penerbangan terpaksa dijemput dari pemerintah mereka, dan di Jerman, misalnya, mereka mendapat tagihan untuk tumpangan itu.

Ranque dari Expedia Group menggembar-gemborkan program pemulihannya  dalam bentuk kredit pemasaran untuk mitra perjalanan, menambahkan bahwa kucuran dana kemungkinan akan tumbuh lebih tinggi dari yang awalnya diumumkan $ 275 juta karena begitu banyak hotel telah menerapkan dan memenuhi syarat.  Ranque mengatakan dia kecewa bahwa Google tidak berbuat lebih banyak untuk membantu bisnis usaha kecil.

Johannes Reck, salah satu pendiri dan CEO GetYourGuide, juga mengkritik upaya Google.  “Anda bisa melihat sendiri selama pandemi ketika pembatalan menghantam, yang refund uang pelanggan, yang berjaga di pusat layanan pelanggan adalah GetYourGuide, itu bukan Google, kan?” kata Reck.

Mengacu pada fakta bahwa Airbnb dan Expedia Group meluncurkan program pemulihan, Arjan Dijk, wakil presiden senior dan chief marketing officer di Booking.com, mengatakan program ini sebagian besar tidak benar.  Booking.com berfokus pada penyediaan data insights kepada mitra daripada mengecekkatanya.

 “Tanda tanya besar di sekitar program-program bantuan ini adalah bahwa mereka program yang kompleks, tidak jelas, dan semacam PR (hubungan masyarakat) untuk membuat perusahaan terlihat baik,” kata Dijk.  “Tapi apakah bantuan itu benar-benar baik untuk para mitra?”

  1. KEBERSIHAN SUATU KEHARUSAN BERIKUTNYA ADALAH KETAATAN 

Para pembicara di Skift Forum Eropa sebagian besar setuju bahwa upaya sanitasi akan sangat menentukan dalam membangun kepercayaan pemesanan wisatawan di era pasca-COVID-19, tetapi mereka sering tidak sependapat apakah itu akan menjadi hotel atau persewaan liburan yang memimpin permintaan

 Frank Gervais, CEO Accor, di Eropa mengatakan merek dapat “mengubah batasan menjadi aset” dalam persaingan melawan sektor penyewaan tempat  liburan.  “Anda akan menemukan hotel yang bersih dan aman,” katanya.  “Ini canggih.  Ini adalah keindahan industri kami, dan kami harus berada dalam nol, nol, nol keraguan tentang itu.  Tetapi kita juga perlu menjaga pendekatan kepedulian dan kehangatan ini.  Kita perlu menemukan kembali bersama. ”

Karin Sheppard, wakil presiden senior IHG dan direktur pelaksana Eropa, mengatakan keselamatan dan kebersihan akan sangat penting dalam memulihkan industri hotel.  Sheppard menambahkan bahwa ini bukan hanya konsumen yang fokus pada masalah kepercayaan – investor juga mencari merek yang tepercaya.  Dia mengharapkan kesibukan hotel independen yang dikonversi menjadi jaringan dalam jangka pendek.

Sementara CEO Oyo Vacation Homes, Tobias Wann mengatakan dia yakin bahwa penyewaan tempat liburan seperti villa adalah produk yang “jauh lebih unggul” daripada jenis fasilitas hospitality lainnya saat ini. Dijk dari Booking.com mengatakan dia tidak yakin bahwa liburan akan membuat hotel menjadi ujung tombak dalam masalah keamanan.

  1. KAPAN, KAPAN, KAPAN?

 Ada sangat sedikit konsensus pada kesepakatan kapan sebenarnya industri perjalanan akan pulih, dan bagamana perjalanan mungkin menyerupai atau berbeda dari bentuk sebelumnya.  Tentu saja, banyak tergantung pada gelombang kedua pandemi,  perawatan coronavirus, dan nantinya potensi tingkat  kemanjuran vaksin.

Tentu saja, sebagian besar tergantung pada negara tempat Anda beroperasi dan apakah bisnis Anda terkait dengan persewaan rumah liburan, hotel, atau penerbangan, yang tampaknya bisnisnya bisa cepat balik  di banyak bagian dunia.

CEO KLM Pieter Elbers mengatakan maskapai Belanda itu tidak membayangkan pemulihan penuh sampai tahun 2023″.  Sementara Elbers mengatakan KLM sedang mengalami lingkungan yang “menantang” untuk penerbangan jarak jauh sementara penerbangan jarak pendek  kembali lagi secara sederhana.

 Clarke dari Bernstein mengatakan perusahaan riset mulai melihat pemulihan perjalanan 12 minggu yang lalu di China, delapan minggu yang lalu di Amerika Serikat, dan Jerman telah menjadi kuat belakangan ini.  Clarke mengatakan dia mengharapkanbelakanganaktivitas kembali normal untuk industri perjalanan global pada 2021.

Friemuth dari TUI mematok rebound penuh seperti yang terjadi pada musim panas 2021.

  1. AKANKAH  INDUSTRI PERJALANAN SELAMANYA JADI BERUBAH?

Berbagai pembicara berbeda pada apakah perilaku konsumen dan industri perjalanan “selamanya” berubah ?

Reck dari GetYourGuide mengatakan tantangan terbesar perusahaan sebelum krisis adalah konsumen akan menunggu sebelum tiba di tujuan sebelum memutuskan untuk memesan tur.  

Dia mengatakan sekarang para pelancong akan memesan terlebih dahulu tur mereka karena tidak ada yang hari ini akan mengambil risiko harus antri dengan kerumunan orang untuk mendapatkan izin masuk ke Vatikan.  Ia memperkirakan perilaku ini akan bertahan setidaknya selama 12-24 bulan.

Champenois dari Belmond berpendapat bahwa pelancong papan atas akan lebih jarang melakukan perjalanan, tetapi mereka akan tinggal di tujuan wisata jadi lebih lama.  Perjalanan, atau pengalaman, harus sepadan, katanya.

Dijk dari Booking.com mengatakan dia tidak berbagi pandangan CEO Airbnb Brian Chesky bahwa perjalanan akan secara permanen didistribusikan kembali ke tujuan yang lebih kecil di tempat liburan sehingga wisatawan dapat menghindari kota yang padat dan hotel yang penuh sesak.

 “Itu menjadi berita utama yang baik. Jadi, aku memberikan pujian pada Brian karena berita utama yang bagus dan penting.” kata Dijk.

 

Setelah Bioskop Drive-in, Kini Muncul Horor Drive-in di Tokyo

this formate

Horor drive-in di Tokyo mendekatkan zombie ke pengunjung (foto: gulfnews)

TOKYO, biniswisata.co.id: Selama pandemi Covid-19, ada-ada saja cara orang berkreasi untuk mensiasati keadaan yang belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Jika di Amerika Serikat (AS) mulai bermunculan bioskop drive-in, di Tokyo, Jepang, ada pertunjukan horor ala drive-in untuk menakut-nakuti mereka yang suka sensasi ini.

Acara ini digagas sebuah kelompok pertunjukan yang para aktornya berpakaian dan berkostum seperti zombie dan hantu. Mereka akan menakut-nakuti tamu yang datang dengan mengendarai mobil. Jadi, pengunjung tak perlu khawatir bakal tertular virus Corona.

Pelanggan yang mengendarai mobil akan diminta masuk ke dalam sebuah garasi. Satu mobil dalam satu waktu. Di dalam ruang itu, mereka akan diperdengarkan cerita pembunuhan lengkap dengan efek suara menakutkan dari  pengeras suara. Kemudian para aktor yang telah berdandan ala monster itu akan menyerbu ke sisi-sisi kendaraan dan mulai menyemportkan darah palsu ke jendela mobil.

Kelompok pertunjukan bernama Kowagarasetai atau ‘pasukan menyeramkan’ ini berharap dapat menakut-nakuti sebanyak 11 mobil per hari bulan ini, dan semoga bisa berlanjut pada bulan berikutnya, kata koordinator kelompok, Kenta Iawana, seperti dilansir CNN

Untuk menikmati pertunjukan horor ini, tarif per mobil dengan beberapa orang di dalamnya bisa mencapai 9.000 yen atau sekitar Rp1,2 juta. Pertunjukan ini berdurasi 15 menit hingga pintu terbuka dan grup lain masuk ke garasi. Pengunjung yang tidak membawa mobil bisa meminjam kendaraan yang tersedia.

Sebelum ada Pandemi Covid-19, Kowagarasetai biasa menggelar pertunjukan di taman-taman bermain. Namun kini tawaran pekerjaan berkurang karena tempat-tempat hiburan ditutup dan orang banyak memilih untuk tinggal di rumah saja. 

Sebenarnya di era pandemi, mereka pernah mencoba membuat pertunjukan yang memperhatikan jarak-sosial. Para penampil harus menjaga jarak minimal dua meter. Akibatnya pertunjukan menjadi  “sedikit membosankan”, kata Iawana.

Drive-in ini bisa membuat orang merasakan seperti berada di rumah hantu,” kata dia. “Kami mungkin akan melanjutkannya ketika virus corona sudah tidak ada.”

 

Pemerintah Gelar Bulan Kemerdekaan” Sambut HUT Ke-75 Kemerdekaan RI 

this formate

Menparekraf Whisnutama ( kanan) mendampingi Mensesneg Pratikno dan Kasetpres Heru Budi Hartono saat peluncuran Bulan Kemerdekaan.            ( Foto: Kemenparekraf

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pemerintah secara resmi meluncurkan program “Bulan Kemerdekaan” yang akan menghadirkan serangkaian kegiatan dalam rangka menyambut HUT Ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno dalam acara peluncuran bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio,mengatakan, perayaan hari kemerdekaan tahun ini digelar secara berbeda akibat pandemi COVID-19.

Hadir bersama Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono dan Sekretaris Menteri Sekretariat Negara (Sesmensesneg) Setya Utama, Senin (6/7), di Gedung Utama Kantor Sekretaris Negara, Pratikno mengatakan Presiden semula meminta untuk dirancang HUT ke-75 RI dengan meriah seperti karnaval internasional yang melibatkan sejumlah negara.

“Tapi dengan adanya pandemi COVID-19 mengubah semuanya. Perayaan hari kemerdekaan harus disesuaikan meski tidak mengurangi rasa khidmat menyukuri kemerdekaan dan tetap menunjukkan Indonesia sebagai negara yang besar dan kokoh secara politik, ekonomi, sosial, dan budaya,” ungkapnya.

Menurut Pratikno, perayaan tahun ini dilakukan secara sederhana dengan tetap mendorong antusiasme masyarakat yang tinggi. Kreativitas dan inovasi juga tetap dikedepankan hanya saja harus sesuai dengan protokol yang aman COVID-19. Maka nanti akan banyak kegiatan yang sifatnya virtual, jelasnya.

IDia menjelaskan, upacara kenaikan dan penurunan bendera akan tetap dilaksanakan secara khidmat namun dengan peserta yang terbatas. Termasuk jumlah paskibraka yang terlibat juga sangat terbatas.

Hal ini bukan berarti partisipasi masyarakat jadi terbatas. Seluruh rakyat Indonesia diharapkan ikut aktif terlibat dalam upacara terutama secara virtual.

“Kami akan memperkenalkan tradisi baru, ketika lagu Indonesia Raya dikumandangkan kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia menghentikan kegiatan sejenak, berdiri tegak, dan dengan khidmat mengikuti dikumandangkannya lagu Indonesia Raya. Termasuk masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri,” kata Pratikno.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan, rangkaian kegiatan “Bulan Kemerdekaan” diawali pada awal Juli 2020 dengan peluncuran logo HUT ke-75 RI dan sosialisasi kegiatan penghormatan penaikan bendera.

Seluruh masyarakat Indonesia diharapkan dapat berdiri dengan sikap sempurna dan ikut menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara serentak ketika mendengar sirine, dentuman meriam, dan sirine panjang di Istana Negara pada hari kemerdekaan 17 Agustus 2020.

“Saat upacara penaikan bendera pukul 10.00 akan ada bunyi sirine dan kira-kira pukul 10.15 akan ada bunyi sirine kedua yang panjang, saat itulah diharapkan seluruh masyarakat untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya,” kata Wishnutama.

Upacara penaikan dan penurunan bendera nantinya akan disiarkan secara langsung secara serentak di seluruh stasiun televisi nasional, televisi lokal, serta disiarkan secara live streaming di sosial media.

Selain itu, pada 30 menit sebelum upacara penaikan bendera dan 60 menit sebelum upacara penurunan bendera telah disiapkan acara khusus yang menampilkan suguhan seni dan budaya dengan penampilan dari berbagai musisi dan penyanyi.

Di acara tersebut juga akan diisi dengan video tentang peringatan 75 tahun Kemerdekaan RI di tengah pandemi. Bahwa harapan, optimisme, dan rasa cinta tanah air harus semakin menguat meski Indonesia sedang dihadapkan pada kesulitan. Termasuk video sosialisasi mengajak masyarakat untuk tetap berkarya dan beradaptasi dengan kehidupan normal baru.

“Hari ini seluruh dunia sedang dilanda pandemi yang berdampak pada setiap lapisan masyarakat. Saatnya kita tunjukkan pada dunia bahwa kita bisa bangkit bersama memenangkan segala tantangan yang ada dan bergotong royong menuju Indonesia Maju,” kata Wishnutama Kusubandio.

Berkaitan memeriahkan HUT ke-75 Kemerdekaan RI juga akan digelar lomba digital berupa videografi/fotografi dalam mempercantik lingkungan dengan menjaga protokol kesehatan dengan tema Lingkungan Bersih Indah Sehat Kreatif Untuk Indonesia Kuat.

“Saatnya kita membuktikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar, dan mampu menghadapi segala macam tantangan bersama. Keterbatasan saat ini seharusnya dijadikan momentum bagi anak bangsa untuk berkreativitas dan berinovasi. Indonesia adalah bangsa yang kuat karena persatuan,” kata Wishnutama.

 

Jamu Bagian Penting Medical Tourism Indonesia

this formate

Karyanto, pendiri JamuDigital.com ingatkan potensi jamu untuk medical tourism di Indonesia.(Foto.Dok. Pribadi).

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Jamu sebagai warisan nenek moyang bangsa Indonesia memiliki potensi besar untuk mejadi bagian penting dari Medical Tourism pengobatan tradisional Indonesia.

Kunci utama untuk mewujudkannya adalah mensinergikan stakeholders terkait untuk membangun medical tourism pengobatan tradional yang sudah menjadi bagian dari kultur masyarakat Indonesia. 

Medical tourism adalah perjalanan seseorang dari suatu negara ke negara lain untuk mencari perawatan medis- apakah konvensional atau tradisional. Indonesia memiliki potensi besar untuk pengobatan tradisional, dengan menggunakan Jamu sebagai bagian penting dari tatalaksana medical tourism

Menurut Karyanto,  Fouder JamuDigital, dengan potensi sumber daya alam, kompetensi SDM, dan dukungan sosial-budaya yang kuat, produk herbal di Indonesia atau yang biasa dikenal dengan istilah Jamu ini, semestinya dapat menjadi komoditi yang mendunia-termasuk melalui medical tourism.  

“Sayangnya, melimpahnya biodiversitas di nusantara ini, belum didukung political will yang kuat. Akibatnya, potensi yang ada belum menjadi keunggulan daya saing. Negara diharapkan dapat memposisikan diri untuk mendukung pertumbuhan nation branding, sehingga produk herbal atau jamu di Indonesia dapat lebih menjulang tinggi di era Revolusi Industri 4.0,” ujar Karyanto- Sarjana Farmasi Alumni UGM ini.

Padahal Presiden Indonesia, Joko Widodo sudah menjadi ‘brand ambassador’ Jamu melalui Vlog Jamu yang menjadi viral- yang menceritakan kebiasaan Pak Jokowi minum Jamu ramuan: Jahe, Kunyit dan Temulawak yang dikonsumsi secara rutin.

Semestinya, budaya minum Jamu dari orang nomor satu di Indonesia ini, juga dapat dijadikan motivasi untuk dijadikan budaya minum Jamu oleh seluruh masyarakat Indonesia. Presiden saja minum Jamu!

Melihat fenomena ini, Karyanto- yang juga lebih dari 10 tahun berkarir sebagai wartawan ini, ingin berpartisipasi mengembangkan literasi Jamu melalui media online JamuDigital (www.jamudigital.com). Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun sebagai praktisi komunikasi public- diberbagai perusahaan bidang farmasi dan alkes di Indonesia, maka sejak awal tahun 2017 mendirikan JamuDigital

Karyanto setiap hari menggemakan potensi Jamu melalui media online dan jaringan media sosial JamuDigital- untuk membantu memperkuat brand Jamu Indonesia dan akses pasar digitalnya melalui www.jamudigital.com

Menurut dia, potensi bahan alam di Indonesia dengan meninjau dari sejumlah aspek, yaitu tiga aspek: Genetic resources, Traditional knowledge, Herbal medicine product.

Aspek Genetic resources merujuk pada keanekaragaman hayati di Indonesia. Dengan lebih dari 30.000 spesies tanaman, Indonesia dikenal sebagai negara mega biodiversitas ke-5 di dunia (LIPI, 2015). Sekitar 9.600 tanaman berkhasiat sebagai obat.

Aspek Traditional knowledge didasarkan pada hasil penghimpunan informasi oleh Riset Tumbuhan Obat dan Jamu (RISTOJA). Menurut data yang diperoleh RISTOJA, terdapat sekitar 25.821 ramuan dan 2.670 spesies tumbuhan obat. Data tersebut diperoleh setelah meneliti 303 etnis yang tersebar di 24 provinsi di Indonesia (Laporan Ristoja B2P2TOOT, 2015). 

Aspek Herbal medicine products dapat melihat jumlah NIE (Nomor Ijin Edar) obat tradisional. Data yang tersedia hingga September 2018, sebanyak 10.688 NIE (data base Badan POM). Dan kurang dari 5.000 simplisia yang digunakan untuk memproduksi obat tradisional.

Karyanto menilai  potensi Jamu Indonesia benar-benar potensi yang dahsyat.  Jamu harusnya jadi muatan kapal ekspor non migas, juga menjadi ‘senjata’ penembus pasar global ditengah era back to nature masyarakat dunia apalagi di era COVID-19.

Tidak banyak negara dengan potensi sehebat  Indonesia. Ini juga potensi untuk dijadikan bagian penting dari medical tourism. Lantas mengapa jamu Indonesia belum naik kelas menjadi bagian dari Jaminan Kesehatan Negara (JKN)?

Sebagaimana yang telah diketahui, China sangat kuat dengan tradisi Traditional China Medical (TCM), India memiliki ayuverda, Jepang memiliki kampo. Negara tetangga, Malaysia juga punya produk herbal tongkat ali. 

Dengan sinergi meletupkan semangat ‘bambu runcing’ sebagai metafora merujuk ‘sikap maju tak gentar’, Karyanto yakin, Indonesia dapat menjadi negara kuat di bidang pengembangan obat herbal, ramuan jamunya mengalir melintas berbagai benua, menyehatkan masyarakat dunia.

Dalam perjalanannya mengembangkan literasi jamu, Karyanto tidak segan untuk menyempatkan diri mencari produk herbal Indonesia atau sekedar membandingkan herbal di negara-negara yang pernah ia kunjungi.

Mpon-mpon Indonesia seperti jahe, kunyit, temulawak dan kencur yang berkhasiat melawan virus corona

Jamu sebagai Nation Branding

Konsep nation branding pada prakteknya dapat menjadi pilihan strategi komunikasi pemasaran untuk memperkuat citra produk Indonesia- yang unik dan komprehensif. Komunikasi nation branding yang terencana, mampu membawakan nilai-nilai baik kepada masyarakat internasional terhadap citra Indonesia.

Imbal baliknya adalah mempermudah strategi komunikasi ‘product branding’. Nation branding adalah usaha membangun dan menjaga citra suatu negara secara holistik, yang dibentuk melalui internal dan eksternal yang berbasis pada nilai dan persepsi positif.

Saling berinteraksinya antara product branding dengan nation branding, seakan kita tidak dapat memisahkan keduanya. Sudah seperti satu paket, keduanya saling memberi pengaruh dan mempengaruhi.

Salah satu contoh bagaimana nation branding sangat mempengaruhi product branding adalah sado. Masyarakat Jepang yang selalui mengenalkan budaya minum teh hijau (sado) kepada para pengunjung.

Kesan pertama saat dikenalkan dengan sado waktu tahun 1994 berkesempatan untuk mengunjungan Hiroshima biasa saja. Malah lebih nikmat menyeruput teh aroma melati yang sangat terkenal di tanah air. 

Namun, seperti itulah membangun product branding, dengan menggiring publik. Dalam suatu pameran, para pengunjung dikepung untuk mendapatkan persespi yang unik. Membangun nation branding- dikemas dalam product branding disampaikan dalam tourism program

Jepang sukses dengan strategi ini, yang kini kita kenal teh Matcha. Jepang juga mengembangkan TJM (Traditional Japanese Medicine) dan pengobatan herbalnya terkenal dengan nama Kampo.  

Selain Jepang, Malaysia juga memiliki sistem nation branding yang cukup baik. Geliat herbal di negara tetangga banyak memiliki basis kesamaan budaya kita. Seperti yang telah disebutkan tadi, Tongkat Ali merupakan brand herbal yang cukup terkenal di Malaysia. Bahkan di toko sekelas minimarket yang khusus menjual produk helbal, terdapat alat pendeteksi keaslian produk Tongkat Ali tersebut. Nama alatnya MediTag. 

Seperti kartu ATM, tetapi ada dua lubang, yang mana lubang tersebut digunakan untuk ditempelkan pada barcode yang ada pada setiap kemasan. Jika produk herbal itu asli, maka akan terbaca sebuah logo dari sebuah lembaga di Malaysia. Jika palsu, tidak muncul logo tersebut.

Tidak hanya di minimarket saja, di berbagai mall besar di Malaysia, seperti Suria KLCC, Kuala Lumpur City Centre, juga di Central Market yang mana menjadi destinasi yang sering dikunjungi wisatawan, juga ada counter yang menjual Tongkat Ali. 

Tidak hanya itu, olahan herbal dari jahe juga cukup populer di Malaysia seperti yang dijual di salah satu toko herbal khusus di Chin Swee Temple.

Contoh lainnya adalah India, sempat belajar Ayuverda dan Fisioterapi di Shree Guru Gobind Singh Tricentenary (SGT) University di Gurgaon, New Delhi dan di Janardan University (UdaipurI) India, dia melihat bahwa keunggulan Ayuverda adalah dikonsep secara terintegrasi dalam sistem pengobatan tradisional yang terpadu. 

Ayurveda terdiri dari kata ‘ayur’ berarti hidup, dan ‘veda’ berarti bermakna pengetahuan/ilmu pengetahuan, Ayuverda sendiri memiliki arti ilmu pengetahuan tentang hidup atau cara hidup sehat berdasarkan ilmu pengetahuan. 

Konsep pengobatan Ayuverda yang memanfaatkan tumbuhan sebagai obat, telah menjadi bagian dari nation branding bangsa tersebut.

Selain itu, di Arab Saudi, masyarakat dunia tentu sangat akrab dengan buah kurma dan susu unta. Buah kurma adalah product branding yang kuat untuk makanan dengan kandungan gizi yang tinggi, dan sudah menyebar ke berbagai negara, khususnya di negara-negara mayoritas muslim. 

Indonesia dengan diaspora yang sangat banyak di jazirah arab ini, harusnya dapat dijadikan pasar herbal/ jamu. Jumlah diaspora Indonesia diseluruh dunia mencapai 8 juta orang dan di Arab Saudi relatif besar jumlahnya, apalagi dengan kegiatan ibadah umrah dan haji- silih berganti.

Penguatan UMKN 

Karyanto menyarankan untuk menjadikan Indonesia sebagai medical tourism pengobatan tradisional, maka kolaborasi dan sinergi dari berbagai stakeholders perlu dilakukan, yaitu dengan langkah-langkah strategis berikut ini:

  1. Makin memberdayakan UMKM Jamu agar mutu produk meningkat, kemasan makin modern, akses pasar digital dikembangkan
  2. Menetapkan sejumlah wilayah di Indonesia sebagai destinasi wisata Jamu dan konsep ini dikombinasikan dengan pelayanan pengobatan tradisional yang terintegrasi sehingga dapat menjadi medical tourism yang menjanjikan
  3. Meningkatkan kompetensi pengobatan tradisional, tidak hanya skill teknik terapinya, tetapi juga skill bahasa asingnya.
  4. Disiapkan eksosistem digital yang mensinergikan konsep medical tourism. 

Kini political will dibutuhkan agar jamu menjadi bagian penting Medical Tourism Indonesia. Perlu fokus sejauhmana mpon-mpon sebagai  obat herbal yang tepat untuk melawan COVID-19 ?

 

Giorgio Arrmani & Gino Sorbillo Jadi Dubes UNWTO

this formate

Giorgio Arrmani, desainer kondang yang ditunjuk jadi Dubes Khusus Pariwisara oleh UNWTO. ( Foto: DA MAN Magazine)

ITALIA, bisniswisata.co.id: Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) telah menunjuk dua Duta Besar baru untuk memimpin dimulainya kembali bisnis pariwisata di seluruh Eropa yaitu perancang busana terkenal Giorgio Armani dan chef Dino Gino Sorbillo sebagai Duta Besar khusus untuk  Pariwisata.

Pada kesempatan kunjungan ke Italia  delegasi resmi pertama yang melakukan perjalanan sejak penutupan perbatasan akibat COVID-19, UNWTO telah menunjuk perancang busana terkenal Giorgio Armani dan chef Dino Gino Sorbillo dalam peran baru mereka sebagai Duta Besar Khusus.

Keduanya akan memanfaatkan status dan pengaruh mereka untuk mempromosikan pekerjaan badan khusus PBB untuk pariwisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.  Sebagai pemimpin dalam bidang keahlian memasak dan fashion, mereka mewakili dua sektor ekonomi terbesar Italia dan dua industri yang berkontribusi untuk menjadikan negara ini sebagai pemimpin pariwisata global.  

Sejak mendirikan perusahaannya sendiri pada tahun 1975, Giorgio Armani telah menjadi identik dengan gaya Italia.  Sebagai koki, Gino Sorbillo terkenal dengan pizza tradisional Nepal dan telah membuka restoran pemenang penghargaan di seluruh dunia.

“Italia adalah salah satu tujuan wisata paling terkenal di dunia.  Setiap tahun, jutaan orang mengunjungi untuk menikmati budayanya, mode dan keahlian memasaknya.  Sebagai imbalannya, pariwisata mendukung mata pencaharian dan ekonomi lokal dan regional dan membantu melestarikan budaya Italia ini,” kataSekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili.

Sebagai Duta Khusus UNWTO untuk Pariwisata, Giorgio Armani dapat membantu memperkuat pesan utama UNWTO tentang kekuatan pariwisata dalam menciptakan peluang dan mendorong pertumbuhan. Sebagai Duta Khusus UNWTO untuk Pariwisata Gastronomi, Gino Sorbillo akan memamerkan kemampuan unik keahlian memasak untuk melestarikan dan mempromosikan warisan budaya serta memberi wisatawan rasa unik dari destinasi yang mereka kunjungi.

 Setelah menerima penunjukkan itu, Armani mengatakan: ‘Saya benar-benar senang telah dihormati dengan cara ini oleh sebuah organisasi yang percaya bahwa orang-orang harus didorong untuk melihat keindahan dunia dengan cara yang penuh hormat dan bertanggung jawab,” tuturnya.

Nenurut Armani, rasa tanggung jawab terhadap komunitas telah membantunya melalui pandemi yang mengerikan ini, dan juga telah mendorongnya untuk memainkan peran kecilnya dalam membantu mereka yang terlibat dalam perang melawan virus, dan perjuangan melawan ekonomi  serta tantangan yang ditimbulkannya.  

“Kepercayaan pada komunitas global dan penghargaan terhadap kemanusiaan yang kita semua bagikan adalah apa yang akan membantu kita membangun masa depan yang lebih baik bagi diri kita sendiri dan generasi yang akan datang,” kata Desainer Georgio Armani.

Dengan memperhatikan hal-hal penting dalam hidup, seperti betapa berharganya  menjaga lingkungan dan tugas untuk melindunginya maka penunjukkan ini merupakan suatu kehormatan untuk mengambil peran sebagai Duta Besar Khusus untuk Pariwisata. tegasnya.

Penunjukan tersebut juga memperkuat hubungan kuat UNWTO dengan Italia, negara Anggota pertama yang menerima kunjungan dari kepemimpinan organisasi sejak  seluruh dunia memberlakukan pembatasan perjalanan dalam menanggapi pandemi. 

Delegasi UNWTO yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal berada di Italia 1-4 Juli 2020 dan mengunjungi Roma, Italia, Milan dan Venesia dan bekerja dengan otoritas nasional dan kota untuk mendukung memulai kembali pariwisata dan memastikan ini berjalan seiring dengan pemulihan ekonomi dan sosial yang lebih luas.

Dirjen Hubdar Permudah Akses ke Candi Borobudur dengan Transportasi Terintegrasi.

this formate

Keindahan Candi Borobudur yang mendunia  ( Foto: Kemenparekraf)

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Dirjen Pehubungan Darat, Kementerian Pehubungan RI, Budi Setyadi mengimplementasikan progam Kawasan Stategis Pariwisata Nasional ( KSPN) dengan revitalisasi penyediaan pelayanan angkutan antarmoda pola tetap dan teratur yang akan menjadikan lokasi wisata lebih mudah diakses, teritegrasi dengan moda lain.

” Kita dukung dengan kepastian layanan, peningkatan konektivitas serta menciptakan captive demand , dengan menggunakan skema mix use untuk mendukung visi dan misi Presiden Joko Widodo dalam pengembangan KSPN,” ungkap Budi.

Kementerian perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat hadir untuk menyediakan sarana transportasi umum sebagai penunjang bagi masyarakat maupun wisatawan dalam melakukan aktifitas perjalanan wisata dari dan menuju Kawasan Candi Borobudur,” kata  Budi Setiyadi  dalam sambutannya yang dibacakan Direktur Angkutan Jalan Ahmad Yani secara online, Sabtu.

Dirjen Budi menyampaikan itu dalam “Rapat Revitalisasi Peningkatan PelayananAngkutqn Antarmoda Pola Tetap Dan Teratur Di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Borobidur Dengqn Konsep Mix Use Penggunaan Sarana Angkutan”. Hadir dalam rapat itu Kepala BPTD Jateng dan DIY, Kadiahub Jateng, Kadishub DIY dan seluruh pihak terkait di Yogyakarta.

Menurut Budi, Pelayanan Angkutan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) hadir sebagai solusi dalam memenuhi tingkat kebutuhan transportasi masyarakat dalam sektor pariwisata. Sebuah kompetensi dasar dalam layanan transportasi yang diberikan Pemerintah melihat factor keamanan, keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan, kesetaraan dan keteraturan.

Dengan situasi pandemi COVID -19 yang terjadi di seluruh dunia berakibat pada  perubahan pola aktivitas masyarakat dalam kehidupan sehari – hari. Untuk itu, Pemerintah melalui Kemenhub  mulai menerapkan konsep New Normal yaitu perubahan budaya hidup masyarakat dengan melihat pada pedoman protokol kesehatan sesuai standar WHO dalam pelayanan bidang transportasi masal.

Ahmad Yani menambahkan tak hanya Standar Prosedur Protokol kesehatan seperti pengecekan suhu tubuh, penggunaan hand sanitizer, penggunaan masker, namun juga  physical distancing juga perlu dilakukan dan di sosialisasikan khususnya dalam penggunaan transportasi umum.

Menurut Yani, seluruh upaya yang dilakukan oleh Pemerintah tidak akan maksimal, jika tidak ada sinergitas dari seluruh pelaku usaha yang begerak pada bidang pariwisata serta menjadi poros utama dalam menyukseskan, melancarkan dan meningkatkan kualitas kinerja penyelenggaraan pelayanan KSPN.

Oleh karena itu, dalam kesempatan  tersebut, Ahmad mengajakl peserta rapat kenormalan baru sebagai momentum dan awal kebangkitan pariwisara RI.

“Penyelenggaraan angkutan umum yang baik, selamat, aman, nyaman dan sehat   merupakan kewajiban dan tanggung jawab bersama, antara pemerintah pusat dan daerah, operator angkutan umum untuk memberikan dan meningkatkan kualitas pelayanan angkutan jalan, sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tambahnya.

Dukungan semua oihak dibutuhkan mengingat Candi Borobudur adalah sebuah Megastruktur warisan wangsa Syailendra yang dibangun mulai abad 8 ini merupakan bangunan candi dan kitab pengetahuan Buddha terbesar di dunia. 

Pasca ditetapkannya Candi Borobudur menjadi Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991, ia menjadi jujugan turistis. Kini tak kurang dari 3,5 juta pengunjung setiap tahunnya memadati benda cagar budaya tersebut. 

Tingginya jumlah pengunjung, meningkatkan daya perekonomian khususnya sektor perekonomian mikro dan makro sebagai penunjang roda perekonomian masyarakat sekitar. Transportasi merupakan suatu elemen yang tak terpisahkan dari roda perekonomian baik skala mikro maupun makro.

 

DPR Setujui Perubahan Anggaran Kemenparekraf Tahun 2020 

this formate

Menparekraf Whisnutama di dampingi Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo saat Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI, kemarin (Foto: Kemenparekraf) 

JaKARTA, bisniswisata.co.id: Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengapresiasi kinerja Kemenparekraf/Baparekraf khususnya dalam menjalankan langkah-langkah mitigasi dampak COVID-19 di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. 

Selain itu juga menyetujui perubahan anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun anggaran 2020 dengan pemotongan anggaran Kemenparekraf RI pada APBN Tahun  sebesar Rp 2,045 triliun.

“Komisi X DPR RI menyetujui pemotongan anggaran Kemenparekraf RI pada APBN Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp 2,045 triliun,” kata Agustina Wilujeng, Wakil Ketua Komisi X DPR RI.

Berbicara  selaku pimpinan rapat dalam rapat kerja antara Komisi X DPR dengan Kemenparekraf di Gedung DPR/RI Jumat,  Agustina Wilujeng menyatakan dengan pemotongan anggaran tersebut maka pagu anggaran yang awalnya sebesar Rp 5.366.861.663.000 berkurang menjadi sebesar Rp 3.265.457.304.000.

“Pariwisata dan ekonomi kreatif ke depan diharapkan tetap dapat menjadi tulang punggung bangkitnya ekonomi Indonesia di masa-masa yang akan datang,” kata Agustina. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menyambut baik persetujuan dan dukungan Komisi X DPR sebagai mitra Kemenparekraf/Baparekraf. 

Komitmennya untuk melaksanakan upaya pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia memasuki fase normal baru.Termasuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap sektor pariwisata yang berfokus pada kebersihan, kesehatan, keamanan dan lingkungan (Cleanliness, Health, Safety and Environment-CHSE). 

Tahapan-tahapan tersebut termasuk promosi nantinya akan dilakukan dengan melihat perkembangan penanganan COVID-19 serta kesiapan daerah, pelaku industri, maupun masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. 

Hal ini sangat penting karena jangan sampai dalam pelaksanaannya nanti malah terjadi peningkatan kasus baru. Memperbaiki protokol bisa dalam waktu satu atau dua hari, tetapi mengembalikan rasa percaya wisatawan itu butuh waktu lama

“Terima kasih banyak atas masukan, saran, dan dukungannya. Semoga pariwisata dan ekonomi kreatif kita bangkit dan berkembang jauh lebih baik,” ungkap Wishnutama.

Dalam rapat ini, Komisi X DPR RI juga menyetujui pagu indikatif belanja K/L Kemenparekraf/Baparekraf Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp 8 triliun. Total anggaran tersebut meliputi RAPBN sebesar Rp 4,111 triliun dan usulan tambahan sebesar Rp 3,888 triliun yang di dalamnya mencakup anggaran fungsi pendidikan sebesar Rp 454,3 miliar.