Menyeruput Kopi di Alam Terbuka Cinnamon Cofffee Shop Hotel Alana Solo

this formate

Bartender meracik minuman di udara terbuka dihiasi lampu-lampu hias ( Foto-foto: Arum Suci Sekarwangi).

SOLO, Jateng, bisniswisata.co.id: Hotel selalu dituntut untuk melakukan inovasi baik dalam segi food maupun beverage yang sesuai dengan permintaan pasar. Maupun dalam strategi menjaring tamu apalagi di masa pandemi COVID-19.

Adalah Cinnamon Coffee Shop yang ikut melakukan penyesuaian. Jika di masa normal letaknya di dalam lobby The Alana Hotel & Convention Center, Colomadu, maka untuk menarik pengunjung yang datang, kini pihak hotel menyulap sebagian lahan parkir hotelnya menjadi tempat hangout yang asik untuk menikmati sajian dari gerai kopinya ini.

Bersama rombongan dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf) maka ke Cinnamon Coffee Shop inilah yang kami lakukan setelah siangnya ‘kerja bakti’, bersama-sama melaksanakan program BISA (bersih, Indah, Sehat, Aman) di Museum Manusia Purba di wilayah Sangiran, Sragen.

Jarak dari Solo (Surakarta) ke Sragen adalah sekitar 30,4 km dan hangout masih di lingkungan hotel tempat menginap memang pilihan tepat setelah seharian berkutat dengan kerjaan. Kami memang menginap di hotel ini di Solo jadi istilahnya hangout selemparan batu.

Kehadiran Cinnamon Coffee shop beratap bintang-bintang malam malah membuat kami betah duduk berlama-lama. Menyeruput kopi dan panganan kecil tidak perlu di dalam kamar selama taat pada penggunaan masker dan jaga jarak.

Agaknya menyiasati sepinya pengunjung yang datang membuat pihak The Alana Hotel Solo pun mengubah konsep gerai kopi ini menjadi ruang outdoor dengan memanfaatkan lahan parkir yang persis berada di bagian depan hotel. 

Beragsm kopi nusantara, makanan ringan dan berat serta cerutu tersedia di Cinnamon Coffee Shop.

Meski baru berjalan selama dua minggu, namun strategi ini dirasa efektif. Banyak pengunjung yang mampir ke tempat ini untuk sekedar menikmati udara malam Kota Solo baik  para tamu yang memang juga bermalam di hotel ini maupun yang hanya sekedar mampir untuk mencoba tempat ini.

Mereka yang masih enggan berada di ruang terbuka seperti cafe dan restaurant bisa langsung mengarahkan mobilnya untuk menikmati beragam menu di Cinnamon bersama keluarga. Buat kaum pria penyuka cerutu juga bisa menikmatinya juga di sini. Cerutu lokal bernama Maumere, dari tembakau pilihan Nusa Tenggara Timur pastinya.

Banyak jenis kopi nusantara yang ditawarkan di tempat ini seperti Kopi Robusta Temanggung, Robusta Kopen Malang, Gayo Wine, Arabica Mandailing, sampai ke menu yang paling sering dipesan oleh pengunjung termasuk saya yaitu Kopi Amukme Gold Papua.

Harga yang dibanderol pun cukup ramah dikantong, berkisar dari 25.000 hingga 35.000 rupiah saja. Ada pula beberapa kudapan yang dapat kita nikmati  mulai dari pisang goreng hingga pizza.

Berbicara tentang makanan pastinya tidak akan ada habisnya karena semua orang suka camilan enak. Hal tersebut juga memacu orang-orang yang bekerja di bidang kuliner untuk selalu mencoba membuat variasi dan inovasi taste/cita rasa untuk mencapai kepuasan konsumen.

Sebagai salah satu hotel untuk kegiatan konvensi, hotel ini memiliki tingkat hunian tinggi dengan menyandang predikat terbaik di Kota Solo, sehingga ketika wabah global darang dan industri perhotelan tengah melakukan restart maka gerai kopi dengan ruang kopi ini jadi pilihan tepat.

Berlokasi nyaman di jalan tersibuk di Solo, The Alana Hotel & Convention Center – Solo adalah lokasi yang ideal untuk menghadiri atau menyelenggarakan semua jenis acara.  Fasilitasnya meliputi ballroom dan lima ruang pertemuan fleksibel yang dapat menampung 90 hingga Fasilitasnya.

 Ada 247 kamar dan suite yang ditata apik menawarkan tamu tidur nyenyakydan besok paginya bangun dengan pilihan berolahraga di pusat kebugaran, kolam renang luar ruangan, kolam renang dalam ruangan, spa, dan pijat di hotel ini adalah tempat-tempat ideal untuk bersantai setelah hari yang sibuk. 

Lokasinya sekitar 15 menit ke Bandara Adi Sumarmo.  Keraton Mangkunegaran hanya berjarak 15 menit juga untuk belajar tentang sejarah Jawa Tengah dan warisan, seperti Gamelan dan 15 menit ke Kampung Batik Laweyan di mana kita dapat menemukan toko-toko Batik di sepanjang jalan Laweyan.

Alhamdulilah buat saya dan mbak Anggi dari Humas Kemenparekraf, yang penting di tempat terbukapun ada  WiFi untuk membantu tetap terhubung dengan keluarga dan tugas-tugas yang harus diselesaikan.

 

 

Chandra Setiawan Kusuma, Reseller Travel yang Jadi Pengusaha Properti

this formate

Chandra Setiawan Kusuma, dari reseller travel merambah bisnis properti. ( Foto: Dok. Pribadi) 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Generasi Gen Z adalah generasi digital dimana hampir 90 persen anggotanya mendapatkan inspirasi perencanaan perjalanan dari jejaring sosial online. Tujuh puluh persen dari mereka open mind, terbuka.

Apalagi untuk urusan pilihan destinasi wisata dimana inspirasi ketika merencanakan perjalanan  menggunakan perangkat seluler untuk meneliti dan memesan perjalanan mereka dan berbagi foto dari perjalanan mereka.

“Anda hanya hidup sekali” begitulah cara mereka berekspresi dalam foto-foto Instagrammable yang mereka buat terutama di alam terbuka karena mereka peduli dengan sustainable tourism, pariwisata yang berkelanjutan. 

Malah kini kegiatan berwisata ke tempat-tempat yang bukan jalur turis dan berbagi kegiatan maupun pengetahuan dengan komunitas lokal yang dikunjungi cenderung menjadi cara terbaik untuk menjangkau wisatawan Gen Z.

Adalah Chandra Setiawan Kusuma, generasi Gen Z yang suka travelling lalu memutuskan untuk  menjadi reseller paket tour travel secara online sehingga di usianya yang ke 22 tahun sudah memiliki travel sendiri.

Chandra Setiawan Kusuma kini menjadi founder Avenir Travel yang mengawali bisnis dari ketertarikannya pada tour dan traveling. Ia berpikir untuk menawarkan paket tour travel untuk keluarga, maupun korporat.

Banyaknya kenalan dan network yang dimiliki akhirnya di usia yang masih remaja 18 tahun, ia memberanikan diri untuk menjadi reseller paket tour travel dengan mengambil keuntungan 10 sampai 15% dari harga satu group.

Diakuinya, berbagai cara dilakukan untuk menawarkan paket tour travel. Berawal dari broadcast melalui sebuah komunitas tour & travel regional Indonesia yang ada di social media, Chandra berhasil mengumpulkan kurang lebih 50 pax per-minggunya saat itu. Namun dirinya juga ikut merasakan pasang dan surutnya customer.

Selain mempromosikan secara direct message dan broadcast, ia juga mempromosikannya sendiri melalui online ads atau media promosi online yang banyak ditampilkan di beragam media social. Kerja kerasnya tersebut, sekarang Chandra terbilang  sukses menjalani bisnisnya.

Setelah cukup sukses dengan bisnis travelnya,  ia pun mencoba ekspansi bisnis lain salah satunya adalah bisnis di sektor properti. “Ternyata di bisnis properti ini tidak semulus yang saya bayangkan. Banyak lika-liku yang harus dihadapi,” ujarnya.

Bimmer Jakarta dan Priorite Garage, bisnis lainnya dari hobby otomotif

Cobaan datang mulai dari customer yang tak kunjung datang, rekan kerja yang mulai tidak sehat, sampai lilitan hutang yang digunakan untuk biaya yang dialokasikan untuk pembuatan properti, ungkap Chandra.

Namun rintangan tersebut tidak dijadikan alasan untuk mundur, Chandra terus mencoba menyelesaikan masalahnya satu demi persatu dengan cara menjaminkan mobil kesayangannya kepada bank.

Karena hasil jaminan uang dari mobilnya tersebut tidak cukup untuk menutup lilitan hutangnya, ia kemudian mendapatkan ide untuk mendongkrak bisnis propertinya dengan cara meminta bantuan agency property freelance maupun company.

Alhasil 50% dari total unit di bisnis propertinya terjual habis. Proyek properti tersebut adalah The Hermosa Garden dibawah naungan Pranadipa Development yang berada di Sawangan, Depok.

Selain ketertarikan di dunia traveling, pemilik Instagram @chandstwn ini memiliki hobby di bidang otomotif, lebih cenderung ke mobil Eropa khususnya BMW.

Dari hobby-nya tersebut, lagi-lagi Chandra berhasil menangkap peluang bisnis di bidang otomotif. Bimmer Jakarta dan Priorite Garage adalah bisnisnya di bidang otomotif jual beli velg BMW seperti, BBS, Volk Rays, original BMW Rims, Voxen, dan berbagai macam brand lainnya. Selain menjual velg, Bimmer Garage juga menjual parts original BMW.

Di usianya yang sekarang ini, dia sudah dapat menghasilkan omset kurang lebih sebesar 500 juta setiap bulannya. Hasil jerih payahnya itu, sebagian ia gunakan untuk membeli rumah kecil untuk masa depan bersama calon istri. Nah siapa menyusul ?. Ayo Gen Z berlomba-lomba berbuat kebaikan….

Tingkatkan Kualitas Pariwisata, Pemerintah Bangun Infrastruktur Dua Pelabuhan di Bali

this formate

Dua pelabuhan penyebrangan di P. Nusa Penida dan P. Nusa Ceningan, Bali mulai dibangun oleh Kemenhub untuk dukung infrastruktur pariwisata Bali. ( Foto: Kemenparekraf).

DENPASAR, bisniswisata.co.id:  Pemerintah membangun infrastruktur berupa dua pelabuhan di Bali sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pariwisata di wilayah itu.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Gubernur Provinsi Bali I Wayan Koster, Senin (3/8/2020), meletakkan batu pertama pembangunan pelabuhan penyeberangan yaitu Pelabuhan Sampalan di Pulau Nusa Penida serta Pelabuhan Bias Munjul di Pulau Nusa Ceningan, Kabupaten Klungkung Provinsi Bali.

Pembangunan kedua pelabuhan tersebut untuk mendukung pariwisata di Bali yang termasuk ke dalam Pelabuhan Segitiga Emas (Sanur, Nusa Penida dan Nusa Ceningan/Lembongan) dan terhubung dengan Pelabuhan Sanur yang terletak di Denpasar.

“Insya Allah kedua pelabuhan ini bisa selesai dalam waktu sembilan bulan atau pertengahan tahun 2021,” kata Menhub Budi Karya.

Budi Karya menjelaskan, pihaknya telah menggelar rapat secara intensif dengan Pemprov Bali untuk membicarakan dukungan transportasi terhadap pariwisata di Bali seperti konsep super hub tourism, maritim, dan penelitian tentang rencana akses darat menuju Bali Utara.

“Presiden Joko Widodo berpesan agar Bali bisa menjadi super hub tourism tidak hanya bagi Indonesia tetapi sampai Asia Tenggara bahkan Australia,” kata Menhub.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan, pemerintah terus meningkatkan pembangunan infrastruktur untuk mendukung sektor pariwisata yang saat ini sedang dikebut pengembangannya.

“Ke depan perubahan tren baru pariwisata sesudah pandemi COVID-19 akan bermuara pada ‘quality tourism’ atau perjalanan pariwisata yang lebih berkualitas. Dengan pengembangan infrastruktur di Bali sudah tentu akan meningkatkan kualitas pariwisata di sana,” ujarnya.

Wishnutama juga menjelaskan, salah satu strategi wisata yang baik yakni tidak hanya membangun infrastruktur, membuat konsep promosi, dan membangun sumber daya, melainkan menciptakan daya tarik wisata baru bagi pariwisata Indonesia dengan menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability).

“Bisnis pariwisata adalah bisnis kepercayaan. Pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif Bali harus menjalankan protokol kesehatan dengan tanggung jawab sehingga mampu membangun kepercayaan dan rasa aman bagi wisatawan,” kata Wishnutama.

Gubernur Provinsi Bali I Wayan Koster menyebut dengan dibangunnya kedua pelabuhan akan memudahkan aksesibilitas menuju kawasan segitiga emas.

Dengan demikian dapat mendorong peningkatan jumlah wisatawan baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Selain itu, keberadaan pelabuhan juga dapat mendukung aktivitas keagamaan masyarakat Bali.

“Ketika akan ada upacara agama rutin dimana masyarakat se-Bali itu melakukan persembahyangan yang datang dari berbagai kabupaten di Bali. Karena tidak ada pelabuhan, mereka kesusahan untuk naik ke kapal karena harus angkat-angkat kainnya sambil mengusung sesajennya dari berbagai wilayah,” tutur Wayan Koster.

Rencananya, Pelabuhan Sampalan akan dibangun dua lantai dengan luas area kolam 9.000 meter persegi, kapasitas sandar 10 speedboat, dengan estimasi biaya pembangunan Rp86,7 miliar.

Sedangkan Pelabuhan Bias Munjul akan dibangun menjadi dermaga bagi speed boat dan kapal Ro-ro, dengan estimasi biaya pembangunan sebesar Rp 109,6 miliar.

Jika konsep Pelabuhan Segitiga Emas ini sudah terealisasi, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan lalu lintas di Pulau Nusa Penida serta Nusa Ceningan serta berdampak pada ekonomi warga setempat.

 

Museum di Jepang Koleksi Benda dan Catatan Terkait COVID-19

this formate

Museum di Jepang rekam sejarah COVID-19 (foto: kyodo news)

HOKKAIDO, bisniswisata.co.id: Ingatan manusia umumnya pendek. Peristiwa mewabahnya virus Corona bisa lewat begitu saja jika tak ada yang menyimpan rekam jejaknya.

Untunglah sejumlah museum yang tersebar di Jepang mulai berinisiatif mengumpulkan benda-benda dan catatan tertulis terkait pandemi COVID-19, termasuk: masker wajah, selebaran dari pemerintah, pamflet, pengumuman pembatalan acara, dan sebagainya. 

Pengumpulan benda-benda terkait virus Corona ini bertujuan agar manusia kelak dapat melacak kembali gambaran kehidupan sehari-hari saat menghadapi pandemi virus yang bergerak secara eksponensial ini.

Museum akan menjadi tempat bagi generasi mendatang untuk menengok kembali seperti apa keadaan dunia saat COVID-19 mewabah.

Belajar dari keselahan, pengelola museum menyadari mereka ternyata hampir tidak punya catatan tentang epidemi flu Spanyol yang terjadi sekitar 100 tahun lalu dan merenggut nyawa 20 hingga 50 juta orang di seluruh dunia.

Penduduk di Kota Urahoro, Hokkaido, Jepang, pun menyambut baik inisiatif tersebut. Mereka merespons positif dan dengan sukarela memenuhi permintaan pengelola museum untuk menyerahkan benda-benda terkait COVID-19 untuk dijadikan koleksi museum.

Saat ini setidaknya sudah ada 200 item terkumpul, termasuk selebaran berisi pengumuman pembatalan festival, kupon untuk mendapat makanan, dan masker wajah yang didistribusikan pemerintah pusat.

“Kehidupan kita sehari-hari akan menjadi bagian dari sejarah. Kami ingin mengumpulkan sebanyak mungkin benda-benda itu, sebelum dibuang,” kata Makoto Mochida, 47, kurator di museum kota.

“Ketika kita melihat kembali era kini pada masa depan, benda-benda itu akan membantu kita memahami apa yang terjadi secara objektif,” katanya, seperti dilansir Kyodo News.

Sementara itu museum di Kota Suita, Jepang Barat, bahkan telah memajang gaun medis dan pelindung wajah yang selama ini digunakan untuk menghadapi pandemi virus Corona.

Foto-foto yang menggambarkan suasana, seperti antrian panjang orang di sebuah toko obat untuk membeli masker wajah pun sudah di-display.

 “Kami ingin merekam apa pun yang terjadi (selama pandemi) dan menawarkan jalan keluar bagi generasi mendatang. Mereka kelak dapat belajar tentang era saat ini,” kata Kenji Saotome, kurator, 46, di Museum Kota Suita.

Perpustakaan Diet Nasional di Tokyo bahkan telah mengarsip seluruh data dari kantor pemerintahan secara online terkait virus. 

Sedangkan Museum Teater Peringatan Tsubouchi di Universitas Waseda, Tokyo telah meminta grup-grup teater dan drama untuk menyumbangkan selebaran dan naskah drama yang batal pentas karena pandemi.

Sekadar info, museum ini adalah museum universitas yang didedikasikan untuk sejarah drama, dengan fasilitas yang digunakan untuk pertunjukan budaya dari seluruh dunia.

Akihiro Morihara, pejabat senior berusia 54 tahun di Museum Prefektur Yamanashi yang juga mengumpulkan bahan-bahan terkait pandemi COVID-19 mengatakan,”seandainya ada catatan tentang flu Spanyol pada tingkat akar rumput, akan ada banyak petunjuk tentang bagaimana cara mengatasi infeksi yang terjadi saat ini.”

“Bencana dan epidemi telah berulang kali terjadi, tetapi orang-orang segera melupakannya. Kami ingin menciptakan peluang untuk melihat kembali era saat ini lewat pameran,” katanya.

 

 

Gerakan BISA Awali Museum Sangiran Sragen Masuki Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

this formate

Direktur Manajemen Strategis Kemenparekraf -Bapareraf, Harwan Ekon Cahyo Wirasto bersama undangan membuka program BISA. ( Foto: Arum Suci Sekarwangi)

SRAGEN, Jateng, bisniswisata.co.id:  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Komisi X DPR/RI menggelar GerakaBersih, Indah, Sehat dan Aman.  ( BISA ) di Museum Sangiran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada 3 hingga 4 Agustus 2020, kata Harwan Ekon Cahyo Wirasto, Direktur Manajemen Strategis Kemenparekraf/Bapareraf, hari ini.

Kegiatan ini sebagai upaya menyiapkan destinasi wisata serta para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di sekitar lokasi untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru menuju masyarakat yang produktif dan aman COVID-19, ungkapnya.

Sekitar 100 pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dibekali peralatan penunjang kebersihan, keindahan, kesehatan dan keamanan, untuk kemudian menerapkan protokol kesehatan di era adaptasi kebiasaan baru.

Gerakan BISA merupakan kegiatan padat karya yang melibatkan pelaku pariwisata, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang terdampak COVID-19 dalam menunjang kualitas dan daya saing destinasi pariwisata Indonesia.

Kegiatan yang diselenggarakan di Museum Sangiran ini diharapkan dapat mendorong peningkatan daya saing pariwisata, khususnya pada indikator Health and Hygiene serta Safety and Security di lingkungan Museum Sangiran, Kabupaten Sragen.

“Gerakan BISA bertujuan untuk mendorong pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru menuju masyarakat yang produktif dan aman COVID-19,”ujar Harwan.

Selain itu mendukung destinasi pariwisata untuk mengantisipasi tatanan kehidupan baru pascapandemi COVID-19 sesuai prinsip higiene dan sanitasi yang baik. Harwan mengharapkan  Gerakan BISA, dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi pariwisata Sangiran, Kabupaten Sragen.

Destinasi wisata ini merupakan salah satu kawasan prasejarah terkemuka di dunia dan telah diakui UNESCO sebagai “situs kunci” yang dapat memberikan gambaran tentang proses evolusi manusia, budaya, dan lingkungan selama dua juta tahun tanpa terputus.

“Saya ucapkan selamat dan sukses kepada semua yang terlibat dan berpartisipasi pada Kegiatan Gerakan BISA dan dapat memberikan manfaat dan dampak dalam peningkatan kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan di destinasi pariwisata Sangiran, Kabupaten Sragen dalam mendukung peningkatan jumlah kunjungan wisatawan,” ujarnya

Gerakan BISA merupakan kegiatan padat karya libatkan 100 pelaku pariwisara di Sangiran, Sragen. ( Foto: Kemenparekraf)

Sebagai panduan standar operasional prosedur, Kemenparekraf/Baparekraf juga telah mengeluarkan buku panduan penerapan protokol kesehatan untuk berbagai sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Buku panduan tersebut merupakan turunan dari Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Wakil Ketua Komisi X DPR-RI Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan apresiasi dan mendukung sepenuhnya kegiatan ini sebagai wujud sinergitas dan kepedulian pemerintah bersama-sama wakil rakyatnya dalam mendorong kesiapan destinasi.

“Para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dapat kembali produktif dengan segera menerima kunjungan wisatawan, namun tetap aman COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” kata Agustina.

Sekain Wakil Ketua Komisi X DPR-RI Agustina Wilujeng Pramestuti, hadir pula  Tenaga Ahli Menteri Bidang Hubungan Antarlembaga Kemenparekraf/Baparekraf Arief Budiman, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Ketua DPRD Kabupaten Sragen Suparno.

Hadir pula Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Untung Wibowo Sukowati, Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Sragen I Yusep Wahyudi serta Kepala BPSMP Sangiran, Sukronedi.

Sustainable Tourism: Hormati Masyarakat Lokal,Wisatawan, Warisan Budaya & Lingkungan.

this formate

Wisman berkunjung ke Hagia Sophia, salah satu warisan budaya Turki sebelum terjadi pandami global. ( Foto: Yudarwita Maharajo)

JAKARTA : Awal Juli 2020 lalu banyak negara yang sudah mulai mencabut lockdown, membuat kelonggaran perbatasan negara dan melakukan travel bubble, pembukaan terbatas suatu negara bagi beberapa negara lain yang masing-masing memiliki kasus virus Corona yang rendah atau terkontrol.

Para pemimpin organisasi dunia seperti Badan Pariwisata Dunia, Sekjen UNWTO, Zurab Pololikashvili mengingatkan bahwa restart pariwisata dasarnya adalah kembali mengembangkan sustainable tourism.

Pariwisata berkelanjutan ( sustainable tourism) yang ramah lingkungan, menjaga keseimbangan alam dan menjadi destinasi wisata yang aman untuk hidup ditengah era COVID-19 adalah pilihan mutlak apalagi pandemi global ini telah menjadikan kepercayaan adalah mata uang baru.

” Kami dan pariwisata secara ideal diposisikan sebagai kendaraan untuk menyalurkan kepercayaan,” kata Zurab Pololikashvili yang diungkapkan dalam berbagai kesempatan.

Masih di bulan Juli, Sapta Nirwandar, Ketua Halal lifestyle Indonesia mengatakan bahwa wabah dunia ini telah menurunkan hidayah pada umat manusia dan menjaga kesehatannya sehingga baik Muslim dan Non Muslim yang paham bahwa makanan halal meningkatkan iman dan imun tubuh menyebabkan permintaan produk halal food meningkat di seluruh dunia.

” Halal Tourism itu extended service, pelayanan tambahan yang di Indonesia ditolak mati-matian di beberapa daerah wisata.  Kalau di pesawat ada yang tidak makan daging kan diberikan vegetarian food, jangan paksa makan daging sapi kalau agamanya melarang, kata Sapta  Nirwandar.

Dia optimistis seiring dengan waktu maka masyarakat Indonesia, maupun warga dunia paham halal itu makanan sehat bukan mau menjerumuskan mereka memeluk agama Islam.

Hilda Ansariah Sabri

Sustainable tourism yang digaungkan oleh organisasi dunia ternyata adalah terkait dan sejalan dengan tujuan Islam. Tujuan pengembangan pariwisata berkelanjutan dalam Islam  adalah berkontribusi untuk kesejahteraan dan keseimbangan manusia yang harmonis antara manusia dan alam.

Hal itu di ungkapkan Barkathunnisha Abu Bakar, Founder, Elevated Consultancy & Training Director, World Women Tourism Associate, Murdoch University (Singapore) seperti dikutip dari Mastercard-CrescentRating Halal Travel Frontier 2020.

Menurut dia, tujuan pengembangan pariwisata berkelanjutan UNWTO bagi dunia Islam terkait dan sejalan, mulai dari konsumsi yang bertanggung jawab dan menghindari limbah, mempromosikan perdamaian dan keadilan termasuk berkontribusi pada kesejahteraan umat dan harmoni antara manusia dan alam.

“Untuk meningkatkan pariwisata, suatu negara harus dapat menyambut orang-orang dari semua lapisan masyarakat,” tegasnya.

Oleh karena itu sangat penting bagi penyedia pariwisata untuk mengadopsi sebuah pendekatan yang sadar secara ekologis dan sosial ke bisnis untuk menarik bagi wisatawan umum dan juga wisatawan Muslim.

Muslim Traveler bukan lagi ceruk pasar tapi menjadi mayoritas sehingga identitas merek, perilaku, dan strategi komunikasi harus diselaraskan dengan nilai berkelanjutan untuk mendapatkan kredibilitas di benak segmen perjalanan Muslim,” kata Barkathunnisha Abu Bakar.

Di Indonesia sendiri salah satu pakar sustainable tourism yang pernah menduduki jabatan penting di UNWTO adalah mantan Menteri Pariwisata I Gede Ardika, penganut agama Hindu yang sangat menjunjung tinggi Tri Hita Karana.

Falsafah tersebut memiliki konsep yang dapat melestarikan keaneka ragaman budaya dan lingkungan di tengah hantaman globalisasi dan homogenisasi. Pada dasarnya hakikat ajarannya menekankan tiga hubungan manusia dalam kehidupan di dunia ini. 

Ketiga hubungan Tri Hita Karana itu meliputi hubungan dengan sesama manusia, hubungan dengan alam sekitar, dan hubungan ke Tuhan, tambah I Gede Ardika dalam berbagai kesempatan.

Dari sini prinsip sustainable untuk pariwisata harus meliputi tiga faktor yaitu memberi manfaat ekonomi, melestarikan lingkungan alam, dan melestarikan budaya, tambahnya

Malah menurut I Gede Ardika, konsep sustainable dari PBB tersebut tidak cukup bagi Indonesia. Tidak hanya bicara seputar ekonomi, lingkungan, dan masyarakat, tapi lebih dari itu. 

“Bagaimana sustainable tourism ini memunculkan perasaan bahagia dan menciptakan pengalaman, mampu menciptakan hubungan antar manusia, menghasilkan mutual understanding,” kata I Gede Ardika.

Saling menghormati, saling memahami ( mutual understanding) seharusnya juga berlaku dalam menyikapi keputusan menjadikan Hagia Sophia menjadi masjid yang mutlak adalah kedaulatan Turki.

Pada 10 Juli 2020 lalu, Dewan Negara (The Council of State), yang merupakan pengadilan administratif tertinggi Turki, telah mengetuk palu pengembalian fungsi Hagia Sophia dari museum kembali menjadi masjid. 

Dilansir dari Republika, dengan keputusan itu, maka keputusan Presiden pertama Republik Turki, Mustafa Kemal Ataturk, yang pada 1934 telah mengubah status Hagia Sophia dari masjid menjadi museum, dinyatakan tak lagi berlaku.

Dunia Barat umumnya mengecam keputusan tersebut. Perubahan status itu dianggap telah dan akan menyinggung perasaan umat Kristiani dunia, khususnya golongan Kristen Ortodoks. 

Ketika pertama kali dibangun oleh Kaisar Bizantium, Justinian I, pada tahun 532 hingga 537, Hagia Sophia semula dimaksudkan sebagai gereja katedral. Oleh Sultan Mehmed II dari Kekhalifahan Usmani pada 1453, fungsi bangunan itu kemudian diubah menjadi masjid

Sultan Mehmed II, yang oleh bangsa Turki dijuluki sebagai “Al Fatih”, alias “Sang Penakluk”, bukan hanya mengubah Hagia Sophia menjadi masjid, namun juga mengganti nama Konstantinopel menjadi Istanbul. Sultan Mehmed II adalah “Sang Penakluk” termuda dalam sejarah dunia yaitu berusia 21 tahun.

Hagia Sophia adalah salah satu tujuan wisata utama di Turki baik untuk wisatawan domestik maupun mancanegara. Pada 1985, ketika masih berfungsi sebagai museum, Hagia Sophia masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO.

Pada 16 Juli 2020 lalu, Direktorat Urusan Agama Turki menandatangani protokol kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata untuk mengelola Hagia Sophia setelah dikonversi menjadi masjid.

Di bawah protokol itu, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata akan mengawasi proyek restorasi dan konservasi, sementara Direktorat Urusan Agama akan mengawasi kegiatan keagamaan di masjid tersebut.

Pariwisata berkelanjutan ( sustainable tourism ) didefinisikan UNESCO sebagai kegiatan pariwisata yang menghormati masyarakat lokal, para wisatawan, warisan budaya serta lingkungan.

Bangunan megah Hagia Sophia adalah warisan berbagai peradaban yang akan dibuka untuk wisatawan domestik dan mancanegara secara gratis. Bukankah upaya ini juga bagian dari sustainable tourism

 

Pesona G-land yang Tersembunyi di Ujung Selatan Banyuwangi

this formate

G-Land surga tersembunyi bagi para peselancar dunia. ( Foto: Kemebparekraf) 

BANYUWANGI, bisniswisata.co.id:  Ketika G-Land justru masih terdengar asing bagi sebagian besar wisatawan nusantara, berbeda halnya dengan wisatawan mancanegara. G-Land atau yang biasa disebut Pantai Plengkung adalah salah satu destinasi favorit turis asing saat berkunjung ke Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim).

Pantai yang terletak di Kawasan Taman Nasional Alas Purwo itu dianggap sebagai salah satu surga yang tersembunyi bagi para peselancar dunia. Maka selancar pun menjadi daya tarik utama bagi pantai itu,

Selain itu, G-Land pun menyuguhkan keindahan alam yang kaya dengan hamparan laut biru yang luas dan ombak yang memanjang, tinggi, dan besar. Hal itulah yang membuat para peselancar manapun tertangang ingin menaklukannya.

Panjang ombak pantainya bisa mencapai 2 kilometer dengan ketinggian ombak hingga 8 meter. Gelombang pasang di G-Land seringkali dapat membentuk tabung air yang hampir sempurna. Tak heran, jika ombak di G-Land disebut sebagai ombak terbaik kedua setelah Hawaii, Amerika Serikat.

Menariknya, G-Land menyajikan berbagai pilihan tipe ombak bagi peselancar manapun yang datang. Mulai dari peselancar pemula hingga peselancar yang sudah memiliki keahlian tingkat tinggi.

Ombak G-Land memiliki tiga tingkatan antara lain Many Track Waves, Speedis Waves, dan Kong Waves. Untuk  Many Track Waves sering digunakan oleh peselancar pemula dengan ketinggian ombak 3 – 4 meter.

Lalu, Speedis Waves yang  ketinggian ombak mencapai 5 – 6 meter untuk peselancar tingkat sedang. Sementara Kong Waves, biasanya digunakan untuk peselancar tingkat professional, memiliki ketinggian ombak mencapai 6 – 8 meter.

Harmonisasi Warna

Selain menjadi tempat favorit bagi para peselancar, Pantai G-Land Banyuwangi memiliki harmonisasi warna yang indah dan mempesona. Terdapat pasir pantai putih yang halus, hamparan laut biru yang luas, bebatuan karang dengan konfigurasi unik, serta pepohonan hijau. Perpaduan itu menjadikan G-Land pemandangan alam yang eksotis.

Pengunjung yang tidak bisa berselancar juga bisa melakukan berbagai aktivitas di laut seperti diving dan snorkeling. Kegiatan menarik lainnya yang bisa dilakukan oleh pengunjung ialah tracking menggunakan sepeda.

Pilihan lainnya berjalan kaki menyusuri pantai sambil menikmati pemandangan alam yang indah. Bahkan pengunjung juga bisa mengelilingi Taman Nasional Alas Purwo yang dikelilingi pepohonan yang menjulang tinggi.

G-Land juga memiliki banyak tempat foto yang bisa dijadikan sebagai objek foto menarik. Selain itu pengunjung bisa melihat satwa liar yang ada di Kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Mulai dari kera hingga rusa. Hewan-hewan ini berkeliaran secara bebas.

Bagi pengunjung yang ingin menginap di G-Land, terdapat beberapa pilihan penginapan yang bisa disewa sesuai dengan fasilitas yang ditawarkan, diantaranya Bobby Surf Camp, Joyo’s Surf Camp, dan G-Land Jack’s Surf Camp.

Untuk menuju Pantai G-Land pengunjung bisa menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua. Jarak tempuh kurang lebih 50 kilometer dari pusat Kota Banyuwangi. Tapi durasi perjalanan menuju G-Land memakan waktu sekitar 2,5 jam.

Selama perjalanan pengunjung disuguhkan dengan pemandangan alam yang menawan. Langit biru yang begitu cerah, sinar mentari yang menghangatkan, hamparan sawah hijau, serta gunung yang menjulang tinggi membuat siapapun yang melihat merasakan kesegarannya alam yang murni.

Memasuki Kawasan Taman Nasional Alas Purwo, pengunjung menyusuri hutan dengan pohon-pohon tinggi yang masih sangat asri, disambut kawanan kera juga berkeliaran di jalanan dan pepohonan, selain itu ada juga rusa yang berada di sekitar pantai. Meski tidak langsung kabur, namun kera dan rusa tetap menjaga jarak dengan manusia.

Salah satu warga asli Banyuwangi yang berada di Taman Nasional Alas Purwo, Wawan mengatakan ombak G-Land sangat digemari peselancar. “Peselancar mancanegara mayoritas berasal dari Australia, Amerika, Inggris, dan Eropa,” ujar Wawan.

Menurut Wawan kegiatan surfing paling ramai pada Maret hingga Oktober setiap tahunnya. “Kalau tidak ada pandemi COVID-19, kejuaraan selancar dunia atau yang biasa disebut World Surfing League  ( WSL) Championship Tour akan diselenggarakan di G-Land pada Juni lalu. Karena event ini memang yang paling ditunggu-tunggu oleh atlet surfing dunia,” kata Wawan.

Mengingat hal tersebut, Banyuwangi merupakan salah satu kota yang sukses dalam mengembangkan dan mengemas berbagai event di bidang pariwisata. Namun, sejak pandemi COVID-19 membuat berbagai macam event seperti WSL Championship Tour harus ditunda sampai situasi COVID-19 mereda.

Untuk memulihkan destinasi wisata di Banyuwangi, Pemerintah Kota Banyuwangi telah melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai protokol kesehatan yang berlaku di era adaptasi kebiasaan baru kepada seluruh para pelaku usaha pariwisata serta masyarakat.

Bupati Banyuwangi, Azwar Anas, mengatakan masyarakat Banyuwangi sebagian besar telah sadar untuk menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari penggunaan teknologi serta sertifikasi protokol kesehatan di berbagai bidang usaha telah dilakukan.

“Kami telah membuat aplikasi panduan kesehatan serta sertifikasi kebersihan dan kesehatan dari dinas kesehatan meliputi hotel, homestay, café, restoran, dan warung makan,” kata Azwar.

Untuk mendukung kembalinya destinasi wisata di Banyuwangi, Kemenparekraf memfasilitasi penyediaan fasilitas kamar kecil di Kawasan Taman Nasional Alas Purwo dan Kawasan Agrowisata di Tamansuruh.

Selain itu, alat penunjang kebersihan dan keamanan seperti, penyediaan tempat cuci tangan, tempat sampah, toilet portable, masker, face shield, sarung tangan, baju APD, alat semprot, tenda, life ring buoy, tandu lipat, signage (papan himbauan), dan kacamata goggle.

“Kesehatan masyarakat dan produktivitas perekonomian harus dijalankan dengan seimbang. Mengingat perubahan pola wisatawan membuat setiap destinasi wisata harus mengedepankan protokol kesehatan,” ujar Azwar.

 

Mastercard Pimpin Industri Pembayaran Masa Depan yang Lebih Berkelanjutan

this formate

Wisatawan internasional menggunakan kartu pembayaran plastik untuk berbagai transaksi perjalanannya. ( Foto: Finansialku.com)

SINGAPURA, bisniswisata.co: Lebih dari tiga perempat orang mengatakan mereka “sangat peduli” tentang lingkungan dan merasa perusahaan harus melakukan lebih banyak untuk mengatasi dampaknya terhadap planet ini.

Ketika konsumen mencari cara untuk membantu mengatasi perubahan iklim melalui tindakan positif mereka sendiri, banyak yang membatasi penggunaan plastik sekali pakai.  

Untuk mengatasi kekhawatiran yang berkembang ini, Mastercard telah bekerja dengan para pemain industri global untuk mengembangkan program kartu berkelanjutan untuk semua penerbit kartu secara global.  

Direktori baru bahan berkelanjutan dan vendor untuk produk kartu bertujuan untuk membuat pilihan berkelanjutan pilihan yang disukai untuk semua lembaga keuangan di seluruh dunia dan mendorong inovasi yang ditingkatkan.

Dilansir dari Mastercard newsroom, hari ini, penawaran kartu berkelanjutan Mastercard tersedia bagi konsumen di lebih dari selusin negara di seluruh dunia dan lebih dari 60 lembaga keuangan telah mengeluarkan kartu dengan bahan yang disetujui yang terbuat dari plastik daur ulang, yang bersumber daya, bebas klorin, mudah terurai, dan plastik laut.

Lembaga-lembaga ini termasuk DBS Bank (Taiwan) dan Crédit Agricole, serta Santander, yang akan segera mengeluarkan kartu.Dengan sumber daya ini, bank dapat mempelajari lebih lanjut tentang alternatif ini, terhubung ke produsen kartu dan pada akhirnya menambah inisiatif keberlanjutan mereka sendiri dengan perubahan sistemik pada rantai pasokan mereka.

Inisiatif ini merupakan tonggak baru dalam upaya multi-tahun yang akan mengarah pada peluncuran skema sertifikasi global Mastercard untuk kartu berkelanjutan yang disetujui.  

Ini dibangun di atas Greener Payments Partnership (GPP) yang dibentuk oleh Mastercard dan produsen kartu Gemalto, Giesecke + Devrient dan IDEMIA pada tahun 2018 untuk membangun praktik terbaik lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik PVC pertama kali dalam pembuatan kartu. 

Enam miliar kartu pembayaran diproduksi setiap tahun, biasanya dari PVC.  Kartu-kartu ini diganti rata-rata setiap tiga hingga empat tahun, dengan kartu yang dibuang ke tempat pembuangan sampah di seluruh dunia.

Tujuannya  sederhana, Mastercard ingin membantu bank menawarkan lebih banyak kartu ramah lingkungan kepada konsumen, dan kami mengambil langkah nyata untuk mewujudkan perubahan itu. 

“Dengan cara ini, semua orang mendapat manfaat – lebih baik bagi lingkungan, lebih baik untuk bisnis dan memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang, “kata Ajay Bhalla, presiden Cyber ​​& Intelligence, Mastercard.

Pihaknya senang melihat upaya mendapatkan daya tarik di begitu banyak bagian dunia dan berharap lebih banyak organisasi akan bergabung.  “Karena kami secara kolektif menggunakan kekuatan kami untuk kebaikan untuk mengatasi tantangan lingkungan yang mendesak ini, ungkap Anjay Balla.

Perusahaannya  senang dapat bermitra dalam prakarsa lingkungan yang penting ini dengan DBS Eco Card baru, kartu kredit pertama di Asia yang terbuat dari asam polylactic – bahan polimer terbarukan dan biodegradable yang tidak memancarkan gas beracun selama pembakaran.

“Dengan DBS dan Mastercard yang berfokus pada keberlanjutan, kartu ini menggarisbawahi komitmen kami untuk melindungi lingkungan sebagai jalan ke depan bagi semua orang, ”kata LIM Him  Chuan, Manajer Umum DBS Bank (Taiwan).

Mastercard terus berinvestasi dalam teknologi dan sumber daya baru untuk membawa pembelajaran dan wawasan baru ke pasar global dalam mendukung pilihan berkelanjutan di semua jalur pembayaran. 

Global DigiSec Lab Mastercard di Inggris, yang bekerja untuk memaksimalkan inovasi produk dan investasi keamanan, telah berinvestasi dalam teknologi yang menganalisis susunan material kartu untuk menilai klaim lingkungan atas nama industri, sehingga pelanggan dapat yakin bahwa kartu Mastercard apa pun yang mereka miliki  dikeluarkan dari bahan yang berkelanjutan telah dievaluasi dan diverifikasi secara independen.  

Selain itu, Lab berinvestasi dalam penelitian akademik terkemuka terkait dengan cara ramah lingkungan untuk mendaur ulang kartu plastik yang ada.

 “Kami tahu pelanggan kami mencari produk yang lebih berkelanjutan dan mencari cara untuk melakukan perubahan positif di dunia,” kata Marco Briata, Kepala Digital & Pembayaran – Crédit Agricole Italia.

Pendekatan ini memungkinkannya untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumen tetapi juga menawarkan produk yang sejalan dengan nilai-nilai keberlanjutan perusahaan, tambahnya. 

 

6 Taktik Mengapa Hotel di Swedia Tetap Buka Selama COVID-19  

this formate

Hotel di Swedia punya strategi memikat wisatawan lokal ( Foto: situs Hotel Kungsträdgården)

STOCKHOLM, bisniswisata.co.id: Di tengah krisis yang melanda industri perhotelan ketika negara-negara di seluruh dunia menerapkan larangan bepergian dan mobilitas, Swedia belum memerintahkan penutupan.  

Berlawanan tajam dengan negara-negara Eropa dan sekitarnya, Swedia hanya memberlakukan pembatasan yang relatif lunak, yang berarti sebagian besar hotel dan restoran tetap buka di tengah situasi COVID-19.

Di The Hotels Network, terungkap  banyak hotel di Swedia memahami pentingnya berfokus pada pasar domestik, mengamankan pemesanan langsung, dan mempertahankan Alternative Dispute Resolution (ADR).

Dengan kata lain, hotel beroperasi di dalam industri yang telah dibelokkan dengan serangkaian tantangan dan dinamika yang sama sekali baru;  tapi setidaknya hotel  tetap buka.

Jadi sekarang pertanyaannya adalah: apa yang bisa kita pelajari dari pengalaman hotel di Swedia ketika pembatasan mulai meningkat secara bertahap di pasar lain?

Sebelum kita menyelami taktik para pelaku bisnis perhotelan di Swedia yang telah bekerja untuk bertahan selama masa-masa ini, mari kita lihat lanskap perhotelan di Swedia dan bagaimana perbedaannya dengan beberapa pasar Eropa.

Memiliki batasan yang tidak sebatas negara-negara Eropa lainnya, dampaknya terhadap industri perhotelan Swedia telah diatasi sampai batas tertentu. 

Melihat perubahan mobilitas dari awal tahun hingga akhir kuartal pertama, Swedia telah melihat perbedaan paling sedikit dengan hanya penurunan -24% berbeda dengan Spanyol dan Italia yang telah menderita penurunan mobilitas -94%  

Tren pemesanan langsung menggunakan dataset The Hotels Network kita dapat melihat bahwa pada bulan Maret hotel-hotel yang berlokasi di Swedia tidak mengalami penurunan dramatis mendadak dalam pemesanan lalu lintas mesin dan pemesanan langsung yang terlihat di spanyol. 

Meskipun ada penurunan yang jelas, kurva lebih bertahap dengan volume pemesanan didukung terutama oleh pengunjung domestik, kemungkinan besar karena mobilitas mereka yang lebih tinggi.  

Tingkat konversi di Swedia juga menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada awal April, membantu meningkatkan sedikit volume pemesanan kanar-kamar hotel.

Sebuah studi baru-baru ini oleh Benchmark Alliance yang melihat dampak krisis COVID-19 menunjukkan bahwa ADR di kota-kota seperti Stockholm tetap relatif stabil, menunjukkan bahwa hotel telah menyadari bahwa memangkas suku bunga mereka tidak akan menguntungkan di  jangka panjang.  

Banyak hotel di Swedia mengambil pendekatan yang lebih proaktif untuk membentuk rencana strategis mereka selama krisis.

Dalam lingkungan yang penuh tantangan saat ini, banyak hotel di Swedia telah beralih ke saluran pemesanan langsung mereka dan strategi komunikasi, berusaha untuk meningkatkan konversi online dengan para tamu, dan menempatkan diri mereka pada posisi yang menguntungkan untuk pemulihan.  

Berikut adalah enam strategi yang digunakan hotel-hotel Swedia sekarang yang dapat membantu menginspirasi rencana pemasaran serangan Anda ketika mobilitas mulai pulih di pasar Anda.

1. Memberikan ketenangan pikiran.                             Di dunia di mana sentimen perjalanan cukup sensitif, langkah pertama untuk menangkap pemesanan online harus meyakinkan pengunjung, dan melakukannya bermuara pada dua kata: komunikasi dan fleksibilitas.  

Anda mungkin pernah mendengar dan mengatakannya ratusan kali dalam beberapa minggu terakhir, tetapi ada alasan bagus mengapa perusahaan dan pakar terus menekankan pesan penting ini.  

Memastikan pengunjung daring Anda tahu bahwa Anda telah menerapkan kebijakan pemesanan tanpa khawatir dapat menginspirasi kepercayaan dan meningkatkan kemungkinan mereka bergerak maju dengan pemesanan.  

Ligula Hotel dengan cepat mengambil tindakan dengan menarik perhatian pengguna yang tiba di situs web mereka menggunakan Layer untuk menampilkan pesan seperti itu, menjamin pelanggan melakukan pemesanan yang aman berkat kebijakan pembatalan dan pemesanan ulang yang fleksibel.

2.Mempromosikan penginapan untuk menarik wisatawan lokal.                                                 Dengan perjalanan internasional yang masuk sangat terbatas tetapi mobilitas lokal relatif tinggi, hotel-hotel di Swedia memanfaatkan kesempatan untuk mempromosikan gagasan memiliki penginapan.

Hotel mewah kontemporer dan modern di pusat Stockholm, Hotel At Six oleh Nordic Hotels & Resorts, menyoroti pengalaman memikat yang dapat mereka tawarkan kepada penduduk setempat.  Membuat paket untuk tamu agar merasa dimanjakan, hotel ini menawarkan penginapan yang sempurna bagi mereka yang membutuhkan istirahat dari semua yang terjadi di rumah.

Menggunakan opsi penargetan dalam The Hotels Network tool, pesan Layer pada beranda hanya ditampilkan kepada pengunjung di Stockholm, memungkinkan hotel untuk menampilkan pesan pribadi untuk menarik pasar lokal mereka.

3.Mendorong para tamu untuk menginap lebih lama.                                                                      Karena peluang untuk melakukan perjalanan, terutama perjalanan internasional berkurang secara signifikan, mungkin sulit bagi hotel untuk meyakinkan pengunjung yang pindah akomodasi.

Ketika hotel dihadapkan dengan tingkat permintaan yang jauh lebih kecil, hotel mencari cara untuk meningkatkan nilai rata-rata setiap pemesanan yang mereka terima.  Taktik yang efektif untuk mendorong masa inap yang lebih lama adalah dengan menawarkan manfaat kepada tamu yang sudah memesan untuk memesan malam ekstra dengan Anda.  

Dengan pertimbangan ini, Hotel Kungsträdgården meluncurkan serangkaian Smart Notes dalam mesin pemesanan mereka yang menargetkan pengunjung yang memesan selama 2 malam.  

Pesan-pesan tersebut menyoroti manfaat dari tinggal satu atau dua malam ekstra secara eksklusif untuk para pengunjung, memberi mereka motif untuk memperpanjang pemesanan mereka.

Dengan menggunakan pesan yang ditargetkan, hotel-hotel di Swedia menjangkau tamu yang sudah cenderung berkonversi untuk meningkatkan nilai pemesanan mereka.

4.Mendorong pendapatan langsung melalui voucher hadiah.                                          Menyediakan voucher hotel bagi pengunjung adalah cara cerdas untuk menghasilkan pendapatan langsung sementara permintaan saat ini tetap rendah. 

Menggunakan alat Voucher Hotel kami, Hotel Kungsträdgården meluncurkan Layer dengan fitur voucher terintegrasi, mendorong para tamu untuk membeli voucher hadiah hari ini.  

Bertujuan untuk menarik calon tamu yang berpikir untuk bepergian setelah pembatasan telah dilonggarkan, mempromosikan voucher hotel Anda (terutama dengan harga diskon) akan memungkinkan Anda untuk mendapatkan penghasilan tambahan sambil memberikan insentif kepada pengunjung untuk tetap bersama Anda di masa depan.  

Bagi mereka yang belum dapat menawarkan voucher di situs web hotel mereka, The Hotels Network baru-baru ini merilis alat Voucher Hotel baru, yang memungkinkan pelaku bisnis perhotelan untuk dengan mudah membuat dan memamerkan opsi voucher mereka.

5.Memanfaatkan teknologi untuk membuat keputusan penetapan harga yang cerdas Menawarkan beberapa diskon atau promosi untuk merangsang permintaan potensial tentu saja sesuatu yang dapat Anda bangun ke dalam rencana tindakan Anda.  

Namun, menawarkan penjualan terselubung kepada semua pengunjung Anda mungkin bukan langkah yang paling cerdas.  Di Swedia, tampaknya para pelaku bisnis perhotelan telah memahami pentingnya menjaga strategi diskon mereka di bawah kendali untuk mempertahankan ADR yang tinggi.

Salah satu taktiknya adalah memanfaatkan teknologi AI, seperti produk pembelajaran mesin Jaringan Hotel Oraculo, sehingga Anda dapat mengelompokkan lalu lintas situs web hotel Anda secara real time.

Hal ini berdasarkan niat pembelian, mulai dari pengguna yang memiliki niat rendah (mereka yang tidak mungkin mengkonversi) menjadi tinggi  Pengguna -intent (mereka yang paling mungkin untuk mengkonversi).  

Teknologi ini memungkinkan Anda untuk mempersonalisasi pengalaman situs web secara otomatis untuk setiap pengunjung dengan pesan dan penawaran terkuat dan paling relevan. 

Hal Ini berarti bahwa Anda dapat memutuskan untuk hanya menampilkan penawaran kepada pengguna yang benar-benar membutuhkan insentif tambahan untuk melakukan pemesanan, menghasilkan penghematan dalam biaya promosi.  

Sebaliknya, alih-alih menawarkan diskon kepada pengguna berniat tinggi yang cenderung melakukan pemesanan, Anda dapat mengkomunikasikan pesan yang menarik seperti mempromosikan kategori kamar yang lebih tinggi atau tinggal lebih lama untuk meningkatkan nilai pemesanan rata-rata.

6.Membangun komunitas pengikut yang kuat. Selain memanfaatkan permintaan perjalanan apa pun yang ada untuk mendapatkan pemesanan langsung, sekarang adalah waktu yang tepat untuk memikirkan bagaimana Anda dapat membangun kumpulan pelanggan setia yang kuat untuk masa depan.

Tidak mengherankan, di Swedia, tingkat konversi pemesanan situs web hotel telah terpukul beberapa minggu terakhir ini, meskipun sedikit lebih rendah daripada di pasar lain.  

Dengan meningkatnya ketidakpastian di benak pengunjung, banyak yang tidak siap untuk mengkonfirmasi reservasi hari ini, tetapi hotel menemukan cara lain untuk menghasilkan keterlibatan dengan pengunjung situs web mereka.  

Contoh di atas menunjukkan bagaimana Hotel C Stockholm memanfaatkan fitur berlangganan The Hotel Network untuk meluncurkan Layer terintegrasi  menangkap email dan menumbuhkan basis pelanggan buletin mereka.  

Dengan situasi saat ini, masuk akal untuk mengumpulkan pelanggan yang ikut serta agar pengunjung dapat diperbarui melalui email tentang perkembangan di hotel Anda atau penawaran eksklusif. 

Dengan terus memelihara pelanggan  dengan cara ini, Anda diharapkan dapat mengubah lebih banyak pengunjung situs web menjadi pendukung brand yang loyal.

Banyak yang dapat dipelajari dari pengalaman hotel Swedia pada saat properti terbuka meski pembatasan perjalanan masih berlaku. Sadar akan gambaran yang lebih besar, mereka telah membentuk rencana strategis mereka dengan tujuan spesifik dalam pikiran. 

Terlepas dari penurunan saat ini dalam perjalanan dan permintaan internasional, hotel-hotel ini telah menyesuaikan taktik pemasaran mereka untuk membantu mereka menghadapi badai.

Tidak pernah terlalu dini untuk mulai merencanakan langkah Anda selanjutnya.  Tidak masalah jika properti Anda ditutup atau masih terbuka untuk bisnis.

Situs web Anda selalu ada sebagai jendela terpenting untuk berkomunikasi dengan tamu dan calon tamu, dengan kontennya yang berpotensi perlu diperbarui setiap hari. 

Sekarang adalah waktu untuk memastikan Anda siap untuk mengaktifkan kampanye pemasaran yang dibuat dengan hati-hati, begitu Anda memiliki konfirmasi kapan pintu hotel Anda akan dibuka kembali 

 

 

 

Yuk Persiapkan Normal Baru Dalam Bidang Pemasaran

this formate

Pasca COVID-19 dunia pemasaran dan cara beriklan juga berubah. ( Foto: unsplash.com/Joshua Earle).

JAKARTA. bisniswisata.co.id: Beberapa bulan terakhir telah sangat menantang bagi semua orang saat menghadapi pandemi COVID-19.  Pada hari ini, Pemerintah India telah berkomitmen untuk perang ganda, yaitu, menyelamatkan nyawa dan membawa ekonomi kembali ke jalurnya. 

Karena bisnis adalah bagian integral dari ekonomi, sekarang sangat penting bagi pemasar untuk menilai kembali tanggung jawab kita untuk menjangkau konsumen dengan mengingat normal baru.  

Di kutip dari newsroom.mastercard.com, Manasi Narasimhan, Wakil Presiden, Pemasaran dan Komunikasi, Asia Selatan, Mastercard mengungkapkan pentingnya bahasa daerah yang membuat komunikasi ini jauh lebih personal dan berdampak.

“Sebagai seorang pemasar, saya percaya bahwa pemasaran akan melalui perubahan besar, bukan evolusi tetapi mutasi (perubahan cepat, tahan lama pada DNA),” tulisnya. Di bawah ini adalah beberapa efek dari mutasi ini: –

Dari pesan ‘beli-sekarang’ hingga empati 

Konsumen tidak pernah memiliki kesabaran berfikir atas gencarnya ajakan ‘beli sekarang’ dari pemasar.  Namun, keadaan akibat COVID-19 telah menjadikan pemasar untuk menjadi sensitif dalam menjangkau  konsumen mereka dan yakin akan selalu ada waktu untuk menjual.

Saat ini, waktunya adalah untuk melayani dunia yang membutuhkan kita.  Dan jika kita tidak dapat melayani, setidaknya janganlah kita menjadi oportunistik dan mendorong produk yang dirancang khusus di sekitar COVID-19.

Bahasa daerah dalam komunikasi juga harus dipertimbangkan. Pasalnya saat lockdown, orang India memiliki kesempatan untuk menghabiskan waktu di media sosial tidak seperti sebelumnya.  Baik itu pelajaran kebugaran dan kecantikan, resep favorit mereka, kiat mengelola pekerjaan dari rumah, atau tetap mengikuti berita dan pandangan terbaru.

Pokoknya media sosial telah menjadi media yang disukai. Ini berarti bahwa sebagian besar pengguna yang tidak berbahasa Inggris juga dapat mengekspresikan diri mereka di dunia digital melalui konten bahasa daerah. 

Sesuai laporan KPMG-Google, pengguna internet berbahasa India diperkirakan akan menyumbang hampir 75% dari basis pengguna internet India pada tahun 2021. 

Laporan ini juga menyatakan bahwa mayoritas dari 200 juta pengguna berikutnya akan datang dari kota-kota tingkat 2+ yang lebih memilih untuk  mengkonsumsi konten dalam bahasa daerah. Hal ini adalah kesempatan penting bagi pemasar yang bertujuan untuk memperluas jangkauan konsumen mereka ke Pan-India.  

Sebagai contoh, Mastercard memiliki tujuan untuk melengkapi 10 juta pedagang dengan infrastruktur penerimaan pembayaran digital pada 2020-21.  Langkah penting menuju tujuan ini adalah memperkuat pendidikan keuangan dan inklusi di negara India.

Kami juga memperkuat kesadaran tentang keselamatan, keamanan, dan kemudahan pembayaran digital di kota tingkat 2 dan 3.  Bahasa daerah membuat komunikasi ini jauh lebih personal dan berdampak.

Gambaran tawaran di dunia iklan agar sesuai dengan dunia nyata adalah perdebatan abadi,  apakah masyarakat menginspirasi iklan atau iklan menginspirasi masyarakat.  

Saya percaya ini adalah jalan dua arah.  Ketika lingkungan kita berubah di dunia Post COVID-19 nanti, penting untuk mengubah cara kita menggambarkan dunia dalam iklan kita. Misalnya, akankah karakter dalam iklan mematuhi jarak sosial?. 

Apakah para model iklannya akan memakai masker ?  Akankah kita menunjukkan tempat ramai?  Ini adalah beberapa pertanyaan rumit yang perlu dijawab pemasar dalam beberapa hari mendatang. 

Jika kami memproyeksikan dunia iklan yang benar-benar berbeda dari dunia nyata, iklan tidak akan pernah beresonansi dengan konsumen.

Jangan lewatkan keamanan merek – Dengan volume data yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tanggung jawab terkait, pemasar harus meyakinkan orang aras sebuah  merek, alih-alih jadi penjaga merek. 

Pada saat yang sama, mereka perlu mewaspadai beberapa risiko termasuk keamanan dunia maya, privasi data, reaksi konsumen, gangguan sosial budaya dan sebagainya. Risiko-risiko ini selanjutnya akan tumbuh di dunia pasca  COViD-19  Karena itu, waktunya lebih siap dan proaktif.