Menyeruput Kopi di Alam Terbuka Cinnamon Cofffee Shop Hotel Alana Solo

0
21

Bartender meracik minuman di udara terbuka dihiasi lampu-lampu hias ( Foto-foto: Arum Suci Sekarwangi).

SOLO, Jateng, bisniswisata.co.id: Hotel selalu dituntut untuk melakukan inovasi baik dalam segi food maupun beverage yang sesuai dengan permintaan pasar. Maupun dalam strategi menjaring tamu apalagi di masa pandemi COVID-19.

Adalah Cinnamon Coffee Shop yang ikut melakukan penyesuaian. Jika di masa normal letaknya di dalam lobby The Alana Hotel & Convention Center, Colomadu, maka untuk menarik pengunjung yang datang, kini pihak hotel menyulap sebagian lahan parkir hotelnya menjadi tempat hangout yang asik untuk menikmati sajian dari gerai kopinya ini.

Bersama rombongan dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf) maka ke Cinnamon Coffee Shop inilah yang kami lakukan setelah siangnya ‘kerja bakti’, bersama-sama melaksanakan program BISA (bersih, Indah, Sehat, Aman) di Museum Manusia Purba di wilayah Sangiran, Sragen.

Jarak dari Solo (Surakarta) ke Sragen adalah sekitar 30,4 km dan hangout masih di lingkungan hotel tempat menginap memang pilihan tepat setelah seharian berkutat dengan kerjaan. Kami memang menginap di hotel ini di Solo jadi istilahnya hangout selemparan batu.

Kehadiran Cinnamon Coffee shop beratap bintang-bintang malam malah membuat kami betah duduk berlama-lama. Menyeruput kopi dan panganan kecil tidak perlu di dalam kamar selama taat pada penggunaan masker dan jaga jarak.

Agaknya menyiasati sepinya pengunjung yang datang membuat pihak The Alana Hotel Solo pun mengubah konsep gerai kopi ini menjadi ruang outdoor dengan memanfaatkan lahan parkir yang persis berada di bagian depan hotel. 

Beragsm kopi nusantara, makanan ringan dan berat serta cerutu tersedia di Cinnamon Coffee Shop.

Meski baru berjalan selama dua minggu, namun strategi ini dirasa efektif. Banyak pengunjung yang mampir ke tempat ini untuk sekedar menikmati udara malam Kota Solo baik  para tamu yang memang juga bermalam di hotel ini maupun yang hanya sekedar mampir untuk mencoba tempat ini.

Mereka yang masih enggan berada di ruang terbuka seperti cafe dan restaurant bisa langsung mengarahkan mobilnya untuk menikmati beragam menu di Cinnamon bersama keluarga. Buat kaum pria penyuka cerutu juga bisa menikmatinya juga di sini. Cerutu lokal bernama Maumere, dari tembakau pilihan Nusa Tenggara Timur pastinya.

Banyak jenis kopi nusantara yang ditawarkan di tempat ini seperti Kopi Robusta Temanggung, Robusta Kopen Malang, Gayo Wine, Arabica Mandailing, sampai ke menu yang paling sering dipesan oleh pengunjung termasuk saya yaitu Kopi Amukme Gold Papua.

Harga yang dibanderol pun cukup ramah dikantong, berkisar dari 25.000 hingga 35.000 rupiah saja. Ada pula beberapa kudapan yang dapat kita nikmati  mulai dari pisang goreng hingga pizza.

Berbicara tentang makanan pastinya tidak akan ada habisnya karena semua orang suka camilan enak. Hal tersebut juga memacu orang-orang yang bekerja di bidang kuliner untuk selalu mencoba membuat variasi dan inovasi taste/cita rasa untuk mencapai kepuasan konsumen.

Sebagai salah satu hotel untuk kegiatan konvensi, hotel ini memiliki tingkat hunian tinggi dengan menyandang predikat terbaik di Kota Solo, sehingga ketika wabah global darang dan industri perhotelan tengah melakukan restart maka gerai kopi dengan ruang kopi ini jadi pilihan tepat.

Berlokasi nyaman di jalan tersibuk di Solo, The Alana Hotel & Convention Center – Solo adalah lokasi yang ideal untuk menghadiri atau menyelenggarakan semua jenis acara.  Fasilitasnya meliputi ballroom dan lima ruang pertemuan fleksibel yang dapat menampung 90 hingga Fasilitasnya.

 Ada 247 kamar dan suite yang ditata apik menawarkan tamu tidur nyenyakydan besok paginya bangun dengan pilihan berolahraga di pusat kebugaran, kolam renang luar ruangan, kolam renang dalam ruangan, spa, dan pijat di hotel ini adalah tempat-tempat ideal untuk bersantai setelah hari yang sibuk. 

Lokasinya sekitar 15 menit ke Bandara Adi Sumarmo.  Keraton Mangkunegaran hanya berjarak 15 menit juga untuk belajar tentang sejarah Jawa Tengah dan warisan, seperti Gamelan dan 15 menit ke Kampung Batik Laweyan di mana kita dapat menemukan toko-toko Batik di sepanjang jalan Laweyan.

Alhamdulilah buat saya dan mbak Anggi dari Humas Kemenparekraf, yang penting di tempat terbukapun ada  WiFi untuk membantu tetap terhubung dengan keluarga dan tugas-tugas yang harus diselesaikan.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.