Makau Kembali Dibuka, Visa Turis Mulai Diterbitkan

this formate

Sejak pandemi, perekonomian Makau menyusut 49 persen (foto: casino org)

HONG KONG, bisniswisata.co.id: Pusat kasino terbesar di dunia, Makau, akan kembali dibuka. Penguasa setempat mengumumkan akan segera menerbitkan visa turis mulai 23 September. Keputusan ini diambil sebagai upaya untuk memulihkan krisis akibat pandemi COVID-19.

Otoritas Makau mengatakan, pihaknya mulai secara bertahap membagikan visa turis China sejak Rabu (12/8) untuk mendatangkan para pemain kasino, seperti dilansir Reuters. Visa untuk tour individu dan grup dari China daratan segara akan dipulihkan secara bertahap. 

Pengelola kasino dan para investor telah sangat menantikan pengumuman ini. Mereka berharap ini dapat membantu memulihkan pendapatan yang telah merosot sejak Februari dimana pemerintah mulai memberlakukan pembatasan perjalanan untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Operator kasino memperkirakan telah kehilangan 15 juta dolar AS setiap hari akibat karantina wilayah selama pandemi Covid-19. Selama ini perekonomian Makau sangat bergantung pada industri pariwisata dan kasino.

Dimana penghasilan  menyusut 49 persen pada kuartal pertama tahun ini. Makau merupakan rumah bagi operator kasino utama termasuk Sands, Wynn, Galaxy dan MGM.

Pihak Imigrasi China mengatakan kondisi dalam negeri sudah mulai berangsur pulih. Setiap orang boleh mengajukan visa perjalanan, baik untuk individu maupun kelompok, untuk berkunjung ke wilayah administrasi khusus itu.

Makau, yang terletak di pantai selatan negara itu. Makau, seperti Hong Kong, adalah wilayah administratif Khusus (SAR) China.

Namun demikian, pihak berwenang tidak mengatakan kapan visa akan tersedia bagi wisatawan yang ingin melakukan perjalanan ke Makau dari luar China. Tetangga Macau, Zhuhai, adalah kota di daratan pertama yang mendapatkan visa turis.

Menurut pernyataan dari Administrasi Imigrasi Nasional China, kebijakan itu secara bertahap akan diluncurkan ke seluruh negeri selama Agustus dan September.

Selain penerbitan kembali visa, karantina dua pekan yang diberlakukan bagi turis Makau sekembalinya mereka ke daratan China, dicabut di seluruh negeri pada Rabu.

Penduduk dari Guandong yang merupakan provinsi tetangga Makau mulai dapat mengajukan visa pada 26 Agustus. Sementara warga dari Kota Zhuhai yang terletak di seberang perbatasan Makau diizinkan mulai 12 Agustus 2020.

Pengumuman ini keluar hampir sebulan setelah China melonggarkan pembatasan akses di perbatasan antara Makau dan Guangdong.

Sekadar catatan, 90% wisatawan yang datang ke bekas koloni portugis ini, berasal dari China daratan dan sekitarnya. 

Sementara itu tingkat infeksi virus corona di Makau sangat rendah. Tercatat hanya 46 kasus infeksi virus corona di wilayah tersebut dan tidak ada kematian.

 

Whisnutama: Perbaikan Mendasar Jadi Kunci Peningkatan Parekraf Pasca Pandemi

this formate

Presiden Jokowi usai menyampaikannpidato kenegaraan di gedung DPR/MPR-RI (Foto: Laily Rachev – Biro Pers Sekretariat Presiden)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengajak seluruh pemangku kepentingan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melakukan perubahan dan perbaikan mendasar sebagai upaya untuk bangkit menghadapi tantangan akibat pandemi COVID-19.

” Presiden Joko Widodo dalam Pidato Kenegaraan di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, pagi tadi mengatakan bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan pembenahan diri secara fundamental. Termasuk melakukan transformasi dan menjalankan strategi besar, ” kata Menparekraf Wishnutama Kusubandio dalam keterangannya, hari ini.

Semangat ini harus dijalankan bersama dengan melakukan perubahan-perubahan mendasar yang dapat meningkatkan daya saing kita di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” tambahnya.

Kemenparekraf/Baparekraf sejak awal menargetkan untuk mengubah fokus kebijakan pariwisata Indonesia dari quantity tourism (jumlah wisatawan) menjadi quality tourism (kualitas wisatawan). Dimana faktor-faktor penunjang quality tourism terkait erat dengan hal-hal mendasar seperti kebersihan, kesehatan, keamanan dan keberlangsungan lingkungan.

Protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environmental Sustainability) termasuk revitalisasi amenitas yang dijalankan Kemenparekraf/Baparekraf menjadi bentuk perubahan fundamental yang sangat penting untuk keberlangsungan sektor parekraf ke depan.

“CHSE merupakan bentuk reformasi fundamental yang sangat penting yang tidak bisa ditawar. Hal tersebut dapat membangun kepercayaan dan rasa aman bagi seluruh wisatawan dan para stakeholder parekraf,” ujarnya.

Kemenparekraf pada umumnya memiliki tiga kebijakan nasional yang disusun dalam menghadapi pandemi COVID-19. Pertama pengelolaan krisis dan memitigasi dampak sebagai respons terhadap kondisi darurat.

Kebijakan kedua, percepatan dan stimulus untuk pemulihan sektor Parekraf dalam memasuki adaptasi kebiasaan baru dan  ketiga adalah penyiapan pasca COVID-19 untuk meningkatkan nilai tambah Industri Parekraf kedepannya.

“Saya sangat percaya bahwa dalam setiap krisis selalu ada peluang. Mari kita manfaatkan peluang yang ada dengan melakukan perubahan mendasar dan memaksimalkan kekuatan lokal sebagai awal lompatan besar untuk Indonesia,” kata Wishnutama.

Presiden Joko Widodo sebelumnya mengatakan pandemi COVID-19 membuat semua negara mengalami kemunduran. Namun kemunduran ini bisa menjadi peluang dan momentum bagi kita untuk mengejar ketertinggalan.

“Inilah saatnya kita membenahi diri secara fundamental, melakukan transformasi besar, menjalankan strategi besar. Strategi besar di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan, termasuk kesehatan dan pendidikan,” kata Presiden Joko Widodo.

Pola pikir dan etos kerja harus berubah. Fleksibilitas, kecepatan, dan ketepatan sangat dibutuhkan. Efisiensi, kolaborasi, dan penggunaan teknologi harus diprioritaskan. Kedisiplinan nasional dan produktivitas nasional juga harus ditingkatkan.

Pakaian Adat NTT

Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pidato kenegaraan mengenakan pakaian adat dari Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur. Dengan mengenakan pakaian adat ini, Presiden Joko Widodo hendak mengajak masyarakat untuk mencintai produk-produk Indonesia yang dikenal kaya akan seni kriya, tenun, serta kebudayaan Nusantara.

Pakaian adat dari Kabupaten Sabu Raijua sendiri terdiri dari si hawu atau sarung, higi huri atau selimut, dan naleda alias selendang.

Bukan kali pertama Presiden Joko Widodo mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Tanah Air. Saat Upacara Hari Kemerdekaan RI ke-73, Presiden Jokowi mengenakan pakaian adat Aceh yang biasa disebut Linto Baro dan saat sidang tahunan MPR tahun 2019 lalu Presiden Jokowi mengenakan pakaian adat Sasak Nusa Tenggara Barat.

 

Bangkitnya Wisata Halal Global

this formate

Makin banyak pelancong muslim menjelajah dunia (foto: telegraph)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pelancong Muslim merupakan salah satu segmen di industri perjalanan global yang tumbuh pesat. Pengelola hotel dan operator tur terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan mereka, baik makanan maupun tempat beribadah.

Industri perjalanan global menyaksikan sendiri bagaimana jumlah pelancong muslim meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pelaku usaha di dunia pariwisata pun cepat merespons.

Banyak hotel kini menyatakan bebas sajian makanan yang mengandung babi. Sejumlah penerbangan bahkan tak lagi memasukkan minuman beralkohol dalam daftar menu.

Pengelola resor juga tak mau ketinggalan. Mereka sudah menyediakan kolam renang terpisah untuk laki-laki dan perempuan. Beberapa travel agent bahkan memasukkan waktu sholat dalam itinerary mereka.

Menurut joint-studi yang dilakukan Mastercard dan lembaga riset Crescent Rating, jumlah wisatawan muslim bertumbuh 30% sejak 2016.

Mereka memperkirakan kontribusi pelancong muslim kepada ekonomi global dalam 10 tahun mendatang bisa naik menjadi US$ 300 miliar dari US$180 miliar di 2109.

Kebanyakan dari mereka tergolong muda, terdidik dan piawai menggunakan gadget.  Prediksi ini tentu dibuat sebelum ada pandemi COVID-19.

Pangalaman seorang warga Inggris, Soumaya Hamdi yang melancong bersama keluarga kecilnya di 2015, menarik untuk disimak. Saat itu Hamdi dan suaminya serta bayi mereka yang berusia 4 bulan berwisata ke beberapa negara di Asia.

Mereka memutuskan untuk mengunjungi Singapura dan Malaysia, kemudian melanjut ke Korea Selatan dan Jepang. Menurut pengalaman Hamdi, kala itu sulit sekali mendapatkan makanan halal yang bersertifikat. 

Hamdi yang tinggal di London pun kemudian mulai menulis di blog-nya restoran Muslim-friendly yang ia jumpai selama perjalanan. Selain itu dia juga mengulas ketersediaan fasilitas sholat serta tempat-tempat yang menurutnya sangat bersahabat terutama bagi keluarga muslim muda yang membawa bayi seperti dirinya.

Situsnya kemudian berkembang dan menjadi semacam rujukan. Kini, Halal Travel Guide telah mewujud menjadi sebuah platform online yang menawarkan informasi seputar wisata halal, rekomendasi, dan menjadi kurator paket perjalanan wisata bagi para pelancong muslim. 

 “Di Eropa, komunitas Muslim saat ini merupakan generasi ketiga atau keempat. Mereka berpendidikan dan memiliki pekerjaan dengan gaji yang bagus, ”kata Ufuk Secgin, kepala pemasaran Halal Booking, mesin pencari khusus liburan bagi kaum Muslim.

Bagi generasi pertama, liburan berarti saatnya mengunjungi keluarga di negara asalnya. Ini telah berubah, ungkap Ufuk Secgin.

Pelancong muslim di seluruh dunia diperkirakan mencapai 156 juta orang di 2020. Namun pandemi COVID-19 telah mengubah proyeksi ini. Tetapi kelak ketika pendemi mulai mereda dan vaksin telah ditemukan, wisatawan muslim pasti akan kembali bepergian. 

Pada Oktober tahun lalu, sebuah diskusi panel tentang pelancong muslim digelar di sela-sela acara ITB Asia, pameran dagang dan konvensi B2B untuk industri perjalanan di Singapura. Saat diskusi, topik yang paling banyak dibicarakan adalah soal makanan, halal food. 

“Bagi wisatawan muslim, salah satu faktor yang mendorong mereka tertarik mengunjungi satu tempat adalah tersedianya makanan halal yang berkualitas,” kata Hamdi.   

Dia tidak berbicara tentang kari atau biryani tapi berbicara tentang makanan lokal otentik yang halal. Setelah itu, biasanya fasilitas sholat. 

Permintaan global untuk makanan halal berkembang pesat. Itu diamini oleh komunitas online pelancong muslim yang berbasis di Singapura, Have Halal Will Travel.

Komunitas ini berdiri pada 2015. Konten dalam situs mereka telah dijangkau 9,1 juta pengguna setiap bulan, kata sang pendiri, Mikhael Goh.

Situs ini sendiri lahir dari pengalaman pribadi pembuatnya. Kala itu Goh bersama tiga temannya tengah belajar di Seoul. Hampir setiap hari ia frustrasi sulitnya menemukan makanan halal berkualtias di sana.

“Kami berpikir, di tahun 2015 itu sudah ada Yelp dan TripAdvisor serta aplikasi dan layanan populer lain yang menyedikan begitu banyak info tempat makan dan tempat bepergian, tetapi sedikit sekali informasi untuk pelancong Muslim?” kata Goh.

“Bukan hanya tentang makanan. Betul bahwa makanan halal adalah dasar dari banyak hal. Tetapi hal lain juga perlu diperhatikan misalnya, faktor keamanan dan tempat beribadah. Jadi, di sana ada kekurangan informasi tentang hal ini. Kalaupun ada, sifatnya terfragmentasi. “

Banyak blogger seperti dilansir dari the New York Times menyampaikan perasaan yang sama: tujuan mereka membuat blog bukan hanya untuk memudahkan pelancong Muslim mendapatkan info tempat makanan halal, tempat sholat, atau aktivatas bebas alkohol.

Lebih dari itu bagaimana menciptakan zona nyaman bagi pelancong muslim sehingga mereka tertarik untuk lebih jauh menjelajahi dunia tanpa perlu khawatir untuk tetap bisa menjalankan pola hidup sesuai ajaran mereka.

Hamdi dari Halal Travel Guide pun setuju. “Kami mendorong umat Islam untuk keluar bepergian menimba pengalaman budaya di luar negara yang selama ini memang dikenal sebagai destinasi wisata yang Muslim-firendly, seperti Dubai dan Maroko,” katanya. 

 

Sulaiman al-Rajhi: Pebisnis Saudi yang Dermawan

this formate

     Sulaiman al-Rajhi ( Foto-foto: saudinesia.com)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Berawal dari linimasa Facebook yang menampilkan sosok Suleiman Al-Rajhi maka belakangan beredar pula di WA grup mengenai orang yang berdedikasi di jalan Allah SWT ini.

Terlahir sebagai seorang anak yang miskin, ketika bersekolah di kampungnya. Suatu hari pihak sekolah mengadakan kegiatan perjalanan wisata dan meminta setiap pelajar untuk membayar sejumlah 1 (satu) Riyal. 

Ketika pulang  Suleiman Al-Rajhi  meminta uang kepada orang tuanya namun mereka tidak memiliki uang 1 (satu) riyal tersebut. Dia menangis sejadinya ketika waktu pelaksanaan perjalanan wisata semakin dekat. 

Sehingga sampai dengan waktu pengumuman hasil ujian caturwulan, dia dinyatakan sebagai pemenang ranking pertama di kelas dan gurunya seorang Palestina memberikan uang 1 (satu) Riyal sebagai reward (hadiah). 

Mengetahui hal tersebut, dia bergegas berlari kearah guru (penyelenggara program wisata) untuk menyerahkan uang 1 (satu) Riyal yang telah diterimanya sebagai hadiah. 

Sejalan dengan berlalunya waktu, dia menyelesaikan pendidikan dan mulai bekerja. Dimulai dari sebuah ruang kecil yang dia sebut Bank, dia menjalankan usahanya sebagai pengusaha muda dengan dedikasi dan kerja keras. 

Allah SWT memberkahi jerih-payahnya.  Dalam jangka waktu yang singkat, jaringan perbankan yang bernama Al-Rajhi berkembang di seluruh wilayah Arab Saudi.  

Suleiman Al-Rajhi mencari tahu keberadaan gurunya seorang Palestina. Dia bertemu dengan sang guru yang sudah pensiun. Kondisi ekonomi di Palestina sangat sulit bahkan hanya untuk sekedar menyambung hidup.

Rajhi mengajak sang guru ke dalam mobil dan mengatakan bahwa “saya berhutang dengan Anda tuan”. Sang guru menjawab bagaimana mungkin seseorang bisa berhutang dari orang miskin seperti dia. 

Rajhi mengingatkan sang guru beberapa tahun silam  Anda telah memberikan saya sejumlah 1 (satu) Riyal. Sang guru tersenyum sambil mengatakan sekarang engkau ingin mengembalikan uang 1 (satu) Riyal itu kepada saya? 

Rajhi memarkirkan mobilnya didepan sebuah bungalow yang juga terdapat sebuah mobil mewah dihalamannya. Rajhi mengatakan kepada sang guru mulai hari ini bungalow dan mobil mewah tersebut menjadi milik sang guru dan dia yang akan bertanggungjawab atas semua biaya yang diperlukan. 

Sang guru Palestina bersimbah airmata mendengarkan hal itu seraya mengatakan pemberian bungalow dan mobil mewah tersebut terlalu berlebihan baginya, dia tidak layak untuk mendapatkannya.

Rajhi menjelaskan bahwa kebahagiaan yang dia dapatkan dulu ketika menerima uang 1 (satu) Riyal dari sang guru jauh lebih besar daripada kebahagiaan sang guru di saat menerima pemberiannya.

Kebun kurma yang hasilnya untuk membiayai kegiatan amal di dunia

Mendonasikan Seluruh Kekayaan

Pada tahun 2010, Suleiman Al-Rajhi memanggil anak-anak, istri-istri, dan orang yang dia cintai dan membagi hartanya kepada mereka serta seluruh kewajiban yang harus dipenuhinya. 

Pada saat ini, nilai wakaf dari Suleiman Al-Rajhi lebih dari 60 Milyar Riyal. Dia memiliki sebuah perusahaan Saudi dan Rajhi Bank yang telah mendonasikan 170 juta Riyal untuk penanganan virus Corona dan menyerahkan 2 (dua) hotel di Mekkah kepada kementerian Kesehatan Saudi Arabia. 

Kebun yang disebutkan di atas menurut Guiness Book of Record tercatat sebagai usaha donasi terbesar yang pernah ada.  Menurut majalah Forbes, Rajhi merupakan salah seorang dermawan yang termasuk 20 terbesar di dunia, otobiografinya layak untuk dibaca oleh publik (masyarakat). 

Selain sebagai pendiri bank Islam terbesar di dunia, Rajhi juga mendirikan perusahaan peternakan unggas terbesar  di seluruh Timur Tengah yaitu Al-Watania Poultry. 

Anda mungkin tidak akan menemukan sebuah kota di Saudi Arabia dimana tidak terdapat masjid yang dibangun oleh keluarga Al-Rajhi.  Dengan dukungan yang penuh terhadap pusat dakwah, yayasan Al-Quran, dsb. Dan yang lebih penting, mereka membayar gaji 1,5 juta karyawan mereka sebelum akhir bulan. 

Dalam salah satu wawancara, Al-Rajhi mengatakan bahwa sangat penting untuk memastikan bahwa Anda meninggalkan harta yang cukup bagi ahli waris Anda, dan senang menyaksikan mereka menikmati bagian mereka secara damai dengan yang lain. 

Namun, juga sangat penting apabila seseorang membalas “keburuntungan” yang ia dapatkan kepada negara dan masyarakat.  “Ketika Anda meninggalkan kehidupan di dunia ini, investasi satu-satunya yang penting adalah menabung untuk kehidupan yang lain (akhirat),” ujarnya

Wakaf untuk kepentingan Islam

Dilansir dari situs saudinesia.com, sosok Sulaiman bin Abdul Aziz Al Rajhi adalah seorang pebisnis dan miliarder Arab Saudi.Kekayaannya ditaksir mencapai $7.7 miliar di dunia.

                       Universitas gratis untuk kaum dhuafa

Sulaiman Al Rajhi yakin bahwa untuk bisa sukses dengan cepat, seseorang harus menjalankan sebuah bisnis. Bahkan, Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam juga menjalankan sebuah bisnis untuk keluarga dan umat-umatnya.

Sulaiman Al Rajhi membangun bisnis di bidang perkebunan dengan mendirikan perusahaan bernama National Agricultural Development Company (NADEC).

Dia memiliki 23 anak yang dibesarkan sendiri dengan uang-uangnya. Seluruh anaknya dididik untuk mampu berusaha dan berbisnis. Setiap anak dari Sulaiman Al Rajhi diberi perusahaan untuk dikembangkan sendiri dan menjadi pundi-pundi uang dengan usahanya sendiri.

Di usianya yang genap 90 tahun, Sulaiman Al Rajhi ingin hidup dengan bahagia. Dia tidak membutuhkan semua harta yang dimiliki meski jumlahnya sangatlah banyak.

Uang yang berjumlah $7,7 miliar itu disumbangkan ke lembaga amal untuk keperluan pendidikan dan juga kesejahteraan masyarakat di negara Arab. Keputusan ini juga didukung oleh 23 anak-anaknya karena hanya itu yang bisa membuat ayahnya bahagia.

Selain menyumbangkan hartanya untuk amal. Sulaiman Al Rajhi juga membangun sebuah kampus bernama Sulaiman Al Rajhi University di tanah kelahirannya. Universitas ini gratis bagi masyarakat miskin yang ingin belajar tentang kesehatan dan perbankan Islam yang dewasa ini mulai merambah negara-negara di kawasan Eropa.

Sulaiman Ar Rajhi juga memiliki kebun kurma terbesar di dunia yang terletak di Provinsi Al Qasim, Arab Saudi. Kebun kurma ini memiliki luas sekitar 5.000 hektar dan ditumbuhi 200.000 pohon kurma dari 45 jenis kurma.

Ternyata kebun kurma ini diwakafkan oleh Al Rajhi untuk kepentingan Islam. Hasil panennya dibagikan kepada lembaga-lembaga amal dan Haramain yaitu Masjidil Haram dan Masjid Nabawi setiap Bulan Ramadhan untuk buka bersama. Inilah yang tercatat sebagai wakaf terbesar di dunia.

Suilaman Ar Rajhi juga membangun masjid yang cukup megah dan besar di jantung Kota Riyadh. Di mana masjid yang beliau bangun bisa menampung 18.000 jama’ah. Beliau bangun masjid tersebut dari harta pribadinya.

Kuliner Halal: Antre Mengular Untuk Semangkok Bakso di Madinah. 

this formate

MADINAH, bisniswisata.co.id: Info keberadaan warung Mie Bakso Indonesia di Madinah itu datang saat jam makan siang di hotel tempat kami menginap. Teman kami, suami istri di rombongan Jamaah Haji Mandiri KUA Pamulang Tangsel 2017, memilih tak menikmati lunch box

Rupanya usai Shalat Dzuhur di Masjid Nabawi keduanya dan beberapa teman lain tak ikut pulang ke hotel, melainkan pamit untuk mencari Mie Bakso. Untuk urusan makan selama di Mekah – Arafah maupun Madinah, jamaah haji regular mandiri Indonesia kini memang tak perlu lagi repot masak-memasak, atau mencari warung nasi tiap saat jam makan tiba.

Paling tidak, ada petugas catering PPIH (Panitia Pelaksana Ibadah Haji) Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah – Kementerian Agama RI yang akan mengantar lunch box & dinner box bagi jamaah. 

Sebagaimana aturan yang tertera dalam buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah, jatah makan bagi jamaah Indonesia diberikan sebanyak 42 kali, dengan rincian: 18 kali (untuk 9 hari lunch & dinner) di Mekah, dan 24 kali saat tinggal di Mekah. Di puncak haji, selama 5 hari di Arafah dan Mina, kami juga menerima box makanan. Juga selama di perjalanan: saat di Asrama haji, di pesawat dan dalam bus serta saat di bandara.

Perjalanan haji regular mandiri Indonesia berlangsung 40 hari, dan ada hari-hari (sekitar 10 hari) saat di Mekah dimana jamaah tak mendapat jatah makan. Tapi don’t worry. Karena untuk itu, plus kebutuhan sarapan pagi, Pemerintah sudah menyiapkan living cost sebesar SR 1500. Dana yang memang menjadi hak kami itu diberikan kepada jamaah saat masih di Asrama Haji di Jakarta, menjelang terbang ke Arab Saudi.

Untuk keperluan sarapan pagi, dan membelanjakan dana living cost yang dihemat-hemat di dompet, di hari ke-9 di Madinah, usai Subuh sekaligus usai menggenapkan shalat Arba’in yang setara shalat fardlu 40 waktu tak putus, saya dan Resti tergelitik juga untuk ‘napak tilas’ jejak teman-teman sehotel, mencari lokasi warung bakso Indonesia yang katanya amat lekker dan ngangenin, hi…hi…hi…!

Kota Madinah,  Arab Saudi dimana jemaah Indonesia bisa menemukan warung bakso. ( Foto-foto Heryus Saputro Samhudi)

Ditolak, dan lalu disuka

Sejujurnya, kuliner mie dan bakso serta berbagai variannya, bukan merupakan hidangan asli Nusantara. Sejarah mencatat, mie dan bakso berasal dari budaya China atau kita menyebutnya Tiongkok.

Orang-orang asal dataran Tiongkok pula, sekian abad silam, yang membawa pengetahuan tersebut masuk ke Nusantara, yang lantas populer sebagai bagian dari kuliner Peranakan Tionghoa. 

Mie sebagai bahan pangan olahan yang banyak mengandung karbohidrat, cepat diserap dan berakulturasi dengan budaya di Nusantara. Paling tidak, kehadiran mie sebagai pangan setara nasi, segera diterima.

Berjenis mie dibuat di Indonesia, dan berjenis kuliner berbahan dasar mie, juga bermunculan dan memasyarakat. Bahkan berbagai produk mie instan Indonesia, kini berjaya di banyak pasar di luar negeri. 

Tapi tak demikian dengan bakso, pangan olahan berbahan daging cincang yang dilumuri tepung lalu direbus bulat-bulat. Hingga tahun 1960-an, bahkan di Jakarta, bakso dan kuliner mie yang menyertakannya tetap masih dianggap sebagai sesuatu yang asing dan masyarakat (khususnya kaum muslim yang merupakan bagian terbesar dari warga Indonesia) menghindari untuk menikmatinya.

Saya jadi ingat almarhumah Emak saya, ibunya ibu saya ( nenek) , yang serta-merta menolak membeli, saat Abang saya merengek minta dibelikan Bakmi Bakso yang dijual seorang laki-laki di warung tenda bawah pohon pinggir jalan aspal di depan gang kampung kami. “Ntu bukan budaye kite. Bahan dagingnye nggak halal buat kite, orang Selam. Emak bikinin Mie Kocok Bogor aje, ye…! Rasanye? Nggak kalah enak…,” kata Emak.

Dalam Bahasa Betawi yang kental, Emak ingin bilang pada kami para cucunya, bahwa kuliner Bakmi atau Mie Bakso saat itu belum jadi bagian dari budaya kite (kita), orang Indonesia. 

Lagi pula, bahan daging untuk bakso pun umumnya masih menggunakan daging jenis hewan yang (berdasar hukum Islam) tidak halal dimakan oleh orang Selam atau orang Islam/muslim. Sebagai ganti, Emak bikinkan kami Mie Kocok Bogor

Emak bukan anak sekolahan. Tapi Emak benar. Saat itu kitaran tahun 1963 dan saya duduk di Kelas III Sekolah Rakyat (kini Sekolah Dasar), Mie Bakso memang belum populer di masyarakat. 

Sejujurnya, tempo itu masih dianggap makanan kuliner asing, atau kuliner Peranakan Tionghoa yang belum lazim dikonsumsi masyarakat Indonesia, apalagi oleh kalangan keluarga Muslim. 

Tapi zaman berlanjut, dan pengetahuan orang akan sesuatu kian berkembang. Belakangan masyarakat menyadari bahwa bakso adalah sekadar nama jenis bahan pangan olahan, terbuat dari daging cincang yang dicampur adonan sagu tapioka, lalu direbus atau dikukus bulat-bulat. Halal tidaknya sebutir bakso, bergantung dari bahan daging apa bakso itu dibuat dan bagaimana cara mengolahnya.

Tahun 1970-an terjadi semacam revolusi di bidang kuliner bakso, dari hidangan yang tadinya cenderung dihindari, lantas menjadi kuliner yang digemari masyarakat.

Belajar dari kaum Peranakan Tionghoa, ihwal bagaimana membuah bakso yang baik dan enak, bakso (dari daging sapi, ayam, ikan atau bahan lain yang dihalalkan) dibuat dimana-mana. Pedagang Mie Bakso keliling laris-manis dibeli masyarakat luas.

Si Doel Anak Karawang

Berapa banyak orang Indoneia penyuka bakso? Belum ada data statistik resmi ihwal itu. Namun khabarnya, di luar Tiongkok (negeri asal bakso) menggemar bakso di Indonesia tak terbilang banyaknya. 

Buktinya, di mana-mana, yang namanya warung bakso di Indonesia cenderung selalu diserbu pembeli. Potensi pasar yang besar, mendorong pengusaha membuka warung bakso di mana orang Indonesia ngumpul.

Kita tahu, jamaah haji dan umrah terbesar tiap tahunnya datang dari Indonesia. Tahun 1437 Hijriyah atau tahun 2017 misalnya, haji regular resmi Indonesia tercatat 221.000 orang. 

Variasi makan siang saat melaksanakan ibadah di Tanah Suci adalah makan bakso meski harus sabar mengantre.

Diluar musim haji, tiap minggu ada ribuan jamaah umrah Indonesia berkunjung ke Mekah dan Madinah (termasuk Jedah). Bayangkan bila 10 persen saja penyuka bakso, atau mudah kangen pada masakan Indonesia?

Bisa jadi fenomena sosial ini yang mendorong pengusaha berfikir jernih, membuka usaha, di dua kota yang menjadi pusat budaya Islam, yakni Mekah dan Madinah.

Warung makan yang menjual ragam menu tradisional Indonesia yang amat ngangenin ‘lidah Melayu dengan hidangan unggulan: Mie Bakso, dan warung makan yang masing-masing punya nama resmi itu pun populer sebagai Warung Bakso Indonesia.

Ada beberapa warung bakso Indonesia di Madinah. Tiga tempat yang terlacak adalah Bakso Grapari yang warungnya ‘nempel’ di pusat layanan Telkomsel Grapari Madinah di Lt RF/M1 Hotel Salahiyah (Hotel Mubarok), Madinah.

Di sebuah ‘pasar tumpah” dekat hotel kami menginap, juga saya temukan poster penunjuk arah menuju Warung Bakso Si Doel di Lt M Hotel Jamarat, Al Rsyed Street, Bab Salam, Gate 7 Nabawi.

Tapi untuk sarapan pagi itu, saya dan Resti memilih mendatangi Bakso Si Doel yang plang iklannya menyebut terletak di Hotel Royal Andalus/Andalus Suite Lt Mezanine (naik satu lantai lewat tangga Hotel Mahd), di Pintu 21 yang terletak di bagian utara Masjid Nabawi, tak jauh dari bundaran taman yang dihiasi ‘patung’ jam penunjuk waktu, yang dikenal masyarakat sebagai Taman Merpati

Jujur saja, saya tergelitik datang ke Bakso Si Doel, karena mengingatkan pada novel Si Doel Anak Betawi karya Aman Datoek Mojoindo terbitan Balai Pustaka tahun 1932, atau serial sinetron laris Si Doel Anak Sekolahan karya Rano Karno.

Sebagian besar skenarionya ditulis teman saya, novelis Harry Tjahjono. Siapa mengira, Warung Bakso Si Doel nyatanya tak ada kaitannya dengan kisah Anak Betawi sukses itu. 

Tak jelas, kapan Bakso Si Doel yang punya beberapa cabang (termasuk di Mekah dan Jedah) itu hadir Kota Madinah Al-Munawarah? Namun konon, ini merupakan jaringan jasa usaha warung makanan milik pengusaha asal Karawang, Jawa Barat, Indonesia.

Si pengusaha, entah siapa, berhasil menangkap satu sifat umum orang Indonesia yang cenderung selalu kangen hidangan rumah, dan lalu hadirlah Warung Bakso Si Doel.

Sebagai tempat makan, resto atau warung Si Doel tak cuma menyediakan Mie Bakso ataupun Bakso Kuah. Ragam menu populer khas Indonesia tersaji tiap hari. Di jam makan siang misalnya.

Tersedia pula ragam lauk-pauk populer Nusantara untuk teman makan nasi putih dari bulir-bulir beras jenis Cianjur atau Cisedane kiriman langsung dari Indonesia. Ada pula Balado Ikan Kembung, Semur Jengkol, dan Oseng-Oseng Pare.

Bisa jadi bagi kita orang Indonesia, ragam sajian menu di atas merupakan hal biasa. Tapi pagi itu, agustus tahun 2017, saya sedang berada jauh di negeri orang. Di hotel memang tersedia lunch box atau dinner box yang juga rasa Indonesia. 

Tapi, ini ”Mie Bakso Favorit saya, dan surprised karena nyatanya juga dijual di Madinah,” kata seorang teman. Semua pun terdiam berdecap, goyang lidah menikmati Bakso Si Doel.

Perlu sabar untuk dapat kesempatan makan di warung itu. Ruangmya memang cukup luas, berkapasitas sekitar 200 kursi. Tapi calon pembeli harus antre dalam barisan yang panjang mengular. 

Bahkan untuk menu Mie Bakso ataupun Bakso Kuah, diterapkan sistem kupon. Pembeli yang sudah dapat kursi, memperoleh kupon dan sila menunggu pesanan sembari menikmati menu lainnya. 

Berapa RS (Real Saudi) harus dikeluarkan Resti dari dompet untuk kami sarapan pagi di Warung Bakso Si Doel? Entah. Saya lupa ia pesan dan makan apa saja. Yang pasti saya cuma meneguk sebotol air mineral (disediakan secara cuma-Cuma untuk siapapun pengunjung), plus semangkuk Bakso Kuah seharga RS13 dengan konversi kurs tempo itu RS 1 senilai Rp 3400

 

Accor Group Segera Bangun Resor di Situs Angker Al Ula, Arab Saudi

this formate

Accor akan bangun resor di Al Ula, Arab Saudi (foto: middle east online) 

ARAB SAUDI, bisniswisata.co.id: Arab Saudi mengumumkan pihaknya telah mengizinkan jaringan operator hotel internasional terbesar di Eropa, Accor Group untuk mengembangkan resor di kawasan padang pasir Al Ula, Arab Saudi. 

Komisi Kerajaan untuk Al Ula seperti dilansir Reuters mengatakan Accor Group akan memperluas dan mengelola resor di proyek pariwisata Al Ula senilai US$ 20 miliar.

Menurut perjanjian, Accor akan mengambil alih Ashar Resort yang telah beroperasi di sana dan mengubahnya menjadi Banyan Tree Resort. 

Kelak, pemilik baru akan membangun 47 unit tambahan sehingga total kapasitas resort menjadi 82 vila kelas atas yang dilengkapi fasiltias spa dan sejumlah restoran. 

Al Ula akan menjadi rumah bagi resor Banyan Tree pertama di Arab Saudi yang terletak di lembah Ashar, sekitar 15 km dari Situs Warisan Dunia UNESCO yang pertama yang dikenal juga sebagai Al-Hijr dan Hegra.

Al Ula merupakan situs peninggalan peradaban pra-Islam yang lama tertutup terutama karena berkembang takhayul di kalangan masyarakat Saudi bahwa daerah itu dihantui jin.

Adanya fatwa yang ditafsirkan dari hadist yang menyebut ada larangan mengunjungi daerah itu. Namun pada 2012, salah satu ulama memutuskan bahwa Al Ula harus dibuka untuk umum.

Apalagi kemudian Putra Mahkota Mohammed bin Salman naik takhta. Di bawah kepempimpinannya yang progresif dan modern.

Arab Saudi memasuki babak baru: perempuan dibolehkan menyetir mobil, bioskop dibuka, ekonomi nonminyak dikembangkan, terutama sektor pariwisata.

Dialah yang kemudian membuka jalan bagi seluruh dunia untuk mengunjungi negerinya dan melihat peradaban besar di sana.

Proyek pengembangan pariwisata di Al Ula, situs peradaban kuno bangsa Nabataean ini, merupakan salah satu upaya negara pengekspor minyak terbesar di dunia untuk mendiversifikasi ekonomi.

Seperti halnya di negara-negara lain di dunia, sektor pariwisata termasuk yang paling terdampak oleh pandemi COVID-19. 

 Pada April lalu, Menteri Pariwisata Arab Saudi mengatakan kepada  bahwa kinerja sektor ini turun 35-45 persen karena adanya langkah-langkah yang diambil pemerintah untuk memerangi pandemi virus corona.

Meski demikian Pemerintah Arab Saudi menyatakan tetap optimis. Pengembangan Al-Ula antara lain dimaksudkan untuk melestarikan situs yang merupakan warisan budaya pra-Islam.

Selain itu pemerintah berharap tempat itu dapat menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun manca negara untuk berkunjung, selain tentunya memperkuat jati diri bangsa. 

Rencananya, Al Ula akan dibuka resmi bagi dunia sebagai tujuan wisata sepanjang tahun pada Oktober 2020.

 

Yuk Pahami Kebutuhan Tambahan Bagi Wisatawan Muslim (2)

this formate

Inner Mongolia, China Utara, salah satu tujuan Friendly Muslim  dengan China Hui Culture Park          ( Foto: Hilda Ansariah Sabri)

LONDON, bisniswisata.co.id: Paket perjalanan baru dalam industri pariwisata yang menyediakan layanan liburan lengkap sesuai dengan keyakinan dan praktik Islam disebut ‘Liburan halal’.

Dilansir dari intechopen.com, kebutuhan turis Muslim diidentifikasi saat bepergian ke luar negeri adalah hotel ramah Muslim, makanan halal, aplikasi mobile ramah Muslim, bandara ramah Muslim, liburan halal, situs web pariwisata halal, fasilitas dan layanan kesehatan halal, pelayaran halal, dan pakaian renang halal.

Nah untuk kegiatan liburan halal atau wisata halal ini kegiatan termasuk di resor dan hotel halal yang hanya menyajikan makanan halal dan minuman non-alkohol.  Layanan lain yang ditawarkan mungkin termasuk kolam terpisah, fasilitas spa dan rekreasi untuk pria dan wanita.

Pantai terbuka yang memisahkan pria dari wanita, pantai khusus wanita, fasilitas berorientasi keluarga seperti area pantai campuran untuk keluarga dengan kode pakaian renang Islam dan Muslim  fasilitas sholat.  

Ada penyedia tour yang menekankan bahwa aktivitas mereka diarahkan untuk menjaga nilai-nilai dan kerendahan hati Muslim yang ingin mengikuti anjuran Alquran untuk melakukan perjalanan ke seluruh dunia melihat tanda dan pola Tuhan di seluruh dunia.

Crescent Tours dan Islamic Travels dan pemesanan Halal mulai menjual konsep tersebut di Turki, tempat kedudukan Kerajaan Ottoman Islam, yang selama enam abad merupakan pusat interaksi antara Timur dan Barat.

Destinasi wisata Ini dianggap sebagai salah satu tujuan yang disukai yang menarik wisatawan Muslim dari seluruh dunia.  Adanya liburan ramah halal dapat meningkatkan pengakuan destinasi sebagai destinasi ramah Muslim dan akan menarik wisatawan Muslim.  Disarankan untuk menggunakan istilah liburan ‘ramah Muslim’  ( Friendly Muslim) yang lebih sesuai daripada ‘liburan halal’.

Salah satu paket wisata Halal tourism di negara Non Muslim dari Alhamra Tour.com

Fasilitas dan layanan kesehatan halal

 Salah satu pasar yang berkembang untuk pelancong Muslim bepergian untuk perawatan kesehatan baik untuk penyakit kritis atau perawatan kesehatan.  Oleh karena itu, mengembangkan fasilitas dan layanan kesehatan halal bagi wisatawan Muslim menjadi salah satu faktor penarik yang menarik mereka untuk mengunjungi destinasi tersebut.  

Layanan kesehatan halal menyediakan layanan dan fasilitas yang sejalan dengan ajaran Islam di rumah sakit dan layanan kesehatan lainnya.  Atribut berikut adalah pedoman untuk fasilitas dan layanan kesehatan halal:

  • *Dokter dan perawat dengan jenis kelamin yang sama dengan pasien
  • *Obat halal (sejauh mungkin)
  • *Ruang sholat
  • *Ruangan yang ditandai dengan arah kiblat
  • *Ketersediaan makanan halal
  • *Toilet ramah air
  • Pelayaran halal

 Salah satu tren terkini di pasar Halal global adalah pelayaran ramah Muslim.  Menikmati wisata kapal pesiar juga menjadi pilihan oleh karena itu banyak kapal pesiar yang didalamnya punya puluhan restoran juga melayani halal food.

Pelayaran Halal pertama yang diluncurkan misalnya dilakukan oleh Fusion Tour Company yang berbasis di Antalya di Turki.  Kapal itu berlayar ke Yunani tanpa alkohol, produk terkait daging babi, dan perjudian.

Fasilitasnya juga termasuk pusat olahraga terpisah, fasilitas spa satu jenis kelamin, pemandian Turki terpisah dan ruang sholat. Selain itu, Star Cruise adalah perusahaan pelayaran Malaysia yang menawarkan kapal pesiar yang ramah keluarga / halal bagi umat Islam.

Konsep pelayaran halal boleh jadi ditiru dari komunitas agama lain.  Kosherica, misalnya, adalah perusahaan yang berurusan secara signifikan dengan liburan kapal pesiar untuk komunitas Yahudi(http://www.kosherica.com/).  

Juga ada Christian Cruise menawarkan berbagai liburan untuk segmen komunitas yang berbeda (http://www.christiancruises.net/).  Diharapkan konsep tersebut akan dikembangkan di destinasi Muslim dan non-Muslim yang melayani kebutuhan Muslim.

Pakaian renang halal

Ketersediaan pakaian renang muslim untuk wanita di tempat tujuan wisata dapat memuaskan wisatawan muslim. Kadang disebut pakaian renang burqini, yaitu jenis pakaian renang untuk wanita yang dimaksudkan untuk mematuhi Alquran bagi wanita Muslim untuk berpakaian sopan.

Pakaian tersebut menutupi seluruh tubuh kecuali wajah, tangan dan kaki sementara cukup ringan untuk memungkinkan berenang.  Terlihat seperti wetsuit full-length dengan built-in hood tetapi agak longgar dan terbuat dari bahan baju renang, bukan neoprene.

Burqini diperkirakan akan semakin penting karena semakin banyak perempuan Muslim dan non-Muslim yang mengakui manfaat berlipat ganda, termasuk perlindungan terhadap sinar matahari, fleksibilitas, dan kerendahan hati.  

Bagi wanita Muslim, khususnya, burqini telah memungkinkan wanita Muslim untuk lebih terlibat dalam kegiatan keluarga yang berhubungan dengan pantai dan menghilangkan batasan bagi mereka yang merasa terkurung di lingkungan rumah tangga.

Namun, beberapa resor di Maroko melarang ini di kolam renang mereka, dan ini bisa menjadi upaya negatif oleh destinasi wisata friendly Muslim karena beberapa resor di destinasi seperti Turki, Mesir, dan UEA sebenarnya mencoba untuk menjadi lebih ramah Muslim dengan menciptakan kolam khusus wanita.

Situs web pariwisata halal

Beberapa tahun belakangan ini banyak sekali website yang menyediakan informasi tentang wisata halal.  Salah satunya adalah website CrescentRating (www.crescentrating.com/) yang didirikan pada tahun 2006 untuk menginformasikan wisatawan bisnis tentang destinasi yang ramah-halal.

Website Ini telah berkembang secara signifikan baik dalam ruang lingkup dan konten, berisi informasi global tentang berbagai topik: akomodasi ramah-halal, resor, restoran, katering, produsen makanan dan minuman, tujuan belanja, bandara, situs seni dan budaya Islam. Perusahaan juga menilai hotel sesuai dengan kriteria rinci ramah Islam.

Situs pemesanan halal juga merupakan salah satu pelopor konsep pariwisata halal.  Ini menyediakan paket liburan Halal yang memungkinkan wisatawan Muslim untuk bersantai, berjemur dan menikmati pantai berpasir, tanpa mengurangi nilai-nilai kepercayaan mereka (www.Halalbooking.com/).  

Situs web ramah Muslim juga memungkinkan wisatawan Muslim untuk memesan hotel dan resor halal (www.muslimfriendly.com).  Bahkan bagi negara non Muslim seperti Jepang, situs web ramah-Muslim dibuat untuk memasarkan Osaka (www.muslim-friendly.jp.net/).

Tanda arah fasikitas Mushola di bandara internasional  Narita, Jepang

Situs ini menyediakan peta dengan tujuan membantu wisatawan Muslim menikmati tinggal yang lebih nyaman, bermakna dan menyenangkan selama berwisata di Osaka, Jepang. Tak heran banyak wisatawan Indonesia dan Malaysia yang mayoritas Muslim  suka berwisata ke Osaka.

Diskusi dan implikasi

Para pemasar tujuan wisata halal  perlu memahami perilaku perjalanan Muslim untuk memenuhi kebutuhan mereka terutama di industri pariwisata halal.  Oleh karena itu pentingnya mendapatkan terminologi yang tepat dalam bidang pariwisata ramah Muslim atau Halal.

Salah satu cara yang efektif untuk mengakses pasar Halal adalah dengan membuat makanan Halal tersedia secara luas di tempat tujuan yang pada awalnya dianggap sebagai prioritas utama bagi wisatawan Muslim.  

Selain itu, hotel ramah Muslim harus tersedia di tujuan atau setidaknya bagian terpisah di hotel yang tidak menyediakan minuman beralkohol dan daging babi.  

Akhirnya, bandara ramah-Muslim dianggap sebagai titik awal yang dapat digunakan dalam alat promosi untuk memasarkan tujuan sebagai ramah Muslim.

Inisiatif yang diambil untuk membuat destinasi ramah Muslim dianggap sebagai kemajuan yang berharga dalam pariwisata Halal, tetapi pilihan yang lebih inovatif dan kreatif bagi Muslim masih dibutuhkan di pasar yang sangat besar ini.  

Oleh karena itu, inovasi sangat penting untuk keberhasilan operator destinasi dalam memuaskan wisatawan Muslim dan non-Muslim.  Penyedia produk dan layanan pariwisata harus menemukan solusi inovatif yang memuaskan wisatawan non-Muslim dan dengan demikian meningkatkan kualitas dan nilai perjalanan.

Operator pariwisata dapat mendidik wisatawan non-Muslim tentang peraturan pariwisata halal.  Penggunaan teknologi inovatif dapat diperkenalkan ke semua kamar hotel sehingga, misalnya, panggilan untuk sholat subuh akan didengar oleh tamu Muslim dan tidak didengar oleh tamu non-Muslim. 

Tantangan utama untuk tujuan-tujuan Islam adalah menemukan keseimbangan antara melayani wisatawan non-Muslim dan memuaskan kebutuhan mereka tanpa bertentangan dengan ajaran Islam.  

Aplikasi ramah Muslim yang inovatif harus tersedia untuk memuaskan wisatawan Muslim.  Maskapai penerbangan ramah Muslim membutuhkan fasilitas pesawat yang kreatif dan lebih banyak pilihan Islami, seperti tempat duduk yang dipisahkan berdasarkan jenis kelamin dan keluarga serta hiburan keagamaan dalam penerbangan.

Meskipun pariwisata halal merupakan peluang bisnis yang baik yang dapat memuaskan wisatawan Muslim dan non-Muslim, namun wisatawan non-Muslim tidak boleh menerima produk dan layanan pariwisata Halal sebagai pilihan.

Misalnya, di hotel syariah, minuman beralkohol dilarang.  Di resor Islami, pantai terkadang dipisahkan berdasarkan jenis kelamin.  Akibatnya, wisatawan dari negara non-Muslim tidak boleh melakukan perjalanan ke destinasi yang mempraktikkan pariwisata Halal di mana pembatasan tersebut diterapkan. 

Hal ini juga bisa menjadi faktor yang membuat wisatawan enggan bepergian ke negara-negara Muslim yang mematuhi aturan ini secara ketat, seperti Arab Saudi.  Namun, pakaian renang burqini mungkin tidak diterima oleh wisatawan non-Muslim dan dapat menjadi kendala perjalanan, tetapi beberapa wisatawan non-Muslim mungkin menganggapnya sebagai pengalaman baru. 

Selanjutnya, pemisahan gender dapat diterapkan untuk wisatawan non-Muslim jika motivasi perjalanannya bukan untuk liburan berenang.

Beragam restoran halal food di Osaka,  Jepang
                               ( Foto: Youtube/ Dody Febriarto)

Terkait makanan halal, beberapa wisatawan non Muslim mungkin tidak makan daging halal karena metode penyembelihan yang digunakan.  Beberapa dapat menerima kenyataan bahwa mereka tidak dapat mengkonsumsi daging dan babi dengan cara yang sama seperti di negara asal mereka. 

Tetapi mereka bersedia untuk menggantikan mereka dengan daging halal atau dengan ikan atau makanan vegetarian.  Beberapa mungkin tidak senang dengan pelarangan minuman beralkohol.  

Di sini sekali lagi, solusi inovatif harus diterapkan untuk mengatasi situasi ini seperti menyediakan minuman serupa tanpa alkohol atau menggantinya dengan jus dan teh non-alkohol. 

Semakin inovatif alternatif yang sesuai dengan Syariah maka akan semakin mendukung pengembangan pariwisata di pasar pariwisata halal. 

Beberapa non-Muslim mungkin menerima mengkonsumsi makanan halal selama rasanya enak.  Ini bisa digunakan sebagai alat promosi untuk menarik wisatawan non-Muslim.

Ada persaingan sengit antara pemasar tujuan, serta pasar jenuh. Oleh karena itu ada kebutuhan untuk pemahaman yang tepat tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku wisatawan Muslim. 

Pemasar destinasi harus memahami apakah praktik pariwisata halal memengaruhi apakah wisatawan akan mengunjungi destinasi tertentu atau tidak.  Penting juga untuk memeriksa apakah praktik pariwisata halal diinginkan oleh semua segmen atau hanya untuk segmen tertentu.

Keberhasilan beberapa destinasi atau organisasi dalam pasar pariwisata halal akan mendorong pesaing lain untuk memasuki pasar.  Misalnya, destinasi seperti Queensland dan Australia diharapkan dapat menyasar pasar pariwisata Halal dan menjadi destinasi ramah Muslim.

Selain itu, merek global dunia dalam industri perhotelan seperti Ritz-Carlton dapat menjawab peluang di pasar hotel yang sesuai dengan Syariah.

Kesadaran di kalangan umat Islam diharapkan meningkat untuk memilih perjalanan Halal dan pilihan ramah Muslim untuk memenuhi kebutuhan mereka dari pilihan umum yang saat ini ditawarkan.

Oleh karena itu, tujuan yang lebih baru diharapkan menjadi lebih ramah-Muslim seperti Afrika Selatan, Prancis, Spanyol, Australia, Maladewa, dan Korea.  

Tantangan untuk destinasi baru yang berencana akan lebih ramah Muslim ( Friendly Muslim ) adalah untuk menyelaraskan tuntutan pengembangan perjalanan halal dan kebutuhan mereka yang mencari layanan wisata modern dan internasional.

Terbukti setelah 2017 lebih banyak perhatian diberikan di antara destinasi baru yang menawarkan bandara ramah Muslim, pilihan tempat makan halal, akses ruang salat dan fasilitas rekreasi dengan privasi.  

Destinasi baru diharapkan menjadi lebih ramah Muslim seperti Afrika Selatan dan Prancis.  Jumlah hotel dan resor halal yang sesuai dengan Syariah diperkirakan akan meningkat di destinasi non-Muslim.  Kustomisasi wisata Halal diharapkan berkembang dan diadopsi oleh agen perjalanan: ketersediaan makanan Halal, rencana perjalanan yang dibuat berdasarkan waktu sholat, kunjungan ke masjid dan pemandu wisata Muslim. 

Agen perjalanan memiliki banyak peluang wisata halal di berbagai bidang seperti perjalanan bisnis halal, paket ramah keluarga, layanan ramah Muslim, segmen pasar Muslim mewah, dan suvenir warisan Muslim. 

Wisata medis halal dapat dikembangkan di tujuan non-Muslim yang menargetkan wisatawan Muslim.  Program pelatihan diharapkan ditawarkan kepada staf non-Muslim untuk memahami masalah Halal.

 

                 

 

Meriahkan HUT ke-75 Kemerdekaan RI dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

this formate

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono ( kiri) bersama Sekretaris Kemenparekraf  Ni Wayan Giri Adnyani di Kompas TV. ( Foto: Kemenparekraf)

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  – Berbagai acara hiburan dan lomba sebelum ataupun sesudah peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia digelar secara virtual untuk memeriahkan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Acara yang digelar secara virtual ini merupakan upaya penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19., kata Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Wayan Giri Adnyani

Berbicara saat program Zona Inspirasi di Kompas TV Jakarta, Rabu (12/8/2020), Giri menjelaskan, walaupun saat ini Indonesia berada dalam situasi keterbatasan akibat pandemi COVID-19, namun tidak mengurangi makna peringatan HUT ke-75 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2020.

“Masyarakat masih bisa menikmati hiburan, pada 17 Agustus 2020 karena nanti akan tetap dihadirkan atraksi dan penampilan untuk memeriahkan peringatan HUT ke-75 Tahun Kemerdekaan RI, ujar Ni Wayan Giri Adnyani.

Persiapannya pun sudah sangat matang. Sekitar pukul 09.48 WIB sudah masuk persiapan upacara di Istana, setelah selesai disambung lagi hiburan hingga penurunan bendera dan dilanjutkan lagi hiburan, tambahnya.

Giri menjelaskan, sebelumnya Kemenparekraf yang juga menjadi panitia nasional HUT ke-75 Tahun Kemerdekaan RI dengan Menparekraf Wishnutama Kusubandio sebagai Ketua Pelaksana untuk kegiatan digital.

Hal itu sudah dipersiapkan sejak akhir 2019 yang semula direncanakan sebuah kegiatan yang gegap gempita. Lantaran pandemi COVID-19 konsep yang sudah ada berputar haluan menjadi kesederhanaan tapi hikmat perayaan HUT ke-75 Tahun Kemerdekaan RI bisa diikuti seluruh masyarakat Indonesia.

Kemenparekraf menyiapkan lomba merayakan kemerdekaan dengan mengangkat tema “Cinta Indonesia”. Dalam lomba ini masyarakat diajak untuk menuangkan kreativitasnya dengan membuat video berdurasi 3 menit yang mencerminkan “Kerja Bersama Kita Bangkit”.

Konsep video merayakan/memeriahkan HUT ke-75 Tahun Kemerdekaan RI ini diisi dengan upaya mempercantik lingkungan dan tetap menjaga protokol kesehatan.

Serta menunjukkan rasa cinta Indonesia dengan menyanyikan bersama lagu Indonesia Raya dengan berdiri tegak sikap sempurna, saat dikumandangkan lagu Indonesia Raya secara serentak pada 17 Agustus pukul 10.17 WIB.

“Pendaftaran telah dibuka dan peserta dapat memulai mengirimkan karyanya pada 17 Agustus malam, karena sikap sempurna dan penghormatan bendera harus diambil tepat pada tanggal 17 Agustus 2020 pukul 10.17 WIB,” kata Ni Wayan Giri Adnyani.

Kemenparekraf/Baparekraf menyiapkan hadiah total sebesar Rp1 miliar serta satu trophy, Piala Presiden. Untuk keterangan lebih lanjut dapat dilihat di website hutri75.kemenparekraf.go.id.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menjelaskan, rangkaian peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI akan tetap dilaksanakan mulai dari pidato kenegaraan, pelantikan anggota Paskibra nasional, hingga penaikan dan penurunan bendera Merah Putih dari Istana Merdeka.

Seperti biasa ada peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan, namun dalam format yang sedikit berbeda dengan pembatasan jumlah orang.

“Biasanya kami mengundang juga tamu negara, pejabat negara, dan masyarakat. Mereka bisa mengikuti secara langsung secara virtual. Namun kami bagi dua pada pagi hari dan sore hari secara virtual termasuk masyarakat,” katanya.

Heru Budi mengatakan bahwa pihaknya baru meluncurkan situs Pandang Istana dengan alamat https://pandangistana.setneg.go.id, sebagai wadah bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan diri sebagai peserta virtual peringatan HUT ke-17 RI di Istana Merdeka dengan total undangan sebanyak 17.845 undangan yang terbagi menjadi dua. Pada saat pengibaran dan penurunan bendera.

Peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI, kata Heru Budi, dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan ketat dan akan disiarkan secara daring agar dapat disaksikan seluruh masyarakat Indonesia baik di dalam dan luar negeri.

Begitu pula saat detik-detik proklamasi dimana masyarakat diajak untuk mengambil sikap sempurna pada pukul 10.17 WIB pada 17 Agustus 2020 dan melakukan penghormatan bendera.

“Pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dapat memanfaatkan fasilitas yang dimiliki untuk membunyikan sirine sebagai tanda memasuki waktu tersebut. Sehingga masyarakat diharapkan bersama-sama dapat mengikuti momen tersebut,” kata Heru Budi.

 

WTTC Desak Para Pemimpin G-7 Dorong Pemulihan Ekonomi yang Sangat Dibutuhkan

this formate

LONDON, bisniswisata.co.id: World Travel & Tourism Council ( WTTC) mendesak pemerintah Inggris untuk menyelamatkan sektor Perjalanan & Pariwisata yang sedang berjuang dan memulihkan jutaan pekerjaan yang sudah terkena dampak.

Lebih dari 100 perusahaan perjalanan besar dunia dan pemimpin bisnis global, dari maskapai penerbangan besar, bandara, hotel, operator tour dan perusahaan perjalanan, telah mendukung langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Para pemimpin industri menandatangani dan mengirim surat kepada Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan sembilan Kepala Negara dari kelompok negara G7 untuk menunjukkan kepemimpinan yang kuat dan kolaborasi internasional. Kelompok negara G7 adalah Jerman, Kanada, Prancis, Italia, Jepang, Inggris, AS

Surat tersebut meminta inisiatif  Inggris memimpin selama masa kritis ini dan surat juga dikirim ke Keir Starmer, ketua baru Partai Buruh Inggris serta para pemimpin oposisi internasional lainnya, menyoroti sifat non-partisan dari krisis tersebut.

 WTTC, yang mewakili sektor swasta Perjalanan & Pariwisata global, mengatakan para pemimpin politik dari negara-negara besar ini harus melangkah maju untuk menyelamatkan ekonomi global, dan mendukung pemulihan ratusan juta pekerjaan yang sudah terkena dampak.

Jika para pemimpin global gagal untuk bersatu, WTTC mengantisipasi kebangkrutan yang tidak dapat diperbaiki pada sektor travel & tourism. Selain itu, karena pembatasan perjalanan yang melumpuhkan tetap diberlakukan, jumlah pekerjaan yang hilang di seluruh dunia akan terus meningkat.

Menurut Laporan Dampak Ekonomi 2020 WTTC, selama tahun lalu ( 2019) , sektor travel & tourism bertanggung jawab atas satu dari 10 pekerjaan (total 330 juta), memberikan kontribusi 10,3% terhadap PDB global dan menghasilkan satu dari empat dari semua pekerjaan baru.

Selain itu, ini adalah salah satu sektor yang paling beragam, mempekerjakan orang dari semua latar belakang sosial ekonomi tanpa memandang usia, jenis kelamin atau etnis, dan mencakup 53% perempuan dan 30% kaum muda yang bekerja di seluruh sektor.

Meskipun travel & tourism sangat penting bagi ekonomi lokal dan global, WTTC sangat prihatin karena tidak ada upaya yang jelas atau terkoordinasi secara internasional untuk melindungi sektor yang makin terpuruk ini.

“Saat sektor travel & tourism dalam tekanan yang memuncak, dan ekonomi global berjuang untuk bertahan, kami harus bertanya – siapa yang bertanggung jawab untuk mengeluarkan kami dari krisis ini,” kata Gloria Guevara, Presiden & CEO WTTC.

Siapa yang akan memimpin  dunia untuk menyelamatkan pekerjaan dan mengamankan masa depan jutaan orang secara global ? sambil menambahkan pihaknya telah mencapai tahap genting di mana tindakan kritis sangat dibutuhkan.  

Meskipun dia mengakui bahwa setiap negara harus melindungi warganya sendiri dan prioritasnya sampai saat ini adalah masalah domestik, namun langkah apa pun yang diambil secara diam-diam hanya akan memperburuk keadaan jutaan orang biasa.

 “Kita perlu melampaui politik dan menyelamatkan jutaan mata pencaharian, yang telah terkena dampak COVID-19, di depan dan di tengah,” ujar Gloria Guevara.

Semua jenis pekerjaan terkait pariwisata mulai dari awak kabin hingga staf hotel, agen perjalanan,  pusat pelayanan hingga pengurus rumah tangga, resepsionis hingga pengemudi, manajer hotel hingga koki, dan banyak lagi pahlawan tanpa tanda jasa yang bergantung pada sektor Perjalanan & Pariwisata  ( travel & tourism) yang berkembang pesat.

 “Suara orang biasa harus didengar, dan kami menyerukan kepada mereka untuk memberi tahu para pemimpin dunia, dengan tegas, bahwa waktu untuk bertindak sekarang,” tegasnya.

Hal ini bukan solusi biner atau pilihan antara kesehatan di satu sisi, dan pekerjaan, ekonomi, dan perjalanan di sisi lain.  “Kita dapat membuat kemajuan yang kuat di semua bidang ini jika kita mengikuti nasihat ahli dari sains dan belajar dari masa lalu serta pengalaman positif orang lain,” ujarnya.

WTTC dan penandatangan surat lainnya, yang dikirim ke para pemimpin dunia, berkomitmen untuk bekerja sama membantu menyelesaikan krisis terburuk saat ini  dan mengembalikan jutaan pekerjaan yang terkena dampak.  Namun, sektor swasta tidak dapat melakukannya sendiri.

 “Sejarah mengajarkan kita jalan pemulihan bisa panjang dan menyakitkan, atau lebih pendek dan tidak terlalu merusak.  Selama krisis keuangan 2008, kepemimpinan global yang kuat, dan kolaborasi publik-swasta, memungkinkan kami pulih dalam jangka waktu yang lebih singkat,”

Pihaknya tidak dapat melihat kolaborasi yang sama di antara para pemimpin saat ini.  Oleh karena itu pemerintah harus memulihkan kepercayaan diri untuk bepergian dan membuat orang-orang kembali bekerja untuk membangun kembali ekonomi global.

 “Sangat penting bahwa para pemimpin negara-negara ini berkumpul dan memprioritaskan penyelamatan dunia dari krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, dengan bertindak secara efektif dan terkoordinasi untuk mengembalikan lebih dari 120 juta pekerjaan dan mata pencaharian yang terdampak.

 Di antara mereka yang mendukung seruan WTTC adalah para pemimpin bisnis maskapai besar, seperti British Airways, Emirates, Etihad, Jet2, WestJet, dan Virgin Atlantic.

Para pemimpin bisnis dari grup hotel internasional teratas, seperti Accor, Best Western, Hilton, Hyatt, InterContinental, Mandarin Oriental, Marriott, Meliá Hotels, dan Radisson juga mendukung inisiatif ini.

Dukungan juga datang dari operator tour dan perusahaan perjalanan besar, seperti Abercrombie & Kent, American Express, Carlson Wagonlit, Expedia, Travelport, TUI, dan Uber.

Dalam surat ini, WTTC telah mengidentifikasi empat langkah yang membutuhkan kerangka kerja internasional dan kepemimpinan bersama untuk memerangi virus corona:

  1. Mengenakan masker: Ini harus diwajibkan pada semua moda transportasi selama wisatawan melakukan perjalanan serta saat mengunjungi tempat dimana pun dan di lokasi di mana ada pergerakan terbatas yang mengakibatkan kontak pribadi yang dekat dan jarak fisik yang diperlukan tidak dapat dipertahankan  Menurut bukti medis, tindakan mengenakan masker seperti itu dapat mengurangi risiko penyebaran hingga 92%.

2.Pengujian dan pelacakan kontak: Kami membutuhkan pemerintah untuk berinvestasi dan menyetujui pengujian ekstensif, cepat, dan andal, idealnya dengan hasil yang tersedia secepat 90 menit, dan dengan biaya rendah, sebelum keberangkatan dan / atau setelah kedatangan (bergejala dan  calon wisatawan tanpa gejala).

Didukung oleh alat pelacakan kontak yang efektif dan disepakati.Penerapan satu atau beberapa tes, dengan tes kedua setelah lima hari, akan membantu mengisolasi orang yang terinfeksi.

  1. Karantina untuk tes positif saja: Karantina untuk pelancong yang sehat, hanya akan berfungsi merusak ekonomi karena seharusnya tidak diperlukan jika pengujian dilakukan sebelum keberangkatan dan / atau pada saat kedatangan, dan tindakan penahanan yang efektif dilakukan lima hari kemudian.

Ini dapat menggantikan karantina terselubung dengan cara yang lebih bertarget dan efektif secara signifikan mengurangi dampak negatif pada pekerjaan dan ekonomi.

  1. Memperkuat protokol global dan menstandarkan langkah-langkah: Penerapan protokol kesehatan dan keselamatan global akan membantu membangun kembali kepercayaan wisatawan dan memastikan pendekatan pengalaman perjalanan yang konsisten.

Selain terkoordinasi dan selaras maka secara signifikan juga mengurangi risiko infeksi. Pihaknya juga mendukung Konsep Koridor Kesehatan Masyarakat yang mengedepankan perjalanan dari awal hingga akhir yang bersih dan aman.

Penelitian WTTC telah menunjukkan bahwa perjalanan kembali yang sederhana dapat memiliki manfaat ekonomi yang besar dan membawa kembali ribuan pekerjaan yang sangat dibutuhkan.

Kegiatan ini  memberikan dorongan penting untuk sektor travel & tourism yang sedang berjuang dan menghasilkan PDB yang sangat dibutuhkan untuk ekonomi yang tertinggal setelah dilanda pandemi.

WTTC telah menjadi yang terdepan dalam memimpin sektor swasta dalam upaya untuk membangun kembali kepercayaan konsumen global dan mendorong kembalinya Safe Travels.

Protokol Perjalanan Aman WTTC dikembangkan untuk bisnis di seluruh sektor travel & tourism global yang menyediakan berbagai tindakan komprehensif, dengan aturan kesehatan dan kebersihan yang ketat untuk memungkinkan mereka dibuka kembali untuk bisnis.

Bali Fokus pada Kelestarian Lingkungan Untuk Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan

this formate

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kemenparekraf/ Baparekraf, Rizki Handayani. ( Foro : Kemenparekraf).

BALI, bisniswisata.co.id: Pulau Bali sebagai destinasi wisata favorit menyatakan akan fokus pada kelestarian lingkungan sebagai langkah untuk mewujudkan _sustainable tourism_ atau pariwisata berkelanjutan.

Pariwisata berkelanjutan merupakan salah satu aspek terpenting bagi pengembangan pariwisata di era kenormalan baru dan dapat menjadi investasi serta solusi dalam menyambut era adaptasi kebiasaan baru sekaligus upaya merevitalisasi bumi.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kemenparekraf/ Baparekraf, Rizki Handayani, dalam seminar daring bertajuk “Bincang-bincang Revitalisasi Bumi”, Rabu (12/8/2020), mengatakan pandemi menyadarkan bahwa kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan menjadi hal yang sangat penting dalam semua aspek pembangunan, termasuk pariwisata.

“Pola wisatawan akan berubah. Wisatawan akan mencari destinasi wisata yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman. Untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bisa dimulai dari lingkungan kita sendiri,” kata Rizki Handayani.

Rizki Handayani menambahkan merebranding pariwisata yang dimulai dari kelestarian lingkungan menjadi dasar dari pengembangan pariwisata berkelanjutan. “Mari kita refocusing dalam mempromosikan Bali sebagai destinasi yang benar-benar melestarikan lingkungan, terutama dalam aspek hygiene,” ujar Rizki Handayani.

Sebelumnya Kemenparekraf/ Baparekraf telah menyusun protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability) yang harus diterapkan dengan benar dan disiplin sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku, khususnya bagi para pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Tim Ahli Gubernur Bidang Pariwisata, Cipto Aji Gunawan, memaparkan bahwa Pemprov Bali telah memiliki dua Peraturan Gubernur yang terkait dengan pelestarian lingkungan, yaitu mengenai sampah.

Dimana salah satunya ada pembatasan atau pelarangan penggunaan plastik sekali pakai. Sebagai upaya untuk mendorong Bali menjadi sebuah destinasi wisata yang lebih berkualitas.

“Peraturan terkait dengan sampah ini menjadi bagian dari protokol kesehatan. Saat ini sedang berjalan proses sertifikasi dari berbagai industri termasuk industri wisata bahari, dan di dalamnya itu ada protokol mengenai sampah,”kata Cipto Aji.

Jadi tidak hanya dengan penerapan peraturan saja tetapi implementasinya berupa protokol yang sekarang harus dipatuhi oleh semua pelaku usaha pariwisata untuk menerapkan tatanan adaptasi baru yang lebih berkualitas khususnya terkait dengan lingkungan ini, ungkapnya

Dari data Bank Dunia menunjukkan pesisir Indonesia menyumbang sebanyak 3,22 juta ton sampah ke lautan, termasuk sampah plastik. Akan tetapi, Indonesia sudah menyiapkan rencana aksi nasional yang diharapkan dapat terwujud atau tercapai pada 2025 yaitu akan mengurangi jumlah sampah di lautan hingga 70 persen.

Founder & Executive Director of Divers Clean Action, Swietenia Puspa Lestari menjelaskan melihat kondisi pandemi saat ini, ternyata memunculkan paradigma-paradigma baru yang justru membuat penggunaan plastik sekali pakai itu sesuatu yang normal dan bahkan lebih higienis.

“Namun, ketika berkunjung ke titik-titik pantai wisata, kita justru banyak menemukan plastik sekali pakai yang bukan hanya didapatkan dari sampah kiriman tapi akibat dari perubahan paradigma tadi,” ujar Swietenia.

Swietenia juga mengatakan seluruh masyarakat dan Pemerintah harus bekerja sama untuk memberikan pemahaman kepada seluruh pelaku usaha pariwisata, bahwa sebenarnya yang bisa didaur ulang itu justru lebih baik dan lebih sehat.

“Kami prihatin melihat pelaku usaha pariwisata yang belum _aware_ dalam menerapkan protokol kesehatan. Ketika tidak ada tamu, tidak menjaga kebersihan dan tidak menerapkan SOP kesehatan dengan benar,” kata Swetenia.

Jika kita ingin membuka destinasi wisata kembali, pelaku usaha pariwisata harus benar-benar memperhatikan kesehatan dan kebersihan, ini juga akan berbuah manis bagi pelaku usaha pariwisata itu sendiri, tambahnya.

Dengan menerapkan SOP yang berlaku untuk mengurangi sampah, maka akan menciptakan kepercayaan dan keyakinan bagi wisatawan dalam memilih destinasi wisata.

Senada disampaikan Puteri Indonesia Lingkungan 2019, Jolene Marie, yang mengharapkan kerja sama dari berbagai pihak untuk melestarikan lingkungan.

“Saya berharap, ketika kita menyuarakan kelestarian lingkungan, maka akan semakin banyak sektor yang terlibat dan semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk memperhatikan sustainability dan juga eco-tourism kedepan. Hal ini lah yang akan dicari wisatawan di masa mendatang,” kata Joelene.