Kiat Menyederhanakan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Lewat Beragam Bahasa

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Terkait pariwisata, komunikasi dan transparansi sangat penting dalam mendapatkan kepercayaan pelanggan dan bisnis yang berkembang. Batasan berbahasa telah menjadi penghalang selama beberapa dekade, menghalangi mereka yang ingin menghabiskan uang di negara lain, tetapi kini tidak perlu lagi menjadi masalah.

Dilansir dari Tourism Review, sederhananya, produk, paket, dan pengalaman tidak laku ketika target pasar tidak memahami apa yang sedang dijual.

Kami telah bekerja untuk menyederhanakan komunikasi pemasaran pariwisata lintas bahasa dan budaya. Menghilangkan hambatan bahasa dan kesalahpahaman budaya, kami membantu bisnis di seluruh industri untuk menjangkau pelanggan target mereka dengan pemasaran yang efektif dalam bahasa utama mereka, demikian rilisnya.

Mampu menyediakan alat promosi pariwisata dan berita industri unik dalam banyak bahasa yang paling banyak digunakan di dunia, mereka yang berbicara bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Jerman, Italia, Ceko, Polandia, Rusia, Cina dan Arab sekarang dapat sepenuhnya memahami pesan yang dikirim.

Selain itu juga menghilangkan masalah yang sering dikaitkan dengan menarik pengunjung asing, melayani orang-orang dari semua latar belakang budaya dengan mudah.

Tidak perlu membatasi bisnis Anda pada mereka yang berbicara bahasa yang sama dengan staf Anda, yang menarik perhatian pasar internasional.

Dengan menerapkan pemasaran yang dapat menerjemahkan ke berbagai bahasa, Anda dapat menyampaikan pesan yang Anda pilih kepada audiens tertentu, menciptakan hubungan saling percaya dengan pelanggan.

Komunikasi yang efektif dengan pelanggan ini sangat meningkatkan kemungkinan bisnis berulang, menciptakan percakapan yang teratur. Selain itu, layanan kami berarti Anda berhasil memperoleh pelanggan dan mitra baru di sejumlah pasar luar negeri, termasuk pasar yang jauh.

Meskipun alat terjemahan dapat membantu membuat pesan yang dirancang untuk mereka yang berada di negara tertentu, sering kali ada bagian yang hilang dalam terjemahan, tidak menggunakan bahasa sehari-hari atau menerjemahkan dengan buruk.

Ini adalah area yang gagal dikuasai banyak bisnis, dengan banyak perusahaan yang memasarkan secara tidak efektif dan meninggalkan kesan buruk bagi calon pelanggan.

Karena itu, komunikasi pemasaran multibahasa adalah cara tertentu untuk menjadi yang terdepan dari pesaing, tetap berada di garis depan pelanggan.

Publisitas multibahasa tidak hanya memungkinkan Anda menjangkau pasar yang ditargetkan, tetapi juga berarti Anda dapat melakukannya secara efektif, dengan mempertimbangkan perbedaan budaya dan menciptakan komunikasi pemasaran pariwisata yang berhasil.

 

WTTC: Destinasi Wisata Gunakan Stempel ‘Safe Travels’, Filipina Jadi Tujuan Resmi ke-100.

this formate

LONDON, Inggris, bisniswisata.co. id: Peru, Bahama, dan Puerto Rico adalah tujuan terbaru yang mendapatkan stempel Safe Travels karena menerapkan keselamatan dan kebersihan global pertama di dunia, yang diluncurkan awal tahun ini oleh World Travel & Tourism Council (WTTC).

WTTC, yang mewakili sektor swasta dari bisnis travel & tourism global, baru-baru ini mengumumkan bahwa hanya dalam tiga bulan yang singkat, 100 destinasi sekarang menggunakan stempel ‘Safe Travels’, dengan Filipina menjadi tujuan resmi ke-100.

Stempel, yang dikembangkan untuk membantu memulihkan kepercayaan pada wisatawan dan bertujuan untuk menghidupkan kembali sektor travel & tourism yang sakit, yang sekarang juga digunakan oleh lebih banyak tujuan liburan utama seperti Paraguay, Gambia, Zambia, Guatemala dan El Salvador.

Stempel ini memungkinkan para pelancong untuk mengenali tujuan di seluruh dunia yang telah mengadopsi protokol kesehatan dan kebersihan global standar – sehingga mereka dapat merasakan ‘Safe Travel’.

Langkah penting WTTC ini juga mendapat dukungan dari Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNWTO).

Peluncuran protokol global untuk memulihkan sektor travel & tourism telah dianut oleh lebih dari 200 CEO, termasuk beberapa grup pariwisata utama dunia. kata Gloria Guevara, President & CEO WTTC.

“Stempel Safe Travels kami terus berkembang semakin kuat dan kami senang dengan kesuksesannya sejauh ini. Lebih dari 120 tujuan sekarang dengan bangga menggunakan stempel, yang semuanya bekerja sama untuk membantu membangun kembali kepercayaan konsumen di seluruh dunia,” jelasnya.

Menurut dia, seiring dengan semakin populernya stempel ini, wisatawan akan lebih mudah mengenali tujuan di seluruh dunia yang telah mengadopsi protokol global yang penting ini, dan mendorong kembalinya ‘Safe Travel‘ di seluruh dunia.

“Keberhasilan stempel menunjukkan pentingnya tidak hanya bagi negara dan tujuan, tetapi juga bagi wisatawan dan 330 juta orang di seluruh dunia yang bekerja dan bergantung pada sektor travel & tourism yang berkembang pesat.”

Carla Campos, Direktur Eksekutif Puerto Rico Tourism Company’s milik Pemerintah Puerto Rico mengatakan Puerto Rico adalah salah satu tujuan pertama di Belahan Barat yang merancang dan menerapkan program keselamatan dan kesehatan khusus industri untuk seluruh tujuan.

“Dengan penciptaan Sertifikasi Segel Kesehatan dan Keselamatan Bintang Emas Perusahaan Pariwisata Puerto Rico sejak 4 Mei. Hari ini, kami bangga bergabung dengan program perangko dan protokol global Perjalanan Aman WTTC,”  kata Carla Campos.

“Panduan pengoperasian dan program sertifikasi seperti ini sangat penting untuk pembukaan kembali sektor perjalanan dan pariwisata di tingkat global dan regional, serta pengakuan penting yang akan menempatkan Puerto Rico dalam posisi yang sangat kompetitif sebagai market travel dan pariwisata buka kembali,”

Sebagai destinasi, kami mengakui sejak awal bahwa konsumen akan mempertimbangkan destinasi yang paling siap untuk memberi mereka tindakan dan sumber daya yang diperlukan untuk melindungi kesehatan mereka dan program seluruh destinasi kami dikembangkan menggunakan standar yang paling ketat, kasus praktik terbaik, serta panduan dan rekomendasi dari badan dan organisasi yang mengkhususkan diri pada subjek.

“Memastikan partisipasi kolektif dan kepatuhan terhadap protokol yang direkomendasikan, baik oleh perusahaan dan pelanggan, akan menjadi kunci dalam memfasilitasi memulai kembali perjalanan liburan dan bisnis yang aman”.

“Oleh karena destinasi di seluruh dunia secara bertahap membuka kembali sektor pariwisata mereka, Gambia, pantai Afrika yang tersenyum berada di garis depan upaya ini ” kata Hamat NK Bah, Menteri Pariwisata dan Kebudayaan, Gambia

Pariwisata memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Gambia, dan saat kami berusaha untuk pulih dari dampak buruk COVID-19 terhadap ekonomi kami, pariwisata menjadi bagian integral dalam proses ini.

“Kami senang menjadi bagian dari cap dan protokol Perjalanan Aman WTTC dan karena itu berkomitmen untuk melindungi kesehatan dan keselamatan semua pemain di sektor perjalanan dan pariwisata.” kata Hamat NK

 

Felix S. Chaila, CEO Badan Pariwisata Zambia berkata: “Pariwisata sangat penting bagi Zambia, terutama kontribusinya terhadap peningkatan pendapatan, penciptaan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan di antara banyak manfaat lain yang akan diperoleh dari sektor ini.

Saat Zambia memulai perjalanannya menuju pemulihan pariwisata, kami senang dikaitkan dengan protokol global Safe Travels dari WTTC. “Kami berkomitmen untuk memenuhi persyaratan keamanan COVID-19 yang mempromosikan memulai kembali pariwisata tanpa menghambat sektor bisnis pariwisata kami,” ungkap Felix.

Dalam hal ini, pihajnya telah menerapkan protokol keselamatan yang sederhana dan praktis untuk sektor pariwisata dengan maksud untuk meningkatkan pengalaman pengunjung saat mereka melakukannya.

Menciptakan kenangan perjalanan mereka selama masa sulit ini dan stempel Safe Travels akan memberikan kepercayaan kepada konsumen travel untuk melakukan perjalanan ke tempat tujuan kita.

“Kami berjanji untuk tetap mematuhi langkah-langkah keamanan, dalam kemitraan dengan sektor swasta, untuk memastikan baik tuan rumah dan pelancong aman dan kemudian memulihkan sektor pariwisata ke tempat semula sebelum pandemi menghentikannya.”

“Menanggapi pandemi COVID-19, Kementerian Pariwisata El Salvador memimpin pengembangan delapan protokol biosekuriti untuk seluruh Industri Pariwisata ” kata Morena Valdez, Menteri Pariwisata El Salvador

Stempel Safe Travels mengakui pekerjaan Pemerintah dan memberikan pesan kepercayaan kepada semua pelancong yang memutuskan untuk datang lagi atau mengunjungi negara kami untuk pertama kalinya, tuturnya.

“Bersama dengan Stempel Nasional kami untuk Verifikasi Protokol Keamanan Hayati dalam Pariwisata, Stempel WTTC Safe Travels mendukung komitmen El Salvador untuk menawarkan operasi wisata yang sejalan dengan ekspektasi normal baru.

“Pariwisata adalah industri yang memungkinkan kami untuk bergerak ke seluruh dunia dan kami berfokus untuk menawarkan pengalaman destinasi terbaik kepada pengunjung, tetapi yang terpenting, aman,” kata Morena Valdez.

Pihaknya mengundang untuk melintasi perbatasan dan menemukan bahwa El Salvador adalah tempat yang ideal untuk dikunjungi, membangun operasi wisata, berbisnis, dan hidup, tambahnya.

Penggunaan stempel secara luas menunjukkan bahwa WTTC dan semua Anggotanya dari seluruh dunia menjadikan keselamatan dan kebersihan wisatawan sebagai prioritas utama mereka.

Protokolnya mengikuti pedoman dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), serta mempertimbangkan praktik terbaik dari anggota WTTC.

Bukti dari laporan Kesiapan Krisis WTTC, yang mengamati 90 jenis krisis yang berbeda dalam 20 tahun terakhir, menyoroti pentingnya kerja sama publik-swasta dan penerapan protokol standar.

WTTC telah menjadi yang terdepan dalam memimpin sektor swasta dalam upaya untuk membangun kembali kepercayaan konsumen global dan mendorong kembalinya Safe Travels.

Menurut Laporan Dampak Ekonomi 2020 WTTC, selama 2019, industri travel & tourism (Perjalanan & Pariwisata)  bertanggung jawab atas satu dari 10 pekerjaan (total 330 juta), memberikan kontribusi 10,3% terhadap PDB global dan menghasilkan satu dari empat dari semua pekerjaan baru.

oleh Evan Maulana

Tren Pesan Kamar Hotel Dadakan Kian Marak

this formate

Pelancong yang memesan hotel dadakan cenderung naik (foto: kemendagri)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tren wisata selalu berubah dari tahun ke tahun. Di era pandemi COVID-19 yang penuh ketidakpastian, memesan kamar hotel secara dadakan kini menjadi pilihan banyak pelancong.

Sebuah studi yang baru-baru ini dilakukan Agoda, platform perjalanan digital, mengamini kecenderungan itu. Selain itu, pemesanan via mobile juga terpantau meningkat.

“Secara global naik 29 persen pada kuartal kedua 2020 dibandingkan periode yang sama pada 2019,” kata Agoda dalam siaran resmi.

Menurut data Agoda, tujuan wisata utama di Indonesia yang banyak dipesan pada kuartal kedua tahun ini adalah Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta dan Bali.

Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, Agoda memperkenalkan fitur baru GoLocal Tonight dan HygienePlus. 

GoLocal Tonight merupakan kelanjutan dari kampanye GoLocak. Pada fitur itu Agoda menawarkan diskon hingga 30 persen bagi wisatawan domestik yang memesan kamar pada hari yang sama. Untuk kampanye ini, Agoda bermitra dengan lebih dari 500 hotel se-Indonesia.

Selain itu, pelancong juga dapat memastikan apakah penyedia akomodasi telah menerapkan protokol kesehatan sesuai aturan, dengan memanfaatkan platform HygienePlus. Saat ini sudah ada lebih dari 3.000 hotel yang mendapatkan badge HygienePlus.

Fitur HygienePlus dari Agoda mencakup daftar panjang berdasarkan standar kesehatan internasional yang diterapkan penyedia akomodasi.

Daftar itu termasuk melatih staf untuk protokol keselamatan, check- in/out bebas kontak , pengukuran suhu badan staf dan tamu, staf mengenakan pelindung wajah, sekat pelindung di area umum, desinfeksi harian di akomodasi dan kamar

Begitupula penyediaan masker wajah, penyediaan peralatan sterilisasi dan hand sanitizer untuk tamu, pengaturan ruang makan yang aman, dan memasang petunjuk untuk memastikan jaga jarak fisik.

Sebenarnya aplikasi yang memungkinkan pelancong memesan kamar hotel secara mendadak telah diperkenalkan BukaKamar dua tahun lalu.

Kala itu sang founder Bobby Haryadi mengatakan aplikasi yang menawarkan booking hotel online dengan sistem last minute deals itu belum pernah ada di aplikasi lain.

Konsep last minute deals, kata Bobby, dikhususkan bagi para pelancong yang membutuhkan akomodasi last minute dan itu hanya tersedia untuk perangkat mobile apps.

“Apalagi di kota-kota besar seperti di Surabaya, Bandung dan Jakarta. Lebih dari 60 persen rata-rata tamu hotel booking 1-5 hari sebelumnya,” kata Boby Haryadi lagi.

 

 

Kemenparekraf Optimalkan Potensi Pariwisata Domestik Sebagai Motor Penggerak Ekonomi 

this formate

JAKARTA. bisniswisata.co.id: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan terus mengoptimalkan potensi pariwisata domestik di tengah kontraksi ekonomi akibat pandemi COVID-19.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (3/11/2020).

Dia menjelaskan, kontraksi ekonomi yang terjadi secara global akibat pandemi COVID-19 berdampak signifikan terhadap kinerja pariwisata, termasuk di Indonesia.

Menurunnya pergerakan wisatawan, terutama dari mancanegara, menjadi momentum bagi Indonesia untuk melakukan revitalisasi dan perbaikan infrastruktur pariwisata di berbagai daya tarik wisata di tanah air.

“Kita mempersiapkan diri untuk mendorong kembali kebangkitan pariwisata pascapandemi COVID-19, negara-negara yang bertumpu pada pariwisata juga melakukan hal yang sama untuk memulihkan kinerja sektor pariwisatanya,” kata Angela.

Ia mengatakan, pihaknya juga berupaya mengoptimalkan potensi pariwisata domestik termasuk memulihkan kinerja pariwisata dengan terlebih dahulu fokus pada wisatawan nusantara.

Upaya ini didukung dengan kampanye wisata aman dengan protokol CHSE melalui kampanye Indonesia Care.

Sejauh ini tercatat wisatawan Indonesia yang bepergian ke luar negeri pada 2018 sebesar 9,5 juta orang dengan pengeluaran US$1.090 per keberangkatan per pax.

Jika ditotal, ada potensi sebesar  US$10,355 miliar atau kurang lebih Rp150 triliun yang bisa dimaksimalkan jika masyarakat memilih melakukan perjalanan aman di dalam negeri.

Ia juga berharap akselerasi dan strategi yang dilakukan dengan mengoptimalkan potensi wisatawan nusantara dapat memberikan semangat baru bagi seluruh stakeholder pariwisata dalam meningkatkan jumlah wisatawan yang berkualitas.

“Tidak hanya itu, sektor pariwisata juga diharapkan dapat meningkatkan devisa negara dengan signifikan, menciptakan lapangan pekerjaan baru, menciptakan value chain baru, serta menciptakan pariwisata Indonesia yang lebih berkualitas dan berkelanjutan,” kata Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo.

Sebagaimana di hampir seluruh negara di dunia, kinerja pariwisata Indonesia juga mengalami penurunan. Badan Pusat Statistik mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada September 2020 mencapai rata-rata 32,12 %.

TPK ini turun 21,40 poin dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2019 yang tercatat sebesar 53,52 %. Jika dibandingkan dengan TPK Agustus 2020, TPK bulan September juga mengalami penurunan sebesar 0,81 poin.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama September 2020 tercatat sebesar 1,73 hari, terjadi penurunan sebesar 0,11 poin jika dibandingkan dengan keadaan September 2019.

Sementara itu, untuk jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia bulan September 2020 mengalami penurunan sebesar 88,95 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan September 2019.

Kondisi yang sama juga terjadi jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Agustus 2020, dengan penurunan sebesar 5,94 persen.

Secara kumulatif (Januari–September 2020), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 3,56 juta kunjungan atau turun sebesar 70,57 persen jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2019 yang berjumlah 12,10 juta kunjungan.

 

Pandemi COVID-19 Percepat Perusahaan di Arab Saudi Adopsi Digital Travel Booking

this formate

Teknologi minim kontak mulai populer di Arab Saudi (foto: Arab News)

ARAB SAUDI, bisniswisata.co.id: Pandemi COVID-19 telah mendorong percepatan akselerasi transformasi digital di banyak negara. Transaski minim kontak menjadi pilihan para pelaku bisnis, terutama di sektor pariwisata, untuk meminimalisir penyebaran virus corona. 

Itulah tren yang juga terjadi di Kerajaan Arab Saudi. Meski penetrasi digital di sana masih relatif rendah, dibandingkan misalnya dengan China, tapi setidaknya banyak pelancong mulai melirik untuk memanfaatkan platform digital saat hendak memesan tiket atau paket perjalanan wisata. 

Inilah salah satu berkah pandemi dimana aturan pembatasan telah memaksa orang untuk lebih banyak bekerja, bertransaksi, dan beraktivitas di rumah.

Keadaan ini diperkirakan akan kembali normal pada kuartal pertama 2021 saat vaksin virus ini ditemukan. Penerbangan internasional akan dibuka kembali.

Menurut salah satu biro perjalanan terbesar di Arab Saudi yang mengelola bisnis perjalanan berlabel Elaa serta paket liburan dibawah bendera Almosafer, bisnisnya pulih lebih cepat.

Ini berkat adanya larangan penerbangan internasional dan berkurangnya pemesanan perjalanan bisnis secara offline.

Abdulrahman Mutrib, wakil presiden eksekutif Seera dan kepala divisi teknologi di grup usaha, percaya selama ini yang memanfaatkan Elaa hanya 5% dari total bisnis yang ada di seluruh kerajaan Arab Saudi.

 “Kami hampir tidak menyentuh permukaan pasar perjalanan bisnis,” katanya seperti dilansir Skift. Pandemi COVID-19 telah memaksa pelaku bisnis untuk memikirkan ulang cara mereka beroperasi sesuai dengan keadaan normal baru. 

“Kami yakin bisnis akan pulih cepat tahun depan. Itulah mengapa kami berinvestasi dalam teknologi dan platform baru. Saat keadaan kembali normal, kami telah siap melayani pelanggan,” Ujarnya.

Meski demikian, Mutrib mengaku masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, termasuk edukasi, marketing untuk menjangkau lebih luas para pelanggan.

Hal  yang terpenting adalah melakukan pertemuan tatap muka dengan klien, meyakinkan mereka bahwa memesan secara online jauh lebih menguntungkan.

Bulan lalu, Seera meluncurkan platform baru yang disebut ‘elaa 3.0’ untuk kalangan bisnis dan pemerintah.

Platform ini menawarkan sejumlah fitur termasuk kemudahan mengubah pesanan, memantau perubahan kebijakan travelling secara real-time, dan proses persetujuan secara digital yang lebih cepat.

 “Pelaku bisnis telah melakukan bermacam cara termasuk memangkas biaya agar tetap hidup. Dengan konsep digitalisasi, kami dapat memberi potongan 20 atau 30 persen,” kara Mutrib

Dia menyadari pandemi membuat perusahaan-perusahaan ini untuk beradaptasi ke kehidupan baru dan menyingkirkan cara-cara lama.

Pelaku bisnis pariwisata di sana percaya inilah saat yang tepat mempersiapkan diri dengan perangkat digital untuk menghadapi keadaan normal baru.

Pemerintah Arab Saudi telah mengatakan akan sepenuhnya membuka kembali perbatasannya awal tahun depan. Jadi, tahun 2021 akan mejadi tahun maha penting bagi industri pariwisata.

 

 

Fusion Ramen ala Chef Hawe

this formate

KUTA, bisiswisata.co.id: DIKENAL sebagai Chef Hawe, lengkapnya Harto Wijaya dengan olahan ramen nya. Ahir pekan ini mengundang kalangan keluarga penikmat olahan mie trendy , outhentik kudapan berkuah asli Korea dan popular di Jepang. Fusion Ramen yang ditawarkan adalah perpaduan taste Japanase food dengan cita rasa Asia, sesuai lidah Indonesa.

Kata Chef Hawe,ingredients nya adalah mie lokal soyu, mirin dan sake di campur dengan kaldu biasa dan seasoning garam merica dan tidak lupa dengan cabai Korean dengan cita rasa lokal. Jadi tetap berupaya mengembangkan kuliner nusantara ditengah gempuran kuliner asing sebagai ikutan industri pariwisata.

Mie adalah adonan tipis dan panjang yang telah digulung, dikeringkan, dan dimasak dalam air mendidih. Istilah ini juga merujuk kepada mi kering yang harus dimasak kembali dengan dicelupkan dalam air. Tulisan tertua mengenai mi berasal dari Dinasti Han Timur, antara tahun 25 dan 220 Masehi. Pada Oktober 2005, mi tertua yang diperkirakan berusia 4.000 tahun ditemukan di Qinghai, Tiongkok.

Mie yang dikenal dominan berbahan baku tepung gandum, tetapi di Asia terlebih di kawasan nusantara Indonesia, bahan baku mi lebih bervariasi sevariatif bentukannya. Ada dari tepung ganyong, singkong/ubi kayu “racun” di desa Pulung, Tubaba Lampung dan ragam umbi- umbian nusantara dan juga kacang- kacangan. Menurut sejumlah chef, perbedaan mie terjadi karena campuran bahan, asal usul tepung sebagai bahan baku, serta teknik pengolahan.

Yang istimewan akhir pekan ini di lapak Sesaji adalah olahan mie ramen dengan Nori, yang menurut Chef Hawe sangat dinikmati oleh kalangan anak anak muda dan juga para orang tua dizaman sekarang. Yuuk merapat ke seputaran jalan Dewi Sri, Kuta.

Jadi Turis Lokal Cara Terbaik untuk Mengenal Obyek Wisata Terdekat

this formate

JAKARTA,bisniswisata.co.id: Libur selama lima hari pekan lalu seorang teman mengatakan senang jadi wisatawan lokal, maksudnya tetap berwisata tapi tidak jauh-jauh masih satu-dua jam dari rumah.

” Hanya ke Bogor dan perginya berduaan saja dengan suami karena kami belum memiliki anak jadi seperti pacaran saja, aktivitasnya swa foto atau foto-foto bergantian saja,”kata Lianna Wijaya dengan nada riang.

Jadi turis lokal adalah cara terbaik untuk mengenal obyek wisata di sekitar kita. Para pelancong memang tidak boleh lupa untuk menjelajahi halaman belakang mereka sendiri. 

Lianna dan suami sebenarnya mau naik kereta api ke Bandung, balik ke Hobitton, obyek wisata di Lembang yang sebenarnya sudah pernah di kunjungi. 

” Tapi gagal dapat tiket kereta api karena kapasitas penumpang juga dikurangi sehingga akhirnya naik mobil saja ke Rancamaya, Bogor dan kulineran,” katanya menjelaskan.

Karena mau refreshing dan sudah bosan di rumah, Lianna mengaku senang jalan-jalan layaknya warga lokal saja. dia malah baru menyadari banyak obyek wisata di Bogor bukan hanya Istana dan Kebun Raya Bogor.

” Ada lapangan golf terintegrasi dengan hotel dan wahana permainan. Ada yang menggabungkan konsep tempat wisata memanjakan mata sekaligus menyediakan akomodasinya berupa kamar standar dan glamping,” jelasnya.

Mau cari-cari tempat yang instagramable ala Venice, itali, rumah-rumah Eropa dengan warna dominan putih, sedangkan di sekelilingnya adalah area luas dengan pemandangan yang memanjakan mata juga ada.

Ternyata ada begitu banyak alasan untuk bepergian secara lokal dan begitu banyak manfaat bepergian dekat ibukota Jakarta ini terutama setelah sehari-hari terjebak urusan mondar-mandir dalam rumah urusan kuliah dan belajar online, zoom meeting, urusan dapur dan makan.

Lianna yang bekerja di travel agent dan kerap ke luar negri ini mengaku kuliah lagi ikut program doktoral begitu pandemi global ini menghantam bisnis pariwisata di seluruh dunia.

Selama pandemi, pola wisatanya memang berubah total karena kini lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi dan selalu siap di tas dengan handsanitizer, masker, tissu basah dan di tempat wisata pilih yang terbuka.

” Sudah tiga kali selama pandemi saya jadi turis lokal dan tetap saja ada hal-hal baru yang kita lihat saat berwisata. Biaya yang keluar juga di bawah Rp 500 ribu,”jelasnya.

Salah satu alasan mengapa orang sering melewatkan obyek wisata terdekat adalah karena lokasinya relatif sangat dekat, begitu akrab ditelinga sehingga kita terus menundanya untuk mengunjunginya kapan-kapan saja.

“Padahal begitu kita kunjungi maka tetap saja secara lahir maupun batin menjadi turis lokal jauh lebih menyenangkan karena kita merasa familiar dengan sesama pengunjung yang kita temui, bahasa yang sama, kuliner yang kita sukai dan hal-hal yang dekat dengan keseharian kita,” kata Lianna.

Dia tidak menampik keinginan untuk berwisata ke luar negri. “Secepatnya begitu perbatasan dan protokol kesehatan masing-masing negara sudah diadaptasi, maka travel is possible. Ke Japan, Eropa & Amerika. Kangen suasana di negara-negara tersebut,” ungkapnya.

 

Negara-negara yang Paling Terkena Dampak Akibat Berkurangnya Kunjungan Turis AS

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Diperlukan waktu sebelum perjalanan internasional sepenuhnya kembali normal, tetapi tidak butuh waktu lama bagi beberapa negara untuk merasakan dampak efek COVID-19 terhadap kunjungan dari berkurangnya turus AS.

Dilansir dari travelpulse, situs perbandingan asuransi perjalanan InsureMyTriprecently menganalisis data dari Kantor National Travel & Tourism AS untuk menentukan negara mana yang paling terpengaruh oleh penurunan perjalanan orang Amerika ke luar negeri sejak pandemi virus Corona diumumkan pada bulan Maret.  Berikut 10 negara yang paling merasakannya ; 

  1. Irlandia

 Tidak mengherankan, Eropa telah menjadi salah satu wilayah yang paling terpengaruh oleh kurangnya perjalanan turis A.S. ke luar negeri.  Uni Eropa terus melarang orang Amerika berdasarkan tingkat kepositifan COVID-19 di A.S. 

Oleh karena itu tujuan seperti Irlandia, yang memerlukan karantina 14 hari pada saat kedatangan, telah mengalami penurunan dramatis dalam kunjungan dan pengeluaran berikutnya, kehilangan sekitar US$ 3,3 miliar.

  1. India

India nyaris sama seperti Irlandia dengan perkiraan kerugian US$ 3,5 miliar selama periode enam bulan.  India saat ini berada di Level 4 (larangan bepergian) pada skala penasihat perjalanan Departemen Luar Negeri AS karena ancaman pandemi virus Corona yang sedang berlangsung.

 

  1. Belanda

 Belanda sama-sama terkena dampak pandemi dalam hal kerugian finansial karena kurangnya dolar pariwisata dari AS, yang terpukul sekitar US$ 3,5 miliar.  Orang Amerika harus menunggu untuk wisata ke Amsterdam dan hotspot wisata lainnya karena Belanda adalah salah satu dari banyak negara Eropa yang masih tertutup untuk perjalanan liburan dari turis AS.

  1. Bahama

Biasanya salah satu tujuan internasional yang paling mudah diakses untuk orang Amerika adalah Bahama — yang menampung rekor 1,45 juta orang Amerika pada tahun 2019 —. Tapi kini terhambat oleh gagalnya pembukaan kembali bagi wisatawan AS selama musim panas.  

Pulau-pulau tersebut baru-baru ini memasuki Tahap 3 dari Rencana Kesiapan & Pemulihan Pariwisata negara yang memberi orang Amerika lampu hijau untuk berkunjung dengan bukti hasil tes COVID-19 negatif.  

Menurut penelitian InsureMyTrip, Bahama juga mengalami kerugian yang diperkirakan sebesar US$ 3,5 miliar karena kurangnyUSkunjungan wisatawan AS selama periode enam bulan.

  1. Jepang

Jepang adalah salah satu dari dua negara Asia yang sangat terpengaruh oleh penurunan mendadak pariwisata dari AS dan kehilangan devisa sekitar US$ 3,6 miliar selama periode enam bulan karena pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung.

  1. China

 China, tempat wabah virus Corona berasal pada  akhir 2019 lalu, telah kehilangan sekitar US$ 4 miliar dari penghentian kunjungan turis dari AS. Meskipun angka itu mengejutkan, itu hitungannya kurang dari setengah dari mereka yang prioritaskan China negara nomor satu dalam daftar yang mau dikunjungi.

  1. Jerman

 AS adalah salah satu pasar terpenting Jerman dalam hal pariwisata internasional karena negara tersebut menampung hampir 7 juta orang Amerika yang menginap tahun lalu.  Akibatnya, dampak COVID-19 menjadi parah dan merugikan Jerman hingga sekitar US$ 5,7 miliar.

  1. Spanyol

Spanyol lebih terpukul sedikit keras daripada Jerman, kehilangan sekitar US$ 5,8 miliar dari penghentian kunjungan AS selama enam bulan pertama pandemi.  Penurunan ini sangat mengecewakan karena Spanyol mencatat rekor jumlah pengunjung internasional 83,7 juta pada 2019.

  1. Prancis

Perancis adalah negara teratas di dunia untuk turis internasional yang telah terpukul karena krisis COVID-19 dan larangan perjalanan Uni Eropa berikutnya terhadap orang Amerika. Akibat tidak ada turis AS mengalami kerugian lebih dari US$ 8,1 miliar selama periode enam bulan karena kurangnya pengunjung AS saja.

  1. Italia

 Dengan potensi kerugian hampir US$ 8,3 miliar hanya dalam waktu enam bulan, Italia telah menjadi negara yang paling terpukul dalam hal dampak CCOVID-19 karena terhentinya perjalanan warga AS ke luar negeri.

Menurut penelitian InsureMyTrip, dengan sebagian besar Eropa tetap terlarang untuk perjalanan rekreasi warga Amerika hingga saat ini. Tidak jelas kapan Italia dan negara lainnya akan mulai pulih.  Kabar baiknya adalah tahun 2021 terlihat jauh lebih menjanjikan.

 

 

“International Code for the Protection of Tourists”, Perlindungan bagi Wisatawan

this formate

MADRID, bisniswisata.co.id: Wisatawan diberikan perlindungan hukum yang lebih besar sebagai konsumen di bawah rencana baru yang diajukan oleh Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO). Dengan memulihkan kepercayaan sebagai prioritas utama, Kode Internasional untuk Perlindungan Wisatawan (International Code for the Protection of Tourists ) — dikembangkan oleh UNWTO dengan dukungan hampir 100 negara anggota UNWTO— diharapkan mampu menberi dukungan yang jelas kepada wisatawan terdampak situasi darurat secara global.

Dalam pertemuan pertamanya, Komite Pengembangan Kode Internasional untuk Perlindungan Turis, diikuti secara aktif perwakilan 92 negara anggota UNWTO. Bersama-sama, mereka mengadopsi rencana tindakan nyata untuk memulihkan kepercayaan wisatawan melalui kerangka kerja yang sama dan harmonis.

Dalam beberapa minggu ke depan, organisasi internasional, Komisi Eropa, serta pemangku kepentingan swasta, diminta untuk bergabung dengan inisiatif yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebagai bagian tanggung jawab yang lebih adil dan seimbang di antara semua pemangku kepentingan pariwisata di dunia (khususnya) pasca COVID-19.

Membantu Turis yang Bermasalah

Rekomendasi bantuan untuk turis internasional dalam situasi darurat — dasar Kode Internasional untuk Perlindungan Wisatawan — merupakan serangkaian standar perlindungan konsumen minimum bagi wisatawan agar merasa aman dan lebih percaya diri dalam melakukan perjalanan internasional.

International Code for the Protection of Tourists dirancang untuk memastikan bantuan dalam situasi darurat dibagi secara adil di seluruh rantai nilai pariwisata, termasuk:

Mencegah kemungkinan gangguan dengan menyusun rencana kontinjensi dan protokol koordinasi serta melatih pemangku kepentingan pariwisata untuk membantu wisatawan dalam situasi darurat. Memberikan informasi real-time bagi wisatawan. Menangani kerja sama lintas batas antara pemerintah dan penyedia layanan pariwisata. Membina kerjasama yang erat antara pemerintah dan penyedia perjalanan serta akomodasi. Mengatasi pemulangan wisatawan yang efektif.

Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili mengatakan: “Ketidakpastian dan kurangnya kepercayaan dalam perjalanan adalah salah satu tantangan terbesar saat memulai kembali pariwisata. Kode Internasional untuk Perlindungan Wisatawan akan menjadi langkah penting untuk mengatasi hal ini. Menetapkan satu set standar perlindungan konsumen minimum bagi wisatawan, diharapkan membuat orang merasa lebih aman dan lebih percaya diri dalam perjalanan internasional. Dan memastikan bahwa tanggung jawab mengelola gangguan dalam situasi darurat dibagi secara adil ke seluruh sektor. “

Pengembangan Kode Internasional untuk Perlindungan Wisatawan akan dipresentasikan pada Sidang Umum UNWTO berikutnya (akhir 2021 di Marrakech, Maroko) untuk disetujui oleh Negara- negara anggota UNWTO.

Sambut New Normal, PT KAI Wisata Tawarkan 11 Paket Tour Domestik ke Jawa, Bali, Lombok & Belitung.

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) sebagai penyedia jasa tour & travel berbasis kereta api di Indonesia terus berinovasi dengan meluncurkan program paket tour domestik New Normal Back To Holiday mempersiapkan momen liburan panjang dalam rangka Natal dan Tahun Baru 2021.

” Pengalaman 11 tahun sebagai biro perjalanan wisata, PT KAI Wisata kini menawarkan Paket tour terdiri dari 11 pilihan ke berbagai destinasi menarik di Indonesia.,” kata Totok Suryono, Direktur Utama KAI Wisata dalam rilisnya.

Program ini merupakan upaya KAI Wisata untuk mendukung pemerintah dalam rangka pemulihan pariwisata nasional di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), tambahnya.

Menurut Totok, PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) tidak pernah berhenti melakukan inovasi dan pengembangan produk serta layanannya.

Adapun 11 pilihan paket tour domestik sebagai berikut: Exotic Pangandaran 2D1N, Summer Pangandaran 2D1N, Wonderful Cirebon 2D1N, Pesona Dieng 2D1N, Glamping Jogja 2D1N, Belitung Asyik, 2D1N. Eksotika Lombok 2D1N,
Adventure Jogja 2D1N, Discover Bali 2D1N, Escape Malang Snorkeling 2D1N, Escape Malang Offroad 2D1N.

Paket tour domestik New Normal Back To Holiday merupakan salah satu langkah nyata, inovasi dan kreativitas KAI Wisata dalam menghadirkan paket-paket perjalanan wisata domestik yang menarik.

“Kami harapkan bisa jadi trigger bagi para traveler untuk kembali berwisata pada masa New Normal sehingga tidak melewatkan penawaran paket tur menarik dari kami,” ujar Totok Suryono, Direktur Utama KAI Wisata.

Totok Suryono juga menjelaskan bahwa biaya paket tur sudah termasuk Rapid Test sebelum melakukan perjalanan wisata dan menginap di hotel bintang 4 (empat).

Dalam hal pelayanan, traveler akan mendapatkan pelayanan mulai dari saat melakukan pembelian paket tour hingga pada saat menikmati perjalanan wisata sampai dengan selesai atau pulang kembali.

Hal tersebut dimungkinkan mengingat produk dan layanan KAI Wisata ditangani oleh para talent yang memiliki passion pada bisnis travel sehingga bisa memberikan pengalaman perjalanan wisata yang indah dan tak terlupakan bagi traveler.

“Selain mendapatkan produk dan layanan terbaik, pelanggan kami juga akan mendapatkan berbagai keuntungan lainnya seperti program loyalitas pelanggan serta akses untuk berbagai penawaran menarik atau promo dari mitra kerja KAI Wisata, seperti airlines, hotel, dan lainnya”, tambah Totok Suryono.

Selain program New Normal Back To Holiday – Sejuta Pesona Indonesia, KAI Wisata juga tengah menyiapkan paket-paket tur luar negeri. KAI Wisata siap melayani grup atau rombongan (Group Inclusive Tour) maupun pelanggan yang tertarik berpergian dalam jumlah peserta terbatas (Free Individual Travelers).

Bagi yang ingin tailor-made tour atau melakukan perjalanan wisata dengan program yang ditentukan sendiri baik perjalanan wisata domestik maupun luar negeri juga dapat dilayani termasuk perjalanan dengan kapal pesiar (cruise), special interest tour.

“Mau melakukan perjalanan wisata bersama keluarga atau teman sesuai minat dan kegemaran, hingga open trip juga kami layani,” kara Totok.

Pihaknya akan memberikan banyak keuntungan karena traveler tidak perlu pusing mengatur program liburannya, serta bisa memperoleh harga yang ekonomis.

Selain juga berkesempatan mendapatkan teman baru selama perjalanan wisata terutama untuk paket wisata open trip yang sangat populer saat ini terutama di kalangan milenial.

“Dengan wajah dan logo baru serta semangat melampaui batas, kami berharap KAI Wisata akan menjadi yang terdepan dalam industri pariwisata di tanah air serta dapat terus mempertahankan loyalitas pelanggan kami,” ujar Totok Suryono.

Paket Tour Domestik New Normal Back To Holiday bisa dipesan melalui Konter KAI Wisata yang berlokasi di beberapa tempat seperti Stasiun Gambir, Jakarta, Stasiun Bandung dan Stasiun Gubeng, Surabaya

Disamping itu, untuk kemudahan bagi pelanggan sesuai dengan perkembangan teknologi dan era digitalisasi, maka paket tour juga dipasarkan dan dikomunikasikan secara online melalui website dan akun media sosialnya.

Manager Humas KAI Wisata, M. Ilud Siregar juga mengajak masyarakat dan traveler untuk berwisata seru, aman dan nyaman bersama KAI Wisata.

Pihaknya juga mengingatkan karena  program tour New Normal Back To Holiday masih tergolong baru, maka KAI Wisata ke depan masih akan terus menerima segala bentuk saran dan masukan yang membangun terkait program terbaru ini.

“Kami akan menampung sebanyak-banyaknya saran dan masukan guna memberikan yang terbaik bagi para pelanggan kami,” tutup M. Ilud Siregar.