Kisah Kasih Enam Bersaudara Saat Staycation

this formate

SENTUL, bisniswisata.co.id: Jelang Ramadhan, adanya larangan mudik Lebaran dan setahun lebih tidak pernah berjumpa dengan kakak- kakak membuat saya mengirim WA untuk minta berjumpa, tentunya dengan protokol kesehatan  yang ketat. 

Permintaan si bontot dipenuhi karena selama pandemi global COVID-19 setahun lalu kami hanya berjumpa lewat video call dan zoom. Meski belum tuntas dengan vaksinasi kedua, sehari jelang hari H masing-masing swab test antigen dan mengunggah hasilnya di WA grup termasuk Tien ajudan rumah tangga yang akan ikut serta.

Menginap di Villa Bundar, kawasan Sentul, Kab. Bogor akhirnya terwujud. Siang setelah sholat dhuhur kami berangkat dengan dua kendaraan menuju Sentul. Dua keponakan milenial memesan tempat untuk staycation selama tiga hari dua malam melalui online travel agent ( OTA) untuk memfasilitasi orangtua dan saudara-saudara kandungnya usia 62 – 71 tahun guna melepas kangen.

Perjalanan dari Kelapa Gading hingga Sentul kurang dari satu jam, namun memasuki Sentul City yang bertransformasi menjadi kota hunian sekaligus pariwisata di ketinggian 250-500 meter di atas permukaan laut perut sudah keroncongan karena belum makan siang.

Sebuah restoran yang dilewati di Ruko Pinus Niaga no: 1 cukup menggoda hingga akhirnya rombongan turun atas komando Ramadi. Menunya lumayan beragam sampai ada trancam Jawa, semacam urap yang isinya sayur-sayuran berupa kacang panjang, timun, dan tauge dengan rasa yang pas dan fresh kesukaan alm pak suami dan alm ibu mertua saya.

Tempatnya homey, dari depan pintu ruko, sedangkan pintu belakang langsung berhubungan dengan kluster perumahan dengan kountur tanah pegunungan dengan pohon-pohon pinus.

Perjalanan dilanjutkan sekitar 5 km melalui rumah-rumah penduduk lokal dan berhenti disebuah halaman mirip pintu masuk sebuah kebun yang rindang penuh pepohonan. Ternyata di dalamnya ada villa bundar dengan kolam renang yang terawat baik.

Anak-anak dari Drs Haji Abdul Kadir Sabri dan Hajjah Halimatun Tamkin ini enam orang terdiri tiga lelaki dan tiga perempuan. Kami langsung berhamburan masuk mirip kegiatan camping jaman SD dulu sambil menenteng tas.

Bagian bawah villa ada satu kamar dan dapur yang luas serta dua meja kayu menghadap kolam renang. Area ini menjadi terminal enam saudara kongkow sambil bertukar cerita saat masa kecil kami tinggal di Jalan Cipayung I/ 5, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Ibunda alm Hajjah Halimatun Tamkin dan ayahanda alm Drs H. Abdul Kadir Sabri

Dulu, saat SD, sayalah yang sering diutus ke warung Bang Amat untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Maklum bontot, urusannya yang ringan saja belanja dan bersih-bersih, lap-lap meja atau menyapu. Sedangkan dua kakak perempuan lainnya urusan dapur dan masak. 

Lokasi warung dekat kali Ciragil dan sekarang dekat dengan Ketoprak Ciragil yang cukup digemari masyarakat. Biasanya sehari saya bisa bolak balik tiga kali ke warung dan kadang jumpa teman sehingga lupa buru-buru pulang.

Cerita masa kecil menjadi obrolan sampai sore. Bagaimana ayah sebagai pendiri Muhammadiyah cabang Kebayoran Baru tergolong disiplin dalam soal agama dan ibunda Halimatun yang berprofesi sebagai bidan banyak menolong kelahiran ibu-ibu muda seputar Kebayoran, Blok A dan Bangka di tahun 1960 an itu 

Ibu selalu pulang dengan oleh-oleh hasil kebun seperti pepaya, pisang, singkong, ubi dan kadang bawa kue bolu. Karena dimasa itu banyak yang tidak bisa membayar biaya persalinan dan ibunda juga tidak pernah menagih bayaran.

Tahun 1949 ibunda sudah jadi bidan, konon angkatan pertama bidan CBZ nama awal Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo. Klinik Puskesmas di Jl Gunawarman dan RS Bersalin Taman Puring, Kebayoran Baru adalah tempat ibunda membangun institusi kesehatan itu dari awal berdirinya.

” Ingat bu guru mengaji datang, adik- beradik malah kaburr. Ayah dan ibu lagi bekerja, kakak tertua keluar lewat garasi ke rumah tetangga sehingga bu guru ngaji menunggu tidak ada muridnya,” kata Fatimah Bandarsyah, si sulung terkekeh-kekeh.

Akibat kenakalan seperti itu pastinya ayah marah besar di meja makan. Namun ibunda selalu bisa menenangkan ayah sehingga suaranya langsung surut dan kami bisa makan dengan tenang.

Cerita di masa G 30 S PKI,  kondisi perekonomian negara sangat sulit masyarakat makan bulgur, jagung hingga cerita makan telur yang harus dipotong dan dibagi rata muncul di tengah perbincangan.

Untunglah sebagai pegawai negri, ayah dan ibu tergolong kreatif. Ayah punya usaha kontrakan, halaman rumah diisi dengan tanaman sayuran, tanaman bumbu dapur, singkong dan ternak ayam. Jadi dimasa sulit itu 6 bersaudara tetap minum susu kedele, makan 4 sehat lima sempurna dan bebas makan telur sampai bisulan.

Tiga anak lelakinya Hilmi, Halim dan Hilman punya keahlian mengolah tanah lempung menjadi mainan patung ( boneka), alat masak dan mainan lainnya. Kakak perempuan no: lima, Hilma suka sekali main masak masakan dan tugasnya memang membantu kakak no: satu, Fatimah,  untuk masak padahal di rumah ada dua pembantu.

Kakak saya Hilmi juga sering membuatkan permen kopi, mirip permen kopiko sekarang ini padahal cuma pakai penggorengan. Dia juga kerap menbuat nasi kepel panggang blue band diisi abon. Pastinya kreasi sendiri saja biar adik bontotnya tidak jajan sembarangan.

Nah mainan buatannya yang sampai sekarang tidak akan lupa adalah dari kulit jeruk Bali yaitu mobil-mobilan ditarik tali. Maklum tahun 1960 an masih langka mainan. Kulit jeruk Bali oleh ketiga kakak yang kreatif itu bisa dibikin bentuk lainnya sehingga rumah kami ramai dengan anak tetangga.

Untuk main boneka biasanya masih pakai kertas dilipat-lipat, dibentuk salib lalu diikat benang di ujungnya. Wajah bonekanya digambar sendiri mau anak perempuan atau laki-laki. Lalu diberi baju dari kertas juga.

Aktivitas olahraga renang, basket, pingpong dan senam Perkasa Indonesia

Kalau untuk rumah-rumahan biasanya sudah banyak yang jual bangku, lemari, tempat tidur mungil pokoknya satu set. Penjualnya depan Kebun Raya Bogor, salah satu destinasi wisata andalan di masa itu.

Kalau sudah main masak-masakan dan boneka kertas memang asyik. Biasanya sampai ayah pulang kantor halaman rumah masih ramai dengan teman-teman. Mobil Landrover masuk garasi disambut riang. Kadang ayah ikut nimbrung ajak kami berkumpul duduk di ruang tengah dan mulailah dia mendongeng.

Maklum belum banyak yang memiliki TV. Itupun dengan satu channel TVRI saja. Oleh karena itu kepandaian ayah mendongeng membuat kami sering melongo, pilihan ceritanya bisa beragam ada Abunawas, Tarzan cerita-cerita rakyat dan banyak cerita rekaan ayah juga karena saat mendongeng ( Story telling) ayah tengah mendidik anak kandung dan anak-anak komplek dengan pendidikan karakter.

Kalau jaman sekarang, cerita ayah itu mencakup Emotional Spiritual Quotient ( ESQ). Soal kepatuhan untuk ibadah, bagaimana kondisi neraka dan surga bisa diceritakannya dengan santai dan menyenangkan meskipun kami semua juga jadi takut.

Pertemuan penuh makna

Saat duduk bernostalgia masa kecil itulah kami dikejutkan berita duka wafatnya Tuti Arundale teman saya semasa SMA yang tinggal di Inggris dan kembali ke tanah air hanya beberapa hari lalu wafat karena CA serta wafatnya Luki, seorang sepupu.

Itulah kenyataan sehari-hari yang kita temui, dapat kabar duka karena penyakit komorbid atau akibat COVID-19 yang sudah memakan korban jutaan nyawa di dunia.  Pertemuan enam bersaudara ini jadi semakin bermakna, selagi ada umur, selagi bisa bertemu, sebelum maut menjemput, pertemuan ini sungguh bermakna.

Untunglah sore itu, kakak sulung kami sesuai sifatnya selalu mengatur kami untuk jaga jarak, tertib bermasker di meja panjang tepi kolam renang itu.  Cerita nostalgia dan leadership dari kedua orangtua membuat kami enggan beranjak dari meja makan dengan mulut yang terus ngemil.

Berkumpul bersama, ibadah bersama dengan sholat berjamaah menjadi lebih intens keesokan harinya hingga  kami juga membahas niat bersama membangun sebuah rumah ibadah untuk keluarga besar Sabri maupun masyarakat umum lainnya.

Lokasinya terutama di Bengkulu tempat ayah dibesarkan, meskipun leluhurnya berasal dari Bukit Tinggi, Sumatra Barat dan Bugis, Sulawesi Selatan. Keputusannya pulang dari villa kami berbagi tugas untuk mengkomunikasikannya pada sesepuh keluarga besar tentunya.

Ayah yang terakhir menjadi Kepala Kantor Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengabdikan dirinya untuk mengajar,mengasuh Universitas Muhammadiyah yang ikut didirikannya bersama Rumah Sakit Islam, Jakarta. Memiliki anak, menantu dan cucu-cucu serta keturunan lainnya perlu dipikirkan pendidikan agamanya hingga ke liang kubur.

Begitu pula keturunan dari dua kakak dan adik-adik ayah sebagai anggota Keluarga Besar Sabri yang kini jumlahnya sudah menjadi seratusan orang perlu kompak dan ikut terlibat. Ayah terlahir sebagai anak ke tiga dari 8 saudara dari Ibu bernama Ramlah dan ayah bernama Sabri.

Kakak Sulung, Fatimah, Hilmi, Halim, Hilman, Hilma dan Hilda

Hari kedua aktivitas terganggu hujan tapi sejak pagi hari aktivitas olahraga lebih mendominasi mulai dari Senam Perkasa Indonesia, gerakan senam asal Bandung yang mampu menguras keringat dengan cepat. Di lanjutkan dengan main basket, pingpong dan berenang untuk terapi syaraf.

Kelucuan tidak terelakkan karena aktivitas lansia yang sudah menurun pendengaran dan daya ingat malah menjadi bumbu pertemuan dan mengundang tawa. Apalagi Tien, asisten rumah tangga bercerita mengirim foto aktivitas kami di villa pada seorang adiknya dan langsung dibalas pertanyaan, lagi di panti jompo mana iki mbak ?. 

Ya,  kami hanya berkumpul berenam karena pasangan hidup rata-rata sudah kembali ke alam baqa. Tinggal Hilman yang masih didampingi istri tercinta dan tidak ikut ke Villa. Kalau adik Tien mengira kami penghuni panti jompo tidak salah juga karena kepalanya rata-rata sudah putih.

Aktivitas selanjutnya membuat dokumentasi foto dan video. Tugas sayalah mewawancarain kakak sendiri satu-persatu sehingga sepulang nanti kami bisa merangkumnya dalam sebuah tayangan video menarik untuk anak dan cucu.

Rasa haru, menangis bersama, tertawa bersama selama proses pengambilan video tidak terelakkan hingga akhirnya hari menjelang sore kembali. Turunnya hujan kembali menghentikan aktivitas di hari kedua sehingga sisa waktu untuk beribadah dan meringkuk di dalam selimut karena Sentul memilki udara pegunungan.

Pagi hari berikutnya,  awan tebal masih menggantung. Semalaman memang hujan lebat. Lima kakak pilih duduk mengobrol sambil menyantap makan pagi di bangku panjang. Saya masih bisa menyelesaikan renang dan gerakan senam di air karena syaraf ke jepit di pinggang kanan.

Packing dan mengumpulkan semua barang bawaan jadi aktivitas sepanjang pagi, apalagi matahari bersembunyi terus dibalik awan. Jam sepuluh pagi dua mobil dikendarai Evy dan Reza sudah tiba. Ada Gojek pula datang membawa kiriman tiga pizza box dari keponakan.

Alhamdulilah usai sholat dhuhur meninggalkan Villa Bundar menuju Jakarta. Pulang kali ini dengan misi membuat rumah ibadah. Kalau dananya terbatas buat Rumah Hafiz Quran, tempat mencetak anak, cucu dan masyarakat menjadi penghafal Al-Quran.

Kalau cita-cita besarnya ya buat Mesjid yang indah, bisa jadi tujuan wisata juga, bisa untuk pendidikan umat  termasuk non Muslim bahwa Islam itu agama yang Rahmatan Lil Alamin. Islam untuk semua. Semoga Allah ridha dengan semua makna yang kami berikan ini, untuk Indonesia, untuk Nusantara, untuk Dunia.

Kedatangan Wisman Januari 2021  Turun 87%, UNWTO Serukan Kordinasi Lebih Kuat Untuk Restart Pariwisata.

this formate

MADRID, bisniswisata.co.id: Dampak menghancurkan dari pandemi COVID-19 pada pariwisata global telah berlanjut hingga 2021, dengan data baru menunjukkan penurunan 87% dalam kedatangan turis internasional pada Januari dibandingkan dengan 2020.

Prospek untuk sisa tahun ini tetap berhati-hati karena itu UNWTO terus menyerukan koordinasi yang lebih kuat pada protokol perjalanan antar negara untuk memastikan pariwisata dimulai kembali dengan aman dan menghindari kerugian besar-besaran selama satu tahun lagi untuk sektor ini.

Menyusul akhir yang sulit hingga tutup tahun 2020, pariwisata global mengalami kemunduran lebih lanjut di awal tahun ini karena negara-negara memperketat pembatasan perjalanan sebagai tanggapan terhadap wabah virus baru.

Menurut UNWTO World Tourism Barometer edisi terbaru, seluruh kawasan dunia terus mengalami penurunan besar dalam kedatangan wisatawan di bulan pertama tahun ini.  Pengujian wajib, karantina, dan dalam beberapa kasus penutupan perbatasan sepenuhnya, semuanya telah menghalangi dimulainya kembali perjalanan internasional. 

Selain itu, kecepatan dan distribusi peluncuran vaksinasi lebih lambat dari yang diharapkan, yang selanjutnya menunda dimulainya kembali pariwisata.

Semua wilayah global terpukul keras

Komunitas internasional perlu mengambil tindakan tegas dan segera untuk memastikan tahun 2021 yang lebih cerah. Jutaan mata pencaharian dan bisnis bergantung padanya

Penurunan kunjungan di Asia dan Pasifik minus (-) 96%, wilayah yang terus memberlakukan tingkat pembatasan perjalanan tertinggi, mencatat penurunan terbesar dalam kedatangan internasional di bulan Januari. 

Eropa dan Afrika sama-sama mengalami penurunan kedatangan 85%, sedangkan Timur Tengah mencatat penurunan 84%.  Kedatangan internasional di Amerika menurun 77% di bulan Januari, menyusul hasil yang lebih baik di kuartal terakhir tahun ini.

Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili mengataka. bahwa tahun 2020 adalah tahun terburuk dalam sejarah pariwisata.  Komunitas internasional perlu mengambil tindakan tegas dan segera untuk memastikan tahun 2021 yang lebih cerah. 

“Jutaan mata pencaharian dan bisnis bergantung padanya.  Koordinasi yang lebih baik antar negara dan protokol perjalanan dan kesehatan yang selaras sangat penting untuk memulihkan kepercayaan pada pariwisata dan memungkinkan perjalanan internasional untuk dilanjutkan dengan aman menjelang puncak musim panas di belahan bumi utara. ” tambahnya.

Outlook untuk 2021

Dengan 32% dari semua tujuan global benar-benar tertutup untuk wisatawan internasional pada awal Februari, UNWTO mengantisipasi beberapa bulan pertama yang menantang di tahun 2021 untuk pariwisata global.

Berdasarkan tren saat ini, UNWTO memperkirakan kedatangan wisatawan internasional turun sekitar 85% pada kuartal pertama 2021 dibandingkan periode yang sama tahun 2019. 

Hal ini akan mewakili hilangnya sekitar 260 juta kedatangan internasional jika dibandingkan dengan tingkat sebelum pandemi.  Ke depan, UNWTO telah menguraikan dua skenario untuk 2021, yang mempertimbangkan kemungkinan rebound dalam perjalanan internasional pada paruh kedua tahun ini.  

Hal Ini didasarkan pada sejumlah faktor, terutama pencabutan besar-besaran pembatasan perjalanan, keberhasilan program vaksinasi atau pengenalan protokol yang diselaraskan seperti Digital Green Certificate yang direncanakan oleh Komisi Eropa.

Skenario pertama menunjukkan rebound pada bulan Juli, yang akan menghasilkan peningkatan 66% kedatangan internasional untuk tahun 2021 dibandingkan dengan posisi terendah bersejarah tahun 2020. 

Dalam hal ini, kedatangan masih akan berada 55% di bawah tingkat yang tercatat pada tahun 2019.  Skenario kedua mempertimbangkan potensi rebound pada bulan September, yang menyebabkan peningkatan kedatangan sebesar 22% dibandingkan tahun lalu.  Tetap saja, ini akan menjadi 67% di bawah level tahun 2019.

 

Bali Mengekor Pasar Indonesia Lainnya Dalam Pemulihan Kinerja Hotel

this formate

BALI, bisniswisata.co.id: Indonesia menyelesaikan tahun 2020 dalam bentuk yang sama dengan negara-negara lain di kawasan. Permintaan domestik cukup kuat untuk mengangkat hunian hotel dari titik terendah pandemi tetapi tidak cukup untuk mengatasi kekosongan perjalanan internasional.

Seiring dengan pergerakan Indonesia di awal tahun 2021, dampak dari hilangnya permintaan internasional terlihat paling jelas di Bali, yang terus mengikuti pasar regional negara tersebut dalam proses pemulihan.

Dilansir dari Hospitalitynet.org, selain tingkat hunian Singapura yang terangkat oleh tuntutan karantina, Indonesia juga sejalan dengan negara-negara Asia Pasifik lainnya sebesar 36% tahun ini.

Bisnis lebih buruk di Bali, bagaimanapun, dengan tingkat hunian tergantung di bawah 20% hampir sepanjang tahun. Pada saat yang sama, Jakarta, Bandung, Medan, dan Surabaya naik ke level yang lebih tinggi berkat ketergantungan yang lebih besar pada permintaan domestik oleh pasar tersebut.

Tingkat hunian untuk semua kota mulai meningkat pada bulan Juni setelah berakhirnya “masa darurat” selama 3 bulan yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia.

Lonjakan okupansi pada akhir tahun 2020 sejalan dengan perayaan tahun baru, sedangkan penambahan periode yang lebih tinggi di Bandung berkorelasi dengan hari libur nasional seperti tahun baru Islam dan perayaan Maulid Nabi.

Untuk mengatasi tingkat hunian yang lebih rendah, pelaku bisnis perhotelan di Bali dapat mengandalkan tarif kamar untuk mendorong pendapatan per kamar yang tersedia (RevPAR). Untuk tahun 2020, ADR Bali 91% lebih tinggi dari rata-rata nasional.

Terlepas dari itu, ketika mengindeks RevPAR ke level 2019, Bali tetap berada jauh di belakang pasar utama lainnya di negara ini. Karena dampak pandemi pada data tahun 2020, 2019 menjadi tolok ukur para pelaku bisnis perhotelan untuk mengukur pemulihan mereka.

Data awal terbaru dari bulan Februari 2021  menunjukkan bahwa rata-rata tingkat hunian harian Bali masih di bawah 35%. Sementara kampanye vaksin negara itu, yang dimulai pada pertengahan Januari yang memberikan alasan optimisme, masih belum ada jadwal pembukaan kembali untuk pelancong dari negara-negara seperti China, Korea Selatan, Jepang, dan Australia.

Pembukaan kembali yang akhirnya akan memberikan dorongan yang paling dibutuhkan oleh para pelaku bisnis perhotelan di lndonesia.

11 Tempat yang mendapat Travel Advisories Setelah Setahun Pandemi. 

this formate

NEW JERSEY, bisniswisata.co.id: Departemen Luar Negeri AS terus bekerja keras menilai tingkat ancaman bagi para pelancong di seluruh dunia di saat pandemi global ini.  Berikut adalah beberapa nasihat penting lebih dari satu tahun setelah pandemi COVID-19.

Antigua dan Barbuda – Level 3

 Pelancong AS didorong untuk mempertimbangkan kembali perjalanan ke Antigua dan Barbuda karena langkah-langkah kesehatan dan keselamatan serta kondisi terkait COVID, saran Departemen Luar Negeri pada 1 Maret. 

Destinasi, yang baru-baru ini mulai memvaksinasi pekerja industri pariwisata garis depan, saat ini terbuka untuk pelancong yang dapat  memberikan bukti hasil tes COVID-19 RT-PCR negatif yang diambil dalam waktu tujuh hari setelah penerbangan mereka.

Maroko – Level 3

Warga Amerika disarankan untuk mempertimbangkan kembali perjalanan ke Maroko karena pandemi COVID-19 dan meningkatkan kewaspadaan di negara Afrika Utara tersebut karena ancaman terorisme. 

Kedutaan Besar AS di Maroko melaporkan bahwa “perjalanan udara ke dan dari Maroko tetap dibatasi untuk kategori wisatawan tertentu”.

Thailand – Level 3

Pemerintah AS terus menyarankan orang Amerika untuk mempertimbangkan kembali perjalanan ke Thailand karena COVID-19. Kabar baiknya adalah bahwa tujuan Asia tercinta tersebut ingin membatalkan pembatasan terkait pengujian dan karantina dalam beberapa bulan mendatang, membuatnya lebih mudah untuk dikunjungi wisatawan AS.  

Negara itu berencana mempersingkat periode karantina untuk kedatangan internasional menjadi 10 hari dari 14 mulai 1 April dan berharap untuk menghilangkan persyaratan karantina untuk beberapa pelancong pada 1 Oktober.

Estonia – Level 3

Wisatawan didorong untuk mempertimbangkan kembali perjalanan ke Estonia karena pandemi.  Seperti kebanyakan negara Eropa lainnya, negara ini tetap tertutup untuk pelancong AS tetapi proposal baru-baru ini untuk Sertifikat Hijau Digital dapat memfasilitasi perjalanan yang aman di seluruh benua.

Bermuda – Level 2

Bermuda adalah salah satu dari sedikit tujuan yang terdaftar di Level 2 (berhati-hatilah) satu tahun setelah pandemi COVID-19.  Departemen Luar Negeri AS terus memperingatkan kondisi terkait pandemi di wilayah kepulauan Inggris, yang saat ini membutuhkan hasil tes PCR COVID-19 negatif yang dihasilkan dalam lima hari setelah kedatangan untuk masuk.

Grenada – Level 2

Departemen Luar Negeri juga memperbarui peringatan perjalanannya untuk tujuan Karibia di Grenada pada 16 Maret lalu dan mengeluarkan kembali peringatan Level 2 karena langkah-langkah kesehatan dan keselamatan serta kondisi terkait COVID.  

Pengunjung ke Spice Isle disarankan untuk meningkatkan kewaspadaan musim semi ini.  Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS telah mengeluarkan Pemberitahuan Kesehatan Perjalanan Tingkat 1 terendah untuk Grenada karena COVID-19.

Jepang – Level 3

 Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan kembali peringatan perjalanan Level 3 untuk Jepang pada 29 Maret, menyarankan orang Amerika untuk mempertimbangkan kembali perjalanan karena COVID-19. 

Kedutaan Besar dan Konsulat AS di Jepang memperingatkan bahwa “perjalanan untuk pariwisata dan sebagian besar tujuan jangka pendek lainnya masih tidak diizinkan, dan tidak ada indikasi bahwa hal ini akan berubah dalam jangka pendek. Perjalanan bebas visa ditangguhkan.”

Hongaria – Level 3

Hongaria menerima pemberitahuan perjalanan Tingkat 3 yang diperbarui dari Departemen Luar Negeri pada pertengahan Maret karena pandemi sementara CDC telah mengeluarkan Pemberitahuan Kesehatan Perjalanan Tingkat 4 untuk negara Eropa karena COVID-19.  Orang Amerika umumnya tidak diizinkan masuk ke negara itu.  Namun, ada beberapa pengecualian terbatas.

Namibia – Level 3

Terkenal dengan alam dan satwa liarnya, Namibia saat ini terbuka untuk pelancong yang menunjukkan hasil tes PCR COVID-19 negatif yang diambil dalam tujuh hari setelah keberangkatan.  

Namun, mulai 1 Maret, Departemen Luar Negeri AS menyarankan orang Amerika untuk mempertimbangkan kembali perjalanan karena ancaman pandemi yang sedang berlangsung.

Mauritius – Level 3

Orang Amerika juga didorong untuk mempertimbangkan kembali perjalanan ke negara pulau Mauritius karena COVID-19 musim semi ini.  Negara itu baru-baru ini terkunci dan menangguhkan semua kedatangan penerbangan internasional karena meningkatnya kasus virus korona.

Belize – Level 3

Orang Amerika disarankan untuk mempertimbangkan kembali perjalanan ke Belize karena COVID-19 dan semakin berhati-hati karena kejahatan.  Negara itu dibuka kembali untuk pariwisata internasional musim gugur lalu tetapi pengunjung akan membutuhkan hasil tes virus korona negatif.

Berburu Kerajinan Tangan di Yogyakarta? Ini Dia Tempatnya!

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Tak hanya dianugerahi pesona alam, Daerah Istimewa Yogyakarta atau yang akrab disebut Jogja juga menyimpan banyak potensi karya kerajinan tangan atau kriya. Hal ini menegaskan jika potensi ekonomi kreatif di Yogyakarta tergolong besar.

Pusat kerajinan di Yogyakarta tersebar di beberapa daerah, antara lain kerajinan keramik di Kasongan, kerajinan perak di Kotagede, kerajinan batik di Ngasem, kerajinan kulit di Manding, dan masih banyak lagi.

Terkait hal ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menekankan pentingnya pengembangan kreativitas dari para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dalam mengembangkan dan memajukan kedua sektor ini di Indonesia.

Kreativitas ini, Sandiaga melanjutkan, perlu dikembangkan dengan mengedepankan akar-akar tradisi dan budaya Indonesia. Agar pengembangan kreativitas para pelaku wisata dan ekonomi kreatif semakin maju. Tentunya hal ini selaras dengan kampanye #BanggaBuatanIndonesia yang bertujuan membantu perekonomian masyarakat.

“Hal yang baik tentang proses kreatif adalah bahwa ide-ide kreatif selalu merupakan proses yang berkelanjutan, dengan ribuan, atau bahkan jutaan penyesuaian hingga mencapai kesempurnaan. Sehingga mewakili akar budaya kita secara keseluruhan,” kata Menparekraf Sandiaga Uno, akhir Maret 2021.

Jika kalian berencana singgah ke Yogyakarta, sebaiknya sempatkan pergi ke tempat-tempat berikut. Tentunya sembari belanja produk lokal yang berkualitas dunia.

Kota Gede

Bicara kerajinan perak di Indonesia, jelas tak lengkap tanpa menyebut kawasan Kotagede. Sejak tahun 70an, kerajinan perak Kotagede menjadi primadona wisatawan, entah itu mancanegara atau nusantara. 

Manding 

Jika Bandung punya Cibaduyut dan Sidoarjo punya Tanggulangin, maka Manding adalah pusat kerajinan kulit di Jogja. Produk-produk kerajinan kulit yang dihasilkan di Manding seperti jaket, sepatu, sandal, tas, ikat pinggang, dompet, serta berbagai aksesoris lain. 

Kasongan

Keahlian membuat gerabah di Desa Kasongan diwariskan turun-temurun, sehingga menjadikan desa ini ikon di Kabupaten Bantul. Barang-barang kerajinan dari gerabah, dikembangkan menjadi lebih variatif sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasar. 

Sudah siap berburu kerajinan tangan di tempat-tempat tersebut? Agar tetap aman saat mengunjungi dan belanja di tempat tersebut, jangan lupa patuhi protokol kesehatan. Memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. Tetap jaga kesehatan sembari belanja!

100 Produk Ikan Berkualitas Tinggi Masuki Pasar Halal

this formate

TAIWAN, bisniswisata. co.id: Pasar halal internasional secara bertahap mendapatkan perhatian. Saat ini, populasi Muslim global melebihi 1,6 miliar. Diperkirakan pada tahun 2050, Muslim akan mencapai sepertiga dari populasi global, menciptakan peluang bisnis samudra biru yang besar.

Dilansir dari halalfocus.net. untuk mempromosikan produk ikan berkualitas tinggi Kaohsiung di pasar halal, Biro Kelautan Pemerintah Kota Kaohsiung dan Badan Perikanan Dewan Pertanian telah bekerja sama untuk secara langsung membantu bisnis dalam sertifikasi halal.

Sejak 2018,  sebanyak 100 produk ikan telah disertifikasi. Dengan cara ini, umat Islam di Taiwan tidak hanya dapat dengan mudah membeli produk ikan berkualitas tinggi dari Kaohsiung, juga dapat meletakkan dasar untuk memasuki pasar halal internasional di masa depan.

Huang Den-fu, Penjabat Direktur Jenderal Biro Kelautan, Pemerintah Kota Kaohsiung menyatakan bahwa, banyak bisnis telah bergabung dengan jajaran sertifikasi halal untuk mempromosikan produk ikan berkualitas tinggi di kota itu.

Untuk meningkatkan penjualan produk ikan Kaohsiung di pasar halal, Biro Kelautan dan Perikanan menerapkan program panduan sertifikasi halal, membantu nelayan dan pengolah dalam memperoleh sertifikasi halal selangkah demi selangkah.

Pemerintah memastikan bahwa produsen bertanggung jawab atas manajemen produk dan bekerja sama dengan sistem sertifikasi halal yang relevan untuk berhasil menembus pasar halal, mempromosikan citra positif produk ikan Kaohsiung sehingga dapat dijual baik di dalam negeri maupun internasional.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Huang Den-fu mengatakan, bisnis yang telah mendapatkan sertifikasi halal antara lain Tzukuan Fisheries Association, Su’s Giant Grouper, Sumitomo Seafood, Feiyang Seafoods, Welltech Semiconductor (Mama Fisch), TianShiFu Fishery dll.

Produk bersertifikat meliputi ikan utuh segar dan fillet ikan, serta bakso ikan, makanan ringan, dan produk siap makan yang dibuat dari spesies budidaya terbaik yang diproduksi di Kaohsiung, seperti kerapu, nila, bass laut, bandeng, dan tuna.

Pemerintah Taiwan juga membantu Soon Yi Sushi Kaohsiung Main Store dalam membuat menu halal dengan 50 item termasuk sashimi, sushi, hand roll dan donburi.

Selain itu, untuk menciptakan lingkungan yang ramah Muslim, Soon Yi Sushi juga menata ulang komponen hardware / software di restoran dan memisahkan area untuk tamu Muslim dengan baik guna memenuhi sertifikasi halal.

Hal tersebut mencerminkan keragaman pedoman bersertifikat halal yang diberikan oleh pemerintah kota. Setelah lulus sertifikasi, beberapa bisnis sudah mulai menerima pesanan dari distributor, dan Biro Kelautan juga aktif mempromosikan peluang bisnis yang sesuai dengan industri pariwisata, supermarket, toko serba ada, dan platform e-commerce.

Ma Hsiao-chi, Konsultan Utama dari Otoritas Sertifikasi Halal INHART Taiwan menyatakan bahwa karena pandemi, sangat sulit bagi bisnis untuk berpartisipasi dalam program ini dan mendapatkan sertifikasi.

Untuk mematuhi langkah-langkah pencegahan epidemi, kursus diselesaikan melalui pendidikan jarak jauh. Selain mendapatkan sertifikat pelatihan personel halal, bisnis juga perlu menerima dua hingga tiga sesi konseling di tempat untuk menyelesaikan portofolio halal dan perbaikan di tempat.

Setelah panitia International Islamic University Malaysia menyelesaikan serangkaian proses termasuk mereview dokumen lamaran dan bahan produk ikan, panitia akan menerbitkan sertifikat dan nomor sertifikasi halal produk. Ke depannya, produk bersertifikat ini akan memiliki lebih banyak peluang untuk menembus pasar halal.

Selain itu, untuk mempromosikan dan memperkenalkan produk halal kepada komunitas Taiwan, Biro Kelautan mengadakan acara promosi di Taipei Hope Square untuk menjual produk bersertifikat Halal.

Melalui acara on-site, masyarakat lebih mengetahui tentang sertifikasi halal dan memahami keterkaitan antara produk halal dan keamanan pangan.

 

Gelar Temu Investor, Dorong Investasi Arab Saudi

this formate

JEDDAH, bisniswisata.co.id: Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah mengundang 15 pengusaha dan investor dari berbagai daerah di Arab Saudi untuk menghadiri pertemuan secara virtual dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) dari Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat dan Jambi.

Kegiatan dikemas dalam Temu Investor diinisiasi Tim Promosi Ekonomi dan Perdagangan (Prometer) KJRI Jeddah ini, dapat mendorong masuknya investasi lebih besar dari Arab Saudi ke tiga provinsi tersebut.

“Saya melihat potensi investasi Arab Saudi di luar negeri sangat besar. Mereka mempunyai dana yang luar biasa besar. Nah, ini yang harus kita gunakan untuk kepentingan pembangunan di Indonesia,” kata Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Eko Hartono.

Temu investor bertujuan untuk meningkatkan kerja sama investasi antara Indonesia dan Arab Saudi, oleh karena itu, imbuh Konjen, arus investasi Arab Saudi ke Indonesia harus terus didorong mengingat Arab Saudi dengan kekuatan ekonominya, nilai investasinya di Indonesia masih tergolong kecil.

proyek-di tiga-provinsi-untuk-investor-arabsaudiSampai saat ini nilai investasi dari Arab Saudi US$ 5 juta, suatu jumlah yang sangat kecil dan harus diperjuangkan untuk ditingkatkan,” lanjut Konjen Eko Hartono.

Berbagai proyek yang siap menerima penanaman modal asing (PMA) atau foreign direct investment (FDI) ditawarkan oleh Dinas PMPTSP di tiga Provinsi tersebut melalui presentasi singkat. Proyek-proyek, antara lain, pengembangan infrastruktur transportasi, sektor pariwisata, perhotelan, pendidikan, kesehatan dan agrobisnis, manufaktur, dan pendirian pabrik pengolahan produk berbahan dasar kelapa sawit.

Disampaikan pula dalam pertemuan tersebut sektor yang terbuka dan tertutup bagi PMA, kebijakan berinvestasi di Indonesia, fasilitas dan kemudahan bagi investor asing, nilai penyertaan modal asing di berbagai sektor, jaminan keamanan dan kenyamanan berinvestasi di Indonesia, skema kemitraan dan penyelesaian sengketa.

Di akhir pertemuan, Konjen RI Jeddah mengusulkan agar ada tindak lanjut dari pertemuan tersebut guna membahas secara detail dan teknis bidang-bidang yang diminati oleh para calon investor.

Kegiatan Temu Investor ini dipandu oleh Pelaksana Fungsi Ekonomi-1, Windratmo, dengan narasumber Kepala Dinas PMPTSP Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat dan Jambi, serta Iwan Ungsi selaku Direktur Indonesian Investement Promotion Center yang berkantor di Abu Dhabi.

Ke depan, KJRI Jeddah mengharapkan adanya show of interest dari para pengusaha terhadap proyek-proyek yang ditawarkan. *

Bagaimana Cara Mengetahui Apakah Alat Make-Up Saya Halal?

this formate

CEDAR RAPIDS, Iowa, bisniswisata.co.id: Produk kesehatan dan kecantikan halal mengacu pada produk yang dibuat, diproduksi, dan terdiri dari bahan-bahan yang “diperbolehkan” menurut hukum Islam.

Seiring pertumbuhan populasi Muslim, semakin banyak orang mencari alternatif halal untuk kosmetik umum dan produk kebersihan pribadi.  

Dengan pasar kosmetik Halal mendapatkan daya tarik secara global, banyak konsumen kecantikan yang telah lama diabaikan akhirnya dapat dengan mudah mengikuti pilihan gaya hidup mereka.

Mencari logo Halal pada kemasan produk merupakan langkah awal untuk mengetahui status halal kosmetik dan barang kesehatan dan kecantikan apa saja. 

Kosmetika, salah satu sektor Halal Industry kini menjadi bisnis besar. Islamic Services of America (ISA) dapat membantu konsumen membedakan produk yang diizinkan dan menbantu kalangan bisnis, mendapatkan sertifikasi Halal dalam hal ini.

Namun, jika Anda ingin memahami seluk-beluk bahan-bahannya, berikut ini yang harus dihindari:

Merah tua

Pigmen merah yang berasal dari Cochineal (kumbang yang dihancurkan)

Keratin

Bahan yang populer dalam perawatan rambut, tetapi itu adalah protein alami yang sering kali berasal dari hewan

Asam Oleat, alkohol Lanolin dan gelatin

Ketiga bahan tersebut berasal dari materi hewani. Lemak hewani.Gliserin sering diperoleh dari lemak babi (yang haram), seperti asam stearat

Kesehatan dan Kecantikan

Pewarna rambut, lipstik, eye shadow, lotion, sampo, gel, deodoran dan produk bayi dapat mengandung bahan yang berasal dari hewan. 

Ini termasuk berbagai lemak, kolagen, darah, dan produk sampingan darah.  Islamic Services of America memperoleh daftar bahan dari produsen dan menyelidiki sumber dan metode produksinya.

Kini semakin banyak konsumen Muslim yang mencari informasi tentang bahan-bahan dalam berbagai produk.  Produsen produk kesehatan dan kecantikan bisa mendapatkan keuntungan dari sertifikasi Halal, karena memastikan pelanggan mereka bahwa bahan yang dilarang tidak digunakan dalam produk mereka.

Hal Ini sangat memperluas pasar baik domestik maupun internasional.  Oleh karena itu, pemberi sertifikat Halal yang berpengalaman seperti ISA dapat menjadi aset bagi konsumen dan produsen / produsen kecantikan halal.

Menparekraf Optimistis Desa Wisata Jadi ‘Pandemic Winner’ bagi Kebangkitan Parekraf

this formate

UNGARAN, bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, optimistis desa wisata akan menjadi pandemic winner seiring dengan perubahan tren wisata pascapandemi.

“Pascapandemi wisatawan akan memilih destinasi yang mengedepankan rasa aman, nyaman, bersih, sehat dan seiring keberlanjutan lingkungan.Desa wisatalah tempatnya dan Kemenparekraf sudah tetapkan sebagai program unggulan di tengah pandemi,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Desa wisata sebagai program yang membangkitkan semangat dalam kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, langsung menyentuh ekonomi masyarakat.

Program ini dapat menjadi bukti yang jelas bahwa parekraf siap untuk bangkit kembali, ujarnya saat melakukan peninjauan lapangan ke Desa Wisata Lerep, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (1/4/2021).

Menurut dia segmentasi pariwisata ke depan akan lebih kepada personalize, customize. localize, dan smaller in size, Personalized, dimana wisatawan akan lebih memilih jenis pariwisata pribadi atau hanya dalam lingkup keluarga. Kemudian customize dimana para traveler akan berwisata dengan pilihan minat khusus seperti wisata berbasis alam.

Localize yakni wisatawan akan lebih memilih destinasi yang jaraknya tidak terlalu jauh. Sementara smaller in size adalah pariwisata dengan jumlah pengunjung di setiap destinasi wisata yang tidak terlalu masif. Semua konsep tersebut dikatakan Sandiaga sangat cocok dan dapat diterapkan di desa wisata.

“Saya yakin pascapandemi kunjungan ke desa wisata akan meningkat. Dimana wisatawan akan lebih memilih destinasi ke tempat terbuka, dan salah satunya adalah desa wisata,” kata Sandiaga.

Untuk itu ia mendorong agar masyarakat dalam hal ini pengelola desa wisata untuk terus mempersiapkan diri dalam meningkatkan kapasitas terutama dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

Desa wisata Lerep diyakini menjadi tujuan wisata favorit pascapandemi. ( Foto: Kemenparekraf).

Desa Wisata Lerep dikatakannya dapat menjadi contoh dalam pengembangan konsep tersebut ke depan. Desa Wisata Lerep sendiri selama ini telah menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan. Bahkan desa wisata yang berada di Kecamatan Ungaran Barat ini telah tersertifikasi sebagai desa wisata berkelanjutan oleh Kemenparekraf.

Salah satu daya tarik unggulan dari desa wisata ini adalah pasar kuliner zaman dulu atau “jadul” yang menghadirkan makanan khas lokal. Selain itu juga tradisi tahunan seperti Iriban yang selalu menyedot minat wisatawan.

“Kemenparekraf akan terus memberikan pendampingan, seperti peningkatan kapasitas SDM termasuk pendampingan dalam menciptakan paket wisata dengan menghadirkan travel pattern yang akan memberikan pengalaman lebih bagi wisatawan serta meningkatkan lama tinggal,” kata dia.

“Termasuk pendekatan big data dengan penggunaan media sosial untuk menangkap minat dari masyarakat dalam melakukan perjalanan wisata,” kata Sandiaga.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan pihaknya mendukung Kemenparekraf untuk menjadikan pengembangan desa wisata sebagai salah satu program utama.

Salah satunya dengan peningkatan aksesibilitas agar wisatawan dapat lebih menjangkau desa-desa wisata. Dia pun berharap pengelola desa wisata dapat melakukan adaptasi di era adaptasi kebiasaan baru.

“Kalaupun dibuka (menerima wisatawan), bisa dibuat terbatas dulu dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat dan pihak terkait lainnya,” kata Ganjar Pranowo.

 

Islamic Services of America (ISA) Lakukan Literasi & Sertifikasi Halal Industry

this formate

CEDAR RAPIDS, Iowa, bisniswisata.co.id: Sertifikasi halal dan layanan audit telah menjadikan Islamic Services of America (ISA) sebagai simbol integritas Halal yang diakui secara global.

Di lansir dari isahalal.com, organisasi ini adalah badan Sertifikasi Halal terkemuka di Amerika Serikat dan Amerika Utara, yang diakui secara internasional di setiap sektor industri Halal termasuk daging dan unggas, penyembelihan, dan layanan produksi.

Pendidikan halal, review proses dan prosedur sertifikasi, menjawab pertanyaan sederhana seperti “Apa itu Halal?”  untuk pertanyaan yang lebih kompleks tentang aditif, pengawet, perasa, dan pewarna adalah bagian sehari-hari dari apa yang kami lakukan di Islamic Services of America. 

ISA menjunjung tinggi standar sertifikasi Halal, protokol, aturan dan regulasi yang dipantau dan / atau ditegakkan oleh otoritas pengatur Halal internasional dan merupakan anggota pendiri Dewan Makanan Halal Dunia.

Analisis terperinci dan kualifikasi semua produk dan bahan-bahannya, serta pemeriksaan fasilitas manufaktur adalah bagian dari proses sertifikasi Halal yang membantu memastikan produk memenuhi syarat Halal dan layak untuk konsumsi Muslim sesuai dengan hukum Islam.

Apa yang kita lakukan? ISA memainkan peran besar dalam industri Halal baik sebagai pendidik dan pemberi sertifikasi. ISA bermitra dengan perusahaan yang berspesialisasi dalam produksi semua produk yang dapat dikonsumsi dan tidak dapat dikonsumsi dan mensertifikasi produk yang terbukti memenuhi persyaratan Halal.

Kategori produk Halal ISA meliputi: Daging unggas,Toko Roti dan Pengolahan Makanan, Susu, Keju, Es Krim, Sayuran dan buah-buahan, Rasa dan Bahan, Kesehatan dan Kecantikan, Non bahan habis pakai seperti Kemasan, Pelumas, Mineral, Filter, Minyak dan Agen Memasak,  Farmasi, Vitamin, dan Suplemen Makanan.

Apakah kategori ini mencakup jenis bisnis Anda?  Jika tidak, dan Anda ingin mendapatkan sertifikasi Halal maka anggota tim ISA yang berkualifikasi akan memandu melalui prosesnya, dan mendidik Anda tentang dasar-dasar Halal.

Intinya, Islamic Services of America berfungsi sebagai pusat informasi tentang produk, prosedur, dan praktik Halal untuk konsumen dan bisnis.

Para profesional ISA tidak hanya menjawab pertanyaan harian melalui email dan telepon, kami menghadiri dan berbicara di konferensi, mengunjungi dan pameran di pameran dagang industri makanan tertentu dan mengadakan program pelatihan dan seminar. ISA dengan senang hati menawarkan layanan pelanggan yang tak tertandingi dan menjadi layanan penuh sertifikasi Halal Anda.

Industri Yang Kami Layani

 Di ISA, keaslian dan kepatuhan Halal berjalan seiring untuk menyediakan bisnis dengan sertifikasi Halal yang andal dan diakui dunia.  Kami melayani:

Penyembelihan Muslim – proses penyembelihan harus dilakukan oleh seorang Muslim yang berakal sehat dan yang memiliki niat eksplisit untuk melakukan penyembelihan.  Orang yang melakukan pembantaian dengan jelas diinstruksikan dalam Islam untuk “Menyembelih dengan belas kasihan dan menyembelih dengan cepat.”

 Di ISA, kami hanya menerima penyembelih Muslim yang mampu untuk melanjutkan proses sertifikasi Halal kami.  Kami mengambil pendekatan garis keras yang berkomitmen dan tidak berkompromi.  Pada akhirnya, kami memahami pertanggungjawaban kami kepada Allah SWT, pencipta kami.

Orang yang menyembelih harus memiliki niat untuk melakukan penyembelihan dan kemudian harus melafalkan “Tasmia” yang biasanya adalah “Bismillah dan Allahu Akbar” atau “Dengan nama Allah dan Allah Yang Maha Besar”.  Ini harus dilakukan dengan suara keras selama penyembelihan.

ISA hanya menerima metode Halal yang mengikuti Syariah dalam bentuknya yang paling murni.  Penting bagi umat Islam untuk mengetahui perbedaannya.  Ketika kami mengatakan itu halal maka hal itu berdasarkan pemahaman Islam tentang apa yang ada di balik daging.  

Artinya tidak ada toleransi terhadap penyimpangan dalam bentuk “Tasmia” dengan alat perekam, telepon, atau dengan berkeliling fasilitas pengolahan.

Daging unggas

 Islamic Services of America memastikan bahwa metode penyembelihan halal, menurut Hukum Syariah, digunakan selama penyembelihan daging sapi dan unggas di bawah pengawasan standar USDA.

 Di Islamic Services of America (ISA), kami bangga menjadi Penyertifikasi Halal AS tertua dan paling terkenal di dunia.  Selama lebih dari 40 tahun, kami telah menerapkan standar paling ketat untuk memastikan bahwa makanan, farmasi, kesehatan dan kecantikan, bahan dan produk lainnya tidak diragukan lagi sesuai dengan Syariah.  Ini telah membuat kami mendapat kepercayaan dari Muslim di Timur Tengah, Asia Tenggara, Amerika Utara dan sekitarnya.

Sehubungan dengan Proses Halal, mari kita ambil contoh produk halal yang paling terkenal dan banyak dicari yaitu daging.  Setiap daging yang memiliki tanda Halal harus memenuhi beberapa prinsip dasar ;

Kesejahteraan Hewan – ini telah menjadi bagian dari Islam jauh sebelum aktivis hak-hak hewan mulai melobi metode penyembelihan yang manusiawi.  Dalam Islam, peternak diinstruksikan untuk memberi makan hewan dengan makanan yang benar dan memperlakukan mereka secara manusiawi.  Kami tidak menyembelih sapi ‘pemeliharaan kandang’.  Sapi kadang-kadang harus bisa merumput di padang rumput.

Sebelum kita menyembelih hewan / burung secara Halal kita harus ingat:

1.Belas kasih harus dipraktekkan dari awal sampai akhir

 2.Pisau harus diasah agar hewan tersebut tidak merasakan sakit yang berkepanjangan

 3.Penyembelihan tidak bisa dilakukan di depan hewan lain

4.Tasmia harus dibacakan