FOKBI dan Kiprah Global, Dari Poco-Poco hingga Ikan Nae di Pante

this formate

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa bersama Sapta Nirwandar, Ketua FOKBI dan para pengurus yang baru dilantik. 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ketua Umum terpilih Federasi Olahraga Kreasi Budaya
Indonesia (FOKBI) Dr. Sapta Nirwandar SE., DESS melantik Dewan Pimpinan Pusat
FOKBI masa bakti 2024 – 2029. Wakil Ketua Umum dijabat oleh Dr Lily Greta
Karmel, MA dan Sekretaris, Dr dr Ria Maria Theresa SpKJ.

Pelantikan dilaksanakan di Balairung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta. Hadir dalam pelantikan ini, Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa dan perwakilan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), perwakilan FOKBI dari berbagai provinsi, KORMI Nasional, serta organisasi olahraga masyarakat lainnya.

Sapta Nirwandar, Ketua Umum FOKBI,, menegaskan bahwa dalam lima tahun ke depan menargetkan penguatan organisasi dengan memperluas jangkauan ke tingkat daerah dan internasional. FOKBI juga memiliki visi besar sebagai pusat pengembangan olahraga berbasis budaya Indonesia yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing global.

Untuk mewujudkan visi tersebut, FOKBI akan menjalankan empat misi utama, yaitu:
*Melestarikan olahraga berbasis budaya sebagai bagian dari identitas nasional.
*Meningkatkan partisipasi masyarakat melalui inovasi dan digitalisasi.
*Membangun ekosistem olahraga budaya yang berkelanjutan secara ekonomi.
*Mempromosikan olahraga budaya Indonesia ke kancah internasional.

Salah satu program unggulan adalah pengembangan senam Kebugaran berbasis budaya lokal, yang diharapkan dapat Meningkatkan Kebugaran masyarakat untuk menekan biaya pengobatan BPJS melalui Preventif dan Promotif guna mendukung Program Indonesia Emas dan Indonesia Bugar 2045 dan diterima secara luas di dalam negeri maupun regional.

“Kami ingin menjadikan olahraga berbasis budaya sebagai bagian dari gaya hidup
masyarakat modern. Oleh karena itu, kami akan mengandalkan kekuatan komunitas,
media sosial, dan penggiat olahraga untuk menyebarluaskan berbagai kegiatan
FOKBI,” ujar Sapta Nirwandar.

Ketua FOKBI, Sapta Nirwandar

Dr. dr Ria Maria Theresa SpKJ, Sekjen FOKBI menjelaskan, aktivitas menari yang dipadukan dengan senam diiringi lagu tradisional dapat berdampak pada kesehatan, termasuk menurunkan berat badan. “Harus dilakukan dengan intens 30 menit, dilakukan tiga kali dalam seminggu dan berlangsung selama 12 minggu maka berat badan akan turun dan bugar,” ujar Ria.

Syaratnya, gerakan harus dilakukan melibatkan kekuatan, bukan hanya memenuhi aspek estetika. Sebanyak enam versi Poco-Poco kini sudah bisa disertifikasi di antaranya, untuk kalangan anak-anak, generasi muda, serta lansia, tambahnya.

Poco-poco dan turunannya tidak kalah dengan senam import seperti zumba, pilates, aerobik dan lainnya. Sesuai namanya sebagai Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia maka FOKBI akan tetus berkreasi dengan senam dari gerakan Pencsk Silat yang menjadi salah satu warisan budaya Indonesia.

Sapta dengan serius menambahkan bahwa
penyebaran senam Poco-poco dan turunannya jika dipraktekan di semua lini masyarakat sehingga bisa membantu pemerintah menekan biaya yang dikekuarkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS ) karena FOKBI membuat senam yang mengedepankan kebugaran dan kesehatan sehingga anggotanya memiliki kesehatan prima.

Salah satu kegiatan terbesar yang akan dilaksanakan FOKBI adalah Drama Musikal Poco-Poco. Drama Musikal Poco-Poco akan menjadi sebuah pertunjukan spektakuler yang menggabungkan elemen seni, budaya, dan olahraga dalam satu panggung megah.

“Acara ini akan melibatkan Dwiki Dharmawan Orchestra, yang akan mengaransemen
musik dengan sentuhan modern namun tetap mempertahankan keaslian budaya
Indonesia. Selain Drama Musikal Poco-Poco, melanjutkan kesuksesan tahun sebelumnya,
FOKBI kembali mengadakan Pemilihan Duta Poco-Poco,” jelasnya.

Acara ini bertujuan untuk mencari individu yang tidak hanya mahir dalam menari Poco-Poco, tetapi juga memiliki semangat untuk mempromosikan budaya Indonesia di kancah internasional.

Tahun 2023, FOKBI telah sukses selenggarakan Lomba Duta Poco-Poco Indonesia Goes To USA. Pemenang berangkat ke Anerika Serikat promosikan Olahraga Berbasis Budaya Indonesia agar Go Internasional

FOKBI, yang didirikan pada tahun 2016, berada di bawah naungan Komite Olahraga
Masyarakat Indonesia (KORMI) dan telah mencetak berbagai prestasi di bidang
olahraga berbasis budaya.

Salah satu pencapaian terbesar FOKBI adalah pemecahan rekor dunia Guinness World Records untuk “The Largest Poco-Poco Dance” pada tahun 2018, di mana 65.000 orang menari Poco-Poco secara serentak di Jakarta.

Selain Poco-Poco, FOKBI kini tengah mempromosikan senam berbasis
budaya dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikenal dengan “Ikan Nae di Pante”.
Senam ini dikemas dengan gerakan sederhana yang mudah diikuti, diiringi musik
yang ceria dan menyenangkan.

Lagu “Ikan Nae di Pante” sendiri telah viral di berbagai platform digital, menjadikannya potensi besar untuk dikenalkan lebih luas
sebagai bagian dari olahraga masyarakat. “ “Senam diiringi lagu tersebut jumlah pengunjungnya juga mencapai lebih dari 10 juta penonton,” jelas Sapta.

Senam Ikan Nae Dipante

Tekadnya untuk mengandalkan kekuatan komunitas, media sosial, dan penggiat olahraga untuk menyebarluaskan berbagai kegiatan sudah menampakkan hasil. Oleh karena itu peranan FOKBI di daerah untuk mandiri dalam hal membuat event sangat di harapkan.

Sapta yang menjadi Wakil Menteri Pariwisata Kabinet Indonesia Bersatu II, periode 2011– 2014 ini menambahkan meski adanya pemotongan anggaran pemerintah, tahun ini, FOKBI tetap akan mengadakan berbagai kegiatan besar sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan olahraga berbasis budaya.

Dukungan Pemerintah dan Harapan ke Depan

Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa dalam sambutannya menyampaikan
optimisme terhadap kepengurusan baru FOKBI. Menurutnya, dengan dukungan dari
berbagai pihak, FOKBI dapat menjadi jembatan bagi promosi budaya Indonesia
melalui olahraga, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.

“Kita memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, dan olahraga adalah salah satu cara
terbaik untuk mempromosikannya ke dunia. Saya yakin, di bawah kepemimpinan
Sapta Nirwandar, FOKBI akan semakin berkembang dan membawa
kebanggaan bagi bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Menurut dia, dengan kepengurusan yang solid dan program yang terstruktur, FOKBI diharapkan dapat terus melahirkan inovasi
dalam olahraga berbasis budaya dan membawa nama Indonesia lebih dikenal di
tingkat global.

Ni Luh Puspa mengingatkan bahwa kekayaan budaya memainkan peran penting dalam menarik wisatawan ke Pulau Dewata.
Keberagaman seni, tradisi, dan upacara keagamaan yang masih dilestarikan dengan baik semakin memperkaya daya tarik sebagai destinasi wisata unggulan. Begitu pula dengan daerah-daerah lainnya yang memiliki keberagaman budaya

Pariwisata yang memberikan dampak luas terhadap kesejahteraan masyarakat dengan tetap menjaga nilai-nilai keberagaman juga budaya serta kearifan lokal. “Hal ini juga selaras dengan misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, pemerataan pembangunan, serta pelestarian alam dan budaya,” ujarnya.

Saat ini (tahun 2025) Kementerian Pariwisata ditargetkan bisa mencapai (kunjungan wisman) sekitar 14 juta sampai 16 juta wisatawan mancanegara. Kemenpar bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus berbenah mengembangkan daya tarik pariwisata Indonesia termasuk penyelenggaraan event.

“ Kita harus optimistis target kunjungan wisman tercapai dan turunkan egoisme sektoral. Kita harus kolaborasi, tidak bisa bekerja sendiri karena itu komunitas dan kalangan swasta juga harus berkolaborasi,” tuturnya.

Pihaknya berharap FOKBI rajin bikin event sehingga pergerakan wisatawan nusantara juga akan naik. Dia mengakui event menjadi motor penggerak pergerakan wisatawan baik domestik maupun asing karena itu untuk tahun 2025 ini

Konferensi Meet the Experts 2025 dari eHub Akan Bawa Perhotelan dan Real estat Vietnam ke Garis Depan

this formate

HANOI, bisniswisata.co.id: Sebagai wujud komitmen jangka panjang WeHub terhadap pertumbuhan industri, acara yang sangat dinantikan ini akan diadakan di Landmark 81, Autograph Collection Hotel.

MTE HCMC 2025 akan mengundang lebih dari 50 pembicara internasional dan lebih dari 800 pemimpin industri senior, perwakilan dari pengembang real estat, pemilik hotel, arsitek, konsultan desain, konsultan proyek, operator hotel, manajer umum hotel, dan pakar industri.

Konferensi ini merupakan tempat yang ideal bagi investor asing untuk terhubung dengan pengembang dan pemilik hotel lokal, sambil terus mengikuti perkembangan pasar melalui sesi-sesi informatif.

Kembali tepat waktu

MTE HCMC 2025 hadir setelah tahun yang sangat positif bagi pasar perhotelan di Vietnam yang melonjak berkat bangkitnya kembali kedatangan wisatawan dan pertumbuhan yang kuat dalam jumlah wisatawan asing.

Dengan demikian, pasar perhotelan Vietnam kini siap untuk perbaikan lebih lanjut, pengembangan baru, investasi, dan peningkatan yang menarik.

Industri ini telah pulih sepenuhnya, dan investasi diharapkan mengalir lagi ke destinasi kota dan pesisir, dengan meningkatnya minat dari investor asing.

Tahun 2024 juga menandai masa transisi bagi industri real estat Vietnam, mengingat bagaimana perubahan legislatif utama muncul sebagai faktor penting yang membentuk lintasan masa depan sektor ini dan membangun fondasi untuk peningkatan kepercayaan pasar.

Peningkatan minat terhadap real estat, sentimen investor yang meningkat, dan lingkungan ekonomi yang lebih stabil mendorong momentum positif ini.

Apa saja yang akan dibahas tahun ini?

Pendiri WeHub Mauro Gasparotti mengatakan MTE bertujuan untuk memperkuat hubungan di antara pelaku perhotelan dan real estat, menciptakan peluang kolaborasi, dan memberikan wawasan berharga kepada pengembang, pemilik hotel, dan mitra industri.

“Memberdayakan mereka untuk meraih peluang dan mempersiapkan siklus baru di pasar real estat dan perhotelan.” kata
Mauro Gasparotti.

Dengan mengingat hal ini, program konferensi mencakup presentasi dan diskusi panel tentang berbagai topik, termasuk pembaruan pasar domestik dan regional; Real Estat Vietnam: Investasi & Pengembangan, Risiko & Peluang; dan Lanskap Perhotelan Vietnam.

Pembicara acara akan berbagi perspektif mereka tentang kesehatan, keberlanjutan dan penerapan praktisnya, segmen ultra-mewah, serta teknologi terkini yang membentuk masa depan perhotelan dan real estat, antara lain.

Tahun ini siapa saja yang akan tampil ?

Pembicara di acara tersebut meliputi:
• Prospek Hotel Global & Lokal (Jesper Palmqvist – Wakil Presiden Regional, STR)
• Meraih Keuntungan dalam Real Estat: Apakah Akhirnya Menjadi Lebih Mudah di Vietnam? (Hieu Do, CFA – CEO, VinaLiving)
• Lanskap Perhotelan & Peluang Investasi Asia (Mauro Gasparotti – Direktur, Savills Hotels & Pendiri, WeHub).

• Evolusi Resor Mewah Serbaguna: Studi Kasus di Anantara Layan Phuket Resort, Branded Residences & Wellness (Yasin Munshi – Wakil Presiden Pengembangan – APAC, Minor Hotels)
• Diskusi Panel tentang Pasar Perhotelan Vietnam: Apa yang Terjadi di Luar Sana? • Branded Residences & Ultra-Luxury: A Buyer’s Viewpoint (Otto Twist – Southeast Asia Residential Director, Savills Singapore).

• Transforming resorts into All-Inclusive: Facilities & F&B, Capturing Revenues & Guest Experiences (Pep Vich – Msc Arch – Founding Partner, CMV Architects)
• The Rise Of Wellness Real Estate In Vietnam: A Focus On Healthy Living (Khanh Nguyen – Head Of Vietnam Commercial, Gamuda Land).

• Vietnam Residential Market: 2025 Trends & Buyer Preferences (Duong Bach – Country Manager, PropertyGuru Vietnam)
• CEO Panel – Investment & Development: Navigating Regional Markets & Vietnam’s Prospects

Di luar sesi utama konferensi, MTE HCMC 2025 juga akan menampilkan ruang pengalaman yang memamerkan teknologi hotel, sesi jaringan HoSkar Night, makanan dan minuman, serta aktivitas lain di acara tersebut. hari kedua pada tanggal 19 Maret.

Pengalaman ini akan memungkinkan peserta untuk mendapatkan wawasan dari contoh-contoh praktis, menjalin hubungan yang berharga, dan mengeksplorasi potensi kolaborasi.

Dengan mengingat semua ini,penyelenggara acara berusaha untuk menciptakan pengalaman yang mendalam dan menarik yang akan membuat peserta merasa terinspirasi dan berdaya untuk bisnis mereka di masa mendatang.

Pembukaan NZICC pada tahun 2026: Pengubah Permainan bagi Industri Acara Bisnis Selandia Baru

this formate

AUCKLAND, NZ, bisniswisata.co.id: Industri Acara Bisnis Aotearoa (BEIA) menyambut baik berita tentang pembukaan New Zealand International Convention Centre (NZICC) yang telah dikonfirmasi pada bulan Februari 2026.

Kehadirannya akan meningkatkan industri acara bisnis Selandia Baru, konektivitas internasional, dan pertumbuhan ekonomi dengan infrastruktur kelas dunia.

Kepala Eksekutif BEIA, Lisa Hopkins mengatakan industri senang memiliki jadwal pembukaan yang dikonfirmasi setelah banyak antisipasi.

“Tidak mungkin untuk tidak memikirkan sejarah tempat ini. Ketika pertama kali dirancang, harapan untuk apa yang akan diberikannya sangat besar. Rintangan yang kami hadapi sangat menyayat hati, tidak hanya bagi industri ini, tetapi juga bagi tim NZICC yang telah berdedikasi tinggi.”

“Sekarang, alih-alih melihat ke belakang, kami dapat dengan yakin, melihat ke depan, dan sungguh luar biasa memiliki kepastian bahwa tahun depan kami akan menyambut era baru bagi Tāmaki Makaurau dan Selandia Baru di panggung internasional,” kata Lisa Hopkins.

NZICC akan menjadi pusat konvensi terbesar di Aotearoa yang terletak di jantung Tāmaki Makaurau Auckland. Bersama dengan Pusat Konvensi Te Pae Christchurch dan Pusat Konvensi dan Pameran Tākina di Wellington. NZICC melengkapi tiga serangkai investasi Selandia Baru dalam infrastruktur yang dibangun khusus untuk acara bisnis.

”Industri acara bisnis bernilai NZD2,8 triliun secara global dan potensi sektor ini untuk berkontribusi pada tujuan pertumbuhan, lapangan kerja, pengetahuan, dan koneksi bisnis Selandia Baru, serta pariwisata dan perhotelan sangat besar.

“Kami sudah melihat ke depan pada MEETINGS’ 2026, yang akan menjadi peringatan 30 tahun acara penting ini pada bulan Juni 2026, dan NZICC adalah tempat kami akan merayakan tonggak sejarah ini,” katanya.

“Meskipun memakan waktu lebih lama dari yang diantisipasi, penantian ini akan sepadan, dan mendukung masa depan Selandia Baru dan Auckland sebagai pusat acara bisnis global.

“Dengan infrastruktur baru berkelas dunia, konektivitas internasional yang meningkat, dan beragam penawaran regional, posisi Selandia Baru sebagai tujuan aspiratif untuk acara bisnis – konferensi, rapat perusahaan, pameran dagang, dan perjalanan insentif, tidak pernah terlihat lebih cerah.

“Acara bisnis adalah permainan jangka panjang, dan bukan hal yang aneh bagi konferensi internasional besar untuk dipesan empat hingga enam tahun sebelumnya,” kata Hopkins,

“Sekarang, dengan kepastian ini, jalur bisnis yang panjang untuk fasilitas baru andalan Selandia Baru akan semakin panjang dan itu menandakan berita bagus bukan hanya untuk sektor tersebut, tetapi juga negara secara keseluruhan,” kata Hopkins.

Tourism Malaysia Luncurkan Kampanye Visit Malaysia 2026 di India

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Tourism Malaysia telah meluncurkan kampanye Visit Malaysia 2026 (VM2026) di India bersama dengan target 1,6 juta kedatangan wisatawan India. Serangkaian inisiatif perdagangan perjalanan strategis akan mendukung ambisi kampanyenya.

Dilansir dari ttgasia.com, NTO telah terlibat aktif dengan industri perdagangan perjalanan India. Awal tahun ini, Tourism Malaysia berpartisipasi dalam pameran dagang perjalanan OTM 2025 di Mumbai, dan memimpin misi penjualan di kota-kota utama India Selatan termasuk Hyderabad, Bengaluru, dan Kochi.

Melanjutkan keterlibatannya, Tourism Malaysia bergabung dengan SATTE 2025 di New Delhi pada 19 hingga 21 Februari lalu.
Ahmad Johanif Mohd Ali, Direktur Tourism Malaysia New Delhi, mengatakan kepada TTG Asia bahwa kehadiran NTO di SATTE 2025 akan “menciptakan kesadaran tentang VM2026”.

“Terlepas dari upaya pemasaran massal kami, kami akan berfokus pada segmen khusus seperti wisata golf, pernikahan, dan MICE untuk memenuhi target kami yaitu 1,6 juta kedatangan wisatawan India pada tahun 2026,” tambahnya.

Untuk menarik penggemar golf, Tourism Malaysia akan menyelenggarakan serangkaian acara yang berfokus pada wisata golf di lima kota di India mulai Maret hingga Desember 2025. Pasar utama seperti New Delhi dan Kolkata telah diidentifikasi untuk acara ini.

Ahmad Johanif juga menyampaikan bahwa promosi bersama dengan agen perjalanan yang berbasis di India akan diperkenalkan untuk mempromosikan Malaysia sebagai tujuan golf dan pernikahan.

Para pelaku industri melihat potensi yang kuat di Malaysia untuk pernikahan India, tetapi mendesak langkah-langkah tambahan untuk meningkatkan keunggulan kompetitifnya terhadap destinasi-destinasi dominan seperti Thailand, Turki, UEA, Bali, dan Mauritius.

Rachit Jain, direktur perusahaan manajemen acara Rashi Entertainment, menyarankan langkah-langkah seperti layanan imigrasi jalur cepat untuk kelompok-kelompok pernikahan serta pengecualian pajak dan skema insentif untuk agen-agen pernikahan.

Seiring dengan upaya Tourism Malaysia untuk terus mendekati wisatawan India, serangkaian perjalanan keluarga untuk agen-agen perjalanan dan perwakilan media India akan disediakan melalui kerja sama dengan maskapai penerbangan seperti IndiGo dan Air India.

Trip.com Group Laporkan Peningkatan Pemesanan Melalui Platform Internasional Lebih dari 70% pada Q4 Tahun Lalu

this formate

Pemesanan perjalanan masuk melonjak lebih dari 100% dari tahun ke tahun.

SHANGHAI, bisniswisata.co.id: Trip.com Group melaporkan laba bersih sebesar RMB12,7 miliar (USD1,7 miliar) untuk kuartal keempat tahun 2024, yang menunjukkan pertumbuhan tahun ke tahun sebesar 23%.

Laba bersih untuk kuartal keempat adalah RMB2,2 miliar (USD300 juta), dibandingkan dengan RMB1,3 miliar (USD179 juta) untuk periode yang sama pada tahun 2023.

Bisnis internasional mengalami pertumbuhan yang kuat di semua segmen pada kuartal keempat tahun 2024:

* Pemesanan tiket pesawat dan hotel keluar negeri telah pulih hingga lebih dari 120% dari level sebelum COVID untuk periode yang sama pada tahun 2019.

* Pemesanan tiket pesawat dan hotel pada platform OTA internasional meningkat lebih dari 70% dari tahun ke tahun.

* Pemesanan perjalanan masuk melonjak lebih dari 100% dari tahun ke tahun.

Sepanjang tahun 2024, laba bersih mencapai RMB53,3 miliar (USD7,3 miliar), meningkat 20% dari tahun 2023. Laba bersih mencapai RMB17,2 miliar (USD2,4 miliar), dibandingkan dengan RMB10,0 miliar (USD1,38 miliar) pada tahun 2023.

“Kami mencapai hasil yang solid di seluruh segmen pasar selama setahun terakhir,” kata Jane Sun, Chief Executive Officer.

Dengan prospek pasar yang menjanjikan, kami berada pada posisi yang tepat untuk memberikan layanan perjalanan yang luar biasa secara global.

“p Kami yakin akan kemampuan kami untuk menciptakan nilai bagi pengguna dan meraih kesuksesan dengan mitra bisnis melalui inisiatif baru. Bersama-sama, kami berupaya mencapai hasil yang saling menguntungkan dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi global.”

BBN Airlines Indonesia Alihkan Fokus ke Model Bsnis ACMI

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: BBN Airlines Indonesia berkomitmen untuk memperkuat ekosistem bisnis penerbangan Indonesia pada tahun 2025 dengan berfokus pada model bisnis ACMI (Aircraft, Crew, Maintenance, and Insurance).

Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kapasitas penerbangan di Indonesia, sejalan dengan meningkatnya permintaan perjalanan udara domestik dan internasional.

Namun, pertumbuhan permintaan perjalanan udara yang signifikan belum diimbangi dengan pertumbuhan kapasitas yang sesuai.

Dilansir dari traveldailynews.asia, sebagai bagian dari penyedia ACMI terbesar di dunia, Avia Solutions Group, BBN Airlines Indonesia menyediakan solusi manajemen armada yang fleksibel.

Melalui model ini, maskapai penerbangan dapat mengakses pesawat, kru, perawatan, dan asuransi tanpa perlu mengelola elemen operasional ini secara mandiri. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi biaya operasional tetapi juga meningkatkan efisiensi secara keseluruhan.

Dengan pengalamannya yang luas, BBN Airlines Indonesia telah bermitra dengan beberapa maskapai penerbangan, termasuk maskapai domestik seperti Sriwijaya Air, untuk meningkatkan kapasitas penerbangan mereka, khususnya di Indonesia Timur.

Kemitraan ini merupakan operasi perdana ACMI BBN Airlines Indonesia dan menandai langkah penting dalam komitmennya untuk memperkuat ekosistem penerbangan domestik pada tahun 2025.

Di luar pasar domestik, BBN Airlines Indonesia juga telah berhasil menyediakan layanannya kepada maskapai penerbangan di Asia Selatan seperti SpiceJet, yang mendukung rute domestik dan internasional untuk memenuhi kebutuhan kapasitas mereka sepanjang tahun 2024.

Martynas Grigas, Chairman BBN Airlines Indonesia mengatakan pada tahun 2025, BBN Airlines Indonesia berfokus untuk memperkuat peran dalam mendukung ekosistem penerbangan Indonesia dengan memprioritaskan model layanan ACMI.

Model ini menawarkan cara yang hemat biaya bagi maskapai penerbangan untuk meningkatkan kapasitas dan jangkauan mereka.

“Tujuan kami adalah untuk memenuhi kebutuhan mendesak akan kapasitas pesawat tambahan, yang penting untuk memenuhi permintaan perjalanan udara yang terus meningkat.” kata Martynas Grigas.

Model ACMI juga menawarkan penyelesaian yang cepat, dengan pesawat dan awak yang terlatih siap beroperasi dalam waktu 2-4 minggu setelah kesepakatan.

Penerapan yang cepat ini memberi maskapai penerbangan fleksibilitas untuk memperluas armada mereka tanpa harus melakukan investasi modal besar atau mengelola operasi armada yang rumit.

Lebih jauh, model bisnis ACMI membantu mengurangi beban biaya yang terkait dengan manajemen perawatan pesawat dan penjadwalan awak, sehingga maskapai penerbangan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memenuhi permintaan perjalanan udara yang terus meningkat secara lebih efektif.

BBN Airlines Indonesia optimis bahwa fokusnya pada model bisnis ACMI akan membantu mempercepat pemulihan industri penerbangan Indonesia pascapandemi.

Dengan mengatasi tantangan meningkatnya permintaan perjalanan udara, fokus pada model bisnis ACMI bertujuan untuk memperkuat daya saing sektor penerbangan Indonesia di pasar global.

Di Inggris, Turis Harus Membayar Pajak Kota yang ‘Layak’ 

this formate

Saat ini, pengunjung membayar retribusi opsional untuk menginap di hotel-hotel Manchester, Inggris.Turis yang berkunjung ke Manchester misalnya harus membayar “retribusi turis” yang “layak” dan wajib, kata wali kota  Manchester, Andy Burnham

Dia mengatakan ingin melihat biaya opsional pusat kota, “biaya pengunjung kota”, diganti dengan biaya wajib. Oleh karena itu siapa pun yang menginap di hotel pusat kota saat ini didesak untuk membayar £1 per malam.

Alasannya untuk mendanai organisasi Accommodation Business Improvement District (ABID), yang mempromosikan Manchester sebagai destinasi wisata, dan membersihkan jalan-jalan di sekitar hotel.

Walikota Burnham mengatakan bahwa hal itu harus diganti dengan “retribusi yang tepat” dan tidak akan berlaku bagi penduduk Greater Manchester yang menginap di hotel mana pun di wilayah kota.

Burnham mengatakan kota-kota Eropa lainnya mengenakan pajak kepada turis dengan cara ini. “Saya menginginkan skema yang terutama ditujukan bagi pengunjung Greater Manchester,” katanya kepada BBC Radio Manchester.

“Orang-orang membayar pajak daerah dan mereka biasanya tidak menginap di hotel. Saya tahu itu terjadi tetapi sebagian besar adalah orang-orang yang datang ke wilayah kota.”

“Saya mengajukan permohonan kepada pemerintah untuk mengenakan pajak turis karena Edinburgh telah mengenakannya,” katanya.

“Saya pikir Glasgow telah memilih untuk mengenakannya. Wales juga sedang mempertimbangkannya.” tambahnya.

Pemerintah daerah Edinburgh mengatakan pajak sebesar 5% akan berlaku mulai 24 Juli 2026, dan berharap dapat mengumpulkan £50 juta per tahun dari pajak tersebut. Wali kota menginginkan agar biaya bagi turis yang menginap di pusat kota menjadi wajib

Burnham berpendapat bahwa orang Inggris yang pergi ke luar negeri diwajibkan membayar pajak turis ketika mengunjungi beberapa negara Eropa, jadi yang lain harus membayar untuk menginap di sini.

Ia menambahkan: “Di era di mana kita berjuang untuk mengumpulkan dana dari masyarakat di sini, menurut saya wajar ketika ada pajak yang dibayarkan turis Inggris di Prancis, Jerman, dan Italia… mengapa orang-orang dari sana tidak boleh membayarnya?”

Saat ini, wisatawan diminta membayar £1 per malam untuk menginap di hotel-hotel di kota tersebut. Pada tahun pertamanya di Manchester, biaya pengunjung kota meningkat sekitar £2,8 juta, dan ABID mengatakan belum menerima keluhan apa pun dari tamu melalui hotel-hotel dalam skema tersebut.

Kumar Mishra, manajer umum hotel The Edwardian, mengatakan biaya tersebut membantu mengamankan konferensi dan acara berskala besar serta memberikan pelatihan khusus bagi operator akomodasi tentang penanggulangan terorisme dan keamanan, serta membayar lebih banyak biaya pembersihan jalan di pusat kota. BBC telah menghubungi pemerintah untuk mendapatkan tanggapan.

 

Absolute Hotel Services Memilih Oracle untuk Meningkatkan Efisiensi dan Pendapatan

this formate

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Absolute Hotel Services Group (AHS), salah satu perusahaan manajemen dan branding perhotelan dengan pertumbuhan tercepat di Asia, telah memilih platform Oracle OPERA Cloud dan Simphony Cloud Point of Sale (POS) untuk semua properti bermerek AHS di seluruh dunia.

Dilansir dari hotelnewsresource.com, dengan aplikasi cerdas yang terhubung dan berjalan pada platform data umum, Absolute akan dapat memperoleh wawasan yang dibutuhkan untuk beroperasi lebih efisien, meningkatkan pengalaman tamu, dan mendukung pertumbuhan pendapatan.

Absolute memulai peluncuran solusi Oracle di 23 properti yang mencakup 3.600 kamar pada akhir tahun 2024, dan lokasi yang tersisa diharapkan akan ditransisikan pada awal tahun 2026.

“Melakukan investasi dalam teknologi mutakhir Oracle ini merupakan bukti komitmen Absolute yang teguh terhadap inovasi dan kepuasan tamu,” kata Jonathan Wigley, CEO dan pendiri Absolute Hotel Services Group.

“Ini menandai momen penting dalam perjalanan kami untuk menjadi pemimpin perhotelan global. Platform Oracle telah membantu kami menyempurnakan operasi dan membantu staf kami dalam memberikan layanan yang luar biasa.” tambahnya.

Dengan sistem manajemen properti (PMS) OPERA Cloud, Absolute memusatkan data dan operasi tamunya untuk memberikan gambaran lengkap tentang bisnisnya kepada manajemen, yang mencakup distribusi, penjualan, interaksi layanan pelanggan, dan program loyalitas.

Dapat diakses melalui perangkat seluler, OPERA Cloud memungkinkan staf untuk membuat keputusan yang lebih cepat dan berdasarkan data dari mana saja di propertinya untuk melayani tamu dengan lebih baik, menangani tugas tata graha, mengelola reservasi, dan banyak lagi.

Dengan Simphony POS, Absolute juga akan dapat lebih memahami preferensi bersantap pelanggannya untuk memberi penghargaan kepada tamu atas pembelian mereka dan memberikan penawaran yang lebih relevan dari waktu ke waktu.

“Dengan memanfaatkan OPERA Cloud dan Simphony POS, Absolute Hotel Services Group tidak hanya meningkatkan pengalaman tamu, tetapi juga membentuk kembali lanskap industri perhotelan di APAC,” kata Patrick Andres, Wakil Presiden Regional Perhotelan untuk JAPAC di Oracle.

Menurut dia, transisi digital ini menyoroti komitmen Absolute untuk menyediakan pengalaman pelanggan yang mudah dinavigasi dan komprehensif bagi para tamu.

Hal ini sekaligus mempersiapkan diri mereka untuk meraih kesuksesan dengan semua perangkat modern yang mereka butuhkan untuk mendorong pendapatan dan mempermudah kehidupan staf mereka.

Tentang Oracle

Oracle menawarkan rangkaian aplikasi terintegrasi plus infrastruktur otonom yang aman di Oracle Cloud. Untuk informasi lebih lanjut tentang Oracle (NYSE: ORCL), silakan kunjungi kami di www.oracle.com.

Absolute Hotel Services Group

Absolute Hotel Services adalah perusahaan manajemen dan branding perhotelan yang tumbuh paling cepat di Asia dan Eropa, dengan portofolio geografis hotel, resor, dan tempat tinggal berlayanan yang terus berkembang.

Berkantor pusat di Bangkok, Thailand, dengan kantor regional di Thailand, Vietnam, Indonesia, Hong Kong, India, Timur Tengah, dan Eropa, serta dengan lebih banyak rencana ekspansi, AHS dan merek-mereknya telah menarik minat investor dan konsumen, memberikan nilai tambah bagi semua pemangku kepentingan.

Mencakup segmen mewah hingga ekonomi melalui merek-mereknya U Hotels & Resorts, Eastin Grand Hotels & Resorts, Eastin Hotels, Resorts & Residences, Eastin Easy, Eastin Estates, dan Absolute Collection. AHS juga merupakan operator eksklusif merek Travelodge di Thailand melalui Travelodge Thailand.

Oracle Hospitality

Oracle Hospitality menghadirkan lebih dari 45 tahun pengalaman dalam menyediakan solusi teknologi bagi pelaku bisnis perhotelan independen, jaringan global dan regional, game, dan jalur pelayaran.

Perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan kami memungkinkan pelanggan untuk bertindak berdasarkan wawasan data yang kaya yang memberikan pengalaman tamu yang dipersonalisasi, memaksimalkan keuntungan, dan mendorong loyalitas.

Berbasis cloud, mendukung perangkat seluler, dengan API terbuka, manajemen dan distribusi properti OPERA Cloud dari Oracle, titik penjualan Simphony, pelaporan dan analitik, serta solusi upsell Nor1 mempercepat inovasi, meningkatkan pendapatan, menurunkan biaya TI, dan memaksimalkan efisiensi operasional.

Indonesia Incar Tarif Harian Wisatawan Asing di Bali yang Terinspirasi Bhutan

this formate

Indonesia pertimbangkan biaya harian  wisatawan di Bali, terinspirasi oleh Bhutan, untuk melestarikan budaya dan menarik pengunjung berkualitas tinggi ke surga Asia.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Indonesia mempertimbangkan tarif harian bagi wisatawan Bali, yang terinspirasi oleh Bhutan, untuk melestarikan budaya dan menarik pengunjung berkualitas tinggi ke surga Asia tersebut.

Dilansir dari travelandtourworld.com, para pejabat di Bali, yang dikenal sebagai salah satu pulau terindah di Asia, sedang mempertimbangkan untuk menerapkan tarif harian bagi wisatawan asing, yang terinspirasi oleh model pariwisata Bhutan, dengan tujuan untuk menarik pengunjung berkualitas tinggi.

Menurut South China Morning Post, Puspa Negara, pemimpin Aliansi Aktor Pariwisata Marjinal Bali, menyarankan agar Bali mengadopsi pendekatan selektif bagi wisatawan asing, mirip dengan strategi Bhutan.

Gubernur Bali Wayan Koster mendukung model yang terinspirasi Bhutan ini pada tahun 2023, melihatnya sebagai langkah efektif untuk mengendalikan peningkatan jumlah wisatawan yang mengunjungi pulau tersebut setiap tahun.

Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Sanidaga Uno, juga menyatakan minatnya untuk memperkenalkan sistem serupa di Bali. Baru-baru ini, Senator Bali Ni Luh Djelantik secara aktif mempromosikan gagasan untuk mengadopsi kerangka pariwisata Bhutan yang diatur secara ketat dan berkelanjutan melalui saluran media sosial.

Sejak September 2022, Bhutan telah mewajibkan pengunjung untuk membayar Biaya Pembangunan Berkelanjutan harian sebesar $100 per orang, yang bertujuan untuk melestarikan lingkungan dan budayanya.

Bali, yang terkenal dengan pemandangannya yang menakjubkan, pantai-pantainya yang masih asli, tradisi budaya yang kaya, dan kuil-kuil bersejarah, menyambut 6,3 juta pengunjung internasional tahun lalu, melampaui jumlah sebelum pandemi.

Tahun ini, pulau ini menargetkan 6,5 juta kedatangan wisatawan asing. Pada bulan Oktober, Bali diakui sebagai pulau terindah di Asia dalam Penghargaan Pilihan Pembaca Condé Nast Traveler, yang memperkuat statusnya sebagai tujuan wisata utama.

 

Bali Hotel Association Adakan Pertemuan Pertama di Tahun 2025.

this formate

JIMBARAN, Bali, bisniswisata.co.id;
Bali Hotels Association (BHA) mengawali tahun dengan baik melalui para GM hotel yang pertama tahun 2025, di Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali.

GM Adrien Marie menjadi tuan rumah bulan ini yang banyak dihadiri banyak peserta karena para anggota berkumpul untuk membahas perkembangan utama industri, inisiatif strategis, dan kolaborasi.

Dilansir dari balihotelsassociation.com, diantara topik utama yang dibahas adalah Program Pelatihan 2025, yang bertujuan untuk membekali para profesional perhotelan dengan keterampilan penting, dan Pembaruan Keselamatan & Keamanan yang penting untuk melindungi tamu dan staf.

Komitmen berkelanjutan BHA terhadap keberlanjutan tetap menjadi prioritas, dengan diskusi yang berpusat pada dukungan terhadap Dinas Pariwisata Provinsi Bali dalam mengadvokasi praktik berkelanjutan.

Hal Ini termasuk mendesak semua pemangku kepentingan pariwisata, termasuk hotel anggota BHA, untuk beralih ke tumbler atau botol sekali pakai yang dapat digunakan kembali selama acara, rapat, dan pelatihan dalam upaya bersama untuk meminimalkan sampah plastik.

Inisiatif ini sejalan dengan Peraturan Gubernur Bali No. 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulnya Sampah Plastik Sekali Pakai, yang memperkuat dedikasi terhadap pariwisata berkelanjutan yang berkualitas tinggi di Bali.

Banyak hotel dan resor anggota BHA telah menerapkan praktik tanpa plastik yang sangat berhasil untuk layanan tamu. Selain itu, inisiatif Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) BHA tetap menjadi yang terdepan, dengan rencana berkelanjutan untuk mendukung program komunitas yang berdampak.

Strategi pemasaran juga menjadi titik fokus, saat berupaya untuk lebih meningkatkan kehadiran Bali di panggung global melalui kampanye destinasi yang sedang berlangsung, Bali, Your Way: Experience, Explore, Embrace.

Statistik Utama 2024: Tahun yang Kuat bagi Pariwisata Bali.

Pertemuan tersebut juga memberikan tinjauan mendalam terhadap statistik pariwisata 2024, yang menyoroti pertumbuhan yang mengesankan:
– Kedatangan Turis Asing (Desember 2024): Bali menyambut 551.199 wisatawan asing, menandai peningkatan 16,54% dari November 2024.

– Pasar Asing Teratas: Australia tetap menjadi sumber pengunjung terbesar Bali, dengan 136.570 kedatangan dan pangsa pasar 24,78%.

– Kedatangan Turis Domestik: Bali menerima 1.987.202 wisatawan domestik pada Desember 2024, mencerminkan peningkatan 12,45% dari bulan sebelumnya.

-Total Tahunan (Januari–Desember 2024): Bali mencatat 6.333.360 total pengunjung, yang mencerminkan peningkatan 20,10% dari tahun 2023 dan peningkatan 0,93% dari level sebelum COVID 2019.

Angka-angka ini menegaskan kembali kebangkitan pariwisata Bali, yang memperkuat statusnya sebagai destinasi global teratas.

Wawasan & Jaringan Industri

Pembaruan Pasar dari Horwath HTL menawarkan wawasan industri yang berharga, membantu pelaku bisnis perhotelan menavigasi tren yang terus berkembang.

Mitra Korporat BHA 3D Scan juga berbagi kemajuan terbaru dalam teknologi perhotelan. Selain itu, kami menyambut anggota baru di asosiasi ini, yang memperkuat jaringan perhotelan kami yang kuat dan dinamis.

Ucapan terima kasih khusus kepada Multi Bintang Indonesia dan Hatten Wines Bali atas dukungannya terhadap sesi jaringan kami, yang memberikan kesempatan luar biasa bagi para anggota untuk terhubung dan bertukar ide.