Myanmar Raih 29 Penghargaan Standar Pariwisata ASEAN pada 2024 dan 2025

this formate

Pemandangan panorama menunjukkan Kengtung yang menyenangkan yang telah memenangkan Penghargaan Kota Wisata Bersih ASEAN pada tahun 2024.

NAYPYIDAW, bisniswisata.co.id: Menurut Kementerian Perhotelan dan Pariwisata, Myanmar telah meraih 29 penghargaan, yaitu 16 Penghargaan Standar Pariwisata ASEAN pada tahun 2024 dan 13 penghargaan lagi pada tahun 2025.

Dilansir dari www.gnlm.com.mm, penghargaan Standar Pariwisata ASEAN telah ditetapkan sejak tahun 2008, dengan total 11 standar pariwisata ASEAN yang diakui secara resmi.

Penghargaan diberikan berdasarkan standar pariwisata yang relevan. Myanmar, sejak tahun 2008 hingga saat ini, telah memenangkan 134 penghargaan berdasarkan standar pariwisata ASEAN ini selama bertahun-tahun.

Berbagai upaya dilakukan sesuai dengan standar pariwisata ASEAN untuk memberikan layanan yang sangat baik kepada wisatawan internasional yang berkunjung ke Myanmar, menciptakan pengalaman yang dapat diandalkan dan berkualitas tinggi, serta menjadikan Myanmar sebagai tujuan wisata yang diinginkan untuk lebih banyak kunjungan.

Saat ini, Kementerian Perhotelan dan Pariwisata secara aktif meningkatkan kesadaran nasional dan sesi diskusi tentang standar pariwisata ASEAN.

Pada tahun 2024, jumlah kedatangan wisatawan di kawasan ASEAN meningkat kembali menjadi 123,68 juta. Sekitar setengah dari total kedatangan wisatawan ASEAN berasal dari perjalanan intra-ASEAN di antara negara-negara anggotanya.

Oleh karena itu, Myanmar secara aktif berupaya untuk memanfaatkan pasar pariwisata ini. Selain itu, berbagai upaya tengah dilakukan melalui kerja sama dengan asosiasi sektor pariwisata untuk menarik pengunjung dari pasar pariwisata utama seperti Tiongkok, Jepang, Korea, India, dan Rusia.

Sarawak Akan Jadi Tuan Rumah Pertemuan ASEAN ASCC ke-33

this formate

Senja di Kuching, ibukota Serawak, Makaysia

KUCHING, bisniswisata.co.id: Sarawak akan menjadi tuan rumah Pertemuan Dewan Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASCC) ke-33 yang akan diselenggarakan di sini mulai 20 hingga 25 April 2025.

Dilansir dari www.sarawaktribune.com, Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia, Datuk Seri Tiong King Sing mengatakan pertemuan tersebut akan menjadi platform penting untuk memperkuat kerja sama regional di bidang pariwisata, warisan, dan budaya.

Dia menyoroti pentingnya acara mendatang tersebut saat kunjungan kehormatan kepada Perdana Menteri Datuk Patinggi Tan Sri Abang Johari Tun Openg di Wisma Bapa Malaysia, Petra Jaya, belum lama ini.

“Pertemuan ini akan memainkan peran penting dalam meningkatkan kolaborasi antarnegara ASEAN dalam melestarikan warisan budaya dan mempromosikan pariwisata di seluruh kawasan,” kata Tiong.

Selama kunjungan tersebut, ia juga menyerahkan replika Sertifikat UNESCO untuk Taman Nasional Niah kepada Perdana Menteri, yang melambangkan pengakuan global atas warisan alam dan budaya Sarawak.

Setelah pertemuan tersebut, Tiong menghadiri Rapat Dewan Direksi ke-86 Badan Pengembangan Bintulu (BDA), yang membahas upaya pemulihan pascabanjir di Bintulu.

Ia mengatakan bencana banjir yang melanda akhir Januari lalu berdampak signifikan terhadap masyarakat setempat.
Namun, ia menyebutkan bahwa dengan tindakan cepat BDA dan dukungan masyarakat, lebih dari 32.100 ton puing banjir berhasil dibersihkan dalam waktu dua minggu, melibatkan 90 truk sampah, 24 unit alat berat, dan upaya gotong-royong dengan lebih dari 300 relawan.

“Selain itu, penggantian tempat sampah, pengasapan, pembasmian larva, dan disinfeksi dilakukan untuk memastikan area yang terkena dampak bersih dan aman kembali.

“Saya sangat menghargai efisiensi BDA dan semangat gotong-royong di antara masyarakat dalam memastikan Bintulu pulih dengan cepat.

“Kerja sama yang erat antara pemerintah federal, pemerintah negara bagian, sektor swasta, LSM, dan masyarakat setempat menunjukkan kemampuan kita untuk mengatasi tantangan bersama dan mengembangkan Sarawak menuju masa depan yang lebih berkelanjutan,” kata Tiong.

Thailand Investasikan 600 Juta Baht untuk Kampanye Pariwisata Musim Panas

this formate

Nattakit (tengah) berpose dengan Nithee, kiri, dan Ben Peace, wakil presiden senior WildBrain CPLG (agensi Peanuts), pada peluncuran kampanye Summer Invitation 2025.( Foto : Bangkok post.com)

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Thailand bersiap menyambut pariwisata musim panas dengan kampanye ambisius bertajuk ‘Summer Invitation 2025’, yang dipelopori oleh Central Pattana Plc (CPN).

Perusahaan tersebut baru-baru ini mengumumkan investasi besarnya sebesar 600 juta baht untuk merombak pusat perbelanjaan di seluruh negeri, dengan tujuan menjadikan tempat-tempat ini sebagai ‘Destinasi Musim Panas Global’ bagi para wisatawan di seluruh dunia.

Dilansir dari https://evrimagaci.org, Dr. Nattakitti Tangpongsitthana, direktur pelaksana pemasaran di CPN, mengungkapkan inisiatif yang menarik ini, yang sejalan dengan visi Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) untuk tahun 2025.

Kampanye ini secara eksplisit dijadwalkan bertepatan dengan musim panas, yang biasanya ditandai dengan peningkatan belanja konsumen, khususnya selama festival Songkran yang digemari banyak orang.

“Tujuan kami adalah mengubah Thailand menjadi ‘Destinasi Musim Panas Global’ yang menanggapi kebijakan Otoritas Pariwisata.” kata Dr. Tangpongsitthana.

Transformasi pusat perbelanjaan ini akan mencakup semua aspek gaya hidup, menjadikannya destinasi lengkap untuk berbelanja, bersantap, dan hiburan.

Bulan-bulan musim panas sangat menguntungkan bagi pariwisata, karena orang-orang cenderung bepergian jauh selama liburan sekolah.

Proyeksi terkini dari bandara-bandara Thailand menunjukkan akan ada lebih dari 640.000 penerbangan selama musim panas tahun 2025, yang menampung lebih dari 87 juta penumpang.

Di antara jumlah tersebut, wisatawan internasional diperkirakan akan meningkat sebesar 30% dibandingkan tahun sebelumnya—sebuah tanda yang menjanjikan bagi sektor pariwisata.

Central Pattana bersiap untuk menyelenggarakan lebih dari 1.000 acara magnet yang unik di seluruh mall nya di seluruh negeri, memanfaatkan peluang untuk menarik pengunjung domestik dan internasional.

Kampanye ini juga akan menyoroti warisan budaya Thailand yang kaya dan pengalaman musim panas yang semarak, yang mendorong apa yang digambarkan CPN sebagai ‘pariwisata eksperiensial’—sebuah tren yang mendapatkan daya tarik global yang cukup besar.

“Kami siap untuk menciptakan ‘Alasan untuk Berkunjung’ yang menanggapi tren global pariwisata eksperiensial,” tegas Dr. Nattakitti. Di antara atraksi utama adalah Festival Air Songkran World Thailand, yang akan berlangsung dari tanggal 11 hingga 16 April 2025.

Festival ini diharapkan akan menampilkan perang air dan pertunjukan budaya Thailand yang terkenal di 34 pusat perbelanjaan Central, menjadikannya sebagai perayaan yang meriah sekaligus penting secara komersial.

Acara ini menjanjikan untuk mengubah CentralWorld dan mall lainnya secara dramatis, menampilkan pengalaman mendalam yang tertanam dalam tradisi Thailand.

Terkenal dengan perayaannya yang rumit, festival Songkran juga akan menampilkan hiburan musik, yang menghadirkan pertunjukan dari artis-artis Thailand populer dan Festival Songkran Irama Thailand yang sangat dinantikan.

Dijadwalkan dari tanggal 12 hingga 14 April, acara ini bertujuan untuk memadukan musik tradisional Thailand dengan pertunjukan modern dari tokoh-tokoh yang bersemangat seperti rapper Joey Boy.

Perayaan tambahan di CentralWorld, yang diberi nama ‘Songkran Mahabantheng’, akan menawarkan hiburan yang memukau bagi pengunjung, yang dikemas dengan berbagai kegiatan yang berlangsung lama setelah perayaan tradisional dari tanggal 9 hingga 20 April.

Untuk menarik perhatian generasi muda, Central Pattana telah merekrut bintang-bintang baru seperti Sarocha dan Rebecca Armstrong sebagai duta merek untuk kampanye tersebut.

Langkah ini bertujuan untuk membuat kampanye tersebut menarik bagi wisatawan Gen Z, yang menjadi semakin penting seiring dengan meningkatnya pengaruh mereka dalam sektor pariwisata.

Kampanye Central Pattana tidak lepas dari refleksi tren masyarakat yang lebih luas, karena menampilkan acara-acara lokal yang melayani beragam minat wisatawan—mulai dari peragaan busana hingga festival makanan—dan menyasar wisatawan domestik dan wisatawan internasional dari Asia, Eropa, Amerika, dan Timur Tengah.

Di antara berbagai acara yang direncanakan adalah Pattaya International Kite on the Beach 2025 dan Summer Fashion Show di CentralWorld, yang mencerminkan budaya daerah yang dipadu dengan gaya internasional.

Acara ‘Taste of Samui’ yang sukses juga akan kembali, menampilkan koki pemenang penghargaan untuk menarik minat para pecinta kuliner yang ingin mencoba kuliner Thailand.

Pemulihan ekonomi lokal dan internasional diharapkan dapat didorong melalui rangkaian acara ini. Visi dan komitmen Dr. Nattakitti untuk memperkaya pengalaman pariwisata diharapkan dapat menciptakan peluang inklusif bagi bisnis lokal, menyenangkan wisatawan, dan memperkuat hubungan antara budaya Thailand yang semarak dan pengunjung internasional.

Kampanye ‘Summer Invitation 2025’ tidak hanya bertujuan untuk menarik wisatawan tetapi juga untuk menyegarkan ekonomi lokal dengan meningkatkan belanja konsumen dan berkontribusi pada pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan.

Jika berhasil, inisiatif ini dapat menegaskan kembali posisi Thailand sebagai destinasi wisata sekaligus pusat budaya, sehingga membenarkan gelarnya sebagai ‘Destinasi Tahun 2025’.

Melalui strategi dan kemitraan yang inovatif ini, kampanye ini siap untuk memberikan dampak yang besar, menjanjikan sesuatu untuk dinikmati semua orang – penduduk lokal maupun wisatawan – pada musim panas ini.

Tradisi Menyambut Lebaran yang Unik dan Bermakna di Indonesia

this formate

Tradisi Grebeg Syawal di Yogyakarta yang rutin digelar untuk menyambut Lebaran  (Foto: Shutterstock/Ardiyanto_Nugroho)

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh, umat Islam akan merayakan kemenangannya dengan suka cita dalam Hari Raya Idulfitri atau Lebaran.

Sama seperti bulan Ramadan yang disambut meriah, Idulfitri pun disambut penuh kebahagiaan. Bahkan, setiap daerah di Indonesia seakan memiliki tradisi masing-masing dalam menyambut Idulfitri.

Kalau membahas tradisi Lebaran atau Idulfitri, mungkin kita akan langsung menjawab mudik (pulang ke kampung halaman), dan sungkem (meminta maaf sekaligus memohon restu agar mendapatkan kebahagiaan dan keselamatan lahir batin kepada orang yang lebih tua) sebagai tradisi wajib saat Lebaran. Mengingat, keduanya seakan menjadi momen sakral menyambut Idulfitri.

Tapi, tahukah ternyata tradisi Lebaran di Indonesia tidak hanya “mudik” dan “sungkem” saja. Nyatanya, setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi Lebaran yang terkenal unik sesuai dengan budaya dan kepercayaan yang sudah dilaksanakan secara turun-temurun.

Bahkan, setiap tradisi Lebaran tersimpan makna yang sangat indah dan mendalam. Berikut beberapa tradisi Lebaran di berbagai daerah di Indonesia yang penuh makna:

Grebeg Syawal (D.I. Yogyakarta)

Membahas tradisi menyambut Lebaran, Grebeg Syawal menjadi salah satu ritual rutin digelar setiap tahunnya. Tradisi yang berasal dari Keraton Yogyakarta ini dilakukan setiap 1 Syawal, atau tepat pada Hari Raya Idulfitri. Grebeg Syawal merupakan wujud syukur setelah melewati bulan Ramadan yang sudah dilaksanakan sejak abad ke-16.

Daya tarik dari tradisi Grebeg Syawal ada pada tujuh gunungan yang terdiri dari: gunungan lanang/kakung sebanyak tiga buah, gunungan wadon/estri, gunungan darat, gunungan gepak, dan gunungan pawuhan masing-masing satu buah.

Seluruh gunungan akan dibawa oleh abdi dalem dan dikawal prajurit Bregodo dari Alun-Alun Utara Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menuju Masjid Gedhe Kauman, Pura Pakualaman, dan Kantor Kepatihan. Gunungan tersebut akan didoakan terlebih dahulu, sebelum nantinya diperebutkan masyarakat.

Salah satu rangkaian dalam tradisi Peran Topat menyambur Lebaran di NTB (Foto: Shutterstock/fotone agus)

Perang Topat (Nusa Tenggara Barat)

Di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) ada tradisi Perang Topat atau “perang ketupat” sebagai tradisi menyambut Leba9ran yang unik dan penuh makna. Konon, tradisi saling melemparkan ketupat ini merupakan simbol kerukunan antar umat Hindu dan Islam yang hidup berdampingan di Lombok.

Sebelum “perang” dimulai, masyarakat akan melakukan doa dan ziarah di Makam Loang Baloq di kawasan Pantai Tanjung Karang, dan Makam Bintaro di kawasan Pantai Bintaro. Uniknya, setelah tradisi dimulai, ketupat-ketupat yang digunakan untuk berperang akan kembali diperebutkan, karena dipercaya membawa kesuburan sehingga membuat panen melimpah.

Ronjok Sayak (Bengkulu)

Tradisi Lebaran di Indonesia yang tidak kalah unik bisa ditemukan di Bengkulu yang disebut Ronjok Sayak. Secara umum, kata Sayak sendiri bisa diartikan sebagai batok kelapa.

Dengan kata lain, Ronjok Sayak adalah tradisi membakar batok kelapa kering yang ditumpuk hingga setinggi satu meter. Menurut kepercayaan, tradisi Lebaran Ronjok Sayak sudah dilaksanakan sejak ratusan tahun silam.

Masyarakat Bengkulu percaya jika api merupakan penghubung antara manusia dan leluhur. Itu mengapa, pelaksanaan tradisi Ronjok Sayak berjalan hikmat, dibarengi dengan banyaknya doa-doa yang dipanjatkan selama proses pembakaran batok kelapa. Biasanya, tradisi Ronjok Sayak ini dilakukan setelah melaksanakan salat Isya pada 1 Syawal.

Binarundak (Sulawesi Utara)

Masyarakat Motoboi Besar di Sulawesi Utara juga memiliki tradisi menyambut Lebaran warisan leluhur yang masih dilakukan dan dilestarikan hingga sekarang, yakni tradisi Binarundak.

Sebuah tradisi membuat atau memasak nasi jaha secara bersama-sama yang dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut setelah Hari Raya Idulfitri.

Nasi jaha adalah makanan khas Sulawesi Utara yang berbahan dasar beras dan dimasak dalam batang bambu. Hidangan khas ini memiliki perpaduan rasa gurih dari santan, serta jahe yang cukup kuat.

Menurut kepercayaan, tradisi Binarundak dalam menyambut Lebaran merupakan sarana silaturahmi terhadap sesama, sekaligus sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

Festival Meriam Karbit (Kalimantan Barat)

Kalimantan Barat pun turut memiliki tradisi Lebaran yang tidak kalah unik dan penuh makna, yakni Festival Meriam Karbit. Sedikit berbeda dengan tradisi-tradisi lainnya, Festival Meriam Karbit justru menjadi pengingat kepada warga akan keberanian dan menumbuhkan semangat kebersamaan.

Festival menyambut Lebaran yang terkenal meriah ini digelar selama tiga hari berturut-turut. Dimulai sejak sebelum, sesaat, dan sesudah Lebaran. Menariknya, Festival Meriam Karbit tidak hanya menjadi tradisi Lebaran saja. Melainkan, juga menjadi warisan budaya yang kental dengan nilai historis karena berkaitan dengan sejarah berdirinya Kota Pontianak.

Makkah Halal Knowledge Hub – Visi Abdullah Kamel untuk Pertumbuhan Industri

this formate

MEKKAH, bisniswisata.co.id: Bayangkan Mekkah bukan hanya sebagai pusat spiritual, tetapi juga sebagai tempat tujuan untuk semua hal yang halal. Itulah yang sedang terjadi! Sheikh Abdullah bin Saleh Kamel baru saja mengumumkan rencana besar: mengubah Mekkah menjadi “Pusat Pengetahuan Halal” terkemuka di dunia.

Bayangkan Mekkah sebagai pusat keahlian halal, tempat para pebisnis dan pakar dari seluruh dunia dapat terhubung dan belajar. Ini bukan hanya tentang menjual lebih banyak produk halal; ini tentang menetapkan standar baru untuk industri ini.

Mari kita bahas bagaimana Mekkah melangkah maju untuk memimpin pasar halal global.

“Status terhormat dari Dua Masjid Suci mendorong ambisi kita yang tak terbatas,” kata Sheikh Kamel, kata-katanya bergema dengan rasa tujuan dan tekad.

“Kami membayangkan Mekkah sebagai titik pusat pengetahuan halal, memberdayakan industri dan layanan secara global. Inisiatif ini selaras dengan Visi 2030 Arab Saudi, strategi nasional transformatif yang menekankan diversifikasi ekonomi, pembangunan berkelanjutan, dan pengembangan sektor-sektor utama, termasuk industri halal, sebagai landasan kemakmuran masa depan Kerajaan,” ujarnya.

Inti dari visi Sheikh Kamel adalah penciptaan Pusat Pengetahuan Halal yang komprehensif, sebuah platform dinamis yang dirancang untuk:

Menyebarkan Keahlian: Berfungsi sebagai gudang utama untuk standar halal terbaru, praktik terbaik, temuan penelitian, dan solusi inovatif, sehingga pengetahuan ini dapat diakses oleh khalayak global.

Membina Inovasi: Mendorong dan mendukung penelitian dan pengembangan mutakhir dalam produk dan layanan halal, mendorong sektor ini menuju inovasi dan kemajuan teknologi yang lebih besar.

Memberdayakan Bisnis: Menyediakan program pelatihan yang komprehensif, sumber daya yang berharga, dan peluang jaringan yang strategis untuk bisnis halal dari semua ukuran, memberdayakan mereka untuk berkembang di pasar global.

Menetapkan Standar Kualitas yang Tak Tertandingi: Mengangkat Mekah dan Madinah sebagai simbol kualitas dan keunggulan halal, menetapkan standar global baru bagi industri dan memperkuat kepercayaan konsumen.

“Kami ingin merangkul bakat dan inovasi,” tegas Sheikh Kamel, seraya menyoroti pentingnya membina budaya kreativitas dan kolaborasi.

“Dengan meluncurkan produk, layanan, dan inisiatif tepercaya dalam skala global, kami memanfaatkan posisi unik Mekkah sebagai jantung dunia Muslim, menciptakan platform yang kuat untuk perubahan positif.” tambahnya.

Pasar Halal Global yang Meledak – Peluang Sebesar US$10 Triliun

Pentingnya inisiatif ini ditegaskan oleh pertumbuhan pasar halal global yang pesat, sebuah sektor yang dengan cepat mengubah ekonomi global.

Menteri Perdagangan Dr. Majed Al-Qasabi, yang juga berbicara di forum tersebut, menyoroti ekspansi sektor yang luar biasa, dengan memberikan data menarik yang memperkuat urgensi dan pentingnya Pusat Pengetahuan Halal Mekkah.

Sektor halal merupakan salah satu sektor yang tumbuh paling cepat secara global,” kata Dr. Al-Qasabi, mengutip data konkret untuk mendukung pernyataannya.

“Pada tahun 2024, pasar produk halal, yang mencakup makanan, kosmetik, dan layanan, mencapai sekitar US$7 triliun. Proyeksi menunjukkan bahwa angka tersebut akan melonjak hingga US$10 triliun pada tahun 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 5,5 persen.”

Peningkatan pesat ini, kata Dr. Al-Qasabi, melampaui batas geografis, menjadikan sektor halal sebagai titik fokus bagi para pelaku bisnis di seluruh dunia, terlepas dari afiliasi agama atau budaya mereka.

Pasar halal tidak terbatas pada makanan; pasar ini mencakup beragam sektor, termasuk keuangan halal, pariwisata halal, kosmetik halal, dan farmasi halal, yang menciptakan ekosistem yang luas dan saling terhubung. Kata kunci sekunder ini akan meningkatkan peringkat dan visibilitas artikel di mesin pencari.

Keunggulan Strategis Makkah: Pusat Kepercayaan yang Tak Tergoyahkan

Posisi unik Makkah sebagai jantung spiritual Islam memberikan keunggulan strategis yang signifikan dalam membangun Pusat Pengetahuan Halal. Kepercayaan dan inspirasi spiritual yang melekat di dalamnya menjadikannya lokasi yang ideal untuk menyebarluaskan pengetahuan halal, menetapkan standar global, dan menumbuhkan rasa persatuan dan kolaborasi dalam industri ini.

Sheikh Kamel menekankan bahwa “Makkah ada di hati setiap orang, tujuan setiap pria dan wanita Muslim. Hubungan emosional ini, dipadukan dengan signifikansi historis dan resonansi spiritual kota ini, menciptakan platform yang kuat untuk meluncurkan inisiatif halal global, memastikan penerimaan dan dampaknya yang luas.

Forum Halal Makkah: Katalisator untuk Berbagi Pengetahuan

Forum Halal Makkah sendiri berfungsi sebagai katalisator penting bagi pertumbuhan industri dan berbagi pengetahuan, yang mempertemukan para pemangku kepentingan utama dari seluruh dunia untuk membahas tren, tantangan, dan peluang terbaru di sektor halal.

Sheikh Kamel menekankan pentingnya acara ini sebagai acara tahunan, dengan perencanaan untuk setiap edisi dimulai segera setelah edisi sebelumnya berakhir, memastikan peningkatan dan relevansi yang berkelanjutan.

“Komunikasi awal dengan tim kerja adalah satu-satunya cara untuk memastikan keberhasilan edisi berikutnya,” katanya, menyoroti pendekatan proaktif dan kolaboratif yang mendukung keberhasilan forum dan perannya dalam mendorong visi Halal Knowledge Hub.

Visi 2030: Kerangka Transformatif untuk Pengembangan Industri Halal

Visi 2030 Arab Saudi memainkan peran penting dalam membentuk inisiatif Halal Knowledge Hub, menyediakan kerangka kerja yang komprehensif dan transformatif untuk pengembangan industri halal sebagai pilar utama strategi diversifikasi ekonomi Kerajaan.

Fokus visi pada diversifikasi ekonomi, pembangunan berkelanjutan, dan pengembangan sektor non-minyak menyediakan lingkungan yang mendukung bagi pertumbuhan dan inovasi industri halal.

“Visi 2030 telah memberi kita dimensi baru ambisi, inspirasi, dan fasilitasi,” kata Sheikh Kamel, menyoroti keselarasan antara inisiatif Halal Knowledge Hub dan tujuan pembangunan nasional Kerajaan yang lebih luas.

Penyelarasan ini memastikan bahwa Halal Knowledge Hub berkontribusi terhadap transformasi ekonomi yang lebih luas di Arab Saudi, menciptakan peluang baru untuk pertumbuhan dan kesejahteraan.

Komponen Utama Halal Knowledge Hub

Halal Knowledge Hub akan mencakup ekosistem komprehensif dari komponen yang saling terhubung yang dirancang untuk memenuhi beragam kebutuhan industri halal global:

Sertifikasi dan Standardisasi: Mengembangkan standar sertifikasi halal dan proses akreditasi yang diakui secara global, memastikan konsistensi, transparansi, dan kepercayaan konsumen.

Penelitian dan Pengembangan: Berinvestasi dalam inisiatif penelitian dan pengembangan mutakhir untuk mengembangkan produk dan layanan halal yang inovatif, memenuhi permintaan pasar yang sedang berkembang dan kemajuan teknologi.

Pelatihan dan Pendidikan: Menyediakan program pelatihan komprehensif untuk para profesional, wirausahawan, dan bisnis halal, membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk berhasil di pasar global.

Data dan Analisis: Membangun basis data komprehensif tentang informasi pasar halal, tren, dan wawasan konsumen, menyediakan data berharga bagi bisnis dan pembuat kebijakan.

Integrasi Teknologi: Memanfaatkan teknologi canggih, seperti blockchain dan kecerdasan buatan, untuk meningkatkan keterlacakan halal, transparansi, dan integritas rantai pasokan.

Investasi dan Pendanaan: Menarik investasi dan pendanaan strategis untuk mendukung pertumbuhan bisnis halal, mendorong inovasi dan kewirausahaan.

Dampak Transformatif dari Pusat Pengetahuan Halal

Pendirian Pusat Pengetahuan Halal di Mekkah diharapkan akan memberikan dampak yang mendalam dan transformatif pada industri halal global, menciptakan peluang baru untuk pertumbuhan, inovasi, dan kolaborasi:

Peningkatan Akses Pasar: Memfasilitasi akses ke pasar global bagi bisnis halal, khususnya usaha kecil dan menengah (UKM), dengan menyediakan sumber daya dan sertifikasi yang diperlukan.

Peningkatan Kepercayaan Konsumen: Mempromosikan transparansi, akuntabilitas, dan praktik etis di seluruh rantai pasokan halal, membangun kepercayaan konsumen, dan menjaga integritas merek halal.

Pertumbuhan Ekonomi: Menciptakan lapangan kerja baru, menarik investasi asing, dan merangsang pertumbuhan ekonomi di sektor halal, yang berkontribusi pada kemakmuran kawasan dan ekonomi global secara keseluruhan.

Inovasi dan Pengembangan: Mendorong inovasi dalam produk dan layanan halal, mendorong pengembangan teknologi baru, dan memenuhi kebutuhan konsumen halal global yang terus berkembang.

Kepemimpinan Global: Makkah harus diposisikan sebagai pemimpin global dalam industri halal, menetapkan standar keunggulan dan membentuk masa depan sektor ini.

Masa Depan Industri Halal: Visi Pertumbuhan Berkelanjutan

Pusat Pengetahuan Halal di Mekkah merupakan langkah penting menuju pertumbuhan industri halal global yang berkelanjutan dan inklusif, yang memastikan bahwa manfaat dari sektor yang dinamis ini dapat dirasakan oleh semua orang.

Dengan mendorong berbagi pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi, Mekkah siap memainkan peran penting dalam membentuk masa depan industri halal, menciptakan dunia yang lebih sejahtera dan adil.

Tujuannya adalah untuk menciptakan pusat global yang sesungguhnya dan memastikan bahwa standar halal yang berasal dari Mekkah adalah standar setinggi mungkin.

Penciptaan platform pendidikan yang mudah diakses dan komprehensif, tersedia secara daring dan langsung, merupakan metrik utama dalam keberhasilan pendirian pusat tersebut.

Platform ini akan memberdayakan individu dan organisasi dari seluruh dunia untuk mengakses pengetahuan dan sumber daya berharga yang terkandung dalam pusat tersebut, yang akan mendorong terbentuknya komunitas global yang terdiri dari para ahli dan praktisi halal.

Tujuan utamanya adalah untuk menjadikan Pusat Pengetahuan Halal sebagai lokasi de facto bagi organisasi mana pun yang terlibat dalam industri Halal, yang akan menciptakan titik acuan utama dan menumbuhkan budaya keunggulan.

Hal ini akan meningkatkan kualitas dan integritas industri halal secara signifikan, yang akan menguntungkan konsumen dan bisnis. Visi Pusat Pengetahuan Halal Makkah melampaui keuntungan ekonomi langsung, yang bertujuan untuk menciptakan warisan abadi praktik etis dan berkelanjutan dalam industri halal.

Inisiatif ini bukan hanya tentang perluasan pasar; ini tentang membangun fondasi untuk pertumbuhan yang bertanggung jawab, memastikan bahwa produk dan layanan halal mematuhi standar kualitas, integritas, dan tanggung jawab sosial tertinggi.

Pusat ini akan berfungsi sebagai mercusuar transparansi, mempromosikan sumber yang etis, praktik ketenagakerjaan yang adil, dan metode produksi yang berkelanjutan bagi lingkungan.

Dengan memberdayakan bisnis dengan pengetahuan dan sumber daya untuk mengadopsi praktik ini, Makkah akan memainkan peran penting dalam membentuk ekosistem halal yang lebih bertanggung jawab dan adil.

Lebih jauh, Pusat Pengetahuan Halal akan menumbuhkan budaya kolaborasi dan berbagi pengetahuan, yang mempertemukan para pemimpin industri, peneliti, pembuat kebijakan, dan konsumen dari seluruh dunia.

Pendekatan kolaboratif ini akan mempercepat inovasi, mempromosikan praktik terbaik, dan mengatasi tantangan yang dihadapi industri halal.

Pusat ini juga akan memainkan peran penting dalam mengedukasi konsumen tentang manfaat dan nilai produk dan layanan halal.

Dengan meningkatkan kesadaran dan pemahaman konsumen, Makkah akan berkontribusi pada pertumbuhan basis konsumen halal yang sadar dan cerdas.

Dampak dari Pusat Pengetahuan Halal akan melampaui industri halal itu sendiri, berkontribusi pada pengembangan ekonomi global yang lebih luas.

Dengan mendorong inovasi, menciptakan lapangan kerja, dan mempromosikan praktik berkelanjutan, Makkah akan memainkan peran penting dalam membangun dunia yang lebih sejahtera dan adil.

Pusat Pengetahuan Halal: Membangun Warisan Keunggulan

Visi utamanya adalah menciptakan Pusat Pengetahuan Halal yang berfungsi sebagai model global untuk keunggulan, inovasi, dan kepemimpinan yang etis.

Dengan mewujudkan nilai-nilai Islam—kasih sayang, keadilan, dan integritas—Makkah akan menginspirasi para pelaku bisnis dan konsumen di seluruh dunia untuk merangkul pendekatan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan terhadap industri halal.

Intinya, Pusat Pengetahuan Halal Makkah dirancang untuk memberikan dampak yang berkelanjutan. Masa depannya bergantung pada kemampuan beradaptasi terhadap perubahan pasar halal, mengintegrasikan teknologi baru, dan mempromosikan peningkatan berkelanjutan.

Ini bukan hanya tentang bangunan; ini tentang membangun jaringan pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi yang hidup. Dengan berinvestasi pada orang, kemitraan, dan praktik etis, Makkah bertujuan untuk meninggalkan jejak positif yang langgeng pada industri halal, memastikan bahwa pusat tersebut tetap menjadi sumber daya utama bagi sektor halal selama bertahun-tahun yang akan datang.

Fokus pada kemampuan beradaptasi dan pembangunan ekosistem ini sangat penting bagi setiap organisasi yang ingin menjadi Pusat Pengetahuan Halal global.

Aktivitas Komersial Meluas Seiring d0engan Jumlah Izin Usaha yang Capai 86.000 pada tahun 2024

this formate

RIYADH, bisniswisata.co.id: Sektor jasa logistik di kawasan Madinah, Arab Saudi, tumbuh 54 persen dari tahun ke tahun pada tahun 2024, yang menggarisbawahi semakin besarnya peran kota tersebut sebagai pusat transportasi dan perdagangan, menurut data resmi terbaru.

Angka-angka dari Kementerian Perdagangan juga mengungkapkan bahwa aktivitas komersial di kawasan tersebut meluas 37 persen dari tahun 2018 hingga 2024, dengan jumlah izin usaha terdaftar mencapai 86.000 tahun lalu.

Dilansir dari halaltimes.com, peningkatan Madinah sebagai pusat logistik didorong oleh infrastrukturnya yang kuat, termasuk tiga bandara, jaringan jalan raya yang luas yang menghubungkan lima kawasan, Kereta Cepat Haramain, dan dua pelabuhan utama — satu komersial dan satu industri. Fasilitas-fasilitas ini mendukung ekspor nonmigas senilai hampir $1,1 miliar dan impor senilai lebih dari $1,4 miliar pada tahun 2021.

Perekonomian yang lebih luas di kawasan ini juga mengalami pertumbuhan yang kuat, dengan sektor perhotelan melaporkan peningkatan tahunan sebesar 42 persen pada tahun 2024, sementara bisnis terkait pariwisata, termasuk kegiatan perjalanan wisata, tumbuh sebesar 33 persen.

Sektor teknologi juga berkembang, dengan layanan pemrograman komputer tumbuh sebesar 28 persen, sementara pengeringan, pengemasan, dan manufaktur kurma naik 14 persen dari tahun ke tahun.

Hal ini terjadi karena belanja konsumen di kawasan ini terus meningkat, dengan transaksi titik penjualan mencapai SR536,89 juta ($143 juta) pada minggu yang berakhir pada tanggal 22 Februari, menandakan pertumbuhan ritel yang stabil dan inflasi yang stabil.

Kawasan Madinah telah mempertahankan pertumbuhan permintaan yang kuat dari tahun 2020 hingga 2024, yang menggarisbawahi daya tarik investasinya, Saudi Press Agency melaporkan. Pengembangan kawasan ini sejalan dengan Visi 2030 Arab Saudi, yang bertujuan untuk mengubah Madinah menjadi pusat investasi dan budaya utama.

Pada bulan Februari, Otoritas Pengembangan Kawasan Madinah melaporkan peningkatan kualitas hidup, pertumbuhan ekonomi, dan inisiatif budaya. Kawasan ini berada di peringkat ke-88 secara global dalam Indeks 100 Destinasi Kota Teratas 2024 versi Euromonitor International dan peringkat ketujuh dalam Indeks Kinerja Pariwisata, dengan 3.200 lokasi terdaftar dalam Daftar Warisan Perkotaan Nasional.

Arab Saudi juga telah melonggarkan pembatasan investasi asing di bidang real estat, yang memungkinkan investor internasional untuk membeli saham di perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Saudi yang memiliki properti di Mekkah dan Madinah, sebuah langkah yang diharapkan dapat mendorong arus masuk modal lebih lanjut ke kawasan tersebut.

Upaya transformasi digital Madinah juga mendapatkan daya tarik, dengan inisiatif Kota Cerdas Al-Madinah naik 11 peringkat dalam Indeks Kota Cerdas versi Institut Internasional untuk Pengembangan Manajemen, peringkat ke-74 secara global, naik dari peringkat ke-85 pada tahun 2023.

Arab Saudi Perkuat Kepemimpinan halal dengan 13 Kesepakatan Baru di Forum Makkah

this formate

JEDDAH, bisniswisata.co.id: Arab Saudi m menandatanganan 13 kesepakatan di acara khusus di Makkah, yang memperkuat kepemimpinannya di industri halal dengan memperluas investasi, memperkuat standar sertifikasi, dan meningkatkan produksi pangan.

Dilansir dari arabnews.com, diumumkan selama Forum Halal Makkah edisi kedua, yang diselenggarakan dari 25 hingga 27 Februari, kesepakatan tersebut mencakup kemitraan antara Halal Products Development Co., anak perusahaan dari Dana Investasi Publik, dan Al-Watania Poultry, Golden Chicken Farms Co., dan Ajlan & Bros Holding Group.

Kamar Dagang dan Pembangunan Islam juga menandatangani kesepakatan dengan Fambras Halal dari Brasil, Pusat Sains Halal dari Thailand, dan KulinWorld dari Slovenia untuk meningkatkan sertifikasi dan penelitian global dalam industri tersebut.

Selain itu, Otoritas Saudi untuk Kota Industri dan Zona Teknologi, atau MODON, mengamankan kesepakatan dengan First Milling Co. dan Ghitha Alzad Food Industries untuk memperkuat infrastruktur produksi pangan halal.

Diselenggarakan dengan tema “Pembangunan Berkelanjutan melalui Halal” dan diresmikan oleh Menteri Perdagangan Saudi Majid Al-Kassabi, forum tersebut sejalan dengan tujuan Visi Kerajaan 2030 tentang diversifikasi ekonomi dan perluasan sektor swasta.

Sebagai tempat lahirnya Islam, Kerajaan tersebut telah lama menjadi sumber produk halal tepercaya dan memanfaatkan pengaruhnya untuk memimpin pasar halal global senilai US$7 triliun, yang diproyeksikan mencapai US$10 triliun pada tahun 2030.

Menurut American Halal Foundation, belanja konsumen Muslim untuk produk bersertifikat halal diperkirakan mencapai $207 miliar, yang menggarisbawahi potensi ekonomi sektor tersebut.

Dengan partisipasi lebih dari 150 perusahaan di 15 negara, forum tersebut telah menjadi platform utama untuk mendorong inovasi, meningkatkan standar, dan memperkuat peran Arab Saudi sebagai pusat utama dalam ekonomi halal internasional.

Perjanjian yang ditandatangani selama forum tersebut mendukung pengembangan bisnis dan pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor. Mereka membangun kerangka kerja untuk ilmu halal, berkontribusi pada kemajuan materi ilmiah dan pendidikan, serta memperkuat posisi global forum tersebut.

Berfungsi sebagai pertemuan global bagi para pemimpin industri, forum tersebut memfasilitasi kolaborasi dalam inovasi dan praktik terbaik di sektor halal, dengan fokus pada keberlanjutan dan pembangunan.

Sebagai platform untuk kemitraan bisnis dan investasi, forum ini memperkuat posisi Arab Saudi dalam ekonomi halal global.

Perekonomian yang lebih luas di kawasan ini juga mengalami pertumbuhan yang kuat, dengan sektor perhotelan melaporkan peningkatan tahunan sebesar 42 persen pada tahun 2024.

Seniman Saudi Mawadah Muhtasib berkolaborasi dengan Harrods untuk Ramadhan dan Idul Fitri

this formate

Ramadan Kareem & Eid Mubarak,” by Mawadah Muhtasib

Seniman Saudi Mawadah Muhtasib berkolaborasi dengan Harrods untuk Ramadan dan Idul Fitri. Ini adalah tahun ketiga berturut-turut Harrods berkolaborasi dengan seorang kaligrafer Arab.

DUBAI, bisniswisata.co.id: : Toserba mewah London Harrods mengumumkan bahwa mereka berkolaborasi dengan kaligrafer Saudi terkenal Mawadah Muhtasib untuk kampanye Ramadhan dan Idul Fitri.

Muhtasib dikenal dengan kaligrafi Arabnya, menggunakan Muthana (tulisan cermin) dan aksara terbalik. Karyanya memodernisasi kaligrafi tradisional sambil mempertahankan esensi aslinya.

Dilansir dari arabnews.com, untuk kolaborasi ini, Muhtasib menciptakan dua karya seni khusus yang memadukan motif bunga Islami dengan gayanya yang khas. Yang pertama, yang menampilkan pesan “Ramadhan Kareem,” dibingkai dengan latar belakang biru tua, yang mencerminkan suasana spiritual Ramadan.

Desain kedua, yang dihiasi dengan “Eid Mubarak,” menggunakan palet warna merah muda yang cerah, yang melambangkan kegembiraan dan kemeriahan perayaan Idul Fitri.

“Saya sangat gembira dapat berkolaborasi dengan Harrods untuk merayakan Ramadan dan Idul Fitri tahun ini,” kata Muhtasib. “Kaligrafi Arab memiliki kekuatan yang sangat besar yang melampaui keindahan artistik — kaligrafi Arab merupakan cerminan sejati dari warisan, budaya, dan desain yang melampaui semua generasi.

“Untuk koleksi ini, penting bagi saya untuk menangkap harmoni antara keanggunan aksara Arab dan keindahan alam. Ilustrasi bunga pada desain ini menunjukkan keserbagunaan kaligrafi Arab, yang menegaskan tempatnya di dunia kemewahan dan desain,” katanya.

Karya-karya Muhtasib akan dipamerkan di seluruh kampanye Ramadhan dan Idul Fitri Harrods, termasuk di pajangan di dalam toko, ucapan selamat digital, konten sosial, dan di food hall ikonik Knightsbridge.

Selain itu, karya seni Muhtasib akan ditampilkan pada kemasan hadiah Idul Fitri Harrods

Kamar Dagang Uzbekistan dan ICCD Bahas Industri Halal dan Pengembangan Keuangan islam

this formate

TASHKENT, bisniswisata.co.id: Dalam rangkaian Forum Halal Makkah 2025, pertemuan bilateral diadakan antara Wakil Ketua Pertama Kamar Dagang dan Industri Uzbekistan, Davron Kurbanov, dan Sekretaris Jenderal Kamar Dagang dan Pengembangan Islam (ICCD), Yousef Khalawi.

Dilansir dari uzdaily.uz, pembahasan difokuskan pada pendalaman kerja sama antara Uzbekistan dan ICCD, penguatan hubungan perdagangan dan ekonomi dengan negara-negara Islam, dan pemanfaatan potensi Kamar Dagang secara efektif untuk memperluas kolaborasi.

Yousef Khalawi memberikan gambaran umum tentang kegiatan ICCD saat ini, inisiatif utama, dan rencana strategis yang bertujuan untuk meningkatkan kemitraan ekonomi di antara negara-negara Islam.

Pihak Uzbekistan, pada gilirannya, menyajikan informasi tentang daya tarik investasi negara tersebut, potensi ekspor, dan reformasi yang sedang berlangsung untuk meningkatkan lingkungan bisnis.

Para pihak mengeksplorasi peluang untuk meningkatkan perdagangan bilateral, memajukan industri halal, dan memperluas kerja sama di bidang keuangan Islam.

Sebagai hasil dari negosiasi tersebut, dicapai kesepakatan untuk menandatangani nota kesepahaman kerja sama antara Uzbekistan dan ICCD, menyelenggarakan forum bisnis dan misi perdagangan bersama, serta melaksanakan program untuk pertukaran pengalaman dan pengembangan profesional.

Pariwisata Halal Menjadi Arus Utama

this formate

Oleh: Hafiz M. Ahmed

TOKYO, bisniswisata.co.id: Dalam beberapa tahun terakhir, pariwisata halal telah beralih dari pasar khusus menjadi sektor terkemuka dalam industri perjalanan global. Pergeseran ini menandai perubahan signifikan dalam cara destinasi, hotel, restoran, dan operator tur memenuhi permintaan yang terus meningkat akan pengalaman perjalanan yang ramah Muslim.

Saat kita memasuki tahun 2024, pariwisata halal tidak lagi terbatas pada wilayah dengan populasi Muslim yang besar; pariwisata halal telah menjadi arus utama, dengan negara-negara di seluruh dunia melakukan investasi besar dalam layanan dan infrastruktur yang ramah halal.

Meningkatnya fokus pada pariwisata halal mencerminkan tren masyarakat yang lebih luas, seperti kepekaan budaya, perjalanan yang etis, dan inklusi. Dengan proyeksi populasi Muslim sebesar 2,2 miliar pada tahun 2030, dan pengeluaran perjalanan Muslim yang diperkirakan mencapai $300 miliar pada tahun 2026, jelas bahwa pariwisata halal sedang membentuk kembali lanskap perjalanan global.

Memahami Pariwisata Halal: Lebih dari Sekadar Makanan

Pada intinya, pariwisata halal dirancang untuk memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim yang ingin mematuhi pedoman Islam saat berlibur. Namun, pariwisata halal lebih dari sekadar makanan halal.

Pariwisata halal mencakup berbagai layanan yang memenuhi preferensi agama, budaya, dan gaya hidup wisatawan Muslim. Layanan ini dapat mencakup makanan bersertifikat halal, hotel bebas alkohol, kolam renang yang dipisahkan berdasarkan jenis kelamin, fasilitas salat, dan aturan berpakaian yang sopan.

Seiring dengan meningkatnya permintaan akan layanan tersebut, semakin banyak destinasi yang menyadari potensi pasar ini dan menyesuaikan penawaran mereka.

Khususnya, banyak negara dengan mayoritas non-Muslim yang memasuki arena pariwisata halal, menawarkan berbagai pilihan yang lebih luas bagi wisatawan yang mencari pengalaman yang menghargai budaya.

Mengapa Pariwisata Halal Menjadi Arus Utama

Pengarusutamaan pariwisata halal didorong oleh beberapa faktor utama. Mari kita telusuri alasan mengapa sektor ini tumbuh begitu pesat dan mendapatkan pengakuan di seluruh dunia.

1. Kekuatan Ekonomi Wisatawan Muslim

Wisatawan Muslim merupakan kekuatan ekonomi yang harus diperhitungkan. Menurut Global Muslim Travel Index (GMTI) 2022 oleh Mastercard dan CrescentRating, wisatawan Muslim menghabiskan sekitar $225 miliar pada tahun 2022, dan angka ini diperkirakan akan mencapai $300 miliar pada tahun 2026.

Karena semakin banyak keluarga dan individu Muslim bepergian untuk tujuan rekreasi, bisnis, dan keagamaan, destinasi yang memenuhi kebutuhan unik mereka akan terus diuntungkan secara ekonomi.

Pelaku utama internasional dalam industri pariwisata mulai menyadari potensi ini dan telah mulai mengembangkan produk dan layanan yang sesuai dengan halal.

Maskapai penerbangan, jaringan hotel, dan platform perjalanan semakin mengakomodasi kebutuhan wisatawan Muslim, dengan menawarkan layanan seperti makanan halal dalam pesawat, tempat salat, dan akomodasi bersertifikat halal.

2. Meningkatnya Kepekaan Budaya dan Inklusivitas

Seiring dengan semakin terhubungnya dunia, industri perjalanan semakin menekankan inklusivitas. Pariwisata halal sangat sesuai dengan tren ini, dengan menyediakan pengalaman yang peka budaya bagi wisatawan Muslim.

Faktanya, pariwisata halal tidak hanya menarik bagi umat Muslim—tetapi juga menarik minat wisatawan non-Muslim yang mencari pilihan perjalanan yang ramah keluarga, etis, dan berfokus pada kesehatan.

Banyak akomodasi dan layanan ramah halal dirancang untuk bersifat inklusif, dengan fitur-fitur seperti lingkungan bebas alkohol dan aturan berpakaian sederhana yang menumbuhkan suasana ramah keluarga. Daya tarik yang luas ini berkontribusi pada pertumbuhan pariwisata halal di luar pasar awalnya.

3. Meningkatnya Keterjangkauan Biaya Perjalanan

Keterjangkauan biaya perjalanan internasional telah memudahkan lebih banyak Muslim untuk menjelajahi destinasi di seluruh dunia. Maskapai penerbangan berbiaya rendah, pilihan akomodasi murah, dan paket perjalanan yang fleksibel telah membuka peluang bagi wisatawan Muslim, terutama mereka yang berasal dari negara berkembang seperti Indonesia, Malaysia, dan Turki.

Kombinasi keterjangkauan dan ketersediaan layanan halal yang semakin meningkat berarti bahwa lebih banyak Muslim yang memilih untuk bepergian daripada sebelumnya.

4. Meningkatnya Platform Digital untuk Perjalanan Halal

Dengan maraknya platform perjalanan daring, pemesanan perjalanan halal tidak pernah semudah ini. Situs web dan aplikasi seluler seperti HalalBooking dan Tripfez menawarkan paket perjalanan yang dikurasi khusus untuk wisatawan Muslim, termasuk restoran bersertifikat halal, tempat salat, dan hotel bebas alkohol.

Platform ini juga menyediakan ulasan pengguna, sehingga memudahkan wisatawan untuk menemukan dan memesan destinasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Selain itu, meningkatnya penggunaan media sosial oleh influencer Muslim membantu mempromosikan pariwisata halal dengan berbagi pengalaman perjalanan mereka dan merekomendasikan destinasi.

Instagram, YouTube, dan TikTok penuh dengan konten yang menampilkan resor ramah halal, wisata makanan halal, dan pengalaman budaya yang dirancang khusus untuk wisatawan Muslim.

Pariwisata Halal Berdasarkan Wilayah: Destinasi Utama yang Memimpin

Daya tarik pariwisata halal meluas ke seluruh benua. Negara-negara dari Asia hingga Eropa kini berlomba-lomba untuk merebut pangsa pasar yang menguntungkan ini dengan menawarkan layanan yang disesuaikan dan kampanye pemasaran yang menargetkan wisatawan Muslim.

1. Malaysia: Pemimpin Global dalam Pariwisata Halal

Malaysia tetap menjadi yang terdepan dalam pariwisata halal, secara konsisten menduduki peringkat teratas dalam Indeks Perjalanan Muslim Global. Sistem sertifikasi halal yang kuat di negara ini, yang dipadukan dengan banyaknya restoran halal, fasilitas salat, dan akomodasi ramah Muslim, menjadikannya favorit bagi wisatawan Muslim.

Kota-kota besar seperti Kuala Lumpur, Penang, dan Langkawi adalah destinasi populer yang menawarkan perpaduan pengalaman budaya, agama, dan rekreasi.

Selain itu, Malaysia menjadi tuan rumah beberapa konferensi pariwisata halal, seperti World Halal Week tahunan, yang menunjukkan komitmen negara tersebut untuk memajukan pariwisata halal.

2. Turki: Perpaduan Kaya Sejarah Islam dan Kenyamanan Modern

Turki telah lama menjadi tujuan pilihan bagi wisatawan Muslim, dengan kota-kota seperti Istanbul yang menawarkan kombinasi unik warisan Islam, fasilitas modern, dan keindahan alam.

Pariwisata Turki telah membuat layanan ramah halal tersedia secara luas, mulai dari restoran bersertifikat halal hingga hotel bebas alkohol dan resor berorientasi keluarga. Sebagai jembatan antara Eropa dan Asia, aksesibilitas Turki dan budaya Islam yang mengakar menjadikannya pemain kunci dalam sektor pariwisata halal.

3. Indonesia: Pariwisata Halal di Surga Tropis

Sebagai negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia, Indonesia secara alami telah merangkul pariwisata halal. Bali, khususnya, telah membuat langkah maju dalam menawarkan pengalaman perjalanan ramah halal, termasuk pantai, restoran, dan akomodasi yang ramah Muslim.

Pemerintah juga telah melakukan upaya bersama untuk mempromosikan pariwisata halal di wilayah lain seperti Lombok, Yogyakarta, dan Jakarta, di mana fasilitas shalat dan pilihan bersantap halal tersedia berlimpah.

4. Uni Emirat Arab: Kombinasi Wisata Mewah dan Halal

UEA adalah pusat global untuk wisata mewah, dan penawaran wisata halalnya pun tak terkecuali. Dubai dan Abu Dhabi adalah rumah bagi sejumlah hotel dan resor termewah di dunia, yang banyak di antaranya menyediakan makanan bersertifikat halal, fasilitas shalat, dan aktivitas ramah keluarga.

Kemampuan UEA untuk memadukan kemewahan dengan pertimbangan keagamaan menjadikannya destinasi favorit bagi wisatawan Muslim yang mencari waktu luang dan pemenuhan spiritual.

5. Jepang: Pendatang Baru yang Mengejutkan dalam Wisata Halal

Jepang dengan cepat muncul sebagai destinasi yang tak terduga tetapi populer bagi wisatawan Muslim. Dalam beberapa tahun terakhir, kota-kota seperti Tokyo dan Kyoto telah meningkatkan upaya untuk mengakomodasi wisatawan Muslim dengan menawarkan lebih banyak pilihan tempat makan halal, musala, dan akomodasi ramah Muslim.

Upaya ini sebagian didorong oleh Olimpiade Tokyo 2020, yang menyaksikan masuknya banyak pengunjung Muslim. Fokus Jepang pada kepekaan budaya dan inklusivitas terus menarik wisatawan Muslim dari seluruh dunia.

Tren dan Inovasi Utama dalam Pariwisata Halal

Seiring dengan semakin populernya pariwisata halal, beberapa tren utama membentuk masa depannya:

Wisatawan Muslim semakin mencari pengalaman perjalanan yang sejalan dengan nilai-nilai mereka, termasuk kesehatan dan pariwisata etis. Pariwisata halal secara alami sejalan dengan tren ini, karena mempromosikan konsumsi etis, kesederhanaan, dan pengelolaan lingkungan.

Destinasi yang berfokus pada praktik berkelanjutan, seperti resor ramah lingkungan dan inisiatif pariwisata yang bertanggung jawab, menjadi lebih menarik bagi wisatawan Muslim.

Permintaan untuk pelayaran ramah lingkungan meningkat, dengan perusahaan seperti HalalBooking dan Islamic Cruises menawarkan paket yang melayani wisatawan Muslim.

Pelayaran ini menyediakan makanan halal, fasilitas salat, dan lingkungan bebas alkohol, menciptakan pengalaman perjalanan unik yang mematuhi pedoman Islam.

Seiring berkembangnya pasar pelayaran halal, lebih banyak pilihan diharapkan muncul di destinasi populer seperti Mediterania, Karibia, dan Asia Tenggara.

Platform digital telah mengubah cara wisatawan Muslim merencanakan dan memesan perjalanan mereka. HalalBooking, Tripfez, dan platform lainnya memungkinkan wisatawan untuk memfilter berdasarkan hotel bersertifikat halal, masjid terdekat, dan restoran halal.

Platform ini juga menawarkan panduan dan rencana perjalanan yang memudahkan untuk menemukan aktivitas dan layanan ramah Muslim di destinasi wisata populer.

Makanan memainkan peran utama dalam pariwisata halal, dan destinasi yang menawarkan pengalaman bersantap halal yang beragam dan autentik menjadi semakin populer.

Baik itu makanan jalanan halal di Bangkok atau santapan lezat di London, wisata kuliner merupakan daya tarik utama bagi wisatawan Muslim. Kota-kota yang mempromosikan tempat makan bersertifikat halal mereka semakin diminati di pasar pariwisata halal.

Tantangan dan Peluang bagi Masa Depan Pariwisata Halal

Meskipun pertumbuhannya pesat, pariwisata halal menghadapi beberapa tantangan. Salah satu kendala utamanya adalah kurangnya sertifikasi halal yang terstandardisasi di berbagai negara, yang dapat menimbulkan kebingungan dan ketidakkonsistenan.

Selain itu, meskipun banyak destinasi mulai melayani wisatawan Muslim, pasokan layanan ramah halal di beberapa wilayah masih jauh dari permintaan.

Namun, peluang untuk pertumbuhannya sangat besar. Karena semakin banyak destinasi yang merangkul pariwisata halal, kita dapat mengharapkan peningkatan kolaborasi antara pemerintah, penyedia perjalanan, dan badan sertifikasi untuk menciptakan pengalaman yang lebih terstandardisasi dan kohesif bagi wisatawan Muslim.

Meningkatnya inovasi digital juga akan terus memainkan peran penting dalam membentuk masa depan pariwisata halal, menyediakan pengalaman perjalanan yang lebih personal dan lancar.

Seiring dengan semakin dekatnya kita dengan abad ke-21, pariwisata halal siap menjadi bagian tetap dalam industri perjalanan global.

Kombinasi kekuatan ekonomi, kepekaan budaya, dan munculnya perangkat digital telah menjadikan pariwisata halal sebagai sektor utama bagi destinasi di seluruh dunia. Dengan melayani kebutuhan wisatawan Muslim, perjalanan.

Penulis adalah : Pemimpin Redaksi dari The Halal Times, dengan lebih dari 30 tahun pengalaman dalam jurnalisme