SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Travel Meet Asia akan kembali digelar pada 25–26 Juni 2025 di lokasi baru, Swissôtel Jakarta PIK Avenue.
Dilansir dari traveldailynews.asia, edisi mendatang dari pameran dagang perjalanan B2B utama ini siap menarik lebih dari 1.300 delegasi, termasuk lebih dari 400 pembeli yang telah memenuhi syarat dari seluruh segmen perjalanan wisata, MICE, dan korporat.
Para pengambil keputusan utama dari perusahaan regional besar seperti Bain & Co., Chan Brothers, Mitra Malaysia, MAVP Travel & Tours, dan Asia MICE Planner telah mengonfirmasi keikutsertaan.
Diselenggarakan sebagai pameran dagang dan konferensi dua hari, TMA 2025 bertujuan untuk membuka potensi bisnis baru di seluruh ekosistem perjalanan Asia Tenggara.
Dengan dukungan kuat dari asosiasi terkemuka termasuk ASITA, ASTINDO, MATTA, NATAS, dan TTAA, acara ini memperkuat reputasinya sebagai pusat strategis untuk mendorong kemitraan intra-Asia dan kolaborasi komersial.
Pasar yang Kuat untuk Pertukaran Bisnis
Program pencocokan bisnis yang dikurasi TMA menjamin 100% pertemuan yang dijadwalkan sebelumnya antara peserta pameran dan pembeli yang memenuhi syarat.
Peserta pameran teratas termasuk The Ascott Limited, Meliá Hotels International, Resorts World Sentosa, DidaTravel Technology, Miki Travel, SUNRATE, dan banyak lagi.
Peserta tambahan mencakup spektrum vertikal perjalanan yang luas—dari dewan pariwisata nasional dan DMC hingga merek perhotelan dan penyedia teknologi perjalanan—yang memastikan pasar yang menyeluruh dan kompetitif.
Agenda Konferensi yang Berfokus pada Masa Depan
Konferensi TMA 2025 akan memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti melalui lima tema utama: Tren Pasar, Pemasaran Destinasi, Perhotelan, MICE & Perjalanan Perusahaan, dan Teknologi Perjalanan.
Delegasi akan mendengar dari para ahli regional tentang preferensi wisatawan yang terus berkembang, meningkatnya peran akomodasi alternatif, dan bagaimana teknologi membentuk kembali sektor pariwisata Asia Tenggara.
Sesi juga akan mengeksplorasi dinamika keluar dari Indonesia dan pasar tetangga, memberikan pandangan yang jelas tentang tren permintaan dan peluang untuk pertumbuhan.
Dengan mempertemukan para penyedia jasa perjalanan, agen perjalanan, dan pembeli di bawah satu atap di Jakarta, TMA 2025 memperkuat posisi Asia Tenggara sebagai salah satu kawasan outbound yang paling menjanjikan dan beragam dalam pariwisata global.
BANGKOK, bisniswisata.co.id: Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) melaporkan pertumbuhan yang kuat dalam kedatangan jarak jauh tahun 2025, dengan target 39 juta pengunjung.
Upaya difokuskan pada perluasan rute, menarik wisatawan bernilai tinggi, dan mempromosikan wisata kesehatan dan budaya.
Dilansir dari thailand-business-news.com, antara 1 Januari dan 21 April 2025, Thailand menyambut lebih dari 11,35 juta pengunjung, sebagaimana dilaporkan oleh Biro Imigrasi.
Pasar jarak jauh mengalami pertumbuhan tahun ke tahun yang signifikan. Inggris Raya mencatat 423.324 pengunjung, yang menandai peningkatan sebesar 20,61%.
Jerman menyambut 407.378 pengunjung, naik 13,14%, sementara Prancis mencatat 364.262 pengunjung, naik 22,65%.
Amerika Serikat mencatat 379.472 pengunjung, naik 12,83%. Australia mencatat 255.420 pengunjung, naik 16,85%, dan Israel mengalami lonjakan signifikan dengan 131.958 pengunjung, naik 97,43%.
Italia menarik 114.808 pengunjung, naik 28,6%, dan Belanda mencatat 94.074 pengunjung, naik 17,88%. Spanyol menyambut 52.629 pengunjung, naik 17,75%, dan Arab Saudi mencatat 43.356 pengunjung, tumbuh 15,26%.
Peningkatan kinerja ini didorong secara signifikan oleh perluasan kapasitas kursi pesawat, sebagai hasil dari strategi Fokus Maskapai TAT.
Inisiatif ini bekerja sama dengan maskapai penerbangan internasional untuk meningkatkan frekuensi penerbangan dan memperkenalkan rute baru.
Perkembangan terkini mencakup rute baru seperti Alitalia (Italia–Bangkok), Condor (Frankfurt–Bangkok/Phuket), Evelop Airlines (Madrid–Bangkok), dan Air Calédonie International (Paris–Bangkok).
Selain itu, ada peningkatan frekuensi dari Iberojet (Madrid–Bangkok) dan Norse Atlantic Airways (London, Gatwick–Bangkok).
Pertumbuhan Kuat dalam Kedatangan Internasional
Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) melaporkan pertumbuhan substansial dalam kedatangan jarak jauh, yang menargetkan 39 juta pengunjung dan pendapatan 2,23 triliun Baht pada akhir tahun.
Dari Januari hingga April, lebih dari 11,35 juta pengunjung datang, dengan peningkatan signifikan dari Inggris, Jerman, dan Prancis.
Perluasan ini merupakan hasil dari strategi Fokus Maskapai Penerbangan, yang bermitra dengan maskapai penerbangan untuk meningkatkan frekuensi penerbangan dan rute baru, seperti Alitalia dan Condor.
Prakarsa Pariwisata Strategis
Pasar jarak jauh terus mencatatkan pemesanan yang kuat hingga Juni, dengan keuntungan signifikan yang diharapkan dari Eropa dan Rusia.
TAT berfokus pada pasar dengan pengeluaran tinggi untuk pertumbuhan berkelanjutan, yang menargetkan Eropa, Amerika, dan Asia.
Penawaran kesehatan dan kebugaran menarik wisatawan, selain mempromosikan wisata berperahu pesiar, wisata olahraga, dan destinasi nomaden digital di seluruh Thailand.
PADANG, bisniswisata.co.id: Kegiatan yang mampu mempersatukan negara-negara Organisasi Kerjasama Islam ( OKI) dan bertekad dalam hal mengembangkan halal lifestyle di negara-negara anggotanya adalah International Ranah Minang Halal Lifestyle Festival (IRMHLF) 2025.
Acara yang diinisiasi oleh Prof Dr Sapta Nirwandar SE, DESS, Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center ( IHLC) bersama Ketua Yayasan Baiturrahmah, Ibu Maizarnis dan Rektor Universitas Baiturrahmah, Musliar Kasim sukses menyelenggarakan event yang membahas soal tekhnologi digital dalam pengembangan halal lifestyle itu.
Sapta mengatakan bahwa menyinggung soal tekhnologi, di dunia industri halal sudah ada platform yang melacak kehalalan produk yaitu Thailand yang juga sudah memiliki platform atau layanan informasi tentang perjalanan dan wisata halal bagi Muslim.
Konsep ini mencakup berbagai aspek seperti:
*Makanan Halal – Rekomendasi restoran dan tempat makan yang menyediakan makanan halal.
*Akomodasi Ramah Muslim – Hotel yang memiliki fasilitas seperti makanan halal, ruang shalat, atau arah kiblat di kamar.
*Destinasi Wisata Islami – Tempat-tempat dengan nilai sejarah Islam atau ramah bagi wisatawan Muslim.
*Fasilitas Ibadah – Informasi tentang masjid dan tempat salat di berbagai lokasi perjalanan.
Halal tourism atau wisata halal adalah konsep perjalanan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim dengan memperhatikan aturan Islam. Halal tourism sendiri adalah bagian dari halal industri terutama dalam aspek keuangan syariah, makanan dan minuman, farmasi, kosmetik media rekreasi dll.
Indonesia sebagai negara anggota OKI memiliki peluang besar untuk kedepankan promosi bersama Halal Tourism misalnya dengan membuat pameran bersama di mall-mall besar ibukota Jakarta perkenalkan potensi wisata dan pesona negara-negara OKI sehingga perjalanan intra negara OKI juga akan terdongkrak.
Untuk itulah membahas halal lifestyle sehari penuh di ruang serbaguna Universitas Baiturrahmah yang mewah pada 3 Mei 2025 masih berlanjut hingga tujuh duta besar perwakilan negara-negara Organisasi Kerjasama Islam ( OKI) bersiap pulang ke Jakarta dua hari berikutnya.
Saat menunggu keberangkatan di ruang tunggu VIP bandara Minangkabau Internasional, para Duta Besar negara-negara sahabat yang juga anggota OKI ini mengungkapkan kesan-kesannya tentang sekilas keindahan Sumatra Barat, kesan soal konfrensi ala raja-raja hingga gala dinner dengan persembahan desainer lokal yang mampu mempersembahkan karya-karya houte couture berbahan songket, sulaman dan bordir yang indah.
Duta Besar UEA, Abdulla Salem Obaid Salem Al Dhaheri yang menjadi jurubicara dari rekan-rekan dubes lainnya yang hadir mengatakan bahwa dia pribadi dan rekan-rekannya akan kembali ke Sumatra Barat yang alamnya sangat indah bahkan bersama keluarga.
“Saya akan kembali. Saya akan memastikan bahwa akan datang juga bersama keluarga. bukan hanya itu saja, tapi kita akan menemukan cara, sarana dan kesempatan bagi negara kita untuk berkolaborasi bersama,”.
Konferensi dan acaranya, diselenggarakan dengan sangat baik dan banyak peserta yang beragam. Pembicara adalah tokoh – tokoh penting yang hadir dari berbagai belahan dunia, “kita telah melihat pembicara dari Singapura, Thailand, Korea, dan Malaysia,” tambahnya.
“Kami memahami bahwa Indonesia adalah bangsa yang hebat, negara yang hebat.
Orang-orangnya sangat ramah tamah dan baik hati. Semua negara Islam adalah orang-orang yang baik dan mereka sangat menghormati Indonesia,”kata Salem Al Dhaheri
Oleh karena itu, dia katakan bahwa ini merupakan pertama kali bagi mereka ke Sumatra Barat tapi tetap saja ini tentu saja bukan yang terakhir, ujarnya
Enam rekan Dubes lain bersama Salem El Dhaheri adalah Ahmed Abdulla Ahmed Alharmasi Alhajeri, Dubes Bahrain, Sudqi Atallah Abd Alkader Al Omoush, Dubes Jordan, Yasser Hassan Farag Elshemy, Dubes Mesir. Mohamed Trabelsi, Dubes Tunisia, Ramil Rzayev, Dubes Azerbaijan, Armin Limo, Dubes Bosnia dan Herzegovina serta Macocha Tembele, Dubes Tanzania.
Menikmati keindahan pantai di Padang. ( Foto: Unbrah)
Mereka sempat city tour ke Kota Tua Padang atau Padang Lama, sebuah kawasan yang meliputi cagar budaya di sehiliran Sungai Batang Arau. Kawasan Kota Tua Padang pada zaman dahullu adalah sebuah kawasan perdagangan yang sangat ramai melalui Pelabuhan Muara.
Para dubes juga menikmati kunjungan ke Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi yang sebelumnya bernama Mesjid Raya Sumbar. Namanya kini menyandang nama Syeikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi dan masjid ikonik ini menjadi pusat pembelajaran adat dan agama di Sumatera Barat.
Berdiri di atas lahan seluas ±7,5 hektar tersebut awalnya digagas oleh Gubernur Sumbar periode 2005-2009, Gamawan Fauzi pada 2006. Syaikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi merupakan ulama besar asal Minangkabau yang menjadi imam di Masjidil Haram sehingga nama beliau bisa diabadikan menjadi nama masjid yang menjadi ikon wisata halal di Sumbar
Keindahan pantai juga mereka saksikan dalam Baiturrahmah Heritage Tour di sela-sela konfrensi yang padat saat para ahli wisata halal nasional seperti Dr. Ir. Yan Heryandi, MP, Kepala UNAND Halal Center, Halal Supervisor & Auditor LPPOM MUI membahas dalam konteks nasional.
Pembicara lainnya dari Indonesia adalah Nadia Mira Kusumaningtyas, S.Si., M.Sc, periset dari Universitas Darussalam Gontor, Dr. Edi Suandi, SE, MM dari Universitas Baiturrahmah Padang dan Ali Fahmi Prawiranegara, pendiri Simfratani dan Wamen Club membahas halal lifestyles.
Para Dubes sempat mengunjungi terutama di sisi selatan pantai melihat legenda batu Malin Kundang yang kena kutukan dari ibundanya dan kehadiran tujuh Dubes di kota Padang yang jelas telah menyadarkan warga Padang untuk membangkitkan gaya hidup halal termasuk kebangkitan wisata halal di Sumatra Barat meskipun Gubernur Sumbar Mahyeldi tidak nampak menyambut kehadiran mereka dalam berbagai peluang kesempatan.
Padahal pandangan para peserta dari kalangan dubes itu juga luar biasa membuat RI tersanjung bahkan ada tekad saling menguatkan. Dubes UAE yang mengaku antusias dengan International Ranah Minang Halal Lifestyle Festival ( IRMHLF) 2025 mengingatkan kembali bahwa kedua negara sudah memiliki perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif yaitu IUEA-CEPA yang dibentuk dan diakhiri dengan isu Halal.
Kemitraan ini fokus pada penyelesaian berbagai isu perdagangan barang, perdagangan jasa, ketentuan asal barang, serta hukum dan isu kelembagaan. Selain menjadi perundingan perdagangan pertama yang berhasil diselesaikan ditahun 2022.
Perjanjian Indonesia-UAE ( IUAE-CEPA ) merupakan perjanjian pertama Indonesia dengan mitra di Kawasan Teluk, sekaligus mencatatkan sejarah sebagai perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif tercepat yang pernah diselesaikan Indonesia
PEA merupakan salah satu mitra potensial Indonesia yang tidak hanya sebagai tujuan ekspor non tradisional, namun juga berpotensi untuk menjadi hub perdagangan internasional di kawasan Timur Tengah, Asia, Afrika, dan Eropa.
Armin Limo, Dubes Bosnia dan Herzegovina
berterima kasih telah memberikannya kesempatan untuk menyampaikan bahwa konferensi ini sungguh luar biasa. “Kami mendengar banyak hal dan ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk mengembangkan kerja sama antara
Indonesia dan negara kami Bosnia,”
Armin Limo mengatakan dari Bosnia sayangnya konsep halal tidak ada di bekas negara Yugoslavia karena Bosnia dulunya merupakan bagian dari bekas Yugoslavia, negara itu adalah negara komunis, jadi mereka tidak tahu apa itu halal.
“Baru setelah perang, setelah tahun 1995, atau beberapa dekade terakhir, kami mulai menyadari betapa pentingnya konsep itu.
Jadi, hal itu makin menguat di negara kita. Misalnya, sekarang di bulan Juni ada konferensi, halal tradisional yaitu Sarajevo Halal Expo 2025 di 17- 19 Juni 2025.
Halal Expo Sarajevo merupakan langkah maju ke arah ini, yang mengajak kolaborasi untuk membangun kemitraan strategis guna mempromosikan budaya halal di kalangan umat Muslim di Bosnia dan serta meningkatkan industri halal di seluruh Eropa.
Perpisahan di bandara Minangkabau Internasional
Sudqi Atallah Abd Alkader Al Omoush, Dubes Jordan memuji Universitas Baiturrahmah yang telah membuat event konfrensi sekaligus menunjukkan peran dan mempromosikan ide-ide baru akademisi dalam industri halal yang sangat penting.
Bagaimana melembagakan prosesnya dan ada badan pemerintah yang akan mengatur seluruh masalah pelabelan, sertifikasi, standarisasi proses dalam mewujudkan ekosistem halal. “ Universitas memulainya dengan inisiatif yang sangat bagus, menunjukkan seberapa dalam keterlibatan universitas dalam promosikan ide-ide baru dan positif. Dengan potensi memiliki dinamika baru dalam menghasilkan keuntungan ekonomi bagi negara bahkan semua negara OKI,” ujarnya.
“Peneliti RI Nadia Mira Kusumaningtyas, S.Si., M.Sc, periset dari Universitas Darussalam Gontor meneliti pembuatan kapsul dari durian dan rumput laut yang dapat mengganti beberapa produksi gelatin yang kerap mengandung babi yang diharamkan umat Islam misalnya. Tentu saja, Indonesia, akan memiliki daya ungkit dalam hal itu karena negara lain tidak memproduksi durian tapi manfaatnya dapat dimanfaatkan seluruh negara Islam,”
Menurut dia, pada dasarnya pelabelan standar adalah halal dan negara OKI yang akan membuka peluang baru di tingkat ekonomi dan memasuki bursa perdagangan antar negara Islam dan hal ini sangat penting ketika kita menghitung angka-angka bisnisnya.
Rektor Univ Baiturrahmah, Musliar Kasim dan para dubes nampaknya sepakat konfrensi ini tidak hanya membuahkan wawasan-wawasan baru soal mengembangkan halal lifestyle dengan tekhnologi digital tapi juga melahirkan komitmen baru dalam bidang pendidikan halal.
Terbuka beragam peluang kerjasama antar kampus negara-negara OKI dimana para dubes mendorong mahasiswanya belajar halal di UEA, Tunisia, Yordania, dan di mana saja mereka dapat memperluas keahlian, pengalaman, pengetahuan dalam bentuk mengirim mahasiswa untuk belajar meski hanya selama satu semester, misalnya.
Selain juga mempererat persaudaraan, hubungan, kerjama bilateral telah terbentang dengan satu perpisahan yang manis di bandara Minangkabau Internasional itu: Trully Beyond Expectation ! Sungguh diluar ekspektasi banyak orang.
SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Produsen makanan dan minuman Wales telah memberikan kesan yang kuat di FHA-Food & Beverage di Singapura, ajang perdagangan makanan dan perhotelan terkemuka di Asia.
Dilansir dari pembrokeshire-herald.com, event yang diadakan di lokasi strategis utama untuk pasar ekspor, FHA menyediakan platform bagi para pelaku bisnis Wales untuk memamerkan produk terbaik merek.
Selama empat hari medio April lalu, hadir para pembeli dari seluruh Asia Tenggara, Tiongkok, India, Australia, dan sekitarnya. Para peserta pameran termasuk Dairy Partners dan Morning Foods, keduanya dengan bangga mewakili produk buatan Wales di panggung internasional.
Pemerintah Wales mendukung misi perdagangan di bawah bendera Cymru/Wales, membantu para produsen mengamankan peluang baru di seluruh pasar ASEAN. Will Bennett, Co-Director di Dairy Partners, mengatakan acara tersebut sangat berharga.
“Kami senang menjadi bagian dari FHA Singapura dan menunjukkan kualitas dan keragaman produk susu Welsh. Responsnya sangat positif, dengan minat dari pembeli di Singapura, Filipina, Vietnam, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan Australia, untuk menyebutkan beberapa di antaranya.”
Menurut Will Bennett, dukungan Pemerintah Welsh sangat berharga dalam meningkatkan visibilitas kami dan membuka pasar internasional.
Selain itu yang juga hadir adalah Culinary Association of Wales, yang memberikan demonstrasi memasak langsung menggunakan bahan-bahan Welsh premium yang tersedia di wilayah tersebut.
Kunjungan mereka juga mempromosikan Worldchefs Congress & Expo yang akan datang, yang akan berlangsung di Wales pada tahun 2026, yang diharapkan akan menarik peserta dari lebih dari 100 negara.
Arwyn Watkins OBE, Presiden Culinary Association of Wales, mengatakan memamerkan makanan Welsh di Singapura telah menjadi kesempatan yang fantastis.
“Kami sangat gembira menggunakan platform ini untuk mempromosikan Kongres Worldchefs tahun depan di Wales—sebuah acara yang akan menyoroti industri kami dan menyambut para koki dan pembeli dari seluruh dunia.”
Di antara produk yang ditampilkan adalah Rhug Estate Organic Lamb, Hilltop Honey, Cygnet Gin, wiski Penderyn, garam laut Halen Môn, barang-barang dari Village Bakery, Moose Maple Butter, dan lainnya dari Dairy Partners dan Morning Foods.
Pemerintah Welsh terus menawarkan dukungan khusus untuk bisnis yang ingin mengekspor, termasuk akses ke pameran dagang internasional, bantuan keuangan, wawasan pasar, pelatihan keterampilan, dan infrastruktur inovasi untuk membantu perusahaan tumbuh.
Wakil Menteri Pertama Huw Irranca-Davies MS, yang bertanggung jawab atas Perubahan Iklim dan Urusan Pedesaan, mengatakan partisipasi Welsh di acara-acara seperti FHA cerminkan komitmeni untuk mempromosikan industri makanan dan minuman kelas dunia.
“ASEAN adalah kawasan pertumbuhan utama untuk ekspor Welsh, dan acara ini menyoroti potensi yang menarik untuk ekspansi di masa mendatang.”
Sorotan global akan kembali ke Wales akhir tahun ini saat Blas Cymru / Taste Wales berlangsung pada 22–23 Oktober di ICC Wales, Newport.
Acara ini pada tahun 2023 ini menarik 276 pembeli dan 122 produsen Welsh, menghasilkan hasil komersial yang kuat melalui kombinasi pertemuan dagang satu lawan satu, jaringan, dan pengambilan sampel produk.
Edisi tahun 2025 ini akan menampilkan lebih dari 200 peluncuran produk baru dan pameran yang lebih luas yang terdiri dari 3.000 produk, yang menunjukkan kekuatan dan keragaman makanan dan minuman Welsh.
SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Hilton (NYSE: HLT) telah mencapai kesepakatan dengan UOL Group untuk membuka hotel NoMad di Singapura, menandai kiprahnya di segmen gaya hidup mewah yang berkembang pesat di Asia Pasifik.
Debut ini bergabung dengan NoMad London yang dibuka pada tahun 2021 dan mendapat pengakuan internasional. Dilansir dari www.hospitalitynet.org, dikembangkan melalui kemitraan dengan UOL Group, grup properti dan perhotelan terkemuka yang terdaftar di Singapura, NoMad baru dengan 173 kamar tidur di Singapura akan dibuka pada awal tahun 202.
Hotel akan menghadirkan pendekatan merek yang halus namun eklektik terhadap perhotelan mewah, dengan fokus pada desain yang canggih, santapan kelas dunia, dan program budaya yang mendalam.
Terletak di Orchard Road, hotel ini akan menawarkan akses ke destinasi belanja dan hiburan utama Singapura sambil merangkul lanskap budaya kota yang semarak.
Para tamu akan berada beberapa saat dari koridor ritel mewah Singapura, pengalaman gaya hidup yang melimpah, dan kawasan warisan lokal termasuk Arab Street, Bugis, dan Chinatown, yang menawarkan hubungan autentik dengan budaya dan sejarah Singapura yang kaya.
Hotel-hotel NoMad hadirkan keseimbangan yang unik – megah namun intim, berkelas namun ceria, klasik namun kontemporer – memadukan kemewahan dengan gaya hidup untuk menciptakan pengalaman yang dikurasi dengan cermat yang dibentuk oleh desain interior dan pengaruh budaya yang memikat.
Sentuhan khusus, seperti karya seni lokal yang dibuat khusus yang ditampilkan di setiap kamar tamu, menghidupkan identitas merek yang dikurasi.
Setiap NoMad memberikan pengalaman kemewahan yang mendalam yang disesuaikan dengan destinasi, menyediakan layanan yang dipersonalisasi, serta pengalaman desain dan kuliner yang tak terlupakan.
Dengan penandatanganan hotel NoMad di Singapura, Hilton mengambil langkah lebih jauh menuju rencananya untuk mengembangkan kehadiran mewahnya menjadi 150 hotel di kawasan Asia Pasifik dalam beberapa tahun mendatang.
Selama dua tahun ke depan, Hilton akan membuka properti Waldorf Astoria di Kuala Lumpur, Sydney, Shanghai, Tokyo, Xi’an, dan Hanoi.
Conrad Hotels & Resorts sedang berekspansi dengan properti-properti yang akan datang di destinasi wisata utama di seluruh Tiongkok, termasuk Xi’an, Chengdu, dan Nanjing, serta di Nagoya, Jepang.
Hilton juga telah memperluas penawaran mewahnya dengan memperkenalkan LXR Hotels & Resorts ke Asia Tenggara baru-baru ini dengan Umana Bali, properti LXR keduanya di kawasan tersebut, setelah ROKU KYOTO di Jepang.
Properti-properti ini akan bergabung dengan portofolio mewah global Hilton yang terus berkembang, yang kini menjadi salah satu yang terbesar di industri ini dengan lebih dari 500 properti.
Termasuk Waldorf Astoria Seychelles Platte Island yang baru saja dibuka, Ka Laʻi Waikīkī Beach, LXR Hotels & Resorts, dan Signia by Hilton Amman, serta penambahan lebih dari 400 properti Small Luxury Hotels of the World baru-baru ini.
Hotel-hotel NoMad berpartisipasi dalam Hilton Honors, program loyalitas tamu pemenang penghargaan untuk 24 merek hotel Hilton yang berbeda.
Anggota Hilton Honors yang memesan langsung melalui saluran Hilton pilihan memiliki akses ke berbagai manfaat instan, termasuk penggeser pembayaran fleksibel yang memungkinkan anggota memilih hampir semua kombinasi Poin dan uang untuk memesan tempat menginap, diskon anggota eksklusif, Wi-Fi standar gratis, dan aplikasi seluler Hilton Honors.
LONDON, bisniswisata.co.id: Plaza Premium Group (PPG) telah luncurkan lounge eksklusif untuk maskapai Saudia di Terminal 4 Bandara Heathrow London.
Dilansir dari moodiedavittreport.com, maskapai penerbangan nasional Arab Saudi tersebut mengklaim bahwa Lounge Saudia Airlines yang dikelola PPG, yang hanya terbuka untuk penumpang Kelas Utama dan Bisnis.
Menetapkan tolok ukur baru dalam bidang perhotelan perjalanan internasional. Fitur lounge berkapasitas 140 tamu tersebut mencakup Zona VIP khusus yang dirancang dengan elegan, nuansa kedatangan yang mewah, dan karya seni yang dikurasi untuk meningkatkan dan mengangkat suasana.
Zona VIP tersebut semakin ditingkatkan dengan pengalaman kuliner Timur Tengah eksklusif yang menampilkan menu à la carte dan layanan pelayan pribadi.
Lounge utama mencakup zona ruang kerja tamu, tempat duduk yang nyaman, dan ruang makan yang menampilkan prasmanan lengkap termasuk hidangan musiman dan berbagai pilihan minuman nonalkohol serta mocktail.
Tamu lounge utama juga dapat menikmati ‘The Chef’s Daily Table’. Hal ini menawarkan kepada para pelanggan pilihan hidangan segar yang disajikan sepanjang hari, “memberikan pengalaman kuliner yang terus berubah untuk memanjakan selera”, menurut PPG.
Dalam kemitraan eksklusif dengan London Tea Exchange, lounge ini juga meluncurkan Tea Bar yang pertama di jenisnya. Para tamu dapat menikmati pengalaman minum teh yang canggih, mencicipi pilihan teh kelas dunia yang dikurasi yang mendefinisikan ulang seni penyegaran”.
Lounge, yang dilengkapi jendela dari lantai hingga langit-langit dengan pemandangan landasan pacu, juga berisi area sholat khusus. Ada juga fasilitas pancuran mewah.
Pendiri dan Kepala Eksekutif Plaza Premium Group Song Hoi See berkata: “Kami bangga mengumumkan pembukaan lounge maskapai pertama kami untuk Saudia, yang dikelola oleh Plaza Premium Group di London Heathrow – menandai lounge ketujuh kami di kota yang semarak ini.
“London tetap menjadi salah satu pusat penerbangan terpenting di dunia, dan perluasan berkelanjutan kami di sini menggarisbawahi dedikasi kami untuk meningkatkan pengalaman perjalanan bagi setiap tamu,”.
Peluncuran Saudia Airlines Lounge memungkinkan para tamu untuk membenamkan diri dalam warisan dan budaya kota yang kaya melalui pengalaman di lounge yang dikurasi dengan cermat
“Lounge selanjutnya mencerminkan komitmen kami untuk menghadirkan keramahtamahan kelas dunia yang terinspirasi dari budaya lokal di setiap titik kontak.”
Chief Guest Experience Officer Saudia Rossen Dimitrov berkomentar bahwa peluncuran lounge baru di Terminal 4 Bandara Heathrow London merupakan bukti dedikasi Saudia untuk menyediakan pengalaman perjalanan yang luar biasa yang mewujudkan esensi keramahtamahan Saudi.
“Kami bangga menawarkan kepada para tamu kami ruang premium yang memadukan kenyamanan, kemewahan, dan kekayaan budaya, yang menjadi tolok ukur baru untuk perjalanan internasional.”
MAASTRICHT, bisniswisata.co.id: Data baru dari HotStats menunjukkan peningkatan profitabilitas di seluruh hotel mewah di UEA, didorong oleh kinerja top-line yang kuat dan pengendalian biaya yang disiplin.
Dilansir dari hospitalitynet.org, temuan tersebut, menyusul diskusi pada pertemuan investor di GIOHIS tahun ini, memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai pasar dengan hasil tinggi untuk investasi perhotelan dan menunjukkan permintaan yang berkelanjutan, daya penetapan harga yang kuat, dan operasi yang disiplin di seluruh segmen kelas atas.
Menurut data bergulir 12 bulan (Maret 2024 – Februari 2025), properti mewah di seluruh UEA telah mempertahankan kinerja yang kuat, memperkuat reputasi kawasan tersebut sebagai pemimpin dalam perhotelan kelas atas.
Indikator Utama yang Menginspirasi Optimisme ;
1. Stabilitas Hunian Mencerminkan Kematangan Pasar
Hunian untuk hotel mewah UEA tetap stabil di 85,5%, hampir tidak berubah dari 85,6% tahun sebelumnya. Konsistensi ini menandakan pasar yang matang dan stabil dengan permintaan berkelanjutan dari segmen rekreasi dan korporat.
Tarif Harian Rata-rata (ADR) naik hampir 9% dari tahun ke tahun, mendorong peningkatan RevPAR sebesar 4,3%. Angka-angka ini menunjukkan strategi tarif yang efektif dan keinginan yang terus berlanjut untuk pengalaman premium di kalangan wisatawan kaya.
Peningkatan Total Pendapatan dan Laba Operasional Bruto menunjukkan lingkungan kinerja yang seimbang, di mana permintaan yang kuat diimbangi oleh manajemen biaya yang disiplin.
Ini menjadi pertanda baik bagi pemilik dan operator yang berfokus pada memaksimalkan keuntungan.
Menatap ke Depan: Lanskap Investasi Strategis
Tren kinerja ini menegaskan daya tarik UEA yang berkelanjutan sebagai tujuan utama untuk investasi hotel mewah.
Bagi para pemangku kepentingan yang mengeksplorasi perluasan merek, reposisi aset, inovasi operasional, atau penyelarasan ESG, fundamentalnya tetap solid.
Dengan GIOHIS 2025 di depan mata, tidak ada waktu yang lebih baik untuk diskusi strategis seputar masa depan perhotelan di kawasan tersebut.
Sektor mewah UEA tidak hanya bertahan kuat—tetapi juga bergerak maju. Jika Anda ingin menjelajahi dan mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana HotStats dapat membantu Anda menemukan peluang keuntungan di sektor perhotelan mewah.
Tentang HotStats
HotStats, perusahaan Duetto, adalah perusahaan pembanding data global yang menawarkan analisis kinerja khusus dan alat pembanding yang membantu menganalisis data keuangan dan operasional dari berbagai hotel di seluruh dunia.
Hal ini memberikan wawasan berharga kepada pemilik hotel, operator, dan investor tentang kinerja keuangan properti mereka dibandingkan dengan pesaing mereka – sumber daya yang sangat berharga untuk mempertimbangkan opsi dan mengevaluasi peluang investasi
ABU DHABI, bisniswisata.co.id: Etihad Airways telah menjadi anggota terbaru program Turbulence Aware IATA, sebuah inisiatif global yang mengumpulkan data anonim waktu nyata tentang turbulensi dari maskapai yang berpartisipasi.
Dilansir dari aviationbusinessnews.com, Informasi ini membantu pilot dan operator penerbangan merencanakan rute penerbangan yang lebih lancar dan efisien dengan meminimalkan paparan terhadap kondisi turbulensi.
Etihad Airways akan mengintegrasikan platform Turbulence Aware di seluruh armadanya yang terdiri dari hampir 100 pesawat Airbus dan Boeing, dengan setiap penerbangan secara otomatis memberikan laporan turbulensi ke program tersebut.
Dengan bergabung dalam inisiatif ini, jaringan global Etihad Airways yang luas akan meningkatkan cakupan data di Timur Tengah dan lima benua.
Seiring dengan semakin banyaknya maskapai yang berpartisipasi, kualitas data dan kemampuan prediktif program ini akan terus menguat, meningkatkan keselamatan dan kenyamanan di seluruh industri.
Kapten Majed Al Marzouqi, kepala operasi sementara dan petugas tamu di Etihad Airways, mengatakan sebagai bagian dari komitmen terhadap keselamatan.
“Kami senang bergabung dengan program Turbulence Aware milik IATA dan memanfaatkan jaringan dan armada kami yang luas untuk mendukung industri dalam mengelola turbulensi secara efektif.
Dengan data yang akurat dan terkini, pilot dapat menavigasi turbulensi secara efektif sehingga menghasilkan perjalanan yang lebih lancar.
Kamil Al-Awadhi, wakil presiden regional IATA untuk Afrika dan Timur Tengah, mengatakan akses ke data turbulensi yang akurat dan tepat waktu sangat penting untuk meningkatkan keselamatan penerbangan dan kenyamanan penumpang.
Kami menyambut partisipasi Etihad Airways dalam Turbulence Aware, yang memperkuat kemampuan industri untuk mengurangi dampak turbulensi secara langsung.
“Kontribusi mereka akan semakin meningkatkan cakupan global, memastikan awak pesawat memiliki informasi yang mereka butuhkan untuk membuat keputusan operasional yang lebih aman dan lebih efisien.”
IATA mengatakan kualitas data Turbulence Aware akan meningkat seiring dengan semakin banyaknya maskapai yang berkontribusi pada platform tersebut.
Lebih dari 25 maskapai berpartisipasi dalam program ini sejauh ini dengan lebih dari 2.600 pesawat yang mengoperasikan perangkat lunak tersebut, sehingga menghasilkan lebih dari 51 juta laporan pada tahun 2024.
ANKARA, bisniswisata.co.id: Pariwisata dapat memberikan kontribusi lebih dari US$135 miliar terhadap perekonomian Turki tahun ini — sekitar 12% dari PDB — dengan pengeluaran wisatawan asing dan domestik akan meningkat, menurut data terbaru dari World Travel & Tourism Council
“Visi Turki sangat penting dalam mendorong pertumbuhan pariwisatanya dan sangat penting bagi Turki untuk menempatkan dirinya di peta sebagai tujuan wisata,’ kata Julia Simpson, CEO WTTC
Dilansir dari www.aa.com.tr, hal yang menarik adalah meskipun sektor perjalanan dan pariwisata Turki telah tumbuh, dampak intensitas karbon di Turki telah menurun,’ kata Simpson kepada Anadolu
Istanbul
Garis pantai yang disinari matahari, harta karun arkeologi yang tak lekang oleh waktu, dan mosaik budaya unik tempat Eropa bertemu Asia telah mendorong sektor pariwisata Turki ke rekor tertinggi.
Tahun ini, sektor ini diperkirakan akan menyumbang sekitar 5,2 triliun lira Turki (sekitar $135,35 miliar) bagi ekonomi nasional — sekitar 12% dari produk domestik bruto, menurut data dari World Travel & Tourism Council (WTTC).
Dalam laporan terbaru, WTTC memproyeksikan pertumbuhan sektoral lebih dari $5,2 miliar di atas level tahun lalu, dengan CEO-nya Julia Simpson memuji pendekatan strategis Turki dalam mempromosikan pariwisata.
Berbicara kepada Anadolu, Simpson mengatakan bahwa visi Turki sangat penting dalam mendorong pertumbuhan pariwisatanya dan sangat penting bagi Turki untuk menempatkan dirinya di peta sebagai tujuan wisata.
“Turkish Airlines terbang ke lebih banyak tujuan daripada maskapai lain di dunia dan itu berarti Turki terhubung dengan sangat baik. Dan konektivitas sangat penting,” kata Jukia Simpson
“Turki juga merupakan negara yang aman; para pelancong perlu merasa sangat aman dan Turki adalah negara yang baik dan aman untuk dikunjungi,” tambahkan.
“Kemudian Anda memiliki keindahan alam — Turki sangat indah. Pantai Antalya khususnya sangat spektakuler. Dan sejarahnya, dan semua barang antiknya. Di sanalah benar-benar tempat barat bertemu dengan timur.”
Pariwisata ‘kekuatan nyata untuk kebaikan’
Studi WTTC memperkirakan bahwa baik wisatawan lokal maupun mancanegara akan berkontribusi pada pertumbuhan ini. Belanja wisatawan mancanegara diproyeksikan mencapai US$67,7 miliar pada tahun 2025, yang mencerminkan meningkatnya popularitas Turki di panggung global.
Sementara itu, belanja wisatawan domestik diperkirakan mencapai US$36,5 miliar, yang menyoroti pasar pariwisata internal negara yang dinamis.
Laporan tersebut juga mengantisipasi bahwa industri perjalanan dan pariwisata akan mendukung 3,3 juta pekerjaan di seluruh Turki tahun ini, yang mencakup lebih dari 10% dari semua lapangan pekerjaan.
Dari layanan makanan dan acara budaya hingga transportasi dan perhotelan, sektor ini menghasilkan peluang jangka panjang bagi jutaan warga Turki.
“Kami percaya pariwisata adalah kekuatan nyata untuk kebaikan dan membantu budaya saling memahami. Ini benar-benar jembatan menuju perdamaian dan Turki menawarkan tempat berlindung yang aman, dan orang-orang sangat menghormati dan menghargai satu sama lain,” kata Simpson.
Menyoroti peran penting infrastruktur dalam mempertahankan pertumbuhan pariwisata, Simpson menekankan pentingnya investasi berkelanjutan.
“Infrastruktur jalan sangat penting. Dan ini sangat penting bukan hanya bagi para wisatawan, jadi kita benar-benar perlu memperhatikan infrastruktur jalan, dan mempromosikan tempat-tempat alternatif bagi wisatawan untuk dikunjungi juga penting untuk meningkatkan pariwisata,” katanya.
Simpson juga menekankan bahwa seiring pertumbuhan sektor ini, sektor ini harus melakukannya secara bertanggung jawab, baik secara lingkungan maupun sosial.
“Jika Anda melihat dampak lingkungan kita secara global, perjalanan dan pariwisata bertanggung jawab atas sekitar 7% emisi gas rumah kaca,” katanya.
Di Turki, angkanya sangat mirip dengan rata-rata global. Yang menarik adalah meskipun sektor perjalanan dan pariwisata Turki telah tumbuh, dampak intensitas karbon di Turki telah menurun,” katanya.
Beralih ke tren yang lebih luas, Simpson mengakui bahwa meskipun konflik global memengaruhi pariwisata, dampaknya cenderung bersifat lokal.
“Perjalanan dan pariwisata sangat tangguh dalam banyak hal dan dampak konflik cenderung cukup lokal dalam hal perjalanan dan pariwisata. Saya pikir sangat bagus bahwa Turki selalu menyambut orang-orang yang bepergian ke seluruh dunia dengan tangan terbuka,” katanya.
Namun, dia juga memperingatkan bahwa ketidakpastian ekonomi yang berasal dari tarif dan sengketa perdagangan dapat menciptakan beberapa turbulensi bagi sektor tersebut dalam jangka pendek.
Memang benar bahwa ketika Anda memiliki pasar yang tidak stabil dan ketidakpastian, tidak ada investor yang menyukainya.
“Saya sangat berharap bahwa beberapa kesepakatan perdagangan dapat dicapai dan beberapa di antaranya akan diselesaikan secara alami. Namun dalam jangka pendek, itu pasti menciptakan beberapa turbulensi,” kata Simpson.
Pertumbuhan meski ada ‘ketidakpastian ekonomi’ global
Terlepas dari potensi hambatan ini, Simpson mencatat bahwa jumlah pariwisata Turki tetap kuat. Dalam hal jumlah wisatawan, ia mengatakan Turki saat ini tidak merasakan dampak apa pun.
“Faktanya, terkadang ketika satu daerah kehilangan penduduk, negara lain bisa mendapatkan penduduk,” katanya, seraya mencatat bahwa saat ini, jumlah wisatawan Kanada dan Meksiko di AS telah menurun
“Jadi, kita mungkin melihat orang Kanada bepergian ke berbagai belahan dunia dan orang Meksiko melakukan hal yang sama.”
Ketika Anda mengalami masalah tersebut, orang cenderung menyebar ke daerah lain. Ketidakpastian ekonomi tidak pernah baik untuk pasar, tetapi saat ini, kami melihat, khususnya, Turki mengalami April yang kuat, tegasnya.
Ke depannya, Simpson mengatakan WTTC memperkirakan sektor perjalanan dan pariwisata global akan tumbuh sebesar 6,7% pada tahun 2025, mencapai nilai sekitar US$11,7 triliun.
Pekerjaan di bidang perjalanan dan pariwisata diproyeksikan akan tumbuh menjadi lebih dari 370 juta secara global tahun depan, peningkatan sebesar 4%.
Selama dekade berikutnya, WTTC memperkirakan bahwa sektor ini akan menyumbang $16,5 triliun bagi ekonomi global, yang mewakili 11,5% dari PDB global — peningkatan sebesar 3,5%.
“Yang menarik, kami memperkirakan ekonomi global selama 10 tahun ke depan akan tumbuh sebesar 2,5%, tetapi sektor perjalanan dan pariwisata akan tumbuh sebesar 3,5%.
“Jadi, kami adalah sektor yang tumbuh lebih cepat dari ekonomi global. Kami melihat peningkatan jumlah kelas menengah, misalnya, di India dan Tiongkok. Orang-orang sedang berpindah-pindah. Mereka punya uang, dan khususnya setelah pandemi, orang-orang masih ingin menghabiskan uang itu untuk bepergian dan mendapatkan pengalaman baru,” tambahnya.
Coral Travel Group, salah satu grup pariwisata terkemuka di Turki dan Eropa, juga menyambut baik prospek positif tersebut.
Ayhan Bektas, Ketua Dewan di Coral Travel Group dan Anggota WTTC, mengatakan “Kami bangga menjadi bagian dari kisah pariwisata Turki dan berkontribusi pada sektor yang mendukung jutaan lapangan pekerjaan dan memberikan nilai riil bagi ekonomi nasional.
“Kemitraan antara sektor swasta dan pemerintah telah membantu menjadikan Turki salah satu tujuan wisata paling dinamis di dunia — dan kami berharap dapat melanjutkan kesuksesan itu bersama-sama. Kami akan terus berupaya mendukung kebangkitan Turki,” tambah Julia Simpson.
BANGKOK, bisniswisata.co.id: Laporan Tenaga Kerja Pariwisata yang Berkembang: Pengembangan Modal Manusia di APAC, adalah tema laporan yang diluncurkan selama KTT Tahunan PATA 2025.
Laporan ini menawarkan analisis terperinci tentang modal manusia di seluruh sektor pariwisata di kawasan tersebut dan menyarankan langkah-langkah yang dapat ditindaklanjuti untuk memberdayakan generasi profesional pariwisata mendatang.
Dilansir dari hotelnewsresource.com, PATA menyoroti tantangan, termasuk menarik bakat baru, tingkat pergantian karyawan yang tinggi, kesenjangan keterampilan, dan ketidakselarasan antara pengembangan tenaga kerja dan tujuan keberlanjutan.
Studi ini juga menggarisbawahi perlunya kolaborasi yang lebih baik antara sektor publik dan swasta, akademisi, dan industri, terutama dalam mempersiapkan kaum muda untuk dunia kerja.
Temuan utama dari laporan tersebut menunjukkan ketidakselarasan dalam ekspektasi dan pengembangan kebijakan di berbagai sektor dan kesenjangan antara pendidikan dan ketenagakerjaan.
Studi tersebut juga menekankan pentingnya memanfaatkan semangat yang mendorong banyak pekerja pariwisata tanpa mengekspos mereka pada kondisi eksploitatif.
Diitulis oleh Pear Anderson, anggota PATA, laporan secara resmi diluncurkan selama sesi berjudul “Unlocking Potential: Insights from PATA’s Latest Human Capital Report,” yang dipimpin oleh Direktur Pear Anderson, Hannah Pearson.
Laporan komprehensif tersebut, yang memakan waktu lebih dari setahun untuk disusun setelah wawancara, survei, dan analisis yang ekstensif, merupakan salah satu pemeriksaan paling mendalam terhadap tenaga kerja pariwisata Asia Pasifik hingga saat ini.