Taste of Padang, Slogan Anyar Cita Rasa Wisata Padang

this formate

PADANG, Bisniswisata.co.id: Puncak Hari Pers Nasional (HPN) digelar di Padang, Sumatera Barat, pada 8 Februari dan 9 Februari 2018. Presiden Joko Widodo dijadwalkan hadir. Karenanya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memanfaatkan rangkaian kegiatan HPN 2018 untuk memperkenalkan slogan pariwisata baru bertajuk Taste of Padang, yang bermakna cita rasa kota Padang.

“Slogan ini kita gunakan dalam semua kegiatan agar pariwisata Sumbar makin dikenal,” kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit di Padang, seperti yang dilansir dari Antara, Selasa (07/02/2018).

Dilanjutkan, pariwisata itu lokomotif perekonomian yang bisa diharapkan di Sumbar, karena memiliki potensi luar biasa. Hal itu berbeda dengan sebagian provinsi lain di Indonesia yang ekonominya ikut terbantu oleh potensi sumber daya alam (SDA) seperti mineral, batu bara, dan migas. “Sumbar tak ada SDA yang bisa ditonjolkan. Paling potensial hanya wisata, UMKM, dan industri kecil,” tambahnya.

Slogan Taste of Padang sempat menuai pro dan kontra setelah diluncurkan akhir tahun 2017. Sebagian kalangan menilai slogan itu kurang mewakili Sumbar secara umum. Namun, Nasrul meminta seluruh instansi dan lapisan masyarakat untuk mendukung slogan yang “dititipkan” oleh pemerintah pusat itu.

“Jadi dalam rangka HPN mari ciptakan rasa aman nyaman, rasa sejuk, karena taste ini rasa. Mari kita jual ‘Taste of Padang’ sebagai brand pariwisata dalam rangka promosikan,” kata Nasrul.

Dari Jakarta, ada banyak penerbangan ke Padang, yang berdurasi sekitar 2 jam penerbangan dan mendarat di Bandara Internasional Minangkabau. Sejumlah maskapai menawarkan tiket penerbangan pulang pergi ke sana dengan harga mulai dari Rp900 ribuan per orang.

Kota yang dikenal lewat legenda Sitti Nurbaya dan Malin Kundang ini juga memiliki beragam pilihan wisata, mulai dari sejarah, alam, kuliner, dan belanja. Pecinta makanan pedas dan bersantan pasti betah berada di sini, karena ada banyak tempat makan yang menawarkan menu macam itu. Tak hanya nasi atau sate padang, cicipi juga Soto Padang, Gulai Itiak, atau Teh Kalua.

Pecinta sejarah bisa datangi Jam Gadang, atau ke Istano Basa Pagaruyung, Lobang Jepang, Museum Bung Hatta, Jembatan Sitti Nurbaya, atau ke Pantai Air Manis, untuk menikmati pemandangan bebatuan yang kabarnya merupakan perwujudan Malin Kundang. Oleh-oleh khas Padang berupa Mukena Kerancang, Kain Songket, sampai alat musik Saluang juga bisa dibeli dengan harga lebih miring di sana.

Untuk wisata alam, bisa mengunjungi Pantai Padang, Pantai Pasir Jambak, Pantai Nirwana, Pantai Caroline, Pulau Cubudak, Pulau Pagang, Pulau Sikuai, atau Lembah Anai, kawasan perbukitan dengan pemandangan jalan berliku yang sangat indah. Bagi yang gemar surfing, bisa menumpang perahu ke Kepulauan Mentawai, kawasan perairan yang disebut memiliki salah satu ombak terbaik di dunia.

Kota Padang sebagai ibukota dari provinsi Sumatera Barat sebenarnya tak hanya punya Pantai Padang. Beragam destinasi wisata menarik tersebar di Padang. Dari penelusuran Liputan6.com, berikut enam di antaranya dari destinasi-destinasi keren di Padang.

# Pantai Padang

Orang Minang sering menyebutnya Taplau. Berbeda dengan dahulu, Pemerintah Kota Padang terus berbenah dan memperbaiki fasilitas di pantai ini. Pantai Padang kini cantik dan indah dengan aneka bunga yang menghiasi di sekitarnya. Lokasinya di dekat Ramayana Plaza Andalaz, Pasar Raya Padang dan dekat juga dengan Jembatan Siti Nurbaya.

# Pantai Pasir Jambak

Masih sama-sama pantai, Pantai Pasir Jambak juga tak kalah menarik. Pantai ini berada di Tabing, sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Padang. Pantai ini berpasir putih, lebar, landai dan dipenuhi oleh nyiur tinggi. Pantai ini sangat cocok untuk berjemur, berenang bersantai dan menyaksikan matahari terbenam.

# Pantai Air Manis Batu Malin Kundang

Pantai Air Manis atau Pantai Aia Manih di dekat Pelabuhan Teluk Bayur. Pengunjung akan diingatkan dengan legenda Malin Kundang yang durhaka. Ada banyak penjual souvenir khas Pantai Aia Manih berupa batu Malin Kundang dan sebagainya.

# Pantai Caroline

Pantai ini menjadi salah satu tempat wisata di Padang yang wajib dikunjungi. Lokasinya di Teluk Bungus, 25 km di selatan Kota Padang. Nama pantai ini jadi inspirasi lirik lagu Pantai Caroline. Pantai nan landai dan dengan pepohonan menjadi daya tarik spesial.

# Jembatan Siti Nurbaya

Kisah Siti Nurbaya terabadikan di Jembatan Siti Nurbaya. Jembatan ini selalu ramai pada sore hingga malam hari. Lampu kota menerangi jembatan saat malam hari. Lokasi jembatan ini dekat dengan pantai Padang dan Pasar Raya.

# Museum Adityawarman

Museum Adityawarman berlokasi di Jl.Diponegoro,Kota Padang. Museum Negeri Provinsi Sumatera Barat mulai dibangun pada 1974 dan diresmikan 16 Maret 1977. Nama Adityawarman diambil dari nama seorang Raja besar yang pernah berkuasa di Minangkabau, sezaman dengan Kerajaan Majapahit pada masa Patih Gajah Mada. Museum Adityawarman di Padang itu museum budaya terpenting di Sumatera Barat. Museum tersebut berfungsi sebagai tempat menyimpan dan melestarikan benda-benda bersejarah seperti cagar budaya Minangkabau, cagar budaya Mentawai, dan cagar budaya Nusantara. (NDHYK)

Maestro Chef William Wongso Dapat Medali Kehormatan Di Bakery Master Paris

this formate

William Wongso ( kiri) bersama Christian VABRET – Meilleur Ouvrier de France – Fondateur Coupe du Monde de la Boulangerie

JAKARTA, bisniswisata.co.id:
Chef William Wongso, mendapat Medali Kehormatan (Medaille d’Honneur) dari Academie du Pain di Paris menjadi satu-satunya orang Indonesia yang menjadi member Elite de la Boulangerie International.

” Ini suatu kehormatan unutk Indonesia karena Maestro Chef William Wongso  dipercayakan menjadi member juri dalam kompetisi tingkat dunia Bakery Master di Paris dari tanggal 2 sampai 6 February 2018,” kata Eka Moncarre, hari ini.

Sebagai member jury, William harus menseleksi The World Master Baker yang diikuti 18 pembuat roti (baker) terbaik di seluruh dunia yang akan berkompetisi untuk dipilih menjadi enam terbaik dengan spesialisnya masing-masing.

Acara kompetisi ini diadakan bersamaan dengan pameran EUROPAIN, pameran terbesar di bidang bakery, pastry dan cokelat yang dilaksanakan setiap tahun di Paris. Bakery Masters atau disebut juga sebagai Masters de la Boulangerie diselenggarakan oleh LESAFFRE.

Tetapi rupanya kebanggan ini tidak berhenti sampai disitu saja, tanggal 3 February 2018, President dan Fondateur dari Bakery Master memutuskan untuk memberikan Medali Kehormatan kepada William Wongso yang otomatis menjadikannya anggota EBI, Club Elite de la Boulangerie Internationale.

Club ini, kata Eka,  merupakan kumpulan the best maestro baker seluruh dunia yang saat ini anggotanya hanya berjumlah 33 anggota di seluruh dunia. William Wongso menjadi satu-satunya orang Indonesia dalam sejarah yang menjadi member Elite de la Boulangerie International, club prestige di dunia bakery internasional.

Medali kehormatan ini diserahkan langsung oleh Christian VABRET – Meilleur Ouvrier de France – Fondateur Coupe du Monde de la Boulangerie disaksikan oleh Pierre ZIMMERMANN (member EBI di Chicago), Jimmy Griffin (Member EBI dari Irlande – Galway) dan François BRANDT (member EBI di Belanda).

Merupakan kebanggaan berlipat ganda untuk Indonesia yang saat ini belum ada peserta berkualifikasi di kompetisi di Bakery Masters, tetapi sudah diwakili oleh William Wongso sebagai jury dan yang juga dpilih menjadi Elite Member Bakery Master.

“Apakah suatu hari Indonesia bisa mampu bersaing dengan negara-negara lain di bidang bakery international ? Semoga dengan kesuksesan ini, bisa memberikan inspirasi ke generasi-generasi muda Indonesia untuk bekerja lebih keras menjadi juara international dan bukan hanya juara di kandang,” tambah Eka Moncarre.

Nama Indonesia semakin harum di Perancis, dan VITO Perancis menggunakan kesempatan ini untuk memperkenalkan dan mempromosikan Indonesia lebih gencar di Perancis. Indonesia bukan hanya negara yang indah untuk dikunjungi tetapi mempunyai orang-orang yang luar biasa yang berkarya di luar negeri untuk mengharumkan Indonesia.

7 Februari – 11 Maret 2018, Festival Pasola 2018

this formate

PULAU SUMBA, Bisniswisata.co.id: Festival Pasola kembali dihelat. Festival tahunan yang unik dan menarik ini diselenggarakan di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang berlangsung mulai 7 Februari hingga 11 Maret 2018. Event ini bukan digelar di satu lokasi namun ada beberapa lokasi yang ada di Pulau yang memiliki julukan The Magic Island.

Pasola ialah prosesi perang tradisional. Perang ini dilakukan dua kawanan suku. Masing-masing prajurit membawa lembing atau tombak kayu. Dalam prosesi itu, pasukan akan saling melempar lembing. Para prajurit yang terjun dalam medan perang tak cuma berbekal lembing, tapi juga kuda. Kuda yang dipakai sebagai kendaraan perang adalah kuda Sumba atau kuda pacu.

Perang pasola hanya sebuah permainan. Menurut tradisi setempat, ritual ini merupakan bagian dari upacara penganut kepercayaan Marapu atau agama lokal yang berkembang di Sumba. Pasola berimplikasi pada pesta adat Nyale. Nyale merupakan upacara memohon restu kepada para dewa serta nenek moyang supaya kegiatan bertani dan bercocok tanam selama setahun menghasilkan panen yang optimal.

Waktu pergelaran pasola memang tak tentu. Hal ini sangat Tergantung mufakat para rato atau tetua adat. Umumnya, jadwal Festival Pasola tak jauh-jauh dari bulan kedua atau ketiga setiap tahunnya. Hanya tanggalnya yang tak pasti, namun demikian suda ada jadwal yang ditetapkan bersama, yakni

07 Februari pukul 10.00 Wita di Lapangan Pasola Homba Kalayo, Desa Waikaninyo, Kecamatan Kodi Bangedo
09 Februari pukul 10.00 Wita di Lapangan Pasola Bondo Kawango, Desa Pero Batang, Kecamatan Kodi
10 Februari pukul 10.00 Wita di Lapangan Pasola Rara Winyo, Dewa Wura Homba, Kecamatan Kodi

08 Maret pukul 10.00 Wita di Lapangan Pasola Maliti Bondo Ate, Desa Moliti Bodo Ate, Kecamatan Kodi Bangedo
09 Maret pukul 10.00 Wita di Lapangan Pasola Waiha, Desa Waiha, Kecamatan Kodi Balaghar
11 Maret pukul 10.00 Wita di Lapangan Pasola Wainyapu, Kecamatan Kodi Balaghar

Geliat wisata Sumba yang satu ini mempunyai ciri khas tersendiri karena dilakukan berdasarkan ritual adat Sumba. Sumba sangat kental dengan adat, yang secara otomatis harus menghormati adat itu. Adat juga bisa dijadikan daya tarik buat wisata. Sehingga wisatawan mempunyai keinginan mendalami serta belajar soal budaya di Indonesia khususnya di Sumba.

Di sisi lain, keberadaan Pulau Sumba kini semakin eksotis berkat pengakuan dunia atas Hotel Nihiwatu. Bahkan, Sumba kian dicintai wisatawan berkat tradisi dari leluhur Pulau Sumba yang bisa membawa wisatawan semakin betah di pulau yang juga dijuluki Hidden Paradise.

Wisatawan yang datang ke Sumba pada 2016 sebanyak 11.000 orang. Di 2017 mencapai 13.000 oramh. Dengan kehadiran Festival Pasola maka kami yakin jumlah wisatawan semakin bertambah lebih besar.

Selain itu, dengan kehadiran Festival Pasola, usaha penginapan sangat diuntungkan. Terlebih, di Sumba banyak penginapan berupa resort dan private. Sejak mendapat pengakuan dunia, Pemerintahan Kabupaten Sumba menyadari betapa dahsyatnya perkembangan pariwisata. Oleh karena itu, di setiap enam bulan pertumbuhan penginapan terus bertambah.

Sebanyak 30 hotel akan ditambahkan di wilayah Sumba Barat. Daerah pantai selatan menjadi fokus utama kami apalagi wisatawan banyak yang datang ke wilayah tersebut.

Untuk akses menuju Sumba sudah ada penerbangan langsung dari Bali ke Tambulaka serta dari Kupang ke Tambulaka. Bandara itu paling dekat dari Waikabubak, ibukota Kabupaten Sumba Barat Daya. Untuk penerbangan sebanyak empat kali dalam satu hari menuju Sumba. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Gubernur Pastika: Jangan Khawatir, Kondisi Bali Tak Menyeramkan

this formate

DENPASAR, Bisniswisata.co.id: Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengundang sekaligus meyakinkan wisatawan China untuk tidak khawatir datang ke Pulau Dewata, di tengah aktivitas Gunung Agung, Kabupaten Karangasem yang sudah menurun drastis.

“Kondisi Bali sebenarnya tidak seseram yang diberitakan khususnya di media-media Tiongkok. Kondisi yang sedikit genting hanya terjadi selama 2,5 hari pada saat penutupan bandara beberapa bulan lalu,” kata Pastika saat menerima kunjungan sejumlah wartawan dari Tiongkok, di Denpasar.

Seperti dilansir laman Antara, Rabu (07/02/2018) Pastika menambahkan, saat ini status darurat juga sudah dicabut dan hanya tinggal di kawasan enam kilometer dari puncak Gunung Agung. Selanjutnya kawasan itupun kemungkinan akan diturunkan menjadi 3 kilometer sehingga hanya ada satu desa yang harus mengungsi dengan jumlah penduduk sekitar 300 jiwa.

“Jadi, saat ini kondisi di Bali sudah normal, aktivitas Gunung Agung sudah menurun, status Awas hanya radius enam kilometer dari puncak. Silahkan berwisata di Bali dengan hati yang riang, tenang dan damai,” ujarnya.

Selanjutnya, Gubernur Bali juga menginformasikan bahwa Kementerian Pariwisata RI akan membuat kegiatan pariwisata khusus untuk wisatawan Tiongkok pada perayaan Imlek pada 15 dan 16 Februari mendatang di Bali. Karena itu, mantan Kapolda Bali itu juga mengundang wisatawan Tiongkok untuk datang dan merayakan Imlek di Pulau Dewata.

Wartawan Tiongkok yang beraudiensi dari perwakilan delapan media Tiongkok yaitu Zhegzhou TV, Xian TV, Lvyoukan Topical, Ota Daily, China Cultural Tourism Industry New Media, Pin Chain, Jiemian dan New Lvjie. Turut juga hadir mendampingi para wartawan Tiongkok Wirawan Hadi, pengusaha dari Bali. (NDHYK)

Gempa Guncang Kawasan Wisata Taiwan, 150 Wisatawan Hilang

this formate

HUALIEN, Bisniswisata.co.id: Setidaknya 150 orang wisatawan hilang setelah gempa berskala 6,4 skala Richter melanda kota populer yang merupakan kawasan wisata Hualien. Tim penyelamat tengah menyisir puing-puing bangunan yang roboh pada hari Rabu (7/2/2018), beberapa menggunakan tangan mereka saat mencari korban.

Sedikitnya dua orang tewas dan 219 terluka dalam gempa yang melanda dekat kota pesisir sesaat sebelum tengah malam pada hari Selasa, kata beberapa pejabat. Angka terbaru dari data pemerintah menunjukkan setidaknya 149 orang hilang.

Banyak dari mereka yang diyakini masih terjebak di dalam bangunan, termasuk sebuah rumah sakit militer, setelah gempa tersebut melanda sekitar 22 km timur laut Hualien di pantai timur Taiwan.

Warga menunggu dan menyaksikan dengan cemas saat petugas darurat mengenakan jas oranye dan merah neon serta mengenakan helm untuk mencari warga yang terjebak di blok apartemen.

Hualien adalah rumah bagi sekitar 100 ribu orang. Jalan-jalannya terkena dampak kekuatan gempa, dengan sekitar 40 ribu rumah ditinggalkan tanpa air dan lebih dari 600 tanpa listrik.

Petugas darurat mengepung sebuah rumah sakit militer yang rusak di daerah tersebut. Sejumlah jendela telah runtuh dan bangunan itu dalam kondisi miring pada sudut 40 derajat.

Tim penyelamat bekerja di sekitarnya dan melalui gedung, sementara penduduk melihat dari belakang jalan yang tertutup. “Kami masih buka saat gempa terjadi,” kata Lin Ching-wen, yang mengoperasikan sebuah restoran di dekat rumah sakit militer.

“Saya meraih istri dan anak-anak saya dan kami berlari keluar dan mencoba menyelamatkan orang-orang,” katanya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (07/02/2018).

Sebuah video yang diperoleh Reuters menunjukkan celah besar di jalan, sementara polisi dan petugas darurat mencoba membantu orang-orang yang cemas berkeliaran di jalanan.

Presiden Tsai Ing-wen telah mendatangi tempat kejadian pada Rabu pagi untuk membantu operasi penyelamatan. “Presiden telah meminta kabinet dan kementerian terkait untuk segera meluncurkan ‘mekanisme bencana’ dan bekerja pada tingkat tercepat untuk pekerjaan bantuan bencana,” kantor Kepresidenan Taiwan mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Taiwan Semiconductor Manufacturing Co, produsen chip kontrak terbesar di dunia dan pemasok utama Apple, mengatakan bahwa penilaian awal mengindikasikan tidak ada dampak dari gempa tersebut.

Taiwan, sebuah pulau yang diperintah sendiri yang dianggap China dari bagian wilayahnya, berada di dekat persimpangan dua lempeng tektonik dan rentan terhadap gempa bumi. Sebelumnya gempa berkekuatan 6,1 melanda wilayah itu pada hari Minggu.

Lebih dari 100 orang tewas dalam sebuah gempa di Taiwan selatan pada tahun 2016, dan beberapa terluka akibat gempa berkekuatan 7,6 SR yang dirasakan di seluruh pulau itu dan menewaskan lebih dari 2.000 orang pada tahun 1999. (NDHYK)

2018, Angkasa Pura I Alokasikan Belanja Modal Rp18,8 Triliun

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: PT Angkasa Pura I (Persero) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure) hingga Rp18,8 triliun pada tahun 2018. Total belanja modal yang dipersiapkan terdiri Rp14,8 triliun untuk pengembangan bandara, sisanya Rp4 triliun dipergunakan untuk operasional rutin.

“Sebagian besar dana tersebut akan dialokasikan untuk pengembangan seluruh bandara yang dioperasionalkan oleh perseroan,” kata
Corporate Secretary AP I, Israwadi seperti dilansir laman Bisnis.com, Selasa (6/2/2018).

Dilanjutkan, perusahaan juga berharap dapat segera mengelola enam bandara yang selama ini dikelola Kementerian Perhubungan (Unit Pelaksana Bandar Udara) yaitu Bandara Komodo Labuan Bajo, Bandara Sentani Jayapura, Bandara Juwata Tarakan, Bandara Syukuran Aminudin Amir Luwuk, Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu, dan Bandara Samarinda Baru.

Sepanjang 2017, perusahaan pengelola 13 bandara di kawasan tengah hingga timur Indonesia ini telah menggelontorkan investasi sebesar Rp4,6 triliun yang terdiri dari Rp2,3 triliun untuk pengembangan bandara dan Rp2,3 triliun untuk investasi bidang keselamatan dan pelayanan.

Data yang dihumpun AP I mencatatkan kinerja cukup baik sepanjang 2017. Ini ditunjukkan dengan turunnya jumlah bandara merugi. Jumlah bandara yang masih merugi sebanyak lima bandara pada 2016. Namun pada kinerja 2017 menjadi hanya tiga bandara. Ketiga bandara tersebut yaitu bandara yang jumlah penumpangnya di bawah 2 juta orang per tahun. Seperti Bandara El Tari Kupang, Bandara Pattimura Ambon, dan Bandara Frans Kaisiepo Biak.

Tahun 2018, guna meningkatkan kinerja AP I akan fokus pada peningkatan kualitas layanan di 13 bandara yang dikelola perseroan, seperti inovasi pelayanan di terminal, penerapan smart airport dan digitalisasi proses bisnis perusahaan.

Selain itu, AP I melakukan percepatan pembangunan tiga bandara yang masuk dalam proyek strategis nasional, yakni Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin, Bandara Ahmad Yani Semarang, dan Bandara Internasional Baru Yogyakarta. Karenanya, peseroan mematok target pendapatan di 2018 sebesar Rp 8,7 triliun atau meningkat 16 persen dari realisasi pendapatan Tahun 2017 (unaudited) sebanyak Rp 7,5 triliun.

Bahkan, kontribusi pendapatan juga dari peningkatan kapasitas dan utilisasi alat produksi sisi udara bandara-bandara, dan peningkatan pendapatan lima anak perusahaan yakni Angkasa Pura Suport, Angkasa Pura Logistik, Angkasa Pura Properti, Angkasa Pura Hotel, serta Angkasa Pura Retail.

Israwadi menuturkan, sepanjang 2017, AP I mampu meraup laba bersih (unaudited) sebesar Rp 1,4 triliun, atau tumbuh 23 persen jika dibanding 2016 sebesar Rp 1,1 triliun. Perusahaan pengelola 13 bandara di kawasan tengah hingga timur Indonesia ini membukukan pendapatan operasional sebesar Rp 7,1 triliun atau meningkat 17 persen dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 6,1 triliun.

Dari pendapatan operasional tersebut, Rp 4,2 triliun berasal dari bisnis aeronautika yang me­liputi Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U), Pe­layanan Jasa Penumpang Pe­sawat Udara (PJP2U), layanan aviobridge, check-in counter, dan layanan baggage handling system. Sisanya Rp 2,9 triliun berasal dari bisnis non-aeronautika yang meliputi sewa ruang, konsesi, reklame, parkir, peron, lounge, event promotion, dan lainnya.

Menurutnya, peningkatan pendapatan tersebut sejalan dengan pertumbuhan penumpang, pesawat, dan kargo. Ia menyebutkan, peningkatan trafik pesawat tercatat sebesar 3,5 persen dari 764.531 pergerakan pada 2016 menjadi 791.496 pergerakan pada 2017.

Sedangkan, trafik penumpang tumbuh 6 persen dari 84,7 juta orang pada 2016 menjadi 89,7 juta orang pada 2017. Begitu juga kargo tumbuh 11,4 persen dari 362 juta kilogram (kg) pada 2016 menjadi 403 juta kg pada 2017. “Dana investasi yang telah kami gelontorkan tahun lalu sebesar Rp 4,6 triliun, terbagi Rp 2,3 triliun untuk pengembangan bandara dan Rp 2,3 triliun untuk investasi bidang keselamatan dan pelayanan,” tandasnya. (NDHYK)

Cuaca Normal, Destinasi Wisata Danau Tiga Warna Dibuka

this formate

KUPANG, Bisniswisata.co.id: Sempat ditutup beberapa hari karena kondisi cuaca tak bersahabat, kini Otoritas Balai Kawasan Taman Nasional Kelimutu, membuka kembali Danau Tiga warna di wilayah Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) bagi pelancong yang suka petualangan serta mendaki gunung.

“Kami sudah membukanya kembali sejak tanggal 29 Januari 2018. Namun itu hanya setengah hari. Tetapi mulai tanggal 30 Januari sampai saat ini sudah dibuka mulai subuh hingga sore, silah datang berwisata menyaksikan langsung Danau Kelimutu yang punya keunikan ada tiga warna,” kata Kepala Balai Kawasan Taman Nasional Kelimutu Agus Sitepu, di Kupang, Selasa (6/2/2018).

Sebelumnya pada 28 Januari 2018, Balai Taman Nasional Kelimutu menutup sementara kawasan pariwisata unggulan Danau Kelimutu di Kabupaten Ende, Pulau Flores, NTT.

Langkah itu menyusul cuaca ekstrem berupa angin kencang yang melanda kawasan setempat dalam beberapa hari terakhir yang mengakibatkan sejumlah pohon tumbang pada beberapa titik yang mengganggu aktivitas pariwisata bahkan beberapa toilet serta shelter juga rusak.

“Tetapi sampai dengan saat ini aktivitas kunjungan ke kawasan wisata ini sudah dibuka kembali. Kali lalu ditutup karena ada pohon yang tumbang yang menutup jalan. Dan tentu saja berbahaya bagi wisatawan,” ujarnya.

Pengumuman soal pembukaan kembali kawasan wisata itu sudah disampaikan melalui suarat edaran dan beberapa media. “Bahkan, akibat angin kencang sejumlah fasilitas resort di puncak Gunung Kelimutu yang terkenal dengan Danau Tiga Warnanya, rusak berat dan hingga kini belum dalam perbaikan,” ungkapnya.

Bahkan listrik di kawasan wisata itu hingga saat ini belum kembali menyala akibat belum adanya perbaikan dari petugas PLN setempat. “Sudah sepekan ini listrik di kawasan Kelimutu belum menyala. Kalau soal kerusakan sudah kami data bersama petugas BPBD Ende untuk dilaporkan ke pusat,” ujarnya. (NDHYK)

Rakerda Asita DKI Jakarta Fokus Pada Pengembangan Wisata Bahari

this formate

Generasi milenial tengah bermain di pantai. Wisata bahari menjadi fokus bahasan Rakerda Asita DKI Jakarta.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata ( ASITA) DKI Jakarta segera melaksanakan Rapat Kerja ke dua dengan fokus pada pengembangan wisata bahari untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“ Saya teringat kata-kata Presiden Jokowi setelah dilantik yang mengatakan bahwa bangsa  kita sudah lama memunggungi laut,” kata Hasiyanna S . Ashadi, Ketua Asita DKI Jakarta.

Menurut dia ucapan tersebut maknanya mendalam karena Presiden Jokowi  mengingatkan betapa pembangunan Indonesia selama beberapa dekade terakhir terlalu bertumpu pada daratan. Padahal 70 persen wilayah Indonesia berupa perairan.

“Kita harus kreatif dan anggota Asita DKI Jakarta bisa berkontribusi  untuk mengembalikan Indonesia sebagai negara maritim karena samudra, laut, selat dan teluk beserta segala isinya adalah masa depan bisnis dari paket-paket wisata kita,” ungkapnya.

Apalagi 10 destinasi wisata baru di luar Bali juga menjual wisata bahari seperti Tanjung Lesung , Tanjung Kelayang di Kepulauan Bangka Belitung, Tanjung Lesung di Banten, Morotai di Maluku Utara dan Kepulauan Seribu di wilayah DKI Jakarta.

Poros maritim, ujarnya, merupakan sebuah gagasan strategis dari Presiden Jokowi untuk menjamin konektifitas antar pulau, pengembangan industri perkapalan dan perikanan, perbaikan transportasi laut serta fokus pada keamanan maritim.

Rakerda yang akan berlangsung di Hotel Milenium, Jakarta pada 22 Febuari 2018 akan melibatkan sedikitnya 200 anggota. Asita DKI Jakarta, kata Hasiyanna fokus pada wisata bahari agar dapat berkontribusi mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Ketua Pelaksana Rakerda Asita DKI Jakarta, Anita Utami mengatakan dengan tema yang fokus pada wisata bahari ini anggota menghadiri Rakerda dan berperan aktif mensukseskan wisata bahari ini.

“Jadi kalau wisatawan mancanegara browsing di internet langsung banyak paket wisata bahari yang ditawarkan sehingga Indonesia identik dengan wisata bahari,” kata Anita Utami.

 

Melia Purosani Yogyakarta Raih Predikat Hotel Ramah Lingkungan

this formate

YOGYAKARTA, Bisniswisata.co.id: Komitmen perusahaan untuk menjadikan hotel yang ramah lingkungan, h membawa Melia Purosani Hotel Yogyakarta meraih Sertifikasi EarthCheck Gold 2018 dan dianugerahi ASEAN Green Hotel Standard oleh Asean National Tourism Organizations.

EarthCheck merupakan sertifikasi lingkungan kelas dunia yang menangani masalah pengelolaan lingkungan terbesar yang digunakan oleh industri pariwisata termasuk hotel untuk melakukan benchmark dan mengesahkan praktik operasional perusahaan.

Danang G Setyawan, Marketing Communications Melia Purosani Hotel Yogyakarta mengharapkan melalui tindakan berkelanjutan dapat memberikan dampak positif dan meningkatkan kesadaran untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik. “Diharapkan juga dapat menginspirasi orang lain untuk kegiatan penyadaran lingkungan dan kampanye sosial,” katanya melalui keterangan tertulis, Selasa (6/2/2018).

Dijelaskan, proses menuju sertifikasi ini diawali dengan komitmen hotel untuk menciptakan dan menerapkan kebijakan berkelanjutan (sustainable policy) menjadi hotel yang ramah lingkungan dan terus memantau pelaksanaan program ini.

Hotel bintang 5 yang memiliki 280 kamar dengan 399 tempat tidur ini, menerapkan berbagai hal yang berkaitan dengan pengelolaan berkelanjutan / pengelolaan perusahaan yang berkelanjutan melalui berbagai program; penghematan energi, konservasi energi serta sumber daya dan juga pelestarian lingkungan.

Terinspirasi akan keagungan tradisi dan budaya Jawa, Melia Purosani merupakan sebuah hotel megah berada tepat di jantung kota Yogyakarta. Dapat ditempuh hanya dengan 20 menit berkendara dari bandara dan hanya beberapa menit dari beragam tujuan wisata utama, termasuk surga belanja – Malioboro, Kraton Yogyakarta, serta peninggalan Hindu yang termasyur, Candi Prambanan.

Selain menawarkan pemandangan alam, hotel ini juga dilengkapi kebun tropis berkonsep oasis juga nuansa Jawa sangat kentak dalam konsepnya. Nuansa tradisi Jawa ditemukan sewaktu memasuki lobi di hotel. Doorman atau petugas pintunya mengenakan seragam prajurit Keraton Jogja berwarna merah dan abu-abu.

Sementara konsep oasisnya, baru nampak terasa bila mengunjungi area kolam renangnya yang dilengkapi air terjun dan seluncur air. Kolam renang berlantai keramik biru ini berada di kebun tropis yang subur dan ijo royo-royo oleh pohon kelapa dan palem. Bak sebuah oasis di tengah padang pasir

Masih di seputar kebun tropisnya terdapat spa, pusat kebugaran yang menawarkan pijat dan sauna. Fasilitas lainnya beberapa konter untuk belanja, klinik di dalam hotel, salon kecantikan, ruang main anak, dan permainan billiard.

Juga bisa menggelar meeting di hotel mewah ini. Ada lima ruang pertemuannya dan sebuah ballroom utama yang dapat dipisah menjadi dua ruangan sehingga dapat dipakai secara terpisah, yakni Amarta Ballroom. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Luwuk Jadi Kota Wisata Tanpa Rokok

this formate

LUWUK SULTENG, Bisniswisata.co.id: Warrior FCTC (Framework Convention on Tobacco Control) mendukung Pemerintah Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, yang bertekad mewujudkan Luwuk sebagai Kota Wisata Layak Anak yang bersih dari iklan, promosi dan sponsor rokok.

“Dukungan ini diberikan melalui berbagai aktivitas kampanye yang disponsori FCTC Banggai, seperti pergelaran Wayang FCTC, Warrior di area CFD Teluk Lalong, Luwuk, Kabupaten, Minggu (04/02),” papar Rama Tantra Solikin, pengurus Warrior FCTC Banggai dalam keterangan tertulis, Selasa (06/02/2018).

Dukungan tersebut akan disuarakan bersama oleh komunitas anak muda Banggai yang bernaung di?Banggai Generation on Tobacco Control (BGTC), sebuah gerakan anak muda yang mengampanyekan `Generasi Tanpa Asap Rokok`.

Dukungan itu didorong oleh keprihatinan terhadap situasi di Kota Luwuk yang dipenuhi iklan rokok. “Kota Luwuk adalah kota yang cantik menawan. Selain memiliki pemandangan laut dan pantai yang indah, udara di sini sejuk karena dekat perbukitan. Tapi miris, kota kami yang indah ini dipenuhi iklan rokok di setiap sudut jalan,” ucap alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk.

Lebih menyedihkan lagi, iklan rokok banyak bertebaran di sepanjang jalan menuju tempat wisata, seperti di Jalan Pantai Kilo 5, sebuah obyek wisata pantai yang sangat terkenal di Luwuk, dengan hamparan pasir putih, air yang jernih dan beraneka ragam jenis karang yang memukau.

Iklan rokok juga banyak ditemukan di jalan-jalan strategis di dalam Kota Luwuk seperti di Jalan Trans kota Luwuk dan Jalan Ahmad Yani. Paparan iklan rokok yang terus menerus, kata Rama, adalah suatu ancaman serius karena berpotensi mengajak anak merokok.

“Sudah banyak studi menunjukkan ada pengaruh dari paparan iklan rokok yang terus menerus terhadap keinginan merokok. Di antaranya studi Komnas Anak dan Uhamka tahun 2007 yang menyebutkan sebanyak 46 persen remaja berpendapat iklan rokok memengaruhi mereka untuk mulai merokok,” kata alumnus FCTC Youth Summit 2017 ini.

Menurutnya, ditemukannya banyak iklan rokok di Banggai, dan khususnya di Kota Luwuk, menunjukkan bahwa pemerintah daerah dan warga belum peduli pada upaya perlindungan anak dari dampak rokok dan dari paparan iklan rokok

Karena itu, sebagai pendiri BGTC, ia dan rekan-rekannya akan terus aktif mengampanyekan bahaya merokok dan dampak iklan rokok kepada pelajar dan mahasiswa. “Ini kami lakukan untuk mencegah semakin bertambahnya perokok anak di Banggai, sebab tren prevalensi perokok anak terus meningkat setiap tahun,? katanya.

Data Global Youth Tobacco Survey (GYTS) 2014 mencatat ada 20,3 persen remaja usia 13-15 tahun yang merokok, dan menurut data Riset Kesehatan Dasar 2013, dalam 10 tahun terakhir perokok pemula remaja usia 10-14 tahun naik 2 kali lipat, dari 9,5 persen pada 2001 menjadi 18 persen pada 2013.

Dukungan menjadikan Banggai Kota Wisata Layak Anak tanpa iklan rokok disampaikan Bupati Banggai, Herwin Yatim, pada talkshow Rokok dan Generasi Kita. “Alhamdulillah, Bapak Bupati sangat mendukung. Beliau berkomitmen siap menjadikan Banggai sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak dan minta agar sejumlah poin persyaratan KLA diseriusi, termasuk penegakan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan tidak adanya iklan rokok di Banggai,” lanjutnya.

Pementasan Wayang FCTC Warrior di Luwuk bagian aksi warrior Banggai menyambut kedatangan Wayang FCTC. Kabupaten Banggai menjadi kota ke-13 didatangi Wayang FCTC dalam rangkaian `Petualangan 365 Hari FCTC Warrior di 25 Kota`. Sebelumnya Wayang FCTC melalui kota Tangerang Selatan, Bogor, Bandung, Pekalongan, Semarang, Yogyakarta, Jember, Tabanan, Badung Bali, Mataram, Sumbawa dan Makassar.

Warrior FCTC adalah kolaborasi 40 anak muda dari 25 kota di Indonesia aktif menolak hegemoni industri rokok dan menolak menjadi target pemasaran industri rokok. Mereka telah mengikuti Konferensi Youth Summit di Bogor pada Mei 2017 dan mendeklarasikan Suara Anak Muda untuk FCTC di Jakarta.

Sejak Agustus 2017, Wayang FCTC yang menjadi simbol FCTC Warrior, dipentaskan ke 25 kota untuk mengajak lebih banyak anak muda bersuara menolak menjadi target pemasaran industri rokok. Desember 2017, BTGC bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, mereka mengampanyekan gerakan `Matikan Rokokmu Sekarang Juga` di acara CFD dan peringatan Hari Ibu. (redaksibisniswisata@gmail.com)