Spear Fishing, Wisatawan Bulgaria Hilang

this formate

KLUNGKUNG BALI, Bisniswisata.co.id: Nasib malang menimpa wisatawan asal Bulgaria. Saat asyik berburu ikan (Spear Fishing), di Perairan Pantai Batu Melawang, Nusa Ceningan, Klungkung Bali, Kostadin Kanavov hilang. Hilangnya turis pada Kamis (15/2/2018), sekitar pukul 09.00 Wita, membuat geger masyarakat setempat. Karena baru pertama kali terjadi hilangnya wisatawan saat wisata bahari.

Peristiwa itu berawal saat Kostadin Kanavov pergi menggunakan perahu tradisional yang dibawa oleh captain Manu. Kemudian Kostadin Kanavov dan seorang rekannya, Lybru turun dari perahu, satu orang lainnya captaiun Manu tetap berada di perahu.

Selama satu jam melakukan spear fishing, Lybru kembali naik ke perahu, namun Kostadin tak kunjung terlihat dipermukaan. Setelah lama menunggu, laki-laki 40 tahun itu tak muncul kepermukaan, sehingga akhirnya dinyatakan hilang.

Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar baru menerima laporan tentang kejadian tersebut pada pukul 12.30 Wita dari personel Polair Klungkung, Ipda Agus. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Ketut Gede Ardana mengatakan, Basarnas Denpasar telah mengerahkan 11 personel menuju Pelabuhan Benoa.

Tim menuju ke lokasi hilangnya korban menggunakan Rigit Infatable Boat (RIB). Sekitar pukul 15.15 Wita, tim bertolak dari Pelabuhan Benoa. “Selain personel yang bergerak dari Benoa, juga dikerahkan Tim Rescue dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem,” katanya seperti dilansir laman Sindonews.com, Jumat (16/02/2018).

Kepala Seksi Operasi SAR Gede Darmada juga terlibat langsung dalam operasi SAR. Tim sudah bergerak dari kantor pada pukul 12.40 Wita dan ketika bertolak dari Pelabuhan Benoa cuaca kurang bersahabat. Pada pukul 15.50 Wita tim RIB sudah tiba di lokasi dan mulai melakukan penyisiran. Namun hingga petang Tim SAR gabungan dari Basarnas, Polair, dan masyarakat setempat belum berhasil menemukan korban. (NDHYK)

Sepi, Frekuensi Garuda Indonesia Dikurangi

this formate

BANDA ACEH, Bisniswisata.co.id: Sejak Januari hingga Maret 2018, jumlah penumpang pesawat terbang grafiknya merosot drastis. Sepinya penumpang di wilayah Aceh, membuat maskapai Penerbangan Garuda Indonesia Cabang Banda Aceh mengurangi frekuensi penerbangan.

“Pengurangan frekuensi ini disebabkan sepinya penumpang yang menggunakan transportasi udara, sehingga manajemen mengambil langkah untuk melakukan pengurangan frekuensi yang sifatnya sementara,” kata General Manager PT Garuda Indonesia (Persero) Cabang Banda Aceh, Sugiyono dihubungi di Banda Aceh.

Seperti dilansir laman Antara, Kamis (15/02/2018), pada bulan Februari 2018, pihaknya telah melakukan dua kali pengurangan frekuensi yakni untuk penerbangan pukul 10.00 WIB menyusul penumpang yang memesan berada di bawah 50 orang.

“Penurunan penumpang ini tidak hanya terjadi di Aceh tapi juga di daerah lainnya di seluruh Tanah Air. Januari-Maret merupakan kondisi di mana penumpang sepi dan maskapai penerbangan juga melakukan pengurangan frekuensi,” katanya didampingi Sales dan Marketing Manager PT Garuda Indonesia Cabang Banda Aceh, Akbar Kusumanegara.

Menurut dia pengurangan frekuensi tersebut tidak membuat pelayanan menurun dan mengecewakan para pelanggan, karena pihaknya memberikan informasi dua hari sebelum pembatalan penerbangan pada jam yang telah di pesan.

“Artinya, apabila ada pembatalan penerbangan, kami akan memberikan informasi dua hari sebelum pemberangkatan kepada penumpang bahwa aka ada perubahan jadwal pemberangkatan. Mereka dapat memilih waktu pemberangkatan selanjutnya atau sebelumnya dan juga bisa membatalkan pemberangkatan yang dananya akan dikembalikan kepada penumpang,” kata Sugiyono.

Ia menyebutkan penerbangan normal Garuda Indonesia dari dan ke Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang Aceh Besar sehari sebanyak tiga kali yakni pukul 07.00 WIB, 10.00 WIB dan 15.40 WIB dengan menggunakan Boeing 737-800 NG kapasitas 162 penumpang. (NDHYK)

Menyedihkan, Pasar Oleh-oleh di Bali Didominasi Produk China

this formate

DENPASAR, Bisniswisata.co.id: Pasar oleh-oleh atau souvenir di Bali didominasi produksi dari luar daerah bahkan luar negeri. Hanya 30% produk pengusaha lokal yang diserap pasar oleh-oleh di Pulau Dewata. Dikarenakan harga produk China lebih murah daripada produk buatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Bali.

“Bahkan, beberapa pakaian oleh-oleh Bali justru dibuat di China. Pakaian itu hanya diberi label dari Bali untuk mencirikan oleh-oleh dari Pulau Dewata,” papar Ketua Umum Pengurus Daerah Induk UMKM Indonesia Bali Anak Agung Ngurah Mahendra.

Mahendra melanjutkan eperti dilansir laman Bisnis.com, Kamis (15/02/2018), hal ini terjadi lantaran pengusaha yang ingin mencari margin cukup besar. Konsekuensinya menekan modal dengan membeli produk China agar untuk didapat makin besar. Sementara, harga buatan pengusaha lokal Bali masih tinggi karena keterampilan sumber daya manusia yang kurang dan teknologi belum mendukung.

“Karena kalau dapat margin tinggi lebih untung mendatangkan dari China. Pertanyaannya gimana cara produksi supaya tidak impor berarti keterampilan SDM dinaikkan dan alat produksi diganti lebih modern, sebenarnya semua terbaca tapi rumit,” sambungnya.

Mahendra mengharapkan pemerintah untuk terus menggencarkan fasilitas pusat logistik berikat untuk UMKM agar mampu berkompetisi dengan negara-negara lainnya. Saat ini fasilitas ini dinilai sudah cukup dirasakan dengan baik oleh pelaku UMKM.

Pihaknya juga berencana akan membentuk koperasi untuk menampung persoalan UMKM di Bali dan memberi jalan keluar. Koperasi ini rencananya akan menyalurkan produk UMKM ke marketplace yang sudah ada.

Terkahir, dia juga mengharapkan pemerintah mulai membiayai pakar research and development untuk mengembangkan produk UMKM. Sekaligus juga, melakukan peningkatan teknologi agar kuantitas dan kualitas produk UMKM Bali dapat bersaing.

“Kebetulan pemerintah di Bali Creative Industry, itu yang kita mau sarankan agar dimaksimalkan agar mulitimensdi pengetahuan ada di sana termasuk yang dari ecommerce,” katanya. (NDHYK)

Black Panther, Catat Skor Ulasan Tertinggi

this formate

LOS ANGELES, Bisniswisata.co.id: Film fiksi Black Panther, terus menuai tanggapan positif. Indikatornya dapat dilihat dari tingginya ulasan untuk film Marvel itu dijagat internet.

Salah satu situs ulasan film Rotten Tomatoes. Di situs ini Black Panther sukses mendapatkan skor 98 persen Certified Fresh dari para pengulas film. Angka itu sangat tinggi untuk ukuran film superhero, bahkan satu poin lebih baik dari film The Incredibles milik Disney.

Black Panther saat ini memiliki 148 ulasan dengan hanya tiga yang ditandai sebagai rotten oleh pengulasnya. Skor tertinggi sebelumnya pernah diraih Iron Man yang mencapai 94 persen. Sementara The Dark Knight sempat mendapat skor 94.

Popularitas film pahlawan supr terus menunjukkan tren menanjak. Pada tahun 2017 saja, empat film superhero, yaitu Logan, Wonder Woman, Spider-Man: Homecoming, dan Thor: Ragnarok menarik skor di atas 90 persen, dengan Guardian of the Galaxy Vol 2 berada tepat di belakang dengan 83 persen.

Dua film Marvel dari tahun 2016, Captain America: Civil War dan Doctor Strange, keduanya mencapai angka 90 persen juga. Kemungkinan skor Black Panther akan bergerak sedikit sebelum akhir pekan ini karena semakin banyak kritikus Rotten Tomatoes yang mem-posting ulasan mereka. Biasanya film yang menghasilkan persentase tinggi sebelum rilis akan sedikit jatuh nilainya setelah rilis.

Hal itu terjadi pada Wonder Woman yang mendapatkan 96 persen pada ulasan kritik tahap pertama. Namun, ketika semua kritikus telah bersuara, dengan lebih dari 350 ulasan yang diposkan, film tersebut berakhir di posisi 92 persen.

Sebagai perbandingan, ketika Wonder Woman berada di 96 persen, hanya ada 54 ulasan yang dihitung, dengan dua penilaian rotten saat itu. Black Panther hanya memiliki tiga tomat busuk setelah 148 ulasan yang masuk sehingga mungkin menunjukkan skornya tidak akan jatuh terlalu jauh.

Memang, Film Black Panther memberi warna tersendiri dalam dunia superhero, dimana film yang mengangkat karakter Black Panther belum pernah dibuat dan diisi oleh para aktor dan aktris berkulit hitam, yang tentunya merupakan hal baru dalam film adaptasi superhero.

Namun kekhawatiran atas diversity ini akhirnya mendapat sambutan hangat setelah Black Panther yang diperankan Chadwick Boseman pertama kali muncul dalam Captain America : Civil War. Ia mampu dengan baik memerankan TChalla dan membuat para Geeks! tidak sabar untuk menunggu film solo perdananya.

Sinopsis dari film Black Panther tampaknya mampu menjanjikan film dengan storyline unik, hal itu karena dalam film ini mencampurkan unsur konflik politis sebagai benang merah, mengingat posisi TChalla saat ini adalah calon pengganti raja Wakanda.

Film ini bercerita tentang TChalla yang setelah kematian ayahnya sang raja, kembali ke tempat asalnya di sebuah negara berteknologi maju namun terisolasi, Wakanda. Disana ia akan menduduki takhta menggantikan mendiang ayahnya.

Ketika musuh lama yang kuat muncul kembali, keberanian TChalla sebagai raja dan Black Panther pun diuji. Dia terlibat dalam konflik hebat yang membuat nasib Wakanda dan seluruh dunia dalam bahaya. Dihadapkan dengan pengkhianatan dan bahaya, raja muda tersebut harus mengumpulkan sekutunya dan mengeluarkan kekuatan penuh Black Panther untuk mengalahkan musuh-musuhnya dan menjamin keselamatan masyarakat juga jalan hidup mereka.

Film Black Panther dibintangi Chadwick Boseman, Michael B. Jordan, Lupita Nyong’o, Danai Gurira , Martin Freeman, Daniel Kaluuya, Angela Bassett, Forest Whitaker, dan Andy Serkis. (NDHYK)

Dinding Bocor, Underpass Terminal 3 Bandara Soetta Ditutup

this formate

TANGERANG, Bisniswisata.co.id: Jalur terowongan atau underpass khusus sepeda motor di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta ditutup akibat bocornya salah satu bagian dinding, Kamis (15/2/2018). Air pun terlihat meluncur deras ibarat keran terbuka akibat retakan di bagian tembok underpas.

Kondisi ini jelas sangat membahayakan masyarakat yang melintas di kawasan itu. Sehingga banyak pengendara motor menghindari terowongan itu dan kembali mencari jalan yang aman. Kekhawatiran masyarakat sangat beralasan, mengingat sebelumnya terjadi peristiwa tragis dengan robohnya underpass Perimeter Selatan yang mengakibat satu korban jiwa melayang dan satu lainnya luka serius.

Seperti dilansir dari akun Twitter TMC Polda Metro Jaya, pada pukul 12.04 WIB ada laporan dari warganet yang melintas terowongan perihal bocornya bagian dari dinding tersebut.

Petugas pun mendatangi dan memperbaiki bagian yang bocor di terowongan tersebut. Lajur ditutup bagi pengendara karena genangan air di dalam terowongan tersebut. Demikian dilaporkan akun TMC Polda Metro Jaya per 14.55 WIB.

Sementara itu akibat hujan yang mengguyur wilayah Jakarta, termasuk di wilayah bandara Soekarno Hatta, telah menyebabkan genangan yang menutupi sejumlah ruas jalan. Di ujung terminal 2F, anggota satuan lalu lintas Bandara Soekarno Hatta harus melakukan penguraian kemacetan akibat banjir.

Underpass Terminal 3 Bandara Soekarno—Hatta menjadi perbincangan hangat setelah berita rembesan di terowongan tersebut menjadi viral di media sosial.

“Iya ini rembes begini, temboknya retak, airnya mengocor deras,, ngeri roboh kaya underpass Perimeter Selatan,” ujar Lita (26), yang bekerja di Terminal Cargo Bandara Soetta.

Lita juga mengatakan, banyak pengendara yang memutar arah lantaran khawatir peristiwa robohnya underpass Perimeter Selatan yang memakan satu korban jiwa dan satu lainnya luka akan terulang. “Apalagi ini kan terowongannya lebih sempit dan panjang, kita jadi ngeri lewatnya, yang underpass Perimeter Selatan aja sampe ada yang meninggal, apalagi ini yang dilewati motor,” ujarnya.

Dia pun berharap retakan tersebut segera diperbaiki oleh pihak Bandara Soekarno Hatta. Hal tersebut agar tidak ada kekhawatiran dari pengendara motor yang melintas. “Cepet dibenerin ya, jangan sampai ada korban lagi,” ujarnya. (NDHYK)

Sumut, Tingkat Hunian Kamar Hotel Berbintang Capai 58 Persen

this formate

MEDAN, Bisniswisata.co.id: Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sumatera Utara pada Desember 2017 mencapai rata-rata 58,27 persen, atau naik 16,41 poin dibanding November 2017 sebesar 41,86 persen. Dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, TPK Desember 2017 naik 6,86 poin dari 51,41 persen bulan Desember 2016 menjadi 58,27 persen bulan Desember 2017.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Syech Suhaimi mengatakan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Bintang di Provinsi Sumatera Utara Menurut Klasifikasi Hotel, November hingga Desember 2017 TPK tertinggi terjadi pada hotel bintang 5 yaitu mencapai 83,81 persen, sedangkan TPK hotel terendah terjadi pada hotel bintang 1 yang mencapai 44,67 persen.

“Jika dibandingkan dengan TPK bulan November 2017, kenaikan terjadi pada hotel bintang 5 sebesar 50,45 poin, diikuti hotel bintang 4 sebesar 25,63 poin, hotel bintang 2 sebesar 19,03 poin, dan hotel bintang 1 sebesar 13,28 poin,” kata Suhaimi seperti dilansir laman Wartaekonomi.co.id, Kamis (15/02/2018).

Sedangkan TPK hotel bintang 3 turun 3,27 poin. Dan untuk rata-rata lama menginap tamu secara agregat di hotel berbintang bulan Desember 2017 mencapai 1,58 hari, naik 0,21 poin dibanding bulan November 2017.

“Jika diamati secara parsial, rata-rata lama menginap tamu asing bulan Desember 2017 adalah 1,96 hari, naik 0,81 poin dibanding bulan November 2017 dan rata-rata lama menginap tamu Indonesia bulan Desember 2017 mencapai 1,55 hari, naik 0,16 poin dibanding bulan sebelumnya,” ujarnya.

Rata-rata lama menginap tamu asing bulan Desember 2017 yang mencapai 1,96 hari, mengalami kenaikan 0,31 poin dibanding bulan Desember 2016 sebesar 1,65 hari. Demikian halnya rata-rata lama menginap tamu Indonesia juga mengalami kenaikan 0,07 poin yaitu dari 1,48 hari pada bulan Desember 2016 menjadi 1,55 hari pada bulan Desember 2017.

“Secara gabungan, rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu Indonesia bulan Desember 2017 mengalami kenaikan 0,09 poin dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” pungkasnya. (NDHYK)

Jakarta Tujuan Favorit Liburan Imlek

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Imlek 2018 yang jatuh Jumat 16 Februari 2018, menandakan dimulainya tahun anjing tanah dalam zodiak masyarakat China, sehingga dirayakan dengan penuh suka cita bagi warga Tionghoa. Disisi lain, liburan Imlek menjadi momen yang tepat untuk mengisi liburan dengan menghabiskan waktu bersama keluarga.

Hasil riset Laman Pegipegi memyebutkan tren pemesanan tiket pesawat dengan tujuan paling banyak dikunjungi wisatawan nusantara, tercatat ada lima kota di Indonesia. Dari lima kota ini, Jakarta menduduki peringkat pertama, disusul Surabaya, Bali, Yogyakarta, dan Semarang.

Disebutkan, saat ini sudah mulai terlihat adanya kenaikan pemesanan tiket pesawat sebanyak 13,5 % dibandingkan dengan saat weekend biasanya. Berdasarkan data pemesanan tiket pesawat di Pegipegi, hingga saat ini destinasi paling banyak dikunjungi pada Tahun Baru Imlek 2018 diprediksi akan sama dengan Tahun Baru Imlek 2017.

Hanya saja tujuan Yogyakarta dan Bali ada di urutan yang sama, sementara Semarang digantikan Medan dengan kenaikan presentase sebanyak 52,48% dari periode Imlek tahun 2017.

“Destinasi favorit ini berubah-ubah sesuai momen dan periodenya. Jika Tahun Baru orang lebih memilih berlibur mengunjungi destinasi wisata, sedangkan Imlek, selain berlibur, masyarakat juga bisa memanfaatkan waktu untuk mengunjungi kerabat di kota lain,” ungkap Ryan Kartawidjaja, Deputy CEO Pegipegi dalam siaran persnya yang diterima Bisniswisata.co.id, Kamis (15/02/2018)

Dilanjutkan, pada Periode Tahun Baru Imlek tahun 2017 tidak jatuh pada long weekend, namun antusiasme masyarakat untuk traveling meningkat. Sedangkan, Tahun Baru Imlek 2018 jatuh pada periode long weekend, jadi kemungkinan masyarakat akan lebih antusias.

“Untuk itu, kami hadirkan program yang bisa semakin memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin traveling. Melalui program Pegipegi Tebar Hoki, kami targetkan pemesanan akan naik dua kali lipat daripada periode weekend biasanya,” tambah Ryan.

Hasl senada juga disampaikan Traveloka. Menurut data dihimpun Traveloka, perjalanan saat Imlek meningkat sekitar 30 sampai 40 persen dibandingkan data dari beberapa tahun belakangan. Ada beberapa kota terbaik pilihan Traveloka, yang menjadi trend kunjungan yakni

#1. Jakarta

Kota Sembilan yang terletak di Petak Sembilan, Glodok menjadi pusat perayaan Imlek di Jakarta. Glodok juga merupakan kawasan pecinan yang menawarkan berbagai macam hal khas masyarakat China. Ada juga kelenteng tertua di Jakarta, yaitu Kelenteng Jin De Yuan. Kelenteng ini terbuka untuk umum, asal Anda bisa menghargai masyarakat yang datang untuk beribadah.

#. Surabaya

Surabaya merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki budaya etnis masyarakat China terkuat. Terbukti dari beberapa kelenteng di Surabaya yang ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah, seperti Keleteng Hong Tiek Hian dan Kelenteng Hok An Kiong. Jika Anda mencari destinasi menarik, cobalah datang ke Kelenteng Sanggar Agung. Kelenteng yang terletak di Pantai Ria ini memiliki gaya arsitektur bernuansa campuran antara China, Jawa, Bali, dan Thailand, sangat cocok untuk dijelajahi saat Imlek.

#. Medan

Seperti Jakarta dan Surabaya, Medan juga merupakan satu kota di Indonesia, tempat bercampurnya berbagai etnis dan suku. Salah satu tempat wisata menarik di Medan adalah Rumah Tjong A Fie di Jalan Ahmad Yani. Tjong A Fie adalah seorang tokoh China yang besar di Medan dan dikenal sebagai Majoor der Chineezen karena beliau diangkat oleh pejabat kolonial Belanda sebagai pemimpin komunitas China. Rumahnya memiliki perpaduan gaya arsitektur China, Eropa, Melayu, dan art-deco, Anda bisa belajar lebih banyak mengenai sejarah kota Medan dan juga budaya Melayu-China.

#. Denpasar

Tampaknya Bali tidak pernah menjadi destinasi yang sepi, terutama saat long weekend. Menurut laporan dari China Association of Travel Services (CATS), Bali merupakan salah satu destinasi favorit masyarakat China saat liburan Imlek tahun ini bersamaan dengan destinasi tropis lainnya, seperti Phuket dan Saipan.

#. Yogyakarta

Berbicara tentang Imlek, Yogyakarta tidak pernah absen membuat perayaan yang meriah, seperti yang selalu terjadi di Jalan Malioboro. Pusat aktivitas Imlek di Jogja terletak dekat Pasar Beringharjo, Kampung Ketandan yang termasuk kawasan pecinan terbesar di Yogyakarta. Kampung Ketandan memiliki bangunan-bangunan dengan gaya arsitektur China dan saat Imlek, Kampung Ketandan mengadakan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY). Tahun ini PBTY akan digelar untuk ke-13 kalinya pada 24 Februari hingga 2 Maret 2018. Selama sepekan, PBTY akan menyuguhkan berbagai pentas seni dan budaya yang menarik untuk para wisatawan. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Fashion, Momentum Kebangkitan Wanita Muslim

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Muslim dan fashion berjalan beriringan sejak Islam diturunkan. Bagi agama dengan pertumbuhan tercepat di dunia itu, pakaian yang dikenakan oleh seseorang (baik muslim maupun muslimah) merupakan ungkapan ketaatan dan ketundukan kepada Sang Pencipta. Karena itu, berpakaian bagi seorang muslim memiliki nilai ibadah, sehingga mesti mengikuti aturan yang berlaku.

Seiring dengan modernisasi yang terjadi di berbahai belahan dunia, fashion menjelma sebagai suatu identitas sosial. Tak terkecuali bagi mereka, masyarakat muslim, yang tinggal di negara-negara dengan populasi Islam yang masif. Konsep berpakaian syariah mau tak mau didefinisi ulang.

Definisi itu berarti bahwa pakaian tidak hanya berfungsi untuk menutup aurat sesuai dengan ketentuan Islam, melainkan juga dibuat modis sehingga meningkatkan kebanggan bagi mereka yang mengenakannya.

Awalnya, negara-negara Muslim seperti Iran, Malaysia, dan Indonesia yang pertama kali mendendangkan istilah muslim fashion. Faktor penggeraknya yaitu meningkatnya pendapatan masyarakat akibat bertumbuhnya kegiatan ekonomi di negara-negara muslim tersebut.

Masyarakat yang tadinya tidak memprioritaskan pakaian sebagai kebutuhan primer, kini tanpa ragu mengalokasikan belanja rumah tangganya untuk keperluan tersebut. Sontak, desainer fesyen satu per satu mulai bermunculan menawarkan pakaian dengan desain yang up-to-date mengikuti perkembangan arus mode dunia.

Di Indonesia, nama Dian Pelangi sebagai desainer fesyen muslimah lumayan dikenal banyak orang. Ia dianggap menjadi panutan para desainer muslim karena dinilai sukses memasarkan produknya hingga ke mancanegara. Padahal, yang dilakukan perempuan kelahiran tahun 1991 cukup sederhana, yaitu Dian merevitalisasi bisnis baju habaya yang telah lama digeluti oleh keluarga besarnya.

Dian menilai, seperti dilansir laman Marketeers.com, Kamis (15/02/2018) busana muslim di Indonesia pada sewindu silam masih berkutat pada model yang itu-itu saja. Ia lantas berupaya untuk membuat busana muslimah yang lebih berjiwa muda, akan tetapi masih tetap mengikuti syariat Islam. Modern dan memainkan warna-warna cerah menjadi karakternya. Gayung bersambut, terobosannya itu malah diburu oleh konsumen Tanah Air.

Kini, bisnis fesyen muslim yang digeluti Dian telah bertumbuh berkali-kali lipat. Permintaan produk fesyen muslim yang modest namun fashionable semakin meninggi, seiring semakin banyaknya desainer yang menawarkan ragam busana fesyen serupa. Lihat saja gelaran Indonesia Fashion Week yang saban tahunnya menampilkan koleksi busana dari desainer-desainer fesyen. Setiap tahun, selalu ada nama baru yang meramaikan pasar ini.

Fesyen muslim terus melakukan transformasi dari gaya konservatif menjadi lebih kontemporer dan berjiwa muda. Apalagi, kehadirannya didukung oleh komunitas-komunitas muslimah atau hijabers yang marak berkicau di media sosial. Bisa dibayangkan, berapa banyak captive market yang bisa dirangkul dari industri ini?

Memang, sulit untuk menghitung berapa sebenarnya pasar fesyen muslim di Indonesia. Akan tetapi, sejumlah pihak meyakini bahwa pasar fesyen muslim semakin berkembang. Catatan Kementerian Perindustrian dari situs resmi mereka menyebut, dari 750 ribu UKM yang ada di negeri ini, 30%-nya bergerak di industri fesyen muslim.

Lebih lanjut, pasar fesyen muslim semakin tahun, semakin muda. Dalam kata lain, para gadis belia kini sudah mau mengenakan hijab. Berbeda dengan satu dasawarsa lalu, yang mana industri ini dikuasai oleh konsumen dewasa.

Prediksi lainnya juga disampaikan Kementerian Perindustrian. Dari 120an juta penduduk perempuan di Indonesia, sekitar 30%-nya mengenakan pakaian yang menutup aurat. Jika prediksi itu akurat, ada sekitar 40 juta jiwa perempuan Indonesia yang berkerudung (atau berhijab).

Jika 50% saja dari mereka termasuk ke dalam kelas menengah, artinya sudah ada 20 juta jiwa yang menjadi market potensial bagi para pebisnis fesyen muslim. Sebuah angka yang besar untuk ukuran satu negara!

Selanjutnya, menurut sebuah studi yang dirilis oleh GBG Indonesia, ada tiga segmen yang ada di industri fesyen muslim Indonesia. Pertama, kerudung yang praktis dan sederhana yang konon digunakan oleh 60%-70% perempuan muslim nusantara. Kedua, kerudung syar’i yang digunakan oleh 10% perempuan muslim, dan ketiga kerudung dengan desain trendy yang digunakan oleh 20% perempuan muslim, khususnya mereka yang tinggal di perkotaan.

Sementara itu, data dari Kementerian Perdagangan menunjukkan sekitar 80% produk pakaian muslim dijual untuk pasar domestik, sementara 20% sisanya dijual untuk pasar ekspor. Data yang terakhir yang ditemui, sepanjang tahun 2015 ekspor pakaian muslim dari Indonesia mencapai Rp 58,5 triliun. Berkaca dari data itu, Anda bisa menduga-duga berapa ratus triliun pasar fesyen muslim di negeri ini? (MC)

Tarif Kamar Hotel di Saudi Melambung, Okupansi Merosot

this formate

DAMMAM, Bisniswisata.co.id: Tarif harga kamar hotel di Arab Saudi, kini semakin melambung. Mahalnya harga kamar hotel, setelah Kementerian Kotamadya dan Pedesaan Saudi menerapkan pajak kota, yang nilainya di atas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan pajak layanan yang sudah ada. Kenaikan tarif itu, juga berlaku bagi apartemen berperabot yang kerap disinggahi wisatawan maupun melakukan umrah dan haji untuk menginap.

Retribusi atau dikenal sebagai pajak kota, mulai berlaku Rabu, (14/2) dikenakan tambahan PPN sebesar 5% bagi setiap ruangan hotel dan apartemen berperabotan. Sementara retribusi untuk kamar hotel bintang tiga ke bawah ditambah 2,5%. Seluruh pajak kota dikumpulkan oleh Otoritas Umum Zakat dan Pajak (GZAT).

Sumber yang dilansir Saudi Gazette.com, Kamis (15/02/2018) menyatakan pajak kota ini wajib bagi semua hotel dengan berbagai ukuran, juga apartemen lengkap dengan standar dan fasilitas tempat tinggal komersial lainnya. Hotel dan apartemen akan menyetorkan pajak yang diambil dari tamu datang yang akan dihitung setiap bulannya.

Hotel dan fasilitas residensial komersial lainnya harus mendaftar ke kementerian. Setelah itu pada pada gilirannya mereka akan menerbitkan nomor unik untuk mendapatkan akses ke akun mereka di kementerian.

Menurut sumber industri perhotelan di Saudi, aturan pajak kota yang baru ini sangat memberatkan bagi pengusaha perhotelan maupun tamu hotel. Mengingat hasil hitungan ternyata penerapan pajak kota mengakibatkan kenaikan tarif kamar hotel saja mencapai 25% hingga 30%. Pajak kota tarif kamar hotel itu, belum termasuk Pajak makanan, minuman dan menggunakan fasilitas hotel lainnya.

Sekarang ini, Industri perhotelan di Saudi melewati masa-masa yang sangat sulit. Mengingat pertumbuhan kamar hotel di Jeddah, Riyadh, Dammam, Makkah dan Madinah semakin menjamur. Aturan Pajak kota semakin menjerat. “Dampaknya okupansi kamar hotel merosot tajam. Tercatat tidak sampai 60% selama periode puncak,” kata seorang eksekutif hotel di Al-Khobar.

Komunitas bisnis Saudi merasa pajak kota harus dibayar management hotel, sementara para tamu sudah terbebani dengan beberapa biaya tambahan lainnya. Kondisi ini tidak membuat bisnis perhotelan di Saudi semakin bagus ke depannya. Dan dikhawatirkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Arab Saudi semakin menurun. (NDHYK)

1 Maret 2018, Tarif Pajak Bandara Soetta Naik

this formate

TANGERANG, Bisniswisata.co.id: Tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau dikenal dengan pajak bandara (Passenger Service Charge/PSC) Bandara Soekarno-Hatta, mulai 1 Maret 2018 mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Kenaikan ini sesuai surat Menteri Perhubungan Nomor PR 303/1/1 PHB 2018, tanggal 18 Januari 2018, tentang PJP2U.

Alasan kenaikan demi peningkatan pelayanan sehingga pengguna jasa angkutan udara semakin nyaman. Bahkan ada beberapa fasilitas baru yang ditambah, lontar Senior Manager Of Branch Communication and Legal, Soekarno-Hatta Airport Erwin Revianto dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, Kamis (15/02/2018).

Fasilitas baru itu, sambung dia, seperti adanya self check in, timbangan bagasi untuk layanan self check-in kiosk, video contact center, vending machine, walking distance digital Information, sampai kereta layang (skytrain).

Juga ada sejumlah fasilitas yang bakal bertambah pasca penyesuaian tarif PSC tersebut, diantaranya, adalah ruang tunggu akan semakin luas dan nyaman, toilet yang tetap bersih, adanya penambahan petugas customer service, customer service mobile di setiap terminal, peningkatan fasilitas security yang tergolong canggih dan penambahan petugas keamanan, guna menjamin keamanan yang lebih baik lagi.

Dilanjutkan, Terminal 3 Bandara Soetta saat ini termasuk dalam bandara berkelas didunia. Terminal itu juga dilengkapi sejumlah fasilitas modern seperti, baggage handling system (BHS), Flight Information Display System (FIDS) , Ground Support System (GSS), Visual Docking Guidance System (VDGS).

Bandara Soekarno-Hatta juga sudah menerapkan common use check-in counter system yang juga sudah diterapkan bandara berkelas dan terbaik di dunia. Setelah bertahun-tahun tidak ada kenaikan. “Jadi Per 1 Maret akan dinaikan PSC. Tentunya hal itu akan menambah kenyamanan bagi para pengguna jasa di Bandara Internasional Soekarno-Hatta,” ungkapnya.

Terminal 3 Internasional sebelumnya Rp200 ribu naik menjadi Rp230 ribu. Terminal 3 domestik dari Rp75 ribu menjadi Rp130 ribu. Terminal 1 dari Rp50 ribu melonjak jadi Rp65 ribu. Terminal 2 domestik dari Rp60 ribu menjadi Rp85 ribu. Sedangkan Terminal 2 Internasional tidak ada kenaikan tetap Rp150 ribu. (redaksibisniswisata@gmail.com)