18 April 2018, Mahakarya Borobudur 2018: Indonesia Berkain

this formate

MAGELANG, bisniswisata.co.id: Sukses di tahun-tahun sebelumnya, “Mahakarya Borobudur 2018: Indonesia Berkain” kembali digelar di area Lumbini Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada 18 April 2018.

Event tahunan ini terlaksana berkat kerjasama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) dan Bank BRI. Sebagai salah satu cara menjaga kelestarian dan kecintaan akan pariwisata Candi Borobudur.

Candi Borobudur merupakan situs warisan dunia yang telah dicatat secara resmi oleh United Nations Educational Scientific and Cultural Organisation (UNESCO) sebagai “World Cultural Heritage Site”.

Apalagi Candi Borobudur sudah menjadi warisan budaya dunia dan tujuan wisatawan domestik maupun mancanegara dan event ini merupakan wujud dukungan kami untuk dapat terus menjaga kelestarian Candi Borobudur sekaligus memajukan sektor pariwisata di Indonesia.

Dengan semakin banyaknya wisatawan yang hadir dalam event kali ini, diharapkan akan meningkatkan perekonomian di sekitar Candi Borobudur. Karena itu Mahakarya Borobudur merupakan annual event yang mengambil inspirasi dari Candi Borobudur yang kaya akan seni budaya dan sisi kehidupan.

Event Mahakarya Borobudur kali ini diselenggarakan bekerjasama dan bersinergi dengan salah satu BUMN yang peduli terhadap warisan budaya Indonesia yaitu Bank BRI yang selalu berkomitmen mendukung perkembangan industri kreatif nasional, terutama yang berbasis pada nilai-nilai seni dan budaya Indonesia.

Selanjutnya, untuk dapat semakin memajukan wisata Candi Borobudur, Bank BRI juga telah mengembangkan desa wisata dengan membangun Balai Ekonomi Desa (Balkondes). Lokasi Balkondes ini cukup strategis yaitu di sekitar wilayah Candi Borobudur.

Balkondes merupakan interconnecting tourism system berbasis komunitas yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian desa juga memberdayakan dan mengembangkan SDM berbasis Wisata. Balkondes ini juga merupakan wujud Komitmen Bank BRI untuk semakin mengembangkan perekonomian masyarakat yang berada di sekitar wilayah Candi Borobudur sekaligus melestarikan budayanya.

Pada event kali ini, “Mahakarya Borobudur 2018: Indonesia Berkain” mengangkat tema yang juga berkaitan dengan peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April mendatang.

R.A Kartini adalah sosok wanita yang penting dengan rasa kepedulian yang sangat besar pada seni, khususnya pada kain batik. R.A Kartini yang juga merupakan Duta Batik Indonesia yang banyak menginspirasi busana nasional, khususnya pada kalangan wanita. Sehingga, kini Batik pun sangat mendunia dan diakui eksistensinya.

TWC dan Bank BRI sangat berharap, acara “Mahakarya Borobudur 2018: Indonesia Berkain” ini dapat menarik banyak wisatawan domestik maupun mancangera. Selain itu, melalui acara ini juga diharapkan sektor pariwisata Indonesia khususnya Candi Borobudur dapat semakin berkembang dan menguatkan posisinya sebagai destinasi wisata warisan dunia yang ada di Indonesia. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Danur 2: Maddah Gaet 2 Juta Penonton

this formate

JAKARTA, bisniswisata co.id: Film terbaru Prilly Latuconsina, Danur 2: Maddah berhasil mengumpulkan 2 juta penonton sejak pertama tayang 28 Maret 2018. Hingga saat ini, perolehan angka penonton Danur 2: Maddah terus menanjak dan menempatkan film ini di posisi kedua sebagai film Indonesia terlaris tahun ini.

Risa Saraswati sebagai penulis buku Danur mengunggah poster perolehan 2 juta penonton film, yang disutradarai Awi Suryadi itu dan menuliskan caption tentang janji yang pernah dibuatnya.

“Pernah membuat janji, kalau film Maddah sampai 2 juta penonton, saya akan menggelar acara keliling tempat mereka sambil uji nyali bersama 50 orang peserta. Tunggu tanggal mainnya, ya! Terima kasih, terima kasih, terima kasih atas segala apresiasinya, saya harap penonton Maddah akan terus bertambah. Kamu, sudah nonton film ini?” tulis Risa Saraswati seperti diunduh laman Tempo.co, Rabu (11/04/2018).

Ternyata Risa Saraswati pernah berjanji jika film dibintangi Prilly Latuconsina berhasil gaet 2 juta penonton, ia akan mengadakan uji nyali bersama dengan 50 peserta keliling tempat “mereka” yang tak lain adalah hantu-hantu yang ada di dalam film Danur 2: Maddah.

Ternyata unggahan tersebut disambut baik netizen. Banyak netizen mengajukan diri untuk bisa menjadi peserta uji nyali yang akan dilakukan Risa Saraswati untuk bertemu dengan hantu Peter Cs.

“Kak boleh ikut gak keliling-keliling, aku penasaran sama Peter Cs @risa_saraswati,” tulis salah satu netizen. “Wah asyik tuh mau ikutan nih, boleh kali ya Kak Risa @risa_saraswati Tapi jauh he he he,” kata netizen lainnya.

Danur 2: Maddah melanjutkan kisah tentang Risa bersama sahabat hantunya yaitu; William, Peter, Hans, Janshen dan Hendrik. Namun saat ini pertemanan mereka kedatangan dua anggota baru yaitu Norma dan Marianne. Namun, dengan kehadiran Marianne yang mempunyai sifat egois dan keras membuat Peter serta teman temannya kurang nyaman.

Disisi lain Risa kini sudah tumbuh dewasa serta sedang sibuk di dunia nyata. Risa menyadari persahabatannya dengan Pater serta teman-temannya terancam. Risa mulai mengunjungi tempat baru yang dihuni oleh kelima sahabatnya: sebuah sekolah tua. Disana ia berkenalan dengan dua anggota baru yaitu Norma dan Marianne serta beberapa hantu yang tinggal di sekolah tua. (NDY)

Pekerja Bandara Mogok, 1.100 Penerbangan Jerman Dibatalkan

this formate

FRANKFURT, bisniswisata.co.id: Lebih dari 1.100 penerbangan dibatalkan di Jerman, setelah para pekerja bandara menggelar aksi mogok menuntut kenaikan gaji, Selasa (10/4). Di Bandara Frankfurt saja, hampir 700 penerbangan dibatalkan. Sebanyak 400 penerbangan lain terdampak aksi mogok buruh terjadi di Muncih, dan puluhan penerbangan lainnya yang dibatalkan terjadi di Cologne dan Bremen.

Maskapai penerbangan Jerman, Lutfhansa terpaksa membatalkan 800 penerbangan, separuh dari jadwal hariannya, Selasa (10/4). Pembatalan itu mempengaruhi lebih dari 90 ribu penumpang. Pekerja sektor publik, termasuk sopir bus dan staf rumah sakit telah menggelar aksi mogok selama beberapa minggu sebelumnya di Jerman, tetapi pekerja bandara baru melakukannya, Selasa.

Verdi, serikat pekerja yang mewakili 2,3 juta pekerja sektor publik di Jerman menyatakan bahwa staf bandara, termasuk penjaga keamanan dan petugas pemadam kebakaran menggelar aksi mogok di sedikitnya empat bandara.

Serikat pekerja tersebut menyerukan kenaikan enam persen atas pekerjanya, dan menggunakan aksi mogok untuk mendorong tujuannya menjelang negosiasi pada Minggu.

“Perekonomian sedang marak dan penerimaan pajak federal dan negara sudah ama tak setinggi ini,” kata Serikat Pekerja dalam sebuah pernyataan. Mereka menyatakan pekerja sektor publik juga perlu menikmati perkembangan ekonomi yang menguntungkan tersebut agar menciptakan perasaan adil dan mengamankan masa depan sektor publik.

Serikat pekerja mewakili jutaan pekerja jerman mendapatkan kenaikan gaji yang lebih besar awal tahun ini. Mereka juga mendapatkan jaminan jam kerja yang lebih fleksibel.

Fraport, perusahaan yang mengoperasikan Bandara Frankfurt mengatakan pembatalan penerbangan sangat jarang terjadi, tapi bukan belum pernah. Setiap tahunnya bandara tersebut melayani lebih dari 64 juta penumpang. Aksi pemogokan cukup besar yang terakhir di Bandara Frankfurt, Jerman terjadi dua tahun lalu. (NDIK)

Komunitas Sepeda Onthel dari 30 Negara Parade di Bali

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Komunitas sepeda tua atau onthel dari 30 negara bakal berkumpul di Bali dalam acara International Veteran Cycle Association (IVCA) pada 12-15 April 2018. SElain untuk meningkatkan persaudaraan antar sepeda ontel, event ini juga menikmati pariwisata di Pulau Dewata.

“Ada 100 stan untuk penjualan onderdil sepeda tua dan barang antik di Lapangan Masyonet, Sanur,” kata panitia acara IVCA Fahmi Saimima saat jumpa media di Denpasar, Rabu (11/4/2018).

Rangkaian acara IVCA di Bali adalah tur sepeda ontel (cultural ride) sejauh 20 kilometer. Selain itu akan ada balap sepeda tua yang dibagi dalam beberapa kategori jenis dan tahun produksi. “Ada kategori ban besar tahun 1930-an sampai 1960-an. Atau tahun 1960-1980-an,” ujar Fahmi.

Acara IVCA di Bali menargetkan 10 ribu peserta dari Indonesia dan luar negeri. Indonesia mendapat persetujuan menjadi penyelenggara pasca digelar kongres IVCA, yang diadakan di Ceko pada 2013. Setelah dilakukan peninjauan beberapa daerah di Indonesia, Bali pun dipilih sebagai tuan rumah untuk kawasan Asia.

Hal yang menjadi pertimbangan, setelah memperhatikan jumlah kendaraan bermotor yang melintasi dalam satu ruas jalan. Adapun tuan rumah kongres IVCA kali pertama diadakan di Grantham, Inggris pada 1981.

Ketua Panitia IVCA 2018 Bambang Waluyojati menjelaskan kesempatan Bali sebagai tuan rumah menjadi ajang untuk menunjukkan variasi sepeda ontel di Indonesia. “Budaya melestarikan sepeda kuno yang semakin langka, juga untuk peningkatan kunjungan wisata ke Bali” tuturnya.

Saat puncak acara IVCA di Bali, akan dilakukan parade berkeliling Denpasar sejauh 25 kilometer. Para peserta dari berbagai negara akan menggunakan pakaian khas asalnya. Sedangkan para peserta dari Indonesia akan bersepeda menggunakan pakaian tradisional dari masing-masing daerah. “Keberagaman pakaian bisa menjadi potensi daya tarik wisata,” kata Bambang seperti dilansir laman Tempo.co

Sebelum IVCA berlangsung di Bali, acara dimulai dengan kirab bersepeda ontel yang melibatkan 10 orang peserta anggota Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI). Rute perjalanan dimulai dari Pantai Anyer, Banten pada 24 Maret.

Perjalanan kirab sepeda ontel melewati 20 kota dengan jarak tempuh sekitar 1.500 kilometer di sepanjang Jawa dan Bali. Setelah tiba di Bali, sepuluh orang peserta kirab mengakhiri perjalanan di Pantai Matahari Terbit, Sanur, Denpasar, pada 10 April. (TMP)

Asita Bali: Praktik Ilegal Pemandu Wisata Masih Marak

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Kasus pengeroyokan yang dilakukan pemandu wisata asing ilegal pada pemandu wisata lokal di Warung Kita di Bali. Kedua pemandu wisata ini, khusus menangani wisatawan berbahasa Mandarin. Kejadian ini pun menjadi sinyal semakin maraknya praktik sejumlah perusahaan ilegal dan tenaga kerja asing yang bergentayangan di Bali, tanpa ijin resmi.

Aksi pengeroyokan itu, menjadi perhatian serius Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Bali. Karena itu segera bertemu Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (Konjen RRT) di Bali, untuk membahas praktik ilegal pemandu wisata berbahasa mandarin terhadap wisatawan asal negara ini.

Ketua Asita Bali I Ketut Ardana mengatakan kejadian ini akan makin merugikan kinerja perusahaan dan SDM bidang usaha kepariwisataan di Bali. Diketahui bahwa pemandu wisata ilegal tersebut merupakan tenaga kerja asing yang berasal dari China. “Bali ini pulau kecil yang harus dijaga untuk menjadi destinasi dunia dengan bisnis yang sehat,” tegasnya seperti dilansir laman Bisnis.com, Rabu (11/4/2018).

Ardana mengungkapkan praktik tenaga kerja ilegal paling banyak ditemukan pada pemandu wisata berbahasa Mandarin. Selain itu, praktik ilegal kedua juga banyak dilakukan pemandu wisata berbahasa Rusia. “Praktik ilegal tenaga kerja asing ke wisatawan berbahasa Mandarin telah terjadi sejak pertama kali wisatawan Taiwan datang ke Bali yakni sekitar 1990-an,” paparnya.

Saat ini, lanjut dia, ada sebanyak 60 biro perjalanan wisata yang khusus menangani wisatawan China dari total 418 anggota Asita. Jumlah ini belum termasuk praktik perusahaan ilegal yang juga harus diawasi. “Sebanyak 60 itu tidak sedikit yang kami awasi,” sebut Ardana.

Selain bertemu dengan Konjen RRT, biro perjalanan wisata di Pulau Dewata bakal membentuk satuan tugas (Satgas) pengawasan orang asing khusus bidang usaha pariwisata. Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali I Nyoman Winastra menyatakan pihaknya sudah menyampaikan permasalahan praktik ilegal tenaga kerja asing yang merugikan pariwisata Bali ke Kantor Imigrasi Kelas 1 Ngurah Rai, Satpol PP, dan Dinas Pariwisata Bali.

Tujuan akhir dari penyampaian permasalahan serta diskusi tersebut akan menjadi embrio untuk lahirnya sebuah Satgas yang mengawasi praktik ilegal tenaga kerja asing pada kegiatan pariwisata Bali, terutama dalam menjadi pemandu wisata. (BIS)

Kuliner Oleh-oleh Didominasi Pastry dan Bakery

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Masyarakat Indonesia umumnya memiliki tradisi membeli oleh-oleh setiap kali berpergian maupun berwisata. Terlebih lagi, apa yang menjadi ciri khas oleh-oleh di suatu daerah yang terkenal dan laris manis di pasaran, pasti diburu wisatawan. Jangan heran jika potensi kuliner oleh-oleh sangat tinggi. Oleh-oleh biasanya makanan kecil, ringan yang mudah dibawa, tahan lama bahkan harganya terjangkau.

“Memang kuliner oleh-oleh banyak sekali yang ditawarkan. Namun bila diperhatikan, pastry dan bakery masih mendominasi jenis makanan oleh-oleh banyak dicari para wisatawan. Alasannya sederhana karena kedua jenis makanan oleh-oleh ini bisa tahan lama, ringan dibawa bahkan bisa jadi harganya terjangkau,” ungkap Chef Rahmat Kusnedi, selaku Ketua Indonesia Pastry Alliance.

Terlebih lagi, sambung dia, jika oleh-oleh pastry dan bakery bisa dipadupadankan dengan seni budaya yang punya nilai kearifan lokal, yang juga bisa menunjukkan keunikan karakter dari oleh-oleh, sehingga menjadi daya tarik tersendiri. “Saya sekarang lebih sering menjelajah Nusantara. Ternyata banyak yang bisa diaplikasikan untuk menjadi keunggulan daerah tertentu,” lontarnya,

Chef Rahmat mengakui, pastry dan bakery bisa dipadupadankan dengan apa saja yang ada di daerah tersebut. Hal tersebut dapat membuat banyak oleh-oleh dengan kearifan lokal. Selain itu, faktor pengemasan produknya yang sangat unik, bisa menonjolkan oleh-oleh pastry dan bakery dengan kearifan lokal.

Disinggung maraknya oleh-oleh bikinan artis yang tersebar di daerah? Chef Rahmat mengatakan tren bisnis kue artis tak akan bertahan lama lagi. Alasannya kurangnya inovasi dan pemahaman artis tentang bisnis kue dan pastry membuat mereka hanya menggunakan popularitasnya untuk mendompleng bisnis tersebut.

“Kalau kue artis sekarang sudah di penghujung masa, mungkin kalau dari 100% sekarang tinggal 30% yang bertahan. Ini balik lagi karena artis ini imagenya bukan dibikin pondasinya dulu, dia hanya bangun dimana saja jadi bisa dirubuhkan kapan aja ya bisa kapan aja,” tandas dia.

Data Kementrian Pariwisata menyebutkan kuliner Oleh-oleh menjadi salah satu hal yang wajib dibawa setelah berkunjung ke suatu daerah. Wisatawan menghabiskan 40 persen dari anggaran jalan-jalan mereka untuk kuliner dan lebih dari 95 persen wisatawan Nusantara pulang membawa oleh-oleh.

“Tiga dari empat orang di Indonesia memilih produk makanan dan kue sebagai oleh-oleh untuk keluarga dan kerabatnya, ini membuktikan bahwa industri oleh-oleh memiliki potensi yang besar bagi pariwisata Indonesia,” tutur Vita Datau, selaku Ketua Tim Percepatan Kuliner dan Belanja, Kementerian Pariwisata disela-sela acara Festival Jajanan Nusantara

Seperti halnya dua sisi koin, komoditas oleh-oleh tidak hanya menguntungkan pelaku industri bakery dan pastry saja tetapi juga berkontribusi pada sektor pariwisata dan perekonomian Indonesia. (NDY)

Pevita Pearce Jadi Brand Ambassador Startup Fesyen

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Aktris dan pemain film Pevita Pearce mendapat kesempatan menjadi brand ambassador Zilinggo, Startup marketplace seputar dunia fesyen di Indonesia. Pemilihan Pevita arat akan langkah strategis Zilinngo di Tanah Air, sebagai pasar dengan pertumbuhan terbesar bagi mereka.

Bukan hanya cantik, banyak pertimbangan yang menjadikan Zilingo percaya pada Pevita. “Sebagai artis, Pevita ini bukan hanya berbakat juga prospektif. Selain cantik, Pevita juga pintar dan mampu bersikap membumi,” ujar Ankiti Bose, Co-Founder & CEO Zilingo dalam keterangan tertulis, Selasa (10/04/2018).

Dalam berbisnis, Zilingo menjadikan konsumen segmen usia 16 – 35 tahun yang mudah bosan dengan tren fesyen dan mempunyai identitas tersendiri yang ingin mereka ekspresikan. Gambaran target ini juga yang membuat Zilingo menggaet Pevita Pearce sebagai brand ambassador karena memiliki percaya diri tinggi dan berani memberikan statement lewat gaya-gayanya.

“Kami lihat Pevita punya gaya fesyen yang beragam dan sering berganti-ganti. Dia bisa berpakaian sporty, feminin dan yang lainnya. Pevita pun mampu mengekspresikan diri dengan fesyen yang ia gunakan, dan ini adalah semangat yang sama dengan Zilingo,” ucap Ankiti.

Sementara Dara kelahiran Jakarta, 6 Oktober 1992 mengaku tidak menyangka sebagai Brand Ambassador Zilinggo. “Saya akan menjalankan tugas sesuai kemampuan saya, dan saya bersyukur menejadi brand ambassador dan kepercayaan ini akan saya pegang teguh,” lontar nominator Piala Citra untuk Aktris Terbaik pada tahun 2008 untuk film Lost in Love.

Pevita yang pernah menjadi presenter MTV Indonesian Music Awards 2010 (2010) dan Music Box (Trans 7) (2010) mengaku dirinya kerap mencari busana yang ia gunakan berdasarkan kecocokan dengan tubuhnya. Kenyamanan adalah salah satu kunci Pevita menentukan gayanya. (NDI)

Komunitas Rider Jelajahi Tambora

this formate

MATARAM, bisniswisata.co.id: Sedikitnya 705 pengendara motor dari berbagai komunitas rider mengikuti “Indonesia Rider Jelajah Tambora 2018″, yang berangkat dari pendopo walikota Mataram, Senin (9/4/2018). Mereka menuju kaki Gunung Tambora dan direncanakan tiba pada Rabu 11 April 2018.

“Kegiatan jelajah Tambora dengan mengendarai motor ini, merupakan aktifitas yang istimewa karena pertama kali dilaksanakan di Kota Mataram,” papar Pejabat Sementara Wali Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, H Mohan Roliskana melepas rombongan “Indonesia Rider Jelajah Tambora 2018” itu di depan pendopo wali kota di Mataram.

Indonesia Rider Jelajah Tambora 2018 dikuti peserta dari berbagai komunitas motor seluruh Indonesia. Sehingga, “Kegiatan ini dapat mencairkan ego atau sekat-sekat komunitas kendaraan dari berbagai macam kelompok,” kata Mohan.

Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB M Nurhaedin alias Edo menilai Indonesia Rider bukan hanya semacam klub, saja melainkan gerakan yang mempunyai tiga misi. “Yaitu misi pariwisata, misi kampanye tertib lalu lintas, misi sosial.” lontarnya seperti dilansir laman Antara, Selasa (10/04/2018)

Dilanjutkan, semua peserta berkumpul di gunung tambora untuk memperingati puncak festival pesona Tambora pada tanggal 11 April 2018. Kegiatan ini memang membawa misi mempromosikan Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Dia berharap dua pulau di NTB itu bisa menjadi destinasi utama wisata Indonesia.

Jelajah Tambora ini merupakan rangkain Festival Tambora 2018 mengambil tema Tambora Challenge The World. Ada banyak momen yang ditampilkan. Juga dengan target kunjungan 1.000-1.500 wisman, suhu festival ini dinaikan. Tano Festival juga disajikan di Sumbawa Barat. Eventnya Barapan Ayam dan Tano Run. Barapan Ayam, ini menjadi tradisi unik karena mengandalkan kecepatan ayam dan kepiawaian joki. Khusus Tano Run menjadi pembuka event Tambora Challenge 320K.

Digelar 4-7 April, Tambora Challenge 320K akan menjadi tantangan yang cukup memacu adrenalin. Karena jarak tempuhnya panjang, event lari ini akan terbagi dalam 7 etape. Etape pertama dengan start di Lapangan Poto Tano dan finish di Dusun Mpan Batu Gong. Rute ini menjadi yang terpanjang. Jaraknya mencapai 80 Km. Rata-rata per etape berikutnya memiliki jarak 20-60 Km dengan geografis beragam dan menantang.

“Tambora Challenge benar-benar memberikan tantangan. Butuh fisik dan mental prima untuk juara. Tapi, rute yang akan dilewati sangat menarik dan eksotis. Dijamin tidak membosankan bahkan sedikit banyak bisa mengurangi rasa lelah,” sambung H Mohan Roliskana.

Usai memanjakan adrenalin di track panjang 320 Km, wisatawan bisa menikmati event Semalam Dalam Loka di Sumbawa pada 6-7 April. Ada 4 menu yang ditawarkan. Yaitu pentas seni tradisional, pameran ekonomi kreatif, dialog budaya, hingga pameran benda pusaka bersejarah di NTB. Sedangkan untuk yang suka petualangan, bisa menikmati Jelajah Alam Tambora di Bima pada Minggu (8/4).

Dari Bima juga, wisatawan bisa menikmati suasana pantai melalui Lawata Festival pada 8 April. Di situ ada Festival Perahu yang diberi hiasan dan ornamen menarik. Selain itu, ada Lomba Dayung. Suasana meriah juga ditawarkan Dompu full 1-10 April melalui Fest In Fest Tambora. Ada pawai budaya, Trail Adventure, Festival Kuliner, Tambora Coffee Fest, hingga Cera Labu.

“Tata waktu Fest In Fest Tambora sudah diatur sedemikian rupa. Tujuannya agar keramaian tetap ada sepanjang event Festival Pesona Tambora. Apalagi event ini juga dikolaborasikan dengan HUT Dompu yang ke-203. Yang jelas masih ada banyak event yang tidak boleh terlewatkan, meski pemanasan untuk festival ini dimulai hari Minggu kemarin,” paparnya.

Festival Pesona Tambora ini memang memanjakan para penikmat petualangan. Pada 9-11 April nanti, akan digelar Indonesia Rider Jelajah Tambora. Mengambil konsep Explore The Amazing Tambora, event ini terbagi dalam 3 etape. Start dimulai dari Kantor Bupati Lombok Barat lalu finish di Doro Ncanga di kawasan kaki Tambora.

“Kami berharap para wisatawan bisa menikmati beragam rangkaian Festival Pesona Tambora ini. Sebab, eventnya sangat seru. Sebagian besar memang menantang. Mumpung ini masih awal, ayo segera saja datang ke Pulau Sumbawa untuk menikmati Festival Pesona Tambora. Yang unik dan menarik semua tersaji lengkap di sini,” ujar H Mohan Roliskana.

Aksi serba spesial akan diberikan pada perayaan puncak Festival Pesona Tambora, 11 April. Ada Tari Kolosal Nggahi Rawi Pahu, Menyanyikan Lagu Tambora Menyapa Dunia, hingga Navy Show Off. Selain itu, event Kampung Kuliner juga disajikan, termasuk Pameran Industri Kreatif dan Show Artis Ibu Kota dan Daerah. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Bebaskan Pulau Bali dari Praktik Ilegal Warga Negara Asing

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id,- KASUS di Warung Kita, 1 April 2018 antara guide berbahasa Mandarin Bali dengan warga negara asing asal Tiongkok, tidak dapat dibiarkan berlalu tanpa penyelesaian hukum. Pasalnya praktik sejumlah perusahaan illegal pengguna tenaga kerja asing di Bali makin marak, tidak hanya merugikan kinerja perusahaan dan SDM bidang usaha kepariwisataan, tetapi merusak citra Bali.

Demikian ditegaskan Ketua DPD Asita Bali, Ketut Ardana Selasa sore (10/4) di Gedung Bali Tourism Board (BTB) dalam acara penjelasan bersama stake holder pariwisata Bali perihal tindakan pengeroyokan terhadap seorang pramuwisata oleh sejumlah orang atas perintah warga negara Tiongkok yang disinyalir bekerja secara illegal di Bali.

Hadir pada kesempatan tersebut, selain ketua GIPI Bali, pengurus DPD Asita Bali bersama Devisi Pasar Tiongkok (Bali Liang), pengurus DPD HPI Bali bersama Devisi Pramuwisata Berbahasa Madarin.

Lebih lanjut dikatakan,  Asita sebagai asosiasi didukung GIPI (Gabungan Industri Pariwisata) Bali dan DPD HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) Bali, mengawal kelanjutan penanganan tindakan melawan hukum yang dilakukan warga negara asing yang disinyalir bekerja secara illegal di Bali.  Mendorong pihak berwenang yang menangani kasus kriminal yang terjadi 1 April di Warung Kita, Kuta segera diproses dengan benar tanpa intervensi pihak lain.

Asita dan HPI dibawah payung GIPI Bali segera duduk bersama dengan pihak- pihak terkait (imigrasi, Dinas Pariwisata, Kepolisian khususnya penanganan orang asing dan SatPol PP serta Desa Pekraman) untuk mencari solusi atas kehadiran warga negara asing illegal yang menetap, berbisnis dan bekerja di Bali, terutama dibidang kepariwisataan.  Mendorong difungsikan kembali  SatGas pengawasan orang asing khusus bidang usaha pariwisata yang melibatkan devisi pasar wisata mancanegara di bawah Asita.

 

Booming

Asita tidak dapat bekerja sendiri mengawasi kehadiran BPW illegal di Bali, diperlukan komitmen semua pihak untuk menjaga Bali dari praktik- praktik illegal  dibidang pariwisata.   Khusus untuk warga Tiongkok, Asita segera bertemu dengan pihak Konjen RRT di Bali dan meninjau ulang pola kerjasama dengan pihak Asita Tiongkok.

“Kami sudah berkoordinasi dengan departemen terkait, melaporkan dengan data kepada pihak berwenang. Penanganannya yang belum pernah disampaikan kepada pihak Asita,’’ papar Ardana.

Diakui Ketua GIPI Bali, IB Agung P yang akrab dipanggil Gus Agung, pasar Tiongkok baik daratan mau pun kepulauan merupakan pasar sedang bertumbuh pesat, mengimbangi pasar India. Sepakat dengan Ketua Asita, GIPI berharap booming kunjungan diikuti revenue yang seimbang dan penerapan etika berwisata  yang bertanggungjawab, patuh aturan.

“Bukan menumbuhkan persoalan, terlebih persoalan behavior yang makin krusial. Bali ini destinasi berbudaya, diharapkan wisatawan pun respek pada kelokalan, pada lingkungan. Saya sarankan HPI, evaluasi kompetensi pramuwisata pasar Tiongkok makin diperketat dan diperpendek waktu berlakunya lisensi. Demikian juga pengusaha travel agen untuk mematuhi kebijakan pemerintah Indonesia,” tegasnya.

Hal BPW illegal, Ketut Ardana juga mengingatkan bahwa moratorium ijin baru belum dicabut sejak dikeluarkan tahun 2007. Persoalan pasar Cina, tidak hanya terjadi di Bali, tetapi juga di daerah tujuan wisata Indonesia lainnya. “Di daerah lain, persoalan pasar Cina tidak separah Bali, karena kunjungan ke destinasi di luar Bali masih sedikit. Tetapi antisipasi perlu dilakukan, sedang di Bali, stake holder kepariwisataan harus bersatu menyelesaikan persoalan tersebut, ujarnya.

BPW pasar Tiongkok anggota Asita Bali tercatat 60 perusahaan, namun yang aktif tidak lebih dari 40 perusahaan, imbuhnya.

Sementara Ketua DPD HPI Bali, Nyoman Nuarta sepakat kasus Warung Kita (tempat kejadian perkara pengeroyokan),  sebagai pintu masuk penyelesaian praktik- praktik usaha kepariwisataan illegal di Bali lainnya. Stake holder GIPI mengakui persoalan praktik illegal bidang kepariwisataan sangat sensitif, namun tidak dapat diabaikan. Perlu komitmen semua pihak untuk menyelamatkan kepariwisataan Bali. Pasalnya praktik illegal ini selain merugikan secara ekonomi juga merusak citra Bali sebagai destinasi wisata budaya.*/redaksi@bisniswisata.co.id

Mengundang Investor Sektor Pariwisata Harus Rasional

this formate

KUPANG, bisniswisata.co.id: Pariwisata menjadi salah satu sektor yang sedang dikembangkan oleh pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi), sebagai salah satu penopang perolehan devisa. Banyak daerah di Indonesia, termasuk provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), membuka banyak pintu untuk berinvestasi.

Hal tersebut mengundang perhatian pengamat ekonomi dari Universitas Kristen (Unkris) Artha Wacana Kupang, Dr James Adam yang menilai ambisi pemerintah daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam menarik investasi pariwisata di pulau-pulau kecil harus terukur.

“Ambisi pemerintah daerah untuk menarik investasi yang banyak untuk mengelola pulau-pulau kecil (menurut) hemat saya abstrak dan berlebihan,” kata James Adam, seperti yang dikutip dari Antara, Selasa (10/4/2018).

Ambisi pemerintah daerah, James melanjutkan, untuk menarik investasi di pulau-pulau kecil itu harus diikuti dengan kesiapan kondisi di daerah. “Terutama persoalan pembebasan lahan yang kerap bermasalah, dukungan infrastruktur dasar seperti air, jalan, listrik, hingga kesiapan masyarakat untuk menyambut investasi itu sendiri,” katanya.

Dilanjutkan, pendapatnya itu terkait upaya pemerintah daerah di Provinsi NTT yang gencar menarik minat investasi bidang pariwisata untuk memanfaatkan pulau-pulau kecil di provinsi berbasiskan kepulauan. Provinsi NTT memiliki sekitar 1.192 pulau, 40 pulau di antaranya berpenghuni, sementara sisanya merupakan pulau-pulau kecil tanpa penghuni yang menjadi sasaran investasi.

Menurutnya, pemerintah daerah meski merefleksikan perkembangan investasi yang saat ini sudah ada di pulau-pulau besar namun tidak berjalan secara baik. “Contohnya investasi di Kawasan Industri Bolok, Kabupatan Kupang, yang sampai saat ini tidak menunjukkan perkembangan yang menggembirakan karena persoalan lahan yang belum selesai selama bertahun-tahun,” katanya.

Contoh lain, pengembangan destinasi wisata yang menjadi primadona warga di Kota Kupang yaitu Pantai Lasiana yang menurutnya hanya berjalan-jalan di tempat. “Sampai saat ini destinasi Pantai Lasiana itu wajahnya sama saja, tidak ada pengembangan berarti, tidak dipoles untuk menarik minat wisatawan,” katanya.

Menurutnya pengembangan pariwisata pulau-pulau kecil provinsi harus dimulai dengan pembenahan konsep dasar dan ditindaklanjuti dengan sebuah “pilot project”. Pemerintah daerah, lanjutnya, meski menghimpun semua pelaku yang hebat berkecimpung bidang pariwisata untuk berdiskusi dan merancang sebuah investasi di pulau-pulau kecil. (NDY)