Travel Vlogger, Endorser Untuk Promosikan Bali Baru

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Wartawan Pariwisata yang tergabung dalam Forum Wartawan Pariwisata ( Forwapar) Kementrian Pariwisata dibekali dengan kemampuan membuat Video Blog (Vlog).

Selain untuk melengkapi laporan perjalanannya maka memiliki Vlog juga dapat  mengabadikan perjalanan lewat video lalu  mengunggahnya ke YouTube atau media sosial lainnya untuk mempromosikan berbagai destinasi wisata Indonesia.

Pelatihan bertema “Promosi 10 Destinasi Bali Baru Melalui Vlog” yang diselenggarakan Forwapar ini dibuka oleh Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran I,  Deputi Pemasaran I Kemenpar, Hariyanto di Hotel Ibis Harmoni, hari ini.

Dia memberikan apreasiasi kegiatan pelatihan vlog di kalangan jurnalis (media) yang menjadi bagian dari komponen pentahelix ABGCM (Academics, Business, Government, Community, and Media)  sebagai kekuatan memajukan kepariwisataan nasional

“Visi pariwisata nasional mendatangkan 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun 2019. Pelatihan vlog ini sangat penting di kalangan para jurnalis travel yang juga adalah endoser,” kata Hariyanto.

Tongsis menjadi andalan dalam pembuatan Vlog

Di era digital sekarang ini video blog menjadi media yang nge-trend terutama bagi kalangan anak muda atau genarasi now dan endorser menjadi bagian dari strategi media promosi pariwisata yang diterapkan Kemenpar dengan menggunakan pendekatan POSE (Paid, Owned, Social Media, dan Endorser).

Ketua Forwapar Fatkhurrohim mengatakan, tujuan dari penyelenggaraan pelatihan vlog yang baru pertama kali ini untuk meningkatkan kemampuan di kalangan jurnalis travel untuk melakukan floging atau mempromosikan melalui video.

“ Diharapkan lebih banyak vlog yang mempromosikan obyek-obyek wisata di Tanah Air, khususnya di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) yang akan dikembangkan sebagai ‘Bali Baru’ dalam mendukung target 20 juta wisman pada 2019.” jelasnya.

Kesepuluh DPP tersebut adalah; Danau Toba di Sumatera Utara, Tanjung Kelayang di Kepulauan Bangka Belitung, Tanjung Lesung di Banten, Kepulauan Seribu di Jakarta, Borobudur di Jawa Tengah, Bromo Tengger Semeru di Jawa Timur, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, dan Morotai di Maluku Utara.

Dalam pelatihan tersebut para peserta mendapat latihan dasar tentang, teknik menulis dan editing vlog, dan praktek penggunaan aplikasi yang dibimbing para mentor profesional di antaranya Arif Amarudin, Direktur Lembaga Pelatihan Public Speaking AHY Institute Indonesia.  

Menurut vlogger Wahyu Indarto yang memberikan materi Vlog, langkah pertama  untuk menjadi vlogger, tentunya harus memiliki channel video blog (vlog) di YouTube.

“Peluang menjadi travel vlogger masih sangat terbuka lebar karena masih banyak hal-hal unik dan menarik yang bisa diangkat. Intinya perhatikan content dan harus continue,” kata Wahyu.

Pawai Budaya Ramaikan Pertemuan IMF-World Bank

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Pemprov Bali menyiapkan sajian pawai budaya untuk memeriahkan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank pada Oktober 2018. Pawai Budaya yang dipersembahkan itu mirip saat ada event budaya tahunan yakni Pesta Kesenian Bali.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha mengatakan pawai budaya yang akan disuguhkan di hadapan delegasi dan penggembira pada acara tersebut menyerupai pawai pada Pesta Kesenian Bali (PKB). “Kami akan mengemas dengan lebih baik dengan menampilkan kesenian unggulan dari berbagai daerah,” katanya, kamis (7/6/2018).

Menurut Beratha pawai budaya tersebut merupakan permintaan langsung Presiden RI Joko Widodo untuk menampilkan kekayaan kesenian dalam acara yang akan dihadiri 15.000 orang itu. Lokasi pawai budaya bisa dilakukan di seputaran Renon, Denpasar atau Nusa Dua yang menjadi lokasi pertemuan itu.

Ia juga menyebut anggaran sebesar Rp1 miliar telah disiapkan untuk penyelenggaraan pawai tersebut. “Dalam pertemuannya dengan pihak Sekretariat Panitia Nasional IMF-World Bank di Kementerian Keuangan RI diperoleh kejelasan anggaran tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan acara yang jadwal acaranya telah ditentukan panitia pelaksana,” paparnya.

Beratha menambahkan, materi pawai juga masih belum ditentukan. Apakah mengangkat kearifan lokal rambut sedana, sesuai dengan IMF-World Bank. Atau menampilkan upacara Panca Yadnya, seperti misalnya Manusa Yadnya (pernikahan), Dewa Yadnya (mepeed), Pitra Yadnya (ngaben) dan lainnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah meminta langsung kepada Gubernur Bali Made Mangku Pastika agar acara Pertemuan Tahunan IMF-World Bank dapat diisi pawai seni budaya.

Permintaan itu berdasarkan ketertarikan Presiden Jokowi yang dua kali menghadiri pembukaan Pesta Kesenian Bali. Jokowi terkesan dan menginginkan pawai serupa di acara IMF-World Bank.

“Kata Pak Gub [Gubernur Bali] untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Bali kaya tradisi, seni, dan budaya yang adiluhung. Ini adalah kesempatan kita,” kata Beratha. (NDHIK)

Investasi Pariwisata Menguat, Sayang Penyebarannya Tak Merata

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Realisasi investasi pariwisata tahun 2017 mencapai US$1,7 miliar, naik 31% dari tahun sebelumnya. Dan target investasi pariwisata 2018 sekitar US$ 2 miliar. Hingga kuartal I 2018, invesatasi telah mencapai US$500 juta. Sayangnya, kucuran modal di sektor pariwisata belum merata. Terbukti hanya tersentral di Bali, Jakarta, dan Kepulauan Riau (Batam).

Ketiga destinasi ini merupakan pintu masuk utama wisatawan mancanegara (wisman). Ketersediaan infrastruktur dan aksesibilitas ketiganya juga sudah sangat mumpuni, lontar Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Azril Azhari seperti dilansir laman Bisnis, Kamis (07/06/2018).

Ketiga daerah itu, lanjut Azril, pintu masuk turis ke Indonesia, memang [investasinya] tertinggi karena mereka hub. Namun, kalau dianggap sebagai destinasi investasi pariwisata, pemerintah bisa jadi salah persepsi karena turis belum tentu stay di sana.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat wisman yang masuk melalui Bandara Internasional Ngurah Rai Bali selama kuartal I/2018 mencapai 3,08 juta orang, sedangkan lewat Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebanyak 1,78 juta orang, dan lewat jalur laut ke Batam sejumlah 590.519 orang.

Menurut Azril, meskipun investasinya mengalami tren peningkatan, pariwisata belum dianggap sebagai sektor yang seksi bagi penanaman modal asing (PMA). Investor asing masih lebih memilih mengucurkan kapitalnya ke sektor manufaktur, jasa, dan pertambangan.

Mengutip data World Economic Forum, indeks daya saing pariwisata Indonesia berada di urutan ke-42 dunia dan peringkat ke-4 Asean, setelah Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Penghambat pariwisata di Tanah Air antara lain: faktor keamanan, kesehatan dan kebersihan, infastruktur teknologi komunikasi, keberlanjutan lingkungan, dan infrastruktur pelayanan turis. “Kenapa hambatan-hambatan itu tidak diperbaiki dulu saja. Sebab, orang mau berinvestasi kan bukan melihat destinasinya dulu, tetapi sektornya dulu,” kata Azril.

Untuk itu, dia merekomendasikan pemerintah agar mengembangkan keunikan dan keotentikan budaya daerah sebagai magnet pariwisata. Terlebih, saat ini tren pariwisata dunia sudah tidak lagi mementingkan unsur 3S, yaitu; sun (matahari), sand (pasir), dan sea (laut).

“Kini trennya bergeser menjadi serenity [ketenangan], spirituality [spiritualitas budaya], dan sustainability [keberlanjutan]. Jadi, perbaiki daya tarik, akses, dan amenitasnya. Tidak harus selalu dalam bentuk pertunjukan atau festival, tetapi sesuatu yang unik dan otentik.”

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, investasi pariwisata pada Januari—Maret 2018 mencapai US$500 juta atau 25% dari target senilai US$2 miliar.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar Dadang Rizky Ratman menjelaskan adanya korelasi antara peningkatan kunjungan wisman dengan kebutuhan investasi di destinasi favorit para turis. “Investasi sektor pariwisata masih tertuju pada tiga destinasi, yaitu Great Bali, Great Jakarta, dan Great Kepri, karena destinasi-destinasi ini yang paling banyak dikunjungi wisman,” sebutnya.

Kendati demikian, dia menilai antusiasme pemerintah daerah untuk mengembangkan pariwisata mulai meningkat. Hal itu terefleksi dari banyaknya usulan proyek pengembangan destinasi yang diajukan melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK) yang mencapai Rp15 triliun tahun ini. Padahal, ungkapnya, anggaran pemerintah pusat yang tersedia hanya sekitar Rp500 miliar—Rp1 triliun.

Dadang menilai investasi sektor pariwisata telah menarik bagi investor. Terbukti pertumbuhan investasi terjadi di destinasi wisata yang memang menjadi tujuan favorit para pelancong. Rizky menyebut ada tiga destinasi utama yaitu Bali, Jakarta, dan Kepulauan Riau.

“Ada korelasi antara meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia dengan meningkatnya kebutuhan investasi pada destinasi wisata favorit wisatawan,” lontarnya.

Ia menambahkan perkembangan pariwisata yang tumbuh positif membuat pemerintah daerah berlomba-lomba mengajukan DAK (Dana Alokasi Khusus) untuk mengembangkan destinasi di daerahnya masing-masing. “Ada usulan proyek pengembangan destinasi yang diajukan melalui DAK yang mencapai Rp15 triliun, namun kemampuan untuk merealisasikan hanya sekitar Rp500 miliar hingga Rp1 triliun,” pungkas dia.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Fahmizal Usman menambahkan, wisman yang datang ke Kepri mayoritas berasal dari Malaysia. Tahun lalu, Kepri berhasil menarik 52.000 wisatawan, teridiri dari 22.000 wisman dan 300.000 wisnus. Tahun ini, Pemprov Riau menargetkan angka kunjungan bertumbuh sebesar 20%.

“Wisman Malaysia ke Riau mengalami peningkatan sekitar 17% lebih, karena kami head to head kilometer [jaraknya] dari Malaysia. Mereka banyak yang datang untuk wisata budaya dan wisata halal,” ujarnya. (BIS)

Mudik Lebaran, Lion Air Group Tambah 20.330 Seat

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Lion Air Group mempersiapkan 20.330 kursi penerbangan tambahan khusus layanan domestik selama masa mudik lebaran 2018. Juga mengoperasikan penerbangan tambahan (extra flight) mulai tanggal 6 hingga 30 Juni 2018. Periode ini merupakan sebagai musim puncak atau peak season untuk arus mudik dan arus balik.

President and CEO Lion Air Group, Edward Sirait mengatakan Lion Air Group berkomitmen mengupayakan dan menyediakan layanan penerbangan terbaik yang mampu mengakomodir kebutuhan pelanggan dan masyarakat selama Lebaran 2018. Untuk memastikan kelancaran operasional, Lion selalu patuh serta menjalankan sesuai standar operasional, dengan mengutamakan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan.

“Koordinasi dan kerjasama yang baik antara Lion Air Group dengan regulator, pengelola bandar udara dan berbagai pihak dalam membantu proses pelaksanaan penerbangan saat peak season. Sinergitas ini diharapkan memberikan nilai lebih kepada pelanggan dalam mempermudah akses hingga sampai di kota/ daerah tujuan,” papar Edward dalam keterangan tertulis diterima Bisniswisata.co.id, Kamis (07/06/2018).

Lion Air Group telah menentukan berdasarkan hasil analisis pasar untuk rute terbaik yang memiliki permintaan tinggi, frekuensi penerbangan, jam operasional bandar udara keberangkatan maupun tujuan serta tidak menjual tarif tiket pesawat di atas ketentuan, yaitu tarif batas atas.

Dalam meningkatkan kualitas pelayanan, Lion Air Group akan memperkuat sumber daya manusia di bandar udara yang menjadi bagian extra flight. Sedangkan untuk jenis pesawat yang dioperasikan akan menyesuaikan dengan peningkatan trafik arus mudik Lebaran pada tahun ini, jelasnya

Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi, Managing Director of Lion Air Group telah melakukan pengecekan (ramp check) bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan terhadap kelaikan pesawat, pilot sangat siap dengan jam istirahat cukup serta awak kabin dan ground handling tetap menjalankan standar prosedur operasi secara tepat. Lion Air Group dinyatakan siap dengan performa bagus yang memenuhi kualifikasi pelayanan penerbangan.

Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic Lion Air Group menambahkan Lion Air mengoperasikan Boeing 747-400 (12 kursi kelas bisnis dan 492 kelas ekonomi), Airbus A330-300 (440 kursi kelas ekonomi), Boeing 737-900ER (215 kursi kelas ekonomi), Boeing 737-800NG (189 kursi kelas ekonomi) dan Boeing 737 MAX 8 (189 kursi kelas ekonomi).

Batik Air akan menggunakan Boeing 737-900ER (12 kursi kelas bisnis dan 168 kelas ekonomi), Boeing 737-800NG (12 kelas bisnis dan 150 kelas ekonomi) serta Airbus A320-200CEO (12 kelas ekonomi dan 144 kelas bisnis). Untuk Wings Air mengandalkan layanan dengan diperkuat armada ATR72-600/ 500 yang mampu menampung 72 penumpang dalam kursi kelas ekonomi.

Informasi penerbangan tambahan Lion Air Group ialah sebagai berikut: Lion Air sebanyak 62 penerbangan atau 11.718 kursi, Batik Air sebanyak 35 penerbangan atau 6.020 kursi dan Wings Air sebanyak 36 penerbangan atau 2.592 kursi. (redaksibisniswisata@gmail.com)

11 Juni – 15 Juli 2018, Nusa Dua Light Festival 2018

this formate

NUSA DUA, bisniswisata.co.id: The Nusa Dua punya acara wisata yang menarik. Nusa Dua Light Festival 2018, namanya. Event atraksi wisata ini untuk menggenjot okupansi kamar hotel dan lama tinggal wisatawan nusantara maupun mancanegara di kawasan pariwisata terpadu yang dikelola Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) tersebut.

Festival lampion terbesar dan satu-satunya di Bali ini berlangsung selama 35 hari, mulai 11 Juni-15 Juli 2018, yang diselenggarakan di Pulau Peninsula The Nusa Dua Bali.

Dengan atraksi ini, tingkat hunian kamar hotel di Nusa Dua yang saat ini sekitar 73% bisa naik menjadi 75-80%. Selain itu, lama tinggal atau length of stay wisatawan menjadi lebih panjang yakni dari rata-rata saat ini 3,2 hari menjadi 3,5 hari.

Festival ketiga kalinya ini merupakan salah satu upaya pemulihan kembali kunjungan wisatawan mancanegara yang sempat anjlok akhir 2017 karena erupsi Gunung Agung.

Tahun ini, Nusa Dua Light Festival kali ini mengangkat tema Underwater Light dengan tagline Water, Fire, & Dance. ITDC bersama vemdor PT Taman pelangi akan menampilkan rangkaian lampion bernuansa alam bawah laut dan wahana Spectakuler Dancing Fountain. Sehingga ditargetkan mampu menyedot 3.000 pengunjung atau mengalami kenaikan 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain ribuan lampion, atraksi utama Spectacular Dancing Fountain menyajikan atraksi air mancur menari berdimensi 20 x 20 meter yang diiringi lagu dan menampilkan gambar-ganbar yang ditembakkan dengan proyektor ke dinding air.

Dibandingkan dengan dancing fountain umumnya, atraksi di Nusa Dua nanti bakal memadukan tarian api di tengah-tengah tarian air mancur.
Sehingga, festival ini menambah variasi atraksi wisata di Bali yang sangat cocok bagi keluarga untuk mengisi libur Lebaran dan libur sekolah.

Selain itu, Festival Nusa Dua Light menyuguhkan pula rekreasi outdoor yang menghadirkan food, fun, dan festival. Panggungg utama akan diisi penampilan artis lokal dan band anak-anak muda Bali. Untuk melestarikan budaya, hiburan musik akan diselingi oleh penampilan kebudayaan dari desa-desa penyangga sekitar The Nusa Dua.

Dalam beberapa tahun terakhir, festival lampion telah populer di beberapa wilayah di Indonesia, antara lain Festival of Light di Yogyakarta (Kaliurang dan Monjali). Bogor, Semarang, Jakarta, dan Surabaya. Tertarik? (redaksi@bisniswisata.co.id)

Libur Lebaran ke Luar Negeri Bikin Rupiah Melemah

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (7/6/2018) pagi bergerak melemah sebesar 19 poin menjadi Rp13.872 dibanding posisi sebelumnya Rp13.853 per dolar AS.

Analis pasar uang Bank Mandiri Rully Arya Wisnubrata mengatakan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tersebut karena tingginya permintaan dolar di dalam negeri. “Tingginya permintaan dolar di dalam negeri antara lain untuk pembayaran utang luar negeri dan dividen,” ungkap Rully di Jakarta, Kamis (07/06/2018)

Selain itu, sambung dia, tingginya permintaan dolar juga disebabkan momentum menjelang Lebaran yakni banyak masyarakat Indonesia yang berlibur ke luar negeri. “Libur panjang minggu depan, banyak yang liburan ke luar negeri, mereka ramai-ramai tukar dolar untuk keperluan akomodasi, transportasi selama berwisata di negara lain,” lontar Rully.

Pada pembukaan, rupiah melemah sebesar 15 poin di level Rp13.868 per dolar AS. Rupiah lalu bergerak di kisaran Rp13.860 sampai Rp13.879 per dolar AS. Padahal sebelumnya, pada Rabu (7/6) sore lalu, rupiah bergerak menguat sebesar 27 poin menjadi Rp13.853 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.880 per dolar AS.

Penguatan rupiah saat itu dinilai masih dipengaruhi faktor eksternal yaitu kemungkinan terjadinya perang dagang yang semakin meluas yang sebelumnya isu perang dagang hanya terjadi antara AS dengan China, namun kini kemungkinan juga terjadi antara AS dengan Meksiko dan Kanada yang menyebabkan dolar tertekan.

Selain itu, pelaku pasar juga masih menunggu pengumuman kebijakan moneter The Fed pekan depan untuk melihat proyeksi berapa kali lagi suku bunga akan dinaikkan pada 2018. (INI)

Kantong-kantong Halal Lengkapi Wisata Religi di Eropa

this formate

LONDON, bisniswisata.co.id: Berwisata ke benua Eropa tak melulu bertema hura-hura atau belanja. Di negara empat musim itu sebenarnya ada banyak juga objek wisata religi yang bisa dikunjungi wisatawan beragama Islam.

Manager Kuoni Global Travel Services Indonesia, Arief Hidayat, mengungkapkan sejumlah bangunan bersejarah di Eropa menjadi saksi bisu sejarah eratnya hubungan dunia Islam dengan bangsa Eropa pada abad pertengahan.

“Perjalanan ke Paris, Perancis, misalnya dapat mengungkap fakta sejarah bahwa Leonardo da Vinci pernah diminta salah satu Sultan dari Utsmaniyah, Turki, untuk membuat rancangan jembatan di Selat Bosporus yang menghubungkan antara Asia dan Eropa,” kata Arief seperti yang dikutip laman Antara, Kamis (07/06/2018)

“Jika saja saat itu Sultan Bajazet II menerima rancangan Da Vinci dan membangunnya, maka jembatan itu akan menjadi yang terpanjang di dunia pada waktu itu dengan panjang 346 meter,” lanjutnya.

Arief mengatakan wisata religi Islam di negara mayoritas non-Muslim dapat meningkatkan pemahaman turis Muslim bahwa agama Islam sangat menjunjung tinggi kebersamaan dan toleransi antar umat beragama. Jejak sejarah penyebaran Islam di Eropa, lanjut Arief, banyak ditemukan di bagian barat dan timur.

Ia menambahkan bahwa Muslim asal Indonesia tak perlu lagi ragu datang ke Eropa dengan alasan sulit mencari tempat makan halal atau tempat ibadah. Pasalnya saat ini pemerintah setempat sudah mulai gencar mempromosikan wisata halal. Mereka juga mulai menerbitkan panduan akan dua hal hakiki tersebut.

Informasi mengenai “kantong-kantong halal” juga banyak bertebaran di dunia maya. “Agen tur kami bahkan punya intel untuk melakukan survei kebutuhan turis Muslim yang ingin datang ke suatu kawasan di Eropa. Sebelum paket tur dibuat, mereka kami minta untuk mendata tempat makan halal dan tempat ibadah terdekat yang bisa dikunjungi peserta tur kami,” pungkasnya.

Berbicara mengenai wisata halal di benua Eropa, mengutip dari tulisan Muslim Travel Girl ada sepuluh destinasi wisata yang menarik dikunjungi. Selain Paris, dalam tulisan tersebut juga disebutkan Oslo, Barcelona, Zurich, Berlin, Amsterdam, Roma, Budapest, Wina dan Malta.

Bukan hanya mudahnya tempat makan halal atau tempat ibadah yang bisa ditemukan turis Muslim. Kesepuluh destinasi wisata itu juga disebut memiliki objek wisata religi yang menarik. Secara lengkap, Global Muslim Travel Index (GMTI) merilis daftar yang berisi destinasi wisata halal terbaik sedunia setiap tahunnya.

Berikut ini daftar lengkapnya yang dirilis pada tahun ini: 10 Negara Mayoritas Muslim: Malaysia, Uni Emirat Arab, Indonesia, Turki, Arab Saudi, Qatar, Bahrain, Oman, Maroko, Kuwait. Juga, 10 Negara Mayoritas Non-Muslim: Singapura, Thailand, Inggris, Jepang, Taiwan, Hong Kong, Afrika Selatan, Jerman, Perancis, Australia. (NDY)

Petenis Dunia Serena Geluti Dunia Fashion

this formate

LOS ANGELES, bisniswisata.co.id: Petenis putri Amerika Serikat (AS), Serena Williams (36), resmi membangun sebuah bisnis baru, dengan menuangkan bakat dan kreativitasnya dalam dunia fashion.

“Saya juga pergi ke sekolah mode ketika saya masih muda. Jurusan saya benar-benar fashion. Jadi, saya belajar bagaimana membuat pola, belajar bagaimana menjahit, dan saya benar-benar tahu bagaimana melakukan segalanya ketika harus membuat produk garmen,” ungkap Serena, seperti dikutip dari laman E!News, Rabu (6/6).

Serena sendiri nampaknya tidak main-main berkecimpung di dunia fashion. Dirinya telah mengeluarkan berbagai koleksi yang dapat memenuhi kebutuhan kalangan wanita. Mulai dari baju pelari, sampai gaun emas malam yang meupakan hasil kolaborasi dengan Ivy Park, lini fashion milik Beyonce Knowles.

“Koleksi saya terinspirasi dari para wanita yang hebat dan saya juga terinspirasi oleh kata-kata. Seperti halnya kata yang sederhana seperti ‘kuat’, sudah bisa memberi saya banyak inspirasi,” ungkap wanita yang telah menjuarai 35 gelar Grand Slam ini.

Tak hanya itu, ibu anak satu ini juga menciptakan beberapa koleksi dengan potongan yang mengusung tema pemberdayaan wanita. Sebagai contoh, dirinya kerap meninggalkan tulisan ‘Saya cantik’ di atas potongan koleksinya. Sudah jelas terlihat, hal itu menunjukkan rasa kepercayaan, bahwa semua wanita itu cantik.

Menambah kredibilitas lini busananya, Serena juga memiliki banyak kolaborasi dengan Nike dan HSN. Usaha terbaru ini, bagaimanapun sepenuhnya miliknya sendiri. “Itulah yang ingin saya lakukan. Saya ingin percaya pada diri saya sendiri. Saya ingin berinvestasi dalam diri saya,” tukasnya. (NDY)

Mudik Lebaran Dorong 30 Juta Pergerakan Wisnus Di Tanah Air

this formate

Menpar Arief Yahya bersama sponsor dan para artis yang berbisnis Oleh-oleh di Pesona Mudik Lebaran 2018 di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Mudik Lebaran 2018 yang diperkirakan mencapai 20 juta orang diyakini  Menteri Pariwisata Arief Yahya dapat menggerakkan kembali wisatawan nusantara( wisnus)  yang selama bulan Ramadhan ini diperkirakan turun hingga 50 persen.

Pada bulan Ramadhan, kata Menpar Arief Yahya, kunjungan wisman termasuk dari ASEAN maupun negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, seperti Malaysia, menurun hingga 50%.

“Untuk itu kita meluncurkan Paket Hot Deal Romadhan di Jakarta, sebagai salah satu upaya mengatasi situasi  low season_ di bulan Ramadhan,” kata Menpar

Berbicara pada acara buka puasa bersama Forum Wartawan Pariwisata ( Forwarpar) di Hotel Ayana Midplaza, Arief Yahya mengatakan bahwa diharapkan ada tambahan 10 juta pergerakan wisnus selama periode mudik

“Jumlah pemudik mencapai 20 juta orang sehingga periode Ramadhan-Lebaran terjadi pergerakan 30 juta wisnus. Kegiatan mudik lebaran mempunyai peran penting dalam menggerakkan wisnus di tanah air maupun mendatangkan wisatawan “ungkapnya.

Untuk memeriahkan mudik lebaran kali ini Kemenpar telah menjalin kerjasama co-branding dengan lebih dari 100 brand, dimana 37 brand diantaranya adalah brand oleh-oleh artis kekinian yang ikut membantu mempromosikan program wisata mudik lebaran di berbagai kota seperti Bogor, Yogyakarta, Solo, Makassar, dan banyak lagi.

Para artis sekaligus pemilik oleh-oleh artis entrepreneur seperti Prilly  Latuconsina, Fitri Carlina, Teuku Wisnu Zaskia Sungkar, Oki Setiana Dewi, Syahrini, Ricky Harun, dan Herfiza.

“Para selebritas ini sekaligus akan menjadi endorser yang luar biasa bagi kampanye pariwisata kita.  Untuk strategi media saya punya jurus yang saya sebut POSE: paid, owned, social media, dan endorser,” tambahnya.

“Tiga yang pertama yaitu: paid media, owned media, social media dijadikan satu, saya namakan convergence media. Sementara unsur keempat yaitu endorser punya peran yang tak kalah penting. Karena, dalam marketing siapa yang bicara itu sangat penting. Apalagi di Indonesia, siapa tokoh yang berbicara jauh Iebih penting lagi”, kata Menpar Arief.

Program ini merupakan bentuk cocreation dalam kerjasama cobranding. inisiatif co-branding partnership ini dilakukan Kemenpar untuk mencapai tiga tujuan strategis. Pertama, untuk semakin mendongkrak brand equity dari brand Wonderful indonesia di pasar global dan brand Pesona indonesia di pasar domestik. Tentunya guna menopang terwujudnya sektor pariwisata sebagai core economy lndonesia.

Dengan co-branding partnership diharapkan terjadi sinergi dan “leverage effect” untuk mendongkrak value kedua brand.

Tujuan kedua, mengembangkan penetrasi pasar dan memperluas exposure brand Wl/Pl dengan memanfaatkan market network yang dimiliki oleh brand/perusahaan baik di pasar domestik maupun global.

Melalui cobranding partnership ini diharapkan brand Wl/Pl dan brand/perusahaan dapat saling memanfaatkan customer base masing-masing. Tujuan ketiga, dengan co-branding partnership akan terwujud sharing resources antara kedua brand.

Co branding akan menghasilkan penghematan biaya promosi yang substansial karena dengan berpartner maka biaya promosi akan ditanggung secara bersama.

Branding pariwisata lndonesia tidak bisa dilakukan secara sendirian oleh Kemenpar. Untuk mewujudkan brand WI di pasar global dan brand PI di pasar domestik dibutuhkan kebersamaan dan sinergi seluruh elemen bangsa dalam kerangka lndonesia incorporated.

Menpar Arief Yahya yang meluncurkan Pesona Mudik 2018 dan Oleh-oleh Artis Entrepreneur itu  berharap produk para artis itu juga akan menemani para pemudik untuk mendapatkan informasi penting pariwisata di masing-masing daerah.

“Misalnya top-10 destinasi, top-10 kuliner, top-10 oleh-oleh terbaik atau terpopuler di daerah yang disampaikan oleh para endorser salah satunya dari para artis enterpreneur yang melakukan bisnis kue oleh-oleh artis,”

Selain para pejabat Kemenpar, acara ini juga dihadiri  Direktur Konsumer Bank BRI Handayani, CEO Rumah Zakat Nur Effendi dan ikut diramaikan oleh para artis entrepreneur.

Wonderful Indonesia Sasar Pasar Piala Dunia 2018

this formate

MOSKOW, bisniswisata.co.id: Dubes Republik Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus makin ekspansif mempromosikan destinasi wisata Indonesia di luar negeri, terutama negara Rusia. Promosi wisata di Negara Kremlin mulai digelar 1 Juni sampai 20 Juni 2018.

Caranya dengan menempelkan logo Wonderful Indonesia bergambar destinasi wisata Candi Borobudur dan Bali plus promosi Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, di dua bus wisata hop on hop off yang berkeliling di pusat kota Moskow.

Bis wisata ini parkir di Lapangan Merah, samping Istana Kremlin, Moskow. Bis berhenti untuk menaikan dan menurunkan para wisatawan lokal dan asing sehingga menarik perhatian orang-orang di sekitar Lapangan Merah. Desain gambar sangat kontras dengan latar belakang St. Basils Cathedral, salah satu ikon yang paling terkenal tidak hanya di Moskow dan Rusia, tetapi juga dunia.

Satu bis wisata lainnya bergambar obyek wisata Bali menelusuri jalur-jalur utama pada rute berbeda mengelilingi kota Moskow. Keberadaan kedua bis Wonderful Indonesia ini sebagai bagian dari promosi pariwisata Indonesia di Rusia yang dilakukan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Selain melalui kedua bis tersebut, Wonderful Indonesia akan menyapa warga Moskow dan tamu ibukota Rusia ini melalui sebuah papan iklan digital di dua tempat strategis di Moskow, yaitu Novy Arbat dan Yerevan Plaza pada periode 15 Juni-16 Juli 2018 atau bersamaan dengan ajang Piala Dunia 2018.

Berdasarkan informasi, iklan promosi Wonderful Indonesia juga dilakukan di St. Petersburg, salah satu kota wisata utama dan kota terbe​​sar kedua di Rusia. Sebanyak 17 unit bis besar dengan hiasan gambar-gambar lokasi wisata Indonesia akan beroperasi mulai tanggal 18 Juni hingga 9 September 2018, dan 4 unit bis besar lainnya pada 18 Juni sampai 19 Agustus 2018.

Sedangkan 4 unit bis mini akan beroperasi pada periode 18 Juni-15 Juli 2018. Bis-bis tersebut akan menelusuri berbagai jalur utama dan jalan tersibuk di St. Petersburg.

Moskow dan St. Petersbug merupakan tempat yang menjadi salah satu kota tujuan utama kunjungan masyarakat Rusia dan juga dunia. Pada bulan Juni-Juli 2018 kedua kota tersebut akan sangat semarak lagi dengan adanya pesta sepak bola dunia, Piala Dunia 2018. Promosi citra Wonderful Indonesia sangat tepat dilakukan di kedua kota ini.

Tahun 2017 sekitar 24,5 juta orang asing berkunjung ke Rusia (inbound) yang sebagian besar ke Moskow dan St. Petersurg. Sementara itu, kunjungan warga Rusia ke luar negeri (outbound) selama tahun 2017 sekitar 39,6 juta orang.

Dubes M. Wahid Supriyadi melanjutkan, promosi budaya dan pariwisata Indonesia di Rusia gencar dilakukan. Pada akhir April dan bulan Mei 2018 lalu telah diselenggarakan rangkaian kegiatan Festival Kuliner Indonesia di Moskow dan pagelaran budaya Indonesia dengan menampilkan wayang kulit Ki Anom Suroto dan Ki Bayu Aji di St. Petersburg, Moskow dan Korolyov, Moskow Region.

“Melalui Wonderful Indonesia ini diharapkan masyarakat Rusia dan turis asing yang sedang berada di Rusia semakin mengenal dan tertarik untuk berkunjung ke Indonesia. Salah satu bentuk lain promosi budaya dan pariwisata Indonesia di Rusia adalah penyelenggaraan Festival Indonesia ketiga di Moskow pada 3-5 Agustus 2018,” kata Duta Besar Wahid dalam keterangan resmi yang diterima Bisniswisata.co.id, Rabu (06/06/2018).

Rusia merupakan negara potensial bagi pariwisata Indonesia. Jumlah wisatawan Rusia ke Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata RI, wisatawan Rusia ke Indonesia tahun 2017 sebanyak 110.529, naik 37,28% dari tahun 2016 yang tercatat sebanyak 80.514 orang. “Prosentase kenaikan ini merupakan yang tertinggi di antara wisatawan negara-negara lainnya yang berkunjung ke Indonesia,” ungkapnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)