Buka Bersama Komunitas CSC , Wujud Keutamaan Silaturahmi

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id:Silaturahim menyebabkan seseorang bisa masuk ke dalam surga. Silaturahim juga menyebabkan seorang hamba tidak akan putus hubungan dengan Allah di dunia dan akhirat, kata uztad Zainal Fajri S Ag, kemarin.

Berbicara saat memberikan tausiyah di hadapan anggota dan pengurus Citos Swimmers Community ( CSC) jelang berbuka puasa, Zainal Fajri mengatakan bahwa seruan puasa adalah bagi orang-orang yang beriman bukan sekedar pada orang Muslim.

“Orang Muslim belum tentu beriman karena itu banyak diantara kita sesama Muslim tapi enggan menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadhan. Bahkan banyak pula dari mereka tidak peduli makan minum secara terbuka disaat saudara Muslimnya tengah berpuasa” jelasnya.

Seruan Allah memerintahkan berpuasa kepada umat Muhammad SAW dengan panggilan, “Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu menjadi orang yang bertakwa”. (Al-Baqarah: 183).

Jadi, jelasnya, orang-orang yang beriman adalah orang yang takwa, khusyu dalam sholatnya, menjaga diri dari perbuatan dan ucapan tidak berguna, orang yang berzakat, menjaga amanat dan perbuatan baik lainnya.

Uztad Zainal Fajri S Ag ( kedua kiri) bersama tuan rumah, Dr Ibrahim Ginting ( tengah)

“Hal yang utama adalah takwa yang juga dapat mengantarkan kita pada kebaikan hubungan dengan sesama manusia ( bersilaturahmi) baik dengan keluarga yang masih ada hubungan darah, dengan ipar, keluarga besar bahkan dengan para kerabatnya “ jelas ustad yang membahas tema “Menyikapi Kehidupan Di Era Milenial Supaya Tetap Masuk Surga “.

Di era milenial dan modern ini bahkan banyak dari kalangan muda yang sudah kehilangan respek dan toleransi beragama dengan mengumbar syahwat, makan-minum di tempat-tempat umum tanpa rasa risih.

“Kalau kita mampu bersilaturahim dengan teman-teman yang takwa pula seperti yang saya saksikan sendiri berada diantara komunitas CSC ini, Subhanallah indahnya persaudaraan meski dalam perbedaan agama,” kata uztad Zainal Fajri S Ag pada acara berbuka puasa di rumah Dr Ibrahim Ginting, (8/6) di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

Dr Ibrahim Ginting sebagai tuan rumah mengaku bahagia karena sedikitnya 50 anggota CSC dan anggota keluarganya sendiri seperti anak, menantu dan cucunya bisa hadir mendengarkan ceramah agama, sholat magrib dan taraweh bersama.

“Alhamdulilah saya  sudah 4-5 kali menjadi tuan rumah buka puasa bersama CSC. Seperti tahun-rahun sebelumnya anggota yang non-Muslim juga hadir dan menunggu kami shalat dengan setia. Selesai shalat kami ngobrol lagi dan mengumpulkan uang untuk bingkisan Lebaran bagi para pegawai  kolam Citos,” ungkap dokter spesialis jantung yang menjadi tim dokter kepresidenan di era Presiden Soeharto.

Menurut Dyah Eko Vitatya, bendahara CSC yang akrab dipanggil Vita, bingkisan Lebaran berupa uang tunai yang dikumpulkan dari para anggota yang Muslim maupun non-Muslim sudah menjadi tradisi yang dilakukan CSC setiap tahun. Penyerahan dilakukan Sabtu pagi setelah acara Buka Puasa Bersama.

Sementara itu Sirojil Munir, kordinator acara yang juga Humas CSC mengatakan berawal dari kebersamaan dalam menjalankan hobi berenang dan kegiatan rutin yang dilakukan di kolam renang Cilandak Town Square ( Citos), terbentuklah Cilandak Swimmer Community.

“Saya baru bergabung beberapa tahun terakhir namun anggota pertama CSC ada yang sudah berusia 92 tahun karena CSC didirikan seiring tersedianya fasilitas kolam renang di area belakang mall Cilandak Town Square ( Citos) di tahun 1990 an “ kata Sirojil Munir yang juga eksekutif di Medco Group ini.

Kebersamaan anggota CSC juga terjalin lewat WhatsApp Messenger ( WA) grup yang setiap hari dalam 24 jam terhubung untuk saling berkomunikasi lewat smartphone dengan berbagai topik di luar SARA dan masalah politik, tambahnya.

“Kita bukan hanya jumpa di kolam renang tapi ada agenda ulang tahun ( ultah )  bersama, Pernikahan anak atau cucu, wisata bersama, kuliner bersama sehingga kegiatan sambung rasa ini membuat persaudaraan sangat kental dan tidak ada pertentangan berbau ras, agama, politik “ kata Sirojil Munur yang rajin mengemas paket wisata untuk para anggota CSC.

Anghota CSC usai menyerahkan bingkisan Lebaran bagi para staf kolam renang Citos

Dia mengaku sebagai anggota yang usianya lebih muda selalu berusaha membantu para senior mulai dari angkat-angkat koper sampai menuntun untuk mencapai obyek wisata saat melakukan perjalanan wisata di dalam dan luar negri.

Para anggota umumnya sudah purna bakti ( pensiunan) baik dari sipil, purnawirawan ABRI maupun yang masih aktif, CEO berbagai perusahaan minyak, BUMN, diplomat ataupun mereka yang sudah kategori financial freedom.

Mereka membaur bersama para eksekutif yang masih aktif bekerja di organisasi internasional, para pengusaha kecil hingga menengah.

“Tiap hari ada saja anggota komunitas yang datang berenang pagi sekali mulai jam 6 pagi saat kolam dibuka. Biasanya setelah pemanasan ada yang langsung berenang rata-rata 10 X 100 meter. Setelah itu ngumpul, ngobrol dan kuliner,” tambah Sirojil Munir.

CSC dalam perkembangannya menjadi komunitas lintas agama, lintas profesi dan lintas suku yang hingga saat ini selalu akran dan penuh cinta kasih sayang. Saat bertemu memang selalu ramai karena saling berbagi informasi.

Melihat kebersamaan dan rentang usia yang beragam, uztad Zainal Fajri S Ag yang mengaku menikmati kebersamaan komunitas ini dan mendoakan agar anggota CSC sehat terus dan dapat melakukan kegiatan yang memberikan manfaat bagi kemaslahatan umat.

“Belum tentu saya sendiri bisa berumur 89 tahun seperti pak Dick Safeei yang hadir di tengah kita. Karena itulah bersyukur terus diberikan umur panjang yang bermanfaat bahkan rutin berenang dipagi hari,” tuturnya.

 

Indonesia Dipercaya Bangun Kawasan Wisata di Gabon

this formate

NUSA DUA BALI, bisniswisata.co.id: Indonesia dipercaya pemerintah Gabon, Afrika Selatan untuk membangun kawasan wisata dan resort di negaranya. Pembangunan ini akan dilakukan oleh dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Saat ini, ITDC sudah mendapatkan konsesi pengembangan lahan wisata dan resort yang lokasinya tak jauh dari Ibu Kota Gabon. Adapun luas lahan yang akan dikembangkan mencapai 1.000 hektare (ha).

Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M Mansoer menjelaskan, dipercayanya ITDC oleh pemerintah Gabon dikarenakan ketertarikan pemerintah Gabon terhadap Nusa Dua, Bali.

“Jadi waktu perwakilan pemerintah Gabon datang ke acara IDB Meeting beberapa waktu lalu, mereka menginap di Nusa Dua. Dari sana mereka mengatakan, tolong buatkan kami seperti ini di negara kami,” ucap Abdulbar, Sabtu (9/6/2018).

Tingginya kepercayaan pemerintah Gabon terhadap Indonesia, sambung dia seperti dilansir laman Liputan6, bahkan mereka siap menanggung segala kebutuhan baik bahan baku konstruksi dan perizinannya.

Dalam pelaksanaanya, ITDC mengajak Wijaya Karya untuk kontraktor fisiknya. Pengalaman Wijaya Karya dalam menyelesaikan proyek di luar negeri menjadi alasan ITDC memilih Wijaya Karya.

“Karena Gabon tidak punya perusahaan konstruksi infrastruktur yang mampu menangani ini, maka Wika sebagai salah satu BUMN punya pengalaman di luar negeri sangat tertarik dengan kerjasama ini. Kita lagi melihat kemungkinan sama-sama bangun,” tambah Direktur Keuangan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Steve Kosasih.

Dijelaskan Kosasih, Gabon saat ini menjadi negara terkaya ke-3 di Afrika. Adapun sumber pendapatan negaranya mayoritas berasal dari hasil minyak. “Kita nanti akan siapkan konsepnya, nanti kita akan ajukan ke pemerintah Gabon. Kalau setuju, kita langsung jalan,” ucap Steve. Rencananya, kawasan wisata dan resort ini akan dinamakan The Acanda. (LEC)

Jumlah Penerbangan di Bandara Juanda Naik

this formate

SURABAYA, bisniswisata.co.id: Jumlah penerbangan di Bandara Internasional Juanda Surabaya pada H minus 7 Lebaran, sudah mulai meningkat. Peningkatan terlihat pada bertambahnya jumlah pesawat yang melintas di langit Surabaya.

“Dari data yang ada, jumlah pesawat tercatat sebanyak 472 pesawat atau meningkat sebesar 17,7 persen dari periode sebelumnya sebanyak 401 pesawat,” ungkap Legal and Communication Section Head PT Angkasa Pura I Juanda Surabaya Yuristo, seperti dikutip laman Antara, Sabtu (9/6/2018).

Dilanjutkan, pemudik menggunakan jasa angkutan udara ini juga turut meningkat sebanyak 62.050 orang penumpang atau naik 13,8 persen dari sebelumnya 54.518 orang penumpang. “Kami sudah mempersiapkan sejak jauh hari mengingat kegiatan ini merupakan acara tahunan, termasuk mempersiapkan pos komando untuk memudahkan pemantauan terhadap arus mudik dan juga arus balik Lebaran tahun 2018,” ujarnya.

Menurutnya, Bandara Internasional Juanda Surabaya akan beroperasi selama 24 jam untuk menunjang berlangsung ya arus mudik Lebaran 2018. Pengoperasian bandara selama 24 jam tersebut berlangsung pada tanggal 7 Juni sampai dengan 24 Juni 2018. “Seluruh petugas dan juga fasilitas yang ada di Bandara Internasional Juanda disiagakan selama 24 jam pada tanggal tersebut,” ucap Yuristo.

Diperkirakan puncak arus mudik Lebaran di Bandara Juanda terjadi pada H minus 5 hingga H minus 6 yaitu pada Jumat, 8 Juni 2018 dan Sabtu, 9 Juni 2018. “Sedangkan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada H plus 3 sampai dengan H plus 4 yaitu pada Selasa 19 Juni 2018 dan Rabu 20 Juni 2018,” kata Yuristo. (NDHIK)

Realisasi Penerimaan Pajak Hotel di Manado Rp11,7 Miliar

this formate

MANADO, bisniswisata.co.id: Realisasi penerimaan pajak hotel di Kota Manado mencapai Rp11,73 miliar periode Januari hingga April tahun 2018. Realisasi pajak hotel tersebut mencapai 47,9 persen dari target induk tahun ini sebesar Rp24,5 miliar,.

“Pencapaian itu seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara ke Manado, sehingga berdampak pada pendapatan pajak hotel,” lontar Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Manado, Harke Tulenan, melalui Kepala Bidang Pembukuan dan Pelaporan, Esther Mamarimbing, di Manado, kemarin

Dia menyebutkan, secara rinci pada Januari lalu, PAD dari pajak hotel terealisasi sebesar Rp3,32 miliar, kemudian Februari sebesar Rp2,54 miliar, Maret Rp2,96 miliar dan April sebesar Rp2,89 miliar. “Dengan realisasi dalam empat bulan yang sudah mencapai 47,90 persen, pihaknya optimis pendapatan daerah akan terus naik dan itu menunjukan tren perekonomian yang membaik,” tandasnya serius.

Pajak hotel, sambung dia, memang menjadi primadona pendapatan daerah selama ini, karena selalu menyumbangkan PAD di atas target setiap tahunnya. “Bahkan pada saat target dinaikkan, pada perubahan APBD, pajak hotel selalu bisa dicapai, dan itu disebabkan oleh perkembangan pariwisata di Manado yang membaik dalam beberapa tahun terakhir,” kata Esther.

Secara luas capaian PAD dari sektor pajak hotel terus membaik, karena tingginya angka kunjungan wisata di Manado dalam beberapa tahun terakhir. “Semenjak dibukanya penerbangan langsung Manado Tiongkok kunjungan wisatawan ke sini tinggi, apalagi jika ditambah penerbangan langsung dari dan ke Korea resmi dibuka pasti akan makin meningkatkan PAD, bukan hanya dari perhotelan tetapi juga dari sektor lainnya,” katanya.

Selain itu, katanya, cara yang paling ampuh yang digunakan oleh Pemerintah Manado melalui badan pengelola pajak, adalah dengan melakukan sosialisasi kepada para pengusaha supaya lebih sadar akan kewajibannya membayar pajak. “Kami terus mengingatkan pengusaha agar membayar pajak, karena akan digunakan untuk membangun Kota Manado yang tujuannya untuk kesejahteraan masyarakat juga,” katanya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Moeldoko: Bangsa Ini Butuh Contoh Nyata

this formate

Moeldoko ( kedua kanan) saat menerima tim Seven Summits Expedition Mahitala-Universitas Parahyangan Bandung (WISSEMU).

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengapresiasi perjuangan dua pendaki mahasiswi yang berhasil menuntaskan pendakian tujuh puncak gunung tertinggi dunia.

“Selamat atas prestasi luar biasa ini. Kalian telah menjadi kebanggaan bangsa, menggelorakan nama Indonesia di dunia internasional, sehingga orang luar tak bisa lagi menyepelekan negara kita,” kata Moeldoko di Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Jum’at, 8 Juni 2018 saat menerima kedatangan Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari.

Dua wanita The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala-Universitas Parahyangan Bandung (WISSEMU) ini telah menyelesaikan ekspedisi itu.

Didi –panggilan akrab Fransiska Dimitri Inkiriwang- dan Mathilda menyempurnakan empat tahun sejarah pendakian mereka dengan berhasil mencapai puncak Everest pada Kamis, 17 Mei 2018, pukul 05.50 waktu Kathmandu atau 07.05 WIB.

Sebelum menuntaskan pendakian Gunung Everest setinggi 8.848 m, tim ini telah mencapai puncak Carstensz Pyramid di lempeng Australiasia (4.884 m, 13 Agustus 2014), Elbrus di lempeng Eropa (5.642 m, 15 Mei 2015), Kilimanjaro di lempeng Afrika (5.895 m, 24 Mei 2015).

Keduanya sebelumnya juga sudah menyelesaikan ekspedisi Aconcagua di lempeng Amerika Selatan (6.962 m, 30 Januari 2016), Vinson Massif di lempeng Antartika (4.892 m, 4 Januari 2017), dan Denali di lempeng Amerika Utara (6.190 m, 7 Juli 2017).

“Bangsa ini perlu banyak contoh nyata. dan yang penting contoh, teladan, tak perlu banyak bicara. Sama seperti Presiden Jokowi, tidak banyak bicara, tapi banyak membangun dan menyejahterakan warga,” paparnya.

Panglima TNI 2013-2015 ini menegaskan, perjuangan seperti yang dilakukan Didi dan Mathilda tidaklah mudah. “Mereka ini orang-orang hebat, yang selalu menjadikan tantangan sebagai kebutuhan. Semangat menghadapi tantangan ini harus diviralkan kepada generasi millenial,” papar Moeldoko.

Atas inspirasi dua pendaki Unpar ini, Kepala Staf Kepresidenan tak menampik jika mereka bisa dijadikan semacam ‘brand ambassador’ atau duta bangsa. “Misalnya sebagai duta antinarkoba. Karena sangat ironis saat mereka bisa berprestasi hebat, namun anak-anak muda lain berkubang dengan penyalahgunaan narkoba,” ungkapnya.

Selain itu, keberhasilan Didi dan Mathilda diharapkan dapat memacu semangat atlet Indonesia dalam Asian Games 2018 untuk mencapai prestasi terbaik.

Saat mencapai puncak Everest, pada hari itu juga, Presiden Jokowi mengunggah ucapan selamat di akun twitternya: Indonesia berbangga atas prestasi Fransiska Dimitri dan Mathilda Dwi Lestari yang telah berhasil mengibarkan Bendera Merah Putih di puncak Gunung Everest. Dua srikandi yang telah menaklukkan 7 puncak dunia. Luar biasa -Jkw

Didi dan Mathilda menyatakan rasa syukurnya karena Sang Merah Putih dapat berkibar di tujuh puncak dunia. “Keberhasilan ini kami persembahkan untuk persatuan bangsa. Untukmu Indonesia,” kata Mathilda.

Mereka pun bercerita tentang beratnya tantangan di masing-masing gunung. “Yang paling berat di Denali Alaska. Selain karena dingin, di sana kami harus membawa sendiri beban masing-masing 40 kilogram,” kenang Didi.

General Manager WISSEMU Sebastian Karamoy menyatakan, proyek Seven Summit ini dijalani dengan ‘jatuh bangun’ selama empat tahun, baik dalam mempersiapkan pendaki, tim, maupun juga sumber daya ekonominya. “Tak banyak yang mau jadi sponsor atau berinvestasi pada kegiatan ini, karena termasuk olahraga berisiko tinggi,” jelasnya.

Dengan kebersamaan, tim pecinta alam Universitas Parahyangan menyatukan tekad mengatasi perbedaan yang ada. Apalagi mereka terpacu karena jumlah pendaki perempuan yang berhasil mencapai tujuh puncak gunung di dunia ini tak sampai 100 orang. “Kami dalam tim ini berbeda agama, beda umur, beda generasi, tapi punya satu mimpi dan tujuan yang sama,” ungkapnya.

Sebastian mengungkapkan, selama 37 tahun anggota Mahitala -organisasi mahasiswa pencinta alam Universitas Katolik Parahyangan- menempa diri di Situ Lembang Batujajar, Bandung Barat. Selain mengasah fisik, di markas pelatihan Kopassus itulah mereka berlatih menguatkan ‘esprit de corps’ agar terbentuk rasa kebersamaan yang tinggi.“Kami Ingin berlatih di sana kembali,” kata Sebastian.

 

Liburan Lebaran, Merapi Aman Dikunjungi Wisatawan

this formate

SLEMAN, bisniswisata.co.id: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengatakan Gunung Merapi dalam jarak 3 kilometer aman dikunjungi pelancong selama libur Lebaran 2018. “Kemungkinan hembusan abu bisa saja terjadi, hanya saja tidak berbahaya,” kata Jonan seperti yang dikutip dari Antara pada Jumat (8/6).

Hal itu disampaikan saat dirinya yang didampingi Ketua Tim Posko Nasional ESDM Hari Raya Idul Fitri tahun 2018 merangkap Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa meninjau Pos Pengamatan Gunung Merapi, Kementerian ESDM, Kaliurang, Sleman, Yogyakarta.

Menurut Jonan, abu Merapi yang belakangan ini muncul bukan disebabkan oleh gempa magmatik sehingga tidak membahayakan, walau mempengaruhi jadwal penerbangan. “Kalau penerbangan sifatnya taktikal, tergantung hembusan dan kecepatan angin ke arah mana. Bisa saja bandara di Yogyakarta dibuka tapi bandara di Semarang ditutup. Tergantung abunya dibawa angin ke arah mana,” ujar Jonan.

Pihaknya, kata Jonan, terus memonitor aktivitas Gunung Merapi dengan memanfaatkan peralatan yang dimiliki serta mengirimkan tim relawan untuk memantau gunung tersebut.

Pada lontaran abu Merapi 11 Mei dan 1 Juni, Jonan mengatakan, alat-alat pemantau di pos tidak ada yang rusak sehingga masih berfungsi. “Saya menilai alat-alat yang ada di pos pengamatan ini termasuk yang canggih dan baik sehingga belum perlu ada penambahan serta perbaikan,” kata Jonan.

Walau menyatakan Gunung Merapi aman dikunjungi saat ini, namun Jonan tetap mengingatkan agar wisawatan tetap menaati peraturan menjauh dari puncak sejauh tiga kilometer dan tetap mematuhi imbauan petugas di lapangan. (NDY)

Jelang Lebaran, Harga Tiket Pesawat Gawat Kayak Lompat Galah

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Memasuki H-7 lebaran, harga tiket pesawat merangkak naik, malah kian gawat. Kondisi ini pun menuai keluhan dari masyarakat. Dilansir dari situs pemesanan pesawat Traveloka, sejumlah tiket penerbangan mengalami kenaikan cukup tinggi. Seperti, tiket Jakarta Padang via maskapai Lion Air pada hari biasa hanya Rp 600-700, namun Kamis (7/6/2018) sekitar pukul 14.00 WIB mencapai Rp 2,7 juta.

Bahkan, harga tiket pesawat untuk semua rute dari Bandara Depati Amir Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, melonjak hingga dua kali lipat. Kenaikan harga berlaku untuk pemesanan tiket secara manual maupun aplikasi daring. Seperti dilansir laman Kompas lonjakan harga tiket merata untuk semua maskapai penerbangan, baik maskapai swasta maupun maskapai pemerintah.

Tiket pesawat rute Pangkal Pinang – Jakarta dari biasanya Rp 356.000, naik menjadi Rp 756.000 per seat. Baca juga: Harga Tiket Pesawat Poso-Makassar Melambung, Penumpang Mengeluh Rute Pangkal Pinang – Palembang dari harga sebelumnya Rp 350.000 naik menjadi Rp 700.000 sampai Rp 800.000 per seat.

Kenaikan harga tiket juga berlaku untuk penerbangan transit dengan rute Pangkal Pinang – Semarang atau Pangkal Pinang – Padang, yang rata-rata harganya mencapai Rp 1.500.000 per seat. Kenaikan harga tiket pesawat tersebut dikeluhkan oleh para calon penumpang.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Sigit Sosiantomo mengakui harga tiket pesawat jelang lebaran seperti lompat galah. “Para maskapai jangan lah memainkan harga mendekati lebaran ini. Kalau seperti itu kalian ini lompat galah, karena naiknya harga tiket yang sangatlah mahal seperti dengan rute Jakarta-Surabaya dikenakan Rp 2 juta. Bagaimana saat H-2 nanti, bisa mahal sekali,” ujar Sigit saat dijumpai di Posko Terpadu Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (7/6/2018).

Sigit mempertanyakan pada pihak maskapai terkait batas atas harga tiket pesawat sebagai acuan masyarakat dalam memperkirakan harga yang akan dibelinya untuk mudik.

Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah I Bandara Soekarno-Hatta, Bagus Sunjoyo menanggapi terkait mahalnya tiket pesawat. Kemungkinan masyarakat melakukan penerbangan dengan jalur transit lantaran, kehabisan tiket pesawat dengan lokasi tujuan langsung.

“Pengawasan kami khusus di Bandara Soekarno-Hatta sejauh ini tidak ada yang memainkan harga tiket dan masih dalam batas wajar. Dalam artianya, tidak lebih dari batas atas. Terkait mahalnya tiket dimungkinkan penumpang melakukan jalur transit seperti akan ke Surabaya yang seharusnya rute Jakarta-Surabaya, tapi mereka harus membeli tiket Jakarta-Makasar-Surabaya dengan metode transit,” jelas Bagus.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan kenaikan harga tiket pesawat saat ini masih dalam batas wajar. Meski demikian, Kementerian Perhubungan tetap mengawasi pergerakan harga tiket yang dijual masing-masing maskapai penerbangan.

“Apabila tidak dalam batas wajar, kami akan melakukan penindakan kepada perusahaan yang bersangkutan,” kata Budi selepas apel siaga dan pelepasan tim relawan PMI pada Siaga Lebaran Tahun 2018 di Lapangan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 7 Juni 2018.

Menhub mengakui ada permintaan dari maskapai soal usulan kenaikan harga tiket ini. Ia mafhum bila maskapai kelimpungan menyiasati beban operasional di tengah naiknya harga minyak dunia dan depresiasi rupiah. “Sedang saya pelajari dalam waktu satu-dua minggu akan kami umumkan,” ujarnya. (BBS)

Jagadiri Tawarkan Mudik Berasuransi

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Momen Lebaran di Indonesia bukan hanya melahirkan fenomena mudik, tetapi juga menciptakan pola ekonomi tersendiri. Menjelang libur lebaran, sebagian besar alokasi dana dipergunakan untuk kebutuhan konsumtif.

Berdasarkan survey aplikasi Jakpat di 2017, 62% masyarakat membelanjakan THR-nya untuk beli pakaian baru, biaya mudik, gadget, liburan dan bayar hutang/cicilan. Sayangnya dari sekian alokasi dana THR, tak ada untuk perlindungan jiwanya selama libur lebaran. Padahal libur lebaran tidak luput dari berbagai risiko, baik kecelakaan lalu lintas maupun terserang penyakit.

Menurut data Korlantas POLRI 2017, terdapat 3.168 kecelakaan dengan korban meninggal dunia mencapai 742 orang. Dari sisi kesehatan, penyakit yang paling sering diderita paska lebaran salah satunya adalah typhus (demam thypoid).

Selain itu, momen libur lebaran juga kerap dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat untuk berlibur ke luar negeri, seperti Singapura yang rentan terkena risiko penyebaran virus seperti ZIKA. Dari sisi keuangan, momen lebaran ternyata juga meningkatkan jumlah transaksi keuangan non bank.

Komisaris Independen PT CAF, Theodorus Wiryawan mengatakan, saat ini penetrasi asuransi di Indonesia masih rendah, sehingga pangsa pasarnya masih sangat besar sekali. Sejauh ini upaya dalam rangka mendorong kesadaran masyarakat untuk memiliki perlindungan asuransi sudah dilakukan berbagai pihak baik dari sisi regulator, maupun pelaku industri asuransi itu sendiri.

Himbauan kepada masyarakat pada saat ini untuk tidak lupa agar mudik terasa aman untuk berasuransi mengingat risiko yang bisa muncul saat mudik lebaran. Di sisi lain, inovasi untuk memaksimalkan penetrasi asuransi juga dibutuhkan oleh pelaku industri asuransi terutama bagaimana memanfaatkan channel digital, agar lebih cepat dan luas menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Masyarakat Indonesia cenderung tidak memprioritaskan perlindungan jiwa karena mahal dan rumit prosesnya. Mereka menganggap asuransi sebagai kebutuhan kesekian yang bisa ditunda, sementara banyak sekali risiko yang dihadapi setiap harinya, terutama saat momen mudik dan lebaran kali ini,” lontar Wiryawan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (08/06/2018).

Karena itu, sambung dia, dibutuhkan sinergi dari semua pihak terkait untuk edukasi sekaligus membuat asuransi lebih mudah diterima masyarakat. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital juga diperlukan oleh pelaku industri asuransi untuk mempermudah akses bagi konsumen.

Menyambut momen lebaran, Jagadiri – penyedia jasa asuransi jiwa turut mendukung program sosialiasi mudik aman berasuransi lewat program asuransi antara lain Jaga Liburan, Jaga Sehat Tropis, dan Jaga Aman Instan yang dapat diperoleh dengan cepat, mudah secara online dan tanpa beban.

“JagadiriI sebagai salah satu pelaku di industri asuransi jiwa mendukung program Mudik Aman Berasuransi. Jagadiri ingin turut berkontribusi dalam menyukseskan Mudik Aman Berasuransi serta meningkatkan penetrasi asuransi kepada masyarakat,” jelasnya.

Dua produk asuransi Jagadiri yakni Jaga Liburan dan Jaga Sehat Tropis melengkapi produk asuransi terdahulu, Jaga Aman Instan. Tiga produk asuransi ini sangat relevan dan cocok bagi pemudik karena memberikan perlindungan jiwa dan kesehatan kepada nasabah selama mudik dan libur Lebaran. A

suransi jiwa Jaga Aman Instan dan Jaga Liburan menawarkan manfaat perlindungan atas kecelakaan dengan premi masing-masing mulai dari Rp5 ribu dan Rp15 ribu (tetap). Sementara Jaga Sehat Tropis memberikan perlindungan dari 11 risiko penyakit tropis, salah satunya thypus yang sering dialami masyakat paska libutan lebaran, ungkapnya.

Chief Marketing Officer PT CAF, Yuda Wirawan memaparkan ketiga produk asuransi mudik Jagadiri memiliki konsep dasar yang serupa yakni mudah, aman, terjangkau dan tanpa beban. Dan masyarakat dapat membeli di mana saja selama mereka mudik atau liburan. Konsep tersebut sesuai dengan kebutuhan konsumen dan secara konsisten diturunkan pada produk Jagadiri lainnya.

“Masyarakat umumnya memerlukan asuransi yang mudah diakses dari mana saja, termasuk dari website dan smartphone, aman, sederhana proses pengajuan polisnya, terjangkau harganya serta kemudahan klaim. Kebutuhan tersebut dijawab oleh JAGADIRI lewat tiga produk asuransi kami yang sangat relevan dan cocok bagi profil pemudik. Sebelum berangkat mudik, ingat juga asuransi, tinggal klik ke website kami di www.jagadiri.co.id dan pilih produk yang sesuai kebutuhan,” papar Yuda. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Tips Rencanakan Libur Lebaran ke Luar Negeri

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Libur Lebaran 2018 lebih panjang dari sebelumnya. Sebab pemerintah memberikan cuti bersama dengan waktu lebih panjang. Tentunya, momen ini dimanfaatkan pecinta traveling untuk berjalan-jalan. Selain mudik ke kampung halaman, momen lebaran juga sering kali dimanfaatkan liburan ke luar negeri.

Salah satu destinasi utama bahkan favorite ke luar negeri seperti Singapura, Australia, Hong Kong, Thailand, dan Malaysia. Tapi, ada berbagai macam persiapan yang wajib dilakukan sebelum terbang ke negara lain. Apalagi bagi pelancong yang baru pertama kali liburan lebaran di luar negeri tentu masih membutuhkan panduan.

Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum pergi ke luar negeri. Didukung pemberian cuti bersama yang diberikan pemerintah Indonesia serta libur sekolah bagi pelajar, maka libur Hari Raya Lebaran menjadi momen yang tepat untuk merayakan liburan

Jangan sampai ketika sudah di sana, justru kebingungan dan tersesat. Untuk memudahkan perjalanan perdana saat di luar negeri. Jadi ya dipersiapkan sebelum berangkat menuju destinasi wisata yang diinginkan, khususnya bila tujuannya berada di luar negeri. Pendiri Travkart Manheer Singh Sethi dan Wakil Presiden Eksekutif Cleartrip Anand Kandadai memberikan beberapa tips, seperti dikutip laman Indian Express, Jumat (8/6/2018):

1. Pilih tempat hiburan

Banyak membaca informasi atau riset ke negara tujuan sebelum mendatangi destinasi wisata yang diinginkan. Sehingga bisa mengetahui apa saja spot-spot wisatanya. Apalagi tak semua orang di negara lain bisa berbahasa Inggris. Maka kita harus banyak tahu budaya lokal setempat. Ketika sudah memilih tempat liburan, buatlah daftar kegiatan apa yang ingin dilakukan.

#. Pilih durasi perjalanan

Semakin lama perjalanan maka akan semakin sedikit waktu yang tersisa di tempat liburan. Perjalanan singkat akan selalu memiliki harga lebih mahal. Karena itu saat sudah di negara lain, carilah tempat-tempat menarik, jelajahi berbagai sudut, agar perjalanan menjadi menyenangkan. Jangan hanya terpaku pada satu tempat wisata atau kuliner yang itu-itu saja karena tak berani mengeksplorasi.

#. Pilih paket perjalanan terjangkau

Cobalah mencari tahu biaya pasti dari beberapa paket perjalanan dan layanan utama ditempat tujuan. Setelah semuanya sesuai anggaran, pelancong bisa memprosesnya lebih lanjut. Jadi tetap kontrol dan kendalikan uang saat traveling. Jangan terlalu khilaf membelanjakan semua uang. Hitung semua biaya akomodasi dan tiket perjalanan.

#. Rencanakan akomodasi

Jika anda adalah tipe orang yang suka bersosialisasi, hostel adalah pilihan terbaik karena anda akan bertemu banyak wisatawan asing dan berbagi pengalaman denganmereka. Jika ingin merasakan budaya lokal, maka anda bisa memilih homestay.

#. Periksa visa dan paspor
Jika anda pergi ke negara yang memerlukan visa, periksalah lebih awal dan rencanakansesuai jadwal. Periksa juga paspor anda berlaku setidaknya enam bulan saat memasuki negara itu.

#. Obat-obatan

Banyak negara mengharuskan anda memiliki vaksin tertentu. Tetapi jika anda berpergian di Eropa, Amerika Utara, dan Australia, mungkin anda tidak memerlukan vaksin apapun.

#. Bicara dengan Penduduk Setempat

Berkenalan dengan penduduk setempat wajib dilakukan. Sebab dari mereka-lah kita banyak tahu seputar barang-barang khas, masakan tradisional, dan daerah wisata yang menarik. Jangan terlalu mandiri ketika di destinasi wisata. Talk to local itu penting. Karena mereka akan membantu kita dalam banyak hal.

#. Manfaatkan Teknologi

Kemajuan teknologi saat ini membuat traveller tak perlu takut lagi tersesat. Karena ada aplikasi dan Google Map yang bisa membantu kita kapanpun di manapun. Kita tak perlu lagi tourist guide, cukup smartphone dan Google Map menjadi panduan utama.

#. Hemat, Jangan Boros

Tetap kontrol dan kendalikan uang saat berjalan di sana. Jangan terlalu khilaf membelanjakan semua uang. Hitung semua biaya akomodasi dan tiket perjalanan. Setelah itu harus tahu biaya hidup di negeri tempat di mana kita akan singgah, barulah dirinci biaya jalan-jalan, perjalanan, kuliner, dan oleh-oleh. Selamat Traveling…… (*)

Empat Aplikasi Jadi Teman Liburan Mudik Lebaran

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menjelang Lebaran, sebagian warga mulai melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman atau mudik, baik lewat darat, laut, maupun udara. Aksi balik kampung itu, tentu hari ini tak lepas dari perangkat teknologi, terutama melalui ponsel yang hampir selalu berada di dalam genggaman.

Laporan laman CNNIndonesia.com, Jumat (08/06/2018) merangkum empat aplikasi yang wajib diunduh untuk menemani perjalanan menuju kampung halaman.

#. Google Maps

Aplikasi penunjuk jalan milik Google ini akan membantu Anda yang mudik menggunakan kendaraan pribadi. Setelah Anda mengetikkan destinasi, Google Maps akan mengarahkan Anda untuk melewati rute tercepat. Aplikasi ini juga akan menampilkan jalanan mana saja yang padat atau macet, di mana posisi SPBU terdekat, dan juga memperkirakan waktu Anda sampai di tujuan. Google Maps dapat diunduh secara gratis di ponsel-ponsel dengan sistem operasi Android maupun iOS.

#. Spotify
Musik adalah teman dalam segala situasi. Perjalanan Anda yang panjang dan melelahkan akan menjadi lebih berwarna ketika diiringi alunan musik. Aplikasi streaming musik Spotify menyediakan berbagai playlist yang dapat Anda pilih sesuai dengan selera musik Anda. Selain itu, jika Anda melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat yang mengharuskan Anda untuk mematikan data selular, Spotify pun menyediakan fitur download agar Anda bisa tetap mendengarkan musik sekalipun ponsel Anda berada pada mode offline.

#. Huji Cam

Dalam perjalanan, seringkali kita menemukan objek-objek menarik yang dapat diabadikan ke dalam foto. Namun, terkadang kita jadi enggan mengambil dan menyimpan foto karena apa yang tertangkap di kamera tidak semenarik apa yang kita lihat secara langsung. Aplikasi kamera yang sedang tren ini secara otomatis menambahkan efek vintage kepada setiap foto yang Anda ambil, sehingga terlihat lebih menarik ketimbang foto yang diambil dengan kamera ponsel biasa.

#. DU Battery Saver

Ketika menempuh perjalanan panjang, tak jarang ponsel Anda mengalami kehabisan daya karena tidak diisi tenaganya selama berjam-jam. Karena itu, aplikasi ini dapat membantu membuat daya ponsel Anda bertahan lebih lama dengan cara memaksimalkan pemakaian baterai seefisien mungkin. (*)