Liburan, Sepuluh Pantai di Australia Diburu Wisatawan

this formate

SYDNEY, bisniswisata.co.id: Pangeran Harry dan Putri Meghan Markle melakukan lawatan pertama ke mancanegara, dan Australia yang dituju keduanya selama lima hari. Pada Jumat, 19 Oktober pagi, keduanya pun hadir dalam sebuah acara di Pantai Bondi, Syndey. Bahkan, Meghan melepas sepatunya agar bisa dengan nyaman menjejakkan kaki di pantai yang populer di Syndey tersebut.

Tak jauh dari pusat kota, pantai ini memang menjadi tujuan untuk menikmati akhir pekan dari kebanyakan warga Sydney. Keramaian selalu terlihat di sini. Ada juga pantai yang lebih tenang, sebenarnya kota ini mempunyai banyak pilihan pantai bagi wisatawan. Setidaknya ada 10 pantai populer yang dipaparkan di australia.com, Jumat (19/10/2018). Kesepeuluh pantai terkenal ini antara lain:

1. Pantai Bondi

Ini memang pantai yang paling ngetop, dengan pantai yang lebar membuat area untuk berjemur menjadi luas. Ada deretan kafe, hotel dan pertokoan membuat nongkrong di sini pun asyik. Jadi bisa juga duduk manis, bila tak ingin main selancar, berjemur atau berenang. Hanya perlu waktu 30 menit untuk mencapai pantai ini dari pusat kota.

2. Pantai Bronte

Lokasinya bersebelahan dengan Pantai Bondi. Kawasan pesisirnya menyambung jadi bisa dicapai dari Pantai Bondi dengan berjalan menyusuri pantai. Pantai ini suasananya lebih tenang. Bisa berenang di laguna atau berselancar. Pilihan yang tak jauh Bondi tapi lebih tenang.

3. Gordon Bay

Berada di antara Pantai Clovely dan Coogee, tak hanya memiliki kawasan yang asyik untuk berenang tapi juga memiliki keindahan bawah laut jadi menjadi sasaran penyelam.

4. Pantai Manly

Bisa dicapai dengan kapal feri dari Circular Squay dalam 30 menit. Menjadi tujuan wisata untuk keluarga, tak hanya untuk berenang di pantai, tapi juga bersepeda atau makan-makan. Temukan Pantai Shelly di sini yang tergolong sempit tapi menarik bagi yang senang snorkeling.

5. Pantai Balmoral

Memiliki perairan yang tenang, asyiknya pengunjung Pantai Balmoral bisa bermain kayak dengan nyaman. Ada area renang yang tertutup nan nyaman dan tentunya deretan kafe untuk bersantai atau melepas lapar.

6. Pantai Noosa
Pantai Noosa di kawasan Sunshine Coast, Queensland menjadi idola para peselancar atau surfing. Pantai dengan gulungan ombak yang menantang. Pantai yang baru saja masuk dalam daftar Cagar Alam versi World Surfing Reserves. Dengan predikat baru yang disematkan untuk pantai ini diharapkan kelestarian alam di atas dan di dalam perairan Pantai Noosa tetap terjaga dengan baik.

7. Gold Coast
Gold Coast dikenal sebagai kota yang mempunyai pantai pasir putih yang panjang, serta cuacanya yang bersahabat sepanjang musim dingin (Juli-Oktober). Pantai di Queensland ini juga menawarkan berbagai pilihan atraksi wisata yang dapat dilakukan oleh wisatawan. Gold Coast juga terkenal akan aneka taman bermain atau theme park kelas dunia-nya, seperti Warner Bros. Movie World dan Dream world.

8. Coogee Beach
Coogee Beach merupakan sebuah pantai yang terletak di pinggir sebelah timur kota Sydney. Pantai ini memiliki hamparan pasir berwarna agak merah muda tak seperti pantai lainnya yang biasanya berpasir putih atau sedikit coklat keemasan. Coogee Beach cukup terkenal dengan atraksi lumba-lumba dan paus yang sering muncul di sekitar laut. Spot terbaik untuk menyaksikan atraksi tersebut adalah dari atas tebing pada sore hari.

9. Cottesloe Beach
Sebuah pantai indah di bagian barat Perth, tepatnya di antara Central Business District dan Fremantle Port. Cottesloe Beach merupakan pantai berpasir putih dan memiliki pantai yang tidak terlalu dalam dan memiliki ombak yang tidak besar sehingga aman untuk aktivitas air, seperti berenang, snorkeling, dan surfing. Di sepanjang pantai dipenuhi dengan kafe, restoran dan bar serta deretan pohon pinus yang telah berusia lebih dari satu abad.

10. Mission Beach

Terletak di antara Cairns dan Townsville di pesisir Queensland, Mission Beach adalah kota tepi pantai yang tenang. Menghadap ke perairan Coral Sea yang biru, Mission Beach memiliki pantai berpasir keemasan yang menakjubkan sepanjang 14 km lebih. Di tempat inilah, dua wilayah Warisan Dunia, Great Barrier Reef dan Wet Tropics Rainforest membentuk lingkungan alami yang tidak dijumpai di belahan dunia manapun. (EP)

Peluang Investasi Pariwisata Ditawarkan Investor Arab Saudi

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pemerintah Indonesia akan menawarkan peluang investasi sektor pariwisata dan gaya hidup (lifestyle) dalam konferensi investasi The Future Investment Initiative (FII) Conference di Riyadh, Arab Saudi pada 23-25 Oktober 2018.

“Saya tetap berkiblat arahan Pak Presiden bahwa peluang terbesar saat ini terutama di kawasan kita adalah pariwisata dan lifestyle. Saya berpegang bahwa kita orang Indonesia sangat jago dalam pariwisata dan lifestyle,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong.

Tom, sapaan akrabnya, seperti dilansir laman Inilah.com, Jumat (19/10/2018) menjelaskan bahwa sektor pariwisata dan gaya hidup diyakini berpeluang besar menarik investor asing ke Indonesia dalam konferensi tersebut. Indonesia memiliki kelebihan menyajikan pengalaman pariwisata dan gaya hidup yang positif, tanpa alkohol, namun tidak menghilangkan kesan keren dan asik.

“Sebuah lifestyle pengalaman yang positif, tidak mabuk-mabukan dan pukul-pukulan, tetapi sebuah pengalaman wisata yang ceria, humoris, dan positif. Saya yakin sekali flavour wisata ala Indonesia akan sangat laku sekali di masyarakat Muslim Timur Tengah,” katanya.

Selain mendorong investor untuk bisa berpartisipasi mengembangkan pariwisata Indonesia, Tom juga memproyeksikan pengusaha Indonesia dapat berinvestasi di Arab Saudi dan negara-negara Timur Tengah.

Meski nilai investasinya tidak besar, ia meyakini bahwa investasi menjadi tombak terbukanya akses pasar ke negara-negara seperti Arab Saudi, Pakistan, Bangladesh dan India, sehingga Indonesia dapat mempelajari kebutuhan pasar di negara tersebut.

“Pengusaha kita bisa bantu networking ke nasabah yang potensial di sana maupun mitra, supplier, yang potensial harus dua arah, baik itu investasi dari Saudi dan investasi dari Indonesia ke Saudi, peluangnya besar sekali,” kata Tom.

Ia memastikan bahwa Pemerintah Indonesia menghadiri konferensi FII meskipun kasus terbunuhnya wartawan senior Arab Saudi Jamal Khashoggi, mewarnai perhelatan acara tersebut. Meski bukan Wakil Presiden atau Menko Perekonomian yang menghadiri konferensi FII, kehadirannya dinilai tepat dan layak mewakili Pemerintah Indonesia.

“Budaya Indonesia kalau ada masalah atau keprihatinan, kita justru harus merapat dan mengintensifkan dialog, bukan menjauh atau memprotes,” kata dia. (EP)

Siapkan US$ 100 Juta, OYO Hotels Ekspansi ke Indonesia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Satu lagi operator hotel lewat aplikasi beroperasi di Indonesia, yakni OYO Hotels. Startup asal India yang bergerak di jaringan hotel ini menawarkan konsep bisnis manchise (manajemen dan franchise), OYO Hotels siap bersaing dengan para startup yang bergerak dibidang hospitality lainnya. Keseriusannya menggarap pasar Indonesia terlihat dari dana investasi yang disiapkan mencapai US$ 100 juta.

Ritesh Agarwal, Pendiri dan CEO OYO Hotels berkomitmen dengan pasar yang sudah dipilihnya. “Kami berkomitmen untuk berinvestasi lebih dari US$ 100 juta di pasar Indonesia,” papar Ritesh seperti dilansir laman Kontan, Jumat (19/10/2018).

Dilanjutkan, dana untuk ekspansi di Indonesia merupakan hasil pendanaan yang diterima dari Softbank, Seqouia, dan beberapa investor lainnya pada September lalu. Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan untuk investasi lebih dari US$ 100 juta di Indonesia. “Kami masih memiliki balancing sebesar US$ 200 juta yang dipersiapkan untuk investasi jangka panjang,” tambahnya.

Menurutnya, Indonesia memiliki pasar yang potensial. Hal tersebut disebutnya banyaknya properti yang masih belum tergarap secara penuh. OYO Hotels menawarkan franchise ataupun leasing kepada pemilik properti tersebut.

Ia mengklaim model bisnisnya tersebut berbeda dengan pebisnis sejenis. Dengan model tersebut, ia bisa membantu pemilik hotel untuk meningkatkan kinerja hotel. Ia mengklaim rata-rata tingkat okupansi hotel yang masuk dalam jaringannya mencapai 80% per harinya.

Ritesh menyebutkan menawarkan sistem franchise karena perusahaan mengambil untung dari biaya royalti yang dibayarkan para mitranya. “Para mitra membayarkan royalty tiap bulannya sekitar 20%,” ujarnya.

Saat ini OYO Hotels hadir di Jakarta, Surabaya, dan Palembang dengan menggandeng 30 properti dengan 1.000 kamar. Sayangnya, untuk investasi yang telah dikucurkan untuk ketiga kota itu belum mau diungkap dengan alasan masih rahasia perusahaan.

Diharapkan dengan semakin banyaknya mitra bergabung dapat mencapai target mereka yaitu untuk menyediakan jasa tempat tinggal berkualitas dengan harga terjangkau nomor 1 di Indonesia.

Saat ini Oyo Hotels ada di 350 kota dengan menggandeng lebih dari 10.000 mitra yang tersebar di enam negara, antara lain India, China, Malaysia, Nepal, Inggris, dan Indonesia. Aplikasinya juga sudah bisa diunduh. Mereka bukan hanya menyewakan tempat menginap, tapi juga ikut merenovasi kamar-kamar hotel di Indonesia yang mau diajak kerjasama.

“Main ke solusi hotel itu bisa beroperasi dengan baik. Ditarget OYO, bukan hotel yang mumpumi, kita ada hotel yang membutuhkan bantuan untuk di-retouch, kalau menghadapi hotel-hotel budget yang datang ‘waduh aku kehilangan customer semua’,” kata Head of Central Operations OYO Hotels Indonesia, Tadeus Nugraha.

Pengguna tinggal memesan kamar yang diinginkan melalui aplikasi OYO. Selain itu, bisa juga dipesan melalui beberapa aplikasi traveling seperti Booking.com, Ticket.com, dan Traveloka. Untuk pembayaran pada aplikasi OYO, bisa menggunakan cash ataupun kartu kredit dan debit. Tergantung dari kemampuan hotel tersebut. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Konser Residensi, Britney Spears Kembali Manggung

this formate

LAS VEGAS, bisniswisata.co.id: Belum lama ini, penyanyi Britney Spears mengatakan bakal membuat pengumuman besar pada 18 Oktober. Kini teka-teki tersebut terjawab, bahwa dirinya akan kembali mengadakan konser residensi di Las Vegas.

Dalam pengumuman yang baru saja disiarkan melalui akun The Ellen Show di YouTube, Kamis (18/10) malam waktu Las Vegas atau Jumat (19/10) pagi waktu Indonesia, Britney memastikan kembali membuat konser residensi yang akan berlokasi di Park MGM.

Pengumuman yang disiarkan langsung tersebut disertai dengan parade di kawasan Park MGM, Las Vegas. Penggemar Britney Spears pun memadati jalan di kawasan tersebut menyambut pengumuman itu.

Menurut laporan ET, dengan konser residensi tersebut, penyanyi 36 tahun itu bergabung dengan sejumlah musisi kelas atas lainnya di Park MGM seperti Cher, Ricky Martin, dan Bruno Mars. Konser residensi itu sendiri disebut akan dimulai pada tahun depan.

ET menyebutkan Spears akan mendapatkan bayaran US$500 ribu atau sekitar Rp7,5 miliar untuk setiap penampilan. Itu belum termasuk komisi dari penjualan tiket dan merchandise. “Kesepakatan yang dibuat memiliki gaji yang besar, dan juga memberikan Britney komisi dari penjualan tiket, merchandise dan lainnya,” kata sumber tersebut, dikutip dari ET.

“Britney telah membuktikan dirinya secara kontinu mampu menjual tiket pertunjukannya ludes setelah bertahun-tahun di Vegas, dan timnya menggunakan capaian tersebut sebagai nilai jual dalam kontrak barunya,” lanjut si sumber.

Konser residensi Las Vegas perdana Spears sebelumnya, Piece of Me, terbilang sukses. Konser itu diadakan pada 27 Desember 2013 dan berakhir pada 31 Desember 2017.

Konser tersebut terbilang sukses lantaran berhasil mendapatkan pendapatan sebesar US$137,7 juta dari 248 pertunjukan. Usai mendulang kekayaan dari konser residensi, pada Juli lalu, Britney Spears melanjutkan kegiatannya dengan tur Piece of Me yang dimulai sejak Juli lalu dan berakhir pada 1 September 2018. (EP)

Ambisi Indonesia Jadi Kiblat Busana Muslim Dunia, Mungkinkah?

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pasar fesyen muslim semakin tumbuh dan berkembang. Perkembangan bukan hanya di dalam negeri, namun sudah melanggak-lenggok di mancanegara. Ini membuktikan Fesyen Syariah Indonesia makin diperhitungkan. Pamungkasnya berambisi menjadi kiblat busana muslim dunia tahun 2020. Mungkinkah?

Guna menipis berbagai kemungkinan menjadi sebuah realita. Kementerian Perindustrian (Kemenprin) tengah menyempurnakan peta jalan pengembangan fesyen muslim. Peta jalan kelak dapat menjadi acuan untuk seluruh stakeholder dunia feysen muslin Indonesia dalam peningkatan daya saing industri fesyen muslim nasional dan pengembangan bisnis busana muslim yang mampu menembus pasar dunia

“Langkah strategis ini dilakukan dengan melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas untuk menyusun roadmap demi masa depan feysen muslim Indonesia,” lontar Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Gati Wibawaningsih dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, Jumat (19/10/2018).

Menurutnya, industri fesyen muslim termasuk kelompok 16 sektor kreatif, thaun 2017 mampu memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional sebesar 3,76 persen. Pada periode itu, ekspor industri fesyen mencapai US$ 13,29 miliar atau meningkat 8,7 persen dari tahun sebelumnya. “Capaian itu menunjukkan bahwa industri fesyen nasional memiliki daya saing di pasar internasional,” tuturnya.

Pengembangan industri fesyen muslim di Indonesia makin berpotensi seiring jumlah penduduk muslim di republik ini diproyeksikan capai 238,8 juta orang atau 88 persen dari total populasi pada tahun 2030. Bahkan, konsumsi fesyen muslim di Indonesia mencapai US$ 13,5 miliar atau masuk dalam jajaran lima besar dunia, menunjukkan bisnis busana muslim di Tanah Air dinilai prospektif hingga masa depan.

Penyusunan peta jalan memprioritaskanprogram-program yang akan dilakukan termasuk mengenai ketersediaan bahan baku agar dapat menjaga keberlanjutan produksinya. ”Ketersediaan bahan baku produk fesyen ini agar kita tidak perlu lagi impor, seperti bahan baku kapas dan wool,” jelasnya.

Dalam upaya menjamin pasokan bahan baku, Kemenperin juga berkoordinasi dengan kementerian terkait. “Contohnya, Kementerian Kehutanan sedang mengembangkan dua jenis ulat yang dapat dijadikan bahan baku sutera, sehingga nantinya kebutuhan sutera bisa dipenuhi dari dalam negeri,” imbuhnya.

Guna meningkatkan kolaborasi, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal IKM melaksanakan focus group discussion untuk memperoleh masukan dalam penyusunan peta jalan pengembangan IKM fesyen muslim. Kegiatan ini dihadiri dari perwakilan pemerintah yang meliputi Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, serta Badan Ekonomi Kreatif, kemudian akademisi, desainer, asosiasi, dan pelaku industri fesyen muslim.

Selama ini, pemerintah gencar mendorong industri fesyen di dalam negeri untuk terus meningkatkan pangsa pasarnya. Karena itu, agar mampu kompetitif di kancah global, pemerintah juga terus berupaya memacu kompetensi sumber daya manusia di sektor ini. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Komunitas Pengusaha Bakpia Gelar Tradisi Merti Bakpia

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Komunitas Pengusaha Bakpia Kota Yogyakarta kembali menggelar tradisi Merti Bakpia dengan mengarak gunungan bakpia. Gelaran yang digelar setiap tahun ini, kini bakal mengarak 5 gunungan berisi 10.000 bakpia. Kirab keliling Kampung Pathuk Yogyakarta, berlangsung pada Sabtu (20/10/2018).

“Pada kegiatan yang digelar untuk keenam kalinya ini, kami menyiapkan lima gunungan yang terdiri dari Gunungan Lanang, Gunungan Wadon dan tiga gunungan anak. Total bakpia yang digunakan untuk membuat gunungan sekitar 10.000 buah,” kata Panitia Merti Bakpia Aris Dewanto di Yogyakarta, Kamis (18/10/2018)

Seperti dilansir Antara, seluruh bakpia yang akan digunakan untuk membuat gunungan merupakan produk bakpia dari pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bakpia yang ada di Kelurahan Ngampilan, Kecamatan Ngampilan.

Saat ini terdapat sekitar 170 produsen bakpia di kelurahan tersebut dan tiga koperasi yang menaungi pelaku UMKM bakpia. “Kami `membeli bakpia yang diproduksi oleh pelaku usaha di wilayah sehingga bakpia yang diarak adalah benar-benar produk lokal,” katanya.

Selain diarak dalam bentuk gunungan, panitia Merti Bakpia juga menyiapkan sekitar 3.000 hingga 5.000 buah bakpia yang bisa dinikmati secara gratis oleh masyarakat di sepanjang rute yang dilalui kirab gunungan.

Kirab gunungan akan diawali dari bekas pabrik Tegel Kunci yang berada di Jalan KS Tubun (depan Bakpia 54) melalui Jalan Letjen Suprapto, simpang empat Parkir Ngabean, Jalan KH Ahmad Dahlan, Jalan Bhayangkara dan berakhir di Jalan KS Tubun.

“Tidak hanya gunungan bakpia yang akan dikirab, tetapi juga disertai dengan penampilan berbagai kesenian yang dibawakan oleh 13 rukun warga (RW) yang ada di Kelurahan Ngampilan serta dimeriahkan penampilan dari sejumlah sekolah yang ada di wilayah tersebut,” katanya.

Pelaksanaan Merti Bakpia tahun ini lebih meriah dibanding tahun sebelumnya. Salah satu pelaku usaha bakpia di Kelurahan Ngampilan Suryani mengatakan sudah mulai melakuan persiapan pembuatan gunungan bakpia untuk kegiatan Merti Bakpia akhir pekan ini. “Kelompok kami akan membuat dua gunungan, yaitu Gunungan Lanang dan Wadon. Sisanya menjadi tanggung jawab kelompok lain,” katanya.

Pelaku usaha bakpia di Ngampilan sangat senang dengan kegiatan Merti Bakpia yang akan digelar untuk keenam kalinya tahun ini karena banyak wisatawan yang datang. “Kegiatan ini sudah dikenal. Saat tahun lalu kami tidak menyelenggarakan Merti Bakpia, banyak wisatawan yang menyanyangkannya,” katanya.

Ketua Rintisan Kelurahan Budaya Ngampilan Kusmantoro berharap, warga tidak langsung “menyerbu” gunungan bakpia saat diarak, tetapi menunggu hingga kirab bakpia selesai dilakukan dan setelah itu dipersilahkan untuk memperebutkan gunungan bakpia. “Penyelenggaraan sebelumnya, bakpia langsung ludes karena cuaca saat itu kebetulan hujan,” katanya sambil menambahkan Merti Bakpia di Ngampilan berlangsung sejak 2012.

Camat Ngampilan Ananta berharap, Merti Bakpia semakin menegaskan keberadaan Ngampilan sebagai sentra bakpia di Yogyakarta. “UKM atau pelaku bakpia juga semakin sejahtera,” katanya. (EP)

Asita Sumbar: Pengusaha Travel Harus Inovatif Jual Paket Wisata

this formate

PADANG, bisniswisata.co.id: Asociation of The Indonesia Tour and Travel Agencies (Asita) Sumatra Barat (Sumbar) mengajak pengusaha travel di daerah itu lebih kreatif merancang paket perjalanan wisata ke provinsi tersebut untuk menarik minat wisatawan.

Ketua Asita Sumatra Barat (Sumbar) Ian Hanafiah mengatakan perlu variasi dan kombinasi perjalanan guna memberikan nilai tambah bagi pariwisata daerah itu. “Tidak hanya destinasi yang telah mapan, tetapi perlu dikreasikan lebih banyak lagi paket-paket wisata baru sesuai selera wisatawan,” ujar Ian di Padang, Kamis (18/10/2018).

Menurut Ian, ada banyak pilihan kombinasi destinasi wisata yang dipadukan dengan kebudayaan dan kuliner Sumbar, sehingga menarik dijual kepada wisatawan. Jadi, paket wisata yang ditawarkan tidak melulu ke Jam Gadang di Bukittinggi maupun Istano Basa Pagaruyung di Batusangkar, tetapi juga ke destinasi-destinasi baru.

Dengan demikian, lebih banyak daerah di Sumbar yang merasakan dampak pengembangan pariwisata dan juga dapat menjadi nilai lebih pariwisata di provinsi tersebut. Di sisi lain, pada 19-21 Oktober 2018 akan digelar Padang Travel Mart 2018. Tercatat ada 44 seller atau pelaku wisata Sumbar dan 71 buyer pelaku jasa wisata mancanegara yang sudah mendaftar.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sumbar Didit P. Santoso menyebutkan sebagian besar buyer yang hadir dalam program promosi pariwisata Sumbar ini berasal dari Malaysia dan Singapura. “Program ini adalah puncak dari promosi wisata yang kami lakukan selama ini, sehingga wisatawan mengetahui dan mendapatkan paket-paket perjalanan menarik ke Sumbar,” tuturnya seperti diunduh laman Bisnis.com

Didit mengungkapkan promosi wisata melalui ajang tersebut efektif mengenalkan potensi wisata Sumbar kepada pelaku jasa wisata di berbagai negara, sehingga diyakini bakal lebih meningkatkan kunjungan wisatawan.

Kunjungan wisatawan asing ke Sumbar ditargetkan mencapai 80.000 orang tahun ini, sehingga dapat mendongkrak penerimaan devisa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lokasi wisata.

19 – 28 Oktober 2018, Festival Seni Berbasis Teknologi

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Festival memadukan seni dan teknologi yang digabungkan dengan sajian musik berlebel: Wave of Tomorrow 2018, mulai meramaikan ibu kota untuk pertama kalinya. Selama 10 hari penuh dari tanggal 19 hingga 28 Oktober 2018, enam nama besar kreator kolektif pada bidang new media art berbasis teknologi dan lebih dari 30 musisi akan menjadi suguhan menarik dari Wave of Tomorrow yang digelar di Tribrata Grand Ballroom Darmawangsa, Jakarta Selatan.

Wave of Tomorrow diselenggarakan Level7 merangkul Bale Project sebagai konsultan seni, berharap bisa menghadirkan beragam instalasi seni yang menembus batas, sehingga dapat memberikan pengalaman berbeda kepada pengunjung. Ini sebuah platform baru, dimana Wave of Tomorrow 2018 menjadi sebuah festival seni berbasis teknologi yang dipadukan dengan penampilan musik spesial dari beberapa musisi dalam dan luar negeri.

Apa yang dihadirkan oleh Wave of Tomorrow, yakni pameran-pameran seni rupa yang dilakukan di beberapa ruang seni seperti Museum Macan, ArtJog dan Art Bali yang menampilkan karya- karya seni dari teknik konvensional hingga instalasi meruang, berhasil menyedot perhatian masyarakat. Aktivitas semacam ini menjadi cara baru untuk mengenalkan karya seni kepada masyarakat luas di Indonesia.

Bukan hanya tren di masyarakat yang berubah, namun pergeseran arus juga terjadi pada medium yang digunakan oleh para kreator. Meskipun konsep karya seni yang menggabungkan teknologi sudah ada dari sejak lama, namun seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin progresif dan konsep seni yang semakin tak terbatas, kini banyak kreator yang membuat instalasi seni dengan unsur teknologi, atau yang sekarang dikenal dengan New Media Art.

Karya-karya yang ditampilkan dalam Wave of Tomorrow ini berupa instalasi meruang dengan wujud beragam yang dipadukan dengan pemanfaatan teknologi, mengundang pengunjung untuk berinteraksi langsung dengan karya-karya yang disajikan.

Dalam kegiatan ini, para kreator dapat berinteraksi dengan pengunjung melalui hasil karyanya, dan menawarkan sebuah pengalaman baru dalam menyampaikan pesan dibalik karyanya sambil menikmati alunan musik dari para musisi. Hasilnya, karya seni yang dulu hanya dapat dinikmati oleh kalangannya, kini dapat dinikmati oleh masyarakat luas pada umumnya.

Sajian pameran juga festival seni berbasis new media art dan teknologi memang pernah disajikan di berbagai kota di Indonesia, namun Wave of Tomorrow diharapkan bisa menjadi salah satu yang bergengsi di Jakarta.

Menawarkan sajian berbeda, dengan menghadirkan penampilan musik dari beragam musisi yang disandingkan bersama dengan karya seni interaktif dari beberapa kreator besar pada bidang seni berbasis teknologi, mencoba untuk mengantarkan pengunjung kepada pengalaman visual yang berbeda.

Wave of Tomorrow 2018 akan menyajikan beberapa kreator berbasis new media art & technology Indonesia yang sudah pernah mengibarkan sayapnya di kancah internasional seperti Sembilan Matahari, Kinara Darma, Maika Collective, Rebellionik, Ageless Galaxy, juga kreator besar asal Perancis Nonotak. Untuk itu, Wave of Tomorrow 2018 diprediksi akan memberikan pengalaman baru dalam menikmati sebuah karya seni.

Selain instalasi seni, Wave of Tomorrow juga akan menyuguhkan bermacam penampilan spesial dari musisi dalam dan luar negeri seperti Dan Shake, Bradley Zero, Barasuara, Stars & Rabbit, Glen Fredly, Maliq & D’Essentials, The Groove, Yura Yunita, Potret, dan banyak lainnya untuk setiap pengunjung yang hadir.

Wave of Tomorrow 2018 akan dibuka untuk umum mulai dari tanggal 20 – 28 Oktober 2018 dibuka dari pukul 15:00 WIB pada hari kerja dan pukul 11:00 WIB pada akhir pekan, dengan harga tiket sebesar Rp 50.000,- pada hari kerja dan Rp 100.000,- pada akhir pekan (Jumat, Sabtu, Minggu). Informasi lebih lanjut mengenai line up, jadwal, performa musik, dan tiket, dapat diakses melalui website www.waveoftomorrow.id. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Millennial Tourism Tantangan Baru Bisnis Pariwisata Indonesia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pelaku bisnis pariwisata Indonesia perlu segera mengantisipasi perubahan model bisnis pariwisata di era digital atau Millennial Tourism. Pasalnya, pasar dunia akan didominasi kelompok wisatawan generasi millennial yang rata-rata berusia muda antara 18 tahun hingga 34 tahun atau lebih dikenal dengan generasi Y.

“Para Millennial travellers ini memiliki kesenangan untuk berpetualang atau travelling, namun mereka lebih suka menggunakan jasa perjalanan wisata yang berbasis aplikasi, bukan lagi konvensional. Karenanya pelaku bisnis pariwisata Indonesia perlu mengantisipasi dengan perubahan ini,” lontar Deputi Pengembangan Industri dan Kelembagaan Pariwisata Kemenpar Rizki Handayani saat membuka FGD Millennial Tourism di JW Marriott Hotel Jakarta, Kamis (18/10/2018).

Perubahan ini, lanjut Rizki, menjadi salah satu tantangan besar bagi pelaku bisnis pariwisata di Tanah Air untuk segera menyesuaikan model bisnis sesuai dengan tuntutan pasar. “Jika tidak, jelas akan tertinggal apalagi saat ini era digital sehingga semua dilakukan secara digital yang butuh kecepatan, kelengkapan data dan informasi, praktis serta mudah,” sambung Rizki.

Menghadapi situasi itu, Kemenpar menggelar Focus Group Discusstion (FGD) Millennial Tourism. “Dalam FGD ini membahas sejumlah persoalan berupa peluang dan tantangan berupa perubahan model bisnis pariwisata di era Millennial Tourism. kemudian dipetakan dan menjadi semacam framework,” paparnya.

Selain itu dalam FGD ini, akan mendapatkan pemahaman tentang Millennial Tourism, bagaimana trend Millennial Tourism dan ekonomi digital pariwisata serta faktor apa yang menjadi kunci sukses dalam mengadapi perubahan bisnis di era digital, sambungnya.

Asdep Manajemen Strategis Kemenpar Grans Teguh menambahkan di era digital saat ini, kaum Millennial sebagai pemeran utama dalam menggunakan teknologi dan mengakses informasi di dunia maya. Bahkan kaum generasi Y ini, mudah terlihat dengan kegemaran mereka berwisata, travelling, suka berpetualangan dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

“Minimnya pengalaman tidak mengurungkan niat kaum Millennial untuk mengaktualisasi diri. Ini yang membedakan generasi sebelumnya yang sudah berpengalaman dan lebih menyenangi aktivitas rutinitas yang sudah jelas,” jelasnya.

Wisatawan Millennial akan terus tumbuh dan menjadi pasar utama. Diproyeksikan pada 2030, pasar pariwisata Asia mendominasi wisatawan Millennial berusia 15 tahun hingga 34 tahun mencapai hingga 57 persen. Di China kaum Millennial akan mencapai 333 juta orang, Filiphina 42 juta wisatawan, Vietnam 26 juta anak muda, Thailand 19 juta dan Indonesia mencapai 82 juta generasi Millennial. (END)

Mau Tau Kuliner Tertua di Dunia?

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Di dunia ini ada berbagai jenis makanan, bahkan jumlahnya lebih dari ribuan. Namun dari semua itu, ada yang sudah ditemukan sejak zaman kuno.

Beberapa daftar kuliner yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu, demikian dilansir Boldsky, Kamis (18/10/2018):

#. Wine

Wine dikenal sebagai bagian penting dalam gaya hidup romawi kuno. Berbagai bukti arkeologis membuktikan wine merupakan minuman fermentasi anggur yang sangat populer sebelum munculnya Roma. Karena adanya keseibangan kimia alami, anggur dapat berfermentasi tanpa tambahan gula, asam, enzim, air atau nutrisi lainnya. Dalam proses fermentasi, ragi mengkonsumsi kandungan gula dari anggur dan mengubahnya menjadi etanol serta karbon dioksida. Variasi yang berbeda dari jenis anggur dan ragi akan menghasilkan jenis wine yang berbeda.

Wine diproduksi selama ribuan tahun. Bukti terbaru ditemukan sebuah kendi wine berumur 8000 tahun di Georgia. Jejak dari wine juga di Iran setelah ditemukan kendi wine berusia 7000 tahun serta kilang wine berusia 6100 tahun di Armenia yang dianggap sebagai kilang wine pertama sejauh ini.

Namun minuman fermentasi anggur dikenal masyarakat Cina dengan ditemukannya tembikar anggur berumur 9000 tahun di Cina bagian utara. Wine mulai merambah Balkan sejak 4500 sebelum masehi dan dikonsumsi masyarakat Yunani dan Romawi. Dalam mitologi Yunani kuno, Dewa yang dianggap sebagai Dewa wine dan anggur adalah Dionysus, dalam mitologi Romawi kuno dikenal dengan nama Bacchus. sepanjang sejarah, wine dikonsumsi sebagai minuman untuk memabukkan.

#. Pancake

Pancake atau panekuk (bahasa Belanda: pannenkoek) adalah kue dadar yang dibuat dari terigu, telur ayam, gula dan susu. Dikenal sebagai makanan sarapan yang disantap dengan buah-buahan, cokelat, sirup dan berbagai topping lainnya. Sejarah pancake berkaitan ditemukannya mumi Otzi Si Manusia Es, yang menurut laporan hidup pada tahun 3.300 sebelum masehi.

Mayatnya yang dimumikan secara alami ditemukan pada tahun 1991 di pegunungan Alpen, Italia. Para peneliti mengungkapkan bahwa makanan terakhir Otzi kemungkinan besar terdiri dari Alpine ibex atau kambing liar ibex dan daging rusa merah bersama dengan pancake gandum yang dimasak di atas api terbuka.

Di seluruh dunia terdapat berbagai variasi panekuk. Poffertjes adalah salah satu variasi panekuk yang berukuran kecil. Crêpe adalah salah satu variasi panekuk yang dibuat menjadi lembaran yang sangat tipis. Bergantung pada tradisi setempat, panekuk ini bisa dimakan dengan menggunakan pisau dan garpu, atau dimakan dengan tangan.

#. Cokelat
Cokelat, hasil olahan makanan atau minuman dari biji kakao (Theobroma cacao). Cokelat pertama kali dikonsumsi penduduk Mesoamerika kuno sebagai minuman, walaupun dipercaya bahwa dahulu cokelat hanya bisa dikonsumsi oleh para bangsawan. Cokelat diperkirakan mula-mula tumbuh di daerah Amazon utara sampai ke Amerika Tengah. Mungkin sampai ke Chiapas, bagian paling selatan Meksiko.

Para arkeolog menemukan bukti produksi cokelat di antara orang-orang Olmec kuno di Meksiko, yang memanfaatkan pohon mungkin juga, membuat “cokelat” di sepanjang pantai teluk di selatan Meksiko. Ketika para ilmuwan menguji bagian dalam pot dengan theobromine kimia, mereka menemukan indikator cokelat yang sangat otentik.

Dokumentasi paling awal tentang cokelat ditemukan pada penggunaannya di sebuah situs pengolahan cokelat di Puerto Escondido, Honduras sekitar 1100 -1400 tahun SM. Residu yang diperoleh dari tangki-tangki pengolahan ini mengindikasikan bahwa awalnya penggunaan kakao tidak diperuntukkan untuk membuat minuman saja, namun selput putih yang terdapat pada biji kokoa lebih condong digunakan sebagai sumber gula untuk minuman beralkohol.

#. Madu
Madu adalah cairan yang menyerupai sirup, madu lebih kental dan berasa manis, dihasilkan oleh lebah dan serangga lainnya dari nektar bunga. Jika Tawon madu sudah berada dalam sarang nektar dikeluarkan dari kantung madu yang terdapat pada abdomen dan dikunyah dikerjakan bersama tawon lain, jika nektar sudah halus ditempatkan pada sel, jika sel sudah penuh akan ditutup dan terjadi fermentasi.

Rasa manis madu disebabkan unsur monosakarida fruktosa dan glukosa, dan memiliki rasa manis yang hampir sama dengan gula. Sejarah penggunaan madu oleh manusia sudah cukup panjang. Dari dulu manusia menggunakan madu untuk makanan dan minuman sebagai pemanis atau perasa. Aroma madu bergantung pada sumber nektar yang diambil lebah. Zaman Nabi Muhammad SAW sudah ada terbukti kerap disebut untuk kesehatan tubuh.

Madu memiliki sifat antiseptik dan rasa manis yang kuat. Menurut para ilmuwan, keberadaan madu sudah ada sejak 5.500 tahun yang lalu. Para peneliti menemukan guci di sebuah makam lama yang terlupakan di Georgia dan dianggap sebagai madu tertua di dunia. (EP)