Kamar Diponegoro di Museum Sejarah Jakarta Belum untuk Wisatawan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Museum Sejarah Jakarta kini dilengkapi kamar yang pernah dihuni Pangeran Diponegoro. Kamar itu berada di lantai dua, persis di atas penjara wanita yang ada di area Museum Sejarah Jakarta Jalan Taman Fatahillah No 1 Jakarta Barat. Dan, Senin (12/11/2018) soft launching Kamar Diponegoro diselenggarakan penuh khidmat bahkan berdecak kagum.

Untuk menuju kamar Pangeran Diponegoro, harus naik menyusuri tangga terbuat dari kayu. Langkah kaki menginjak bagian pertama dari Kamar Diponegoro. Bagian pertama, terdapat lukisan penangkapan sang Pangeran Diponegoro karya pelukis tersohor Arab-Jawa yakni Raden Saleh. Juga cerita awal mengenai Kamar Diponegoro itu sendiri. Serta daftar anggota keluarga dan pengikut Pangeran Diponegoro yang turut serta berada di Stadhuis.

Masuk ke bagian kedua, terdapat ruangan pribadi Pangeran Diponegoro. Di sudut sebelah kanan ada ranjang terbuat dari kayu dilengkapi dengan kelambu putih. Ranjang itu hanya beralaskan tikar berbahan daun pandan. Selain ranjang pribadi, di ruang kamar itu terdapat meja tulis yang biasa digunakan Diponegoro untuk menulis.

Sebelah meja yang dipakai Pangeran Diponegoro ada dua buah surat diatasnya. Surat yang ditulis Diponegoro untuk sang ibunda dan putra sulungnya. Serta ada dua kursi, pena bulu, dua buah tinta merah dan hitam, dan cawan dari tembaga. Juga ada sangkar burung karena Diponegoro punya kegemaran memelihara binatang.

Kamar Diponegoro juga dilengkapi koleksi tentang keputusan resmi Pemerintah Hindia Belanda tentang pengasingan Pangeran Diponegoro. Ada pula laporan saksi mata tentang masa tinggalnya di Batavia.

Bagian lainnya dari Kamar Diponegoro ada gambaran singkat tentang warisan dan pengaruh Pangeran sebagai sosok sejarah untuk pelopor Kebangkitan Nasional Indonesia pada awal abad ke-20. Lini masa singkat tentang Perang Jawa pada 1825-1830 hingga pengasingan Pangeran juga mewarnai Kamar Diponegoro.

Yang menarik, dalam koleksi museum terdiri dari benda-benda peninggalan Pangeran Diponegoro antara lain : meja kursi bekas kemarahan beliau berupa guratan kuku, jubah berukuran tinggi 1.57 m, lebar 1.35 m terbuat dari kain shantung, 7 buah cangkir tempat 7 macam minuman kegemaran beliau, balai-balai tempat sembahyang, sebuah Kitab Takrib.

“Semua ini merupakan barang asli yang dipakai Pangeran Diponegoro selama ditahan disini (museum sejarah Jakarta) – Red),” papar Mita, bagian Informasi dan Pendidikan Museum Sejarah Jakarta kepada Bisniswisata.co.id di Jakarta, Rabu (14/11/2018)

Sejarawan Peter Carey yang melakukan penelitian sejarah Perang Jawa dan Pangeran Diponegoro selama 30 tahun mengakui Kamar Diponegoro memang berlokasi asli di tempat itu. Diponegoro berada di kamar penjara selama 26 hari di Stadhuis (Balai Kota Batavia) dari 8 April sampai 3 Mei 1830.

“Diponegoro ditangkap secara licik di Magelang oleh komandan tentara Belanda, Jenderal Hendrik Merkus de Kock pada 28 Maret 1830. Jadi sebelum diasingkan ke Sulawesi, Diponegoro sempat ditahan di Batavia,” ujar Peter Carey, sejarawan berkebangsaan Inggris dari Oxford University saat soft launching Kamar Diponegoro.

Dijelaskan, Pangeran Diponegoro ditahan di kamar di atas penjara wanita, tempat Cut Nyak Dien ditahan. “Diponegoro menghuni kamar yang sangat panas dan Iklim (Batavia) yang sangat tak cocok bagi Pangeran itu untuk menunggu keputusan Gubernur Jenderal mengenai pengasingan politiknya di wilayah Sulawesi,” ungkap Carey juga bertindak sebagai pemandu.

Carey menceritakan, sosok Diponegoro merupakan tahanan politik berstatus tinggi yang disegani termasuk pihak Belanda. Diponegoro ditempatkan di kamar yang sebelumnya dipakai sebagai apartemen pribadi Kepala sipir atau Bui Kota Batavia. “Kepada pasukan pengawal Belanda, Pangeran Diponegoro mengatakan bahwa dirinya tak akan tahan tinggal di ruangan seperti itu, sebab panas bukan main,” tutur Carey.

Pangeran Diponegoro dianggap musuh terbesar pemerintah kolonial Belanda di abad ke-19. Perang Jawa yang dilancarkannya bikin Belanda ketar-ketir. Perlawanan sang pangeran Jawa ini menyedot biaya besar dari kas perekonomian Belanda. Tidak aneh pihak Belanda mengupayakan apapun untuk mengakhiri perlawanan Diponegoro, termasuk lewat jebakan tipu muslihat.

Diponegoro tak seorang diri ditahanan itu. Selama 26 hari penahanannya di Batavia, Diponegoro ditemani sang istri Raden Ayu Retnoningsih, adik perempuannya Raden Ayu Dipowiyono, saudara ipar Raden Tumenggung Dipowiyono, dan 16 punakawan (pembantu akrab). Semua pengikut Diponegoro diasramakan di belakang Stadhuis.

Tak banyak yang bisa dilakukan Diponegoro semasa penahanan di Batavia. Untuk mengisi waktu, Diponegoro menulis surat kepada keluarganya. Satu surat untuk ibunda Raden Ayu Mongkorowati. Satu surat lagi untuk putra sulungnya, Pangeran Diponegoro Muda.

Untuk memulihkan malaria yang dideritanya, Diponegoro rajin memakan jejamuan seperti temu lawak dan beras kencur. Dia pun gemar mengunyah sirih. Seorang seniman merangkap hakim Batavia, Adrianus Johanes jan Bik yang bertugas mengawasi Diponegoro juga sempat melukis sketsa wajah Diponegoro. Sesekali, Diponegoro diizinkan berkeliling ke pelataran belakang yang kini menjadi alun-alun museum.

Setelah titah Gubernur Jenderal van den Bosch keluar, hukuman kepada Diponegoro diputuskan. Diponegoro diasingkan dan tak akan kembali lagi ke tanah leluhurnya di Jawa. Pengasingan Diponegoro berlangsung hingga akhir hayatnya di Manado (1830-33) kemudian Makassar (1833-55). “Selama 25 tahun dia tak dibunuh tapi semacam dikubur hidup-hidup,” kata Carey.

Pangeran Diponegoro dikenal sebagai pahlawan Nasional yang mempunyai latar belakang sejarah yang cukup heroik. Pangeran Diponegoro melawan Belanda dalam sebuah peperangan yang disebut Perang Diponegoro.

Peter Carey berharap dengan adanya Kamar Diponegoro ini, generasi muda Indonesia bisa menghargai sejarah. Sebuah bangsa bisa maju karena warganya yang mengetahui jati diri bangsa melalui sejarah. “Apabila bisa menjawab tiga pertanyaan ini, siapa kita, dari mana kita, dan mau ke mana kita, maka dia tahu jati diri bangsanya dan saya yakin bangsa Indonesia akan maju,” lontarnya.

Grand launching Kamar Diponegoro akan diselengggarakan pada 30 Maret 2019. Kamar Diponegoro akan dibuka untuk pengunjung maupun wisatawam Museum Sejarah Jakarta setelah peluncuran

Dalam acara soft launching Kamar Diponegoro juga dihadiri kerabat Pangeran Diponegoro. Salah satunya ialah Ki Roni Sodewo yang merupakan generasi ketujuh dari Pangeran Diponegoro. Ki Sodewo sangat mengapresiasi dengan adanya Kamar Diponegoro sebagai penghormatan atas jasanya sebagai pahlawan. (EP)

Adira Finance Persembahkan CSR Sahabat Lokal

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Hari Ulang Tahun ke-28 PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (Adira Finance), dirayakan dengan menggelar berbagai program CSR (Corporate Soscial Responsibily) bertajuk Adira Finance Sahabat Lokal. Program yang dilakukan perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia ini, dengan menyentuh kegiatan yang menyentuh masyarakat.

“Program CSR berbasis ekosistem dan masyarakat sebagai perwujudan corporate branding Adira Finance untuk Indonesia. Berbagai kegiatan CSR Adira Finance Sahabat Lokal berhasil mendukung kemajuan pariwisata dan budaya, UMKM serta pendidikan di Indonesia,” papar Direktur Utama Adira Finance, Hafid Hadeli saat merayakan HUT Adira Finance di Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Dilanjutkan, Adira Finance ikut membantu menggali dan mempromosikan potensi pariwisata dan budaya di Indonesia, pada Mei hingga September 2018 menggelar Kompetisi Foto dan Video Sahabat Lokal dengan tema “Pengalaman Lokal”. Bertujuan mengajak generasi millenials, lebih mencintai daerah dan budayanya dengan menceritakan potensi dan kearifan lokal daerahnya dalam bentuk foto dan video,

Kegiatan ini berhasil mengumpulkan 3000 hasil karya foto dan video dari 1500 warganet yang diunggah melalui media sosial Instagram dan Youtube. Terpilih total 16 pemenang foto dan video Sahabat Lokal se Indonesia berhak mendapatkan hadiah dengan total ratusan juta rupiah.

Juga sebagai wujud keinginan untuk turut mempromosikan daerah yang memiliki potensi di bidang pariwisata, budaya dan kearifan lokal, Adira Finance menggelar rangkaian acara Festival Pesona Lokal dari September hingga November 2018 di 9 kota besar di Indonesia yaitu di Bandung, Solo Raya, Bali, Makassar, Malang, Pontianak, Medan, Palembang dan Jakarta.

Festival Pesona Lokal adalah program CSR digagas Adira Finance bersama dengan Kementerian Pariwisata dan iNews dalam bentuk kegiatan karnaval budaya, lomba mural, lomba kreasi masakan daerah, lomba UMKM dan pasar rakyat.

Kegiatan ini secara total berhasil menampilkan lebih dari 500 atraksi kesenian dan budaya, 200 jenis produk UMKM, serta 200 seniman mural melibatkan 50 ribu peserta dari masyarakat umum, pelajar, dan ekosistem Adira Finance.

“Komitmen Adira Finance bagi kemajuan UMKM dan pendidikan diwujudkan dalam kolaborasi dengan UMKM di berbagai daerah Indonesia melalui salah satu unit bisnis Adira Finance yakni Kemitraan Berdaya (KEDAY), kini mencapai ribuan KEDAY se Indonesia. Keberadaan KEDAY memberikan kemudahan akses kepada konsumen dan masyarakat untuk mendapatkan informasi produk dan pembayaran angsuran, juga memberikan manfaat ekonomi bagi UMKM,” jelasnya.

Bidang pendidikan, Adira Finance bekerjasama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar program Peningkatan Kompetensi Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen untuk siswa/siswi SMK di 9 wilayah di Indonesia. Bahkan melalui Adira Finance Corporate University mengadakan INNOCAMP, untuk membuat dan mengembangkan ide inovasi bisnis yang potensial. INNOCAMP berjalan selama 3 tahun dan berhasil menciptakan 50 ide bisnis dari 100 kreator seIndonesia.

“Kami selalu menghadirkan inovasi sesuai kebutuhan konsumen dan masyarakat Indonesia, juga memberikan pelayanan terbaiknya Melalui berbagai kegiatan yang berbasis ekosistem dan masyarakat. Bahkan, memberikan kontribusi, manfaat serta mampu membawa dampak sosial bagi masyarakat dan ekosistem secara berkesinambungan,” tambahnya. (EN)

Era Milenial, Wayang Orang Harus Beradaptasi Kecanggihan Digital

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Wayang orang, kesenian tradisional memiliki pesona dan nilai yang tetap aktual hingga era sekarang. Namun, perlu dipikirkan bagaimana cara membuat seni Wayang orang dapat ditonton lebih banyak orang. Karenanya, Wayang orang harus beradaptasi dengan budaya pop, dengan berbagai kecanggihan teknologi digital, multi media di jaman milenial.

“Aktualisasi dari segi cerita dan penggarapan diharapkan dapat membantu cara pandang khalayak dalam memahami makna yang terkandung dalam sebuah pertunjukan seni Wayang orang,” lontar Pengamat Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur, Nursilah, usai menoton pertunjukan wayang orang di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, akhir pekan lalu.

Wayang orang, lanjut dia, bukan sekadar seni pertunjukan. Melainkan ekspresi nilai yang membentuk identitas budaya. “Wayang orang memberi banyak ajaran, tuntunan, dan tatanan nilai kultural, baik melalui representasi jalan cerita maupun citra para tokoh,” lontar dosen Seni Tari Universitas Negeri Jakarta.

Dilanjutkan, dari segi penggarapan (carangan) seni Wayang orang dapat menyesuaikan diri. Namun secara klasik karya seni ini diharapkan tidak kehilangan makna orisinalitasnya. “Ketika mulai menyiapkan pergelaran Wayang, sebaiknya ditentukan dulu apakah mau digarap secara klasik atau carangan,” jelasnya.

Memang, sambung dia, dibanding bentuk awalnya (Wayang Kulit), Wayang Orang relatif kurang populis. Dari sisi kuantitas “tanggapan” (pementasan), Wayang Kulit setidaknya lebih sering “ditanggap”. Berbagai faktor melatar belakangi hal ini, antara lain minimnya seniman yang menekuni bidang ini, juga berbagai elemen panggung yang memang tidak sederhana.

Perkumpulan Wayang orang yang cukup tua dan dikenal, di antaranya Wayang Orang Sriwedari di Surakarta, dan Ngesti Pandawa di Semarang. Di Jakarta pernah berdiri beberapa perkumpulan Wayang Orang, diantaranya Sri Sabda Utama, Ngesti Budaya, Ngesti Pandawa, Cahya Kawedar, Adi Luhung, dan grup Ngesti Widada, Panca Murti.

Salah satu grup yang bertahan hingga kini, adalah Wayang Orang Bharata, gedungnya berada di kawasan Pasar Senin, Jakarta Pusat. Meski jumlah penonton terbatas namun pertunjukkan tetap digelar, dengan harapan agar tetap lestari, tetap mempertahankan seni budaya yang kini tergerus dengan maraknya budaya asing yang masuk Indonesia.

Pertunjukan Wayang orang di TMII Jatim bertajuk Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur ini, menampilkan kesenian Wayang Orang berjudul “Kalimataya” yang dibawakan oleh duta seni dari Kota Blitar. Kelompok seniman ini juga menampilkan tari “Wara Kaeshti” serta “Guyon Maton” (Punakawan).

Selain Pentas Wayang Orang juga ada pentas Wayang Kulit, Ludruk, Reog, Kuda Kepang, Barong, serta berbagai kesenian dan ragam tari yang mewakili kearifan lokal masing-masing daerah.

Pentas Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur digelar sejak awal Maret hingga Desember 2018. Diikuti tim kesenian dari 38 Kabupaten-Kota di Jawa Timur. Bertindak sebagai Juri Pengamat adalah, Suryandoro, S.Sn (Praktisi dan Pengamat Seni Tradisi), Eddie Karsito (Wartawan, Penggiat Seni & Budaya), Dra. Nursilah, M. Si.(Dosen Seni Tari Universitas Negeri Jakarta), dan Catur Yudianto (Kepala Bagian Pelestarian dan Pengembangan Bidang Budaya TMII).

Pergelaran selanjutnya, Anjungan Jawa Timur TMII, akan menampilkan paket acara khusus dari Kabupaten Mojokerto (17 November 2018), paket kesenian daerah dari Kabupaten Jombang (25 November 2018), Kabupaten Malang (2 Desember 2018), dan Kabupaten Jember (9 Desember 2018) mendatang. (EP)

2019, Berwisata ke Pianemo Bisa Via Laut

this formate

RAJA AMPAT, bisniswisata.co.id: Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat merencanakan tahun 2019 menambah objek wisata baru dengan membuka destinasi wisata Pianemo, yang menyuguhkan keindahan alam yang tak kalah menakjubkan. Pianemo menyajikan keindahan gugusan batu karang atau karst dan birunya laut yang eksotik.

“Untuk menuju ke objek wisata Pianemo kini kami tengah mengatur alur pelayaran dari Waisai menuju destinasi wisata Pianemo yang menjadi tujuan utama wisatawan saat berkunjung di Kepulauan Waigeo,” papar Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Raja Ampat Yohanes B Rahawarin di Waisai, Selasa (13/11) mengatakan,

Dilanjutkan, pihaknya kini membuat regulasi berupa peraturan daerah untuk mengatur alur pelayaran di kawasan konservasi Raja Ampat termasuk jalur pelayaran Waisai menuju Pianemo. “Jadi perlu diatur alur pelayaran di kawasan konservasi kepulauan waigeo dan fam sehingga kidak semua kapal bisa masuk, agar jangan sampai merusak terumbu karang seperti kejadian kapal pesiar Inggris,” ucapnya.

Dalam menyusun regulasi, Pemkab Raja Ampat melakukan survei jalur pelayaran Waisai ibukota Kabupaten Raja Ampat menuju Pianemo dan telah ditetapkan kawasan mana yang kapal dapat berlayar. Selain itu, Kapal wisata ukuran apa saja yang dapat berlayar melalui kawasan tersebut. Kawasan mana saja yang kapal wisata dapat berlabuh dan buang jangkar untuk melakukan aktivitas menyelam maupun snorkeling.

“Hal tersebut diatur dalam regulasi dengan tujuan agar menghindari adanya kerusakan terumbu karang untuk menunjang pariwisata berkelanjutan bagi generasi Raja Ampat di masa yang akan datang,” ujarnya.

Tim penyusun regulasi saat ini turun ke masyarakat kampung- kampung kawasan perairan konservasi Waigeo dan Fam untuk berdiskusi dan Minta pendapat atas regulasi tersebut. “Kami upayakan regulasi tersebut tuntas sebelum akhir tahun 2018, kemudian disosialisasikan kepada stakeholder pariwisata, serta dapat berlaku di awal tahun 2019,” ungkapnya.

Pianemo terkenal dengan gugusan pulau karst menghadirkan pemandangan yang memesona. Gundukan kecil pulau-pulau karst dengan warna laut yang biru bisa dilihat dari Bukit Pianemo. Sebelumnya, wisatawan harus mendaki sekitar 320 anak tangga sebelum tiba di puncak Bukit.

Pianemo disebut-sebut sebagai Wayag versi kecil. Wayag adalah daerah yang masih termasuk ke dalam Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Di sana, punya pemandangan bukit-bukit karst yang menjulang.

Di balik cerita keindahan-keindahan Pianemo, ada satu hal yang menarik. Yakni arti kata Pianemo itu sendiri. Pianemo dari bahasa Biak. Ia menuturkan Piaynemo adalah sambungan antara bagian kepala dan gagang tombak atau harpun. Harpun adalah alat yang panjang berbentuk seperti tombak yang digunakan untuk menangkap ikan atau mamalia laut besar seperti paus. Harpun diikat dengan tali atau rantai untuk mempermudah nelayan menarik hasil buruan.

Bentuk Pulau di Piaynemo ini seperti terputus tiga kalau dari jauh. Waktu masih jauh, bagian ujung pulau seperti mata tombak. Semakin dekat itu terlihat bersatu. Bentuk pulau seperti tombak itu bisa dilihat wisatawan sejak dari Desa Wisata Arborek. Jika semakin dekat ke Pianemo, pulau-pulau itu akan terlihat menyambung.

Bentuk seperti harpun ini berada di sisi utara pulau. Pianemo sendiri terletak di Desa Pam, Kecamatan Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Dari Sorong, Piaynemo bisa ditempuh dengan perjalanan sekitar enam jam perjalanan via laut. (EP)

25 November 2018, TransNusa Terbangi Lampung – Majalengka

this formate

BANDARLAMPUNG, bisniswisata.co.id: Maskapai penerbangan TransNusa membuka rute penerbangan baru dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Majalengka Raden Inten II Lampung mulai 25 November 2018 mendatang.

Dengan pembukaan penerbangan baru ini, kita dapat meningkatkan tingkat kunjungan baik ke Provinsi Lampung dan Majalengka Jawa Barat, ujar Head of Marketing and Sales PT TransNusa Aviation Mandiri, Juniawan G D Situmorang, dihubungi dari Bandarlampung, Selasa (13/11).

Menurutnya, penerbangan baru dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Majalengka Raden Inten II Lampung atau sebaliknya ini akan dibuka pada 25 November 2018 mendatang.

Untuk penerbangan awal akan dibuka setiap hari Minggu dan Senin. Sedangkaan untuk waktu keberangkatan yaitu dari Majalengka Lampung pukul 06.30 wib tiba di Bandara Raden Inten II pukul 07.30 dan akan diberangkatkan lagi dari Bandara Raden Inten II Lampung – Majalengka pada pukul 07.50 wib dan tiba pada pukul 08.50 wib.

Hal ini untuk mendukung pengembangan sektor perekonomian dan pariwisata di kawasan Majalengka dan sekitarnya. “Semoga jumlah penumpang baik dari Lampung atau sebaliknya semakin banyak dan bisa meningkatkan pengunjung untuk berwisata di Provinsi Lampung maupun Jawa Barat,” katanya, dikutip Antara, Selasa (13/11).

Juniawan mengatakan pembukaan rute baru tersebut dilakukan setelah melihat prospek yang cukup baik. Penerbangan tersebut dilayani dengan pesawat ATR 72-600 dengan jumlah maksimal tempat duduk yaitu 50 seat atau 50 penumpang dengan jarak tempuh satu jam perjalanan.

“Dengan penambahan rute ini diharapkan mobilisasi masyarakat khususnya di wilayah Majalengka dan sekitarnya dapat terlayani dengan baik,” ungkapnya

Selain itu, rute penerbangan Majalengka (KJT) Tanjung Karang (TKG) PP, ada beberapa penerbangan rute baru yaitu Majalengka (KJT) Semarang(SRG) PP, Semarang (SRG) Cilacap (CXP) PP, Semarang (SRG) Pangkalan Bun (PKN) PP dan semua akan aktif pada 25 November mendatang.

Kedepan, pihaknya akan terus melakukan pengembangan serta melakukan terobosan baru. Saat ini semua rute penerbangan TransNusa baik di NTT dan Sulawesi sudah terkoneksi dengan penerbangan Citilink dari Jakarta, Surabaya, Kupang dan Makassar. (EP)

Margo Hotel Persembahkan Kuliner Khas Bali

this formate

DEPOK, bisniswisata.co.id: Pencinta kuliner Bali tidak perlu lagi jauh-jauh pergi ke Pulau Dewata. Pasalnya, The Margo Hotel (TMH) Depok selama November hingga Desember 2018 mempersembahkan kuliner Bali dengan mengangkat tema makanan khas Bali mulai ayam betutu, nasi campur, sate lilit sampai minuman yang ngehits, yaitu es kuwut.

Hal paling penting adalah makanan yang disajikan ini berbahan dasar halal dan segar serta berkualitas. Dengan begitu, semua pencinta kuliner di Depok dan sekitarnya bisa menikmati menu dengan sensasi bumbu menggoyang lidah ini.

Dalam menu nasi campur, kita bisa menikmati pedasnya ayam suwir dengan sajian urap dan sate lilit yang melegenda. Sedangkan di menu ayam betutu disajikan dengan rasa ayam kental dengan nuansa Bali. Menu ayam betutu di sini ada dua pilihan, yaitu ayam betutu bakar dan ayam betutu goreng.

“Jadi, bisa dipilih sesuai selera masing-masing. Yang jelas, kami menyajikan ini untuk memenuhi kebutuhan pencinta kuliner di sini,” kata Public Relations Manager The Margo Hotel, Kartika Sekartaji dalam keterangan tertulis, Selasa (13/11/2018).

Tidak kalah seru adalah sajian es kuwut yang memberikan sensasi rasa segar tiada tara. Serutan buah segar ditambah dengan biji selasih menjadi penawar ketika dahaga melanda. “Kami juga sajikan menu minuman khas dari Bali sehingga bisa benarbenar dirasakan rasa dan suasana di resto, juga dengan alunan musik khas Bali,” katanya.

Pihaknya selalu berusaha menyajikan menu nusantara sebagai bagian dari konsisten hotel menjaga kelestarian budaya. Selain itu, juga tersedia menu western dan eastern lainnya. “Kami saat ini menyajikan promosi makanan khas Bali dalam BALI DELICACIES selama November hingga akhir Desember 2018,” ujarnya.

Bali sangat terkenal bukan hanya keelokan alamnya, tapi juga karena makanan khasnya yang meng gunakan bumbu dan rempah membuat masakannya memiliki cita rasa unik dan berbeda sehingga memberikan kerinduan pada peminatnya.

“Menu kuliner Bali yang khas ini sangat diminati dari berbagai kalangan namun tidak mudah didapatkan di daerah Depok dan sekitarnya, promosi ini diharapkan bisa mengobati kerinduan tamu akan makanan khas Bali,” katanya.

BALI DELICACIES yang akan berlangsung selama dua bulan ini juga merupakan upaya meningkatkan kembali minat masyarakat pada umumnya akan makanan khas Indonesia. “Kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam segi layanan dan konsisten menjadikan menu makanan Indonesia sebagai menu utama di hotel kami sebagai bentuk upaya melestarikan kebudayaan Indonesia dari sisi kuliner,” ujarnya.

Soal rasa tak perlu khawatir, karena koki andalan hotel ini punya resep jitu menjaga kualitas makanan sesuai dengan rasa dari daerah aslinya. “Menu makanan dan minuman khas Bali yang disajikan sepanjang promosi berlangsung akan memiliki cita rasa otentik sesuai dengan resep aslinya,” ungkapnya.

Bagi tamu yang ingin menikmati makanan khas Bali bisa datang langsung ke De Margo Restaurant The Margo Hotel mulai dari Pukul 12.00-22.00. Anda dapat mencicipi ayam betutu, nasi campur, es mentimun jeruk, es kuwut, dan kopi Kintamani dengan harga sangat terjangkau mulai dari Rp.20.000 per porsi. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Selfie, Wisatawan Jerman Tewas Jatuh di Tebing

this formate

COLOMBO, bisniswisata.co.id: Seorang wisatawan asal Jerman meninggal pada hari Minggu, 11 November 2018, setelah dia tersandung di tebing terjal di Sri Lanka. Ia tewas terjatuh saat hendak swafoto atau selfie.

Perempuan berusia 35 tahun itu berfoto dengan temannya, ketika dia terjun bebas dari Worlds End –tebing terjal setinggi 1.200 meter di distrik Nuwara Eliya. Demikian seperti dilaporkan DW Indonesia, Senin. Tentara dan relawan Sri Lanka menemukan jasad turis tersebut setelah pencarian selama 6 jam.

Worlds End terletak di Taman Nasional Horton Plains di Sri Lanka, merupakan atraksi turis terbesar di negara itu. Kejadian ini bukan pertama kali. Tahun 2015, seorang pria Belanda tengah berbulan madu dengan istrinya, jatuh dari World’s End saat mengambil selfie. Dewi Fortuna masih berpihak padanya. Ia selamat karena tertahan pohon yang berada 50 meter di bawah tebing.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan tahun ini, antara tahun 2011 dan 2017, di seluruh dunia ada 259 kasus kematian yang terkait dengan selfie. Para peneliti kemudian merekomendasikan untuk menciptakan “zona larangan selfie” di tempat-tempat wisata populer, terutama di puncak gunung dan gedung-gedung tinggi.

Tahun 2017, pihak berwenang Sri Lanka mengumumkan bahwa mereka akan mulai menahan orang yang berswafoto di rel kereta api, usai terjadi beberapa kematian karena banyak yang mencoba mengambil foto di dekat kereta yang berjalan.

Bahkan demi gambar selfie yang paripurna, sekelompok wisatawan China nekat menginjak kebun rumput berwarna merah muda yang langka dan amat indah. Lokasi swafoto nan unik di taman tepi sungai Binjiang di Kota Hangzhou itu pun rusak akibat ulah para turis tersebut. (EP)

Pariwisata Bergairah, Meliá Hotels Ekspansi Lagi di Asia Pasifik

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Meliá Hotels International, perusahaan hotel asal Spanyol mengumumkan rencana ekspansi perusahaan di kawasan Asia Pasifik. Pasalnya pertumbuhan bisnis pariwisata semakin bergairah. Rencana ekspansi itu, setelah CEO Meliá Gabriel Escarrer Jaume melakukan tur Asia Pasifik dengan mengunjungi China, Thailand, Vietnam, dan Indonesia.

Sejak buka di Bali tahun 1985 menjadi hotel pertama dalam ekspansi di luar Spanyol, Meliá berupaya fokus bidik pasar Asia. Saat ini, Melia memiliki properti di tujuh negara melalui empat brand hotelnya: Gran Meliá Hotels & Resorts, Meliá Hotels & Resorts, Sol by Meliá, dan INNSIDE by Meliá. Demikian keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id di Jakarta, Senin (12/11/2018).

Meliá memprediksi pertumbuhan bisnis di area ini dapat berkontribusi pada keuangan perusahaan secara global. Asia Pasifik juga dinilai memiliki potensi untuk bertumbuh pesat seperti pasar Karibia di mana Meliá berhasil menjadi salah satu pemain besar bisns perhotelan.

Perusahaan juga berencana untuk memperkenalkan dua merek hotel lain ke pasar Asia, yaitu ME by Meliá dan Paradisus by Meliá. Selama tur berlangsung, Meliá juga menandatangani perjanjia tiga hotel baru, yakni Meliá Hoi An dan Meliá Phu Quoc di Vietnam serta Meliá Phuket Karon di Thailand. Semua hotel itu dijadwalkan beroperasi penuh pada tahun 2022.

Selama enam tahun terakhir, perusahaan dinilai berhasil mempertahankan pertumbuhan yang stabil di Asia Pasifik. Pasalnya, perusahaan memulai ekspansi dengan hanya enam hotel, namun kini tumbuh menjadi 51 hotel, baik yang telah beroperasi maupun yang berada dalam tahap pipeline.

Gabriel Escarrer mengungkapkan, sebagai perusahaan hotel terbesar nomor tiga di Eropa, pihaknya optimistis akan pertumbuhan Meliá Hotels International di Asia Pasifik. “Sejalan dengan sifat pasar yang sangat dinamis ini, kami berharap dapat melanjutkan momentum dan komitmen kami di Asia Pasifik,” ujar Gabriel.

Sebagai negara pertama dalam ekspansi perusahaan ke luar negeri, Indonesia memegang posisi strategis bagi Meliá di mana delapan hotel telah beroperasi penuh di negeri ini. Adapun, perusahaan berencana menambah properti hingga mencapai 16 hotel yang berlokasi di kota-kota, seperti Jakarta, Yogyakarta, Makassar, dan Bali.

Selain Indonesia, Meliá juga memantapkan kehadiran mereka di China dengan tiga properti dan tujuh properti dalam tahap perencanaan (pipeline). Sementara di Vietnam, Meliá memiliki sepuluh properti yang sudah beroperasi dan akan segera diresmikan. Sedangkan di Thailand, perusahaan telah mengoperasikan empat hotel yang dua lainnya berada dalam tahap perencanaan. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Azerbaijan Kampanye Branding Wisata Baru

this formate

AZERBAIJAN, bisniswisata.co.id: Terletak di persimpangan Eropa dan Asia Barat Daya, Azerbaijan merupakan salah satu negara dengan perkembangan pariwisata tercepat di dunia. Kendati demikian, jumlah turis yang melirik Azerbaijan sebagai destinasi berlibur masih sedikit dibandingkan negara-negara Eropa lainnya.

Padahal kesaratan budaya, ragam objek wisata dan kuliner khas setempat sesungguhnya ampuh menggoda turis datang kembali setelah berkunjung ke sini. Kota Baku dengan Istana Shirvanshah dan Menara Maiden yang bertempat bahkan menjadi salah satu bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 2000.

Melihat fakta tersebut, pemerintah Azerbaijan mulai giat mengajak turis menengok keindahan wisata yang mereka tawarkan dengan kampanye branding wisata baru bernama Take a Look atau Lihatlah.

Mengutip Lonely Planet pada Senin (12/11), kampanye wisata ini diharapkan dapat menggadakan jumlah kedatangan wisata di Azerbaijan hingga tahun 2023. Kebanyakan pelancong di Azerbaijan berasal dari Rusia, Georgia, Iran, Turki dan Arab.

Namun, Azerbaijan ingin memikat lebih banyak turis dari Eropa, Timur Tengah, China, Asia Tengah dan Tenggara. “Kampanye ini akan menyibak kisah dan sudut unik yang dimiliki Azerbaijan. Penduduk lokal akan sangat bersemangat untuk berbagi budaya mereka kepada turis yang datang,” ungkap Florian Sengstschmid selaku Pejabat Eksekutif Dewan Pariwisata Azerbaijan.

Kampanye diluncurkan setelah tahun lalu sistem visa online diluncurkan untuk 81 negara, termasuk Indonesia. Kazakhstan dan Uzbekistan juga melakukan hal yang serupa, sehingga kedua negara bisa sekaligus dikunjungi dari Azerbaijan.

Selain itu, Azerbaijan juga akan menjadi tuan rumah perhelatan acara olahraga papan atas seperti Formula 1 Azerbaijan Grand Pix dan UEFA Europe League Final di tahun 2019. Dengan digelarnya acara-acara bergengsi tersebut, diperkirakan industri pariwisata Azerbaijan akan turut menerima dampak baiknya. (EP)

Jaket Kulit “Bad” Michael Jackson Dilelang

this formate

NEW YORK, bisniswisata.co.id: Jaket kulit hitam “Bad” milik mendiang Michael Jackson, yang dia kenakan pada tur solo pertamanya, terjual seharga 298 ribu dolar AS, Sabtu (10/11) malam. Jaket itu terjual dalam pelelangan di New York, Amerika Serikat yang menampilkan berbagai macam benda milik para legenda musik. Di antaranya barang-barang milik Prince, Madonna, John Lennon dan yang lainnya.

Harga jaket tersebut sekitar tiga kali lipat dari harga aslinya. Lelang Julien memiliki harga asli yang diminta sebesar 100 ribu dolar AS untuk jaket yang ditandatangani Jackson di bagian belakang dengan spidol permanen perak. Jaket ini dipakai di seluruh tur konser dunia “Bad” sejak 1987 hingga 1989.

Ini adalah salah satu kostum ikonik paling terakhir milik Michael di samping jaket kulit merah dan hitam dalam video musik “Thriller”. Kedua jaket tersebut terjual seharga 1,8 juta dolar AS pada lelang di tahun 2011.

Jackson telah menjadi salah satu selebritas yang paling banyak ditagih sejak kematian mendadaknya pada 2009 di Los Angeles. Dia mangkat pada usia 50 tahun dari overdosis anestesi yang ia gunakan sebagai bantuan tidur.

Jaket “Bad” itu terjual kepada seorang pengusaha dari Texas dan filantropis, Milton Verret. Dia membeli hampir 100 barang lainnya dari koleksi memorabilia rock n roll yang besar.

Mengangkat tema Ikon & Idola: Lelang Rock-N-Roll hasil lelang diumumkan selama dua hari pada Sabtu malam. Dalam lelang ini juga menampilkan gitar listrik yang dimainkan oleh Bob Dylan, Paul McCartney, Eric Clapton, dan anggota band U2 The Edge and Bono.

Sebuah gitar milik Prince yang ia gunakan dalam penampilan panggung terakhirnya pada 2016 terjual seharga 156.250 dolar AS. “Selain itu, jaket motor yang dikenakannya pada film tahun 1984 berjudul Purple Rain terjual seharga 37.500 dolar AS,” ujar seorang petugas lelang.

Hasil dari lelang tersebut akan disumbangkan ke badan amal MusicCares. Ini adalah salah satu organisasi dari Grammy Award yang menjadi penyelenggara Recording Academy. Organisasi ini bergerak untuk menyediakan layanan kesehatan bagi para musisi. (EP)