Gelombang Ekstrem, 140 Wisatawan Terjebak di Pulau Karimun Jawa

this formate

KARIMUN JAWA, bisniswisata.co.id: Sedikitnya 140 wisatawan domestik yang menikmati pergantian tahun di Pulau Karimun Jawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, tidak bisa pulang. Mereka terjebak gelombang laut ekstrem, dan tak satupun kapal wisata berani menerjang ombak ganas.

Padahal BMKG pada 31 Desember 2018 sudah mengeluarkan Peringatan dini mengenai gelombang tinggi di wilayah perairan Pulau Jawa, termasuk Pulau Karimun Jawa. BMKG memperkirakan gelombang tinggi tersebut akan ada sampai Kamis (3/1/2019).

“Hingga kini, ketinggian gelombang laut di Jepara masih berkisar 2,5 meter dan kecepatan angin 5 sampai 30 knot. Sehingga tidak aman untuk aktivitas pelayaran,” kata Kepala Bidang Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara Suroto di Jepara, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (2/1/2019).

Dilanjutkan, kapal penyeberangan dari Jepara ke Karimun Jawa tak bisa beroperasi menyusul gelombang tinggi sejak Senin (31/12) hingga kini. Saat ini jumlah wisatawan yang belum bisa menyeberang ke Jepara berkisar 140 orang dari sebelumnya mencapai 200-an orang. Sebagian wisatawan, ada yang memanfaatkan transportasi udara, jika memang memiliki agenda mendesak untuk segera pulang.

Untuk bisa pulang menggunakan pesawat terbang dari Karimun Jawa ke Semarang, wisatawan harus bersabar karena kapasitas pesawat hanya berkisar 60-an penumpang. “Informasinya, Pemprov Jateng akan mengupayakan penambahan frekuensi penerbangan agar bisa mengangkut wisatawan yang masih tertahan di Pulau Karimun Jawa,” ujarnya.

Gelombang tinggi terjadi di Perairan Laut Jepara setiap musim baratan merupakan hal biasa terjadi setiap bulan Desember, Januari hingga Februari. Pihak biro wisata tentunya sudah memberikan penjelasan kepada wisatawan pada bulan-bulan itu rawan terjadi gelombang tinggi, sehingga ketika berlibur pada bulan-bulan memang harus siap menerima konsekuensi tidak bisa pulang sesuai jadwal.

“Jika ingin pulang menggunakan kapal penumpang, tentunya harus menunggu gelombang laut kembali normal karena saat ini memang tidak aman untuk aktivitas penyeberangan,” ujarnya sambil menambahkan untuk memastikan jumlah wisatawan yang tertahan di Karimun Jawa, Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara sedang melakukan pendataan ulang hari ini (2/1).

Syahbandar Jepara, Trijoto menambahkan gelombang tinggi memang terjadi sejak Senin (31/12), sehingga diterbitkan larangan kapal penumpang beroperasi demi keselamatan penumpang. “Karena hingga sekarang gelombang di laut masih mencapai 2,5 meteran lebih, maka larangan tersebut kembali diperpanjang sambil menunggu kondisi cuaca kembali normal,” ujarnya seperti dilansir Antara.

Wisatawan yang masih tertahan di Karimun Jawa, kata dia, memiliki alternatif pulang dengan naik pesawat. Trijoto memastikan wisatawan sudah mengetahui konsekuensinya ketika berlibur pada musim baratan seperti sekarang, sehingga harus menyiapkan anggaran yang lebih ketika kapal penumpang tidak bisa beroperasi dan memilih alternatif menggunakan pesawat dengan biaya perjalanan yang lebih mahal.

Camat Karimunjawa Karnanajeng saat dihubungi melalui sambungan telepon, sampai saat ini masih ada 297 wisatawan yang masih tertahan di Karimunjawa. “Kalau saat ini, sementara mereka masih dikoordinir oleh biro perjalanan yang memberangkatkan wisatawan. Mereka masih tinggal di hotel,” kata Karnanajeng, Rabu (2/1/2019).

Jumlah tersebut, katanya, bisa jadi berkurang karena ada jadwal penerbangan dari Bandara Dewandaru Karimunjawa ke Semarang pada hari ini. “Mungkin berkurang hari ini, karena ada penerbangan,” katanya.

Dia menuturkan, penutupan penyebarangan dari Pelabuhan Kartini menuju Karimunjawa, atau sebaliknya terjadi sejak 31 Desember 2018. Penutupan tersebut lantaran gelombang tinggi yang terjadi di perairan utara Jawa. “Termasuk perairan di utara Jepara,” tuturnya. (EP)

Gaun Rancangan Desainer Indonesia Diminati Selebriti Dunia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Talenta desainer Indonesia di kancah global semakin diakui. Selebriti mancanegara pun tak ragu menggunakan karya mereka. Salah satunya adalah bintang reality show Khloe Kardashian, memilih gaun rancangan desainer Monica Ivena.

Gaun custom-made berupa atasan crop-top berwarna putih dengan berhiaskan payet bermotif bintang berkilauan, sehingga menambah kesan wah. Berikut rok tulle bertumpuk juga berwarna putih sehingga terkesan dramatis. Tak cuma Khloe, putrinya, True Thompson kompak dengan busana kembar. True bahkan memakai turban putih karya Rinaldy A. Yunardi.

Karya Monica, seperti dilansir kompas.com, Selasa (2/1/20189), juga pernah dipakai oleh selebriti seperti Tracee Ellis Ross, Clara Lee, dan Guan Xiaotong. Monica merupakan lulusan dari LPTB Susan Budihardjo Fashion School di Jakarta. Ia mendirikan lini busana bespoke pada 2011, dan berekspansi dengan meluncurkan lini busana pengantin dan gaun malam L’Heritier pada April 2015.

Garis rancangannya yang feminin dan penuh detail membuat karya-karyanya banyak disukai. Tak kalah membanggakan, karya desainer Mety Choa juga pernah dipakai di karpet merah oleh supermodel Gigi Hadid, Janice Man, Kat Graham, hingga Gwen Stefani.

Mety Choa memulai karier tahun 2004 setelah menamatkan studinya di Raffles La Salle Singapura. Memilih nama Maison Met sebagai brand, Mety membuat gaun pengantin yang dibuat khusus, gaun malam, serta gaun coctail, yang elegan dan gemerlap.

Untuk debut internasionalnya, kedua desainer ini tergabung di bawah naungan agen konsultan merk dan PR, The Clique. Agensi tersebut juga mewakili desainer Indonesia lainnya seperti Adrian Gan, Didi Budiardjo, dan Rinaldy Yunardi.

Selain itu, sejumlah desainer Indonesia juga semakin mendunia lewat karya mereka sepanjang 2018. Mereka menoreh prestasi lewat buah desainnya yang membungkus tubuh para artis Hollywood. Tentu saja, pencapaian ini sekaligus membuktikan eksistensi desainer Indonesia di kancah mode global. Karya mereka yang mendapat pengakuan itu sekaligus membuka pintu bagi perancang lokal yang menggarap pasar internasional.

Desainer tanah air antara lain Diana Putri, Desainer asal Surabaya, Jawa Timur, ini tiba-tiba menjadi sorotan Agustus lalu ketika Ariana Grana memakai two-piece minidress serba emas rancangannya di panggung MTV Video Music Awards (VMA) 2018.

Diana mengatakan, gaun tersebut memang dibuat khusus untuk pelantun ‘Thank U, Next’ ini. Pembuatannya sendiri menelan waktu selama lima hari sampai-sampai dia hanya tidur selama empat jam per hari. “Tapi saya seneng banget, bersyukur banget gaunnya dipakai Ariana di ajang yang paling bergengsi,” imbuhnya. Pada Oktober, giliran Nicki Minaj yang memakai karya Diana untuk video klip ‘Goodbye’.

Juga Tahun 2018 menjadi tahun bagi desainer Rinaldy A. Yunardi. Yungyung, begitu sapaan akrabnya, menghasilkan aksesori spektakuler yang mewarnai penampilan selebriti papan atas Hollywood. Sebut saja Beyonce, Nicki Minaj, Lady Gaga, Kylie Jenner, hingga Mariah Carey.

Tanpa terkecuali Madonna yang memakai mahkota salib karya Yung Yung di ajang fashion bergengsi MET Gala 2018 pada Mei lalu. “Bahagia banget. Bagaimana tidak bahagia? Setiap saya ditanya siapa yang ingin saya pakaikan karya saya, selalu jawab Madonna. Dia seorang fashion ikon, selalu tampil spektakuler,” ungkap Rinaldy A. Yunardi kepada Wolipop kala itu.

Nasib lucky yang sama juga dirasakan desainer Sebastian Gunawan. Tak cuma jago di kandang, desainer yang akrab dipanggil Seba ini, juga beberapa kali merancang gaun untuk para bintang internasional. Salah satunya Kesha.

Kesha memakai gaun dari koleksi couture Seba ketika manggung di ‘Elton John: I’m Still Standing – A Grammy Salute at The Theater Grammy Awards, Maret lalu. Ketika itu, Kesha sedang menjadi sorotan menyusul hadirnya gerakan ‘Me Too’ bagi para korban kekerasan seksual. Pelantun ‘Tik Tok’ itu pernah menjadi target pelecehan oleh produsernya.

Selain itu, desainer Cynthia Tan. Desainer muda kelahiran 1991 ini diminta mendesain sebuah vest berbahan tenun NTT untuk sang pelantun ‘You Are the Reason’. “Supaya bisa dipakai lagi nanti. Calum juga bisa sekalian mempromosikan budaya Indonesia,” kata Cynhtia. Paletnya pastel karena sesuai dengan karakter lagu-lagu Calum yang melankolis. Sebelumnya, karya Cynthia juga pernah dipakai para personel Boyzone dan Charlie Puth.

Disampaing itu, Nama Peggy sebetulnya sudah tak terlalu asing di kalangan selebriti Hollywood mengingat karyanya sudah pernah beberapa kali membungkus tubuh mereka. Terakhir, akrtis Awkwafina, pemeran Peik Lin Goh di ‘Crazy Rich Asians’ yang memakai gaun Autumn-Winter 2017 saat tampil di sebuah acara TV November lalu. (EP)

Awan “Gelombang Tsunami”, 5 Pesawat Berputar-putar di Langit Makassar

this formate

MAKASSAR, bisniswisata.co.id: Saat awan berbentuk gelombang tsunami atau awan kumulonimbus menggulung di langit Kota Makassar, lima pesawat yang hendak mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar terpaksa harus di atas udara sambil menunggu cuaca membaik. Kelima pesawat tersebut terpaksa berputar-putar di ruang udara Makassar hingga 20 menit, dan baru bisa mendarat saat cuaca mulai membaik.

“Saat awan kumulonimbus menggulung di langit Kota Makassar, Selasa (1/1) sore, ada lima pesawat mengalami penundaan mendarat. Pesawat itu berputar-putar terlebih dahulu di atas sekitar 15 hingga 20 menit, lalu mendarat setelah cuaca mulai membaik,” ungkap General Manager AirNav Indonesia cabang Makassar Air Traffic Service Centre (MATSC) Novy Pantaryanto, Rabu (2/1/2019).

Novy mengatakan, awan berbentuk gelombang tsunami tersebut merupakan awan yang sangat berbahaya. Di dalam gumpalan awan cumulonimbus itu terdapat partikel-partikel petir, es, dan lain-lainnya yang sangat membahayakan bagi penerbangan. Awan cumulonimbus inilah yang paling dihindari pilot karena di dalam awan itu juga terdapat pusaran angin.

“Sangat mengerikan itu awan kumulonimbus. Kalau kita liat angin puting beliung, ekor angin itu ada di dalam awan cumulonimbus. Awan ini juga dapat membekukan mesin pesawat, karena di dalamnya terdapat banyak partikel-partikel es. Terdapat partikel petir dan sebagainya di dalam awan itu,” terangnya seperti dilansir Kompas.com

Meski awan cumulonimbus dianggap membahayakan bagi penerbangan, kata Novy, pihaknya telah mempunyai alat radar cuaca pada rute penerbangan yang bisa melacak cuaca hingga radius 100 km. Karna itu, jika terlihat awan cumulonimbus pada radar, pihaknya langsung menyampaikan hal itu dan pilot akan membelokkan pesawat hingga 15 derajat.

“Tidak ada pilot yang berani menembus awan cumulonimbus. Jadi kita mempunyai radar cuaca dan berkoordinasi dengan BMKG sehingga data dari BMKG yang diperoleh terkait cuaca buruk akan disampaikan kepada pilot. Jadi cuaca buruk yang terjadi, aman bagi lalu lintas penerbangan,” terangnya.

Novy menambahkan, awan cumulonimbus berada diketinggian 1.000 hingga 15.000 kaki sehingga penerbangan dengan ketinggian 30.000 hingga 40.000 kaki aman bagi pesawat. “Jadi, lalu lintas penerbangan aman jika ada cuaca buruk yang mengancam,” tambahnya.

Menurut prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Nur Asia Utami menjelaskan peristiwa munculnya awan gelombang tsunami itu dikenal sebagal cell awan kumulonimbus yang cukup besar. Biasanya, awan cumulonimbus tersebut disertai hujan deras, petir, dan angin kencang.

“Peristiwa tersebut dikenal sebagai cell awan kumulonimbus yang cukup besar, biasanya menimbulkan hujan deras disertai kilat atau petir dan angin kencang. Periode luruhnya awan tersebut tergantung besarnya, bisa 1-2 jam,” katanya.

Nur Asia Utami menuturkan, awan cumulonimbus ini berpotensi terjadi di beberapa wilayah di Sulawesi Selatan, khususnya pesisir barat dan selatan. “Awan cumulonimbus bisa terjadi di beberapa daerah di Sulawesi Selatan. Bahkan, di Kota Makassar awan ini bisa tumbuh kembali,” tuturnya sambil menambahkan awan cumulonimbus ini sangat berbahaya. Bahkan, membahayakan bagi lalu lintas penerbangan. (EP)

Cuaca Buruk, Kunjungan Wisatawan ke Danau Kelimutu Terpuruk

this formate

ENDE, bisniswisata.co.id: Koordinator wisata Taman Nasional Kelimutu, Daniel F mengatakan, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Danau Kelimutu di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpuruk alias menurun akibat cuaca kurang bersahabat.

“Kalau dibandingkan tahun lalu terjadi penurunan, ini diakibatkan cuaca yang kurang baik. Hujan deras tanggal 27-31 Desember jadi kendala bagi pengunjung,” kata Daniel di Ende, Selasa (2/1/2019).

Daniel menjelaskan, data pengunjung selama libur Natal tahun 2018 tanggal 24-31 Desember 2018, wisatawan Nusantara sebanyak 2.974 orang dan wisatawan mancanegara 207 orang. Pada puncak kunjungan tanggal 26 Desember 2018, wisatawan nusantara tercatat 1.050 orang dan mancanegara 26 orang.

Sementara, data pengunjung selama libur Natal 2017, 24-31Desember 2017, wisatawan nusantara sebanyak 3.661 orang dan mancanegara 273 orang. Pada puncak tanggal 26 Desember 2017, wisatawan domestik sebanyak 1.032 orang dan mancanegara 27 orang. “Beberapa tahun sebelumnya pengunjung di Taman Nasional Kelimutu meningkat sangat pesat karena kondisi cuaca sangat mendukung.” paparnya.

Target kunjungan wisatawan diharapkan ada lonjakan pada akhir tahun 2018, mengingat Danau Kelimutu, danau tiga warna obyek wisata yang cukup terkenal di Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) dikabarkan kembali berubah warna pada bulan Desember 2018.

Tidak seperti biasanya, setiap tahun danau ini berubah warna pada bulan Februari-Maret, namun tahun ini terjadi pada bulan Desember. “Jadi tahun ini perubahannya lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya Februari-Maret, tetapi ini di Desember sudah mengalami perubahan,” kata Kepala Balai TN Kelimutu, Agus Sitepu seperti dilansir laman Kompas, Selasa (2/1/2019).

Dijelaskan, perubahan warna air Danau Atapolo terpantau berubah warna dalam 1 bulan terakhir dari hijau toska ke hijau tua/daun dan beberapa hari ini hijau dominan kecoklatan. Perubahan warna danau itu umumnya diperkirakan interaksi perubahan aktivitas vulkanik, geologi, dan faktor luar hujan matahari sehingga mempengaruhi komposisi kandungan air danau ditambah pantulan.

Berdasarkan informasi dari pos pemantau, gunung api Kelimutu dalam kondisi masih termasuk normal. Jadi, perubahan warna air danau tidak mempengaruhi aktivitas gunung. (EP)

Survei: Turis China Pilih Indonesia Jadi Tujuan Utama

this formate

BEIJING, bisniswisata.co.id: Indonesia masih menjadi salah satu tujuan utama wisatawan asal Tiongkok untuk mengisi waktu liburan pergantian tahun seperti hasil survei Tuniu.com.

Penyedia jasa perjalanan wisata daring di Tiongkok itu menyebutkan beberapa negara yang menarik minat wisatawan asal daratanTiongkok selama musim liburan akhir tahun itu adalah Jepang, Thailand, Singapura, Vietnam, Malaysia, Prancis, Italia, Swiss, Indonesia, dan Jerman.

Negara-negara di Eropa masih sebagai negara tujuan utama liburan Natal. Namun mereka yang menginginkan kehangatan sinar matahari dan pantai yang bersih, negara-negara Asia Tenggara, seperti Indonesia dan Thailand masih sangat menarik, terutama sejak negara-negara tersebut memberlakukan kebijakan bebas visa.

Seperti dilansir Antara, Rabu (2/1/2019), juga memajang beberapa paket wisata ke Indonesia, terutama Manado dan Bali, dengan harga paling murah antara 1.999 RMB hingga 23.370 RMB atau sekitar Rp4,2 juta hingga Rp49 juta.

Hal itu menunjukkan bahwa rentetan peristiwa bencana alam, termasuk kecelakaan transportasi udara di Indonesia belum mengubah cara pandang wisatawan Tiongkok pada Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata menarik di dunia.

Pada tahun ini Kementerian Pariwisata RI menargetkan 2,6 juta kunjungan wisatawan asal China. Selama periode Januari-Oktober 2018 kunjungan wisatawan Tiongkok baru terealisasi sebanyak 1,87 juta.

Hasil survei dengan responden berusia antara 19 hingga 35 tahun itu juga menyebutkan bahwa anak muda China menikmati liburan di belahan bumi bagian utara, seperti Finlandia, Norwegia, Islandia, dan Denmark.

Memang beberapa wilayah daratan China bertemperatur sangat dingin, beberapa wisatawan lebih memilih terbang ke belahan selatan untuk menghabiskan pergantian tahun di Australia, Selandia Baru, dan Mauritius, yang akan mengakhiri musim semi dan menyambut musim panas.

Survei tersebut juga menunjukkan bahwa 70 persen responden menghabiskan waktu liburan sekitar tiga hari mulai tanggal 30 Desember 2018 sampai 1 Januari 2019. Sekitar 64 persen dari responden merupakan kalangan perempuan. Para responden yang rata-rata anak muda itu mengaku berlibur dengan teman atau orang tua.

Penjualan tiket untuk musim liburan naik 30 persen. Kereta api cepat menjadi pilihan utama para wisatawan domestik. Dengan dibukanya jaringan kereta cepat Guangzhou-Shenzhen-Hong Kong, ada gelombang wisatawan Tiongkok ke Hong Kong menyaksikan pesta kembang api dan mengunjungi Disneyland pada malam pergantian tahun, sebagaimana unggahan di laman berita Sina Weibo.

Tren baru wisatawan domestik Tiongkok adalah berlibur di pemandian air hangat dan memanjakan diri dengan spa di beberapa kota, seperti Hangzhou, Nanjing, Suzhou, Changzhou, dan Ningbo. (EP)

Yogyakarta Kejar Peningkatan Kualitas Pariwisata

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Pariwisata Kota Yogyakarta punya strategis baru pada tahun 2019. Dengan berupaya keras meningkatkan kualitas pariwisata, karena tidak ingin sekadar mengejar peningkatan kuantitas atau jumlah kunjungan wisatawan selama satu tahun ke depan, namun akan memperhatikan peningkatan kualitas pariwisata.

“Kami ingin memastikan bahwa Yogyakarta akan tetap menjadi magnet pariwisata di DIY. Apalagi, akan ada banyak penambahan infrastruktur baru yang harus bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pariwisata di Yogyakarta seperti bandar udara baru,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono di Yogyakarta, Rabu (2/1/2019).

Menurut dia, peningkatan kualitas pariwisata salah satunya dapat diukur melalui lama tinggal wisatawan di Kota Yogyakarta. Saat ini, lama tinggal wisatawan rata-rata berkisar pada angka 1,9 hari, khususnya untuk wisatawan domestik.

Pada 2019, Yunianto berharap akan ada peningkatkan lama tinggal wisatawan di Yogyakarta menjadi lebih dari dua hari. Sebab, lama tinggal wisatawan akan memberikan multiplier effect terhadap kesejahteraan masyarakat di Yogyakarta.

“Penerimaan pajak hotel dan restoran pasti akan meningkat. Wisatawan juga akan lebih banyak berbelanja di Yogyakarta. Tentunya, hal ini akan berpengaruh pada peningkatan kesejahteraan warga,” katanya.

Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pariwisata di Yogyakarta adalah menambah berbagai atraksi wisata pada malam hari. Hal ini termasuk meningkatkan kualitas akomodasi yang nyaman bagi wisatawan, sambungnya seperti dilansir Antara.

Yunianto mengatakan, kekuatan aspek pendukung pariwisata yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan adalah dari wisata kuliner dan wisata belanja. Saat ini, Pasar Beringharjo yang menjadi pasar tradisional terbesar di Kota Yogyakarta sudah buka sampai malam hari, khususnya pedagang batik dan souvenir.

Sedangkan wisata kuliner, ada banyak tempat makan bisa dijadikan tujuan wisatawan saat malam hari dengan suasana yang nyaman dan menu yang unik. Kedua hal ini yang perlu diperkuat karena Yogyakarta tidak memiliki sumber daya alam untuk wisata alam seperti daerah lain.

“Silahkan saja jika pada siang hari para wisatawan itu berkunjung ke objek-objek wisata alam di kabupaten lain di DIY, tetapi mereka tetap menginap dan berbelanja di Yogyakarta,” katanya.

Terkait jumlah kunjungan wisatawan, Yunianto mengatakan, Dinas Pariwisata Yogyakarta menargetkan peningkatan dari tahun ke tahun. “Target kunjungan wisatawan pada 2018 adalah 3,3 juta orang dengan 400.000 di antaranya adalah wisatawan mancanegara,” katanya.

Sedangkan pada 2019, ditargetkan meningkat menjadi 3,47 juta dan terus meningkat hingga 2022 mencapai 4 juta wisatawan termasuk wisatawan domestik dan mancanegara. (EP)

1 Januari 2019, Malaysia Larang Merokok di Restoran

this formate

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id: Pemerintah Malaysia mengeluarkan larangan merokok di semua tempat makan, restoran termasuk luar ruangan di seluruh Malaysia. Larangan ini mulai berlaku efektif tepat tengah malam 1 Januari 2019.

Dilansir dari Channel News Asia, Selasa (1/1/2019), larangan ini adalah bagian dari Regulasi Pengendalian Tembakau 2018, untuk melindungi publik dari paparan asap rokok, ungkap Dirjen Kementerian Kesehatan Noor Hisham Abdullah.

“Warga tidak diperbolehkan merokok di seluruh tempat makan, entah itu ber-AC atau tidak. Aturan ini berlaku di dalam dan luar ruangan gedung di seluruh tempat makan, restoran, food court dan lainnya,” tegas Noor.

Kementerian menambahkan larangan ini meliputi seluruh tempat makan termasuk kedai kecil atau tempat makan bergerak, termasuk restoran di kapal dan kereta. Menyesuaikan aturan baru ini, Noor Hisham mengingatkan para pemilik usaha tempat makan agar memindahkan semua asbak dan memasang rambu larangan merokok di tempatnya.

Pelanggar yang kedapatan merokok di tempat makan Malaysia, akan didenda RM 10.000 (Rp 34,7 juta) atau dipenjara maksimal dua tahun. Sementara pemilik tempat makan yang tidak memasang tanda larangan merokok di denda RM 3.000 (Rp 10 juta) atau penjara enam bulan, dan jika menyediakan fasilitas merokok dikenakan denda RM 5.000 (Rp 17 juta) atau penjara hingga satu tahun.

Selain Malaysia, pemerintah Singapura juga menaikkan batas usia minimal perokok dari 18 tahun menjadi 19 tahun, sebagai bagian dari rencana Singapura untuk menaikkan usia perokok sampai 22 tahun pada 2022.

Bahkan, Terhitung mulai 1 Januari 2019 kawasan Orchard Road di Singapura akan menjadi kawasan tanpa rokok. Larangan ini terbitkan oleh Badan Nasional Lingkungan Hidup Singapura atau NEA pada Desember 2018.

Dikutip laman asiaone.com, dengan diberlakukannya larangan tersebut, maka seluruh restoran di sepanjang area Orchard Road harus menutup ruangan merokok mereka selambatnya 31 Desember 2018. Di bawah undang-undang rokok, maka seseorang yang menyalakan rokok atau apapun produk yang berasal dari tembakau, akan dianggap telah melanggar undang-undang tersebut.

NEA mengatakan para perokok harus mulai membiasakan diri dengan aturan baru ini di kawasan Orchard Road. Operator dan manajer restoran berdasarkan hukum boleh meminta orang yang merokok agar mematikan rokok mereka atau meminta mereka pergi ke area yang diperbolehkan merokok jika mereka ingin terus merokok.

NEA dalam keterangannya mengatakan akan mulai melakukan pendekatan pemberlakuan kawasan bebas rokok mulai 1 Januari 2019 sampai 31 Maret 2019. Itu artinya mereka yang kedapatan merokok di area publik yang tak membolehkan asap rokok, akan mendapat peringatan verbal atau nasehat dari aparat atau relawan.

Aparat keamanan dan relawan yang akan memperingatkan para perokok ini, akan mudah diidentifikasi karena mereka menggunakan seragam polo warna biru dengan pin bertulis zona dilarang merokok. Mereka akan menunjukkan pada para perokok area yang dibolehkan untuk merokok. (EP)

Libur Tutup Tahun, Pengusaha Vila Puncak Sambat

this formate

CIANJUR, bisniswisata.co.id: Pengusaha dan pengelola vila di kawasan Puncak-Cipanas, Cianjur, Jawa Barat sambat, mengeluh karena pengunjung pada libur panjang akhir tahun sepi.

“Libur panjang akhir tahun kali Ini, paling parah dibandingkan tahun sebelumnya. Sesepinya pengunjung masih ada empat sampai lima vila terisi. Namun tahun ini, tidak satupun vila yang terisi,” kata Ujang Dedi pengelola belasan Vila di Desa Sukatani, Kecamatan Pacet pada wartawan Selasa (1/1/2019).

Dijelaskan, tahun sebelumnya satu bulan menjelang akhir tahun dari 13 Vila yang dikelolanya tujuh diantaranya sudah terpesan dan akan terisi penuh dua hari menjelang pergantian tahun. Namun tahun ini, dia terpaksa menutupi biaya operasional dari kantong sendiri karena sepinya pemesan.

Dia dan pengelola vila lainnya, menduga sepinya angka kunjungan ke kawasan tersebut disebabkan sejumlah faktor seperti belum tuntasnya perbaikan jalan yang amblas di kawasan Puncak. Faktor lain adalah ditutupnya jalur menuju Puncak-Cianjur dari kedua arah Bogor dan Cianjur serta merebaknya isu gempa dan bencana alam lainnya di kawasan tersebut.

“Beberapa pekan sebelumnya kalau untuk beberapa pesanan sudah masuk, namun mereka membatalkan karena isu bencana alam mengancam kawasan Puncak. Harapan kami kedepan tidak ada lagi isu dan angka kunjungan tetap meningkat,” katanya seperti dilansir Antara.

Hal yang sama diakui pengelola hotel berbagai kelas di kawasan tersebut, target kamar yang mereka miliki terisi penuh, hanya mencapai 80 persen yang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan tahun lalu, sebagian besar hotel berbintang dan kelas melati terpaksa menolak tamu yang datang.

“Tahun ini angka hunian menurun drastis. Dari seratusan kamar yang tersedia, hanya 70 persen yang terisi, sebagian besar pemesan merupakan langanan lama dari Jabodetabek. Berbagai faktor penyebab salah satunya perbaikan jalur utama yang belum tuntas,” kata Iman staf hotel berbintang di Jalan Raya Cipanas-Puncak. (EP)

Tren Kuliner 2019 Diprediksi Jadi Gaya Hidup

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pada tahun 2019, para ahli kuliner memprediksi tren di dunia kuliner yang semakin digemari. Makanan, minuman, dan gaya hidup kuliner di 2018 setidaknya membawa sedikit pengaruh pada 2019.

Makanan dari daerah tropis juga kepedulian terhadap lingkungan diprediksi akan menjadi tren kuliner global 2019. Berikut adalah 10 hal di dunia kuliner yang diprediksi menjadi tren pada 2019, seperti dilansir Business Insider, Selasa (01/01/2019). Antara lain:

#. Makanan dari Negara Pacific Rim

Bahan makanan dari negara-negara yang berbatasan dengan Samudera Pasifik diprediksi akan semakin diminati. Contohnya makanan dari negara Amerika Selatan dan Asia. Ada buah naga, udang kering (ebi), terasi, sotong, dan sosis asal Filipina yakni longganisa.

#. Makanan Mengandung Probiotik

Probiotik diketahui memiliki efek yang baik bagi tubuh. Banyak terkadang pada makanan yang diawetkan seperti kimchi atau sauerkraut, tempe, kefir, Yogurt, Asinan kubis, Acar, Kombucha atau teh jamur dan Miso.

#. Lemak Tambahan

Merebaknya diet keto, paleo, grain free, bahkan paleo vegan, membuat banyak orang mencari sumber lemak tambahan. Ada berbagai bahan lemak tambahan di pasaran seperti butter kelapa yang diberi cokelat, bubuk MCT, atau kopi butter.

#. Makanan Beku yang Berbeda

Bahan makanan dan makanan yang dibekukan seperti alpukat, air kelapa, hummus, dan tahini semakin disukai. Beberapa bahan makanan beku seperti keju, es krim salju Taiwan, dan nieves de garrafa dari Meksiko akan semakin mudah ditemui.

#. Rumput Laut

Rumput laut adalah makanan pokok di Jepang, tak ada salahnya, orang Indonesia yang memiliki wilayah laut yang luas, mulai menyukai sayuran satu ini. Mengingat, rumput laut sangat padat nutrisi dan merupakan sumber yodium, mineral penting yang sering kali diabaikan dalam menu makanan kita.

#. Ekstrak Daging
Diprediksi camilan dengan ekstrak daging akan semakin diminati di 2019. Tambahan rasa umami semakin disukai entah di camilan atau makanan bungkusan. Selain lezat, ternyata daging sapi juga memiliki beberapa manfaat yang menguntungkan tubuh kita diantaranya Kaya protein dan zat besi, Dapat mencegah stroke dan diabetes, Meningkatkan sistem imun, Menjaga berat badan ideal dan Mempercepat peyembuhan luka

#. Pembelian yang Bermanfaat

Meskipun di Indonesia terbilang langka, di luar negeri tren pembelian makanan untuk imbas yang lebih besar mulai diminati. Misalnya camilan yang menggunakan bahan makanan yang ditanam oleh petani perempuan saja.

#. Kemasan Cinta Lingkungan

Di Indonesia sendiri mulai marak gerakan cinta lingkungan dari restoran. Bahan kemasan diganti yang lebih ramah lingkungan, tanpa pemakaian sedotan plastik, dan lainnya.

#. Camilan Berkualitas Tinggi

Camilan bisa berkualitas tinggi dan bergaya seperti keju di papan, prosiciutto, atau buah dan kacang kering semakin disukai di 2019.

#. CBD
Alias cannabidiol, kandungan yang terdapat pada tanaman ganja. Meskipun kandungan ini masih tabu dan ilegal di banyak negara salah satunya Indonesia, ternyata makanan dengan CBD diminati konsumen global. Ketika ada pameran kuliner, konfrensi inovasi makanan, dan pasar perkebunan lokal stan makanan dengan kandungan CBD ramai dikunjungi. (EP)

Pasca Tsunami, Objek Wisata Pantai di Lampung Ditinggal Pengunjung

this formate

BANDAR LAMPUNG, bisniswisata.co.id: Gelombang tsunami Selat Sunda yang menerpa kawasan pesisir Kabupaten Lampung Selatan dan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK), berdampak negatif bagi dunia pariwisata Lampung. Saat libur panjang pergantian tahun, destinasi wisata bahari pantai di Lampung ditinggalkan wisatawan.

Wisatawan lebih memilih berlibur wisata alam lainnya daripada menyerbu pantai. Terbukti libur Natal dan tahun baru, Selasa (1/1/2019). Destinasi wisata pantai dan pulau di pesisir Teluk Lampung sepi pengunjung. Jalan menuju objek wisata pantai di Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Pesawaran persis berada di perairan Teluk Lampung, tampak lengang dari kendaraan mobil dan motor.

Memang, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, liburan sekolah dan awal tahun baru, wisatawan lokal dan nasional memadati kawasan wisata pesisir Teluk Lampung, untuk menghabiskan waktu sehari tanggal merah. Jalan yang menuju tempat-tempat wisata pantai Bandar Lampung padat merayap, bahkan susah mencari lokasi parkir.

Destinasi wisata terkenal di perairan Teluk Lampung di antaranya, Pantai Mutun, Pulau Tangkil, Pulau Pahawang, Pantai Sari Ringgung, Pantai Klara hingga Teluk Kiluan, semuanya sepi pengunjung pascamusibah gelombang tsunami yang melanda kawasan pesisir Kalianda dan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan.

Selain itu, imbauan dari BMKG terkait dengan erupsi GAK berstatus Siaga level III agar menjauh dari pantai juga menjadi perhatian pengelola wisata pantai dan pulau.

Menurut Rudi Djunaedi, warga Desa Hanura, Pesawaran, pengunjung tempat wisata pantai dan pulau di Teluk Lampung tahun ini memang berbeda dengan tahun lalu. Biasanya, ujar dia, sejak pagi arus kendaraan yang menuju wisata pantai di pesisir Teluk Lampung sudah padat dan kerap terjadi kemacetan.

“Pokoknya, tahun ini yang liburan ke pantai dan pulau sepi. Barangkali mereka takut gelombang tinggi, atau juga mereka sudah pindah ke tempat lain,” kata Rudi Djunaedi seperti dilansir Republika.co.id di Desa Hanura, Pesawaran, Lampung, Selasa (1/1).

Meski ada pengunjung luar Lampung yang masih ingin berlibur ke tempat wisata pantai di Teluk Lampung, ia mengatakan mereka juga akan disuruh balik lagi oleh pengelola tempat wisata pantai tersebut. “Mereka banyak yang balik lagi, karena ditolak petugas wisata pantai tersebut. Mereka tidak mau bertanggung jawab kalau terjadi apa-apa, karena disuruh menjauh dari pantai,” ujarnya.

Sepinya pengunjung pantai untuk berlibur, berbanding terbalik dengan pengunjung tempat wisata alam. Destinasi wisata alam di kawasan Gunung Betung atau Taman Hutan Rakyat Wan Abdurrahman, mulai dipadati pengunjung untuk menghabiskan masa liburannya. Misalnya di Taman Rusa, Taman Kupu-kupu, Taman Bumi Kedaton, Lembah Hijau, Taman Villa Gardenia, dan juga Puncak Mas, serta Bukit Sakura.

Pengunjung menghabiskan masa liburan selain menyaksikan satwa dilindungi, juga dapat menikmati alam dan pemandangan laut dan pusat kota dari ketinggian bukit. “Kalau ke tempat wisata alam di bukit-bukit, lebih aman. Selain anak-anak dapat melihat satwa, juga alamnya indah,” kata Yani, warga luar Kota Bandar Lampung yang mengunjungi Taman Rusa di Sumber Agung, Kemiling.

Sedangkan tempat wisata lain seperti Puncak Mas dan Bukit Sakura, pengunjung dapat menikmati panorama alam kota Bandar Lampung dari ketinggian. Indahnya taman tersebut, membuat pengunjung betah berlama-lama menghabiskan waktu seharian dengan menikmati makanan yang dibawa dari rumah. (EP)