Home INDEX Cuaca Buruk, Kunjungan Wisatawan ke Danau Kelimutu Terpuruk

Cuaca Buruk, Kunjungan Wisatawan ke Danau Kelimutu Terpuruk

0
332
Wisnus melihat keindahan Danau Kelimutu NTT (Foto: www.vebma.com)

ENDE, bisniswisata.co.id: Koordinator wisata Taman Nasional Kelimutu, Daniel F mengatakan, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Danau Kelimutu di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpuruk alias menurun akibat cuaca kurang bersahabat.

“Kalau dibandingkan tahun lalu terjadi penurunan, ini diakibatkan cuaca yang kurang baik. Hujan deras tanggal 27-31 Desember jadi kendala bagi pengunjung,” kata Daniel di Ende, Selasa (2/1/2019).

Daniel menjelaskan, data pengunjung selama libur Natal tahun 2018 tanggal 24-31 Desember 2018, wisatawan Nusantara sebanyak 2.974 orang dan wisatawan mancanegara 207 orang. Pada puncak kunjungan tanggal 26 Desember 2018, wisatawan nusantara tercatat 1.050 orang dan mancanegara 26 orang.

Sementara, data pengunjung selama libur Natal 2017, 24-31Desember 2017, wisatawan nusantara sebanyak 3.661 orang dan mancanegara 273 orang. Pada puncak tanggal 26 Desember 2017, wisatawan domestik sebanyak 1.032 orang dan mancanegara 27 orang. “Beberapa tahun sebelumnya pengunjung di Taman Nasional Kelimutu meningkat sangat pesat karena kondisi cuaca sangat mendukung.” paparnya.

Target kunjungan wisatawan diharapkan ada lonjakan pada akhir tahun 2018, mengingat Danau Kelimutu, danau tiga warna obyek wisata yang cukup terkenal di Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) dikabarkan kembali berubah warna pada bulan Desember 2018.

Tidak seperti biasanya, setiap tahun danau ini berubah warna pada bulan Februari-Maret, namun tahun ini terjadi pada bulan Desember. “Jadi tahun ini perubahannya lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya Februari-Maret, tetapi ini di Desember sudah mengalami perubahan,” kata Kepala Balai TN Kelimutu, Agus Sitepu seperti dilansir laman Kompas, Selasa (2/1/2019).

Dijelaskan, perubahan warna air Danau Atapolo terpantau berubah warna dalam 1 bulan terakhir dari hijau toska ke hijau tua/daun dan beberapa hari ini hijau dominan kecoklatan. Perubahan warna danau itu umumnya diperkirakan interaksi perubahan aktivitas vulkanik, geologi, dan faktor luar hujan matahari sehingga mempengaruhi komposisi kandungan air danau ditambah pantulan.

Berdasarkan informasi dari pos pemantau, gunung api Kelimutu dalam kondisi masih termasuk normal. Jadi, perubahan warna air danau tidak mempengaruhi aktivitas gunung. (EP)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.