Awal 2019, Okupansi Hotel Semarang Loyo

this formate

SEMARANG, bisniswisata.co.id: Memasuki awal tahun 2019, okupansi sejumlah hotel di Kota Semarang Jawa Tengah (Jateng) mengalami kelesuan, loyo, bahkan ada hotel yang mengalami penurunan okupansi sampai 60%.

Public Relations Officer Santika Premiere Semarang, Yunita Dian mengatakan, okupansi Hotel Santika pada Januari ini mengalami penurunan signifikan.”Penurunnya cukup banyak, saat ini okupansi diangka 55% hingga 60%,” katanya, Senin (14/1/2019).

Dijelaskan, punurunan okupansi tersebut disebabkan sepinya kegiatan dari kantor-kantor pemerintahan. Padahal pemerintahan dan korporasi menjadi penyumbang terbesar untuk hotel berbintang dari sektor penjualan kamar ataupun MICE. “Kegiatan pemerintahan biasanya baru ramai pada akhir bulan ataupun awal bulan Februari, sektor Mice pun juga akan ramai,” jelasnya.

Asisten Manajer MG Setos Hotel, Erna Caroline menambahkan, hal sama turut terjadi di Hotel MG Setos, dimana dari sektor okupansi ataupun Mice masih berlum menggeliat di Januari ini. “Pada Desember lebih banyak segmen individual traveller karena bertepatan dengan momen libur sekolah, libur natal dan akhir tahun,” tuturnya.

Okupansi MG Setos saat ini, masih sekitar 50%. Sedangkan untuk menarik pengunjung, pihaknya tengah mempersiapkan program Imlek di bulan Februari mendatang, lontarnya seperti dilansir Bisnis.com.

Wakil Ketua PHRI Jateng Benk Mintosih mengatakan, setiap awal tahun tren okupansi hotel di Semarang mengalami penurunan. Kendati demikian, pihaknya optimistis jika jelang hari raya Imlek nanti okupansi hotel akan kembali naik. “Kami optimistis jika okupansi hotel akan kembali meningkat. Biasanya menjelang Imlek okupansi hotel akan mengalami kenaikkan,” katanya. (EP)

Happy Salma Miris Kondisi Teater di Tanah Air

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Industri teater di Indonesia masih belum menjadi industri yang berkembang layaknya industri perfilman. Bahkan Industri teater belum tumbuh dan pangsa pasarnya sangat minim. Kondisi inilah yang membuat Happy Salma merasa miris.

Karena itu, wanita kelahiran Sukabumi berupaya agar industri ini makin banyak dilirik pegiat seni dan menyedot penonton yang lebih banyak. Tak heran Happy Salma dan Titimangsa Foundation, yayasan yang dirintisnya bersama Yulia Evina Bhara, rutin menggarap proyek berhubungan dengan karya sastra, kepenulisan, dan seni pertunjukan (teater).

Pada 2 dan 3 Februari 2019, Titimangsa Foundation mempersembahkan pertunjukannya yang ke-39 berjudul Nyanyi Sunyi Revolusi. Pertunjukan ini berkisah tentang kehidupan cinta dan perjuangan Amir Hamzah, nasionalis sekaligus penyair angkatan Pujangga Baru.

“Tiap tahun saya berusaha mengalihwahanakan karya sastra. Pertunjukan ini saya anggap luar biasa karena hari ini banyak lulusan teater, seni, dan sastra bekerja di luar ilmunya,” kata aktris yang membintangi film Rectoverso, seperti dilansir Republika.co.id, Senin (14/01/2019).

Sebagai pegiat teater, Happy ingin agar penonton bisa menghargai seni pertunjukan dengan membeli tiket dan mengapresiasi kerja keras pelaku seni. “Kami sedang membangun ekosistem karena teater belum jadi industri. Bersyukur semakin hari teman-teman yang meminta tiket gratis semakin sedikit,” terang peraih Piala Citra 2010 ini.

Happy mengaku sangat mencintai sastra Indonesia sehingga konsisten menggali dan mengangkatnya dalam bentuk pertunjukan. “Ini saya lakukan karena rasa cinta. Kalau sekali dua kali mungkin euforia tapi saya berusaha lakukan terus menerus karena kecintaan terhadap sastra Indonesia,” kata ibu dua anak itu.

Beberapa karya Titimangsa antara lain memproduksi pentas teater Ronggeng Dukuh Paruk yang diadaptasi dari novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari pada 2009. Titimangsa juga memproduksi pementasan Monolog Inggit dan mengadaptasi roman Kuantar ke Gerbang. Happy Salma dan timnya juga memproduksi pentas teater Sukreni Gadis Bali hingga menghadirkan teater Bunga Penutup Abad hasil adaptasi dua novel Pramoedya Ananta Toer.

Menurut Happy setiap membuat pertunjukan diperlukan kecintaan yang besar. Dia menuturkan tantangan memproduksi pentas teater tidak hanya membuat pertunjukan, menjual tiket, mencari penonton, dan sebagainya.

“Kami juga menjalin silaturahni dengan meminta izin dan restu dari para ahli waris yang akan dipentaskan. Ini tentang bagaimana membangun kedekatan dengan keluarga. Tantangan seperti itu yang penuh ketidakpastian karena berhubungan dengan silaturahmi,” ujarnya. (EP)

Gaji Ditunda, Sekuriti Bandara AS Malas Masuk Kerja

this formate

WASHINGTON, bisniswisata.co.id: Para petugas keamanan atau sekuriti bandara federal Amerika Serikat (AS) ramai-ramai absen atau membolos secara massal setelah gaji mereka ditunda. Penundaan gaji itu karena layanan pemerintah AS sedang shutdown atau mengalami penutupan yang dipicu perseteruan Presiden Donald Trump dengan Kongres (Parlemen).

Shutdown pada hari Minggu waktu Washington sudah memasuki hari ke-23. Absennya para petugas keamanan bandara itu bisa berdampak buruk pada keamanan AS. Namun demikian, kondisi para penumpang pesawat di bandara federal tidak berpengaruh dan masih berjalan normal, tanpa antrean panjang.

Administrasi Keamanan Transportasi (TSA), agen yang bertanggung jawab untuk penyaringan keamanan bandara, mengatakan ketidakhadiran karyawan naik menjadi 7,7 persen dari 5,6 persen pada hari Sabtu. Angka absen ini lebih dari dua kali lipat dibanding periode tahun lalu.

TSA mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu bahwa keamanan belum dikompromikan di bandara AS. Para petugas penyaring termasuk di antara karyawan federal yang dibayar paling rendah. Gaji mereka akan dibayar setelah shutdown berakhir.

Sebuah concourse di Bandara Internasional Miami ditutup selama akhir pekan karena tidak cukup agen TSA yang hadir untuk seluruh pos pemeriksaan keamanan bandara.

Pihak bandara mengatakan bahwa mereka akan membuka kembali ruang pertemuan pada hari Senin (14/1/2019). “Dan terus memantau tingkat staf pos pemeriksaan dan membuat penyesuaian yang diperlukan,” kata pihak bandara, yang dikutip Reuters.

Bekerja tanpa bayaran, para karyawan TSA telah melapor sakit dalam jumlah yang meningkat sejak shutdown dimulai. Pada hari Minggu, TSA mengatakan tingkat ketidakhadiran karyawan secara nasional mencapai 7,7 persen.

Shutdown terjadi karena Kongres yang dikuasai Partai Demokrat menolak menyetujui permintaan anggaran pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko sebesar USD5,7 miliar seperti yang diminta Presiden Donald Trump.

Senator Tim Kaine menyebut tembok perbatasan itu sejatinya bisa menelan biaya sekitar USD23 miliar. Kubu Demokrat mendesak Trump mengakhiri shutdown. “Akhiri penutupan dan letakkan semuanya di atas meja,” kata Dick Durbin, orang nomor dua Demokrat di Senat AS, saat berbicara di program “This Week” ABC.

Tembok perbatasan itu merupakan janji kampanye Trump selama kampanye pemilu 2016. Tembok itu untuk melawan imigran ilegal yang memasuki AS. (EP)

YLKI: Wajar Penumpang Shock, Naiknya Tiket Pesawat Tak Wajar

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai wajar jika penumpang pesawat kaget akibat naiknya tiket pesawat yang tidak wajar. Apalagi tingginya persentase lonjakan mendekati 85 persen dari tarif biasanya. Kondisi kenaikan itu tentu saja membikin calon penumpang mengalami shock.

“Kenaikan tarif yang dilakukan oleh maskapai besarannya memang terlalu menghentak prosentasenya, bisa mendekati 85 persen dari tarif biasanya. Sehingga menjadi heboh,” ujar Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, di Jakarta, Ahad (13/1/2019).

Disarankan agar kejadian tidak kembali terulang, maskapai hendaknya melakukan kenaikan tiket pesawat secara bertahap dan tidak terlalu tinggi besarannya. Sehingga masyarakat tidak shock seperti terjadi sekarang ini.

Selain itu, kekhawatiran masyarakat bertambah karena tingginya tarif pesawat bersamaan dengan pemberlakuan kebijakan bagasi berbayar. Mengingat beberapa rute, ada tarif bagasi ternyata bisa lebih tinggi daripada harga tiket.

“Ini kan sangat memberatkan. Seharusnya Kemenhub mengatur besaran bagasi berbayar. Jangan sampai besaran bagasi berbayar melampaui batas maksimum tarif pesawat dengan kategori medium service.” lontarnya.

Tulus juga meminta pemerintah memberikan insentif pada industri penerbangan agar harga tiket pesawat terjangkau. Agar salah satu imbasnya bisa menggenjot perekonomian nasional. “Ironis kan kalau warga Indonesia malah berwisata ke luar negeri karena tarif pesawatnya lebih murah,” tutupnya.

Disinggung penurunan tarif tiket pesawat domestik oleh maskapai nasional diturunkan, Tulus mengaku bersyukur dan tidak lagi membebani calon penumpang dengan kenaikan tarif pesawat yang tinggi.

Seluruh maskapai nasional yang tergabung Indonesia National Air Carrier Association (INACA) telah menurunkan harga tiket pesawat untuk penerbangan domestik sejak Jumat, 11 Januari 2019. Penurunan menyusul banyaknya keluhan masyarakat akan mahalnya harga tiket pesawat untuk rute domestik atau dalam negeri. Penurunan tiket pesawat berkisar 20-60 persen.

“Kami mendengar keprihatinan masyarakat atas tingginya harga tiket. Meski maskapai di tanah air tengah kondisi tak menguntungkan, namun keputusan untuk menurunkan tarif tetap harus diambil demi kepentingan masyarakat,” papar Ketua Umum INACA I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra di Jakarta, Ahad (13/1/2019).

Dilanjutkan, beberapa tarif penerbangan domestik yang telah turun sejak Jumat lalu antara lain rute Jakarta-Denpasar, Jakarta-Yogyakarta, Bandung-Denpasar, dan Jakarta-Surabaya. Rentang penurunan harga tiket pesawat yang dilakukan tiap maskapai berbeda-beda dan variatif, yakni pada kisaran 20 persen sampai 60 persen untuk menuju harga normal.

Tercatat ada 6 rute sudah diturunkan, dan ini akan terus berlanjut. Kita menyesuaikan demand dan kebutuhan dari masyarakat di masing-masing daerah yang berbeda. Bahkan penurunan harga tiket pesawat ini, tidak mengurangi layanan yang diberikan. “Kalau ada penurunan harga tiket domestik ini, kita tetap akan berkomitmen tinggi menjaga safety penumpang dan terus meningkatkan,” ungkapnya.

Diakui, saat masuk libur Natal dan Tahun Baru 2019 harga tiket pesawat sempat melambung. Namun, kenaikan tersebut tidak melebihi tarif batas atas yang telah ditentukan.

INACA juga meminta agar pemerintah mengatasi persoalan mahalnya harga avtur. Tingginya harga avtur sangat membebani kinerja operasional maskapai penerbangan. “Komponen paling besar adalah fuel, menyumbang 40-45% dari cost maskapai penerbangan. Kita juga sudah dapat support dari Kementerian BUMN, Perhubungan dan ESDM untuk menurunkan harga avtur khususnya di Jakarta,” jelasnya.

Harga avtur di Indonesia lebih mahal daripada negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Dalam hal ini, gejolak kurs juga menyebabkan harga avtut Indonesia lebih tinggi. Selain itu, fasilitas terminal atau bandara Indonesia pun sekitar 2-10 % lebih mahal dari negara tetangga, paparnya.

Karena itu, lanjut dia, komitmen penurunan harga tiket pesawat oleh maskapai bisa diiringi dengan adanya pengurangan ongkos operasional, termasuk bahan bakar pesawat dari Pertamina. “Kami berharap Pertamina bisa menurunkan (harga avtur) 10%,” ujarnya.

Pihaknya juga menginstruksikan semua maskapai untuk terus melakukan efisiensi. Agar bisa mengurangi biaya-biaya yang ditanggung oleh maskapai sehingga tidak membuat rugi perusahaan dengan adanya penurunan harga tiket ini. (EP)

Sensasi Mewah, Tiket Pesawat 5 Maskapai Termahal di Dunia

this formate

NEW YORK, bisniswisata.co.id: Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana rasanya bepergian di kelas satu dengan pesawat mewah termahal. Sebelumnya, Anda juga harus tahu bahwa ada harga tinggi yang harus dibayar untuk menikmati bentuk transportasi yang luar biasa nyaman itu.

Kendati demikian, Anda tidak harus memiliki jet pribadi sendiri untuk bepergian dengan sensasi mewah. Lima maskapai dengan tiket pesawat termahal di dunia memiliki layanan tersebut.

Berikut ini ulasan singkat lima maskapai termahal di dunia seperti dilansir laman moneyinc.com, Minggu (13/1/2019):

#. Cathay Pacific Airlines
Menurut situs tersebut, maskapai termahal kelima di dunia adalah Cathay Pacific Airlines. Untuk menikmati layanan di maskapai tersebut, kira-kira Anda perlu membayar biaya US$ 26.572 atau sekitar Rp 366 juta untuk tiket pesawat pulang pergi dari Hong Kong ke Kota New York, Amerika Serikat dengan menggunakan operator ini. Menikmati penerbangan 14 jam yang membawa Anda ke bandara Internasional JFK dengan pesawat Boeing 777-300ER nan mewah.

Dengan biaya tersebut, Anda akan menikmati fasilitas area kabin yang luas dengan akomodasi kelas satu. Cobalah untuk tidur siang di tempat tidur berukuran besar, menikmati acara di televisi layar datar ditambah makanan gourmet dan pilihan anggur internasional di tengah perjalanan Anda.

#. Korean Air

Posisi keempat maskapai termahal di dunia versi situs moneyinc.com ditempati oleh Korean Air, yang memiliki harga tiket hanya sedikit lebih mahal daripada Cathay Pacific untuk kelas satu pada rute New York ke Beijing seharga US$ 27.000 (berkisar Rp 372 juta) Dengan biaya tersebut, Anda akan memiliki hak istimewa untuk bersantai di kabin mewah dengan banyak ruang, kursi bersandar besar dan mendapatkan makanan paling menakjubkan menyaingi tawaran menu di restoran bintang lima.

Hidangan Oriental yang disajikan juga kerap mendapat sambutan hangat dari para pelancong. Para pemegang tiket kelas satu juga akan disuguhkan pilihan berbagai minuman anggur. Korean Air adalah salah satu maskapai penerbangan yang paling diminati karena mereka memanjakan penumpang kelas satu mereka. Tentu saja, tiket ekonomi hampir tidak setinggi itu.

#. Etihad Airways
Jika Anda ingin terbang dari San Francisco ke Abu Dhabi dengan Etihad Airways, bersiaplah untuk membayar ongkos US$ 28.090 sekitar Rp 387 jutaan untuk tiket pulang pergi. Tentu saja, maskapai ini menyadari bahwa sebagian besar penumpang yang melakukan penerbangan ke ibu kota Uni Emirat Arab kemungkinan akan pergi ke sana untuk urusan bisnis. Sehingga perjalanan kelas satu dengan membayar tarif tinggi pun tak menjadi masalah.

Fasilitas mewah untuk para pemegang tiket kelas satu di burung besi ini meliputi suite yang dipartisi, layar televisi untuk penumpang berukuran 23 inci. Anda juga dapat menikmati mini bar yang disediakan. Perabotan kulit berlapis menambah sentuhan mewah fasilitas maskapai yang satu ini. Ketika tiba waktu makan, penumpang kelas satu diberikan menu a la carte dengan berbagai sajian masakan ala Timur Tengah.

#. Emirates Airlines
Jika Anda berencana untuk terbang dari Los Angeles, California ke Dubai dengan Emirates Airlines, bersiaplah untuk membayar sekitar US$ 30.000 atau berkisar Rp 413 jutaan untuk tiket pulang pergi. Maskapai termahal kedua di dunia membebankan ongkos yang lumayan mahal untuk penerbangan langsung selama 16 jam. Sangat menyenangkan dengan menggunakan maskapai kelas ini, sebab Anda tidak harus berhubungan dengan orang lain dan merasa canggung.

Banyak pengusaha VIP dan tokoh terkenal yang kerap mengudara dengan Emirates Airlines. Mungkin saja Anda akan melihatnya jika bergabung dengan penerbangan tersebut. Ketika Anda bersiap-siap untuk tidur siang atau istirahat yang lebih lama, ada tempat tidur kasur datar yang Anda inginkan, di samping fasilitas spa penerbangan dan meja rias yang semakin terasa seperti hotel bintang 5 yang terbang. Armada yang menawarkan akomodasi mewah ini terdiri dari Boeing 777, A-380, dan A340-500.

#. Lufthansa Airlines
Tiket pulang pergi di Lufthansa Airlines dari JFK di New York ke Hong Kong dengan pesawat Jerman ini akan membuat Anda merogoh kocek dalam sebesar US$ 43.000 atau sekitar Rp 593 juta jika Anda bepergian dengan kelas satu. Anda tidak perlu menunggu sampai naik ke pesawat untuk menikmati manfaat kelas satu.

Mereka bahkan mempekerjakan kru asisten pribadi yang dengan senang hati mendampingi perjalanan Anda. Seperti memasangkan pelembab udara dalam penerbangan, menyediakan perlengkapan mandi yang dirancang khusus, dan makanan paling menakjubkan yang pernah disajikan di penerbangan maskapai. Kemewahannya luar biasa, tetapi biayanya juga di luar ekspektasi.

Pilihan minuman anggur spesial juga tak lupa disediakan untuk para pemegang tiket kelas satu. Intinya, mungkin Anda akan diperlakukan seperti bangsawan sepanjang perjalanan. (EP)

Pasar Perhotelan di Bali Didominasi Turis China

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Hasil Research Colliers International memaparkan wisatawan China masih mendominasi pasar perhotelan di Bali. Selain Tiongkok, turis India juga dinilai cukup potensial. Hal ini berdasarkan banyaknya jumlah wistawan India yang berdatangan dalam beberapa tahun belakangan.

“Kami melihat pasar rekreasi masih berperan sangat penting untuk mendorong industri pariwisata di Bali seperti pasar lainnya dari sektor MICE [meeting, incentives, conference, exhibition], pernikahan, dan acara olahraga,” papar Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto dalam keterangannya terkait hasil research terbaru, yang diterima Bisniswisata.co.id, Ahad (13/01/2019).

Dari sisi pasokan ruang hotel, sambung Ferry, ke depan diperkirakan pasokan kamar hotel hanya akan bertumbuh tipis hingga 2021. Berdasarkan data Colliers, dari 2019 hingga 2021 diprediksi total jumlah kamar hotel hanya akan naik sebanyak 3.447 kamar secara keseluruhan mulai dari hotel hemat hingga hotel berbintang.

“Dari jumlah tambahan tersebut, jumlah kamar hotel di Bali secara keseluruhan akan mencapai 65.216 kamar pada 2021. Namun dari sisi tingkat hunian, Colliers memprediksi akan ada pertumbuhan sekitar 72% – 73% melihat jumlah pasok yang masih terkendali. Ditambah pula dengan Bali sebagai tujuan utama wisata dunia di Indonesia,” lontarnya.

Sejalan dengan kinerja tingkat hunian, rata-rata harga kamar hotel di Bali diprediksi akan berada di kisaran antara US$106 – US$107 atau sekitar Rp1,5 juta per kamar

Senior Manager Research Colliers International di Indonesia Nurul Yonasari menambahkan Catatan kinerja pasar perhotelan di Bali kian melejit, terutama setelah berlangsungnya pertemuan International Monetary Funds (IMF) pada Oktober 2018. tingkat hunian hotel di Bali terdorong meski hanya dalam jangka waktu yang cukup pendek hingga kemudian terkoreksi pada November, periode sebelum musim liburan.

“Untuk akhir tahun kami yakin angka tingkat hunian hotal di Bali bisa kembali naik, apalagi harga kamar juga masih tertekan sepanjang 2018 karena pasar sedang berupaya untuk bisa lebih stabil,” paparnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Jepang Tetap menjadi Destinasi Favorit Wisatawan Indonesia

this formate

Dwiyani dan keluarganya pilih wisata ke Jepang, kota besarnya modern tapi tetap melestarikan budaya tradisionalnya

JAKARTA, bisniswisata.co.id : Jepang masih menjadi destinasi wisata favorit turis Indonesia dan tahun 2019 ini Jepang masuk dalam daftar destinasi favorit tingkat Asia yang dirilis Booking.com.

Jepang menduduki peringkat pertama sebagai tujuan wisata di negara kawasan Asia kemudian disusul oleh Thailand,Taiwan dan Korea Selatan sehingga akan banyak dikunjungi wisatawan mancanegara.

Negara tujuan wisata ini merupakan destinasi yang menawarkan wisata komplet. Mulai dari sejarah yang kaya, pengalaman budaya, kuliner yang lezat, wisata belanja, tempat yang nyaman dan unik untuk diinapi hingga di pedesaan serta pemandangan alam yang tak dapat ditemukan di negara lain.

Liburan di Jepang terbukti sangat efisien karena banyak transportasi umum yang sangat lengkap sehingga di jaman digital ini para free individual traveller ( FIT) juga mudah mengemas kunjungannya ke negri Sakura ini karena masalah akomodasi, transportasi hingga tiket masuk ke theme park dapat dipesan secara online.

Apalagi dua tahun belakangan, Pemerintah Jepang gencar menjaring wisatawan Muslim. Sebenarnya selama sepuluh tahun terakhir pemerintahnya telah menyadari betapa penting dan berharganya kehadiran wisatawan Muslim yang jumlahnya bakal mencapai 200 juta di seluruh dunia pada 2022.

Jumlah wisatawan Muslim yang datang ke Jepang dari tahun ke tahu memang meningkat terutama sejak mereka giat kampanye wisata halal. Pada 2016, ada 24 juta turis asing berkunjung ke Jepang dari target 20 juta pada 2020. Hampir satu jutanya (sekitar 700 ribuan) merupakan wisatawan Muslim.

Keseriusan membidik wisatawan Muslim dan gencar promosikan  wisata halal telah disadari sepenuhnya oleh berbagai pemerintah provinsi ( Prefektur) di Jepang seperti Himeji yang telah menyediakan segala kebutuhan turis Muslim seperti makanan dan minuman halal, tempat shalat, oleh-oleh halal, hingga objek-objek wisata yang menarik.

Himeji adalah kota di Jepang yang terletak di pulau Honshu, sebelah barat daerah Kansai, bagian barat daya Prefektur Hyogo. Kota Himeji pada awalnya adalah kota yang berkembang di sekeliling Istana Himeji obyek wisata yang banya dikunjungi wisatawan Indonesia.

Menjadi tujuan wisata favorit, banyak dari keluarga Indonesia yang melakukan libur akhir tahun sekaligus merayakan Tahun Baru di akhir Desember hingga awal Januari 2019.

Dari kalangan Selebriti yang liburan ke Jepang di awal tahun ini antara lain adalah Raffi Ahmad – Nagita Slavina, Irwansyah – Zaskia Sungkar, Baim Wong – Paula Verhoeven, Teuku Zacky dan Laudya Cynthia Bella bersama keluarganya.

Liana Qurbani Hasan dan keluarga nyaman mengenakan Kimono

Banyak orang Indonesia yang datang ke Jepang di bulan Desember saat musim dingin. Bulan April juga merupakan bulan padat kunjungan wisatawan asal Indonesia karena bunga Sakura mulai muncul di bulan Maret.

Wisatawan Indonesia kerap berkunjung memanfaatkan musim liburan sekolah seperti pertengahan Juni sampai Agustus. Kota-kota yang banyak dikunjungi seperti Tokyo, Kyoto, dan Osaka. Sementara Hokkaido mulai populer di kalangan orang Indonesia untuk menikmati musim dingin dan bermain salju.

Liana Qurbani Hasan, ibu tiga anak yang sehari-hari bekerja di OJK melewatkan liburan akhir tahunnya bersama keluarga dengan berwisata ke Jepang selama 8 hari dengan mengawali perjalanan di Tokyo, berlanjut ke Kyoto hingga Osaka hingga 8 Januari 2019 lalu tiba di Jakarta.

“Anak-anak happy sekali selama liburan kali ini. Kami bahkan memakai kimono selama berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan menjiwai budaya dari negara yang dikunjungi dan sibuk berfoto ria tentunya,” kata wanita yang akrab di panggil Lia.

Udon dan ramen menjadi makanan favorit keluarga Lia di resto halal selama di Jepang

Kesiapan pemerintah Jepang menjaring wisatawan Muslim terbukti dengan tersedianya mushola dan resto halal sejak di bandara Kansai International Airport menyajikan a.l halal Soba. Untuk urusan makan ini ternyata dikota lainnya juga ada seperti saat di Kyoto dan Osaka.

“ Informasi bersertifikat halal bahkan dipajang di depan restoran. Uniknya disertifikasi oleh lembaga di Malaysia yaitu Malaysia Halal Consultation & Training Agency. Kami juga menemukan restoran halal yang memajang banner dengan informasi www.halalmedia.jp yang memberikan informasi halal dan Muslim Friendly di Jepang,” kata Liana Qurbani.

Selama kunjungan, ujarnya, dia dan suami, Muhammad Abdullah mengikuti keinginan anak-anaknya, Hanif, Rafif dan Nadira sehingga mereka sempat ke Arawaku, Shibuya, Tokyo Disneyland, Kawaguchiko, Fuji, Universal Studio, Higashimaya, Kyoto dan obyek lainnya.

Dari Jepang, Lia memboyong langsung keluarganya  ke Jogjakarta untuk menikmati keindahan Borobudur dan menikmati soto sehingga liburan kali ini ketiga anaknya memiliki pengalaman di luar dan di dalam negri sekaligus.

Berwisata ke Jepang juga menjadi pilihan Dwiyani.A.P Paramitha Rusadi bersama suaminya, Rusadi Ramadhana dan tiga anaknya, Rauf, Rana dan Raiden karena banyaknya destinasi wisata untuk keluarga, kotanya bersih dan banyak tempat buat kulineran.

“Jepang itu negara modern dengan budaya yang kental sehingga bagus untuk memberikan contoh bagi anak-anaku guna  mempertahankan budaya negara kita sendiri, Indonesia,” tutur Dwiyani, ibu muda yang cantik dan punya bisnis salon kecantikan di Kelapa Gading, Jakarta.

Selama 9 hari berlibur ke Tokyo, Kyoto, Osaka dan Hokaido, pengalaman yang berkesan bagi keluarga terutama adalah mengunjungi kawasan resort ski Niseko dan shirakawa go, pedesaan yang cantik.

“Niseko adalah kota yang terletak di Subprefektur Shiribeshi, Hokkaido, Jepang. Anak-anak mendapat pengalaman bermain di atas salju dan berani mencoba berseluncur dan naik kereta salju,” kata Dwiyani yang akrab dipanggil Wiwik.

Mereka juga berkesempatan mengunjungi desa bersejarah Shirakawa-gō dan Gokayama, salah satu situs warisan dunia yang berada di Jepang. Tepatnya di lembah sungai Shokawa di perbatasan Prefektur Gifu dan Prefektur Toyama di wilayah Tokai-Hokuriku, Honshu. Shirakawa-gō berlokasi di Desa Shirakawa di Prefektur Gifu

Desa ini dikenal dengan gassho-zukuri atau rumah tradisional Jepang dengan atap berbentuk segitiga. Area Gokayama dan Shirakawa-go, memang terkenal dengan keindahan rumah tradisional ini. Bahkan wisatawan bisa menginap di rumah tradisional ini dan hidup bersama-sama dengan warga lokal untuk beberapa malam nih.

Dwiyani dan keluarga asyik bermain salju di kawasan Ski resort Niseko, Holaido, Jepang.
Rauf, Rana dan Raiden bergaya dengan kimono

Berwisata bersama tiga anak yang usianya masih di bawah 11 untuk memakai sepatu yang bener-benar nyaman karena di Jepang harus banyak berjalan kaki. Dwiyani membekali diri juga dengan permen sehingga tidak mudah haus dan bolak-balik ke toilet.

“Orang Jepang umumnya ramah dan suka menolong oleh karena itu saya pilih wisata ke Jepang,” ungkapnya sambil menjelaskan sebelum bersama keluarga dia juga sudah pernah second honeymoon berdua saja bersama sang suami, Rusadi Ramadhana Nurima.

Berkat kota-kota Jepang yang sibuk, pedesaan yang indah, dan pengalaman yang unik, banyak wisatawan yang terus-menerus kembali untuk mendapat pengalaman lebih banyak.

Atika Natalia, misalnya, salah satu wisatawan Indonesia yang tidak bosan berkunjung ke Jepang apalagi dengan dua anak yang sudah dewasa dan melek digital maka pengalaman 15 hari di Jepang memang beragam.

“ Jepang itu unik, negara maju dan modern tapi di satu sisi tetap menjunjung tinggi budaya leluhurnya. Berkunjung ke negri ini juga nyaman karena bersih dan tertib,” kata Atika.

Berkunjung bersama keluarga besarnya termasuk kakak dan para keponakannya, mereka menjelajah Jepang dengan kereta api cepatnya yang nyaman. Karena berangkat dengan gererasi milenial dan Didi, suaminya  yang arsitek juga kerap berwisata tanpa mengandalkan jasa biro perjalanan wisata maka perjalanan rasa pertualangan ini berjalan lancar.

“ Kota-kota yang wajib dikunjungi seperti  Tokyo, Kyoto, Osaka, Shirakawa-go, Magome , Kurashiki dapat kami eksplor hingga puas karena mengatur sendiri semua obyek yang akan dikunjungi,” kata Atika.

Perjalanan wisata dengan transportasi umum seperi kereta cepat, cukup dengan menggunakan aplikasi, salah satu yang populer adalah Hyperdia, yang bisa didownload gratis di Appstore atau Google Play.

Kemana pun ingin pergi, tinggal buka aplikasinya, ketik stasiun keberangkatan dan tujuan, dan kita akan diberi petunjuk kereta mana yang harus dipilih, berada di jalur berapa, dan berapa harga tiketnya.

“Kalau sudah tahu cara menggunakan, aplikasi ini sangat memudahkan jalan-jalan di Jepang dengan kereta api. Untuk belanja dan beli makanan halal juga sudah banyak tersedia restoran halal. Sementara jika berbelanja makanan dan minuman di supermarket tinggal scan barcode dikemasannya,”

Beragam kemudahan dan kenyamanan yang menjadi pengalaman berwisata di Jepang diyakininya membuat Jepang juga memiliki tamu-tamu repeater yang tinggi dan patut ditiru pemerintah dan industri pariwisata Indonesia, tegasnya.

Sepi Wisatawan, Sejumlah Hotel di Puncak Gulung Tikar

this formate

CIANJUR, bisniswisata.co.id: Kunjungan wisatawan ke Puncak-Cianjur, Jawa Barat, terus merosot. Kondisi ini berdampak pada sejumlah hotel mulai berbintang hingga kelas melati di kawasan Cipanas terancam gulung tikar yang berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak berkurang drastis.

“Gulung tikarnya sejumlah hotel berbintang dan kelas melati itu akibat beberapa faktor seperti sepinya wisatawan yang datang, juga diperparah dengan kemacetan jalur Puncak setiap akhir pekan dan perbaikan jalur akibat longsor beberapa waktu lalu, sehingga angka kunjungan menurun drastis,” papar Kepala Bidang Penagihan BPPD Cianjur, Hendra Wira Wiharja di Cianjur.

Dampak luasnya, lanjut dia, banyak wajib pajak yang tidak dapat membayar pajaknya karena berbagai alasan termasuk penagihan tidak dapat dilakukan karena hotel atau tempat usahanya tutup sejak satu tahun terakhir

Hendra tidak dapat menyebutkan berapa jumlah hotel atau penginapan yang sudah tidak beroperasi tersebut secara detail, namun diperkirakan jumlahnya mencapai puluhan tersebar di wilayah Puncak, Cipanas dan Pacet.

“Harapan kami ke depan, berbagai bidang usaha di kawasan tersebut dapat bangkit kembali seiring dengan program yang akan dipercepat pemerintah daerah, propinsi dan pusat untuk menunjang percepatan ekonomi salah satunya membangun jalan bebas hambatan,” katanya seperti dilansir Antara, Ahad (13/01/2019).

Pelaku usaha di kawasan Utara Cianjur, berharap pemerintah daerah dapat meningkatkan kembali angka kunjungan ke kawasan Puncak-Cipanas, dengan berbagai cara termasuk promosi di tingkat nasional agar roda perekonomian kembali hidup dan maju.

“Tidak hanya hotel, rumah makan dan restoran besar dan Kecil sejak beberapa tahun terakhir menutup usahanya karen sepi pengunjung. Semoga ke depan ada solusi dari pemerintah untuk menghidupkan kembali perekonomian yang semakin terpuruk di wilayah utara,” kata Peno pengusaha di Kecamatan Cipanas. (EP)

Hopper: Bali Posisi Keempat Destinasi Favorit Wisatawan Milenial Dunia

this formate

MONTREAL KANADA, bisniswisata.co.id: Hopper, perusahaan aplikasi pemesanan tiket pesawat yang bermarkas di Montreal Kanada mengeluarkan hasil penelitiannya tentang Destinasi Favorit Wisatawan Milenial Dunia. Hopper menggunakan jutaan data untuk memonitor pemesanan tiket pesawat bagi wisatawan yang menuju ke destinasi wisata yang dikendaki.

Hasilnya obyek wisata Bora Bora menempati posisi pertama dalam 10 destinasi paling ngetren buat milenial tahun 2019. Popularitas pulau di Prancis Polinesia ini meningkat 24% dibanding tahun 2018.

Peringkat kedua ditempati destinasi wisata St Martin yang berada di Kepulauan Karibia. Sedangkan Aspen Colorado di Amerika Serikat menempati posisi ketiga. Dan rangking keempat adalah Pulau Dewata Bali menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan milenial 2019.

Posisi kelima hingga kesepuluh ditempati Kahului (Hawaii, AS), Dublin (Irlandia), Saint Lucia, Tokyo (Jepang), Palm Springs (California, AS) dan Anchorage (Alaska, AS).

Dalam aplikasi Hopper, terdapat fitur Watch a Trip. Di fitur ini traveler bisa memasukkan destinasi yang diinginkan dan Hopper akan memberikan notifikasi ketika ada tiket murah dalam rute tersebut. Hasilnya, kebanyakan yang jadi favorit adalah destinasi pantai. Tapi pegunungan bersalju untuk wisata ski juga masih banyak diminati.

Berdasarkan hasil riset World Youth Student and Educational (WYSE) Travel Confederatio, ada beberapa kriteria destinasi yang menjadi pilihan turis milenial. Melalui The Millennial Traveller Report, WYSE menjabarkan bahwa turis modern kini tidak puas bila hanya berlibur dengan berdiam di sekitar pantai.

Mereka umumnya memilih kegiatan atraktif saat berlibur. Misalnya, mendatangi suatu tempat wisata yang tengah menggelar konser musik besar. Ada juga yang menghabiskan waktu liburan dengan berwisata kuliner di berbagai restoran lokal. Atau juga mencari tantangan, seperti menikmati arung jeram dan menyusuri jalur pendakian unik.

Data menyebutkan, pasar pariwisata Asia didominasi wisatawan milenial berusia 15-34 tahun, yang mencapai 57 persen. Di China, generasi milenial akan mencapai 333 juta orang, Filipina 42 juta, Vietnam 26 juta, Thailand 19 juta, sedangkan Indonesia 82 juta orang. (EP)

Komunitas Fortuner Indonesia Jelajah Wisata 3 Negara

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Toyota Fortuner Club of Indonesia (ID42NER) menggelar touring akbar akhir 2018, dengan menjelajah tiga negara. Perjalanan dimulai dari Pontianak, berlanjut ke Malaysia, dan berakhir di Brunei Darussalam. Touring bertajuk “Three Countries Journey For Humanity” diikuti 18 mobil dengan 67 peserta. Perjalanan dimulai 22 Desember 2018 berakhir 3 Januari 2019.

“Kegiatan ini akan menambah rasa kebersamaan, kekeluargaan antar angota dan juga kepedulian tingkat internasional dalam melakukan kegiatan sosial,” ujar Duta Erlangga, Presiden ID42NER dalam siaran resmi, Ahad (13/1/2019).

Agus Winarko, Ketua Panitia Touring 3 Negara ini menjelaskan, touring yang diadakan ini akan berdampak positif terhadap dunia pariwisata Indonesia, pada umumnya dan sekaligus mempererat persahabatan dengan komunitas otomotif di Malaysia dan Brunei. “Untuk selalu menjadi pelopor tertib berlalu lintas, dan menjauhi segala bentuk Narkoba,” ucap Agus.

Perjalana 3 negara ini menempuh jarak kurang lebih 4000 km dan melintasi Pontianak, Kuching Malaysia, Sarikei, Bintulu , Miri, KB, Bandar Sri Bengawan, Lawas, Kundasang, dan Kinabalu.

Sejumlah anggota ID42NER lain juga mengadakan touring domestik sebagai penutup tahun 2018 ke wilayah Sumatera Barat. Touring bertajuk Raun Ka Minang 2 ini dimulai pada 28 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019 dan diikuti oleh 11 chapter, seperti Medan, Sumbar, Pekanbaru, Batam, Palembang, Banten, Tangerang Raya, Bekasi, Depok, Jatim, Bogor dan Jakarta. (redaksibisniswisata@gmail.com)