Pasar Perhotelan di Bali Didominasi Turis China

0
98
Kamar hotel (Foto: Repro Google)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Hasil Research Colliers International memaparkan wisatawan China masih mendominasi pasar perhotelan di Bali. Selain Tiongkok, turis India juga dinilai cukup potensial. Hal ini berdasarkan banyaknya jumlah wistawan India yang berdatangan dalam beberapa tahun belakangan.

“Kami melihat pasar rekreasi masih berperan sangat penting untuk mendorong industri pariwisata di Bali seperti pasar lainnya dari sektor MICE [meeting, incentives, conference, exhibition], pernikahan, dan acara olahraga,” papar Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto dalam keterangannya terkait hasil research terbaru, yang diterima Bisniswisata.co.id, Ahad (13/01/2019).

Dari sisi pasokan ruang hotel, sambung Ferry, ke depan diperkirakan pasokan kamar hotel hanya akan bertumbuh tipis hingga 2021. Berdasarkan data Colliers, dari 2019 hingga 2021 diprediksi total jumlah kamar hotel hanya akan naik sebanyak 3.447 kamar secara keseluruhan mulai dari hotel hemat hingga hotel berbintang.

“Dari jumlah tambahan tersebut, jumlah kamar hotel di Bali secara keseluruhan akan mencapai 65.216 kamar pada 2021. Namun dari sisi tingkat hunian, Colliers memprediksi akan ada pertumbuhan sekitar 72% – 73% melihat jumlah pasok yang masih terkendali. Ditambah pula dengan Bali sebagai tujuan utama wisata dunia di Indonesia,” lontarnya.

Sejalan dengan kinerja tingkat hunian, rata-rata harga kamar hotel di Bali diprediksi akan berada di kisaran antara US$106 – US$107 atau sekitar Rp1,5 juta per kamar

Senior Manager Research Colliers International di Indonesia Nurul Yonasari menambahkan Catatan kinerja pasar perhotelan di Bali kian melejit, terutama setelah berlangsungnya pertemuan International Monetary Funds (IMF) pada Oktober 2018. tingkat hunian hotel di Bali terdorong meski hanya dalam jangka waktu yang cukup pendek hingga kemudian terkoreksi pada November, periode sebelum musim liburan.

“Untuk akhir tahun kami yakin angka tingkat hunian hotal di Bali bisa kembali naik, apalagi harga kamar juga masih tertekan sepanjang 2018 karena pasar sedang berupaya untuk bisa lebih stabil,” paparnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.