Open Trip Masih Pilihan Teratas Gen Z Dalam Berwisata

this formate

Chief Executive Officer (CEO) Atourin Benarivo Triadi Putra ( tengah) 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Open Trip menjadi pilihan favorit gen Z di Indonesia. Selain punya tipikal digital first dan berwisata terpengaruh media sosial, destinasi di Pulau Jawa masih jadi pilihan karena harga yang hemat dan sesuai budget, harga berdiskon jadi pikihab dan yang terpenting adalah mereka mendapatkan nilai dari pengalaman baru dari berwisata.

“ Destinasi di Pulau Jawa terutama Yogyakarta dan sekitarnya seperti Klaten dimana ada Desa Bugisan yang kerap dikunjungi wisatawan tipe gen Z. “ kata Chief Executive Officer (CEO) Atourin Benarivo Triadi Putra.

Bugisan Ini adalah sebuah desa di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sleman, DIY dan di Jogya juga banyak desa yang dikunjungi gen Z, tambahnya.

Menurut Rivo_panggilan akrabnya_ di era gen Z yang kerap merasa burn out akibat stres karena pekerjaan maka masuk komunitas lari, jogging dan komunitas lainnya seperti fotografi bisa mengurangi kondisi stres kronis di mana gen Z merasa lelah secara fisik, mental, dan emosional gara-gara pekerjaannya

Selain menambah teman maka komunitas juga menyukai wisata yang berkualitas namun terjangkau. Salah satu keuntungan masuk komunitas adalah banyak teman baru dan bisa berwisata bersama..

Gen Z menyukai aktivitas pariwisata yang berkelanjutan ( sustainable tourism) meskipun belum tumbuh dengan baik. Mereka juga suka petualangan, mengunjungi kota kecil seperti Subang, Jabar dan Solo untuk mengeksplore keunikan di destinasi pilihan mereka meski jumlahnya tak banyak

“ Open Trip dapat menampung ide-ide gen Z untuk memilih destinasi yang diinginkan dan sejauh ini bekerjasama dengan Kemenpar kami sudah memasarkan sedikitnya 100 desa wisata di tanah air yang jumlahnya lebih dari 6000 desa wisata,” ungkap Rivo.

Tak heran bleisure ( business & leisure), Gig-Tripping ( jalan-jalan mengikuti irama komunitasnya) serta berwisata dengan spontanitas menjadi ciri Gen Z untuk Traveling menghadiri konser/idola dan menunjukkan siapa diri mereka.

“Kecendrungan ini semua ada di gen Z kita namun kalau dalam pembelian paket wisata tipe open trip tetap yang populer,” ungkap Rivo.

Seperti gen Z lainnya. dia mendirikan PT Atourin Teknologi Nusantara, perusahaan rintisan (startup) di sektor pariwisata yang menyediakan jasa dan layanan baik secara online, maupun offline. Atourin didirikan di Bandung, 12 Desember 2019 oleh Benarivo Triadi Putra, CEO Atourin

Dia menyediakan informasi objek wisata se-Indonesia, rekomendasi rencana perjalanan, dan jasa pemesanan pemandu wisata bersertifikat. Atourin merancang tour virtual interaktif sehingga wisatawan dapat menjelajah ke berbagai tempat wisata tanpa beranjak dari rumah saat terjadi pandemi global COVID 19.

Atourin berawal dari keresahan Benarivo karena minimnya informasi pariwisata terpercaya serta sulitnya mendapat rekomendasi perjalanan. Nama perysahaannya ini mengandung dua arti. Pertama dibaca ‘Aturin’ yang artinya bisa ng-aturin, dan wisatawan bisa “diaturin” perjalanannya.

Kedua kalau dipisah ‘A-tour-in’ artinya dengan Atourin bisa tour ke mana aja. Atourin lolos berbagai program inkubasi dan kompetisi rintisan (startup) digital di Bandung dan Jakarta. Pada akhir Desember 2019, usahanya pindah ke Jakarta.

Mengingat Gen Z terbiasa dengan teknologi yang serba instan (aplikasi booking tiket, hotel dan last-minute deal). Mereka tidak harus merencanakan jauh-jauh hari untuk berwisata.

Cari pengalaman unik dimana mereka lebih menghargai experience-driven travel daripada sekadar destinasi populer. Kadang tujuan perjalanan diputuskan mendadak, karena melihat tren di TikTok/Instagram.

Selain itu punya sense adventure mindset dimana Gen Z cenderung menyukai kebebasan, kejutan, dan tidak terikat itinerary kaku maka Rivo menilai desa wisata menjadi destinasi yang tepat untuk mereka.

“Tahun 2021 kami mulai bekerjasama dengan Kemenpar. Bentuk kerjasamanya untuk meningkatkan penjualan paket wisata desa wisata dan optimalisasi pemasaran desa wisata secara digital,” kata Rivo.

Kolaborasi itu, juga untuk mendukung program Beli Kreatif Desa Wisata (Beti Dewi) untuk meningkatkan pemasaran desa wisata secara digital, sehingga dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan dan penjualan paket wisata desa wisata.

Program itu bertujuan untuk mengajak wisatawan bepergian ke desa wisata dan dapat menopang perekonomian desa. Dengan kerja sama tersebut, produk wisata desa wisata telah dipasarkan melalui platform Atourin .

Tujuannya agar mendapatkan akses pasar yang lebih luas dan dapatkan dukungan pendampingan dari tim khusus Atourin dalam mengelola dashboard untuk optimalisasi pemasaran berbagai produk yang dimiliki tiap desa wisata.

Diharapkan melalui kerja sama itu dapat meningkatkan minat masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata ke destinasi wisata di Indonesia, khususnya ke desa wisata serta berkontribusi pada peningkatan perekonomian nasional dari sektor pariwisata dan ekonom kreatif.

Dalam kerja sama itu, Kemenparekraf dan Atourin melakukan beberapa kegiatan aktivitas pemasaran, diantaranya melalui kegiatan perjalanan wisata pengenalan (famtrip) di Kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur dan promosi paket wisata desa melalui program “Ayo ke Desa”.

Kegiatan famtrip telah dilakukan di kawasan DPSP Borobudur pada 27-29 Agustus 2024. Kegiatan tersebut diikuti peserta yang terdiri atas content creator, media, tour operator, dan travel agent.

Dalam kegiatan itu, peserta melakukan aktivitas wisata di desa wisata di sekitar kawasan Borobudur, yang merupakan bagian dari Borobudur Trail of Civilization (BToC).

Kegiatan tersebut diharapkan meningkatkan sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam pengembangan dan pemasaran DPSP Borobudur.

Kolaborasi Kemenparekraf/Baparekraf dan Atourin juga dilakukan melalui program promosi “Ayo ke Desa” dengan memberikan diskon hingga 100 persen atau potongan harga hingga Rp100.000 bagi wisatawan yang melakukan pembelian paket wisata melalui aplikasi dan laman resmi Atourin di www.atourin.com.

“ Di desa wisata kami banyak berinteraksi dengan warga Gen Z setempat terutama dari SMK yang sangat antusias dan kreatif untuk memasarkan desa wisata mereka secara digital,” kata Rivo.

Desa wisata desa digital adalah model baru pariwisata yang menggabungkan potensi wisata desa dengan teknologi digital. Desa-desa yang menerapkan model ini memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan wisata, meningkatkan pelayanan kepada wisatawan, dan memberdayakan masyarakat setempat.

Di perkotaan seperti Jakarta, komunitas volunteer atau relawan juga mulai tumbuh dan banyak memberikan pelatihan bahasa Inggris. Ke depan dia berharap Gen Z relawan ini mau melatih warga desa untuk bahasa asing maupun pelatihan lainnya.

Kontes Video Kreatif Diluncurkan untuk Tunjukkan Daya Tarik Pariwisata

this formate

HANOI, bisniswisata.co.id: Vietnam telah meluncurkan kontes video dan klip kreatif untuk menyoroti keindahan alam, kekayaan budaya, dan keramahan masyarakatnya kepada penonton di dalam dan luar negeri.

Kompetisi ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah bagi para pencinta wisata untuk mengekspresikan kreativitas mereka, tetapi juga sebagai sarana untuk memperluas basis data visual nasional untuk kampanye promosi pariwisata di era digital.

Dilansir dari en.vietnamplus.vn, pada upacara peluncuran 13 Agustus, Nguyen Thi Hoang Lan, Ketua Panitia Penyelenggara dan Direktur Pusat Transformasi Digital Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, mengatakan bahwa kontes bertema “Pariwisata Vietnam yang Mengesankan” ini bertujuan untuk memperkuat citra Vietnam sebagai destinasi yang menarik.

Destinasi berkualitas tinggi, berkelanjutan, yang diberkahi dengan lanskap yang memukau, identitas budaya yang dinamis, beragam pengalaman rekreasi, dan layanan yang semakin berkualitas.

Menurut penyelenggara, inisiatif ini sejalan dengan strategi transformasi digital sektor pariwisata, yang memanfaatkan pengaruh teknologi, media sosial, dan platform video pendek – kanal modern dengan jangkauan luas.

Karya harus mencerminkan lanskap, masyarakat, budaya, dan destinasi Vietnam, serta menawarkan narasi yang khas dan imajinatif.

Para kontestan didorong untuk mengangkat tema-tema prioritas yang diuraikan dalam Rencana Induk Sistem Pariwisata 2021–2030, dengan visi hingga 2045, dan strategi pemasaran pariwisata Vietnam hingga 2030.

Ini termasuk warisan budaya, produk pariwisata baru, pariwisata hijau dan bertanggung jawab, serta pariwisata kesehatan, golf, dan MICE.

Kontes ini terbuka untuk semua warga negara Vietnam, baik yang tinggal di Vietnam maupun di luar negeri, serta warga negara asing yang tinggal dan organisasi yang beroperasi di negara tersebut.

Setiap peserta atau kelompok peserta dapat mengirimkan hingga lima karya, baik video pendek berdurasi hingga 60 detik maupun karya yang lebih panjang berdurasi hingga lima menit.

Pengiriman karya akan diterima mulai 15 Agustus hingga 15 November, dengan pemenang diumumkan dan diberikan penghargaan pada bulan Desember.

Dr Djuariati Djahri Azhari M.PD : Foperlam adalah Keluarga Besar Kami.

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sosok dan konsep kerjanya yang terdiri dari tiga G yaitu Gercep atau gerak cepat, Kedua Geber, yakni Gerak Bersama dengan merangkul semua pihak dan ketiga Gaspol yaitu Garap Semua Potensi Lapangan Usaha menyatu dalam diri Dr Djuariati Djahri Azhari. M.Pd sebagai Ketua Umum Foperlam.

Organisasi baru yang didirikan wanita murah senyum ini baru diresmikan pada 17 Juni 2025 oleh Ibu Gubernur Provinsi Lampung
Purnama Wulan Sari. Istri dari Gubernur Rahmat Mirzani Djausal ini menyempatkan diri untuk terbang ke ibukota negara tepatnya di lokasi pelantikan Hotel Ambara, Jakarta Selatan, di kawasan Blok M.

Kurang dari satu bulan setelah pengukuhan organisasi ini, wanita yang akrab disapa dengan sebutan “Ncik Yati” menggelar Rapat Kerja pertama sekaligus menyusun program kerja dari setiap bidang yang ada. Sukses dengan Raker, dalam hitungan hari juga di resmikan kantor Sekretariat Foperlam sekaligus pembukaan pengajian rutin di kawasan Pondok Indah, Jakarta.

Gaspol yang dilakukannya menyambut Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80 kali ini adalah menggelar lomba-lomba terutama karaoke dan lomba-lomba lainnya yang unik dan doorprize yang menjadi andalan. Perayaan di sebuah restoran di Jl Fatmawati Raya itu meriah dengan kostum merah-putih dan gelak tawa yang tiada habis.

Ncik Yati tersenyum melihat tamu-tamu Foperlam terus berdatangan. Menyenangkan hati orang lain nampaknya sudah mendarah daging bagi anak seorang pejabat pajak di Bandar Lampung ini. Tak heran program kerja yang ingin dikejarnya lebih dulu adalah empat bidang ini — seni budaya, pendidikan, sosial, dan UMKM —karena sangat penting untuk dikembangkan dan satu sama lain saling menopang dan berkontribusi besar terhadap pembangunan manusia, identitas bangsa, dan kemandirian ekonomi masyarakat.

“Mengembangkan seni budaya, pendidikan, sosial, dan UMKM bukan hanya soal membangun ekonomi, tapi membangun bangsa yang cerdas, berkarakter, berdaya saing, dan berkelanjutan.Semua bidang prioritas ini adalah pondasi utama peradaban,” kata Dr Djuariati Djahri Azhari. M.Pd.

Menyinggung keinginannya bahwa Foperlam menjadi keluarga besar perempuan Lampung di perantauan, Djuariati mengatakan dia tumbuh ditengah keluarga yang penuh kehangatan dan cinta kasih terutama dari sosok ibundanya tercinta.

“ Mama dulu kemana-kemana pikirannya hanya sedekah saja bahkan dalam acara-acara perkawinan yang dihadiri sanak keluarga maka amplop uang yang disiapkan bukan hanya untuk pengantin. Dia sudah menyiapkan uang dengan jumlah amplop yang sudah diprediksikannya buat siapa-siapa yang pasti akan ditemui dalam upacara sakral itu,” jelasnya.

Ibunya memang wanita yang cinta keluarga dan sangat dihormati sebagai sesepuh baik dari pihak ibunda maupun ayahandanya. Tak heran dalam setiap acara keluarga besar sang ibu menjadi tokoh sentral karena paham tradisi dan adat istiadat sehingga dalam upacara adat maka Djuariah kecil sudah paham satu bagian dari prosesi adat Lampung, yaitu ‘Mosok’ — suapan pengantin, lambang kasih sayang, gotong royong, dan harapan kebahagiaan dalam rumah tangga.

Perhelatan keluarga besar maupun undangan akad nikah dari tetangga, teman dan relasi-relasi maka ibunya duduk yang terdepan karena upacara ini dilakukan sebagai panutan pula bagi pengantin baru untuk hidup Sakinah, Mawardah, Warahmah, sebuah doa yang diharapkan oleh umat Islam bagi yang baru saja melakukan ikatan suci pernikahan dan membina sebuah keluarga.

Kerja Nyata

“ Usai Raker pertama, bidang sosial sudah melakukan kerjasama Sunatan Massal bersama Ikatan Dokter Indonesia ( IDI) Jakarta Selatan. Para pengurus yang membidangi masalah budaya juga sudah berkunjung ke Lampung untuk belajar tata cara Mosok sehingga nanti kalau ada anggota dan pengurus Foperlam yang menikahkan putra/putrinya dapat menerapkan upacara Mosok ini,” jelas Djuariati.

                     Pengukuhan Foperlam

Memahami tradisi, adat dan budaya tujuannya antara lain untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi perempuan Lampung dalam membangun daerah asalnya, identitas dan jati dirinya.Tradisi dan adat mencerminkan sejarah serta nilai-nilai yang membentuk identitas suatu bangsa atau komunitas. Tanpa memahaminya, kita mudah kehilangan akar budaya, ungkapnya.

Jauh sebelum Foperlam di deklarasikan, katanya, perempuan Lampung sudah siap bangkit dan berkontribusi. Oleh karena itu dia juga ingin merangkul organisasi di wilayah Sumatra Bagian Selatan lainnya seperti Persatuan Wanita Jambi, Persatuan Wanita Palembang dan organisasi wanita lainnya di daerah untuk berkolaborasi, sinergi dan berkontribusi bersama dan sama-sama memelihara tradisi dan budayanya.

Tak heran dari awal dia juga sudah menyatakan untuk mempererat tali kekeluargaan, persatuan dan kesatuan perempuan Lampung di Jakarta dan di Indonesia pada umumnya. Para pengurus dari beragam profesi dan prestasi akademik ini memiliki kemampuan meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan perempuan Lampung di perantauan dan yang utama di provinsi Lampung.

Meningkatkan kualitas hidup & kesejahteraan perempuan Lampung harus ada aksi nyata dari Pemerintah daerahnya sendiri maupun organisasi yang dipimpinnya seperti memberikan pelatihan dan pendidikan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan perempuan, tambahnya.
.
“ Kami akan mendorong kerjasama dan jaringan (Networking) dengan perempuan-
perempuan daerah lain. Membangun kesadaran dan keperdulian terhadap isu-isu gender dan hak-hak perempuan. Kita juga dukung perempuan dan generasi muda daerah Lampung maju dalam bidang pendidikan, budaya, kesenian daerah serta memajukan bisnis UMKM dan lainnya dalam skala Nasional dan internasional ” ungkapnya.

Djuariati mengungkapkan bahwa baik dari Dewan Pembina Foperlam hingga kepala-kepala bidang memiliki pengalaman dan profesialisme yang telah teruji di dalam dan luar negri.

Ketua Dewan Pembina, Saodah Batin Akuan Sjahroedin MA, adalah mantan Dubes RI di KBRI Budapest, Hungaria dan negara- negara Eropa Timur lainnya. Dia didukung oleh tiga pembina lainnya seperti Kanjeng Ratu Dinar Caropeboka. Milhana Musin dan Merryta Putri Djahri.SH.SPN.MBA

Sebagai Ketum di bantu oleh Seketaris Umum, Hj.Nidalia Djohansyah MakkI yang akrab dipanggil Ses Nida adalah mantan anggota DPR-RI dapil Lampung, istri Duta Besar RI di beberapa negara serta Bendahara Umum Foperlam adalah Ir.Hj Aida Sari Kadarsyah.

           Bersama suami tercinta

Prioritaskan Pendidikan

Mantan pejabat Kemendikbud yang suka traveling ini memiliki pengalaman sebagai Kepala Penjamin Mutu Pendidikan ( LPMP), bidang Bisnis dan Pariwisata dengan 10 bidang yang harus ditingkatkannya menjadi tanggung jawabnya. Belum lagi pengalaman 5 tahun sebagai bendahara proyek dan lima tahun berikutnya sebagai Pimpro baik di Lampung maupun di Jakarta.

“ Berhubung saya punya 10 bidang pengembangan sumber daya manusia ( SDM ) dan saat itu bertanggungjawab untuk meningkatkan kompetensi kepala sekolah SMK se Indonesia maka hobby traveling saya jadi sejalan dengan profesi,” tuturnya.

Kemendikbud banyak bekerja sama dengan berbagai negara seperti Australia, Belanda, Perancis hingga Taiwan. Maka dia mendorong pejabat di lingkungannya untuk meningkatkan pendidikannya ke strata dua ( S2) dan Strata tiga ( doktoral). Para guru SMK dan Widyaiswara, pejabat yang bertugas mendidik PNS dan memiliki kemampuan berbahasa Inggris magang di perusahaan2 besar di mancanegara.

“ Dulu saya di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata, Ciputat punya 275 orang staff yang memiliki paspor semua karena saya berikan pengalaman berwisata di dalam negri maupun di luar negri minimal tetangga Asean secara bergiliran karena berwisata akan memberikan pengalaman luar biasa termasuk belajar dari negara lain,” jelasnya.

Kompak di Rumah

Terus belajar hingga usia lanjut bukan sekedar peribahasa dalam keluarganya, karena kakak tertuanya yang wanita lebih memilih berkeluarga setamat SMA, padahal kedua orang tua ingin dia kuliah dulu untuk menjadi sarjana. Mendengar orangtuanya kecewa, kakak perempuan lainnya minta agar saudara-saudaranya sejak itu menikah setelah tamat kuliah.

“ Lucu juga kami delapan bersaudara malah berembuk masing-masing mau jadi sarjana apa. Kakak yang menikah juga langsung kuliah sambil berkeluarga dan sukses sampai tamat S3 dan malah jadi wakil rakyat hingga beberapa periode dari Golkar,” katanya.

Diakhir obrolan dia berharap anggota dan pengurus Foperlam bisa menjaga, meningkatkan akhlak dan moral, bersatu dan mencintai daerah Lampung dan ikut memberikan kontribusi di semua bidang di samping mempererat tali kekeluargaan, persatuan dan kesatuan Perempuan Lampung, tentunya.

“Ada 15 Kabupaten maupun kota di Provinsi Lampung dan keanggotaan terbuka bagi perempuan Lampung di perantauan maupun dari wilayah masing-masing sehingga Pemprov Lampung dan Foperlam bisa saling mendukung,” tegas Dr Djuariati Djahri Azhari. M.Pd.

 

Malaysia Gelar WITEX & WCAF 2025, Pertemukan Pelaku Pariwisata Muslim 10 Negara

this formate

Suasana konfrensi Islamu tourism & trade expo

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Malaysia akan menggelar ajang internasional bergengsi, World Islamic Tourism & Trade Expo (WITEX) edisi ke-3 dan peluncuran perdana World Cultural & Arts Festival (WCAF) 2025.

Acara ini akan berlangsung dari 22 hingga 25 Agustus 2025 di Sunway Resort Hotel, Bandar Sunway, Malaysia.

Ajang berskala internasional ini diselenggara-kan oleh Malaysia Tourism Agency Association (MATA) yang bekerja sama dengan mitra global utama di bidang pariwisata dan perdagangan.

Acara ini juga akan menjadi magnet pertemuan para pelaku pariwisata muslim dari lebih dari 10 negara, termasuk Indonesia. Indonesua Halal Lifestyle Center ( IHLC) hadir membawa rombongan di ketuai oleh Sapta Nirwandar, sebagai Ketua IHLC

Dengan diselenggarakannya WITEX & WCAF 2025, Malaysia mempertegas posisinya sebagai pusat pariwisata halal dan perdagangan Islam yang terus berkembang di Asia Tenggara dan dunia.

Lebih dari 10 Negara Islam Siap Berkolaborasi

Acara ini akan melibatkan negara-negara dengan basis muslim yang kuat, antara lain: Malaysia, Indonesia, Brunei Darussalam, Tiongkok, Zambia, Vietnam, Thailand, Spanyol, Kazakhstan, Azerbaijan, dan Tajikistan.

Ribuan pelaku industri dari berbagai sektor, mulai dari biro perjalanan, dewan pariwisata, institusi keuangan Islam, hingga merek gaya hidup halal, akan berkumpul untuk menjalin kemitraan baru dan memperluas jaringan lintas negara.

Kolaborasi ini membuka peluang strategis dalam penguatan ekosistem pariwisata Islam global yang ramah, inklusif, dan berkelanjutan.

WITEX 2025: Pusat Integrasi Pariwisata, Perdagangan, dan Teknologi

Dengan mengusung tema integrasi antara perdagangan, pariwisata, dan investasi, WITEX 2025 dirancang untuk menghubungkan para profesional industri melalui:

Pameran produk pariwisata halal dan gaya hidup muslim ini mempertemukan bisnis (B2B) terkurasi. Sekakigus menjadi
forum investasi dan solusi digital, kolaborasi teknologi dalam sektor perjalanan dan layanan. Ruang pameran yang dinamis akan menjadi tempat pertemuan strategis antara para pengambil keputusan, investor, dan inovator, memperkuat rantai nilai ekonomi Islam.

WCAF 2025: Perayaan Budaya Islam Dunia

Untuk pertama kalinya, WITEX 2025 akan diperkaya dengan peluncuran World Cultural & Arts Festival (WCAF), sebuah platform budaya global yang menghadirkan pertunjukan seni tradisional dan kontemporer, fesyen Islami dari berbagai negara, pameran kuliner halal internasional hingga kerajinan tangan dan seni visual bernuansa Islami

WCAF bertujuan menampilkan keindahan dan keragaman warisan budaya dunia Islam, sekaligus memperkuat diplomasi budaya lintas negara.

Dialog Global: Konferensi Pariwisata Islam & KTT Menteri dan CEO

Sebagai bagian dari agenda strategis, Konferensi Pariwisata Islam akan berlangsung pada 22-23 Agustus 2025, menghadirkan lebih dari 15 pembicara internasional, termasuk pemikir industri, akademisi, dan tokoh transformasi digital.

Adapun topik yang dibahas mencakup transformasi digital dalam pariwisata halal, destinasi ramah muslim, tren wisata berkelanjutan hingga penerapan teknologi AI dalam industri perjalanan.

Kemudian pada 24 Agustus 2025, akan diadakan KTT Menteri dan CEO, menghimpun pemimpin negara anggota OKI, menteri pariwisata, dan CEO industri strategis. Forum ini akan menjadi ajang pembahasan arah kebijakan baru dalam pengembangan pariwisata Islam global.

Malam Penghargaan WITA 2025: Apresiasi untuk Inovator Muslim

Acara akan mencapai puncaknya pada malam 25 Agustus dengan digelarnya World Islamic Tourism & Trade Awards (WITA) 2025. Bertempat di Grand Ballroom Sunway Resort.

Gala ini akan memberikan 30 penghargaan bergengsi kepada tokoh dan institusi berprestasi dalam bidang pariwisata halal, perdagangan syariah, inovasi digital, media dan pelayanan publik.

Panggung penghargaan juga akan dimeriahkan dengan penampilan artis ternama dari Malaysia dan mancanegara, serta pertunjukan budaya bernuansa Islam.

Terbuka untuk Umum: Wisata Edukasi dan Hiburan Keluarga

WITEX & WCAF 2025 terbuka bagi publik dengan akses gratis setiap hari mulai pukul 10:00 pagi hingga 8:00 malam. Pengunjung dapat menikmati berbagai promosi paket wisata, pertunjukan langsung, hadiah dan souvenir eksklusif hingga kesempatan memenangkan tiket gratis.

Acara ini dirancang sebagai pengalaman wisata edukatif dan keluarga yang menyenangkan, memadukan nilai spiritual, budaya, dan peluang bisnis.

WITEX & WCAF 2025 diprakarsai oleh Malaysia Tourism Agency Association (MATA), bekerja sama dengan World Islamic Tourism Council, Global Islamic Tourism Organisation, dan ASEAN Federation of Umrah & Hajj (AFUH).

Acara ini juga mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata, Seni dan Budaya Malaysia dan Malaysia Convention & Exhibition Bureau (MyCEB)

Kehadiran pelaku pariwisata Muslim dari lebih dari 10 negara dalam WITEX & WCAF 2025 mencerminkan optimisme baru terhadap masa depan pariwisata Islam global. Di tengah tantangan dan perubahan dunia, acara ini menjadi simbol persatuan, inovasi, dan kolaborasi lintas bangsa dengan landasan nilai-nilai syariah

10 Negara Eropa Dimana Umat Muslim Diam-diam Membangun Kekuatan Ekonomi

this formate

Oleh Hafiz M. Ahmed
Halaltimes.com

TOKYO, bisniswisata.co.id: Pada suatu malam musim semi di Saint-Denis, Paris, jalanan terdengar seperti percakapan antarbenua. Anda mendengar percakapan bahasa Arab alih-alih bahasa Prancis alih-alih bahasa Wolof.

Tukang roti menarik nampan berisi kue kering isi kurma untuk berbuka puasa; seorang pedagang bahan makanan menimbang jintan dan ketumbar sementara seorang remaja berdebat—dengan serius—tentang tukang daging mana yang memiliki daging domba terbaik.

Suasananya biasa saja sekaligus luar biasa: sebuah pasar sehari-hari yang diam-diam menceritakan kisah Eropa yang berubah.
Di seluruh benua, komunitas Muslim tidak hanya terlihat; mereka juga berperan penting secara ekonomi.

Daya beli mereka membentuk apa yang tersedia di supermarket, bagaimana restoran merancang menu, produk apa yang dijalankan pabrik, dan bagaimana pemerintah menetapkan aturan pangan.

Dilansir dari halaltime.com, kata “Halal” telah menjadi lebih dari sekadar label pada daging. Ini adalah ekonomi terintegrasi yang mencakup makanan dan minuman, logistik, kosmetik, farmasi, fesyen sederhana, perjalanan, keuangan, dan pasar digital—jaringan industri yang naik atau turun berdasarkan kepercayaan, kualitas, dan akses.

Fitur ini mengeksplorasi sepuluh negara Eropa dengan kehadiran Muslim paling signifikan—berdasarkan ukuran, sejarah, atau dampak pasar.

Di setiap segmen, Anda akan menemukan potret komunitas, permintaan halal yang diciptakannya, di mana pasokan masih kurang, bagaimana bisnis Muslim dapat memanfaatkan jumlah mereka, dan langkah-langkah legislatif yang dapat mengunci pertumbuhan jangka panjang.

Gambaran Besar: Apa Arti Komunitas Muslim bagi Industri Halal

Permintaan yang mendalam. Ini bukan permintaan musiman atau niche. Ini adalah makanan sehari-hari di rumah dan di kantin, lonjakan liburan selama Ramadan dan Idul Fitri, pernikahan dan acara komunitas, kosmetik tanpa alkohol atau produk turunan hewani, gelatin yang sesuai standar dalam produk kembang gula, dan keuangan yang menjunjung tinggi keimanan.

Kepercayaan adalah mata uangnya. Halal naik atau turun bergantung pada kredibilitas. Itu berarti sertifikasi yang ketat, rantai pasokan yang transparan, dan layanan pelanggan yang responsif ketika terjadi kesalahan.

Skala bertemu dengan spesialisasi. Satu distrik kota mungkin mendukung puluhan gerai halal, tetapi peluangnya berlipat ganda ketika peritel besar, produsen, dan jaringan logistik menyelaraskan diri di balik standar yang konsisten.

Kebijakan membentuk pasar. Aturan pelabelan, peraturan penyembelihan, pengadaan sektor publik (sekolah, rumah sakit, penjara, militer), dan kontrol impor dapat membuka—atau membatasi—akses.

Negara demi Negara: Sepuluh Tempat, Sepuluh Pengungkit

Negara-negara di bawah ini bukan sekadar “tempat tinggal umat Muslim.”Negara-negara ini juga merupakan tempat halal dibuat, dijual, diperdebatkan, dan ditingkatkan—dan tempat para wirausahawan dan organisasi Muslim dapat mengubah kehadiran demografis menjadi kekuatan pasar yang langgeng.

1) Prancis — Skala, Kecanggihan, dan Uji Kepercayaan

Realitas komunitas & pasar. Prancis menampung salah satu populasi Muslim terbesar di Eropa, dengan akar Afrika Utara yang kuat dan basis konsumen multi-generasi.

Halal adalah ritel arus utama di sini: berbagai supermarket, toko daging di lingkungan sekitar, toko kue premium, dan restoran kasual modern.

Di mana pasokan masih tersendat. Sertifikasi yang terfragmentasi dan debat publik yang berkala dapat mengikis kepercayaan konsumen. Katering institusional (sekolah, rumah sakit) masih belum merata berdasarkan wilayah dan anggaran.

Bagaimana bisnis dapat memanfaatkan angka.

Membangun kepemimpinan kategori dalam makanan halal dingin dan siap saji; melayani keluarga yang kekurangan waktu tanpa mengorbankan keaslian.

Berinvestasilah pada toko roti dan penganan premium dengan bahan-bahan terverifikasi halal (gelatin, pengemulsi).

Bentuk aliansi ritel: pemasok + lembaga sertifikasi + supermarket untuk menguji coba rangkaian Ramadan/Idul Fitri berlabel bersih yang bertahan sepanjang tahun.

Prioritas kebijakan.

Standar pelabelan nasional yang jelas untuk mengurangi kebingungan.

Panduan pengadaan agar lembaga publik dapat menawarkan pilihan halal dengan tetap menghormati pilihan dan anggaran.

2) Jerman — Dari Warisan Budaya ke Rantai Pasokan Berkinerja Tinggi

Realitas komunitas & pasar. Kisah Jerman dimulai dengan pekerja tamu Turki dan kini merangkul komunitas Suriah, Irak, Afghanistan, Bosnia, dan komunitas lainnya. Distrik perkotaan mendorong ritel halal yang dinamis; toko diskon dan jaringan besar memperluas rangkaian produk khusus.

Di mana pasokan masih tersendat. Konsistensi sertifikasi, terbatasnya bahan-bahan terverifikasi halal untuk produsen, dan kesenjangan dalam katering institusional.

Bagaimana bisnis dapat memanfaatkan angka.

Memanfaatkan kekuatan teknik dan logistik Jerman untuk membangun pusat rantai dingin halal di seluruh Uni Eropa.

Memperluas bahan baku B2B (rempah-rempah, bumbu perendam, kolagen/gelatin halal) untuk memenuhi kebutuhan merek dan restoran kecil.

Meluncurkan merek dagang pribadi lintas batas dengan keandalan Jerman sebagai nilai jual.

Prioritas kebijakan.

Mengakui lembaga sertifikasi terkemuka di tingkat federal/negara bagian untuk menyederhanakan audit.

Mendorong pelatihan vokasional bagi tukang daging halal dan teknisi QA.

3) Inggris Raya — Lab Inovasi

Realitas komunitas & pasar. Komunitas yang beragam dan berjiwa wirausaha hubungkan pangan, teknologi, dan keuangan. E-commerce halal, layanan makan cepat saji, dan keuangan Islam telah berkembang menjadi ekosistem.

Di mana pasokan masih tersendat. Kontroversi yang sesekali terjadi mengenai metode penyembelihan dan kepatuhan restoran yang tidak konsisten merusak kepercayaan.

Bagaimana bisnis dapat memanfaatkan angka.

Menskalakan halal omnichannel: klik dan ambil, pengiriman cepat, paket makanan, dan kotak daging berlangganan.

Padukan keuangan Islam dengan ekonomi riil—penyewaan peralatan untuk rumah potong hewan halal, modal pertumbuhan bagi produsen.

Bangun dapur transparan dengan dasbor kepatuhan waktu nyata yang dapat diakses oleh pelanggan.

Prioritas kebijakan.

Bahasa pelabelan halal nasional yang jelas.

Perangkat pengadaan sektor publik yang menstandardisasi pilihan halal di seluruh otoritas lokal. Jadi pemimpin; transparansi arus utama.

4 Italia: Masakan premium + verifikasi kredibel = ekspor emas.

5 Spanyol: Pariwisata warisan + pelatihan perhotelan modern.

6.Belanda: Pelabuhan pintar, audit berbasis data, inovasi yang berorientasi pada tanaman.

7.Belgia: Harmonisasi aturan; manfaatkan kedekatan Uni Eropa untuk suara kebijakan.

8.Swedia: Katering sektor publik, kesehatan, dan farmasi/kosmetik yang patuh.

9.Bosnia & Herzegovina: Halal sehari-hari; kemas untuk pariwisata dan ekspor.

10) Turki — Mesin Kontinental

Realitas komunitas & pasar. Masyarakat yang mayoritas Muslim dengan industri makanan yang besar dan pengetahuan halal yang mendalam. Bahkan di luar perbatasannya, Turki memasok rak dan restoran Eropa.

Di mana pasokan masih tersendat. Fluktuasi mata uang dan biaya input dapat mengganggu harga; ekspektasi Uni Eropa yang berbeda membutuhkan dokumentasi yang gesit.

Bagaimana bisnis dapat memanfaatkan angka.

Memperluas manufaktur label pribadi untuk rantai pasokan Eropa.

Berinvestasi dalam kontrak input yang stabil (pakan, kemasan) untuk menstabilkan harga.

Sertifikasi ke berbagai standar tepercaya Uni Eropa untuk menyederhanakan bea cukai dan audit.

Prioritas kebijakan.

Pengakuan timbal balik yang disederhanakan dengan mitra Uni Eropa.

Peningkatan berkelanjutan pada kemampuan laboratorium untuk bahan-bahan kompleks.

Buku Panduan Pertumbuhan Halal: Bagaimana Bisnis Muslim Mengubah Kehadiran menjadi Kekuatan

1) Kuasai Rantai Pasokan, Bukan Hanya Rak

Bahan & input. Amankan gelatin, enzim, kapsul, pembawa rasa, pewarna, dan bahan pembantu pengolahan yang terverifikasi halal. Banyak produk “hampir halal” gagal karena kandungan mikro-bahan.

Rantai dingin & logistik. Berinvestasilah dalam transportasi dan penyimpanan berpendingin dengan protokol pemisahan yang bersih.

Data & ketertelusuran. Gunakan catatan tingkat batch, latihan penarikan lot, dan kemasan anti-rusak. Kepercayaan adalah bukti, bukan janji.

2) Sertifikasi Sekali, Komunikasikan Selalu

Pilih lembaga sertifikasi yang kredibel dan publikasikan standar yang digunakan, bukan hanya logo.

Kode QR untuk halaman verifikasi dan catatan “diproduksi di / disertifikasi oleh / tanggal audit” yang jelas.

Penanganan krisis. Jika terjadi penyimpangan, jadilah yang pertama, jujur, dan spesifik: apa yang salah, bagaimana Anda memperbaikinya, dan bagaimana Anda akan mencegahnya di lain waktu.

3) Bangun Koalisi, Bukan Silo

Dewan halal tingkat kota yang mencakup pengecer, tukang daging, restoran, lembaga sertifikasi, imam, advokat konsumen, dan inspektur kesehatan kota.

Pembelian bahan baku halal secara kolektif untuk menurunkan biaya bagi usaha kecil.

Dapur bersama dan pusat pemenuhan mikro untuk membantu merek lokal berkembang.

4) Tangkap Permintaan Institusional

Sekolah, rumah sakit, penjara, militer, semuanya membutuhkan pilihan halal yang andal dan terjangkau.

Menangkan tender dengan menawarkan rotasi menu, kepatuhan nutrisi, pengendalian alergen, dan stabilitas biaya, bukan hanya stempel halal.

5) Diversifikasi Lebih dari Sekadar Daging

Makanan laut, makanan nabati, dan produk susu dengan kultur dan enzim terverifikasi halal.

Kosmetik & perawatan pribadi bebas alkohol dan turunan hewan, dengan glosarium bahan yang jelas.

Kapsul dan eksipien farmasi & nutrasetikal—komponen kecil dengan dampak kepercayaan yang sangat besar.

6) Tingkatkan Pengalaman

Desain itu penting. Kemasan yang terasa modern dan percaya diri.

Pelatihan perhotelan. Tim front-of-house yang memahami dasar-dasar halal—tanpa rasa canggung, tanpa tebak-tebakan.

Ritel meriah. Anggap Ramadan dan Idul Fitri seperti musim yang sesungguhnya: set hadiah, nampan ukuran keluarga, edisi terbatas yang penuh perhatian.

Mengukur Hal yang Penting: Kerangka Kerja Peneliti

Indeks akses: Gerai halal per 10.000 penduduk menurut distrik; waktu tempuh ke toko daging/sembako halal terdekat.

Indeks kepatuhan: Persentase gerai yang diaudit; waktu rata-rata sejak audit terakhir; tingkat penutupan layanan setelah tindakan korektif.

Cakupan institusi: Persentase sekolah dan rumah sakit yang menawarkan makanan halal; kepuasan dan penerimaan.

Ketahanan pasokan: Jumlah rumah potong hewan bersertifikat, kapasitas produksi, dan sebaran geografis.

Kepercayaan konsumen: Tingkat pembelian berulang setelah perubahan sertifikasi; waktu penyelesaian keluhan.

Dampak ekonomi: Lapangan kerja, basis pajak, pertumbuhan UKM, volume ekspor dalam kategori halal.

Ini adalah tulang punggung basis bukti yang hidup—berguna bagi walikota, menteri, peritel, dan peneliti.

Risiko yang Harus Dihindari (dan Cara Mengatasinya)

Pencucian halal. Logo tanpa substansi. Perbaiki dengan audit transparan dan verifikasi waktu nyata.

Kejutan harga. Ketergantungan yang berlebihan pada satu rumah potong hewan atau pemasok input. Perbaiki dengan diversifikasi sumber dan kontrak gabungan.

Bentrokan budaya. Rumor dapat mengalahkan fakta. Perbaiki dengan forum komunitas tetap, papan informasi multibahasa, dan pengungkapan kebenaran yang cepat ketika masalah muncul.

Stagnasi. Memperlakukan halal sebagai “hanya daging.” Perbaiki dengan inovasi dalam makanan siap saji, camilan, toko roti, kecantikan, farmasi, dan perjalanan.

Peta Jalan Lima Tahun

Untuk pengecer:

Bangun tempat halal permanen; kembangkan bersama rangkaian produk musiman; ukur tingkat penjualan, bukan hanya daftar produk.

Tawarkan pengembangan pemasok: pelatihan pengemasan, nutrisi, dan QA untuk merek halal kecil.

Untuk restoran & tukang daging:

Standarisasi SOP; digitalisasi catatan suhu; sertifikasi staf; Berinvestasilah dalam transparansi yang berorientasi pelanggan.

Tambahkan paket ramah keluarga untuk Ramadan dan musim pernikahan.

Untuk produsen:

Amankan bahan mikro terverifikasi halal pada volume kontrak; rancang SKU untuk selera diaspora dan masyarakat umum; buat label dwibahasa.

Untuk lembaga sertifikasi:

Publikasikan standar, kredensial auditor, dan statistik ketidakpatuhan anonim; uji coba verifikasi QR yang interoperabel.

Untuk pembuat kebijakan:

Danai dapur umum bersertifikasi halal; tetapkan aturan pelabelan yang jelas; tegakkan secara adil; undang-undang Muslim dalam perencanaan pengadaan.

Untuk organisasi komunitas:

Petakan kebutuhan lokal, mulai dari tempat salat hingga makanan sekolah; adakan lokakarya keamanan pangan; bimbing anak muda untuk berkarier di bidang ilmu pangan, QA, dan logistik.

Kembali di Saint-Denis, tukang roti mengeluarkan satu loyang terakhir dari oven dan jalanan berhenti sejenak, hanya sebentar, saat matahari terbenam.

Keluarga-keluarga bergegas pulang dengan roti hangat; Seorang perawat berpakaian seragam medis menyelipkan makanan halal ke dalam tasnya sebelum shift malam; seorang tukang daging bersandar di kusen pintu dan memperhatikan perubahan cahaya.

Tak seorang pun dari mereka akan menyebut apa yang mereka lakukan sebagai “transformasi pasar.” Mereka hanya memberi makan keluarga, menghormati keyakinan mereka, dan membangun sesuatu yang kokoh.

Itulah kekuatan diam-diam komunitas Muslim Eropa. Ketika bisnis, lembaga, dan pembuat undang-undang menghadapi kenyataan sehari-hari itu dengan ketegasan dan rasa hormat, ekonomi halal tidak hanya tumbuh—tetapi juga matang. Ia menjadi andal. Ia menjadi kebanggaan. Dan ia menjadi bagian abadi dari kisah Eropa.

Prancis: Pasar terbesar Eropa Barat; perbaiki fragmentasi sertifikasi; tingkatkan skala katering institusional.

Jerman: Pusat logistik dan bahan baku; ciptakan pusat halal di seluruh Uni Eropa.

Inggris: Pemimpin e-commerce dan keuangan; transparansi arus utama.

: Masakan premium + verifikasi kredibel = ekspor emas.

Spanyol: Pariwisata warisan + pelatihan perhotelan modern.

Belanda: Pelabuhan pintar, audit berbasis data, inovasi berbasis tanaman.

Belgia: Harmonisasi aturan; manfaatkan kedekatan Uni Eropa untuk suara kebijakan.

Swedia: Katering sektor publik, kesehatan, dan farmasi/kosmetik yang patuh.

Bosnia & Herzegovina: Halal untuk sehari-hari; kemas untuk pariwisata dan ekspor.

Turki: Mesin regional untuk label pribadi dan bahan baku; sertifikasi multi-standar untuk perdagangan yang lancar..

Bagaimana perusahaan di Hong Kong Manfaatkan Naiknya Permintaan Global Produk Makanan Halal

this formate

Daniel Chan, salah satu pemilik Koon Chun Sauce Factory, mengatakan pertumbuhan pasar halal tidak akan terjadi

HONG KONG, bisniswisata.co.id: Beberapa perusahaan mengembangkan produk kemasan bersertifikat yang melayani wisatawan dan restoran Cina di Timur Tengah.

Dilansir dari www.msn.com, produsen makanan Hong Kong memanfaatkan meningkatnya permintaan akan masakan halal, dengan beberapa perusahaan mengembangkan produk kemasan bersertifikat untuk wisatawan di kota tersebut dan restoran Cina di Timur Tengah.

Beberapa pakar industri baru-baru ini mengatakan kepada Post bahwa jumlah restoran bersertifikat halal saat ini masih belum memenuhi permintaan lokal.

“Kami telah menyaksikan pertumbuhan pesat dalam aplikasi sertifikasi halal dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Leo Yuen Chung-on, ketua pendiri Asosiasi Ilmu dan Teknologi Pangan Hong Kong, Jumat.

Apakah Anda memiliki pertanyaan tentang topik dan tren terbesar dari seluruh dunia? Dapatkan jawabannya dengan SCMP Knowledge, platform baru kami yang berisi konten pilihan dengan penjelasan, FAQ, analisis, dan infografis yang dipersembahkan oleh tim pemenang penghargaan kami, ujarnya.

“Namun, jumlah tersebut masih jauh dari memenuhi permintaan yang ada, terutama selama hari raya umat Islam ketika terjadi lonjakan wisatawan dari negara-negara Muslim dan umat Muslim lokal pergi merayakan.”

Hong Kong sedang mencari sumber wisatawan baru, termasuk dari Timur Tengah, untuk membantu meningkatkan perekonomiannya.

Untuk mempromosikan sertifikasi halal di kalangan restoran, Dewan Pariwisata Hong Kong bermitra dengan Incorporated Trustees of the Islamic Community Fund of Hong Kong untuk mendorong pengajuan sertifikasi sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mendiversifikasi sumber wisatawan.

Pada pertengahan April tahun ini, jumlah restoran bersertifikat meningkat dari sekitar 100 pada awal 2024 menjadi lebih dari 170, termasuk restoran Cina kelas atas, restoran Kanton, dan kedai mi modern bergaya Hong Kong.

Yuen menambahkan bahwa bahkan restoran yang belum mendapatkan sertifikasi halal resmi pun menambahkan pilihan vegetarian ke dalam menu mereka, melayani basis pelanggan yang lebih besar dengan berbagai kebutuhan diet, termasuk diet Buddha.

Selain restoran, empat merek di Hong Kong menawarkan makanan panggang bersertifikat halal, menyediakan lebih banyak pilihan oleh-oleh bagi wisatawan Muslim.

Francis Ho Ho-tak, pendiri My Care Healthcare, sebuah perusahaan yang memproduksi makanan sehat kemasan untuk lansia dan mereka yang memiliki pantangan makanan, mulai menjajaki pasar halal pada tahun 2022.

Perusahaan kini menawarkan empat produk bersertifikat halal, termasuk saus XO yang menggantikan ham dengan telur udang, yang tersedia di Bandara Internasional Hong Kong.

“Kami memang menerima lebih banyak pertanyaan tentang produk halal kami, tetapi setiap produk membutuhkan setidaknya tiga bulan untuk penelitian dan pengembangan, dan lebih banyak waktu untuk mendapatkan sertifikasi,” kata Ho.

“Saya yakin saat ini kami berada pada tahap untuk memenuhi kebutuhan pasar yang ada, alih-alih mengejar pertumbuhan yang eksplosif dan tiba-tiba.”

Daniel Chan, salah satu pemilik Pabrik Saus Koon Chun yang berusia hampir 100 tahun, sepakat bahwa pertumbuhan di pasar halal tidak akan “tanpa batas dan eksplosif”, terutama di sisi ekspor.

“Satu hal yang perlu diklarifikasi adalah bahwa pabrik makanan ada di mana-mana, termasuk di negara-negara Muslim, yang berarti mereka tidak perlu mengalihdayakan semuanya dari Hong Kong,” kata Chan.

“Jadi, yang diinginkan pasar lain mungkin hanya beberapa produk khas Kanton, seperti saus.” Chan mengatakan bahwa perusahaan memperoleh sertifikasi halal pada tahun 2014 karena klien asing ingin membuka restoran Cina di Timur Tengah.

Klien utama perusahaan tersebut kini adalah maskapai penerbangan dan rumah sakit, dengan hanya sebagian kecil produk yang dijual di pasar ritel lokal.

Nilai ekspor tahunan produk Hong Kong ke negara-negara Muslim meningkat dua kali lipat dari HK$2,7 miliar (US$376 juta) pada tahun 2020 menjadi HK$5,5 miliar pada tahun 2024, dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata sebesar 19 persen, menurut statistik perdagangan.

Ekspor ulang melalui Hong Kong ke negara-negara Muslim meningkat dari HK$178,8 miliar pada tahun 2020 menjadi HK$215,8 miliar pada tahun 2024.

Kategori ekspor utama meliputi minuman, perhiasan dan barang berharga, serta produk terkait minyak bumi. Kategori ekspor ulang utama meliputi peralatan telekomunikasi dan audio, mesin dan komponen listrik, serta mesin perkantoran dan pemrosesan data.

Mengapa Turis Teluk Merasa Betah di Resor Pegunungan Zakopane, Polandia.

this formate

Wisatawan Timur Tengah sedang memotret seekor sapi di bukit Gubalowka.

WARSAWA, bisniswisata.co.id: Fotografer Saudi, Fahad Alayyash, memandangi panorama Pegunungan Tatras yang menyerupai Pegunungan Alpen, pegunungan tertinggi di Polandia – dan sebuah destinasi baru yang mengejutkan bagi turis Arab.

Dilansir dari www.gulftoday.ae, wanita berusia 38 tahun ini merupakan salah satu dari ribuan penduduk Teluk yang menghabiskan liburan musim panas mereka di Zakopane, sebuah resor yang terkenal dengan lift ski dan jalur pendakiannya, tempat rumah-rumah kayu bersejarah berpadu dengan hotel-hotel modern.

“Kami telah sepenuhnya menguasai tempat ini,” kata Alayyash sambil berdiri di Gubalowka, sebuah puncak yang menghadap Zakopane, tempat puluhan pengunjung menikmati kopi, berbelanja suvenir, dan menikmati pemandangan.

Zakopane, yang terletak di Polandia selatan, telah menjadi daya tarik utama musim panas bagi wisatawan dari Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Kuwait, dengan hingga tujuh penerbangan harian dari wilayah tersebut di Bandara Krakow di dekatnya.

Ledakan itu berawal dari seorang perwakilan agen perjalanan Saudi, kata Agata Wojtowicz, kepala Kamar Dagang Tatra.
Ia mengatakan pejabat tersebut datang ke Zakopane untuk mencari destinasi baru yang terhubung langsung ke Teluk dan “terkesima” dengan kota itu.

Flydubai meluncurkan koneksi Dubai-Krakow pertama pada tahun 2018 dan kini warga Emirat berbondong-bondong datang — dibantu oleh akses bebas visa mereka ke Uni Eropa.

Tahun lalu, mereka menjadi kelompok wisatawan dengan pertumbuhan tercepat di Polandia, menurut Kementerian Pariwisata, dengan jumlah 66 persen lebih tinggi dibandingkan tahun 2023.

Manal Alanazy, seorang profesor teknologi pendidikan berusia 45 tahun di Universitas King Saud, mengatakan Zakopane terkenal di kalangan warga Saudi.

“Ketika saya memberi tahu ayah dan saudara laki-laki saya bahwa saya akan pergi ke Polandia, saudara laki-laki saya tidak menyukainya. Dia berkata bahwa semua orang Teluk di sana,'” ujarnya kepada AFP.

Efek media sosial

Zakopane menggunakan media sosial untuk menarik wisatawan Teluk yang telah menciptakan “efek bola salju” dengan meningkatnya minat, kata Wojtowicz.
Selama tiga tahun terakhir, para influencer Arab telah diundang untuk kunjungan promosi, menurut Grzegorz Biedron, ketua organisasi pariwisatanya.

Baik Alanazy maupun Abdullah Alotaibi, seorang kapten kapal Kuwait berusia 30 tahun, mengetahui tentang Zakopane dari X.
“Saya melihat di Twitter (X) sebuah ulasan tentang Zakopane, dan bagaimana mereka memperlakukan semua orang secara setara, dan tidak ada rasisme tentang agama, jadi saya menyukainya dan saya datang,” kata Alotaibi.

Turis Arab menyebut rasa aman sebagai salah satu aset utama Zakopane.
“Saat itu gelap dan saya sedang berjalan… Saya seperti, Kamu tidak di Polandia, kamu di salah satu negara Teluk. Lihat saja. Tidak akan terjadi apa-apa,'” kata Alanazy.

‘Menu Halal’

Bagi para pemilik bisnis Zakopane, banyaknya pelanggan dari Teluk merupakan berkah tersendiri. “Tahun ini, sekitar dua pertiganya adalah orang Arab,” ujar Anna Stoch-El Einen, pemilik restoran kebab dan toko suvenir, tentang pelanggannya.

“Kami hanya memiliki sedikit wisatawan Polandia di wilayah ini, mungkin karena cuaca,” tambahnya.

Industri perhotelan telah beradaptasi dengan cepat terhadap preferensi pengunjung Timur Tengah. Stoch-El Einen menawarkan menu dalam bahasa Polandia dan Arab, dan memiliki sertifikat “halal” yang dipajang di konter.

“Kami juga memastikan bahwa kami memiliki menu halal,” kata Wiktor Wrobel, CEO grup hotel Nosalowy di wilayah tersebut.
Pelanggan Arab mencapai 30 persen dari seluruh tamu musim panas di hotel bintang lima miliknya di Zakopane.

Wali Kota Lukasz Filipowicz mengatakan kepada media, “para pengusaha lokal sangat senang dengan kehadiran wisatawan dari Timur Tengah”. Ia mengatakan tantangan terbesarnya adalah perbedaan budaya berkendara, dengan pengunjung yang sering melanggar peraturan parkir dan masuk.

“Setiap patroli polisi kota dilengkapi dengan buku panduan berbahasa Arab… agar wisatawan dari Timur Tengah dapat memahami dan mematuhi peraturan yang berlaku,” kata Filipowicz.

‘Cuacanya sempurna’

Hari ini hujan, tetapi gerimis tidak menghalangi pengunjung Teluk untuk menghindari teriknya musim panas di daerah asal mereka. Suhu terkadang mencapai 50˚C di Teluk, sementara musim panas di Polandia umumnya sejuk.

Alanazy awalnya ingin berlibur di Paris.
“Saya membatalkan karena gelombang panas melanda negara-negara Eropa,” katanya kepada AFP, menambahkan bahwa “cuacanya sempurna” di Zakopane.
Wrobel mengatakan perubahan iklim adalah alasan di balik melonjaknya popularitas Zakopane.

“Tempat bersantai yang dicari pengunjung dari negara-negara Arab tidak dapat ditemukan di Italia atau Spanyol, di mana suhu juga telah meningkat secara signifikan,” katanya kepada media.

Hanka Krzeptowska-Marusarz, yang keluarganya mengelola wisma di Zakopane, teringat melihat seorang wanita Kuwait berbusana Islami lengkap saat ia berdiri di padang rumput, merentangkan tangan, basah kuyup oleh hujan deras.”Menurut saya itu indah,” ujarnya

Brasil akan Gabung dengan Pameran Halal Malaysia, MIHAS

this formate

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id: Perusahaan-perusahaan Brasil akan berpartisipasi dalam pameran yang berfokus pada produk dan layanan halal di Kuala Lumpur pada bulan September mendatang.

Tempat untuk berpartisipasi masih tersedia.
Dilansir dari https://anba.com.br/, São Paulo – Brasil akan hadir di Pameran Halal Internasional Malaysia ke-21 (MIHAS 2025) yang akan diselenggarakan pada 17-20 September di Pusat Perdagangan dan Pameran Internasional Malaysia (MITEC) di Kuala Lumpur.

Kantor Perdagangan Kedutaan Besar Malaysia di São Paulo (MATRADE São Paulo) berbagi informasi tentang pameran tersebut, menyoroti skalanya dan partisipasi Brasil.

MIHAS diselenggarakan oleh Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE) dan diakui sebagai pasar terbesar di dunia untuk produk dan layanan bersertifikat halal dan bernilai tambah, yang mempertemukan pembeli dan penjual dari lebih dari 90 negara.

Perusahaan-perusahaan Brasil berpartisipasi dalam MIHAS sebagai peserta pameran. MATRADE São Paulo menekankan bahwa tahun ini mereka juga akan berpartisipasi dalam Program Sumber Daya Internasional (INSP) pameran tersebut, sebuah platform bisnis yang mencakup lebih dari 14 klaster industri, mulai dari makanan dan minuman serta kemasan hingga teknologi produksi dan logistik.

Kehadiran Brasil mencerminkan semakin meningkatnya adopsi standar halal di negara tersebut, didorong oleh meningkatnya permintaan akan jaminan kualitas, keterlacakan produk, dan pasokan berkelanjutan.

Partisipasi Brasil diselenggarakan oleh proyek Halal do Brasil, yang dipelopori oleh Kamar Dagang Arab-Brasil (ABCC), dan Badan Promosi Perdagangan dan Investasi Brasil (ApexBrasil). Tempat masih tersedia bagi perusahaan Brasil yang tertarik untuk berpartisipasi.

“MIHAS adalah tempat dunia menyaksikan masa depan halal—masa depan yang dibangun di atas kepercayaan, inovasi, dan kualitas yang tak terbantahkan,” ujar Amirul Azman Ahmad, Komisioner Perdagangan MATRADE São Paulo, dalam materi yang dirilis.

Menurutnya, MIHAS membuka pintu bagi peluang baru dan kemitraan yang kuat. “Kami mengundang lebih banyak perusahaan Brasil untuk bergabung dalam gerakan ini dan merasakan langsung bagaimana Malaysia memimpin ekonomi halal global,” tambahnya.

MATRADE São Paulo menyatakan pihaknya bekerja sama dengan organisasi-organisasi berpengaruh di pasar halal Brasil, seperti lembaga sertifikasi CDIAL Halal dan FAMBRAS Halal, serta ABCC, untuk meningkatkan kesadaran, menciptakan hubungan bisnis, dan menghubungkan eksportir dan importir Brasil dengan ekosistem halal Malaysia.

MIHAS edisi 2024 menghasilkan MYR 4,3 miliar (setara dengan US$ 1,01 miliar dengan nilai tukar saat ini) dan menarik lebih dari 43.000 pengunjung. Tahun ini, dengan tema “Puncak Keunggulan Halal”, pameran ini diperkirakan akan menghasilkan bisnis sebesar MYR 4,5 miliar (USD$1,06 miliar).

Selain mendorong volume perdagangan yang tinggi, acara ini juga menyoroti tren konsumsi halal global

Mengapa Semua Orang Bepergian ke Jepang Saat Ini

this formate

Kyoto, Jepang di musim semi. ( Foto: Goway Travel/SeanPavonePhoto/Adobe Stock)

NEW JERSEY, bisniswisata.co.id : Jepang terus menjadi kesayangan dunia perjalanan. Negara ini berada di jalur yang tepat untuk melampaui rekor 40 juta pengunjung internasional pada akhir tahun 2025, menurut analisis baru oleh Tourist Japan , salah satu operator tour terkemuka di negara tersebut.

Dilansir dari travelpulse.com, Lebih dari 28,5 juta wisatawan tiba di Jepang hanya dalam paruh pertama tahun ini, menandai kebangkitan yang luar biasa bagi negara tersebut.

Hanya di bulan Juni, Organisasi Pariwisata Nasional Jepang (JNTO) melaporkan 3,3 juta kedatangan, menandai bulan keenam berturut-turut di mana jumlah kedatangan bulanan melampaui angka 3 juta.

Angka-angka seperti ini seharusnya tidak mengejutkan. Jepang telah menarik jumlah wisatawan yang memecahkan rekor setidaknya selama setahun terakhir

Negara ini menjadi pilihan utama bagi banyak orang Amerika tahun ini, terutama wisatawan keluarga. Namun, apa yang mendorong popularitas Jepang yang luar biasa saat ini? Berikut ulasannya lebih lanjut.

Apa yang mendorong ledakan itu?

Tourist Japan mengatakan lonjakan pariwisata di negara itu dapat dikaitkan dengan gabungan berbagai peristiwa global, nilai tukar yang menguntungkan, dan antusiasme baru untuk pengalaman perjalanan yang lebih mendalam dan berdasarkan pengalaman (ketimbang sekadar mencentang item dari daftar keinginan.)

Selain itu, World Expo 2025 yang sedang berlangsung di Osaka dan dimulai pada bulan April lalu juga telah meningkatkan pariwisata regional dan nasional secara signifikan.

“Kami melihat permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya di semua segmen, mulai dari pelancong hemat dan petualang solo hingga keluarga dan klien mewah kelas atas,” ujar Ben Julius, pendiri Tourist Japan, dalam sebuah pernyataan.

“Jepang telah kembali menegaskan dirinya sebagai destinasi wisata papan atas, dengan sesuatu untuk semua orang.”
Beberapa sorotan tambahan dari analisis Tourist Japan yang baru dirilis meliputi:

•China memimpin sebagai pasar kedatangan terbesar Jepang hingga saat ini dengan 797.900 pengunjung – meningkat 23,6 persen dari tahun ke tahun.

•Korea Selatan telah menjadi pasar sumber terbesar kedua bagi Jepang dengan 729.800 pengunjung – peningkatan 21,6 persen YoY.

•Tingkat pengunjung tertinggi juga dilaporkan dari Amerika Serikat, Kanada, Taiwan, dan Singapura untuk kedatangan bulan Juni.

•Pelancong muda solo (berusia 18-28) menyumbang lebih dari 70 persen pelanggan Paket Tur Hemat Jepang.

•Perjalanan keluarga sedang meningkat, tertarik oleh situs budaya, destinasi ramah keluarga, dan taman hiburan.

•Ada peningkatan nyata dalam jumlah wisatawan Muslim dari Asia Tenggara dan Timur Tengah, yang mendorong permintaan lebih besar untuk layanan yang ramah halal dan inklusif.

Preferensi perjalanan yang terus berkembang

Sebagaimana telah disebutkan, daya tarik Jepang yang luar biasa didorong, setidaknya sebagian, oleh meningkatnya permintaan wisatawan akan wisata yang bersifat pengalaman dan mendalam secara budaya dibandingkan wisata tradisional, demikian menurut laporan terbaru tersebut.

Dengan upacara minum teh, kuil Buddha, budaya pop anime dan manga, sejarah Geisha, dan juga Ninja, Jepang menawarkan beragam peluang tersebut. Retret kesehatan dan penjelajahan pedesaan menawarkan lebih banyak pilihan untuk kunjungan yang berkesan dan mendalam.

Perjalanan mewah merupakan segmen lain yang sedang berkembang di Jepang, demikian menurut laporan tersebut, dengan wisatawan kelas atas yang mencari layanan eksklusif dan dirancang khusus yang memadukan kenyamanan modern dengan keramahan khas Jepang.

Pengeluaran dan dampak ekonomi

Seiring dengan gelombang wisatawan yang tak henti-hentinya, pendapatan Jepang pun meningkat. Turis asing menghabiskan lebih dari US$32,2 miliar selama kuartal pertama tahun 2025 saja, meningkat 23 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2024.

Beberapa kategori pengeluaran teratas meliputi belanja, akomodasi, dan makan, yang menunjukkan masa tinggal yang lebih lama dan pengeluaran per perjalanan yang lebih tinggi.

Ke depannya, momentum dan pengeluaran seperti ini diperkirakan akan tetap kuat berkat berlangsungnya acara budaya seperti Setouchi Triennale 2025 dan World Expo yang berlanjut hingga Oktober.

Namun, di saat yang sama, muncul laporan bahwa beberapa faktor yang membuat Jepang begitu menarik secara finansial mungkin akan segera berubah. Pada bulan Juli, misalnya, negara tersebut akan menerapkan kebijakan harga dua tingkat di objek wisata utama.

Rencana tersebut mencakup penetapan harga yang lebih tinggi untuk objek wisata dan tempat dibandingkan dengan harga yang dibayarkan penduduk setempat.

Selain itu, nilai dolar AS telah anjlok di bawah pemerintahan Trump , yang berarti nilainya tidak akan sekuat Yen. Nilai dolar mulai jatuh awal musim panas ini dibandingkan dengan mata uang lainnya dan akhirnya mencatat semester pertama terburuknya dalam lebih dari 50 tahun pada bulan Juli, menurut Indeks Dolar AS ICE, sebuah barometer yang mengukur nilai mata uang AS terhadap enam mata uang lainnya.

Sementara itu, Jepang juga berupaya mengelola pariwisata yang berlebihan, upaya yang dilakukan meliputi penerapan peraturan baru mengenai pendakian Gunung Fuji dan mempromosikan destinasi yang kurang dikenal, dalam upaya melestarikan warisan alam dan budaya Jepang, sambil tetap mengakomodasi permintaan yang terus meningkat.

Silversea Meluncurkan Pengalaman Luar Ruangan Baru di Chili

this formate

Penawaran Lahan Terbuka Silversea di Puerto Williams, Chili (Foto: Silversea)

  • NEW JERSEY, bisniswisata.co.id : Merek perjalanan mewah dan ekspedisi terkemuka, Silversea , telah mengumumkan sorotan penawaran lahan di The Cormorant di 55 South di Puerto Williams, Chili.

Dilansir dari travelpulse.com, Dijadwalkan dibuka pada bulan Januari 2026, hotel ini akan menawarkan para tamu pengalaman mendalam di jantung Kepulauan Fuegian yang memungkinkan mereka menjelajahi lebih dalam destinasi paling terpencil dan kaya ekologi di dunia sebelum perjalanan mereka ke Antartika.

“Visi kami untuk The Cormorant di 55 South selalu mengubah perjalanan yang harus dijalani menjadi perjalanan yang benar-benar dinikmati oleh para tamu kami,” ujar Bert Hernandez, Presiden Silversea, dalam sebuah pernyataan.

Ia menambahkan, “The Cormorant akan lebih dari sekadar tempat menginap – hotel ini akan menjadi titik baru untuk penjelajahan di ujung dunia sekaligus membuat perjalanan ke Antartika lebih nyaman dan menyenangkan bagi para tamu kami. Tim kami telah menciptakan penawaran yang memperkaya untuk dijelajahi para tamu selama menginap, memberi mereka kesempatan untuk terlibat dalam warisan alam dan sejarah Puerto Williams, sambil menikmati kenyamanan dan layanan istimewa yang identik dengan Silversea.”

Para tamu dapat memilih dari berbagai wisata berpemandu dan kegiatan yang disesuaikan dengan berbagai tingkat aktivitas, meliputi:

•Peluang Unik untuk Mengamati Burung dan Satwa Liar – surga bagi pengamatan burung dan penemuan ekologi di area yang menjadi rumah bagi beragam spesies burung yang luar biasa, termasuk burung kormoran, camar lumba-lumba, angsa dataran tinggi, dan burung pintail paruh kuning.

Kuda dan guanaco asli, serta kehidupan laut seperti lumba-lumba, paus, dan anjing laut dapat dilihat di Selat Beagle.

•Berkayak di Perairan yang Dipetakan oleh Penjelajah Legendaris – Selat Beagle yang memisahkan Chili dari Argentina, terletak tepat di utara The Cormorant di 55 Selatan, bersama dengan sebuah teluk indah yang membentang sejajar.

Berkayak dengan pemandu memungkinkan para tamu menjelajahi perairan unik yang pernah dipetakan oleh penjelajah legendaris.

•Mendaki di Tierra Del Fuego yang Terpencil – Puerto Williams dikelilingi oleh lanskap pegunungan Dientes de Navarino dan Tanjung Horn yang menakjubkan, serta merupakan bagian dari wilayah beriklim subkutub dengan alam liar yang masih asli, fjord, dan keanekaragaman hayati yang unik.

Pegunungan Martial adalah rumah bagi guanaco, rubah, dan kondor. Jalur pendakian yang tersedia meliputi berbagai jalur di sepanjang Parque Municipal Ukika dan yang melewati hutan subkutub Magellan.

Dimulai pada musim 2025-2026, tamu Silversea akan merasakan penerbangan carter pribadi baru dengan fasilitas yang ditingkatkan dari Santiago ke Puerto Williams.

Setibanya di hotel, para tamu akan menikmati layanan personal dan keramahtamahan yang hangat. Ekspedisi Pelayaran Terbang Antarktika enam hari yang inovatif melintasi Selat Drake, menawarkan pilihan yang lebih singkat tanpa mengorbankan waktu yang dihabiskan di destinasi.