Margin Profit Maskapai Penerbangan Global Terus Tergerus

0
127
Airplane

JENEWA, bisniswisata.co.id: Hasil keuangan kuartal ketiga 2018 menunjukkan marjin keuntungan maskapai penerbangan global terus loyo, tertekan. Hal itu disebabkan biaya input yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Kondisi ini juga mempengaruhi pasar ekuitas yang ikut bergejolak dalam beberapa bulan terakhir, sehingga membuat harga saham-saham maskapai global turun hampir 10% pada Desember 2019.

Hasil Monitor Keuangan Maskapai Penerbangan Desember, Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) menilai penurunan ini diimbangi kenaikan ukuran serupa yang diamati pada November 2018, ketika sentimen pasar terhadap maskapai penerbangan bergerak bersama harga minyak dan risiko resesi.

Harga minyak mentah Brent saat ini sekitar US$60 atau 30% lebih rendah daripada nilai yang terlihat selama puncak harga pada awal Oktober 2018. Sementara imbal hasil penumpang dengan tarif dasar terus berada di bawah tekanan ke bawah.

“Itu mengatakan, imbal hasil dalam kabin premium yang kurang sensitif terhadap harga telah cenderung naik baru-baru ini membantu maskapai penerbangan untuk memulihkan bagian dari kenaikan dalam biaya-biaya unit (satuan),” kata IATA di Jenewa, Sabtu (19/01/2019).

Dilanjutkan, pendapatan per kilometer penumpang dalam industri penerbangan naik 6,2% tahun ke tahun pada November 2018, namun pertumbuhan volume angkutan berhenti. Di samping volatilitas yang lebih luas di pasar ekuitas global, indeks harga saham maskapai penerbangan dunia turun 9,4% pada Desember ke level yang terakhir terlihat dua tahun lalu.

Ketiga subindeks maskapai regional menurun selama bulan tersebut, dipimpin oleh Amerika Utara yang jatuh 16,5%, kemudian diikuti oleh indeks Eropa yang menurun 5,6% dan indeks Asia Pasifik tyang menurun 2,5%. Juga harga saham maskapai penerbangan global turun 20% sepanjang tahun2018.

“Kinerja di bawah rata-rata dari saham maskapai penerbangan di sebagian besar 2018 terutama mencerminkan kekhawatiran investor tentang dampak kenaikan biaya pada kinerja keuangan maskapai,” kata IATA.

Namun, penurunan tajam harga minyak pada akhir 2018 berkontribusi terhadap saham maskapai penerbangan yang lebih baik selama kuartal keempat. (EP)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.