Komunitas Motor Kampanyekan Keselamatan Berkendara

0
379
Komunitas motor lakukan touring keselamatan berkendara (Foto: Endy)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sedikitnya 90 komunitas motor yang berbeda-beda dari berbagai daerah di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang) mengikuti Touring Lintas Millenial Road Safety Festival 2019. Touring yang dimulai dari Lapangan Polda Metro Jaya dan berakhir di Parkir Timur Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta Selatan, Sabtu (16/03/2019).

Tingginya angka kecelakaan di jalan raya wilayah Indonesia, termasuk Jakarta kerap menimpa kaum millenial membuat Polri menggelar acara touring ini, terutama kendaraan roda dua, yang merupakan angka tertinggi dalam kecelakaan lalu lintas. “Melalui event seperti ini diharapkan korban kecelakaan lalin dapat diminimalisir,” papar Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono.

Menurutnya, kecelakaan lalu lintas menjadi masalah kesehatan yang potensial di Indonesia. Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam dua tahun terakhir ini mencatat kecelakaan lalu lintas di Indonesia menjadi pembunuh tebesar ketiga, dibawah penyakit jantung koroner dan tuberculosis atau TBC.

Bahkan, Global Status Riad aon Road Satefy menempatkan Indonesia sebagai negara urutan kelima tertinggi angka kecelakaan lalu lintas di dunia. Data korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas tahun 2017 menunjukkan sekitar 30.684 orang. Untungnya tahun 2018 turun 6 persen menjadi 27.910 korban yang tewas di jalan raya.

“Korban tewas yang masih tinggi itu merupakan ancaman besar bagi warga Indonesia. Kecelakaan lalu lintas menjadi pembunuh massal terbesar tak kurang 3 orang meninggal dunia dalam satu hari. Data kecelakan yang meninggal dunia di Jakarta tahun 2018-2019 sebanyak 657 orang. Ini cukup tinggi,” lontar Kapolda Metro Jaya.

Ironisnya, lanjut dia, kecelakaan lalu lintas di Indonesia justru didominasi anak muda usia produktif atau akrab disebut milenial, Data Korlantas Polri 2018 secara nasional tak kurang dari 27.000 hingga 30.000 orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas. “Dari jumlah itu 57 persen melibatkan kaum milenial, tragisnya lagi 24 persen dari kalangan pelajar dan mahasiswa,” ungkapnya.

Karena itu, Polda Metro Jaya menggelar Touring Lintas Millenial Road Safety Festival 2019, sebgai aksi mengkampanyekan keselamatan berlalu lintas kepada kaum milenial dengan mengendari motor dengan tertib dan aman, tambahnya.

Berbagai kegiatan dilakukan dalam event ini, antara lain pembagian 5.555 helm standar nasional yang ternyata mendapat apresiasi dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Pembagian helm sebanyak itu dianggap mencapai rekor tertinggi hasil catatan MURI. Karenanya Polda Metro Jaya meraih rekor MURI. Penghargaan itu diberikan langsung Pendiri Muri, Jaya Suprana kepada Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono.

Penghargaan serupa juga diberikan kepada Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri karena menggelar Touring Lintas Millenial Road Safety Festival 2019, dengan peserta terbanyak 5.300 bikers dari 90 komunitas motor yang berbeda-beda dari berbagai daerah.

Selain touring sejauh 15 Kilometer, juga dihiasi dengan adanya atraksi dari 12 orang penerjun yang tiga diantaranya membawa bendera Millenial Road Safety Festival 2019, Polri, Polda Metro Jaya, dan bendera Indonesia. Ada pula atraksi dari para Polwan yang mengendarai motor gede (moge).

Juga dilakukan deklarasi keselamatan berlalu lintas yang dibacakan Ananda Omesh bersama sejumlah artis lainnya, diantaranya ada Rifat Sungkar, Okan Kornelius, Ramzi, Fatir Mochtar, Nabila, dan Gilang Dirga.

“Kita berharap semua yang hadir di sini dan bahkan komunitas lain yang ada di Indonesia dengan adanya komitmen deklarasi keselamatan diri kita masing masing. Siapapun yang jadi bikers tentu yang utama adalah keselamatan lalu lintas,” ucap Omesh, presenter juga bikers.

Selain itu penyerahan santunan kepada 10 korban kecelakaan lalu lintas dan juga penyerahan rekor MURI kepada Kakorlantas Polri dan Kapolda Metro Jaya. Meski menggandeng kaum milenial, acara ini juga punya syarat tertentu bagi yang ingin ikut berpartisipasi. Syarat mengikuti touring ini yaitu pengendara motor berusia 17 hingga 35 tahun, memiliki surat izin mengemudi (SIM), mampu mengendarai sepeda motor, sehat jasmani dan rohani, dan memiliki kesadaran berkendara dengan aman. (ENDY)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.