GeNose C19 Inovasi Indonesia untuk Pemulihan Pariwisata 

0
4

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menristek/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional ( BRI), Bambang PS Brodjonegoro mengatakan sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling terdampak pandemi COVID -19. Oleh karena itu harus dilakukan langkah-langkah pemulihan lainnya selain menerapkan protokol kesehatan.

Penemuan GeNose, alat skrining dengan sampel nafas yang diciptakan oleh para peneliti di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta menjadi titik terang kebangkitan pariwisata Indonesia karena prosesnya mudah, nyaman dan  waktunya kurang dari satu menit dengan tingkat akurasi 93-95%.

Berbicara pada Hybrid Launching Genose C19 ‘Inovasi Indonesia untuk Kepariwisataan Indonesia’ di Hotel Raffles Ciputra World Jakarta, Jumat (19/02), Menristek berharap ke depannya GeNose C19 sebagai produk dan inovasi Indonesia dapat memulihkan pariwisata Indonesia.

“PT Kereta Api Indonesia sudah menerapkan GeNose dengan biaya Rp 20.000/ penumpang yang melakukannya sebelum keberangkatan. Jika semua industri pariwisata dan sektor penunjangnya juga menerapkan bersama maka hasil akhirnya adalah dampak berganda pariwisata yang membangkitkan perekonomian bangsa,” ungkal Bambang PS Brojonehoro.

Dia menilai inovasi anak bangsa ini powerfull untuk memulihkan sektor pariwisata dan memulihkan mobilitas, tidak hanya berbicara pariwisata namun intinya mobilitas masyarakat. Idealnya GeNose ditempatkan selain di tempat wisata dan pabrik, belum lagi Gedung perkantoran dan tempat umum seperti pasar dan mall. 

“Mobilitas orang tentunya tetap harus mengikuti protokol kesehatan, tetapi GeNose harapannya dapat membantu mobilitas yang mengikuti protokol kesehatan ini bisa lebih bergerak, memulai upaya pemulihan ekonomi. Istilahnya adalah upaya kecil untuk sesuatu yang besar, kita butuh sesuatu untuk pemulihan ekonomi,” jelas Menristek/Kepala BRIN bersemangat.

Bukan hanya Menristek, tuan rumah Dr. H. Sapta Nirwandar SE, Ketua Indonesia Tourism Forum ( ITF) memiliki optimistis yang sama agar  semua asosiasi pariwisata, insan pariwisata juga membangkitkan pariwisata Indonesia lagi.

Menggandeng Accor Grup, Wakil Menteri Pariwisata di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini juga menggelar nota penandatanganan dukungan dari Asosiasi Pariwisata Indonesia kepada Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Perdagangan untuk kesediaan mempromosikan dan memanfaatkan GeNose C19 untuk Kepariwisataan Indonesia.

Sapta Nirwanda menyambut baik adanya GeNose C19 dan memastikan insan pariwisata siap mendukung serta mempromosikan atas produk inovasi Indonesia ditindak lanjuti dengan dukungan secara nyata dan konkret.

“Kita bangga produk Indonesia, kita gunakan, kita juga harap mampu menjadi produk yang diekspor, kita sukseskan ini menjadi inovasi produk Indonesia yang mendunia karena jaringan hotel Accor di Indonesia sudah pesan 100 alat seharga Rp 60 juta/ unit”  untuk 100 ribu kali pakai dan bisa terus di upgrade, “ujar Sapta Nirwanda.

Kementerian Perdagangan yang pada kesempatan ini diwakili oleh Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menjelaskan yang paling penting selain kegunaan GeNose C19 dalam tes skrining mendukung kembalinya geliat pariwisata adalah terkait BBI (Bangga Buatan Indonesia). 

“Hal ini menunjukan bahwa kita juga bisa memakai produk kita, kami lihat juga bisa dipakai di luar negeri dan saya pikir ini potensi ekspor. Kami di Kementerian Perdagangan mendukung, kebetulan kami ada Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, dimana produk-produk itu kita identifikasi dilihat mana yang bisa dan mempunyai demand yang cukup tinggi,” tutur Wamen Jerry Sambuaga.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo menyebutkan dalam upaya pembukaan sektor pariwisata di masa pandemi, Kemenparekraf akan berupaya menerapkan metode skrining melalui GeNose C19 di sektor pariwisata secara masif di berbagai destinasi dan fasilitas penunjang pariwisata di Indonesia.

 “Penandatanganan Nota Dukungan pada hari ini menunjukan langkah awal komitmen seluruh stakeholder pariwisata untuk mewujudkan hal tersebut. Semoga adanya GeNose C19 dapat membantu mengakselerasi pemulihan sektor pariwisata di masa pandemi serta meningkatkan citra Indonesia di mata dunia,” papar Wamenparkraf Angela Tanoesoedibjo yang hadir secara daring.

Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno juga tidak kalah semangatnya untuk mendukung inovasi produk karya anak bangsa ini. ” Saya berada di Kabupaten Dairi bersama stakeholders pariwisata di sini. Kita berharap GeNose C19 dapat segera hadir di Kawasan Danau Toba,” kata Sandiaga yang sedang melakukan kunjungan ke kawasan wisata Danau Toba, Sumatera Utara.

Sapta Nirwandat berharap GeNose bisa menjadi jawaban atas keinginan Menoarekraf Sandiaga Uno agar semua pihak bisa gerak Cep bersama dan tancap gas ( gaspol) untuk pemulihan pariwisata Indonesia.

Dukungan dan kehadiran industri wisata diwakili oleh Elly Hutabarat, Ketua Astindo, Haryadi Sukamdani dari PHRI, Budi Tirtawisata, Ketua Indonesia Convention & Exhibition Bureau, Adi Satria, SVO Operation & Goverment relations Accor, Denon Prawiraatmadha, Ketua INACA,  Horsea Anrea Runkat, Ketua Asperapi, Rusmiati, Ketua ASITA, Panca Sarungu, Ketua Masata, Alphonsus Wijaya, Ketua APBI, Lily G Karmel, Ketua FOKBI , I Gede Susila Isnawa, Ketua IPI dan Salman Dianda Anwar, Ketua Jakarta Tourism Forum.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.