Asnawi Bahar: ‘Tidak ada Pergantian Pimpinan Dan Perpecahan di ASITA ‘

0
226
  1.  Asnawi Bahar, Ketua Umum DPP  Association of the  Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA),

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ketua Dewan Pengurus Pusat ( DPP) Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA), Asnawi Bahar menegaskan bahwa tidak ada pergantian jabatan ketua umum dan perpecahan di lingkungan internal organisasi yang dipimpinnya.

“Kami tetap solid mendukung kinerja pemerintah dan dalam kesempatan ini saya tegaskan bahwa saya tetap menjadi Ketua umum dan mendapatkan dukungan penuh dari pengurus,  para Dewan Pertimbangan dan anggota,” kata Asnawi Bahar saat jumpa pers di kantor pusat Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia itu, hari ini.

Didampingi Nunung Rusmiati, Sekjen ASITA, Asnawi mengakui sebelumnya beredar isyu yang meresahkan bahwa Ketua Umum sudah diberhentikan oleh salah satu pengurus, padahal permasalahannya ada d kebijakan mitra kerja yang merugikan anggota dan pihaknya harus bersabar untuk mengambil langkah yang bijak.

Diakuinya,  saat ini ketika organisasi berusia 48 tahun, ASITA banyak menghadapi masalah eksternal terutama dari pihak airlines yang jalan sendiri-sendiri dan Online Travel Asing ( OTA) yang mengancam kelangsungan hidup usaha biro perjalanan wisata karena melanggar etika dan ketentuan harga.

“Masalah internal seolah Ketua Umum sudah diganti telah kami selesaikan, Ketua Umum DPP ASITA tetap Asmawi Bahar. Namun untuk peningkatan kinerja DPP maka akan diadakan pergantian pengurus yang merupakan kewenangan Ketua Umum sesuai pemegang mandat Munas sebagai formatur tunggal,” jelasnya.

Dia mengatakan bahwa ASITA sudah eksis selama 48 tahun dinegri ini sejak terbentuk  pada 1971 hingga sekarang dimana jabatan Ketua Umum diamanahkan padanya hingga Desember 2019. Selama kurun waktu itu, asosiasi dari perusahaan perjalanan wisata Indonesia ini selalu membantu kinerja pemerintah yang ditahun 2019 ini targetnya adalah menjaring kunjungan wisman sebanyak 20 juta orang dan devisa mencapai US$ 20 miliar.

“ASITA terus mendorong pariwisata Indonesia maju dan berkembang oleh karena itu pemerintah maupun airlines juga jangan lupa dengan andil Biro Perjalanan Wisata ( BPW) mendatangkan wisman ke Indonesia,” tegasnya.

Menurut Asnawi Bahar, dari 7000 anggota ASITA di seluruh Indonesia yang aktif sekitar 6000 perusahaan. Anggota terus berbenah menghadapi tantangan besar digitalisasi. Dari jumlah anggota yang aktif  hanya 10% kategori perusahaan besar, 20% usaha menengah dan 70% sisanya adalah kelas usaha mikro ( UMKM) yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Asnawi mengatakan kemajuan teknologi memang akan ada dampaknya, seperti halnya penjualan tiket dan pemesanan hotel yang dikuasasi oleh online asing. Namun, hal tersebut bukan sesuatu yang harus ditakuti.

“Biro perjalanan punya sentuhan kemanusiaan, ada pelayanan, sentuhan alam, dan budaya. Bukan mesin. Oleh sebab itu tidak usah khawatir, biro berjalanan tidak akan bernasib seperti wartel di era tahun 1980 an” ucapnya.

Untuk itu, Pemerintah agar lebih meningkatkan sinergi dan membuat program bersama yang melibatkan organisasinya. Program promosi pariwisata di luar negri juga agar mengedepankan kerjasama dengan ASITA yang mengemas paket wisata ke Indonesia.

ASITA sendiri terus berupaya meningkatkan kemampuan usaha anggotanya melalui kegiatan ASITA Travel Fair di Jababeka Febuari mendatang, disusul menyelenggarakan Festival Palang Pintu di Kemang, Jakarta Sekatan  dan menyelenggarakan event Cult. Id di Taman Mini Indonesia Indah yang dikemas dalam festival musik dan budaya, didukung pesta laser untuk menjaring kalangan milenial lebih cinta budaya.

“Kami berharap Pemerintah berpihak pada usaha BPW. Ketika mitra-mitra kerja seperti airlines dan Online Travel Asing ( OTA) banting harga dan ber jualan tanpa etika atas nama stategi marketing, pemerintah harus bertindak karena kita perlu tumbuh bersama bukan membunuh usaha,” tegas Asnawi.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.