PURWOKERTO, bisniswisata.co.id:
Asosiasi Pelaku Perjalanan Wisata Indonesia ( ASPPERWI) DPW Jakarta Selatan pimpinan Hermawan Agus, S.E. menggelar Famtrip dan Table Top mempertemukan seller dan buyer untuk mempromosikan potensi wisata di Kabupaten Banyumas 27-28 Okrober 2026, kata Eri Setiadi, Ketua Panitia.
“ Famtrip kami akan mempertemukan sedikitnya 60 peserta seller dan buyer ke enam obyek wisata di Kabupaten Banyumas karena masyarakat umumnya lebih mengenal obyek wisata Batu Raden saja,” kata Eri.
Baturaden adalah kawasan wisata alam pegunungan yang terletak di kaki Gunung Slamet, hanya sekitar 15 km dari pusat kota Purwokerto, Jawa Tengah di ketinggian 640-750 mdpl. Tempat wisata ini cocok untuk semua umur, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Batu Raden ini juga untuk menikmati kuliner khas Banyumas, seperti mendoan, Pecel Banyumas, dan lain-lain.
Table Top mempertemukan kalangan industri pariwisata di Purwokerto dan kota-kota di Jateng lainnya dengan buyer dari berbagai daerah di Indonesia. Sejak Senin peserta dari Jabodetabek, Jawa Barat dan daerah lainnya sudah berdatangan, tambahnya.
“Table top akan berlangsung di hari kedua. ( 28/10) di Hotel Surya Yudha Purwokerto dimana para peserta dapat memasarkan produk wisata andalabbya dalam satu atap,” kata Eri Setiadi.
Panitia dari Assperwi Jakarta Selatan mendorong para stakeholder pariwisata di Kabupaten Banyumas ini untuk kompak dan bersatu mempromosikan daerahnya lewat media sosial maupun lewat pertemuan B to B di Table Top.
“Selain Lokawisata Baturaden, peserta akan mengunjungi Taman Botani, Pancuran 7, Alas Pitu , Manara Teratai dan Kota lama Banyumas untuk bernostalgia dan menikmati tempat legendaris lainnya.
Bangunan yang di tempati Roti Mruyung Guesthouse & Café, adalah bangunan yang di bangun pada jaman belanda sekitar tahun 1800-an, di bangun oleh seorang warga negara tionghoa Bernama TJIONG A HWE.
Dia saudagar kaya dari tionghoa yang oleh Belanda di angkat sebagai Kapitan Tutulair Tionghoa pada tahun 1903 , yang bertujuan untuk memimpin sebuah perkumpulan komunitas Tionghoa yang ada di kota Banyumas saat itu.
Panitia juga mendukung industri pariwisata setempat untuk membentuk kepengurusan Aspperwi kabupaten Banyumas yang berkedudukan di Purwokerto sebagai ibukota kabupaten sehingga setial tahun bersama Pemkab dan stakesholder lainnya dapat menggelar acara wisata dan budayanya sendiri.








