Noor Ahmad Hamid, Chief Executive Officer PATA ( paling kiri) bersama pada stakeholder pariwisata Serawak yang menjadi tuan rumah OTM
KUCHING, M’sia, bisniswisata.co.id: PATA Travel Mart 2026 (PTM 2026) resmi dibuka hari ini di Kuching, Sarawak, Malaysia, dengan mempertemukan lebih dari 1.100 delegasi pariwisata dari 48 negara dan destinasi dalam salah satu ajang perdagangan perjalanan internasional business-to-business terkemuka di Asia Pasifik.
Diselenggarakan di Borneo Convention Center Kuching (BCCK) pada tanggal 18-20 Agustus, PTM 2026 menandai kali pertama ajang perdagangan perjalanan unggulan PATA ini diadakan di Sarawak.
Acara ini mempertemukan 221 pembeli yang mewakili 215 perusahaan dari 29 pasar sumber, serta lebih dari 365 penjual yang mewakili lebih dari 200 organisasi dan destinasi.
Hal ini menciptakan peluang bagi pelaku bisnis dan destinasi pariwisata untuk terhubung dengan pasar internasional serta membangun kemitraan baru.
Acara yang diselenggarakan oleh Pacific Asia Travel Association (PATA) ini mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata, Industri Kreatif, dan Seni Pertunjukan Sarawak, dipandu oleh Sarawak Tourism Board, serta didukung oleh Business Events Sarawak.
“PATA Travel Mart bertujuan membangun koneksi bisnis yang bernilai dan berkualitas—yang melampaui durasi acara itu sendiri—serta menciptakan peluang yang dapat berkembang menjadi kemitraan jangka panjang,” ujar CEO PATA, Noor Ahmad Hamid.
Menurut dia dengan menghadirkan PTM di luar pintu gerbang tradisional kawasan ini, PATA sengaja buka akses pasar internasional bagi destinasi yang lebih kecil dan sedang berkembang.
Langkah ini membantu pemerataan pariwisata, memperluas peluang ekonomi, dan menunjukkan bahwa pertumbuhan pariwisata masa depan dapat bersumber dari luar pusat-pusat pariwisata yang sudah mapan. ujarnya.
Inti dari PTM 2026 adalah program pertukaran bisnisnya. Selama dua hari utama Travel Mart, pembeli dan penjual berpartisipasi dalam lebih dari 4.000 pertemuan bisnis terjadwal, memberikan peluang untuk mengembangkan kemitraan baru, menjelajahi pasar sumber baru, dan menghasilkan bisnis di masa depan.
Acara ini menyambut baik pembeli dan penjual yang sudah pernah berpartisipasi maupun yang baru, mencerminkan minat yang berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik dan nilai yang diberikan oleh industri pariwisata internasional pada keterlibatan bisnis langsung.
“Menyelenggarakan PATA Travel Mart 2026 di Sarawak merupakan kesempatan penting bagi kami untuk memperkuat keterlibatan kami dengan komunitas pariwisata internasional dan berkontribusi pada pertumbuhan pariwisata di masa depan di seluruh Asia Pasifik,” kata YB Dato Sri Haji Abdul Karim Rahman Hamzah
Sebagai Menteri Pariwisata, Industri Kreatif dan Seni Pertunjukan Sarawak dan Menteri Pemuda, Olahraga, dan Pengembangan Kewirausahaan Sarawak, Abdul Karim Rahman Hamzah mengatakan fokus pada pertumbuhan sektor pariwisata.
“Seiring pertumbuhan sektor ini, fokus kami tetap pada penciptaan peluang ekonomi yang bermakna, memperkuat industri pariwisata kami, dan memastikan bahwa pembangunan terus memberikan manfaat bagi masyarakat kami sambil melindungi aset budaya dan alam yang menjadikan Sarawak unik.”
Lebih dari Sekadar Ajang Bisnis Perjalanan Wisata
Meskipun pertukaran bisnis tetap menjadi inti dari PTM, acara ini juga mempertemukan komunitas PATA yang lebih luas melalui program yang mencakup pertukaran pengetahuan, pengembangan profesional, kepemimpinan, jejaring, dan keterlibatan dengan destinasi.
Rangkaian acara dimulai pada 17 Agustus dengan PATA Youth Symposium, yang mempertemukan mahasiswa dan profesional muda di bidang pariwisata untuk berdiskusi, belajar, dan terlibat langsung dalam industri.
Simposium Pemuda ini berlanjut pada 18 Agustus dengan kegiatan berbasis komunitas dan pengalaman langsung yang dirancang untuk memberikan pemahaman lebih mendalam kepada peserta mengenai Sarawak serta pengembangan pariwisatanya.
Pada malam tanggal 17 Agustus, PATA menggelar acara ramah-tamah (networking reception) bagi Dewan Eksekutif dan Anggota Dewan serta pertemuan bagi Anggota Seumur Hidup (Life Members).
Acara ini juga mencakup penyerahan penghargaan bagi PATA Chapter dan Student Chapter, serta penghargaan “Face of the Future” sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian dan kontribusi chapter PATA, student chapter, dan para pemimpin pariwisata masa depan.
Pada 18 Agustus, PATA Knowledge Forum mempertemukan para pemimpin industri dan pakar dengan mengusung tema “The Next Era: Impactful Partnerships, Purposeful Growth” (Era Baru: Kemitraan Berdampak, Pertumbuhan yang Bermakna).
Forum ini membahas peluang dan tantangan yang membentuk masa depan pariwisata, dengan fokus diskusi pada kemitraan, pertumbuhan yang bermakna, teknologi, inovasi bisnis, komunitas, budaya, dan pengalaman wisata yang berkesan.
Knowledge Forum ini merupakan bagian dari komitmen luas PATA untuk membantu anggotanya menghadapi lingkungan pariwisata yang berubah dengan cepat, melalui penyediaan kesempatan untuk bertukar pengetahuan, mengakses informasi industri, dan membangun kemitraan baru.
Bersamaan dengan PTM dan Knowledge Forum, pertemuan Dewan Eksekutif dan Dewan PATA juga diselenggarakan di Kuching, mempertemukan perwakilan dari seluruh komunitas anggota dan jajaran pimpinan asosiasi tersebut.










