GYEONGJU, Korsel, bisniswisata.co.id: KTT Tahunan PATA 2026 (PAS 2026), yang diselenggarakan oleh Pacific Asia Travel Association (PATA), mengumpulkan lebih dari 550 delegasi dari sedikitnya 35 destinasi a.l China, India, Maladewa, Hong Kong SAR, dan UEA—di Lahan Hotel, Pohang, dan HICO, Gyeongju, Provinsi Gyeongsangbuk-do.
Selama konferensi pers, CEO PATA Noor Ahmad Hamid mengatakan bahwa sebagai sebuah Asosiasi, dia fokus untuk memberikan nilai kepada anggota melalui berbagi pengetahuan, wawasan praktis, dan koneksi yang bermakna.
“Hal ini tercermin tidak hanya dalam diskusi kami, tetapi juga dalam cara kami merancang program kami—memastikan program tersebut relevan, dapat ditindaklanjuti, dan berwawasan ke depan.” ungkapnya.
Masa depan pariwisata tidak hanya bergantung pada teknologi dan infrastruktur, tetapi juga pada orang-orang—pada bagaimana kita menarik, melatih, dan memberdayakan generasi penerus talenta industri.
Dia menambahkan, “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para delegasi, mitra, pembicara, peserta muda dan mahasiswa, para profesional industri lokal, sukarelawan, dan anggota media atas kontribusi mereka terhadap energi dan kesuksesan KTT ini, dan atas peran mereka dalam perjalanan ini.”
Diselenggarakan dengan tema “Menavigasi Menuju Masa Depan yang Tangguh”, KTT ini telah mempertemukan lebih dari 60 pembicara, moderator, dan panelis dari organisasi terkemuka di sektor publik dan swasta.
Baik UN Tourism, Azerbaijan Tourism Board, Guam Visitors Bureau, Global Sustainable Tourism Council (GSTC), Plaza Premium Group, Amadeus, dan AirAsia MOVE, dan masih banyak lagi.
Sorotan dari konferensi utama meliputi:
*Tata Kelola Pariwisata Berkelanjutan dalam Lanskap Pasca-APEC
*Pariwisata Digital di Persimpangan Jalan: Platform, Data, dan Ketahanan Destinasi
*Menavigasi Ketidakpastian Ekonomi: Tren Global yang Membentuk Perjalanan dan Pariwisata
*Babak Selanjutnya Pemasaran Destinasi: Tren yang Membentuk Jalan ke Depan
*Peluang Strategis untuk Perjalanan & Pariwisata di Dunia yang Terus Berubah
Sepanjang program tiga hari, acara ini mencakup Simposium Pemuda PATA, Meja Bundar Industri dan Pendidikan, Rapat Dewan Eksekutif dan Dewan Direksi, Rapat Umum Tahunan, Forum Kebijakan, dan konferensi. Sesi pleno, diskusi kelompok kecil, dan Pengalaman Destinasi yang mendalam di seluruh Gyeongju dan Pohang.
Dari Visi ke Warisan: PATA di Usia 75 Tahun
“Tujuh puluh lima tahun yang lalu, pada tahun 1951, PATA didirikan dengan visi yang berani untuk pariwisata di Asia Pasifik,” kata Hamid dalam sambutan pembukaan konferensinya.
Visi itu membantu membentuk sebuah organisasi yang akan tumbuh bersama salah satu kawasan pariwisata paling dinamis di dunia.
Karena tahun 2026 menandai Ulang Tahun ke-75 PATA, program KTT dengan bangga menampilkan kegiatan peringatan yang merayakan warisan Asosiasi dalam pariwisata Asia Pasifik.
Para delegasi didorong untuk terlibat dengan pameran sejarah interaktif dan berpartisipasi dalam permainan yang menyoroti tonggak penting, pencapaian, dan momen-momen penting sepanjang perjalanan PATA.
Selain itu, PATA memberikan penghargaan kepada anggota lama dengan Penghargaan Anggota Lama dan sertifikat peringatan sebagai apresiasi atas dukungan dan hubungan mereka yang berkelanjutan dengan Asosiasi.










