Wisatawan Jangan Mendaki Merapi, Merbabu Dibuka bagi Pendaki

0
290
Gunung Merapi (Foto: http://jogja.korinatour.co.id)

SLEMAN, bisniswisata.co.id: Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih mengimbau tidak ada aktivitas pendakian di lereng Gunung Merapi terkait statusnya di Level II atau Waspada. BPPTKG hanya merekomendasikan pendakian untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

BPPTKG juga mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 KM dari puncak Gunung Merapi. “Radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk. Masyarakat yang tinggal di KRB lll mohon meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi,” demikian imbauan BPPTKG, diikutip dari Antara, Rabu (16/1/2019).

Berdasarkan pemantauan pada Rabu pagi menyatakan, cuaca berkabut menyelimuti Gunung Merapi yang hingga saat ini masih berstatus waspada. Cuaca juga mendung dan gerimis.

Berdasarkan pengamatan BPPTKG dari Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliurang, Sleman, selain berkabut, suhu udara di gunung teraktif di Indonesia itu tercatat 20,8 derajat Celcius, kelembaban udara 87 persen RH, tekanan udara 916 HpA, dengan kecepatan angin mencapai 5 KM per jam.

Curah hujan di Gunung Merapi mulai pukul 00.00-00.15 WIB tercatat mencapai 1,5 milimeter (MM) kemudian pada pukul 04.00-04.17 mencapai 4,5 MM, dan 05.30-5.50 mencapai 2 MM.

Berdasarkan pengamatan BPPTKG Pada Selasa (15/1) malam mulai pukul 18.00 hingga 24.00 WIB, Gunung Merapi terpantau kembali meluncurkan guguran lava dua kali ke arah Tenggara Kali Gendol. Gempa guguran tercatat sebanyak 15 kali dengan amplitudo 2-63 MM yang berlangsung 13,6 hingga 85,4 detik.

Berdasarkan analisis morfologi kubah lava Gunung Merapi yang terakhir dirilis BPPTKG, volume kubah lava mencapai 439.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan mencapai 3.400 meter kubik per hari atau lebih kecil dari pekan sebelumnya. Saat ini kubah lava masih stabil dengan laju pertumbuhan yang masih rendah, rata-rata kurang dari 20.000 meter kubik per hari.

Sementara itu, jalur pendakian ke Gunung Merbabu kembali dibuka mulai hari ini, Rabu (16/1/2019). Hal tersebut disampaikan pihak pengelola Taman Nasional Gunung Merbabu melalui surat resmi bernomor SE 34/T.35/TU/EVLAP/2019.

Dalam surat bertanda tangan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, Edy Sutiyarto, disebutkan bahwa dibukanya kembali jalur pendakian ini berlaku untuk seluruh jalur yang ada. Pembukaan jalur pendakian ini dikarenakan pantauan kondisi cuaca yang mulai membaik.

Sebelumnya, jalur pendakian Gunung Merbabu ditutup mulai 30 Desember 2018. Penutupan itu disebutkan karena cuaca ekstrem seperti hujan badai disertai angin kencang, sehingga berbahaya bagi kegiatan pendakian.

Ditegaskan, sebelum melakukan kegiatan pendakian, calon pendaki harus mempersiapkan peralatan-peralatan yang dibawa dan mematuhi SOP (standard operational procedure) pendakian yang ada. Selain itu, kondisi jasmani dan rohani juga harus diperhatikan, untuk mengantisipasi apabila terjadi kondisi cuaca yang ekstrem saat melakukan kegiatan pendakian.

Petugas basecamp via Selo, Eko Martoyo menyampaikan, hari pertama dibukanya jalur pendakian ke Gunung Merbabu, sudah ada rombongan yang melakukan pendakian. “Sudah ada (yang mendaki), lima orang dari Jakarta,” kata Toyo, sapaan akrabnya, seperti dilansir Kompas.com. Pengumuman dibukanya jalur pendakian ini juga diunggah oleh akun Instagram Pendaki Gunung Indonesia, @mountnesia. (EP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.