DESA WISATA PENDIDIKAN

Wisata Relaksasi dan Edukasi di Kaki Gunung Lawu

KARANGANYAR, bisniswisata.co.id: Penat dengan rutinitas kota yang sibuk dan padat? Butuh sesuatu yang memanjakan mata dan pikiran? Rumah Atsiri dapat menjadi jawabannya. Sesuai namanya, disini menghasilkan minyak atsiri atau yang dikenal sebagai essential oil dari berbagai spesies tanaman.

Berdiri di atas lahan seluas 5 hektar yang dipenuhi dengan tanaman minyak esensial dan tanaman hijau, menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang ingin menikmati sejuknya udara pegunungan di kaki gunung lawu ini. 

Cukup dengan membayar minimal Rp. 50.000 dalam bentuk voucher yang dapat anda gunakan memasuki area wisata dan juga dapat anda gunakan sebagai alat pembayaran di dalam tempat wisata tersebut. 

Selain itu banyak kegiatan yang dapat dilakukan saat mengunjungi Rumah Atsiri, diantaranya mengunjungi museum, dan mengikuti berbagai kelas dan program yang dapat dinikmati bersama keluarga maupun komunitas. 

Sejarah Citronella

Berawal dari sebuah pabrik penyulingan Citronella yang berdiri sejak tahun 1963. Pabrik yang terletak di Desa Plumbon, Tawangmangu, Solo tersebut pernah menjadi pabrik penyulingan terbesar di Asia. “Pabrik Sereh” namanya saat itu, pernah menjadi saksi bisu kerjasama ekonomi antara Indonesia dan Bulgaria. 

Karena potensi alamnya yang ideal untuk penanaman bahan minyak atsiri dan juga sumber air yang penting untuk proses destilasi, dipilihlah Desa Plumbon sebagai lokasi tapak.

Seorang professor Bulgaria yang pernah menjadi konsultan pabrik penyulingan minyak atsiri pada  pertengahan tahun 1960-an membawa tanaman bunga mawar asal negaranya.

Tak heran di antara puluhan jenis tanaman bunga dan tanaman rempah, terselip tanaman bunga mawar asal Bulgaria. Bunga mawar jenis ini sengaja dilestarikan sebagai pemberian Bulgaria memang terkenal dalam pengolahan bunga mawar menjadi minyak mawar. 

Minyak mawar ini merupakan bahan dasar parfum. Mawar asal Bulgaria itu kini tumbuh subur di Museum Rumah Atsiri. Di sana akan dibangun pusat pelatihan, penelitian, edukasi, dan sekaligus pusat tujuan wisata.

Banyak orang mengira bahwa Perancis adalah negara penghasil parfum ternama. Namun Bulgaria yang menjadi penghasil bahan minyak parfum terbaik itu. Iklim di Bulgaria memang sangat mendukung untuk tumbuhnya bunga mawar, sehingga kualitas minyaknya tahan lama.

Di rumah Atsiri ini ada  museum, laboratorium, perpustakaan, wahana edukasi anak, green house, toko cinderamata, penginapan, spa, ruang pertemuan, dan café. Lokasi ini menjadi salah satu landmark Desa Plumbon, Tawangmangu, Jawa Tengah.

Menurut catatan sejarah, pabrik minyak atsiri ini didirikan pada tahun 1963 dengan nama PT Citronella itu tidak berjalan mulus. Setelah terjalin kontrak kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Bulgaria dengan sistem bagi hasil. 

Namun dalam perjalanannya, karena situasi politik di Indonesia yang tidak menguntungkan pada 1965, pabrik yang dikelola oleh PNPR Kimia Yasa, sebuah BUMN, mengalami pasang surut usaha hingga pada tahun 1986 pabrik ini kemudian dibeli oleh PT Intan Purnama Sejati. 

Namun usaha minyak atsiri ini tetap tidak seharum minyak yang dihasilkan. Kemudian pada tahun 2015, keseluruhan aset tanah dan bangunan dibeli oleh PT Rumah Atsiri Indonesia. Sejak saat itu, konsep pabrik diubah total menjadi museum.

Berbagai aktivitas yang dapat dilakukan di Rumah Atsiri Indonesia yang menghasilkan minyak atsiri atau yang dikenal sebagai essential oil dari berbagai spesies tanaman. ( Foto: Arum Suci Sekarwangi)

Pada tahun 2015 PT. Rumah Atsiri Indonesia mengambil alih secara resmi bursa kepemilikan pabrik tersebut dan mulai menghidupkannya kembali menjadi kompleks rekreasi penduduk yang juga mencakup fasilitas MICE, penelitian & pengembangan, rumah produksi dan pasar minyak esensial. 

Sebagai destinasi tematik yang berfokus pada minyak atsiri, rumah atsiri menghadirkan pengalaman rekreasi edukasi yang kaya, diwarnai dengan pemandangan Gunung Lawu yang sangat indah serta keramahan masyarakat Desa Plumbon, Tawangmangu.

Tidak berhenti sampai disitu, pengunjung juga dapat membeli produk esensial yang di produksi sendiri oleh Rumah Atsiri di toko mereka serta menikmati pilihan makanan dan minuman aromatic di resto mereka yang terletak tepat di sebelah hamparan bunga Marigold yang bermekaran di Marigold Plaza dan dijamin dapat membuat anda relax

Taman Koleksi

Rumah Atsiri juga memiliki taman yang memiliki lebih dari 80 jenis tanaman minyak esenial oil dari dalam dan juga luar negeri, dengan masing-masing cerita, wangi dan ciri khas sendiri yang dapat langsung dicium atau dicicipi  dengan bantuan educator  yang akan membantu pengunjung.

Masih terletak di dalam Taman Koleksi Rumah Atsiri, terdapat rumah kaca yang dirancang sebagai taman indoor di pagi hari dan dapat disulap menjadi private dining venue di malam hari.

Rumah Atsiri juga telah menerapkan protokol kesehatan seperti screening suhu tubuh bagi para pengunjung sebelum memasuki area Rumah Atsiri, penerapan physical distancing dengan membatasi jumlah pengunjung dalam berbagai kegiatannya. Jadi tidak perlu khawatir mengenai kemanannya jika ingin berkunjung. 

Saat ini Rumah Atsiri juga sedang mempersiapkan fasilitas Glamping Rumah Atsiri yang rencananya akan dibuka di bulan April 2021 mendatang yang pastinya sangat menarik untuk dicoba. Jadi tunggu apa lagi, yuk rencanakan perjalanan liburan anda ke Rumah Atsiri!

Berbagai aktivitas yang dapat dilakukan di Rumah Atsiri Indonesia yang menghasilkan minyak atsiri atau yang dikenal sebagai essential oil dari berbagai spesies tanaman. ( Foto: Arum Suci Sekarwangi)

 

Arum Suci Sekarwangi