Whisnutama: Tak Usah Tunggu Program 100 Hari, Ayo Wujudkan Pariwisata Penghasil Devisa No: 1

0
25

Suasana jumoa pers Menparekraf Whisnutama dan jajarannya di Cafe Oeang, M Bloc Space

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Event pariwisata dan ekonomi kreatif saling mendukung sehingga ke depan di antara banyak event pariwisata yang ada di tanah air akan dipilih, kemudian dipoles dengan kreativitas sehingga menjadi event spektakuler yang akan mendatangkan banyak wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.

“Mimpi kami pariwisata dan ekonomi kreatif bisa menjadi penghasil devisa nomor 1 di Indonesia serta menjadi produk ekonomi kreatif terbaik di Asia Tenggara,” katanya di acara ‘Ngopi Bareng Mas Tama dan Mbak Angela di M Bloc Space, Jakarta Selatan, hari ini.

Untuk hadir di acara ini Whisnutama dan jajaran pejabatnya hadir dengan dress code jeans dan baju arasan hitam. Mereka juga keluar dari ksntor Kemenoarekraf bersama dan menggunakan transportasi umum MRT.

Berhadapan dengan puluhan wartawan yang memburunya dengan target kunjungan wisman, program 100 hari dan kreativitas dalam mengembangkan pariwisata maka Wishnutama Kusubandio, Menteri Pariwisata Maka Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) mengatakan kordinasi lintas instansi langsung dilakukannya.

” Tidak usah nunggu 100 hari, apa yang bisa kita lakukan hari ini langsung kerjakan dan karena pemerintah fokuskan pada 10 destinasi prioritas terutama 5 destinasi super prioritas yakni Danau Toba, Labuan Bajo, Borobudur, Mandalika dan Likupang maka dalam rapat kordinasi para menteri saya langsung minta dukungan,” ujarnya.

Tahun depan, kata dia, 5 destinasi super prioritas ini diharapkan akan menjadi daya tarik pariwisata baru sekaligus kebanggaan Indonesia.  Kemenparekraf sudah berkoordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga. 

Wishnutama menambahkan, untuk mempercepat pembangunan lima destinasi super prioritas ini beberapa hari terakhir pihaknya sudah berkoordinasi  dengan berbagai kementerian terkait sehingga mimpi jadi devisa utama dapat terwujud. 

” Itu sebabnya mohon maaf baru kali ini kita bisa bertemu. Nanti sebulan sekali kita buat lagi pertemuan seperti ini,” ujar Menparekraf yang lebih suka dipanggil Mas Tama di dampingi Wakil Parekraf Angela Tanoesoedibjo atau mbak Angela yang tengah sakit tenggorokan sehingga sulit berbicara.

Menurut Tama, beberapa yang sudah dilakukan mendapat dukungan adskah dengan Kapolri soal keamanan terutama di lima daerah super prioritas. “Begitu juga  dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Kami diskusi bagaimana langkah-langkah ke depan karena kita tahu banyak bencana alam di negri kita,” 

Menparekraf juga sudah berkoordinasi langsung dengan kementerian PUPR, Kemenhub bisa bantu mengkoordinasikan penyelesaian infrastruktur yang telah direncanakan. Menteri Luar Negeri bahas bagaimana mempromosikan Indonesia dan dengan Kemendikbud bagaimana meningkatkan hospitality, sebagai kurikulum yang dikembangkan di wilayah destinasi super prioritas, tambahnya. 

Tama juga menjawab kegelisahan wartawan Bekraf maupun komunitas binaannya dengan menyatakan bahwa ketika ekonomi kreatif dan pariwisata menyatu, akan menciptakan dua arah yang menguntungkan. Tidak ada yang berkurang, justru saling mendukung dan memperkuat.

Penggabungan ini menjadikan kedua lembaga lebih koordinatif dan fleksibel dalam menjalankan tugas ke depannya juga lebih sinkron dan efiesien. Selain itu juga menjadikan ekonomi kreatif sebagai sumber kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Sinergitas pariwisata dan ekonomi kreatif juga diwujudkan dalam mengembangkan restoran Indonesia di luar negeri yang tidak sekadar menjual makanan saja, namun menjadi ‘jendela’ untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Indonesia.

Senada dalam hal ini Wamenparekraf/Waka Badan Parekraf Angela Tanoesoedibjo menyatakan untuk mempromosikan pariwisata Indonesia bisa ditempuh dengan memperbanyak restoran Indonesia di mancanegara. 

“Kami bisa menerapkannya terlebih dahulu di negara-negara Asia Pasifik seperti Singapura, China, dan Australia,” kata Angela. Restoran Indonesia banyak tersebar di berbagai negara di dunia yang sebagian besar dikelola kaum milenial baik sebagai warga negara Indonesia maupun para diaspora Indonesia di mancanegara.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.