Wasit Pakai Batik, Lurik, Blangkon di Indonesia Open 2019

0
48
Wasit kejuaraan bulutangkis Indonesia Open 2019 pakai lurik dan blangkon (Foto: Liputan6.com)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ada pemandangan unik, menarik bahkan pertama kali dalam sejarah pertandingan bulutangkis Indonesia Open 2019. Uniknya, dalam Semifinal Indonesia Open 2019 di Istora Senayan Jakarta, Sabtu (20/7/2019), seluruh ofisial pertandingan yang bertugas: wasit, service judge, para linejudge, tidak mengenakan seragam seperti biasanya namun mengenakan busana tradisional Jawa.

Umumnya, wasit atau umire dan hakim garis yang bertugas hanya mengenakan kemeja lengan pendek. Namun, khusus untuk babak semifinal dan final, mereka diminta memakai batik dan lurik, juga blangkon. Wasit tampak mengenakan kemeja batik merah lengan panjang. Sementara itu, hakim garis atau linejudge memakai lurik dan blangkon berwarna biru. Pakaian yang dikenakan seluruh ofisial pertandingan, menyita perhatian.

Kasubid Hubungan Internasional PBSI Bambang Rudyanto menjelaskan, ada dua warna batik yang digunakan para pengadil lapangan di Indonesia Open 2019. “Babak semifinal Indonesia Open 2019, batik yang digunakan warnanya merah, sesuai sponsor (Djarum). Kalau besok di partai final warnanya biru,” papar Bambang di ruang konferensi pers Istora Senayan.

Indonesia Open 2019 memang mengusung tema Sport-Artainment, yang memadukan olahraga dengan unsur budaya dan seni. Hal-hal unik dan menarik seperti itulah yang membuat turnamen Indonesia Open memberikan warna tersendiri. “Wasit asing pun senang mendapat batik, ini menjadi kenang-kenangan untuk mereka. Setiap ke sini, mereka juga sudah tahu bakal mendapat batik,” lontarnya.

Awalnya ide dengan tujuan memperkenalkan kebudayaan dan kesenian Indonesia ini, sempat dipermasalahkan oleh Federasi Badminton Internasional (BWF). “Sekarang sudah tidak (dipermasalahkan) karena batik sudah diterima,” ucapnya sambil menambahkan bukan kali pertama wasit dan hakim garis Indonesia Open memakai baju tradisional. Dulu, hakim garis pernah pakai udeng (ikat kepala khas Bali).

Meski demikian, lanjut dia, wasit tidak boleh memakai topi atau penutup kepala seperti hakim garis karena takut mengganggu pandangan
“Jadi beberapa tahun lalu, pihak BWF awalnya sempat menentang idenya terkait pemakaian batik untuk wasit,” tandasnya.

Namun, setelah dilakukan negosiasi, BWF akhirnya memberikan izin kepada panitia. “Sekarang mereka (BWF) sudah menerima permintaan kami soal baju batik untuk wasit. Toh, wasit juga terlihat lebih elegan dengan pakaian itu,” ucap Rudy.

Menurut Rudy, wasit-wasit asing yang bertugas pun merasa senang dengan adanya pakaian batik ini. Pakaian batik tersebut seolah menjadi kenang-kenangan buat mereka selama bertugas di Indonesia Open. “Mereka sudah tahu, kalau ke sini pasti dapat batik. Mereka senang sekali dapat oleh-oleh batik,” tutur Rudy.

Diakui, Cuma Indonesia saja yang menerapkan hal seperti ini. Turnamen lain di dunia enggak seperti ini. “Kami memang ingin mengubah tradisi biar seru.” sambungnya. Seperti diketahui, tahun ini, Indonesia Open 2019 menyiapkan hadiah total 1,25 juta dolar Amerika Serikat atau setara Rp17,4 miliar. (NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.