Ilustrasi seniman tentang Teras Hijau Komunitas di Taman Nasional Jayavarman-Norodom Phnom Kulen. MoE
PHNOM PENH, bisniswisata.co.id: Sepuluh Teras Hijau Komunitas yang baru dibangun di Taman Nasional Jayavarman-Norodom Phnom Kulen kini dibuka untuk pengunjung, menawarkan perpaduan keindahan alam, arsitektur tradisional Khmer, dan rekreasi ramah lingkungan.
Dilansir dari Khmer Times, diselesaikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, teras tersebut merupakan bagian dari inisiatif yang lebih luas untuk mempromosikan ekowisata, memperkuat mata pencaharian lokal, dan melestarikan sumber daya alam melalui pembangunan berbasis masyarakat.
Menteri Lingkungan Hidup Eang Sophalleth mengatakan teras tersebut—dirancang dengan gaya tradisional Khmer dengan fasilitas modern—termasuk dalam inisiatif “Destinasi Rekreasi Hijau” Kementerian.
Kawasan ini akan dikelola oleh Kawasan Lindung Komunitas Prey Thom Anlong dan dimaksudkan untuk menjadi tempat berkemah, bersantai, dan menjelajahi alam yang ramah lingkungan bagi wisatawan domestik dan internasional.
“Inisiatif ini mendukung perlindungan hutan dan pengembangan masyarakat, sejalan dengan arahan Perdana Menteri Hun Manet,” kata Menteri Sophalleth.
Menurut dia, hal ini juga mencerminkan Strategi Sirkular pemerintah tentang Lingkungan yang bertujuan untuk mempromosikan kehidupan yang berkelanjutan.
Phnom Kulen pertama kali ditetapkan sebagai kawasan lindung berdasarkan dekrit kerajaan pada tahun 1993. Cakupannya diperluas secara signifikan pada tahun 2017 dengan penambahan Koridor Konservasi Keanekaragaman Hayati Utara seluas 25.383 hektar.
Selama kunjungan ke taman tersebut pada bulan Februari tahun lalu, Menteri Sophalleth mengeksplorasi potensinya untuk ekowisata dan pelestarian warisan budaya.
Tournya mencakup lokasi-lokasi penting seperti Pusat Penelitian dan Konservasi Anggrek Sok An Phnom Kulen satu – satunya fasilitas penelitian anggrek khusus di Kerajaan tersebut.
Sejalan dengan dokumen perencanaan nasional seperti Strategi Pentagonal – Tahap 1 dan Strategi Sirkular tentang Lingkungan 2023–2028, Kementerian Lingkungan Hidup saat ini tengah mengembangkan strategi ekowisata jangka panjang untuk taman tersebut.
Sebuah koridor rekreasi hijau telah dibangun di lima kawasan lindung masyarakat di Phnom Kulen, masing-masing dengan fitur alam dan budaya yang unik.
Infrastruktur baru, termasuk jalan, telah dibangun untuk meningkatkan akses ke pemandangan alam yang indah, air terjun, kuil kuno, hutan, dan satwa liar.
Upaya ini tidak hanya membantu melestarikan keanekaragaman hayati tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui peluang ekonomi yang berkelanjutan.










